Friday, 21 February 2014

POLITIK Mukomuko

 
Terbukti Masih Digaji APBD, Caleg PPP Gugur
POLITIK RM – Salah seorang caleg perempuan asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil II untuk DPRD Kabupaten Mukomuko dinyatakan gugur alias Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Ia terbukti masih menerima honor dari pekerjaannya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski namanya masih tercatat sebagai caleg, namun ia dinyatakan sudah tidak sah sebagai peserta pemilu. Jika pada hari pencoblosan caleg bersangkutan memperoleh suara, secara otomatis suara tersebut dinyatakan tidak sah atau hangus.
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Syofia Diana, SE membenarkan digugurkannya salah seorang caleg dari PPP. Itu berdasarkan penyelidikan dari panwaslu dan penelusuran terhadap instansi terkait.  Yang bersangkutan ternyata masih menerima gaji yang bersumber dari APBD.
‘’Sementara ini sudah diputuskan yang bersangkutan TMS, untuk tidak salah memilih, nanti kita akan umumkan melalui pengeras suara di TPS untuk tidak salah. Juga akan dipasang pengumuman di pintu masuk TPS,’’ kata Diana.
Tidak menutup kemungkinan masih ada caleg lain yang bernasib sama, sebab pengawas pemilu dan KPU membuka warga untuk melapor. Meski nama caleg bersangkutan tidak bisa dihilangkan lagi dalam surat suara, karena sudah dicetak, namun ia bisa dinyatakan TMS. Sebab dari awal KPU sudah mengingatkan, caleg yang digaji bersumber dari APBD/APBN harus mundur.
‘’Sejak awal sudah diminta menyerahkan pengunduran diri, kalau masih ditemukan, maka akan dinyatakan TMS,’’ terang Diana.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Mukomuko, Masripani Maas,  SH belum bisa menerima pencoretan calegnya tersebut. Mereka masih akan berusaha mempertahankannya sebagai caleg yang sah. Sebab sebelumnya partai sudah berkoordinasi dengan KPU, dimana mereka memiliki bukti baik dari yang bersangkutan maupun KPU jika calegnya melengkapi syarat.
‘’Kami memiliki bukti, jika yang bersangkatan sah sebagai caleg, maka ia berharap KPU tidak mengambil keputusan yang merugikan. Namun kalau memang nanti dinyatakan tidak sah dan harus dinyatakan TMS, maka kita hanya bisa legowo,’’ tutup Masripani.(jar)

Bantuan Ternak Diduga Ditumpangi Oknum Caleg
POLITIK RM – Informasinya di Dapil III, bantuan ternak diduga ditumpangi oknum caleg dari salah satu partai politik. Modusnya, masyarakat diminta membuat kelompok yang beranggotakan 25 orang. Nantinya setiap kelompok akan diberikan sebanyak lima ekor sapi. Sebagai ganti dari itu, kelompok harus memberikan dukungannya pada 9 April mendatang.
Caleg PDI Perjuangan, Gustin ada mendapat informasi itu. Gustin sendiri meragukan jika bantuan ternak bersumber dari parpol atau caleg pribadi. Kuat dugaan bantuan berasal dari pemerintah namun diatasnamakan oknum caleg demi menggalang dukungan.
‘’Kami tidak yakin jika bantuan tersebut dari partai politik, melainkan bantuan pemerintah. Tetapi diberi kepada caleg untuk memanfaatkannya untuk kepentingan politik. Kami mendapat informasi itu dari warga langsung,’’ kata Gustin.
Ia menyayangkan sikap pemerintah yang tidak terbuka dalam mengekspos program-program, termasuk bantuan kepada publik. Akhirnya, oknum caleg yang dekat dengan pemerintah memanfaatkan program untuk kepentingan pribadinya.
‘’Kita jelas sangat kecewa dengan cara ini. Bagaimana nasib parpol dan caleg yang tidak ada ruang untuk menggunakan anggaran pemerintah seperti kami. Kita minta agar pemerintah terbuka. Kepada petugas panwaslu jangan tutup mata, kroscek kebenarannya. Dan kalau terbukti, beri tindakan tegas,’’ tutup Gustin.(jar)

DPD NasDem Matangkan Persiapan Sambut Rio
POLITIK RM – Direncanakan orang nomor dua di DPP NasDem, Patrice Rio Capella akan kembali hadir di Mukomuko dalam waktu dekat setelah pada akhir tahun lalu Rio menghadiri acara Jalan Santai yang diadakan Surat Kabar Harian (SKH) Radar Mukomuko (RM). Tujuan kedatangannya kali ini dalam rangka menjalankan misi politik menghadapi tanggal 9 April mendatang. Menyambut kedatangan putra asli Bengkulu yang membidik kursi di DPR RI ini, pengurus DPD NasDem Kabupaten Mukomuko tengah mematangkan persiapan.
Satu yang diprioritaskan adalah memastikan lumbung suara Rio dan NasDem umumnya di pedesaan. Agaknya Rio ingin melihat langsung apakah NasDem di Mukomuko benar-benar memiliki kekuatan sebagaimana di daerah lain atau hanya hitungan di atas kertas saja.
‘’Sebelum Rio datang, kami akan turun lebih dahulu melihat pemetaan wilayah suara NasDem di seluruh dapil. Kalau memang memungkinkan setiap desa akan kita datangi,’’ kata Busril.
Busril lebih lanjut mengatakan bahwa sudah menjadi misi NasDem Kabupaten Mukomuko mengantarkan Rio ke DPR RI. Selain dari misi mengantarkan NasDem sebagai pemenang pemilu. Karenanya Busril mengajak seluruh kader dan simpatisan NasDem untuk bergerak maksimal demi tercapainya misi partai. (jar)


 Songsong 9 April, Aparat Gabungan Siaga
METRO – Menyongsong puncak Pemilihan umum (Pemilu) tanggal 9 April mendatang, aparat gabungan di Kabupaten Mukomuko yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishubkom, Linmas dan Senkom siaga. Ini terlihat saat digelarnya apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata pengamanan pemilu yang dipimpin Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM di halaman mapolres kemarin.
Bup menaruh harapan besar kepada semua pihak yang terlibat di dalam operasi untuk bahu membahu menyukseskan pelaksanaan pemilu hingga usai. Pada kesempatan itu, Bup turut berpesan kepada kontestan pemilu untuk bersaing secara sehat serta berjiwa besar menerima apapun hasil pemilu nanti.
‘’Kita berharap kepada seluruh anggota keamanan yang diterjunkan dalam operasi ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Karena pada dasarnya sukses tidaknya pemilu sangat tergantung dengan petugas di lapangan. Berikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat saat menyalurkan hak suaranya untuk menentukan wakil mereka selama 5 tahun kedepan,’’ pesan  bupati.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik mengungkapkan nantinya akan digelar simulasi pengamanan pemilu. Ini untuk memastikan kesiapan para personel dan perlengkapan yang ada menghadapi berbagai situasi. Mengenai pola penempatan personel, kapolres menyatakan pihaknya akan memetakan TPS yang terkategori rawan.
‘’Kalau termasuk kategori rawan, satu anggota akan kita tempatkan mengawal dua TPS. Tapi kalau tingkat kerawanannya tidak terlalu, maka cukup satu polisi mengawal empat TPS. Kita sama-sama berharap semoga pelaksanaan pemilu di daerah kita ini berjalan dengan aman dan lancar,’’ tutup kapolres yang sudah berpengalaman bertugas di daerah konflik ini.(jar)

Dian Optimis Menang di Mukomuko
METRO – Pada Pemilu 2009 lalu, Dian A Syakhroza terpilih sebagai peraih suara terbanyak dari Partai Demokrat untuk DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu. Kabupaten Mukomuko, termasuk salah satu daerah basisnya, dengan dibuktikan perolehan suara teratas dan membawa Demokrat menjadi partai pemenang pemilu. Nah pada tanggal 9 April nanti, anggota Komisi 9 DPR RI ini, optimis mampu mempertahankan kemenangan seperti yang diraih sebelumnya.
Dikatakan Dian, Mukomuko sudah begitu dekat dengan dirinya, ia juga sudah membuktikan kiprahnya selaku wakil rakyat dengan membawa perubahan jalan-jalan utama di Kabupaten Mukomuko ini dan di wilayah lain di Provinsi Bengkulu. Termasuk pemerataan listrik juga bagian dari jerihnya sebagai wakil rakyat dengan dibantu sang suami.
‘’Harus optimis, bagi saya basis kita tidak terbatas, termasuk di Mukomuko saya menang. Kami berusaha memberi yang terbaik bagi masyarakat dengan tidak banyak janji. Sayangnya saya belum bisa memperjuangkan peningkatan jalan di kawasan transmigrasi. Ini menjadi PR kita ke depannya,’’ kata Dian.
Selama berada di Mukomuko, Dian juga membantah melakukan kampanye. Ia lebih  menjalankan misi sebagai anggota DPR RI, dan juga bersosialisasi untuk menyukseskan pemilu. Sebagai incumbent, Dian lebih banyak bicara soal bukti dan menampung aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di DPR RI. Ia juga mengklaim, dari sekian banyak program pusat yang dikucurkan ke daerah,  Mukomuko yang paling banyak dibantunya.
‘’Saya tidak memberi janji, melaikan memberi bukti kepada masyarakat, banyak program pusat yang kita sosialisasikan dan diusahakan bisa masuk ke Mukomuko. Bapak bupati biasanya menghubungi kami untuk membahas soal program yang bisa ditarik ke daerah,’’ tutupnya.(jar)