Tuesday, 28 May 2013

Politik Mukomuko





Bendera Merah Putih Dikalahkan Bendera Parpol
POLITIK RM – 5 Sekretariat Partai Politik (Parpol) di Kecamatan Kota Mukomuko diketahui tidak mengibarkan bendera merah putih yang sedianya terdapat di halaman depan kantor. Sebaliknya, bendera parpol dipasang sebanyak-banyaknya, bahkan hingga ke rumah-rumah kader mereka. 5 parpol tersebut diantaranya, PKB, Partai Demokrat, Hanura, PPP dan PBB. Sementara di markas PDIP merah putih diposisikan lebih rendah dan berukuran lebih kecil dari bendera parpol. Seyokyanya merah putih sebagai bendera kebangsaan harus didahulukan serta diposisikan lebih tinggi dari atribut partai.
Salah seorang tokoh Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, M.Hum, menilai tindakan dari pengurus parpol tersebut adalah kesalahan besar. Ada dua factor penyebab mengapa mereka melakukan kesalahan demikian. Peratama lantan rasa kebangsaan yang sudah luntur dikalangan politisi dan kedua memang disebabkan ketidak tahuan mereka terhadap mekanisme dalam berbangsa dan berorganisasi. Hingga yang diutamakan kelompoknya saja dan menganggap itulah jadi penyatu.
‘’Ini kesalahan besar yang dilakukan oleh pengurus parpol. Mereka tidak punya rasa kebangsaan dan kadang tidak tahu aturan main, lantaran keterbatasan pengetahun tentang aturan dalam berbangsa dan bernegara. Semestinya merah putih dahulu baru atribut partai,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, merah putih merupakan jati diri bangsa, untuk mempertahankannya sekian banyak nyawa yang melayang dan harta benda musnah. Maka apapun lembaganya wajib memberlakukan merah putih secara terhormat. Dalam hak ini pemerintah daerah melalui kesbangpol harus mengingatkan dan memberi pemahaman kepada pengurus parpol, seperti seminar dan sebagainya. Bahkan aparat terkait berhak untuk menarik setiap atribut organisasi yang tidak mengutamakan merah putih tersebut.
‘’Semestinya kesbangpol harus tegas dan bertindak sebagai pembina setiap organisasi yang ada, bukan malah diatur oleh mereka. Maka dalam hal ini selain parpol pemerintah juga kadang tidak punya taji dan kepedulian mendalam dengan Negara,’’ lanjutnya.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom, mengakui jika belum memasang merah putih di sekretariatnya. Ia berencana memasangkannya dalam waktu dekat. Semua terjadi lantaran ia selama ini belum fokus memperhatikan sekretariat lantaran sibuk dengan tugasnya. Sementara stafnya sampai sekarang nampaknya belum memahaminya.
‘’Akan segera kita pasang, kebetulan benderanya belum dibeli. Saya terlalu banyak tugas belakangan ini, hingga ada hal penting seperti itu terabaikan,’’ ungkap Hermansyah.(jar)

Umur Bacaleg Diragukan
Hasil Verifikasi KPU
POLITIK RM – Dari hasil verifikasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, ditemukan bacaleg diragukan sudah cukup umur 21 tahun pada saat mendaftar. Dimana dalam KTP umur bacaleg sudah cukup sementara di Ijazah kurang hingga beberapa bulan. Ada indikasi umur calon tersebut dipercepat dalam indentitasnya.
Salah seorang anggota KPU, Zulhazi, ditemui kemarin menerangkan memang ada umur caleg yang diragukan sudah cukup, namun ia tidak mengetahui berapa jumlahnya. Pihaknya akan menelusuri lebih jauh atas keraguan ini untuk mendapat kepastian. Sebab sesuai aturan umur calon harus cukup 21 pada saat ia mendaftar ke KPU.
‘’Kita tidak katakan umurnya kurang tetapi diragukan cukup, sebab ada perbedaan di identitasnya dengan data lain. untuk memastikannya kami berencana menelusuri lebih jauh,’’ kata Eri.
Lanjutnya, selain itu banyak kesalahan lain, terutama perbedaan nama di KTP dan ijazah serta legalisir yang salah lainnya. Namun ini masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan hingga ditetapkan sebagai calon tetap. Usai verifikasi KPU akan melakukan pleno untuk memastikan apakah calon bersangkutan bisa masuk DCS atau tidak.
‘’Kami akan gelar pleno untuk menentukan kelayakan seorang bacaleg masuh dalam DCS, karena ada beberapa kesalahan dalam berkas. Untuk yang telah lengkap dan memenuhi syarat dipastikan masuk,’’ papat Ezi.
Juga anggota KPU lainnya, Amrozi, SE, M.Pd, menjelaskan proses untuk pengolahan data DCS masih cukup panjang. Yang jelas semua kekeliruan yang ditemukan sudah mereka beri tanda untuk disampaikan kembali kepada pengurus parpol agar dapat dimengerti. Jadwal pleno masih menunggu instruksi dari ketua KPU yang pada saat sekarang tengah berada di luar dalam rangka dinas.
‘’Untuk pleno kita tunggu ketua, kapan ada kesempatan kemungkinan langsung dilakukan, sebab kita juga dikejar jadwal yang sudah diatur oleh pusat,’’ demikian Amrozi.(jar)

Di Kota PKB ‘’Mati Suri’’
POLITIK RM – Kalau bukan kerap ditampilkan di Media Massa, kemungkinan warga Kota Kabupaten Mukomuko tidak mengetahui jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah salah satu peserta pemilu 2014. Pasalnya parpol dengan nomor urut 2 ini seakan ‘’Mati Suri’’. Sekretariat tampak kosong dan atribut yang terpasang juga sudah lusuh dimakan waktu.
Dihubungi via HP, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB (DPC-PKB) mengakui hal ini. Pihaknya memang masih fokus berkonstrasi menyiapkan keperluan parpol dalam menghadapi masa verifikasi di DCS di KPU. Selain itu selama ini semua urusan parpol di pusatkan di rumah pribadi ketua DPC yang dilengkapi dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan sebagai pendukung kegiatan.
‘’Kita memang belum pasang atribut baru di sana, sebab masih fokus kepada urusan caleg. Pada waktunya nanti akan kita meriahkan seluruhnya, walau demikian PKB paling siap menghadapi pemilu,’’ Kata Adrizon.
Lanjutnya, meski di sekretariat pusat kabupaten mereka tidak begitu tampak meriah. Namun untuk di derah seperti di kediaman pengurus dan kader, PKB sudah berkibar dengan semangatnya. Dalam waktu dekat memang mereka berencana mengibarkan atribut sebanyak mungkin di setiap tempat untuk sosialisasi kepada masyarakat. Hingga pesta hijau 2014 bisa terlihat lebih meriah lagi.
‘’Kalau di beberapa tempat atribut kita sudah meriah, seperti di Teramang Jaya, Air Rami dan daerah lainnya. Pada waktunya nanti kota Mukomuko akan kita hijaukan dengan atribut PKB,’’ demikian ungkap anggota Komisi I DPRD Mukomuko ini.(jar)

Hadang Pemilu, Kader Hanura Merapat
POLITIK RM – Hari ini dijadwalkan pertemuan seluruh bakal calon anggota legislating (Bacaleg), pengurus dan kader Hanura Kabupaten Mukomuko disalah satu aula hotel ternama di Kecamatan Kota Mukomuko. Kegiatan yang bertajuk rapat koordinasi Hanura ini, merupakan langkah parpol nomor 10 ini menghadang ketatnya persaingan pada pemilu 2014.
Disampaikan oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC-Hanura) Kabupaten Mukomuko Hermansyah, M.Kom. Selain dihadiri kader Hanura di Kabupaten juga dijadwalkan acara ini akan dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Bengkulu. Acara dijadwalkan pahi hari ini. Semua bacaleg dan kader Hanura sudah diberitahukan melalui undangan resmi atapun via hp.
‘’Rapat koordimasi dalam rangka persiapan menghadapi pemilu dan pemantapan keperluan lainnya bagi parpol ataupun caleg dan tim menghadapi pemilu mendatang,’’ kata Hermansyah.
Lanjutnya, dalam pertemuan ini nanti pihaknya akan memastikan keseriusan caleg menghadapi pemilu. Bagi mereka yang masih ragu dapat memperjelaskan dengan partai agar ada langkah ke depan yang diambil.  Sebab parpol tidak menginginkan saat KPU sudah memutuskan peserta sah pemilu, ada yang down. Juga akan dibicarakan mengenai jurus dalam berkampanye dan usulan lain dari semua kader agar Hanura bisa keluar sebagai winner pemilu 2014.
‘’Tidak ada orang yang tidak penting dalam Hanura, maka semua bisa menyampaikam pendapat dan visi mereka untuk kebailan parpol menghadapi pemilu mendatang,’’ demikian Hermansyah.(jar)