Monday, 15 July 2013

Mukomuko Laka



Dekat TPU Bunga Tanjung, Truk Terguling
Bawa Kardus Rokok Diduga Ilegal
TERAMANG JAYA – Truk colt diesel bernopol BA 8278 GU mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya pada Sabtu (13/7) malam, persisnya di dekat kuburan atau TPU setempat. Posisi truk yang terguling membuat muatan di belakang berserakan. Dari pengakuan sopir truk, barang-barang yang dibawanya merupakan bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Jokowi untuk korban banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Setelah sempat teronggok di TKP selama semalaman, truk baru dievakuasi siang kemarin. Kendati truk sudah dapat melanjutkan perjalanan, namun sopir truk dan kernetnya dihadapkan pada masalah yang membuat mereka menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Teramang Jaya.
Pasalnya, salah satu muatan yang dibawa truk, puluhan kardus berisikan rokok mengundang kecurigaan. Dari merknya saja, New MZ, Super Gulung Mas dan Executive terbilang langka. Ditambah lagi kejanggalan pada jumlah batang yang tertera pada bungkus rokok. Dimana di bungkusnya tertulis 16 batang, ternyata saat dibuka dan dihitung jumlahnya sebanyak 20 batang. Dilihat sepintas, bentuk rokok-rokok itu menyerupai rokok bermerk terkenal produksi Gudang Garam.
Salah seorang perangkat desa, Gori bersama dengan belasan warga lain yang ikut membantu evakuasi barang muatan truk menyampaikan, awalnya mereka mengira isi kardus adalah sembako. Selain dari barang lain yang dibawa, berupa kawan untuk pembangunan bronjong. Namun saat dibuka, ternyata kardus berisikan rokok.
‘’Kita awalnya hanya ingin mencoba rasa rokok yang bungkusnya terlihat baru yang sudah terbuka. Tapi kawan-kawan merasa aneh, sebab isinya berbeda dengan mereknya,’’ kata Gori yang diamini, Lamadi, Edi Boro, Iis dan warga lainnya.
Sementara sopir truk, Abeng didampingi rekannya mengakui jika kawat bronjong tersebut adalah bantuan dari Gubernur Jokowi dan ada surat keterangan resmi. Sementara untuk rokok disebutnya muatan tambahan yang mereka bawa dan tidak ada surat keterangan jelas. Mereka sendiri tidak mengetahui pasti apa isinya, sebab kardus-kardus itu dipindahkan dari kendaraan lain untuk dibawa dengan tujuan salah seorang pengusaha di Bypass, Padang, Sumbar.
‘’Kalau beronjong itu pesanan langsung, untuk rokok kami diminta bawa dan tidak tahu apa isinya, sebab dipindahkan dari mobil boks ke truk kami,’’ ungkap Aceng.
Kapolres Mukomuko AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik diwakili Kapolsek Teramang Jaya, Ipda. Muhardi Muin yang turun langsung memimpin anggotanya belum dapat memberikan keterangan pasti terkait temuan rokok pada truk.  Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan meminta keterangan dari sopir truk.
‘’Kita bawa dulu ke mapolsek dan akan meminta keterangan dari sopir, memang untuk awal mereka hanya bisa memperlihatkan keterangan surat untuk satu jenis muatan saja. Masalah rokok ini perlu telaah lebih jauh,’’ demikian kapolsek.(jar)


Berkalung Emas, Kebun Luas dan Rumah Mewah
Carut Marut Pembagian BLSM 
METRO – Kekhawatiran Bupati Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akan pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menuai permasalahan serius di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Mukomuko terbukti benar. Pembagian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan dana BLSM kemarin diwarnai carut marut. Berdasarkan pantauan tim Radar Mukomuko (RM) mulai dari Kecamatan Air Rami hingga Lubuk Pinang, hampir sebagian besar penerima BLSM diduga tidak tepat. RM memergoki salah seorang penerimanya menggunakan kalung emas saat keluar dari kantor pos. Ada pula informasi dari warga, penerima BLSM memiliki kebun 2 hingga 3 hektare (Ha) serta yang lebih mencengangkan lagi, ada yang mempunyai rumah mewah namun menerima dana BLSM.
Kaur Umum Desa Dusun Baru V Koto, Kecamatan Air Dikit, Dedi Saputra tak menampik bahwa penerima BLSM tidak sedikit orang yang berada. Sedangkan di lain sisi, warga yang benar-benar miskin tidak tersentuh bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Malahan ada pula perangkat desa yang ikut menikmati dana BLSM itu.
‘’Sempat ricuh. Ada beberapa ibu-ibu yang merasa berhak menerima bantuan  mempertanyakan itu kepada saya dan perangkat desa lain. Kenapa mereka tidak dapat bantuan sedangkan warga mampu menerimanya. Jangankan warga, kita sendiri heran. Kok penerima ada yang memakai gelang dan kalung emas, pakai motor besar yang dibeli tunai, punya kebun melebihi 3 hektare dan rumah mewah. Bukannya kita iri atau sebagainya. Kalau kita mau berbicara adil, harusnya orang-orang mampu seperti itu, termasuk perangkat desa yang tercantum sebagai penerima BLSM dengan sadar diri menukarkan namanya kepada warga lain yang sangat membutuhkan,’’ kritik Dedi.
Sekadar diketahui, data penerima BLSM untuk Kecamatan Air Dikit, di Desa Dusun Baru V Koto sebanyak 29 RTS, Air Kasai 21 RTS, Air Dikit 44 RTS, Pondok Lunang 5 RTS, Sari Bulan 25 RTS, Sumber Sari 26 RTS dan Sumber Sari 22 RTS. Khusus di kecamatan ini, yang sudah dibagikan baru Desa  Pondok Lunang, Desa Dusun Baru dan Desa Air Kasai.
Kekecewaan juga diutarakan Edi Irawan, warga lain. Edi mengharapkan pemerintah bisa segera menanggulangi permasalahan BLSM agar tidak menimbulkan cemburu sosial yang berujung pada konflik sesama warga.
‘’Apa tidak malu, bagi mereka yang dinilai mapan tapi masih kebagian jatah BLSM yang jelas-jelas jatah rumah tangga miskin. Bagaimana solusi kedepannya, supaya masalah ini tidak berkepanjangan,’’ terang Edi.
Saat coba ditelusuri, salah seorang kadus di Kecamatan Teramang Jaya mengakui bahwa dirinya mendapat KPS yang merupakan persyaratan mengambil dana BLSM di kantor pos. Ia terkesan tidak memperdulikan imbauan hingga cemoohan orang-orang yang kecewa lantaran fakta di lapangan penerima BLSM tidak tepat sasaran.
Di Kecamatan Kota Mukomuko, jumlah RTS penerima BLSM sebanyak 476 RTS.
Drs. Marjohan menyebutkan, meskipun diwarnai protes namun tidak sampai mengganggu jalannya pembagian dana di kantor pos.
‘’Untuk tahap awal kemarin (Sabtu, red), pengambilan berjalan lancer.  Mudah-mudahan seterusnya juga demikian,’’ ungkap Marjohan.
Di tempat terpisah, penyaluran dana BLSM dan KPS di Desa Sungai Ipuh 1 tak lepas dari kericuhan. Pasalnya, data penerima sebanyak 25 RTM ditukar dengan nama lain setelah dianggap tidak berhak menerima oleh kades setempat.
‘’Awalnya nama kami tercatat sebagai penerima BLSM, tiba-tiba ditukar kades dengan nama lain. Perubahan itu sebanyak 25 orang, karena kami memprotes, tidak setuju untuk dilakukan perubahan nama, maka kami adakan rapat bersama. Akhirnya, malam tadi (kemarin, red) kades kembali memasukan nama kami sebagai penerima,’’ terang Mashuri.
Di Desa Lubuk Sahung, berdasarkan keterangan Kades Lubuk Sahung, Ali Martinus, BLSM di desanya dijatah untuk 64 RTS. 15 RTS dinyatakan bermasalah, karena ada yang meninggal dunia 1 orang, 5 RTS pindah rumah dan selebihnya masih dalam proses pencarian domisilinya. 
‘’Kita sudah tetapkan melalui rapat, karena ada yang bermasalah sekitar 15 RTS, ini akan kita bicarakan dan cari penggantinya. Ada yang meninggal dunia, pindah alamat dan tidak jelas alamatnya. Untuk penggantinya nanti juga dari rumah tangga miskin yang dinilai layak menerima,’’ jelas Ali.(tim)


//Diduga Disunat Rp 5 Rb sampai Rp 10 Rb
PENYALURAN dana BLSM dan juga KPS bantuan di beberapa desa diduga diwarnai aksi pemotongan. Dari total Rp 300 ribu/penerima atau RTS  dipotong Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Alasan pemotongan yang diakomodir perangkat desa itu untuk biaya transportasi petugas dari Kantor Pos. seperti yang terjadi di Desa Aur Cina dan Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, dan Maju Makmur, Kecamatan Penarik. Meski dinilai tidak memberatkan, namun tindakan itu jelas menyalahi aturan. Selain itu, mayoritas penerima BLSM merupakan warga dari kalangan mampu. Sementara, warga yang benar-benar miskin hanya dapat melihat sembari menggit jari.
Salim, Pemuda Desa Aur Cina mempertanyakan prosedur penyaluran dana BLSM. Menurutnya, penyaluran di Kantor Pos akan lebih efektif dibandingkan dengan penyaluran di kantor desa, balai desa atau rumah kades sekalipun.
‘’Khusus di Desa Aur Cina dan Talang Buai, pemotongan untuk uang transportasi poetugas dari kantor pos. Jumlah penerimanya mencapai ratusan, kalau dikalkulasikan bukan hanya untuk uang transport saja, bisa juga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Kita ingin tahu bagaimana prosedurnya dan siapa yang berhal menerima BLSM itu,’’ ungkap Salim.
Hal senada disampaikan warga Maju Makmur, Kecamatan Penarik yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, penyaluran dana BLSM yang digelar dibalai desa selain tidak sesuai juga terdapat potongan. Ia mengaku sangat menyayangkan, karena bantuan itu seharusnya diterima dalam keadaan utuh. Total penerima mencapai 88 orang dan terbanyak se Kecamatan penarik.
‘’Harusnya bantuan itu utuh, jangan sampai ada pemotongan dengan berbagai alasan apapun. Itukan hak warga miskin, kalau bisa seharusnya ditambah bukannya dipotong,’’ terangnya.
Terpisah, Tokoh Masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum mengaku sangat prihatin adanya informasi pemotongan dana BLSM. Padahal, BLSM merupakan hak warga miskin dan tidak bisa disalahgunakan, termasuk penyaluran tidak tepat sasaran. Ia meminta kejelasan mengenai masalah itu. Jika menyalahi aturan, maka harus ada tindakan tegas.
‘’Jangan sampailah BLSM itu dipotong atau apalah alasannya. Karena BLSM langsung dari pusat dan harus diserahkan kepada yang bersangkutan. Apalagi kalau pungutan itu ada campur tangan perangkat desa. Itu sama saja membuat masalah baru. Sudah data penerima yang tidak jelas, ada juga pemotongan,’’ demikian Hamdani.(ray)

Rumah Guru Kemalingan, Laptop dan Kamera Raib
TERAMANG JAYA – Apes dialami Kurniawan (33), warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya. Kurniawan yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru salah satu SDN di Desa Teramang Jaya menjadi korban dugaan pencurian. Dari dalam rumah Kurniawan, pelaku membawa kabur 1 unit laptop dan kamera digital. Tidak terima atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/7), Kurniawan melapor ke Polsek Teramang Jaya.
Dari keterangan korban, bukan cuma kerugian materi yang disesalinya namun isi dokumen di dalam laptop yang diembat maling itu tak kalah penting. Yakni data-data mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Saat pencurian berlangsung, korban tengah bepergian ke desa tetangga.
‘’Ini yang membuat saya rugi dan susah berpikir lagi. Di dalam laptop itu tersimpan semua data-data penting sekolah, termasuk data penerimaan siswa baru kemarin. Kalau masalah barang kiranya bisa kita cari lagi, tetapi data yang tersimpan itu sangat berharga,’’ ungkap korban.
Kronologisnya, masih diuraikan korban. Sementara rumah dalam keadaan kosong, laptop sedang dicas di ruang depan kamarnya. Sedangkan kamera kesayangannya tersimpan di dalam lemari kamar. Diduga kuat pelaku masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci pintu belakang. 
‘’Kalau kita lihat, kemungkinan besar pencurinya masuk dari pintu belakang rumah. Untuk laptop sedang dicas di dekat TV, kalau kamera di dalam lemari,’’ jelas korban.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik   melalui Kapolsek Teramang Jaya, Ipda. Muhardi Muin membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencurian yang dialami warga Desa Bunga Tanjung.(cw1)