Thursday, 12 May 2016

Warga Diganyah Buaya Tewas

//Saat Menjaring Ikan di Sungai Gagas
SUNGAI RUMBAI – Warga Blok 2 Desa Sumber Makmur Kecamatan Sungai Rumbai, Haris (30) diduga diterkam buaya saat menjaring ikan. Tempat kejadian perkara (TKP) di Sungai Gagas yang berjarak sekitar 2 km dari desa. Kejadiannya pagi kemarin, sekitar Pukul 6.30 WIB saat korban sedang mengangkat jaring atau pukat yang ia pasang sore sebelumnya. Mayatnya baru ditemukan sekitar Pukul 7.50 WIB dalam kondisi dada bagian kanan luka berlobang dan luka lain diduga bekas gigitan buaya yang sepanjangnya mencapai 6 meter tersebut. Detik-detik kejadian sempat disaksikan oleh rekannya, Ratmono yang sama-sama menjaring ikan.
Kronologis kejadiannya, sore Rabu, korban memasang jaring di Sungai Gagas yang terletak di belakang blok 2 Sungai Rumbai. Saat bersamaan juga rekannya Ratmono memasang jaring dengan jarak tidak terlalu jauh. Pagi harinya, keduanya juga secara bersama pergi mengangkat jaring miliknya masing-masing. Satu persatu jaring diangkat, ikan yang didapat langsung dimasukkan ke tempatnya. Ratmono sudah selesai mengangkat jaring miliknya, sementara korban pergi mengangkat jaring terakhir dibagian hilir. Tanpa pikir panjang dan tidak menyangka ada buaya, korban langsung masuk ke dalam air untuk mengangkat jaring miliknya. Beberapa detik kemudian buaya langsung menerkam dari dalam air. Ia sempat menjerit minta tolong, selanjutnya suaranya menghilang. Ratmono yang mendengar korban langsung mendatangi TKP, ia tidak menemukan korban, hanya ada jaring masih didalam air dan terlihat gelombang dari bawah. Ratmono bingung dan tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba beberapa menit kemudian korban muncul dengan posisi berada dalam mulut buaya atau sedang digigit. Saat itu tubuh korban masih bergerak, tapi tidak kuat lagi, sehingga buaya ini leluasa menggigitnya, hanya beberapa detik buaya ini kembali menarik korban di bawah.
Melihat kejadian yang mengerikan ini, Ratmono langsung berlari pulang untuk meminta bantuan warga lainnya. Beberapa saat kemudian puluhan warga berdatangan untuk mencari korban, namun tidak ditemukan lagi di TKP. Warga mencoba menyisiri sekitar sungai, juga tidak ditemukan, namun tidak ada yang berani masuk ke dalam sungai. Baru beberapa saat kemudian, setelah ada anggota dari kepolisian dan Danramil, warga beberapa warga bersamaan memberanikan diri melakukan penyelaman. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari tempat kejadian, tidak jauh dari pinggir, sedangkan buayanya tidak ditemukan. Selanjutnya langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka sebelum dikebumikan. Untuk diketahui, korban meninggalkan 1 orang anak berusia 6 bulan dan seorang istri.  
Camat Sungai Rumbai, Darmadi membenarkan kejadian ini, dibagian perut dan tubuh lainnya ditemukan bekas luka gigitan buaya. Ini merupakan kejadian pertama di Sungai Rumbai. Terkait dengan keberadaan buaya ini, menurut camat besar kemungkinan buaya dari kawasan muara yang berdampingan dengan sungai retak. Namun selama ini belum ada yang melihat buaya di sekitar tempat kejadian. Dulu kawasan ini adalah hutan, jarang ada yang datang ke sana, namun belakangan ini berubah menjadi lahan sawit. Ukuran buaya yang menerkam korban cukup besar, sebab korban tubuhnya juga besar bisa dilumpukannya.
‘’Dari dulu orang sering masang lukah dan jaring di tempat ini, belum pernah melihat buaya, maka mungkin buaya ini dari daerah muara sungai. Ukuran buayanya cukup besar, buktinya badan korban yang besar tinggi bisa jadi korban. Harapan kita pihak terkait bisa turun untuk mencari solusi, agar tidak ada korban lain,’’ kata camat.
Wakil Bupati Mukomuko, Haidir,S,IP juga mengakui kejadian ini, ia sempat langsung ke TKP dan rumah duka. Kejadian langka ini cukup menghebohkan masyarakat sekitar. Dari dinas sudah diminta turun ke rumah duka. Wabup yang diketahui juga berasal di Sungai Rumbai, mengakui jika buaya memang banyak di sungai yang ada di kecamatan ini,terutama di daerah muara.
‘’Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal, warga melakukan pencarian bersama-sama beberapa saat setelah mendapat laporan,’’ tutupnya.(jar)