Tuesday, 14 January 2014

Politik 2014 2

6 Anggota PPK Diganti
POLITIK RM – Hasil peninjauan ulang terhadap petugas Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, untuk sementara dipastikan sebanyak 6 orang PPK akan diganti dengan yang baru. Jumlah ini masih berpeluang bertambah, jika memang ada temuan yang mengakibatkan anggota PPK dianggap tidak layak. Adapun alasan pergantian diantaranya, petugas PPK memiliki hubungan kekeluargaan dengan Calon Anggota Legislatif (Caleg), pendidikan tidak cukup dan juga hasil penilaian kinerjanya kurang memuaskan.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengatakan 6 orang yang sudah dipastikan diganti ini, setelah melakukan telaah dengan baik dan juga sesuai keterangan beberapa pihak yang dapat dipercaya KPU. Syarat menjadi anggota PPK adalah berada pada posisi indipendent, memenuhi syarat dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Jika itu dilanggar, maka mau tidak mau harus digantikan.
‘’Kita sudah pelajari dengan baik SE dari pusat, maka mau tidak mau mereka yang tidak mencukupi syarat sesuai aturan harus digantikan. Untuk sementara ini hanya 6 orang saja, kalau memang ada laporan dan temuan lain nanti, bisa saja kita pertimbangkan yang lainnya untuk diganti,’’ kata Dawud.
Untuk calon pengganti sekarang sedang mereka seleksi, yang jelas adalah calon PPK yang sebelumnya masuk 10 besar penjaringan. Namun sayangnya, Dawud belum bisa menyebutkan dari mana saja dan siapa saja PPK yang akan diganti tersebut. Untuk SK pembaharuan atau pengangkatan kembali PPK yang sudah ada akan keluar dalam minggu ini. Harapannya semua bisa melanjutkan pekerjaannya dengan baik untuk suksesnya pemilu.
‘’Kita sedang persiapakan SK untuk pengangkatan baru PPK, diusahakan dalam dua hari ini bisa selesai dan mereka bisa meningkatkan kinerjanya untuk menyukseskan pemilu 2014,’’ papar Dawud.
Anggota KPU lainnya, Sofia Diana, SE senada mengungkapkan, selesi ulang PPK mereka lakukan secara langsung. Data yang didapat tentang keberadaan seorang petugas sudah falid. Harapan mereka kerjasama KPU dan PPK bisa lebih baik lagi. Karena tugas ke depannya akan lebih berat dihadapi, kalau tidak siap maka pemilu terancam tidak sukses.
‘’Harapan kami, semua bisa bekerja lebih baik lagi, sebab tugas yang akan dihadapi jauh lebih berat, beberapa saat lagi pemilihan akan dilakukan, selanjutnya Pilpres sudah menunggu,’’ tutupnya.(jar)

Politik Butuh Biaya Bukan Berarti Politik Uang
POLITIK RM – Nama besar atau terkenal saja tidaklah cukup untuk mengantar seorang caleg ke kursi panas gedung wakil rakyat. Terus apa saja yang dibutuhkan? Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga sebagai dosen senior Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum mengatakan, amunisi juga merupakan faktor paling menentukan untuk seorang politisi mencapai tujuannya.
Dijelaskannya, politik itu butuh biaya, bukan berarti money politic. Mulai dari anggaran sosisalisasi hingga pembiayaan aktivitas politik itu sendiri. Meski seseorang memiliki nama besar dan dikenal, kalai tidak melakukan sosialisasi saat sudah terjun ke dunia politik maka sulit mencapai tujuannya.
‘’Politik adalah gerakan seseorang menuju tujuannya, maka dalam pemilu legislatif, nama besar saja tidak cukup. Butuh dana untuk menjalankan misi dan mencapai tujuan, uang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kampanye seperti kaos serta alat pendukung lainnya’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, kecuali di Amerika dan beberapa daerah yang sudah maju lainnya, seorang yang diinginkan masyarakat bisa memenangi pemilu, meski tidak memiliki modal besar. Namun bukan juga mereka tidak punya dana, sebab masyarakat yang mendanai langsung. Untuk Indonesia, sejauh ini belum ada keinginan dari masyarakat sedemikian. Bukan berarti masyarakat yang salah, namun prilaku itu sudah demikian sejak lamanya. Kendala anggaran inilah, menyebabkan kepemimpinan di daerah ini sulit membaik. Orang yang hebat tidak punya dana tetap tidak bisa, akhirnya mereka yang sudah bermodal tetap bertahan.
‘’Maka pergantian kepemimpinan itu sulit dilakukan, sebab mereka yang sudah lama punya dana untuk membiayai politik. Sedangkan politisi muda yang dikenal cerdas, tertinggal dalam hal pendanaan,’’ tutupnya.(jar)

DPD NasDem Matangkan Persiapan Caleg
POLITIK RM – Untuk mengincar kemenangan pada Pemilu nanti, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko terus mematangkan persiapan. Kemarin lusa, segenap caleg dan petinggi NasDem Mukomuko menggelar rapat bersama di sekretariatnya di Kelurahan Banda Ratu Kecamatan Kota Mukomuko. Pokok pembahasan dalam pertemuan ini adalah pematangakan kesiapan memenangkan pemilu.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menerangkan, pertemuan tersebut dihadiri oleh para pengurus dan caleg. Mereka membahas mengenai kesiapan dan apa saja yang sudah dilakukan untuk memenangi pemilu. Evalusasi ini untuk lebih mematangkan kesiapan dan ketepatan dari setiap langkah politik para caleg dan kader. Caleg yang sudah gencar diminta terus meningkatkan perjuangan dan caleg yang selama ini belum banyak bergerak diharapkan bisa melakukan kampanye semaksimal mungkin.
‘’Kita rapat meninjau kesiapan dan langkah yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan selama ini. Semua kita harapkan bergerak dan melakukan yang terbaik demi mencapai target memenangi pemilu 2014 nanti,’’ kata Busril.
Beberapa hal yang paling utama adalah penggunaan atribut oleh caleg selama ini. Juga menampung kemungkinan ada masukan terkait kebutuhan caleg menghadapi masa kampanye ini. Mengenai rencana kedatangan Patrice Rio Capella sendiri belum menjadi prioritas. Pasalnya selain menyesuaikan dengan jadwal Rio, mereka juga harus merumuskan, bagaimana Rio hadir langsung kampanye secara besar-besaran.
‘’Kalau sekarang ini, kampanye belum boleh dilakukan secara besar-besaran, untuk mendatangkan Rio bukan hal yang mudah. Maka kemungkinan kita sesuaikan dengan masa kampanye terbuka nanti. Yang penting saat ini persiapan kita,’’ tutupnya.(jar)

//Syamsuri Wakil Rakyat yang Peduli
SANTAI namun pasti, itulah gambaran pintas sosok dari H. Syamsuri Rustam, ST calon anggota DPRD Mukomuko Dapil III Nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sudah dua periode ia mewakili masyarakat Dapil III di DPRD Mukomuko dan pencalonannya kali ini adalah yang ke tiganya. Tidak ada alasan untuk mencela sosok ini selaku calon Incumbent. Meski sudah dua periode menjabat sebagai anggota dewan, ia tetap Syamsuri seperti sebelumnya. Tidak ada kesan kemewahan dalam hidupnya apalagi kesombongan setelah menjabat. Ia tidak memiliki rumah mewah seperti kebanyakan dewan dari daerah lain, apalagi kendaraan yang mahal.
Alasan itulah salah satu, mengapa masyarakat Dapil III masih terus ingin mengutusnya sebagai wakil rakyat. Termasuk PAN sendiri, ingin tetap mempertahankan sosok Syamsuri sebagai caleg DPRD Mukomuko demi menjaga basis dukungan yang sudah ada. Soal perannya sebagai anggota dewan juga tidak diragukan lagi. Berbagai kebijakan dan program pemerintah selama kurang lebih 10 tahun terakhir tidak ada yang lepas dari keikut sertaannya selaku dewan. Juga tidak sedikit lagi pembangunan yang sukses ia perjuangkan untuk Dapil III ini. Mulai dari jalan, jembatan, infrastruktur pertanian serta bantuan-bantuan sosial lainnya.
Sosok Syamsuri juga dikenal sebagai wakil rakyat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia tidak pernah segan membantu masyarakat yang membutuhkan, baik melalui uang pribadinya maupun dengan cara memperjuangkan masyarakat agar mendapat bantuan dari pemerintah untuk pengobatan dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini ia mengunjungi salah seorang penderita lumpuh di Kecamatan Air Rami, Desi, setelah mengetahui dari Koran Radar Mukomuko, jika ia butuh bantuan untuk penyakit lumpuh yang dideritanya. Syamsuri sempat memberi bantuan dan mengajak para donatur bersama-sama membantunya. Ia juga berusaha agar korban bisa dibantu pemerintah daerah untuk pengobatan.
‘’Kita melakukan apa yang bisa dilakukan, masyarakat memberi kepercayaan, harus kita jalani sesuai apa yang diinginkan meraka. Kita harus bersukur dan tidak melupakan tugas dan tanggungjawab selaku wakil rakyat,’’ ujar Syamsuri.
Wajar masyarakat Dapil III ingin terus mengutusnya sebagai wakil rakyat.
Pada periode berikutnya, Syamsuri ingin melakukan lebih baik lagi dan melanjutkan apa yang belum sukses diperjuangkannya. Soal basis, Syamsuri memiliki dukungan yang tersebar di seluruh daerah Dapil III, meskipun ia berdomisili di Kecamatan Ipuh.(jar)

Panwascam Tuding Atribut Caleg Melanggar
POLITIK RM - Ketua Pengawas Kecamatan (Panwascam) Air Dikit, Apriansyah, menerangkan dari penelusurannya banyak Calon anggota legislatif (Caleg) yang diduga melanggar peraturan pemilu. Pelanggaran dimaksud berupa pemasangan atribut di jalur yang semestinya steril.
‘’Terus terang saja, memang secara aturan mereka para Caleg yang memberanikan diri untuk memasang baliho di tempat umum itu jelas melanggar aturan. Seperti di wilayah kita, memang sudah banyak baliho yang terpasang, padahal memang belum waktunya,’’ ungkap Apriansyah kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Apriansyah menyebutkan, pihaknya akan mencoba melakukan penertiban dengan melakukan tindakan persuasif dengan caleg maupun timnya. Jika memang tidak diindahkan nantinya, pihaknya akan melayangkan surat resmi ke Panwaslu Kabupaten untuk ditindaklanjuti.
‘’Hingga sekarang ini kita sudah memiliki data sementara dan itu tetap akan kita laporkan jika mereka tidak sesegera mungkin untuk membuka balihonya. Sebelumnya kita mencoba untuk melakukan pendekatan kepada Caleg untuk memberikan teguran lisan, kalau memang tidak bisa di tertibkan, tunggu saja langkah selanjutnya,’’ imbuh Apriansyah.
Hasil temuan di lapangan, di kawasan Desa Sumber Sari, Pondok Lunang ditemukan beberapa baliho caleg yang terpampang di tepi jalan raya. Ada yang dipasang di batang pohon dan ada juga sengaja untuk memasang baliho di rumah-rumah warga.
‘’Bagi Caleg yang melanggar aturan itu bisa dituntut secara hukum nantinya, kita tunggu saja tanggal mainnya. Yang jelas kita komit untuk melakukan penertiban,’’ demikian Apriansyah.(nek)