Friday, 12 July 2013

Mukomuko Tak Bebas



Polisi Gencarkan Operasi Pekat
METRO – Memasuki hari ketiga puasa di bulan Ramadhan 1434 H, aparat kepolisian dari Polres Mukomuko kian gencar melakukan operasi Penyakit masyarakat (Pekat). Kendati sudah banyak menorehkan hasil, baik itu berupa petasan maupun minuman tuak, koprs seragam coklat tak lantas berpuas diri. Kemarin, digelar operasi yang menurunkan anggota gabungan dari Satreskrim, Sat Narkoba, Sat Sabhara, Sat Intelkam Polres Mukomuko.
Hasilnya, diperoleh 21 botol minuman keras (Miras) jenis anggur merah, anggur merk malaga dan anggur cap kucing. Selain itu, polisi menyita jerigen yang berisikan 35 liter tuak. Keberhasilan operasi sempat dinodai dengan dugaan bocornya informasi kepada pemilik kafe di wilayah Lubuk Pinang. Ketika kafe tersebut disambangi, polisi tak mendapatkan hasil memuaskan.
‘’Kita hanya mendapat 21 miras serta 35 liter minuman tuak. Sedangkan sasaran utama kita di kafe serta warung tuak yang kerap meresahkan warga malah nihil. Informasinya ada yang membocorkan operasi kita ini. Jadi sebelum kita sampai pemilik warung sudah terlebih dulu memindahkan mirasnya. Meski sudah kita geledah, namun hasilnya tidak ada. Begitu juga dengan pemilik kafe. Kafenya dalam kondisi tutup saat kita datangi tadi (kemarin, red),’’ terang Kapolres, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Narkoba, AKP. P Simarmata yang memimpin operasi.
Jalannya operasi, dari pantauan Radar Mukomuko (RM). Iring-iringan truk dalmas dan mobil operasional milik anggota polres kali pertama menyambangi sebuah warung di Jalan Danau Nibung. Menurut informasi, di warung ini menyediakan minuman tuak. Ternyata benar saja. Saat digeledah, polisi menemukan 1 jerigen tuak yang disimpan di dapur rumah.
Selanjutnya, tim bergerak menuju ke Kelurahan Bandar Ratu dan berhenti di warung milik Ml. Dari sini polisi mendapati miras. Tanpa berlama-lama, botol-botol miras itu diangkut dan dimasukkan ke dalam truk. Miras juga ditemukan di warung kawasan Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya.   
Kedatangan anggota kepolisian yang menggelar razia sempat menyita perhatian warga, pengguna jalan dan terlebih pemilik warung.
‘’Kami cemas juga, kenapa banyak polisi masuk ke warung itu. Kita khawatir kalau ada pelaku tindak kejahatan yang diincarnya. Ternyata mereka (polisi, red) sedang merazia minuman keras,’’ ungkap Yanto, salah seorang warga.(ray)


16 Rb Butir Mercon Disita
TERAS TERUNJAM – Jajaran Polsek Teras Terunjam yang dipimpin Kapolsek, Iptu. Rikky Operiady, S.Sos tak ingin menyiakan moment operasi penyakit masyarakat (Pekat). Dalam operasi teranyarnya, anggota berhasil mengamankan 16.000 butir mercon atau petasan dari tangan sejumlah pedagang. Hingga kemarin, Barang Bukti (BB) masih diamankan di mapolsek. Sedangkan kepada pedagangnya diberikan teguran keras.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam menyampaikan sasaran operasi yakni di pasar serta penjualan petasan yang tidak memiliki izin. Dan dalam penertiban anggota berhasil mengamankan petasan.
‘’Sejauh ini kita terus mengamankan petasan. Sudah ada 26.000 petasan yang kita amankan dari sejumlah pedagang. Untuk miras, kita belum berhasil. Dan kita masih terus melakukan operasi sampai benar-benar aman terkendali,’’ ungkap Kapolsek.
Ditambahkannya, operasi digelar untuk meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) terutama kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, operasi akan terus ditingkatkan lagi dengan sasaran utama petasan dan miras.
‘’Sekarang ini kan bulan puasa, jadi warga hanya tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah. Karena itu, kegiatan yang dapat mengganggu seperti petasan mapun kegiatan pekat lainnya kita tertibkan. Kita minta di bulan puasa ini, semua pihak bisa saling menghargai dan menghormati. Kalau memang nekat, kita akan ambil tindakan tegas,’’ demikian kapolsek.(ray)