Wednesday, 12 March 2014

Mukomuko Amris


Bangunan Cepat Ghusak, Tanggungjawab Konsultan
METRO – Banyaknya bangunan kantor di lingkungan perkantoran Mukomuko yang diduga rusak berat dalam usia muda, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kabupaten Mukomuko. Orang yang paling bertanggungjawab atas ketahanan dan kelayakan bangunan adalah konsultan proyek, baru selanjutnya pihak pelaksana pembangunan. Sebuah bangunan akan bagus jika konsultannya bisa melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal
Seperti disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Mukomuko, Husni Tamrin menanggapi terjadinya dugaan kerusakan pada beberapa bangunan kantor ini. Karena sudah di PHO dan masa pemeliharaannya telah berakhir, maka tanggungjawab kontrak tidak ada lagi. Untuk perbaikan pemerintah harus membuat usulan anggaran baru, yaitu anggaran rehab bangunan. Kenapa itu terjadi? Husni berpendapat, kesalahan utama ada pada konsultan.
‘’Sekarang kita lihat, masa pemerliharaan sudah berakhir atau belum, kalau sudah, maka kontraktor tidak bisa disalahkan lagi. Kesalahan itu ada pada konsultan, yang merancang bangunan dan mengawasi pekerjaan tidak professional,’’ kata Husni.
Lebihlanjut Husni menerangkan peran dan fungsi konsultan dalam pembangunan sangatlah strategis. Sebab di manapun pelaksanaan pembangunan, tidak dapat dilaksanakan begitu saja tanpa didahului oleh tahapan perencanaan, begitu juga dalam pelaksanaan, diperlukan pengawasan dan evaluasi agar efisien serta optimalisasi manfaatnya. Kalau dewan untuk sekarang tidak ada lagi hak untuk turun mengecek pekerjaan bangunan yang sudah kelar ini.
‘’Kalau eksekutif mengajukan anggaran baru untuk rehab, baru kita turun melakukan pengecekan, sesuai apa tidak pengajuan dengan kebutuhan. Kalau konsultannya menjalankan tugas dengan baik dan kontraktornya suportif, maka semuanya jadi baik,’’ tegas Husni.
Juga anggota Komisi II lainnya, H. Syamsuri Rustam, ST menerangkan penyimpangan proyek terjadi sebagai akibat tak matangnya perencanaan dan lemahnya intensitas pengawasan proyek di lapangan. Penyimpangan dan kesalahan pelaksanaan proyek tidak terlepas dari peran kontraktor itu sendiri dan konsultan Pengawas. Konsultan Pengawas sebagai pendamping jangan seperti tukang parkir yang hanya minta bayaran.
‘’Kontraktor melaksanakan tugas membangun, sebelumnya ada konsultan yang merancang pekerjaan mereka, selanjutnya pekerjaan diawasli, artinya jika semuanya beres tidak ada masalah dengan hasil pekerjaan. Kondisi lokasi bangunan harus disesuaikan, juga dalam pengawasan meski teliti,’’ tutupnya.(jar)

Peserta Jalan Sehat Pemilu Lebihi Target
POLITIK RM - Gerak jalan sehat menuju pemilu damai, jujur dan adil yang diselenggarakan serentak se-indonesia oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjalan sukses. Di Kabupaten Mukomuko sendiri, peserta jalan santai sesuai target KPU, yaitu diikuti sekitar 1500 peserta. Peserta diri dari masyarakat, pejabat dan para tokoh partai politik termasuk politisi.
Bendera start dikibarkan oleh Bupati Drs. Ichwan Yunus, CPA, MM yang diwakili asisten 1, Ir. Kasmidi Kasim yang didampingi  Komisioner KPU Mukomuko. Peserta jalan sehat tampak bersemangat mengikuti jalannya acara, apalagi saat kupon jalan sehat mulai diundi. Seluruh doorprize yang disediakan panitia ludes dibawa pulang oleh belasan peserta yang beruntung.
Ketua KPU Mukomuko dalam sambutannya, mengaku bahagia, karena acara jalan sehat ini berjalan sebagaimana mestinya. Lebih penting kagi, Dawud menjelaskan kegitan serentak secara nasional ini, tujuannya untuk mengajak semua unsur ikut menyukseskan pemilu 9 April mendatang. Ia juga berterimakasih kepada bupati yang mendukung kegiatan ini dan ikut menyumbangkan 2 unit sepeda untuk peserta.
''Khusus untuk komisioner KPU tidak berhak mendapat doorprize. Kepada yang beruntung kita ucapkan selamat. Satu hal yang penting mari sukseskan pemilu legislatif 2014,'' kata Dawud.
Sekretaris KPU Junhari, BSc mengklaim jalan sehat ini sukses. Peserta yang ikut melebihi angka 1500 orang sebagaimana target awal. Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah daerah, partai politik dan seluruh elemen yang sudah ikut menyukseskan acara ini.
''Kalau dilihat dari kondisinya, peserta yang hadir mencapai 2 ribu orang. Kita berterimakasih atas dukungan semua masyakat dan pemerintah daerah,'' ungkapnya diampingi Devisi Sosialisasi Abdul Hamid Soregar, S.Ag, M.Pd.
Kasmidi Kasim yang mewakili bupati, didaulat untuk mencabut kupon hadiah utama. Peserta yang memegang kupon sempat tegang dan harap-harap cemas. Apalagi usai dicabut, asisten 1 Setakab ini sempat tarik-tarik uluar membaca nama pemenangnya. Kupon lainnya diundi oleh waka polres Mukomuko, I Wayan Adnyana mewakili dewan dan Partai politik juga dari pers diwakili Budi, BE dan perwakilan lainnya.(Jar)


Caleg Lolos Sertifikasi
//KPU : Kami Sudah Datangi
POLITIK RM – Informasinya salah seorang caleg perempuan yang berstatus guru honor murni, dinyatakan lolos guru sertifikasi. Ia tes sebelum mendaftar sebagai caleg di salah satu partai, beberapa waktu lalu saat pengumumannya, namanya masuk kategori. Secara otomatis mengingat gaji setifikasi bersumber dari APBN/APBD, ia tidak lagi memenuhi syarat sebagai seorang caleg.
Dikonfirmasi dengan Devisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd tidak membatah informasi tersebut. Menurutnya caleg perempuan berstatus guru di sekolah agama ini, sudah didatangi. Yang bersangkutan dihadapan KPU sudah menyatakan tetap dengan pencalonan sebagai caleg dan berjanji tidak akan menerima gaji sertifikasi tersebut.
‘’Kami sudah datangi yang bersangkutan, ia menyatakan tetap nyaleg dan membuat surat perjanjian, jika yang bersangkutan tidak akan menerima gaji sebagai guru sertifikasi selama masih sebagai caleg,’’ kata Siregar.
Lanjut Siregar, yang bersangkutan sebelumnya hanya guru biasa saja, hingga tidak menghalangi dirinya terdaftar sebagai caleg. Sebab honor yang ia terima di sekolah tempatnya mengajar bersumber dari komite sekolah bukan APBD atau APBN. Isi surat perjanjian yang dibuat, dimana yang bersangkutan tidak akan menerima honor tersebut. Mengenai kedepannya, ia belum mengetahui, yang jelas apabila melanggar yang bersangkutan harus siap dengan komitmennya.
‘’Yang jelas bersangkutan sudah menyatakan diri tidak akan melanggar aturan dan kesepakatan. Kalau kedepannya kita belum bisa bicara banyak,’’ tegas Siregar.
Eks Ketua KPU Mukomuko, Bodi Ramhat Sentosa, SH diminta tanggapannya, dengan lugas menyatakan setiap caleg yang digaji bersumber dari APBN dan APBD wajib mengundurkan diri. Untuk kasus ini, sebaiknya KPU melakukan krocek lebih jauh dan memastikannya. Sebab sertifikasi itu digaji oleh nergara.
‘’Kalau memang benar harus mundur, sebab aturan dengan tegas sudah menyebutkan, caleg yang digaji oleh negera wajib mundur untuk maju sebagai caleg. Untuk kasus seperti ini sebainya KPU lebih teliti,’’ tutupnya.(jar)

Rumah Eks Sekda Digarong
METRO – Rumah mantan Sekda Kabupaten Mukomuko, BM. Hafrizal, SH diduga dikunjungi tamu tak diundang. Diketahui 1 unit motor Suzuki FU Nopol BD 6038 N yang berada di lokasi parkir raib. Kejadiannya malam kemarin, sekitar Pukul 00.30 WIB. Selain itu, pelaku sempat berniat mencokel jendela rumah, namun mengurungkan niatnya, lantaran melihat di kamar ada orang.
Kronologisnya, pelaku diduga sudah mempelajari kondisi TKP sebelum melancarkan aksinya. Suzuki FU yang hilang terparkir di teras samping rumah, bersama 6 unit motor lainnya dan satu unit mobil Toyota Yaris. Karena lokasinya terbuka, korban langsung masuk dari depan menuju motor. Pelaku memilih motor FU dan langsung membawanya ke pinggir jalan. Belum puas dengan itu, korban diduga masuk kembali dengan maksud ingin mencokel jendela. Namun aksinya ini gagal, karena Fitri yang sedang berada dalam kamar terbangun dan mengintip keluar jendela. Pelaku langsung cabut dan menghidupkan motornya di pinggir jalan dan kabur.
Istri BM Hafrizal, yang juga adalah eks anggota KPU, Merida Susanti, SH membenarkan, jika rumahnya sudah dimasuki orang tak dikenal (OTD) dan membawa kabur motor milik anaknya. Kejadian ini sudah dilaporkannya kepada pihak kepolisian. Ia mengakui motor terparkir di luar atau teras yang memang khusus untuk tempat kendaraan. Kejadian ini baru pertama kali terjadi dalam rumahnya.
‘’Seperti biasa, kendaraan kita perkirkan di tempatnya, memang tidak ditutup. Kami tidak menyangka saja bisa terjadi demikian, sebab sejak lama sudah begitu dan aman-aman saja. Mungkin juga pelaku sudah pernah datang kesini,’’ kata Merida.
Kejadian ini menjadi pelajaran bagi keluarganya, ia yakin ada hikmah dibalik semua itu. Meski sudah melapor kepada pihak yang berwajib, Merida mengaku sudah ikhlas menerima musibah tersebut. Karena semua itu sebagai bentuk teguran dan ujian bagi yang maha kuasa.
‘’Kami sudah ikhlas atas kejadian  ini, anggap saja mengeluarkan zakat atas nikmat yang diberikan selama ini,’’ paparnya.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui kapolsek Kecamatan Kota Mukomuko, AKP. Yun Iswandi membenarkan kejadian ini. Pihaknya sudah melakukan oleh TKP dan tengah melakukan penyelidikan lebih jauh.(jar)

Curnak Embat 2 Ekor Sapi
//Kerugian Rp 40 juta
METRO – Pelaku pencurian ternak (curnak) diduga embat  2 ekor sapi segmental milik Sutriadi Eka Putra warga Kelurahan Pasar Mukomuko. Kejadiannya malam kemarin, saat sapi senilai Rp 40 juta ini tengah ditambangkan di pasar hewan yang terletak di Desa Tanah Rekah Kecamatan Mukomuko. Peristiwa ini baru diketahui pemiliknya pagi kemarin, saat akan memberi makan pada ternaknya. Korban langsung melaporkan kehilangan ini kepada pihak berwajib.
Diceritakan Sutriadi, sapi miliknya ditambangkan di kawasan pasar hewan, karena dalam proses penggemukan. Biasanya sapi lain juga banyak yang terdapat di lokasi tersebut, namun malam kemarin hanya ada sapi miliknya. Sekitar Pukul 23.15 WIB sebelum hilang, korban sempat mengecek ternaknya dan setiap hari memberi pakan. Ia memperkirakan sapi miliknya hilang dari Pukul 00.00 WIB hingga Pukul 5.00 WIB kemarin. Ia baru mengetahuinya pagi saat akan memberi makan kembali.
‘’Malam tadi (kemarin red) sekitar jam sebelas, sapi saya masih ada, saya tidak menyangka bisa hilang. Tapi memang saat saya datang ada menemukan orang yang melintas di sekitar tempat itu dengan berjalan kaki, saya tidak curiga, sebab jalan itu adalah pelintasan warga setiap saatnya,’’ kata Sutriadi.
Pagi kemarin, selain melapor kepada pihak berwajib, korban juga langsung berangkat mencari sapinya, ke daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Ia mendatangi beberapa pasar ternak dan lokasi lainnya untuk mengecek keberadaan sapinya tersebut. Karena logikanya pelaku mencuri sapi untuk diperjual belikan. Sutriadi menambahkan, kedua sapi tersebut baru dipelihara sekitar 2 minggu lalu. Sapi dibelikannya dengan harga Rp 35 juta.
‘’Saya sekarang di Pesisir, mencari dibeberapa tempat, karena setiap hari ada pasar ternak. Kita menduga kedua sapi itu di bawa ke arah Padang,’’ paparnya.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Kota Mukomuko, AKP Yun Iswandi membenarkan adanya laporan kehilangan 2 ekor sapi simental tersebut. Dan pihaknya telah melakukan oleh TKP serta melakukan penyelidikan.
‘’Kita memang telah menerima laporan tersebut. Dan anggota sudah melakukan oleh TKP. Dan kasus ini masih kita selidiki lebih jauh,’’ terang Kapolsek.(dum)

Mini Bus Masuk Jurang, 7 Penumpang Selamat
METRO – Sekitar Pukul 6.10 WIB kemarin, telah terjadi kecelakaan tunggal di jalinbar Pantai Abrasi Air Punggur, Kelurahan Koto Jaya. Mobil mini bus merk KIA BK 7425 DO yang mengangkut 7 orang penumpnang, yang diketahui merupakan rombongan peserta kejuaraan nasional (Kejurnas) road race di Sentul International Karting & Motorcycle Circuit (SIKMC) masuk jurang. Beruntung penumpang dan sopirnya selamat.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, AKP. Marwan Pajrin, S.Ik membenarkan kejadian tersebut. Dugaan sementara kecelakaan terjadi lantaran sopir mengantuk dan tidak menguasai kondisi jalan. Tidak ada korban jiwa, beberapa orang penumpang dan sopirnya luring.
‘’Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil pengangkut rombongan Kejurnas itu mengalami Lakatunggal karena diduga sopir ngantuk dan tak paham kondisi jalan. Korban hanya mengalami luka ringan saja, sementara mobil mengalami kerusakan dan segera dievakuasi,’’ ungkap Kasat kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Kronologis kejadiannya, mobil mini bus berisi 7 orang penumpang ini datang dari Kota Bengkulu, menuju Kota Medan Sumatera Utara (Sumut). Diduga karena ngantuk, saat melintasi jalan lurus menjelang SPBU Air Punggur, mobil keluar dari badan jalan dan langsung terjun ke siring jalan dengan kedalaman mencapai 3 meter.
Menurut keterangan dari sopir mini bus ini, Toni ia sempat ngebut karena kondisi jalannya lurus. Karena jarang melewati jalur, saat di jalan menikung ia terkejut dan keluar dari badan jalan.
‘’Tambah lagi di depannya ada terlihat seperti lobang, karena suasana pagi masih terlihat gelap,’’ tutupnya.(nek)