Friday, 12 July 2013

Mukomuko yang bijak..


Dilantik, 1 PPK Tak Hadiri
POLITIK RM – Sebagaimana rencana awal, kemarin berlangsung pelantikan 3 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pengganti 3 orang PPK yang mengundurkan diri. Pelantikan hanya diikuti 2 orang PPK saja, sementara 1 PPK asal Kecamatan Ipuh berhalangan. Pelantikan langsung dilakukan di aula sekretariat KPU Mukomuko oleh ketua KPU didampingi anggotanya, yang disaksikan perwakilan Kakanmenag dan undangan lainnya.
3 anggota PPK tersebut adalah, Rosmaleni asal Ipuh menggantikan Dedi Desponsori, SH.i, yang menjadi anggota KPU. Kedua, Azhar, menggantikan Tabrani, PPK Air Rami dan pengganti Efrida Rahmawati, PPK Kecamatan XIV Koto, Daryani, S.Pdi.
Ketua KPU, Dawud,S.Ag, dalam sambutannya berpesan kepada PPK pengganti ini untuk bisa langsung menjalankan tugas. Bergabung dengan PPK lainnya menyelesaikan tugas masing-masing. Sebab ditangan mereka ditentukan sukses atau tidaknya pemilu 2014. Proses pergantian ini sudah sesuai dengan prosedur, dengan dasar surat pengunduran diri dari PPK sebelumnya yang punya pilihan lain.
‘’Harapan kami, rekan-rekan PPK yang sekarang dilantik dapat bergabung secepatnya dengan rekan-rekan mereka sebelumnya untuk menjalankan tugas yang diberikan. Karena  ditangan kita ditentukan sukses atau tidaknya pemilu 2014,’’ kata Dawud.
Selanjutnya, Dawud, menekankan kepada PPK baik mereka yang dilantik kemarin maupun yang sudah bertugas. Jangan pernah berniat untuk melakukan tindakan curang atau berpihak kepada salah seorang kandidat. Jika ketahuan ada yang menggelembungkan suara atau mengurangi, akan diberi sangsi dan berhadapan dengan hukum. Tugas pelaksana pemilu hanya merekap suara yang masuk dan menghindari ada pihak yang berlaku semena-mena.
‘’Jangan sampai ada PPK yang kedapan melakukan kecurangan, jika terbukti maka langsung disangsi keras dan terancam berhadapan dengan hukum. Tugas kita menjalankan jadwal pemilu dengan baik dan mengatur jalannya sesuai petunjuk,’’ tegas Dawud.
Sementara mengenai PPK tak hadir dalam pelantikan kemarin, anggota KPU, Dedi Desponsory, S.Hi, yang juga merupakan PPK yang diganti, menjalaskan. PPK asal Ipuh atas nama Rosmalini, tidak bisa datang karena mendadak harus mengantar orang tuanya yang kritis ke rumah sakit di Bengkulu.
‘’Mamang yang dari Ipuh tidak bisa hadir lantaran ada urusan keluarga, kemarin orang tuanya harus dirujuk kebengkulu dan ia harus mendampinginya,’’ demikian Dedi.(jar)

KPU Nihil Tanggapan Warga
POLITIK RM – Jika di daerah lain, terdapat puluhan bahkan ratusan laporan atau tanggapan masuk ke meja Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkait keberadaan seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg). Lain halnya di Kabupaten Mukomuko, sejak KPU mempublikasikan atau uji publik  daftar nama-nama Calon anggota dewan ini, melalui media massa, belum ada satu laporanpun yang masuk. Termasuk kepada panwas sendiri, tidak pernah ada pengaduan atau tanggapan dari warga terhadap calon wakilnya ini.
Pertanyaannya, apakah  masyarakat sudah sepakat dengan calon wakil mereka ini?. Benarkah mereka yang maju tidak ada problem di tengah masyarakat dan semuanya pantas. Atau jangan-jangan masyarakat tidak mau ambil pusing dan sama sekali tidak tertarik dengan keberadaan caleg di sekitar mereka?. Jawabannya tentu hanya masyarakat yang tahu. Bisa jadi sosialisasi dari KPU belum maksimal tentang hak untuk menanggai nama-nama caleg ini.
Sekretaris KPU Mukomuko, Junhari, B.Sc, mengakui jika pihaknya tidak pernah menerima laporan dari manapun soal caleg. Apa penyebabnya, sedangkan didaerah lain berbagai laporan masuk ke KPU, Junhari juga kurang paham. Yang jelas KPU sudah mengumumkan nama-nama calon melalui media selama 5 hari sesuai aturan berlaku.
‘’Mungkin semua caleg kita adalah orang-orang yang sudah layak dan memenuhi syarat serta tidak punya masalah di tengah masyarakat. Maka tidak ada yang perlu dilaporkan oleh masyarakat. Yang jelas KPU sudah menjalankan petunjuk yang diatur dalam peraturan pemilu ini,’’ kata Junhari.
Lanjutnya, pihaknya masih tetap menunggu laporan dari warga, hingga penetapan Daftar Calon Tetapn (DCT) mendatang. Kalau memang tidak ada yang menanggapi maka KPU akan langsung memproses beberapa syarat yang kurang dan jika ada perubahan yang diajukan pengurus parpol. Masih ada beberapa proses yang dilalui KPU, terutama terkait calon yang belum lengkapi syarat, seperti kades, PNS ataupun dewan.
‘’Kita tetap akan menerima jika ada laporan yang masuk, yang pasti tahapan tetap berjalan oleh anggota KPU. Kami sekretariat memfasilitasi dan membantu setiap pekerjaan mereka untuk kesuksesan,’’ lanjut Junhari.
Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchtadir Munib, SE, juga mengakui tidak mendapat laporan dalam bentuk apapun dari masyarakat. Menurutnya ada beberapa alasan, bisa jadi semua sudah sesuai dengan syarat atau warga enggan repot mengurusi caleg. Harapannya semua baik-baik saja hingga pemilu dilangsungkan.
‘’Kita tentu lebih nyaman kalau semua baik-baik saja. Masyarakat kalau memang ada hal yang janggal, tidak perlu takut, ini demia munculnya wakil yang berkualitas,’’ demikian Muchtadir.(jar)



KPU Harus Koreksi Persyaratan Caleg
//Pengunduran Diri, PNS, Honorer, Kades dan Dewan Diragukan
POLITIK RM – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Mukomuko diminta teliti dan mengkroscek ulang tentang persyaratan mundur dari PNS dan caleg  yang bekerja dibayar APBN dan APBD. Hal ini disampaikan oleh salah seorang aktivis asal Dapil III, Aprizal, Ak. Ia mencurigai pernyataan mundur dari caleg berstatus PNS dan pekerjaan lain hanya simbol saja. Padahal mereka tidak serius dan akan kembali bila dinyatakan tidak menang pemilu.
Dijelaskannya, dalam aturannya sudah jelas, mereka yang bekerja dengan dibayar menggunakan dana bersumber dari APBD dan APBN harus mengundurkan diri. Apalagi PNS, menurutnya harus jelas surat pengunduran dirinya sudah disahkan kepada daerah. Jangan sampai setelah tidak menang mereka malah menarik pengunduran diri dari PNS.
‘’Bisa saja terjadi, sebab mungkin mereka berada dibawah parpol orang kuat dan sebagainya. Maka kami minta KPU serius dalam masalah ini, kalau tidak ada SK mundur maka coret namanya dari daftar caleg secepatnya,’’ kata Aprizal.
Lanjutnya, kalau tidak tegas, maka KPU bisa terkena imbas dan dianggap tidak menjalankan aturan yang berlaku. Ketua DPD LSM LP3K ini juga mengaku curiga dengan  mudahnya para caleg tersebut dinyatakan lengkap.  Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi KPU baru, sebab dari awal masalah ijazah, KTP dan persyaratan lain caleg, sempat diragukan, bahkan sama-sekali tidak sesuai. Dan terakhir mereka malah dinyatakan lolos seluruhnya.
‘’Yang jelas sebelum DCT harus jelas seluruhnya, jangan ada caleg yang syaratnya tidak lengkap, malah lolos. Ini dapat merusah suasana pemilu, masyarakat ingin dapat wakil yang baik malah ternyata salah,’’ demikian Aprizal.(jar)


PAN Tetapkan Pusat Kampanye Massal
POLITIK RM – Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko terus mematangkan persiapan. Selain sudah menyusun jadwal, juga ditetapkan setidaknya ada 6 titik lokasi kampanye massal PAN di Mukomuko. Di masing-masing dapil terdapat dua titik lokasi.
Disampaikan ketua KPPD PAN Mukomuko, Eranardi, S.Ip, mewakili ketua DPD PAN, Ichwan Yunus, CPA, MM, sekarang sudah dirancang untuk penggelaran kampanye masaal. Namun titik pastinya belum bisa disebutkan, sebab masih perlu dirapatkan secara bersama-sama. Bisa jadi ada perubahan dan hal lainnya termasuk pengurangan wilayah.
‘’Kita merancangkan ada dua lokasi setiap dapilnya untuk penggelaran kampanye massal, namun ini belum pasti, sebab masih perlu melakukan penyesuaian,’’ kata Era.
Lanjutnya, pada saat kempanye massal ini akan hadir ketua DPD dan pengurus termasuk dari DPW. Bahkan PAN berencana menggandeng artis tenar yang juga dari PAN pada saat kampanye di beberapa tempat di Mukomuko nantinya. Tujuannya lain tidka bukan untuk mengejar target paling sedikit PAN harus meraih 5 kursi untuk DPRD Mukomuko.
‘’PAN harus bisa mengejar target yang dari awal sudah dirancang, maka berbagai persiapan harus kita lakukan, dan rasanya dengan kesiapan dan kamampuan caleg sekarang bukan pekerjaan yang sulit bagi PAN,’’ demikian Era.(jar)



Guru SD Kena Tipu, Rp 18 Juta LenyapNiatan Memesan Al Quran Digital Pen
METRO – Kemarin, Yeni, warga Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko yang merupakan adik dari Kasatpol PP, AKBP PP. Iskameri, S.Pd, M.Si melapor ke Mapolres Mukomuko. Apa pasal? Yeni yang berstatus guru di SDN 10 Kota Mukomuko menjadi korban dugaan penipuan oleh pelaku yang mengaku sebagai salesman asal Bandar Lampung, berinisial Hr.
Tak tanggung-tanggung, dalam aksi tersebut, uang sebesar Rp 18 juta melayang. Semula uang untuk pemesanan produk Al Quran Digital Pen dari 24 orang guru yang merupakan rekan kerja Yeni. Harga 1 buah Al Quran yang ditawarkan Rp 1,2 juta. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 11 Juni lalu setelah sebelumnya pemesanan untuk 11 orang berjalan lancar.
Koronologis kejadian bermula pada saat pelaku datang dan menawarkan Al Quran itu kepada korban. Karena banyak pemesan, pelaku meminta korban untuk mengakomodir. Pemesanan awal berjalan lancar. Kemudian pada Juni lalu, korban pun kembali memesan lantaran banyak guru-guru lain yang juga memesan.
Pada tanggal 11 Juni, pelaku mendatangi rumah korban bermaksud meminta uang Rp 18 juta. Tak menaruh keraguan, korban dengan mudahnya menyerahkan uang sebanyak itu. Tak lama setelah itu, korban melakukan pengecekan, dan ternyata Al Quran itu belum diterimanya. Mengetahui menjadi korban penipuan, ia langsung melapor ke mapolres saat mengetahui kemarin terdapat sales tengah memasarkan produk yang sama.   
Setelah mendapat laporan dari korban, sekitar pukul 13.35 WIB, anggota Polres langsung mengamankan 3 orang pemuda, berinisial Af, Rd dan Jr saat menawarkan Al Quran di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Mukomuko. Af dan Jr warga Bogor, Jawa Barat (Jabar) dan Lampung berstatus sebagai sales, sedangkan Rd sebagai sopir. Tanpa pikir panjang, dibantu anggota Satpol PP yang sebelumnya telah standby di TKP langsung menggiring pemuda itu ke Mapolres.
‘’Memang benar, kita telah mengamankan 3 pemuda yang memasarkan Al Quran Digital Pen. Mereka kita amankan karena ada laporan dari warga yang menjadi korban penipuan. Statusnya saat ini sebagai saksi, karena pelaku berinisial Hr belum ditemukan. Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mencari tahu apakah ada korban lain atau tidak,’’ ungkap Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Haerudin, SH didampingi Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik diamini Kanit Pidum, Bripka. Madyana.
Saat ditemui, Yeni menerangkan bahwa awalnya masih menunggu jika barang tersebut tiba. Pada saat ada sales lain yang berjualan, ia berniat mempertanyakan. Namun, sales bersangkutan berbelit-belit. Hingga akhirnya ia menghubungi Kasatpol PP untuk berkoordinasi dengan polisi.
‘’Kejadiannya Juni lalu, dan sempat menunggu juga dengan harapan barang itu memang benar-benar tiba. Tetapi tidak ada tanda-tanda barang itu akan sampai. Banyak uang yang kita keluarkan, karena awalnya memang lancar, karena itu saya berani. Nah, pada saat ada berjualan kita langsung datangi. Tak juga ada alasan, saya langsung menghubungi kakak (Kasatpol PP, red). Tidak lama langsung sales itu dibawa ke Polres Mukomuko,’’ demikian Yeni didampingi Iskameri.(ray)


KPU Cek Ulang Syarat Caleg
POLITIK RM – Menjawab keraguan beberapa pihak tentang syarat pencalonan caleg, terutama mereka yang bekerja dan digaji dengan sumber APBD dan APBN. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan mengecek ulang berkas masing-masing calon tersebut. Tujuannya untuk memastikan, jika syarat pencalonan masing-masing sesuai  dengan yang diatur dalam peraturan KPU.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag, saat diminta tanggapannya memastikan jika ia akan mengecek satu persatu persyaratan caleg setiap parpol, terutama mereka yang harus memenuhi surat BB, seperti BB4, BB5 dan seterusnya. Bukan saja PNS, Honorer dan anggota dewan yang wajib mundur, berkas-berkas lain juga bakal dicek lagi satu persatu untuk memastikannya.
‘’Kita akan cek kembali setiap syarat yang diajukan caleg sebelum penetapan DCT. Untuk pemeriksaan DCS seluruhnya masih KPU yang lama. Sejauh ini kami belum mengecek kondisi DCS tersebut, karena kesibukan lain,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, bila diketahui calon tidak melengkapi syarat sebagaimana yang sudah ada dalam aturan KPU. Maka pihaknya dengan terpaksa akan menyatakan Tidak Memenuhi syarat (TMS). Dalam penetapan DCT calon TMS tidak lagi ada kesempatan melakukan perubahan. Mereka langsung dibubarkan dari daftar caleg. Parpol juga tidak dapat melakukan penggantian calon yang dinyatakan tidak lolos.
‘’Kita menetapkan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau mereka tidak melengkapi syarat tentu dengan terpaksa dinyatakan TMS. Parpol dapat mengganti calon yang mundur atau mereka yang tidak melengkapi syarat tersebut,’’ demikian Dawud.(jar)


Politisi PKPI Belum Menyerah
POLITIK RM – Meski banyak prediksi yang menyebutkan Partai Keadilan dan Pertsatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Mukomuko sulit bersaing dengan parpol lain, lantaran persiapan mereka tidak sempurna. Namun para kader PKPI sama sekali tidak mau menyerah dengan prediksi dan perkiraan orang. Mereka akan terus berjuang sampai pada titik terakhir dengan target memperoleh seminim-minimnya 1 kursi per dapil.
Dihubungi kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC-PKP Indonesia) Mukomuko, Alpian, SE, dengan tegas menyatakan jika sekarang seluruh kader dan politisi PKPI dalam kondisi stabil untuk menghadang pemilu. Setiap caleg terus bergerilya untuk mempertahankan basis masing-masing dan melakukan eksapansi ke daerah lain,  guna  memastikan bisa meraih suara sebanyak-banyaknya pada pemilu 2014.
‘’Kami baik-baik saja, semua caleg tidak ada yang diam, mereka bergerak ke setiap daerah untuk memastikan pemilih PKPI masih setia. Sama dengan parpol lain,  kami punya target kursi dan harus diupayakan bisa dicapai,’’ kata Alpian.
Lanjutnya, setiap caleg dan kader diminta terus mengibarkan semangat PKPI di tangah masyarakat. Sejauh ini tanggapan masyarakat masih cukup baik dengan PKPI. Memang permasalahannya PKPI tidak serentak dengan parpol lain menyiapkan syarat pemilu, lantaran MK belum memutuskan. Namun dengan kemampuan caleg dan kesiapan masing-masing menghadapi pemilu, maka PKPI tetap siap bersaing. Apalagi pengaruh dari caleg yang punya keuletan di tengan masyarakat, bakal memuluskan langkah PKPI menuju kemenangan.
‘’Kita sekarang sama dengan parpol lain, kalau meliat kualitas caleg, PKPI tidak akan kalah saing, kami akan buktikan PKPI akan memperoleh kemenangan di 2014,’’ demikian Alpian.(jar)