Wednesday, 17 July 2013

Mukomuko Juga Berdarah



Sempat Hilang, Untung Ditemukan Jadi Mayat
METRO – Warga Kecamatan Kota Mukomuko, terutama yang berdomisili dekat dengan kawasan objek wisata pantai siang kemarin, sekitar pukul 14.31 WIB digegerkan dengan informasi penemuan sesosok mayat. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah warga Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam bernama Untung Ihsan Hidayat (23). Dilihat dari kondisi tubuhnya, korban yang tidak mengenakan celana diperkirakan belum lama tewas. Korban sendiri sempat dinyatakan hilang dan dicari-cari oleh keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab tewasnya korban yang merupakan anak dari Ketua BPD Setia Budi, Sadiman. Selain masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis RSUD, polisi gabungan dari Polres Mukomuko, Polsek Kota dan Polsek Teras Terunjam juga sedang mendalami penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan sementara pihak RSUD, tidak ada ditemukan bekas luka dugaan penganiayaan ataupun luka benda tajam. 
‘’Ya, kita sudah melakukan otopsi. Tidak ada bekas luka robek atau benturan keras. Korban diduga meninggal karena banyak terminum air laut. Tubuhnya membiru. Darah yang keluar dari bagian kepala diduga akibat guncangan saat dievakuasi, karena kondisi tubuh korban sebagian besar sudah mulai membusuk,’’ terang dr. Tika.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Haerudin, SH didampingi Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik menyatakan bahwa penyebab kematian korban sedang dalam penyelidikan Polsek Kota (Mukomuko Utara, red) dan Polsek Teras Terunjam. Ini turut dibenarkan oleh Kapolsek Kota, AKP. Lukman Syahri, SH didampingi Kapolsek Teras Terunjam, Iptu. Rikky Operiady, S.Sos saat dikonfirmasi Radar Mukomuko (RM). 
‘’Setelah menerima laporan dari warga kita bersama anggota langsung turun ke TKP. Untuk sementara kita belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban, kita masih akan mendalami penyelidikan dulu sambil menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga nanti akan kita mintai keterangan,’’ ungkap kabag ops.
Korban diketahui sempat menghilang dari rumahnya sejak Selasa (16/7) sore. Pihak keluarga tidak mendapat keterangan mengenai arah tujuan korban. Di lain sisi, sebelum akhirnya diduga berjalan kaki ke arah pantai, korban lebih dulu memarkirkan sepeda motornya yang tidak bernopol dekat pos jaga gerbang Tanah Rekah Estate (TRE). 
Salah seorang petugas keamanan TRE, Lexin, warga Desa Pasar Bantal
menyebutkan, motor yang rupanya milik korban sudah diketahuinya sejak pagi kemarin, persisnya saat ia mulai bertugas, menggantikan rekannya. Lebih jauh apa yang dilakukan oleh pemilik motor, termasuk tujuannya memarkir motor di dekat pos, Lexin tidak mengetahui.
‘’Kita hanya mengetahui sebatas itu saja. Memang motor itu sudah ada sejak saya mulai tugas pagi. Kapan waktu motor itu diletakkan di sana, itu saya tidak jelas,’’ pungkas Lexin.(cw1)


Korban Dikenal Rajin Bekerja
KEMATIAN korban yang tragis menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Setia Budi. Diungkapkan Kades Setia Budi, Mispan, korban yang masih bujangan dikenal rajin bekerja. Mulai dari menggeluti tani, mencari rumput untuk makanan ternak hingga berkebun. Dan lokasi korban mencari rumput yang biasanya di pinggir jalan abrasi. Terkait penyakit, korban disebutkan Mispan ada menderita keterbelakangan mental.
‘’Awalnya dari pihak keluarga tidak memberitahu kepada kami dan tetangga kemana perginya korban saat tidak pulang ke rumah. Keluarganya lebih memilih mencari sendiri. Baru tadi (kemarin, red) kami diberitahu kalau korban menghilang. Setelah mendapat informasi itu barulah kami bersama sekdes dan warga membantu mencarinya,’’ terang Mispan kepada Radar Mukomuko (RM).
Sampai setelah mayat korban selesai diperiksa oleh tim medis RSUD, perangkat desa yang mengurusi kepulangan korban ke rumah duka.
‘’Karena korban adalah warga kami, dan juga korban merupakan anaknya Ketua BPD maka kami berinisiatif membantu mengurusi segala keperluan sampai jenazah korban dimakamkan,’’ sambung Mispan.
Sekdes Setia Budi, Fathoni menambahkan bahwa usai jenazah korban tiba di rumah duka, sore kemarin jenazah korban langsung dimandikan, disalatkan dan kemudian dikuburkan di TPU setempat.
‘’Pemakaman juga dilakukan sore ini, karena mayat almarhum sudah bermalam, tak baik berlama-lama,’’ demikian Fathoni.(cw1/ray)

Polisi ‘’Garuk’’ 7 Pria Hidung Belang dan 3 PSK
METRO – Sasaran operasi pekat yang digeber jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Mukomuko tidak sebatas peredaran minuman keras (Miras) ataupun mercon saja. Pada Selasa (16/7) malam, polisi ‘’menggaruk’’ 7 orang pria hidung belang yang berasal dari Kecamatan Penarik, Teramang Jaya dan Ipuh dari sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Penarik. Bersama mereka terdapat juga 3 orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Ketiganya berinisial Su, warga Serang, Banten, UM, Warga Bengkulu Utara (BU) dan GR, warga Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Penggerebekan berlangsung bersamaan dengan digelarnya pesta miras di dalam kafe.
Selain menggelandang ketujuh pria dan tiga orang wanita, polisi juga membawa kunci mobil merk Toyota Rush, Suzuki APV dan kunci motor serta uang senilai jutaan rupiah. Setelah diinterogasi dan dibina, mereka langsung dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
‘’Ya, dalam operasi pekat tadi malam (Selasa, red) anggota berhasil manjaring warga yang ada di dalam kafe. Mereka langsung digelandang ke Mapolres. Kita mintai keterangan serta meminta identitas masing-masing. Setelah itu, seluruhnya diminta untuk mengisi surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan itu lagi khususnya selama bulan puasa ini. Setelah itu, baru kita pulangkan ke daerah asalnya. Mereka juga kita minta mengisi surat pernyataan,’’ terang Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik.
Ditambahkan kabag ops, pelaksanaan operasi pekat berakhir kemarin.  Selain berhasil menggerebek kafe, Jajaran Polsek Kota juga berhasil mengamankan 3.000 butir mercon lebih di Pasar Lubuk Sanai, Kecamatan Kota Mukomuko. Seluruh Barang Bukti (BB) langsung diserahkan ke mapolres.
‘’Untuk operasinya sudah selesai. Tetapi, kalau memang masih ada yang melanggar, anggota akan tetap mengambil tindakan tegas. Dan tadi (kemarin, red) anggota Polsek Kota menyerahkan ribuan mercon hasil tangkapan terakhir di Pasar Lubuk Sanai,’’ demikian kabag ops.(ray)

Final, 35 CJH Batal Berangkat
METRO – Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Kabupaten Mukomuko telah menetapkan data Calon Jemaah Haji (CJH) yang batal berangkat ke Tanah Suci. Berdasarkan kebijakan pemotongan 20 persen CJH dan hasil putusan rapat kemarin, jumlahnya mengalami peningkatan dari 35 orang menjadi 36 orang setelah ada 1 CJH yang meninggal dunia. Penetapan 35 orang CJH batal berangkat berdasarkan putusan rapat pada tanggal 27 Juni lalu. Artinya, dari 175 CJH, 139 CJH diprediksi berangkat setelah pemangkasan dan adanya CJH yang meninggal. Teknis pemangkasan CJH sendiri berdasarkan nomor porsi akhir. Selain itu, 6 orang CJH tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Kepala Kanmenag Kabupaten Mukomuko, Drs.H Zainal Abidin, MH melalui Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji, H Busral, S.Pd menyampaikan bahwa pengurangan CJH setelah dipangkas telah final. Dan ia tidak bisa memastikan CJH yang pasti berangkat hingga hari H. Ia berharap agar CJH bisa menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan.
‘’Kalau pemangkasan 20 persen sudah kita terapkan. Dari 175 CJH, 36 CJH ditunda keberangkatannya. 35 orang memang terkena dampak pemangkasan, 1 orang atas nama Syamsu memang telah meninggal dunia. Kita juga tidak bisa memastikan apakah mereka (CJH, red) berangkat semua atau tidak. Itu tergantung dengan kondisi kesehatan serta kesiapannya,’’ ungkap Busral.
Menurut Busral, CJH yang telah melunasi BPIH berpeluang berangkat ke Tanah Suci tahun depan dan masuk kuota nasional. Ia mengimbau CJH untuk tidak berkecil hati. Jika Tuhan menghendaki, apa yang diinginkan pastinya akan tercapai.   
‘’Mau tidak mau, CJH yang batal berangkat harus menerima. Karena itu sudah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. Bagi CJH yang sudah melunasi BPIH, tidak perlu khawatir, karena tahun depan sudah masuk kuota nasional,’’ imbuh Busral.
Lanjut Busral, CJH akan mengikuti beberapa kali tes pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk Pasfor telah diurus di Kabupaten Mukomuko.
‘’Kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, CJH akan diberangkatkan ke Embarkasi Antara, Bengkulu. Disana, CJH juga akan mengikuti tes pemeriksaan kesehatan. Kita harapkan tidak ada kendala lagi, sebelum CJH diberangkatkan,’’ pungkas Busral.(ray)
   
Wakapolres Ajak Tekan Angka Kriminalitas
METRO – Didaulat menjadi Inspektur Upacara (Irup) apel gabungan kemarin, Wakapolres Mukomuko, Kompol. Haerudin, SH mengajak seluruh pejabat, PNS dan pegawai serta masyarakat se Kabupaten Mukomuko memberantas peredaran narkoba. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 38 kasus harus ditekan termasuk maraknya kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Dengan kerjasama yang baik, dipastikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) akan tercipta, sehingga kondisi daerah akan tentram dan damai. Apel gabungan yang digelar di lapangan Kantor Bupati diikuti seluruh pejabat, PNS dan honorer di lingkungan Pemkab Mukomuko serta dihadiri anggota Polres Mukomuko.
‘’Kapolres sedang ada kegiatan di Polda Bengkulu. Karena itu itu, kita yang langsung menjadi inspektur upacara. Sesuai dengan program kita dan Pemkab Mukomuko, peredaran narkoba harus ditindak. Termasuk tingginya angka kecelakaan dan maraknya knalpot racing. Apalagi saat bulan puasa ini, tentu masyarakat menginginkan agar situasi aman dan tentram. Sehingga, masyarakat khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,’’ ungkap wakapolres.
Bagi warga atau pegawai yang kecanduan menggunakan narkoba, menurut wakapolres harus segera berobat dan melakukan rehabilitasi. Bagi yang tidak memiliki biaya, di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) terdapat tempat khusus rehabilitasi bagi yang mengkonsumsi dan ketergantungan narkoba.
‘’Kalau ada yang terbukti melakukan penyalahgunanaan narkoba, bisa ditindak melalui jalur hukum. Namun, kalau ada yang ingin berobat karena ketergantungan narkoba itu akan lebih baik. Kalau memang tidak ada biaya, ada tempat khusus untuk rehabilitasi. Tinggal berangkat ke Sukabumi saja,’’ demikian wakapolres.(ray)