Thursday, 4 July 2013

Mukomuko Ribet



 Rumah Bacaleg Ludes Terbakar
PONDOK SUGUH – Sijago merah kembali mengamuk. Yang menjadi sasarannya kali ini adalah sebuah rumah semi permanen di Desa Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh. Rumah milik salah seorang Bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk Dapil III yang juga mantan Kades Air Bikuk, Muslawati (49) tersebut ludes terbakar pada Rabu (3/7) malam. Ketiadaan bantuan dari PBK membuat api berkobar melalap apa saja yang ada di dalam rumah. Upaya pemadaman seadanya oleh warga tak mampu menyelamatkan rumah berikut isinya.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui jelas penyebab kebakaran. Pihak kepolisian masih mendalami penyelidikan. Estimasi kerugian yang diderita Muslawati tak kurang dari ratusan juta rupiah.
Dari keterangan korban kepada Radar Mukomuko (RM). Pada saat kejadian, ia beserta suaminya, Ramadan S sedang tidak berada di rumah. Memang selama ini korban dan anak-anak ikut suaminya yang berprofesi sebagai guru SD menetap di rumah dinas yang diperuntukkan bagi guru.
Sementara rumah dititipkan kepada saudara korban. Secara kebetulan, malam itu terdapat salah seorang ponakan suami korban menginap di rumah.
‘’Saat kejadian kita memang sedang tidak di rumah, termasuk suami dan anak-anak. Tetapi ada salah seorang ponakan suami saya, Narno. Malam itu dia lagi tidak enak badan. Dialah yang mengetahui lebih awal kejadiannya,’’ ungkap korban.
Narno sendiri baru menyadari kemunculan api di dalam rumah saat merasakan sengatan panas. Sontak saja Narno bergegas berlari ke luar rumah lalu meminta pertolongan. Seketika itu warga berbondong-bondong mendatangi TKP untuk membantu pemadaman serta menyelamatkan barang-barang.
‘’Ya, saat itu dia (Narno, red) sedang tertidur pulas. Karena merasa badannya panas, maka dia langsung terbangun dari tidur. Ternyata api di dalam rumah sudah mulai besar,’’ lanjut korban.
Disinggung dugaan sumber api, sepengetahuan korban, pada malam sebelum kejadian tidak ada menghidupkan api, baik di dapur maupun kebutuhan lain. Menariknya, sebelum peristiwa ini, sekitar 6 bulan lalu pernah terjadi peristiwa serupa. Dimana secara tiba-tiba api muncul dari arah dapur. Beruntung kala itu api dapat dipadamkan sebelum membesar.(cw1)

Lahan Bandara Diukur Ulang
METRO – Pemkab Mukomuko memastikan akan melakukan pengukuran ulang lahan Bandara Mukomuko yang rencananya bakal dilakukan pengembangan. Kepastiannya masih menunggu informasi dari pusat. Saat ini, dari Pemkab Mukomuko melalui bagian administrasi pemerintahan bersama pihak bandara telah melakukan pengecekan ke lapangan dan menginventarisir seluruh bangunan serta lahan yang diolah warga. Pemkab juga bakal melakukan pengkajian secara matang, sehingga rencana pengembangan bandara tidak menimbulkan gejolak.
Kabag Administrasi Pemerintahan Setdakab Mukomuko, Badiuzaman, SH menerangkan bahwa pihaknya juga belum mengetahui informasi lebih lanjut terkait rencana pengembangan bandara. Ia tak menampik saat ditanyakan soal pengecekan langsung ke lapangan. Nantinya, pembahasan dengan pengolah lahan dan pemilik bangunan juga akan dilakukan.
‘’Memang benar, ada informasi rencana pengembangan bandara. Hanya saja, kita belum tahu kepastiannya. Kita masih menunggu apa yang menjadi keputusan nanti, kalau memang bakal direalisasikan, lahan bandara itu memang harus diukur ulang. Karena selain ada yang mengolah lahan, juga ada bangunan. Artinya, semua itu akan dilakukan pengkajian,’’ ungkap Badiuzaman.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Syahrizal, SH melalui Kabid Bina Marga, Apriansyah, ST, MT turut menyampaikan untuk saat ini pihaknya belum dapat memastikan kapan jadwal pasti pengembangan bandara. Karena rencana semua itu langsung dari pusat.
‘’Kalau waktu yang pastinya kita belum tahu, tetapi ada informasinya tahun depan sudah mulai disusun tahapannya. Ya kita tunggu saja dan Pemkab Mukomuko juga harus siap baik soal pengembangannya maupun dengan warga yang berada di kawasan bandara,’’ terang Apriansyah.
Terpisah, Gustiadi Badi, SH kembali menegaskan sebelum ada kejelasan legalitas lahan, pihaknya dan sejumlah warga dipastikan akan menolak. Karena pada awalnya, sebagian lahan telah dihibahkan untuk pemakaman serta hasil tukar guling.
‘’Kami semua pertanyakan dulu legalitas lahan bandara, berapa luasnya, dimana batasnya serta kapan dihibahkan. Jangan sampai, semua itu malah tidak jelas, karena kami yang bakal dirugikan. Kami sudah punya sertifikat dan sebagian warga juga sudah mengolah lahan itu. Bisa jadi, warga akan melakukan perlawanan, kalau dari Pemkab Mukomuko tidak tegas,’’ demikian Gustiadi.(ray)


Syukuran Minim Pejabat, Nelayan Kecewa
METRO – Puluhan nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM) Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko mengungkapkan kekecewaannya di sela acara syukuran tahunan pantai kemarin. Ini lantaran melihat minimnya undangan dari kalangan pejabat dan FKPD yang hadir. Sementara sebelum acara digelar pihak panitia sudah menyebarkan undangan, termasuk kepada Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM, Ketua TP PKK, Hj Rosna Ichwan dan Wabup, Choirul Huda, SH.
Bahkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) selaku instansi yang mengurusi perikanan tidak satupun mengutus pegawainya untuk hadir, jika memang dari jajaran pejabat berhalangan.
‘’Kita sangat kecewa atas ketidakhadiran tersebut. Undangan telah kami sampaikan secara tertulis, mulai dari bupati beserta istri, wakil bupati, sekda, kabag, dinas kelautan beserta SKPD-SKPD lainnya. Termasuk Camat Kota Mukomuko yang tidak menghargai para nelayan di PIM ini,’’ kritik Syahrial.
Soal undangan yang ditujukan kepada Bup dan istri, Syahrial menerangkan bahwa saat itu ia sempat membawa undangan ke kantor, namun tidak bertemu. Termasuk ketika menyambangi rumah dinas, Syahrial selaku yang mengantar undangan tidak berhasil bertemu. Akhirnya undangan dititipkan di pos jaga.
‘’Termasuk ke kantor-kantor SKPD, itu saya semua yang menyebarkan. Terus terang saja, kami para nelayan sangat kecewa hari ini (kemarin, red). Harapan kita semula, syukuran bisa dihadiri pak bupati beserta istri, dan seluruh pejabat agar lebih bermakna dan berkesan,’’ ungkap Syahrial.
Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) setempat yang diwakili Sri didampingi Eti mengutarakan hal senada. Dimana awalnya mereka berharap kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Mukomuko diiringi para pejabatnya dalam acara syukuran.
‘’Tentu kami merasa sangat kecewa atas hal ini. Kami dari ibu-ibu di sini (PIM, red) sudah mempersiapkan dengan baik menu-menu hidangannya. Namun apa daya, kita hanya orang-orang kecil yang hanya dipandang sebelah mata,’’ keluh Sri. 
Sementara itu, Ketua RT 1 Koto Jaya, Ujang Suharto menyampaikan, sedianya syukuran dilaksanakan pada tanggal 26 Juni lalu. Lantaran bersamaan dengan diadakannya Pekan Daerah (Peda), syukuran diundur hingga kemarin.(cw4)

Data Penerima Plasma Diuji Publik
LUBUK PINANG – PT. SPO Agro Resources mengumumkan data penerima plasma dari 2 desa yakni Desa Lubuk Pinang dan Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang. Total penerima lahan dari program plasma tersebut sebanyak 154 Kepala Keluarga (KK). Pengumuman langsung dipasangkan di Surat Kabar Harian (SKH) Radar Mukomuko (RM) untuk memberikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Tujuannya untuk dilakukan uji publik penerima lahan plasma. Jika terjadi kejanggalan terhadap data penerima, maka laporan diminta untuk disampaikan kepada perusahaan. Hal itu untuk memastikan final jumlah penerima lahan plasma, karena bisa mengalami perubahan baik pertambahan maupun pengurangan.
Humas PT. SPO Agro Resources, Johan Budiarto mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan masyarakat atau kepala kaum untuk meminta keterangan dan hasil penilaian data penerima plasma. Jika terjadi kendala maka perubahan data nama berpeluang dilakukan.
‘’Sekarang ini data penerima lahan plasma sudah kita umumkan di media. Tinggal nantinya apakah ada pengaduan atau tidak. Kalau ada berarti ada kendala yang harus diselesaikan. Tahapan lain seperti pendataan lahan dan pemasangan patok juga kita lakukan supaya semuanya akurat. Untuk melakukan itu semua kita butuh kerjasama dengan warga dan kepala kaum,’’ ungkap Johan.
Direktur BUMD, Bambang Irawan, SE selaku mitra kerja PT. SPO menerangkan bahwa pengumuman data penerima plasma di media demi kelancaran program plasma. Dengan pengumuman itu, ia yakin penerima akan mendapatkan penilaian dari warga lainnya. Kalau memang bermasalah, mestinya akan ditindaklanjuti.
‘’Ya, pihak PT. SPO sudah mengumumkan data penerima plasma di Kecamatan Lubuk Pinang. Total sementara penerima plasma sebanyak 154 dan ada kemungkinan untuk bertambah atau berkurang. Harapan kita, semua pihak ikut mendukung, sehingga program plasma bisa berjalan dan membantu masyarakat,’’ terang Bambang.
Sementara, Kades Ranah Karya, Nasution ketika dikonfirmasi mengatakan jumlah warga yang ikut mendaftar sebagai peserta plasma belum diketahui secara pasti. Karena pada saat pendataan, ia tak dilibatkan lantaran belum menjabat sebagai kades.
‘’Semestinya pihak SPO melibatkan perangkat desa dalam melakukan pendataan supaya perkembangannya bisa diketahui. Memang pada saat rencana sampai ke penetapan data peserta, kita belum menjabat sebagai kades. Setidaknya, perangkat desa kita harus diajak guna mencegah adanya masalah,’’ kata Nasution.
Terpisah, Kades Lubuk Pinang, Abastari tak menampik jika PT. SPO telah melakukan pendataan. Bahkan, dirinya mendukung dan berterimakasih. Sehingga, warga yang benar-benar tidak mampu mendapatkan peluang untuk meningkatkan ekonominya.    
‘’Data yang dihimpun oleh tim PT. SPO memang belum final dan bisa jadi akan berubah. Itu karena informasinya bakal ada pendataan ulang. Kita ucapkan terimakasih, karena program plasma sudah ada perkembangannya,’’ demikian Abastari.(ray/cw2)

Ditikam, Pemuda Bersimbah Darah
SUNGAI RUMBAI – Nurkholik (23), salah seorang pemuda asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sungai Rumbai terpaksa dilarikan ke puskesmas setelah mengalami luka tusuk di bagian punggungnya. Apa pasal? Ia menjadi korban dugaan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) saat terlibat tawuran antar pemuda dari Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh dengan pemuda Desa Sidodadi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.35 WIB dinihari kemarin di Desa Gajah Mati berlangsungnya acara puncak turnamen sepakbola dalam rangka HUT Desa Gajah Mati.   
Dari data terhimpun, kejadian bermula saat korban bersama sejumlah rekannya nonton orgen tunggal dalam rangkap penutupan puncak HUT desa. Diduga, berjoget bersama dan terkena dampak minuman beralkohol, salah seorang pemuda emosi lantaran tersenggol. Cekcok pun terjadi, namun tak berselang lama. Karena masih menaruh dendam, kedua belah pihak yang mendapat dukungan dari rekan-rekannya nekat untuk melakukan penyerangan. Akibatnya, tawuran terjadi di jalan yang mengakibatkan terjadinya penikaman.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Sungai Rumbai, Iptu. Samsudin Sihite mengatakan peristiwa tersebut terjadi di luar lokasi hiburan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi. Penyidik polsek belum dapat mengamankan pelaku lantaran peristiwa itu terjadi pada malam hari dan membutuhkan waktu untuk penyelidikan.
‘’Memang benar, telah terjadi tawuran antar pemuda. Pemicunya belum bisa kita pastikan, karena sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan. 6 orang saksi sudah kita mintai keterangan. Sedangkan pelaku dugaan penikaman belum kita amankan, kita masih kumpulkan keterangan dan buktinya, karena kejadiannya malam dan kita butuh data yang akurat,’’ ungkap kapolsek yang baru saja naik pangkat ini.
Kades Gajah Mati, Bahrun dikonfirmasi terpisah turut membenarkan adanya peristiwa tawuran. Namun ia tidak mengetahui jelas permasalahan yang memicunya. Menurutnya, pemuda yang terlibat tawuran tersebut dari luar desa.
‘’Memang ada yang terlibat tawuran, tetapi bukan warga kita. Kita juga tidak mengetahui apa masalahnya. Saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Dan kita sangat menyayangkan sekali kejadian itu. Harapan kita, masalah itu tak berbuntut panjang,’’ tutup Bahrun.(ray)

Akhirnya, Gaji ke-13 PNS Cair
METRO – Setelah sempat tertunda dengan dalih menunggu Surat Edaran (SE), akhirnya gaji ke-13 PNS di lingkungan Pemkab Mukomuko cair. Pencairan gaji tidak serentak, sebagian sudah menerima kemarin, sisanya pada hari ini. Adapun besaran yang diterima masing-masing PNS penghasilan selama sebulan. Ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2013 telah memberikan Gaji, Pensiun, Tunjangan ke-13 dalam Tahun Anggaran 2013 kepada pegawai negeri, pejabat negara, dan penerima pensiun atau tunjangan.
‘’Ya, untuk gaji ke-13 mulai dicairkan. Ada yang mengambilnya tadi (kemarin, red) dan ada juga yang besok (hari ini, red). Besaran gaji ke-13 ini naik, seiring dengan kenaikan gaji PNS sebanyak 7 persen. Untuk PNS yang indisipliner dan yang tengah menjalani proses hukum tetap menerima haknya. Kami minta dengan dibagikannya gaji ke-13, seluruh PNS dapat meningkatkan kinerja untuk kepentingan memajukan daerah di segala bidang,’’ kata Sekdakab, Syafkani, SP.
Di sisi lain, bagi 9 orang pejabat yang diturunkan pangkatnya lantaran belum memenuhi syarat, besaran gaji ke-13 nya disesuaikan. Mereka terdiri dari, eselon IIIa ke IIIb sebanyak 1 orang, IIIb ke IVa 1 orang, serta dari IVa ke IVb 7 orang.  
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Drs.H Ruslan, M.Pd membenarkan bahwa gaji bagi 9 orang pejabat disesuaikan dengan jabatan barunya. Ia berharap kepada PNS bersangkutan dapat tetap bekerja dengan serius karena pada dasarnya kebijakan itu diambil untuk kepentingan PNS itu sendiri kedepan.   
‘’Kalau pangkatnya turun, secara otomatis gaji yang diterima juga turun. Dan PNS tersebut saat ini bekerja di SKPD dan kantor kecamatan. Penurunan pangkat itu untuk memperlancar kinerja dan kenaikan pangkat selanjutnya. Karena, rata-rata masih kurang 8 bulan masa kerja sebagai syarat naik pangkat,’’ pungkas Ruslan.(ray) 

Polisi Amankan 3 Jerigen Tuak 
PENARIK – Operasi Penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Mukomuko menyambut bulan Ramadhan mulai menorehkan hasil. Sebanyak 3 jerigen berisikan minuman tuak diamankan Polsek Penarik di bawah komando Kapolsek, Iptu. Tjik Sadarne MS dari sebuah rumah di Dusun Malang, Desa Lubuk Mukti, Kecamatan Penarik sekitar pukul 14.31 WIB kemarin. Pemilik tuak, masing-masing berinisial Ek, TG dan ST sempat dimintai keterangan oleh polisi bersamaan dengan dibawanya jerigen ke mapolsek.
‘’Kita telah melakukan operasi pekat dan untuk sementara kita berhasil  menyita minuman tuak dari kawasan Dusun Malang, Desa Lubuk Mukti. Kepada pemilik minuman sudah kita mintai keterangan dan diberikan peringatan,’’ terang Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Penarik.
Tjik Sadarne menambahkan, saat disambangi polisi, pemilik rumah tidak ada melakukan perlawanan.
‘’Saat operasi, pemilik tidak ada memberikan perlawanan apapun. Mereka telah diperingatkan untuk tidak memperdagangkan minuman tersebut, apalagi memproduksinya,’’ ungkap Tjik.
Di lain pihak, jajaran kepolisian Polsek Lubuk Pinang melakukan aksi simpatik masih terkait operasi pekat. Teknisnya, polisi turun ke warung yang ditengarai menjual miras, tempat hiburan malam serta panti pijat yang berada di wilayah hukum polsek lalu memberikan peringatan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat meresahkan masyarakat, khususnya mengganggu jalannya ibadah puasa. 
‘’Pada operasi kali ini kita hanya memberikan peringatan agar mereka tidak beraktivitas yang dapat meresahkan atau mengganggu kekhusyukan ibadah selama bulan ramadhan,’’ pungkas Kapolsek Lubuk Pinang, Iptu. Ade Chandra, SP.(cw1/cw2)