Tuesday, 14 January 2014

Politik 2014 Mukomuko 1

NasDem dan PBB Paling Miskin
//Dana Kampanye 2014
POLITIK RM – Dari 12 Partai Politik (Parpol) yang ikut pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko, Partai Bulan Bintang (PBB) terkategori paling miskin jumlah dana kampanyenya. Dimana sesuai dengan laporan dana kampanye yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, dana kampanye parpol ini pada pemilu 2014 hanya Rp 150 ribu saja. Kemudian disusul oleh Partai NasDem dengan jumlah Rp 1 juta saja. Sementara parpol keuangan kampanyenya tertinggi yang dilaporkan ke KPU Mukomuko adalah PDI Perjuangan sebesar Rp. 371.050.000.
Dana kampanye terbanyak kedua yang dilaporkan ke KPU adalah Partai Amanat Nasional (PAN) berjumlah Rp 247 736 000, disusul Partai Demorat Rp 220 000 000, Hanura 202.190 000, PKP Indonesia Rp 196 300 000, PKS Rp 150 612 182, Gerindra Rp 122 958 314, PPP Rp 98 938 000, PKB Rp 90 893 500 dan Partai Golkar Rp 71 800 000 . Jumlah ini sesuai dengan rekapan KPU hasil laporan dari rekening kampanye partai politik.
 Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag didampingi anggotanya Sofia Diana, SE menjelaskan jumlah keuangan partai ini sudah mereka rekap dan dilaporkan. Terkait dengan jumlahnya sesuai laporan dari pengurus partai tersebut. Mengenai ada dugaan parpol dan caleg tidak melampirkan seluruh dana kampanyenya, merupakan tanggungjawab masing-masing partai tersebut.
‘’Soal jumlahnya kita enggan mengomentari, yang jelas dana itu sesuai laporan dari setiap partai yang sudah masuk ke KPU. Kalau ada yang tidak dilaporkan itu tanggungjawab dari masing-masing partai tersebut,’’ kata Dawud.
Juga anggota KPU lainnya, Dedy Desponsory, S.HI mengatakan dana partai yang masuk nantinya akan diaudit oleh tim khusus dari KPU dan Panwaslu. Jika ada kesalahan terutama menyembunyikan, maka dampaknya dianggap illegal dan suara partai tersebut terancam dibatalkan.  Dari awal pihaknya sudah memberi imbauau agar melapor. Caleg tidak bisa main-main dengan aturan PKPU No 17 tentang pelaporan dana kampanye yang dilakukan baik sebelum dan sesudah Pemilu legislatif 9 April 2014. Sanksi dan hukuman adalah dibatalkannya suara caleg yang tidak melaporkan dana kampanye tersebut. Kemudian hal ini bisa saja dilanjutkan ke pengadilan oleh partai politik karena pasti merugikan partai dengan hilangnya suara.
‘’Ada penyataan tertulis di atas materai yang mewajibkan Caleg untuk melaporkan dana kampanye. Apabila dilanggar tentu ini merupakan pelanggaran hukum,’’ tegas Dedy.(jar)

Pemilihan DPR-RI, Dana Dijagokan
POLITIK RM – Sama-sama diketahui, dari 48 orang caleg DPR RI Dapil Provinsi Bengukulu asal 12 Partai Politik (parpol) yang maju pada pemilu 2014 ini, tidak ada satupun yang berasal dari Kabupaten Mukomuko. Terus siapa yang akan menang, apa alasan 119 ribu lebih masyarakat Mukomuko memilih mereka. Menanggapi hal ini tokoh ternama Kabupaten Mukomuko, H Hamdani Makir, SH, M.Hum lebih menjagokan pilihan kepada sosok Dana Anugerah Raffliansyah, caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dapil Bengkulu nomor urut 2.
Alasannya, Dana satu-satunya caleg DPR RI yang masih ada darah Mukomukonya, meskipun diketahui Dana baru hadir ke Mukomuko saat pencalonannya. Namun sejarah keluarganya sudah cukup alasan mengapa mendukungnya. Ketimbang memilih caleg yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah,’’ ini. Untuk ketokohan dan juga kemampuan, semua caleg yang maju untuk DPR – RI sudah tak diragukan lagi.
‘’Kenapa saya katakan Dana Anugerah lebih berhak dipilih, kita tidak ada calon yang benar-benar berasal dari Mukomuko, hanya dia yang ada sedikit kaitannya dibaca dari sejarah keluarganya dulu. Saya rasa itu cukup alasan masyarakat Mukmuko memberi pilihan,’’ kata Hamdani Makir.
Di daerah lain, masyarakat fokus mendukung caleg yang merupakan putra-putri daerah mereka sendiri, lantaran Mukomuko belum punya, maka pilihan mendukung caleg yang punya sejarah ada hubungan lebih baik. Setidaknya kedepannya ada alasan masyarakat menagih janji politik caleg tersebut, bisa melalui keluarganya yang ada di Mukomuko atau mudah-mudahan lantaran ada keterkaitan, setelah mereka menang masih datang ke Mukomuko.
‘’Kalau caleg yang minta dukungan pasti banyak ke Mukomuko, sebab mereka tahu, kita tidak ada kandidat kuat. Namun demikian, sebaiknya kita tetap fokus memberi dukungan bagi caleg yang ada sedikit hubungan dengan Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)

Besok, Apel Siaga PKS Digelar
POLITIK RM – Sesuai dengan jadwal semua, pagi besok Apel Siaga menjemput kemenangan 2014 akan digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) Kabupaten Mukomuko. Berbagai persiapan dan kebutuhan untuk suksesnya acara yang dimulai Pukul 9.00 WIB di salah satu hoter ternama di Kecamatan Kota Mukomuko ini sudah rampung oleh dilakukan.
Salah seorang politisi PKS, H Tarmizi menyampaikan, Apel Siaga ini sangat penting bagi semua kader dan caleg PKS, maka disarankan tidak ada yang tidak menghadirinya. Banyak hal akan dibahas dan disampaikan untuk setiap kader, pengurus caleg dan simpatisan terutama menyangkut persiapan memenangi pemilu 2014. Apalagi acara ini akan dihadiri para politisi PKS yang sudah cukup dikenal.
‘’Rugi bagi caleg dan kader kita yang tidak datang, banyak ilmu akan dibagikan kepada kita. Yang hadir ini politisi yang sudah dikenal secara nasional. Juga akan ada informasi lain bagi kita menyangkut pemilu 2014 nanti,’’ kata Tarmizi.
Ketua DPD PKS Mukomuko, Andy Suhery, SE, M.Pd mengatakan kehadiran semua caleg, pengurus, kader dan simpatisan sangat diharapkan guna kebaikan bagi partai pada pemilu mendatang.  Yang jelas banyak ilmu tentang kepemiluan dan tekhnik kampanye yang akan diberikan oleh para politisi senior partai yang hadir. Untuk informasi adanya pembagian atribut dan peraga lain, sampai kemarin belum ada informasi diterimanya.
‘’Kita minta semua bisa hadir, karena banyak ilmu akan dibagikan, untuk pembagian atribut kampanye kemungkinan tidak ada,’’ tutupnya.(jar)


Politisi Muda Terkendala Amunisi
POLITIK RM – Pada pemilu 2014 mendatang, agaknya politisi senior terutama incumbent masih punya peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang. Mereka memiliki nama besar dan juga anggaran yang cukup untuk membiayai politik. Sementara pemilih muda, kendala utamanya adalah amunisi untuk bergerak mencari dukungan atau publikasi lainnya. Pendapat ini disampaikan oleh tokoh Mukomuko yang juga Dosen senior Unib H Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskannya, pernyataan biaya politik mahal ada benarnya juga, sesuai dengan fakta yang ada selama ini, tanpa anggaran yang cukup seorang politisi sulit mengejar targetnya. Kendala inilah yang dihadapi politisi muda saat sekarang. Mereka kalah dalam segi pendanaan dan ini ancaman besar untuknya. Bisa jadi mayoritas dewan yang duduk nanti, masih orang-orang lama atau politisi senior yang sudah banyak berkecipung dalam berbagai peristiwa kehidupan.
‘’Potensi ada pada politisi muda kita, mereka cukup memahami dan punya pendidikan yang bagus. Namun itu tidak cukup, politik tetap mengandalkan anggaran dan kiprahnya,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, caleg muda jika punya anggaran yang cukup, sulit bisa ditandingi oleh caleg senior. Sebab tidak difungkiri politisi senior sudah banyak mendapat penilaian dari masyarakat dan kerap mengecewakan. Selain itu juga isu korupsi dan kejanggalan lain selama mereka berkiprah menjadi catatan tersendiri. Sementara politisi muda, masih bersih dari kesan negatif dan punya semangat lebih baik.
‘’Kalau caleg senior sudah meninggalkan kesan negatif meskipun sedikit, sedangkan caleg muda belum terbaca. Sebetulnya ada keseimbangan dalam persaingan nanti. Semua tergantung masyarakat, kalau mau berubah jangan layani politik uang,’’ tutupnya.(jar)

Panwas: Baliho Rosna Tak Melanggar
//Tapi Disarankan Mundur Sebagai Ketua TP PKK
POLITIK RM – Pertanyaan dan kritikan dari banyak pihak, terkait keberadaan baliho atau spanduk berisikan pesan layanan umum yang memuat foto Hj Rosna Ichwan dinyatakan tidak melanggar oleh Panwaslu Mukomuko. Sekalipun Rosna tercatat sebagai Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko Nomor 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Alasannya, Rosna bukan seorang pejabat publik seperti dewan, pegawai BUMD ataupun Kepala Daerah. Ia hanya dalam komposisi sebagai istri dari kepala  daerah.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE, M.BA mengatakan, laporan dan kritikan terkait dengan gambar Caleg PAN kerap mereka terima dan sudah dikaji lebih jauh. Sesuai aturan, bahwan larangan hanya berlaku bagi pejabat publik. Sementara diketahui, Rosna bukan seorang pejabat, melainkan pendamping bupati yang tidak dihonorkan dari anggaran daerah. Untuk anggota dewan aktif dan juga pejabat memang tidak diizinkan.
‘’Kami sudah pelajari itu, untuk ibu Rosna tidak ada masalah, sebab ia tampil di baliho bukan sendiri sebagai pejabat publik melainkan selaku pendamping dari bupati. Maka ini kami harapkan dapat dipahami secara seksama. Kecuali anggota dewan dan pejabat lain yang memang tidak dibolehkan,’’ kata Ita.
Meski mendapat pembelaan dari pihak panwas, bukan berarti Rosna bisa bebas begitu saja. Masih dikatakan Ita, yang jadi perdebatan adalah jabatannya sebagai Ketua TP-PKK, itu semestinya harus dilepas. Kesalahanya dalam hal ini, pelaksana pemilu saat penetapan DPT meloloskan caleg yang syaratnya kurang. Termasuk kegiatan sosial membagikan bantuan seharusnya 5 bulan sebelum pencoblosan atau setelah penetapan DPT tidak boleh lagi dilakukan.
‘’Yang jadi perdebatan adalah jabatan ibu Rosna selaku Ketua TP-PKK kabupaten. Beliau semestinya mundur sebelum penetapan DCT. Untuk kegiatan-kegiatan pemberian bantuan sosial bersumber dari anggaran daerah juga sebenarnya dilarang dilakukan setelah secara resmi menjadi caleg,’’ tegas Ita.
Lebih jauh Ita menjelaskan, aturan pemilu berlaku bagi siapa saja. Mereka dalam hal ini menjalankan undang-undang yang sudah ditetapkan. Selain mengenai Rosna, pada dasarnya Panwaslu juga mendapat laporan tentang dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan aset publik oleh caleg. Diantaranya penggunaan kendaraan milik daerah untuk kepentingan pencalonan termasuk pelanggaran pemilu lainnya.
‘’Semua laporan terkait dengan dugaan pelanggaran oleh caleg kita proses, termasuk penggunaan kendaraan dan sebagainya. Dalam hal ini, kita sebatas menjalankan tugas yang diamanahkan undang-undang,’’ tutup Ita.(jar)

Kampanye di Pessel Lebih Bebas
POLITIK RM – Di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mukomuko, atmosfer pemilu terasa lebih meriah. Pasalnya, di sepanjang jalan dan titik keramaian lainnya, baliho, spanduk dan alat peraga caleg terpasang dengan bebasnya. Hal ini diakui oleh beberapa peserta pemilu asal wilayah tersebut. Terus apakah ada perbedaan aturan pemilu yang diberlakukan?
Wakil Ketua DPRD Pessel, Drs. Ismadi Latif, MM yang sekarang tercatat sebagai caleg PAN Dapil Pessel untuk DPRD Provinsi Sumbar mengatakan. Untuk aturan pada dasarnya tidak ada perbedaan, namun Panwaslu di sana kemungkinan lebih lentur dalam pengawasan pelaksanaan pemilu. Bisa juga banyaknya jumlah baliho dan peraga kampanye yang terpasang, menyulitkan mereka melakukan penertiban.
‘’Kalau aturannya sama saja, namun di daerah kami peraga kampanye tetap dipasang, sebab pemilu itu identik dengan peraga kempanye. Panwaslunya juga kewalahan untuk menertiban ratusan bahkan mencapai seribu peraga yang terpasang,’’ ungkap Ismadi.
Juga diakui oleh Ketua Fraksi Hanura Sumbar yang juga sebagai caleg DPRD Sumbar, peraga kampanye di Pessel memang cukup banyak yang terpasang sepanjang jalan. Ia sempat heran, saat memasuki Mukomuko, tidak terlihat ada baliho dan spanduk caleg, yang tampak hanya bendera partai saja sepajang jalan. Namun demikian ia juga tidak membenarkan apa yang ada di Pessel.
‘’Kami juga heran, kenapa disini tidak banyak caleg. Sepanjang jalan sepi-sepi saja. Mungkin disini mudah dan orang-orangnya tertip dalam melaksanakan kampanye,’’ tutupnya.(jar)

Menangkan Gerindra & Duduk di DPRD
POLITIK RM – Prediksi banyak orang Gerindra bakal keluar sebagai salah satu partai pemenang pemilu 2014 di Dapil III bisa jadi tidak meleset lagi. Pasalnya sebagian besar caleg parpol berlambang kepala burung garuda ini aktif bergerak menggunakan kemampuan dan cara masing-masing. Bahkan sulit diprediksi siapa yang akan keluar sebagai peraih suara terbanyak.
Busra sebagai Caleg Nomor Urut 1 Dapil III mengakui Gerindra adalah partai besar di wilayah yang terdiri dari 5 kecamatan ini. Ia optimis Gerindra akan keluar sebagai pemenang pemilu. Terkait dengan ancaman bagi dirinya yang sejak awal sudah bertekad untuk memenangi pemilu. Busra yang mengklaim memiliki basis utama di 3 kecamatan ini mengaku tidak berpikir gagal menuju kursi DPRD Mukomuko.
‘’Gerindra hampir bisa kita pastikan akan meraih setidaknya satu kursi di Dapil III, mudahan saja kita bisa melebihi itu. Semua caleg bergerak dengan aktif mencari dukungan melalui cara masing-masing. Saya sama sekali tidak merasa terancam, bagi kami kemenangan Gerindra yang pertama,’’ ujarnya.
Ditegasnya dalam Gerindra kemenangan partai merupakan kemenangan bersama semua kader. Maka setiap caleg diwajibkan bergerak mencari dukungan sebanyak-banyaknya. Sesama caleg Gerindra tidak ada kecemburuan apalagi saling jatuhkan. Misi mereka menang secara indivisi, memenangi partai dan mengantar Prabowo ke kursi Presiden RI periode mendatang.
‘’Misi kita memenangi pemilu demi mengantar Prabowo sebagai Presiden, maka setiap caleg selalu diminta bergerak atif memenangi pemilu,’’ tutupnya.(jar)