Wednesday, 29 May 2013

Politik Mukomuko 30 Mei 2013

Predikat Bersih, Modal Hanura 2014
POLITIK RM – Predikat sebagai parpol terbersih dari kasus dugaan korupsi secara nasional yang didapat Partai Hanura sesuai hasil survey salah satu tim, dianggap sebagai modal penting bagi Hanura mendapat kepercayaan masyarakat pada pemilu 2014. Wajah bangga dan optmis para caleg serta kader DPC Hanura Mukomuko terlihat saat berlangsung rapat koordinasi yang berlangsung disalah satu aula hotel ternama di Mukomuko kemarin.
Wakil Sekjen DPD Hanura Bengkulu yang juga sekretaris tim bapilu Hanura Provinsi Bengkulu, Prayanto Ateng, dalam sambutannya kemarin mengatakan. Dalam survey resmi Hanura berada dalam 3 besar pemenang pemilu 2014. Hasil ini tak lepas dari harapan masyarakat Hanura tetap mampu menjadi parpol yang bersih dan dapat dipercaya kedepannya.
‘’Ingat kita ada pada 3 besar pemenang pemilu sesuai hasil survey, ini tidak lepas dari keberadaan Hanura selama ini yang merupakan parpol paling bersih dari tindakan korupsi secara nasional,’’ ungkap Prayanto.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom, dalam sambutannya mengaku semua persyaratan caleg sudah hampir rampung secara keseluruhan, hanya saja masih ada catatan kecil dari KPU yang harus dilengkapi. Namun ia tetap merasa kecewa, sebab semangat para caleg belum tumbuh, hal ini terlihat dari lambannya gerakan sosialiasi dan juga belum berkibarnya atribut Hanura di kediaman caleg dan kader.
‘’Kita belum begitu semangat melihat kawan-kawan, sebab sosialisasi dinilai lamban. Orang lain gencar dan sudah meramaikan setiap sudut dengan bendera mereka, kita sepi-sepi saja. Saya ingatkan kalau ada yang ragu silahkan bicara sekarang,’’ ungkap Hermansyah.
Sekjen DPD Hanura, Jhon Simamora, mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran semua caleg dan pengurus Hanura pada acara ini. ia berharap kedepannya kader Hanura lebih siap menghadapi pemilu untuk mengejar target keluar sebagai pemenang pemilu.
‘’Rapat koordinasi ini terlaksana berkat kerhasama yang baik semua caleg dan kader Hanura di Mukomuko. Kita berharap dari sekarang komunikasi antar kader terus terjadi demi mempererat hubungan dan menyamakan visi dalam perjuangan bersama,’’ demikian Jhon.(jar)

Jangan Memilih Karena Uang
POLITIK RM – Jika alasan masyarakat memilih lantaran dapat sesuatu dari calon anggota dewan atau ada kesepakatan, seperti pengoralan jalan dan memberi barang untuk kepentingan kelompok, itu kesalahan besar. Pasalnya sikap ini merugikan warga dan juga daerah kedepannya. Wakil yang akan duduk di DPR/DPRD adalah orang-orang menghalalkan semua cara untuk duduk. Jasa masyarakat yang memilih mereka sudah tidak ada lagi, lantaran dibayar sebelumnya.
Disampaikan oleh tokoh Kabupaten Mukomuko sekaligus akademisi Unib Bengkulu, Hamdani Makir, SH, M.Hum.  Memilih lantaran ada embel-embel lain merupakan kesalahan besar, sebab jasa warga habis setelah pemilihan berlangsung. Mereka yang duduk di DPRD akan semena-mena dan tidak punya beban dalam pembangunan maupun membantu masyarakat yang butuh bantuan. Calon yang berani bayar secara tidak langsung sudah menunjukkan kepada warga jika ia bukan orang yang dapat dipercaya ke depannya.
‘’Jangan memilih karena menerima sesuatu, itu mengakibatkan kerugian panjang bagi masyarakat dan daerah ke depannya. Kapan perlu jangan dilayani, sebab sikap mereka sudah menggambarkan jika calon tersebut tidak siap menjadi pemimpin yang jujur dan amanah, malah menghalalkan semua cara,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, termasuk memilih karena hubungan keluarga semata adalah kesalahan. Sebab wakil rakyat bukan wakil keluarga dan kelompok. Sebainya pilih calon dengan kemampuan yang baik dan memiliki nilai positif dalam bermasyarakat serta yang tak kalah penting orang dengan latar belakang pendidikan yang baik. Pasalnya tugas seoarang dewan tidak cukup dengan duduk dan bersuara besar.
‘’Pilih dewan yang pintar, dikenal baik dan bergaul dengan masyarakat bisa sama rata. Sebab kita perlu dewan itu untuk mewakili kita dalam segala aspek kehidupan.  Keluarga oke asal mampu, kalau tidak ya percuma juga,’’ demikian Hamdani.(jar)


Turnamen Volly Bernuansa Politis?
POLITIK RM – Ada isu turnamen volly Rosna Ichwan Cup ke-1 Desa Mekar Mulya, KJS, Kecamatan Penarik dikaitkan dengan politik 2014. Seleting isu ini berawal dari warna lapangan yang kebanyakan merah. Selain itu Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko, Hj Rosna Ichwan selaku donatur utama turnamen ini adalah Bacaleg Provinsi yang diusung PAN. Hanya saja jika Rosna yang mengaitkannya dengan politik, maka warna lapangan bukan merah melainkan sesuai warna parpolnya.
Ketua DPRD Mukomuko, Drs. Arnadi Pelam yang hadir pada saat pembukaan turnamen mengaku tidak mengetahui mengenai dugaan adanya politisi atau parpol yang menompangi turnamen ini. Sebab dari spanduk dan juga penyampaian dari panitia, turnamen ini berjudul Rosna Ichwan, Cup I. Namun ia tidak membantah jika lapangan volley tersebut berwarna merah.
‘’Kalau warna lapangan memang ada merah, tetapi tidak semuanya. Apalagi mengenai ada parpol yang menompangi, saya sama sekali tidak berpikir kesana,’’ kata politisi Partai Demokrat ini.
Sementara ketua TPPD DPD PAN Mukomuko, Eranardi, S,Ip mewakili sekjen PAN Mukomuko, Chaidirisman, SH mengaku tidak mengerti mengenai hal tersebut. Termasuk mengenai turnamen ini didanai kader caleg Provinsi PAN mereka tidak pernah diberi tahukan. Menurutnya Rosna, adalah istri bupati, maka kegiatannya tidak ada hubungan dengan PAN, wajar jika ia membantu karang taruna dan warga setiap kegiatan. Namun terkait dengan isu turnamen ditompangi parpol lain, mereka berharap tidak terjadi yang sedemikian.
‘’Kami tidak tahu, yang jelas ibuk memberi sumbangan kesana bukan atas nama parpol, hal seperti itu wahar saja, karena dia adalah istri bupati dan sudah menjadi tugasnya membina setiap masyarakat,’’ papar Era Nardi.
Salah seorang Panitia Dedi Kurnia, S.Sos, diminta keterangannya mengaku tidak ada unsure politik dalam turnamen ini. Mengenai warna lapangan merah, menurutnya jauh sebelumnya sudah demikian adanya.
‘’Tidak ada unsur politik, warna merah lapangan itu sudah sejak lama seperti itu. Ditengah lapangan ada lambang karang taruna. Kami tidak ada urusan dengan parpol manapun,’’ demikian Didik.(jar)


KPU Verifikasi Faktual Dukungan DPD
POLITIK RM – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko memulai verifikasi faktual berkas dukungan terhadap Bakal Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Bengkulu. Diketahui calon DPD yang mendapat dukungan dari warga Mukomuko terdapat sebanyak 17 orang dengan sample dukungan 10 persen, maka yang harus diverfikasi sebanyak 764 orang.
Adapun bentuk dukungan yang dicek oleh KPU kebenarannya, berupa poto copy KTP pendukung calon DPD yang sudah didaftar ke KPU Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu. Tim verifikasi akan langsung mendatangi masing-masing pemilik KTP dukungan tersebut ke rumahnya satu persatu. Proses verifikasi berlangsung hingga (6/6) nanti.
Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si, diminta keterangannya mengakui perintah untuk melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan baru saja ia terima. Dari sekian banyak calon DPD terdapat 17 orang yang memiliki pendukung di Mukomuko. Petugas KPU akan dibagi dalam beberapa tim mendatangi setiap alamat yang tertera di dalam KTP yang ada.
‘’Kami akan kerja sepanjang hari nanti dalam bentuk tim mendatangi rumah-rumah pendukung calon yang dipilih secara acak. Dari sekian banyak dukungan yang akan diverfikasi sebanyak  764 KTP. Kami akan bekerja cepat sebab waktunya hanya sampai 6 Juni,’’ kata Nasir.
Lanjutnya, dalam proses ini mereka diberi petunjuk, pendukung yang mengakui dukungannya akan diberi tanda benar dan bagi yang menolak maka diminya membuta surat pernyataan, yang intinya ia tidak mendukung calon DPD tersebut. KPU Mukomuko hanya menjalankan proses sesuai ketentuan, tidak membuat keputusan apakah calon itu memenuhi syarat atau tidak. Hasil dari faktual yang mereka lakukan akan direkap dan disampaikan ke KPU Provinsi.
‘’Perkara apapun yang kami temukan tidak akan memutuskan apakah calon memenuhi syarat atau tidak, sebab ini akan dicek oleh KPU Provinsi, kami hanya menyampaikan keterangan sesuai hasil verifikasi,’’ demikian Nasir.(jar)



Di Kota PKB ‘’Mati Suri’’
POLITIK RM – Kalau bukan kerap ditampilkan di Media Massa, kemungkinan warga Kota Kabupaten Mukomuko tidak mengetahui jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah salah satu peserta pemilu 2014. Pasalnya parpol dengan nomor urut 2 ini seakan ‘’Mati Suri’’. Sekretariat tampak kosong dan atribut yang terpasang juga sudah lusuh dimakan waktu.
Dihubungi via HP, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB (DPC-PKB) mengakui hal ini. Pihaknya memang masih fokus berkonstrasi menyiapkan keperluan parpol dalam menghadapi masa verifikasi di DCS di KPU. Selain itu selama ini semua urusan parpol di pusatkan di rumah pribadi ketua DPC yang dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan sebagai pendukung kegiatan.
‘’Kita memang belum pasang atribut baru di sana, sebab masih fokus kepada urusan caleg. Pada waktunya nanti akan kita meriahkan seluruhnya, walau demikian PKB paling siap menghadapi pemilu,’’ Kata Adrizon.
Lanjutnya, meski di sekretariat pusat kabupaten mereka tidak begitu tampak meriah. Namun untuk di derah seperti di kediaman pengurus dan kader, PKB sudah berkibar dengan semangatnya. Dalam waktu dekat memang mereka berencana mengibarkan atribut sebanyak mungkin di setiap tempat untuk sosialisasi kepada masyarakat. Hingga pesta hijau 2014 bisa terlihat lebih meriah lagi.
‘’Kalau di beberapa tempat atribut kita sudah meriah, seperti di Teramang Jaya, Air Rami dan daerah lainnya. Pada waktunya nanti kota Mukomuko akan kita hijaukan dengan atribut PKB,’’ demikian ungkap anggota Komisi I DPRD Mukomuko ini.(jar)