Wednesday, 3 July 2013

Mukomuko Juli




Edi Berniat Maju, Huda Pilih Setia
METRO – Ratusan kalender tahun 2013 yang memuat foto putra daerah Kabupaten Mukomuko yang kini menjabat Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi Bengkulu, Ir. Edi Nevian sejak beberapa waktu lalu beredar di rumah-rumah warga. Belakangan penyebaran kalender dikait-kaitkan dengan isu akan mencalonnya pria yang identik dengan kumis tebalnya ini pada Pilkada mendatang.
Dihubungi via Hp kemarin, Edi yang tengah berada di Bengkulu, tidak membantah isu tersebut. Panjang lebar ia menerangkan, jika memang memungkinkan dan masyarakat menghendaki maka dengan tegas dia siap untuk maju. Terkait dengan kalender yang beredar, Edi menolak disebut sebagai langkah kampanye.
‘’Niat tentu ada, sebab sudah selayaknya saya asal Mukomuko untuk berpikir memajukan daerah. Mengenai kalender yang beredar itu hanya sebatas sosialisasi pertanian kepada warga dan bagian dari tugasnya selaku kepala dinas di provinsi,’’ kata Edi.
Lantas apakah parpol yang akan ia gunakan? Edi mengaku sampai sekarang belum ada tergabung dalam parpol. Selain lantaran ia sebagai PNS. Namun demikian ia mengaku dekat dengan semua pengurus parpol mulai dari tingkat  kabupaten, provinsi bahkan hingga ke pusat.
‘’Kita orang pemerintahan tidak boleh berparpol, yang jelas saya dekat dengan banyak parpol. Pada saatnya kalau memang kita diizinkan maju, akan ada parpol yang digunakan,’’ ujar Edi.
Berbeda halnya dengan Choirul Huda, SH. Pria yang dikenal bersahaja dan low profile ini lebih memilih fokus dengan jabatan yang disandangnya saat sekarang, yaitu sebagai Wabup, yang merupakan pendamping Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Huda menerangkan dirinya sama sekali belum ada berpikir tentang masa depan karir politiknya.
‘’Saya belum ada berpikir sejauh itu. Saya sampai hari ini masih tetap setia mendapingi pak Ichwan dalam menjalankan roda pemerintahan sampai akhir periode kami. Kalau saya sering turun ke masyarakat, itu tidak ada maksud dan tujuan apa-apa. Sudah merupakan kewajiban selaku wakil bupati dalam rangka sosialisasi program pemerintah, sekaligus menjaring aspirasi agar bisa ditindaklanjuti berkoordinasi dengan pak Ichwan dan pejabat terkait,’’ terang Huda.
Disinggung kedekatannya dengan sejumlah parpol, Huda lagi-lagi menampik hal itu mengarah pada rencana pencalonannya.
‘’Kalau parpol semua kita dekat, tetapi ini bukan berarti bergabung. Pada pemilu nanti kita tidak akan memihak kepada salah satu parpol atau calon. Silakan berjuang dan bersaing dengan sehat dan sama-sama menjaga pemilu supaya aman dan sukses hingga dapat melahirkan anggota-anggota dewan yang berkualitas dan berpihak kepada rakyat,’’ demikian Huda.(jar)



Tahun Depan, Pengembangan Bandara DimulaiJalan Lama Ditutup, Dibangun Jalan Baru
METRO – Setelah sempat tertunda cukup lama, akhirnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan akan memperluas areal Bandara Kabupaten Mukomuko mulai tahun depan. Mengacu pada sertifikat yang dimiliki pihak bandara bernomor 5443 Tahun 1996, total luas lahan bandara mencapai 120,8 hektare (Ha).
Perluasan areal bandara berdampak pada kelangsungan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Kota Mukomuko dengan XIV Koto. Disini pemerintah berencana mengalihkan jalan yang semula membelah lahan bandara. Jalan baru sebagai pengganti jalan lama yang akan ditutup dibangun dengan panjang 3 Km dan lebar kurang lebih 20 Meter.
Teknis pembangunan jalan sendiri ditangani oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJ2N) Provinsi Bengkulu. Dari Pemkab Mukomuko diminta menyiapkan lahan hibah yang nantinya diganti rugi untuk pembukaan badan jalan.
Plt Kepala Dinas PU Kabupaten Mukomuko, Syahrizal, SH melalui Kabid Bina Marga, Apriansyah, ST, MT membenarkan jika tahun depan tahapan pengembangan bandara mulai dilakukan.   
‘’Memang benar, rencana pengembangan Bandara Mukomuko segera dilakukan. Jalan yang membelah lahan bandara harus dipindahkan. Kalau memang dari pusat sudah mengalokasikan dana, maka Pemkab Mukomuko harus menyiapkan lahan untuk pembukaan jalan baru. Kalau pembangunannya langsung dilakukan oleh pusat yang berkoordinasi dengan BBPJ2N Provinsi Bengkulu mulai dari awal sampai selesai. Sedangkan kita hanya ikut memfasilitasi saja,’’ ungkap Apriansyah.
Ditambahkannya, saat ini badan jalan yang telah ada yakni dengan lebar 7 meter. Sehingga, harus ada penambahan sekitar 13 meter. Terkait sebagian lahan Satlantas yang bakal ikut terkena pembukaan badan jalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolres Mukomuko. Selain itu, berkoordinasi dengan pemkab terkait warga yang mengolah dan mendirikan bangunan di lahan bandara itu.
‘’Sekarang ini sudah ada jalan alternatif yang sebelumnya sudah digunakan. Artinya tinggal melakukan penambahan lebar jalan dan membuka jalan baru lagi. Semua itu harus kita koordinasikan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan. Terlebih untuk warga yang mengolah dan mendirikan bangunan di lahan bandara. Harus ada solusi yang terbaiknya,’’ imbuh Apriansyah.    Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Bustanul Arifin, SE turut membenarkan rencana kementerian melakukan pengembangan bandara. Sesuai dengan data, dari 120,8 Ha lahan bandara, sekitar 10 ha diolah oleh warga menjadi lahan pertanian dan perkebunan sejak 2008 lalu. Selain itu, sekitar 9 bangunan semi permanen juga berada atas lahan tersebut. Dengan itu, ia akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama Pemkab Mukomuko.
‘’Kalau memang pihak kementerian perhubungan melalui dirjen perhubungan udara jadi melakukan pengembangan bandara, bukan hanya jalan akan dipindahkan. Ada bangunan yang harus dibongkar dan pengolahan lahan juga harus dihentikan. Akan tetapi itu tidak mudah, karena harus ada solusi yang terbaik. Karena itu kita harus melakukan pembahasan dengan Pemkab Mukomuko dan pihak-pihak terkait,’’ demikian Bustanul diamini Kabid Udara, Syahbani.(ray)

Penerima BLSM Diverifikasi
/Pemkab Diminta Bijak
METRO – Terkait pernyataan tegas pihak PT. Pos Indonesia Kabupaten Mukomuko bahwa dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) akan tetap disalurkan secara door to door kepada penerima, Pemkab Mukomuko angkat bicara. Meski belum ada persetujuan resmi dari Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM, Bagian Kesra Setdakab berencana melakukan verifikasi terhadap identitas penerima BLSM. Tujuannya agar dana tepat sasaran, selain itu tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. 
‘’Sebenarnya kalau bupati bukan menolak, tetapi beliau tidak ingin bantuan yang disalurkan menimbulkan gejolak dan adanya indikasi tidak tepat sasaran. Selain itu, beliau lebih menginginkan agar masyarakat mandiri. Kalau soal kepastian menerima atau tidak, semua itu masih menunggu kebijakan atau keputusan bupati. Dari kami akan melakukan verifikasi data terhadap penerima BLSM, sehingga saat keputusan itu keluar kita sudah siap menyerahkan data yang benar-benar valid ke kantor pos,’’ ungkap Ansari kemarin.
Terpisah, Kepala Kantor Pos Kabupaten Mukomuko, Wilayah Kota Mukomuko, Wawan kembali mengungkapkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan Pemkab Mukomuko terkait BLSM.
‘’Kita masih menunggu tang terbaik. Kalau memang nantinya ada persetujuan, kita mengikuti prosedurnya dari pemda. Tetapi kalau tidak, ya sesuai dengan rencana awal, kita akan menyalurkan bantuan secara langsung,’’ terang Wawan.
Di lain sisi, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, H Hamdani Makir, SH, M.Hum menerangkan, BLSM merupakan bantuan dari pusat yang disalurkan untuk warga miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Hamdani mengharapkan pemkab bersikap bijak, tidak mengambil keputusan secara sepihak.
‘’BLSM itukan program pemerintah pusat dan harus disalurkan. Jadi, Pemkab Mukomuko harus bijaksana, jangan sampai membiarkan masyarakatnya menderita, sementara ada bantuan tidak dimanfaatkan. Kalau memang ditolak, adakah upaya lain dari pemerintah untuk masyarakat,’’ jelas Hamdani.
1.976 Kartu BLSM Numpuk
SEMENTARA itu, di kantor pos Kecamatan Penarik, sebanyak 1.976 lembar kartu penerima BLSM menumpuk. Menunggu kejelasan untuk dibagikan kepada penerima. Wilayah pembagian kartu sendiri selain di Kecamatan Penarik juga di Teras Terunjam dan Selagan Raya.
Kepala Kantor Pos Penarik, Misno AP mengakui pihaknya belum berani mendistribusikan kartu BLSM lantaran untuk Kabupaten Mukomuko pemerintahnya tidak serta merta menerima.
‘’Kita hanya sebatas pendistribusiannya saja. Hingga saat ini seluruh  kartu BLSM untuk 3 kecamatan, Penarik, Teras Terunjam dan Selagan Raya sejak dikirim dari kantor Pos Bengkulu hingga saat ini belum dibuka.  Kita sendiri tidak mengetahui seperti apa barang dan bentuk kartu nya. Kita berpijak dari kasus di beberapa daerah dimana terjadi kericuhan. Apalagi di Mukomuko, bupatinya menolak untuk jatah BLSM ini, kita takut terjadi hal yang tidak diinginkan,’’ ungkap Misno kepada Radar Mukomuko (RM).(ray/cw1)

Warga Siap Pasang Badan
//Pertanyakan Legalitas Lahan Bandara
METRO – Mencuatnya rencana pengembangan lahan Bandara Kabupaten Mukomuko pada tahun depan oleh pemerintah pusat menimbulkan reaksi dari warga yang bermukim di sekitar areal bandara serta yang memiliki lahan. Data sementara dihimpun, terdapat 5 bangunan yang berdiri di atas lahan dengan luasan berbeda. 9 bangunan lagi, berupa warung dan rumah semi permanen statusnya menumpang. Keseluruhan warga, khususnya yang mengklaim mengantongi sertifikat sah menolak rencana tersebut, dan siap pasang badan.
Salah seorang pemuda setempat, Gustiadi Badi, SH mempertanyakan legalitas lahan bandara seluas 102,8 hektare (Ha). Warga sendiri telah menduduki dan mengolah lahan sejak tahun 1987. Sedangkan sertifikat yang dimiliki bandara terhitung tahun 1997.
‘’Jujur saja, kami dan sejumlah warga lain sudah mengantongi sertifikat. Dan kami memang sudah lebih dulu mengolah lahan ini. Sedangkan hibah lahan pada tahun 1990-an lebih dan sertifikatnya keluar pada tahun 1996. Sebelum bandara beroperasi, pemkab meminta warga yang memiliki lahan Puskesmas Kota Mukomuko untuk tukar guling dengan lahan bandara karena akan dibangun puskesmas. Malah saat ini menjadi polemik. Artinya, status lahan bandara tidak jelas,’’ ungkap Gustiadi.
Hal lain yang menjadi sorotan warga, masih disambung Gustiadi, alasan pihak bandara ngotot memperluas lahan. Padahal sejauh ini intensitas penerbangan masih rendah, hanya ada penerbangan dengan 1 pesawat, yakni Cessna Grand Caravan milik Susi Airlines.
‘’Ya kalau pesawatnya masih perintis untuk apa dilakukan pengembangan. Itu hanya buang-buang dana saja. Memang pada intinya, kita mendukung untuk kemajuan Kabupaten Mukomuko, tetapi harus ada kejelasan. Jangan sampai setelah dibangun malah timbul gejolak, karena kami yakin akan banyak yang melakukan penolakan. Selain itu, untuk pengolah lahan juga pastinya akan meminta kejelasan sebelum dilakukan penertiban,’’ imbuh Gusti.
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, ST, MT kembali menerangkan bahwa untuk rencana perluasan serta pembangunan jalan baru pihaknya hanya memfasilitasi.
‘’Pengembangan bandara dan rencana pemindahan jalan itu langsung dari pusat. Kita di daerah hanya memfasilitasi saja. Untuk pembangunan sendiri langsung dari balai pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan provinsi Bengkulu. Kita tunggu saja perkembangannya,’’ demikian Apriansyah.(ray) 


Ditikam, Pemuda Bersimbah Darah
SUNGAI RUMBAI – Nurkholik (23), salah seorang pemuda asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sungai Rumbai terpaksa dilarikan ke puskesmas setelah mengalami luka tusuk di bagian punggungnya. Apa pasal? Ia menjadi korban dugaan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) saat terlibat tawuran antar pemuda dari Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh dengan pemuda Desa Sidodadi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.35 WIB dinihari kemarin di Desa Gajah Mati berlangsungnya acara puncak turnamen sepakbola dalam rangka HUT Desa Gajah Mati.   
Dari data terhimpun, kejadian bermula saat korban bersama sejumlah rekannya nonton orgen tunggal dalam rangkap penutupan puncak HUT desa. Diduga, berjoget bersama dan terkena dampak minuman beralkohol, salah seorang pemuda emosi lantaran tersenggol. Cekcok pun terjadi, namun tak berselang lama. Karena masih menaruh dendam, kedua belah pihak yang mendapat dukungan dari rekan-rekannya nekat untuk melakukan penyerangan. Akibatnya, tawuran terjadi di jalan yang mengakibatkan terjadinya penikaman.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Sungai Rumbai, Iptu. Samsudin Sihite mengatakan peristiwa tersebut terjadi di luar lokasi hiburan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi. Penyidik polsek belum dapat mengamankan pelaku lantaran peristiwa itu terjadi pada malam hari dan membutuhkan waktu untuk penyelidikan.
‘’Memang benar, telah terjadi tawuran antar pemuda. Pemicunya belum bisa kita pastikan, karena sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan. 6 orang saksi sudah kita mintai keterangan. Sedangkan pelaku dugaan penikaman belum kita amankan, kita masih kumpulkan keterangan dan buktinya, karena kejadiannya malam dan kita butuh data yang akurat,’’ ungkap kapolsek yang baru saja naik pangkat ini.
Kades Gajah Mati, Bahrun dikonfirmasi terpisah turut membenarkan adanya peristiwa tawuran. Namun ia tidak mengetahui jelas permasalahan yang memicunya. Menurutnya, pemuda yang terlibat tawuran tersebut dari luar desa.
‘’Memang ada yang terlibat tawuran, tetapi bukan warga kita. Kita juga tidak mengetahui apa masalahnya. Saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Dan kita sangat menyayangkan sekali kejadian itu. Harapan kita, masalah itu tak berbuntut panjang,’’ tutup Bahrun.(ray)