Monday, 22 September 2014

Relawan RM4BD1 Siap Menang


POLITIK RM – Ratusan warga Kabupaten Mukomuko yang tergabung menjadi relawan RM4BD1 membacakan ikrar dukungan kemenangan pencalonan Dr. Drs. H. Ridwan Mukti, M.H pada pemilihan Gubernur Bengkulu tahun  2015 mendatang. Mereka terdiri dari pengurus koordintor kecamatan (Korcam), koodintor kelurahan (Korlu) dan koordinator desa (Kordes). Pembacaan ikrar ini dipimpin oleh relawan RM4BD1 asal Kecamatan Air Manjuto, Maryanto disalah satu hotel ternama di Kota Mukomuko, pada Sabtu (20/9) lalu.  
Yang lebih meyakinkan lagi, Ridwan Mukti dihadapan sejumlah relawan menyatakan kesiapannya untuk membangun daerah bersama masyarakat. Dengan konsekuensi bebas dari unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Bahkan ia berjanji,  jika terpilih jadi Gubernur Bengkulu, akan mensejahterakan masyarakat, melalui berbabagai program kerja. 
‘’Kita bertekat maju mencalon Gubernur,  ingin membangkit keterpurukan masyarakat Bengkulu dari kemiskinan. Khususnya di Mukomuko, kita melihat petani cukup menderita  dengan harga jual TBS yang tak pernah stabil, bahkan cukup rendah dan tak seimbang dengan biaya pengelolaannya. Begitu juga nelayan, masih membutuhkan perhatian.  Padahal daerah ini cukup memiliki potensi yang luar biasa, untuk dikembangkan. Itu menjadi catatan kita kedepan, bagaimana keterpurukan itu tidak lagi dirasakan masyarakat dengan harga komoditi bisa terjual dengan harga relatif tinggi,’’ kata Ridwan Mukti kepada Radar Mukomuko (RM).
Bupati Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini, cukup dikenal berhasil, selama dua periode memimpin dareah tersebut. Berakhirnya masa jabatan pada Oktober 2015 nanti, putra kelahiran Lubuk Linggau 21 Mei 1963 ini, juga mencoba berjuang untuk kemajuan Provinsi Bengkulu, tanah kelahiran orang tua perempuannya.
‘’Membangun daerah, harus memiliki tekat yang kuat. Keberhasilan kita selama mimimpin Musi Rawas, yang dikedepankan adalah tidak pernah mau menekan bawahan. Apalagi meminta uang sogok untuk menempatkan jabatan dan uang proyek kepada kontraktor, itu yang kita haramkan. Sehingga pembangunan bisa lebih ditingkatkan lagi, kita tidak banyak masalah. Hanya fokus bagaimana menjadikan daerah itu lebih maju. Dengan demikian, itu akan kita coba terapkan jika dipercaya memimpin Provinsi Bengkulu nantinya,’’ papar mantan anggota DPR RI dua periode ini.   
Lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Sriwijaya (Unsri) ini sebelum menjadi politisi di Senayan, memiliki karir profesional yang mantap dengan berbagai jabatan eksekutif. Dia malang-melintang sebagai auditor pada kantor akuntan publik di Yogyakarta maupun Jakarta, kemudian akuntan senior sejumlah perusahaan BUMN dan management senior di BUMN-penanaman modal asing (PMA), dan menjadi advisor di berbagai perusahaan daerah PMDN/PMA bidang jasa keuangan, anggaran, perpajakan, sistem akutansi, dan manajemen. Pengalaman ini menjadi penunjang kariernya didunia politik.
‘’Bagaimana kita bisa lebih meyakinkan investor untuk masuk ke daerah ini, tentu yang paling utama sekali adalah pengalaman dan karier. Dengan banyaknya investor yang datang dan berinvestasi di daerah ini, tentu secara sendirinya ekonomi masyarakat kian berkembang. Terutama bagi pengangguran, bisa menjadi peluang kerja. Yang terpenting, kita harus mampu menjalin hubungan yang baik, agar mereka para investor bisa lebih yakin berinvestasi didaerah ini. Namun yang menjadi harapan kita, cita-cita itu tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan masyarakat. Kesiapan kita mencalonkan diri jadi Gubernur ini, tak akan sukses tanpa mendapat dukungan dan doa restu masyarakat,’’  demikian Ridwan.(nek)


Panwas Persiapkan Pilkada Oleh Rakyat
POLITIK RM – Meski anggota DPR Pusat belum ketuk palu terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada. Dimana belakangan isunya lebih berat pada perubahan pemilihan oleh DPRD, namun Panwaslu tetap merancang persiapan pemilihan oleh rakyat. Mereka sudah ancang-ancang untuk perekrutan anggota Panwascam dan juga PPL yang akan bertugas mengawasi langsung tahapan pemilihan di tingkat wilayah masing-masing.
Disampaikan oleh salah seorang Komisionet Panwaslu Mukomuko, Ita Hartaty, SE, M.Ba saat ini mereka tengah mengikuti Rakor di Provinsi. Pokok pembahasannya adalah untuk evaluasi kinerja Panwaslu selama ini. Selain itu juga akan ada pembahasan mengenai langkah-langkah menuju pemilihan kepala daerah. Memang untuk sementara masih tetap berpedoman dengan aturan lama, dimana pemilihan oleh rakyat. Isu terakhir di pusat, tampaknya juga mengarah pada pemilihan oleh masyarakat.
‘’Kita tentu masih mepedomani aturan yang ada sebelum dibentuk aturan baru, memang ada informasi persiapan ketuk palu RUU, kita belum tahu hasilnya. Berdasarkan berita di media terakhir, tampaknya peluang pemilihan seperti sebelumnya masih terbuka,’’ kata Ita.
Untuk perekrutan petugas Panwascam dan PPL, saat ini belum ada persiapan serius, karena mereka menunggu instruksi dari pusat. Ada kemungkinan perekrutan petugas baru secara total, juga ada kemungkinan perekrutan petugas lama untuk di SK kembali, dengan hanya evaluasi kinerja saja.  Kalau pemilihan oleh dewan nantinya, tentu Panwascam dan PPL tidak terlalu dibutuhkan, ada kemungkinan mereka ditiadakan.
‘’Untuk perekrutan petugas baru kita menunggu perintah, yang jelas ada kemungkinan diperbarui semua dan ada kemungkinan evaluasi saja petugas sebelumnya, mana yang lemah diperkuat atau diganti. Yang jelas masalah aturan ini juga jadi pertimbangan nantinya,’’ tegas Ita.
Salah seorang anggota KPU, Syofia Diana, SE juga menyampaikan hal senada. Kemarin pimpinan KPU dipanggil ke pusat untuk membahas persiapan pilkada. Maka untuk saat ini belum ada langkah yang serius, sebab menyangkut dengan aturan pemilihan nantinya. Yang jelas apapun sistem yang akan berlaku, KPU akan melakukan persiapan secara matang dan jauh lebih baik lagi.
‘’Kita belum ada kejelasan mengenai persiapan pilkada, sebab kemarin ketua dipanggil ke Jakarta, mungkin juga menyangkut dengan rencana pemilihan kepala daerah,’’ tutupnya.(jar)