Thursday, 11 December 2014

DPD Kompak, Pilkada Dipastikan Langsung


METRO – Walau DPR RI belum ketuk palu, terkait dengan Perpu Pilkada, namun pemilihan kepada daerah yang direncakan serentak 2015 hampir bisa dipastikan menggunakan sistem langsung. Kembalinya pemilihan oleh rakyat ini, setelah anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) memastikan kompak mendukung Perppu tersebut. Diperkuat lagi dengan isu dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) serta kabar Golkar juga siap mendukung Pilkada langsung ini.
Salah seorang anggota DPD RI, H. Ahmad Kanedi, MH dihubungi Via telepon genggam, menjelaskan pilkada dipilih langsung oleh masyarakat sudah bisa dikatakan pasti. Ini andai pada penetapan nanti anggota DPD tetap kompak mendukung pemilihan oleh rakyat, ditambah dukungan dari PAN, Demokrat dan juga Golkar yang dikabarkan mulai mendua. Kepastiannya akan diketahui pada januari kelak. Sebagai anggota DPD, Bang Ken sudah yakin, jika sistem  pemilihan tidak akan berubah lagi.
‘’Kita sudah hampir bisa memastikan pemilihan akan menggunakan sistem langsung. Karena kami dari DPD sudah kompak dengan sistem ini, juga PAN dan PD sudah punya pendapat yang sama, termasuk Golkar ada kemungkinan mendukung Pilkada langsung,’’ kata Bang Ken.
Lanjutnya, para kandidat calon sudah saatnya mempersiapkan diri pemilihan secara serentak pada 2015 kelak. Karena memang sudah waktunya menunjukkan diri, agar masyarakat bisa mengenali dengan baik orang yang akan mereka dukung. Jika dari sekarang belum dikenal, maka sulit mendapat dukungan secara ikhlas dari masyarakat. Kepada warga, wakil Provinsi Bengkulu di DPD RI ini, berharap bisa tenang dan memberi dukungan pada Pilkada secara langsung.
‘’Mari kita bersama-sama menyiapkan diri menghadapi Pilkada ini, dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Kepada kandidat yang serius maju sudah dapat bergerak, karena sistem pemilihan sesuai yang diinginkan oleh masyarakat nantinya,’’ paparnya.
Dikutib dari berita online Partai Golkar berubah sikap mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada. Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie mencuit mengenai Perppu Pilkada dalam akun Twitternya @aburizalbakrie. Ical, sapaan akrab Aburizal, menyatakan Golkar mendukung Perppu Pilkada.
Ical menjelaskan, Golkar mendukung Perppu Pilkada karena melihat keinginan masyarakat luas untuk tetap melaksanakan pilkada langsung. Selain itu, partai berlambang pohon beringin itu ingin menjalankan kesepakatan yang telah dibuat pada awal Oktober 2014.
Kesepakatan itu dibuat Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Demokrat. Isinya adalah kesepakatan untuk bersama-sama mensukseskan pemilihan pimpinan DPR dan seluruh alat kelengkapannya secara proporsional serta kepemimpinan MPR dengan menetapkan susunannya. Hal itu tercantum dalam pasal pertama kesepakatan tersebut.
Dalam pasal dua kesepakatan tersebut, Ical mengungkapkan, ada kesepakatan untuk mendukung Perppu yang merupakan usul pemerintah terhadap UU Pilkada. "Maka Partai Golkar akan mendukung Perppu usul pemerintah tentang UU Pilkada tersebut," tulis Ical dalam akun Twitternya.
Terpisah, Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai memberi kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12) mengajak semua parpol dan tokoh politik berjuang untuk kepentingan rakyat.
"Marilah kita berjuang untuk rakyat. Rakyat suka Pilkada langsung dengan 10 perbaikan. Jadi, mari kita wujudkan," kata SBY.
Karena itu SBY berharap DPR menerima Perppu yang diterbitkan oleh SBY di akhir masa jabatannya, awal Oktober 2014 lalu, dengan 10 perbaikan. "Semoga DPR bisa menerima untuk rakyat semua," pungkasnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memberi sinyal akan mendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dukungan itu terkait keberadaan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang akan dibahas di DPR.
JK menegaskan, dengan bergabungnya PD dan PAN ke KIH maka kekuatan pendukung perppu di parlemen akan mayoritas. Hitungan JK, jika KIH yang terdiri PDIP, NasDem, Hanura, PPP dan PKB digabung dengan jumlah kursi PD serta PAN, maka akan mencapai 70 persen kursi parlemen.
"Kalau masuk Demokrat, PAN kan kira-kira sudah 70 persen. Bukan hanya sinyal. Sudah disampaikan terbuka kan. Dan itu kalau ditambah itukan sudah hampir 70 persen," ujarnya.(jar/jp)


Bang Ken Putuskan Tidak Maju Pilgub
POLITIK RM – Ban Ken atau Ahmad Kanedi memastikan diri tidak akan ikut serta sebagai kandidat pada Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 kelak. Alasannya masih tetap sama, yaitu ingin fokus melaksanakan kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat, selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik indonesia.Bang Ken hanya memposisikan diri sebagai pemantau ataupun mengwasi jalannya Pilkada.
Dikatakan Bang Ken, ia  sudah sampaikan kepada segenap pendukung dan masyarakat juga keluarganya. Bahwa untuk saat ini, ia belum punya rencana untuk maju sebagai kontestan Pilkada, baik sebagai Gubernur, Wali Kota dan bupati. Sebab masih sangat banyak tugas mesti ia lakukan sebagai anggota DPD RI, sesuai dengan kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat. Ia tetap akan memantau pelaksanaan pilkada bersama masyarakat, demi terpilihnya kepala daerah yang lebih baik lagi.
‘’Saya sudah memutuskan, semuanya telah melalui berbagai pertimbangan. Bahwa atas nama Bang Ken tidak akan maju pada Pilkada kelak, sebaik sebagai Gubernur, wali kota atau bupati. Karena saya ingin fokus melaksanakan tugas sebagai anggota DPD RI,’’ kata Bang Ken.
Terus siapa calon yang akan ia jagokan pada Pilkada kelak? Bang Ken juga berjanji tidak akan berpihak kepada calon manapun. Ia akan memberi kesempatan pada para calon untuk bersaing. Siapapun yang terpilih kelak akan didukungnya sebagai Gubernur Bengkulu, wali kota/bupati daerah masing-masing.  Karena pemenang adalah orang terbaik yang diinginkan oleh masyarakat. Bang Ken juga belum mau memberi penjelasan, siapa kandidat paling kuta untuk memimpin Bengkulu.
‘’Bang Ken tidak memihak kemanapun, biarlah kawan-kawan bersaing, siapa yang menang itulah gubernur kita kelak. Mereka menang karena sukses memberi kepercayaan kepada masyarakat,’’ katanya.
Masih Bang Ken, harapannya Pilkada kelak bisa berlangsung dengan baik dan sukses. Masyarakat harus bersama-sama menyukseskannya dengan cara berpartisipasi aktif dan juga mengawasi jalannya pemilihan secara maksimal. Karena Pilkada menentukan langkah pembangunan ke depan.
‘’Kita harus bersama-sama mengawasi jalannya Pilkada, karena ini untuk kepentingan daerah sendiri,’’ tutupnya.(jar)