Friday, 11 April 2014

Ini Dia Anggota Dewan yang Baru


Kejar-kejaran Suara Caleg Masih Terjadi
POLITIK RM – Kendati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko belum menetapkan partai pemenang pemilu, namun anggota dewan baru  DPRD Mukomuko yang terpilih sudah bisa direka-reka. Dari Dapil 1 Andy Suhary, SE, M.Pd hampir dipastikan menjadi wakil dari PKS dengan perolehan 1271 suara sementara. Selanjutnya dari PKB, Maskur memimpin perolehan sementara dengan 703 suara. Kemudian Hermansyah, M.Kom memimpin perolehan suara dari Hanura. PPP dipimpin Ojek Warman, Gerindra Armansyah, SE dari PAN FAJAR ANITA P, SE. Juga PKPI kemungkinan mengutus 1 dewan, untuk kursi nomor 8 bersaing antara Golkar, Partai Demokrat dan NasDem.
‘’Alhamdulillah kita untuk saat ini masih optimis, terimakasih kepada masyarakat, kawan-kawan yang sudah memberi dukungan,’’ kata Andy ditemui kemarin.
Untuk Dapil 2, masih terjadi kejar-kejaran perolehan suara antar caleg, namun sudah ada beberapa nama, dari perolehan sementara diperkirakan duduk dikursi panas dewan. Pertama dari PDIP caleg nomor 1 Dedy Kurniawan, S.Sos dengan perolehan 1500 suara sementara, H. M. Maril dari NasDem, Eri Zulhayat, SE dari PAN, PPP Nopiyanto, SH dan dari PKPI Ir. Zulfani. PKB juga data sementara hampir dipastikan meraih kursi, namun masih terjadi persaingan perolehan suara antara caleg nomor 1 dan nomor 2 surupa juga antara caleg Gerindra nomor 1 dan 3. Untuk kursi terakhir kemungkinan diraih oleh Partai Demokrat dan bisa jadi Hanura. Sedangkan Golkar, PBB dan PKS untuk saat ini perolehan suarannya belum cukup untuk 1 kursi.
‘’Berkat dukungan masyarakat, sanak pemili, andai tolan dan masyarakat juga dari media massa kami sangat bersukur bisa keluar sebagai peraih suara sementara ini,’’ kata Dedy.
Untuk Dapil 3, Nama besar Golkar belum tergoyahkan, eks anggota dewan, Sadariun hampir dipastikan duduk lagi. Begitu juga sosok pengacara tenar, Badrun Hasani, SH dipastikan mewakili PAN. H. Musfar wakili PKS di DPRD Mukomuko, bakal ditemani oleh Wisnu Hadi, SE dari PKPI, Suwarno dari NasDem dan Khusairi dari PKB. Partai yang juga dipastikan mendapat kursi adalah Gerinra, meski Incumbent Haidir masih memimpin perolehan suara, namun ia dibayangi oleh Busra. Untuk jatah kursi terakhir terjadi persaingan antara PPP, Hanura. Namun bukan tidak mungkin PDIP, PBB dan Demokrat akan menang, namun saat ini 3 partai ini perolehan suaranya masih dibawah rata-rata.
‘’Alhamdulillah PKS sudah dipastikan dapat kursi di dapil 3, bahkan kemungkinan PKS akan memperoleh suara terbanyak,’’ papar politisi PKS H. Tarmizi.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menegaskan belum ada partai pemenang atau caleg yang ditetapkan, sebab masih berlangsung proses perekapan surat suara. Mereka baru tetapkan siapa yang menang setelah perekapan secara keseluruhan dan pleno di KPU.
‘’Kalau ada hitungan lain, kita tidak tahu jelas, untuk secara resmi kami belum melakukan perekapan dan pleno,’’ tutup Dawud.
Untuk diketahui apapun yang ditulis dalam berita ini masih bersifat sementara dan hitungan cepat calon pemenang pemilu oleh crew RM di lapangan dan informasi dari narasumber RM. Bisa saja semuanya tidak sama dengan hitungan pihak lain atau dari hitungan resmi KPU sendiri.(jar)

Suami Nyoblos “Istri Dicoblos”
AIR MANJUTO – Tak tahu berterimakasih! Mungkin ungkapan ini pantas diberikan untuk Sp (55) asal Banjar Negara, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, sudah diberi tempat menumpang, oleh warga di Kecamatan Air Manjuto, malah istri pemilik rumah diduga ‘’Dicoblos’’ saat sang suami Sa (40) pergi mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 April lalu. Ulah Sp yang sempat yang menghebohkan salah satu Desa di Kecamatan Air Manjuto, terperogok langsung oleh  Sa. Meski awalnya sempat dilaporkan dengan dugaan pemerkosaan ke Polsek Lubuk Pinang, namun akhirnya diputuskan penyelesaian kekeluargaan.
Kronologis kejadiannya, Pagi itu Sa yang mendapat pemberitahuan memilih pergi ke TPS. Setelah meminta izin pada istrinya, tanpa ada rasa curiga ia berangkat, sedangkan Sp duduk di ruang tamu. Sp tidak mendapat undangan memilih, karena baru seminggu berada di desa itu dari kampungnya. Sekitar Pukul 9.10 WIB Sa pulang dari mencoblos, tanpa curiga ia langsung masuk dalam rumah dan langsung masuk ke kamar. Bak disambar petir, Sa terkejut melihat istrinya dan Sa tengah berduaan di atas tempat tidur. Tidak terima atas kejadian ini, Sa langgsung melapor kepada pihak yang berwajib. Namun akhirnya pelaku yang sudah sempat ditahan keluar, dengan alasan, hasil pemeriksaan keduanya suka sama suka.
Camat Air Manjuto, Yusuf Aulawi, SP mengatakan pihaknya sudah mengetahui kejadian yang dialami warganya tersebut. Yusuf menyarankan agar peristiwa ini bisa diselesaikan sesuai jalur yang berlaku.
‘’Kita hanya menyarankan saja, tapi kalau suaminya tidak terima itu memang hak dia. Yang agak kita sayangkan si suami ini langsung melapor dengan polisi, tidak memberitahu Kades setempat lebih dulu. Secara umum kita sampaikan dengan seluruh warga Air Manjuto, jika ada masalah, apapun bentukya kades harus diberitahu, karena Kades yang bertanggung jawab dengan kejadian di desa,’’ ungkap Yusuf.
Terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Lubuk Pinang, Iptu. I Mades Indra Wijaya, SH membenarkan pihaknya telah mendapat laporan mengenai pemerkosaan di wilayah Air Manjuto. Anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) terlapor langsung di bawa ke Mapolsek Untuk dimintai keterangan. Meski dalam laporan pemerkosaan, namun dari keterangan Sp dan istri pelapor, keduanya suka sama suka. Bahkan mereka mengakui perbuatan itu merupakan yang kedua kalinya selama kurun waktu satu minggu.
‘’Kalau dari keterangan keduanya tidak ada unsur pemerkosaan. Karena si wanita juga tidak berteriak atau mecoba memberikan perlawanan. Kalau secara hukum tidak bisa dikenakan pasal pemerkosaan. Tapi jika memang akan dilakukan proses hukum, yang lebih tepat adalah perbuatan zina. Jika itu yang dilakukan maka kedua orang tersebut keduanya bisa diproses. Ahirnya mereka sepakat diselesaikan secara adat, laporannya juga sudah dicabut,’’ ungkap Made.(dul)


Data C1 Berpeluang Dibajak?
//KPPS Tuding KPU Kurang Sosialisasi
POLITIK RM – Wacana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko untuk memegang C1 yang merupakan data lengkap perolehan suara sah ditingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) lebih awal tidak terlaksana. Buktinya hingga hari kedua kemarin, masih ada beberapa C1 yang belum sampai ke sekretariat KPU bahkan dikembalikan lagi karena terjadi kesalahan pengisian oleh  Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Bukan tidak mungkin C1 yang bolak-balik dari PPS ke KPU tanpa ada pengawalan dari saksi partai lainnya ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu.
Ketua KPPS TPS 4 Desa Ujung Padang, Joni menganggap bahwa persoalan tersebut terjadi lantaran minimnya sosialisasi yang dilakukan dari KPU. Akibatnya terdapat beberapa pengisian formulir yang tidak sesuai sebagaimana mestinya.
‘’Kesalahan pengisian itu terjadi bukan lah dari kita. Karena kita menganggap sosialisasi mengenai pengisian formulir itu yang kurang dilakukan KPU,’’ ujar Joni.
Juga beberapa saksi partai menilai KPU tidak siap dalam menyelenggarakan pemilu. Sehingga ditemui berbagai kesalahan yang terjadi serta membuat mundurnya jadwal pleno.
‘’Ini kan memperlihatkan kalau KPU memang tidak siap dalam menyelenggarakan pemilu. Sehingga timbul persoalan seperti ini. Bahkan di beberapa TPS petugas KPPS tidak memegang rekapan data dan malah melengkapinya dengan meminta dari para saksi,’’ ungkap Susi.
Caleg PAN Chaidirisman, SH sangat kecewa, ia menilai kinerja KPU jauh dari yang diharapkan. Ini dampak dari mereka yang kurang mau bertanya dengan pihak lain yang sudah pernah berkecipung. Karena dalam waktu dekat ada pemilu presiden dan pilkada, kesalahan serupa sebaiknya tidak terjadi lagi. Sangat banyak dugaan kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu kali ini.
‘’Semuanya amburadul dan tidak sesuai dengan apa yang mereka janjikan, maka kedepannya kita minta jangan lagi terjadi. Anggota KPU tidak mau bertanya dengan orang lain,’’ tegasnya.
Sekretaris KPU, Junhari, B.Sc mengakui ada kesalahan oleh KPPS dalam pengisian form C1, maka diminta dirobah lagi. Untuk kesalahan lain, seperti kekurangan surat suara maupun kendala lain yang terjadi, bisa diatasi dengan baik oleh KPU.
‘’Yang jelas kita ingin melakukan yang terbaik, ada kesalahan kecil yang terjadi kami menganggapnya masih wajar saja, secara umum pemilu berjalan dengan sukses,’’ tutupnya.(jar/dum)