Thursday, 13 March 2014

Paksa Petugas TPS, Warga Mukomuko Diamankan


Simulasi Pencoblosan Pemilu

METRO - Demi menjamin pelaksanaan pemilu yang damai, tertib dan aman serta jujur dan adil. Polres Mukomuko kemarin menggelar pelatihan Pra Operasi Mantap Brata 2014 sekaligus simulasi pelaksanaan pemilu. Dalam simulasi, sempat diwarnai ketegangan lantaran salah seorang peserta yang berniat mencoblos tidak diperkenankan karena tidak memiliki KTP sebagai identitas persyaratan.
Namun setelah mendapatkan kejelasan dari petugas keributan dapat diatasi. Tak hanya dalam simulasi juga di peragakan untuk kaum yang kekurangan seperti buta, tuli serta cacat pun ikut berpartisipasi demi menyalurkan suaranya. Karena setiap suara tidak ada bedanya. Dalam simulasi tersebut dihadiri oleh seluruh petinggi Polres Mukomuko dan jajaran, ketua dan anggota KPU serta petugas KPPS.
Dalam pembukaan pelatihan yang dipimpin langsung oleh Kasubag Sarpras, AKP. M Sahin mewakili Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik mengamanatkan agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan serta menerapkannya agar pelaksanaan pemilu berjalan sebagaimana mestinya sesuai harapan bersama.
‘’Kita harapkan seluruh peserta yang nantinya akan ditugaskan dapat menjaga situasi agar selalu dapat kondusi. Sehingga pelaksanaan pemilu kali ini dapat sukses seperti seharusnya,’’ ujar Kasubag Sarpras.
Tak hanya itu Kasat Intel, AKP. Harsono selaku pemberi materi turut menyampaikan agar setiap peserta selalu melakukan minitoring. Dan jangan sampai lengah agar tidak ada kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu.
‘’Kita tekankan selalu monitor segala hal yang terjadi. Dan segera laporkan ke atasan masing-masing agar dapat cepat diambil tindakan. Terutama jangan sampai terjadinya aksi money politic atau politik uang. Sehingga esensi pelaksanaan pemilu yang sebenarnya dapat tercapai,’’ ungkap kasat.
Kasat Sabhara, Iptu. Djaliman selaku koordinator simulasi turut menjalankan tugasnya dengan baik. Dimana dirinya memantau pelaksanaan simulasi dari awal hingga akhir agar dapat menjadi gambaran bagi para peserta guna mengambil tindakan nanti ketika pelaksanaan pemilu dilakukan.
‘’Setelah penyampaian materi. Kita langsung lakukan simulasi. Dimana tujuannya agar setiap peserta dapat melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan ketika pelaksanaan pemilu,’’ tutup kasat.(dum)




Caleg dan Parpol Pemenang Sudah Terbaca
POLITIK RM – Hari pencoblosan pemilu legislatif 2014, kurang dari 1 bulan lagi. Namun demikian, Partai Politik (Parpol) mana yang bakal masuk dalam lingkaran pemenang di masing-masing dapil pemilu untuk DPRD Kabupaten Mukomuko mulai terbaca dengan jelas. Seiring dengan itu, juga siapa caleg yang bereluang duduk mewakili rakyat nyaris bisa ditebak. Dari 296 orang caleg kabupaten yang tercatat dalam surat suara pemilu, hanya sekitar 25 persen saja yang berusaha dan berjuang dengan segenap kemampuan dan cara untuk duduk dan mereka diperediksi berpeluang.
Apakah yang lain tidak berusaha? Pada dasarnya yang masih berjuang tak lebih dari 35 persen, baik yang berjuang secara full ataupun sekedar berusa dengan harapan masyarakat sipatik. Bahkan sebagian besar caleg pasrah dan sudah yakin, jika peluangnya untuk mewakili masyarakat di DPRD Mukomuko sangat tipis.
Seperti diakui oleh caleg PKPI, Gustiadi Badi ia mengakui jika untuk duduk sangat berat dan ia tidak akan terlalu banyak berharap. Disamping kurang yakin dengan kamampuannya dalam mendekati masyarakat, juga factor amunisi menjadi kendala utamanya. Sebab tak difungkiri, terjun ke dunia politik, butuh nama besar, anggaran dan juga kemampuan dalam berbagai hal. Selain itu masyarakat dalam memilih dengan berbagai alasan yang harus dipenuhi oleh caleg.
‘’Kalau ditanya apakah saya mau duduk, tentu jawabannya mau duduk, namun kita tetap mengukur kemampuan dalam mencari dukungan. Untuk sosialisasi, dalam arti kata bukan money politik, anggaran yang dimiliki meski puluhan juta. Sebab perlu alat peraga yang tentunya didapat dengan cara menggeluarkan anggaran,’’ kata aktifis yang kerap bersuara nyaring mengkritik berbagai kebijakan yang dinilainya tidak memihak pada masyarakat ini.
Salah seorang tokoh Mukomuko H. Hamdani Makir, M.Hum mengatakan masyarakat sudah punya pilihan untuk 9 april nanti. Orang yang mereka pilih adalah, caleg dengan kemampuan yang jelas dalam berbagai segi dan dikenal dekat. Kalau calegnya saja sudah terlihat melemahkan diri sendiri, tidak melakukan banyak usaha, masyarakat juga tidak akan memilihnya. Partai yang akan menang adalah partai yang didukung oleh kreatifitas calegnya. Tidak menutup kemungkinan partai besar bisa kehilangan kursi.
‘’Masyarakat kita mayoritas bukan memilih partai, melainkan memilih caleg yang mereka anggap mampu dan punya kedekatan. Kalau calegnya saja sudah tidak diterima masyarakat, maka partai itu tidak pula menang,’’ tutupnya.(jar)


Mobnas Dewan Akan Dikandang
//Selama Kampanye Terbuka
POLITIK RM – Kendaraan dinas dewan mulai (16/3) sampai berakhirnya kampanye atau rapat terbuka pemilu 2014 dikandangkan. Sekretari dewan (Sekwan) akan menyurati setiap dewan yang memegang mobil dinas atau aset daerah lainnya untuk dilepas sementara. Namun apakah akan dikandangkan di sekretariat dewan atau di rumah masing-masing, belum bisa dipastikan, yang jelas dewan dilarang gunakan mobnas selama kampanye.
Selain itu, terhitung sejak kampanye terbuka dimulai, anggaran perjalanan dinas dewan tidak diizinkan untuk digunakan. Juga aktivitas dewan dikantor di kurang, dimana tidak ada rapat pembahasan, paripurna dan kegiatan lainnya. Namun bukan berarti libur, masyarakat juga dapat datang untuk berkonsultasi dengan dewan atau hearing.
Disampaikan Sekwan, Drs. H Bustari Maler, M.Hum mereka akan menyurati dewan mengenai permintaan ini. Kalau memang memungkinkan kendaraan dinas dikandangkan di kantor. Namun jika ada alasan lain, maka bisa diparkiran di rumah saja. Namun intinya dewan dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan kampanye.
‘’Yang jelas, kami dari sekretariat sesuai dengan fungsinya, mengingatkan dewan untuk tidak menggunakan kendaraan dinas atau aset lainnya untuk kepentingan politik. Jika memang memungkinkan dikandangkan di sekretariat, namun kalu ada hal lain bisa di rumah,’’ kata Sekwan.
Bagaimana jika dewan tetap menggunakan mobnas?, Bustari mengatakan itu terpelas dari kendali mereka. Sebagai pihak penanggungjawab aset di sekretariat, ia sudah mengingatkan setiap anggota dewan. Untuk sangsi dan lainnya itu bukan tugas mereka, melainkan tanggungjawab pelaksana pemilu dalam hal ini panwaslu.
‘’Itu bukan tugas kami, yang jelas tanggungjawab sudah kita jalankan, mudahan saja itu tidak terjadi, sebab semua kita mengetahui larangan menggunakan aset Negara untuk kempanye,’’ tutupnya.(jar)