Monday, 8 December 2014

PKPI Belum Membuka Hati


Untuk Kandidat Bupati Manapun
POLITIK RM – Hingga saat ini pihak Partai Keadilan dan Pembangunan Indonesia (PKPI) belum membuka hati kepada kandidat bupati yang bakal mereka usung pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Mukomuko.  Alasannya belum ada kandidat yang betul-betul serius untuk menerima tantangan dari PKPI. Namun demikian, mereka memastikan akan mengusung salah satu kandidat bupati pada pilkada kelak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKPI Kabupaten Mukomuko, Alpian, SE mengatakan sampai sekarang belum ada ketetapan kandidat yang akan diusung. Selain masih menunggu rangkaian pilkada, juga belum ada kandidat yang berani menerima tantangan. Ada beberapa syarat untuk diusung PKPI, pertama calon tersebut harus siap memenangi pemilu. Kemudian punya visi dan misi yang betul-betul menyentuh rakyat. Juga banyak tantangan lain bagi calon untuk maju bersama PKPI.
‘’Kalau mereka siap tentu bisa bersama dengan PKPI, banyak syarat harus dipenuhi kandidat. Karena kita pasang target memenangi pilkada secara utuh dan ingin membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat dengan serius,’’ kata Alpian.
Lanjutnya, calon yang akan diusung oleh PKPI tidak ada menyesal, karena semua kader dan simpatisan partai yang memiliki 3 kursi di DPRD Mukomuko ini akan turun full memenangkan calon. Maka mereka betul-betul selektif mengusung kandidat bupati.
‘’Kami siap full memenangkan kandidat yang diusung, maka kami sangat selektif dalam memilih kandidat bupati. Calon yang tidak siap menang dan hanya bermodal mencoba untuk mencalon tidak cocok dengan PKPI,’’ tegasnya.
Alfian juga mengakui, saat ini sudah cukup banyak kandidat bupati yang datang dengan PKPI dan menanyakan mengenai arah politik kedepan. Namun belum ada pembicaraan serius, baru sebatas memperkenalkan diri dan  silaturahmi. Dari sekian banyak calon yang datang, peluang mereka bergabung dengan PKPI masih tetap sama.
‘’Sudah banyak yang datang dan menanyakan soal kesiapan kita. Yang jelas semuanya kita terima dengan baik, namun belum ada pembicaraan serius,’’ tutupnya.(jar)

Partai Politik Masih Wait and See
POLITIK RM – Partai politik belum menetapkan siapa kandidat yang bakal mereka usung untuk calon bupati kelak. Meski sudah ada pendekatan dan pembicaraan dengan kandidat, partai baru akan mengumumkan calonnya beberapa bulan sebelum pemilihan dilakukan. Karena semua pengurus partai masih menunggu kepastian aturan Pilkada dan juga melihat-lihat calon yang tepat.
Seperti disampaikan oleh tokoh Mukomuko sekaligus dosen fakultas hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum pada dasarnya semua partai sudah punya sinyal, kandidat yang akan mereka usung. Namun masih berpeluang berubah-rubah, karena akan ada tawar menawar. Sebelum memutuskan sama-sama dalam pilkada, banyak hal yang ditempuh oleh calon dan partai. Secara umum visi dan misi calon harus disesuaikan dulu dengan partai pengusungnya.
‘’Kalau kita melihat partai masih wait and see, walau pada dasarnya sebagian parpol sudah punya bidikan siapa kandidat yang bakal mereka usung, namun karena waktu masih panjang, pelung berubah masih besar. Yang jelas ada proses untuk mencapai kesepakatan tersebut,’’ katanya.
Lanjutnya, tahun depan diperkirakan partai politik mulai terbuka untuk menjelaskan arah dukungan mereka. Juga calon sendiri mulai semakin gencar bergerak untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat dan menetapkan orang-orang yang akan diterjunkan untuk sosialisasi. Jika melihat dari jumlah anggota dewan dan kesiapan tokoh yang ada, maka diperkirakan jumlah kanidat akan maju paling banyak 4 dan kemungkinan hanya 3 orang saja.
‘’Kalau sekarang ini belum begitu jelas, mungkin awal tahun depan mulai gencar. Partai membuka diri mengenai kandidatnya, kemudian calon sendiri akan turun langsung,’’ tutupnya.(jar)


Januari Rangkaian Pilkada Langsung Bergulir
POLITIK RM – Rangkaian pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung akan bergulir pada awal yahun 2015 atau bulan januari kelak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu proses pembahasan Perppu oleh DPR RI. Namun demikian, penyesuaian dalam berbagai segi sudah mulai dilakukan oleh pihak KPU Mukomuko.
Disampaikan oleh Komisioner KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE untuk pelaksanaan Pilkada belum ada kepastian. Namun ia mengakui diperkirakan Januari kelak sudah mulai memasuki tahapan inti dari pemilihan tersebu. Saat ini Perppu sedang dibahas di DPR RI, sesuai informasi dari pusat, Januari aturan pasti pemilihan sudah ketuk palu dan bisa diterapkan untuk pemilihan.
‘’Untuk pemilihan kita belum terima informasi, yang jelas Januari akan memasuki tahapan, langkah-langkah inti dari pilkada tersebut. Sekarang kita belum bisa jelaskan rinciannya, karena peraturan masih dikaji di pusat,’’ kata Diana.
Lanjutnya, kemungkinan besar Pilkada dilakukan secara langsung sesuai dengan Perppu. Sebab banyak desakan dari masyarakat yang meminta tidak dilakukan Pilkada oleh dewan. Namun tidak menutup kemungkinan tetap dilakukan melalui DPRD. KPU selalu siap dengan sistem pemilihan yang diputuskan oleh DPR kelak.
‘’Kalau melihat isunya, mungkin Pilkada dilakukan secara langsung, tapi kita belum bisa memastikannya, semuanya akan diputuskan oleh DPR RI, sekarang sedang gencar dibahas. Kita selalu siap, langsung atau oleh DPR,’’ lanjut Diana.
Masih disampaikan Diana, sebetulnya sejak awal mereka sudah memulai persiapan untuk Pilkada. Bahkan beberapa tahapan untuk memuluskan pelaksanaan pemilihan sudah dilakukan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan KPU provinsi ataupun KPU pusat. Januari hingga hari H pilkada nanti, KPU sudah matang dan semua rangkaiannya teratur.
‘’Kita terus mematangkan persiapan, memang tahapan intinya baru januari kelak,’’ tutupnya.(jar)