Thursday, 14 March 2013

Ujian Berat Parpol Jelang Pemilu



AMRIS TANJUNG - Radar Mukomuko
MENGUTIP bahasa dari salah seorang anggota DPR PKS Daerah Pemilihan Bengkulu, dalam pidatanyo dihadapan kader PKS di Mukomuko. ‘’Jelang pemilu dilangsungkan hampir seluruh parpol akan diuji dengan berbagai permasalahan dan gejolak intern ataupun dari luar. Hanya kepengurusan parpol yang solitlah akan selamat’’. Agaknya pendapat ini mulai berlaku di Kabupaten Mukomuko. Sebagian parpol peserta pemilu, menyimpan gejolak dan prahara, bahkan yang sudah mencuat dan masih mengendap. 
Dari pantauan RM, sebagian besar gejolak yang terjadi terkait dengan perebutan kekuasaan didalam parpol itu sendiri. Misalnya yang pernah terekspos oleh RM, gejolak antara kubu Deksi, dengan Bas Hendri di Partai Gerindra, terkait posisi Sekjen DPC Parpol yang hingga kini belum ada titik terangnya. Mundurnya Sekjen DPC PKPI Mukomuko, Agus Setiabadi, yang merepotkan KPU saat verifikasi. Isu perpecahan Partai Demokrat yang dipimpin Ir. Muharamin dan juga renggangnya hubungan Wakil Ketua DPRD, H Yusmardi, SH dengan kepengurusan DPD PAN.
Sebetulnya ini hanya segelintir dan sempat mencuat ke permukaan. Sebagian besar dari masalah ini belum ada titik terangnya. Yang terakhir dan saat ini sedang menghangat adalah ancaman membubarkan diri dari kubu Maihardi, CS setelah keluarnya SK pembaharuan kepengurusan DPD Parpol ini, dimana Maihardi lengser dari ketua parpol digantikan Busril. Pada dasarnya beberapa parpol lain juga menyimpan potensi konflik yang cukup mengkhawatirkan dan hanya menunggu waktunya untuk meledak.
Prediksi penulis, apa yang terjadi saat ini belum puncaknya. Sebab berdasarkan pelajaran pemilu sebelumnya, konflik akan memuncak kala penetapan Daftar Calon Tetap (DPT) dan penetapan nomor urut masing-masing caleg. Sebut saja pada pemilu 2009 Hanura Mukomuko yang awalnya solit hancur berkeping-keping. Meski Perhitungan angka jumlah minimal persentase suara pemilu (election threshold) berlaku. Nomor atas tetap sebagai kekuatan bagi seorang caleg dan ini jadi rebutan.
Pada saat ini sebagaimana ungkapan dari politisi PKS di awal tadi, hanya ada beberapa parpol yang akan berjalan dengan utuh dan stabil hingga pemilu dilaksanakan. Diantaranya kemungkinan Golkar yang serat dengan pengalaman dan juga PKS dikenal punya struktur dan kader cukup kuat membentengi parpol dari perpecahan.
Parpol-parpol yang tidak dapat melewati ujian ini akan habis, harapan mereka untuk mendapat kursi di DPRD Mukomuko pupus. Para politisi dan pengurus parpol yang punya semangat menggebu-gebu sebelumnya bersiap untuk menammbah deretan lawan baru. Hukum ‘’Tidak ada kawan dan lawan abadi’’ berlaku di dunia politik. Kemesraan yang terbina selama ini akan berakhir bagi mereka yang terlibat konflik. Sebaliknya, parpol yang mampu menyelesaikan konlik dengan baik atau tidak mengalami fase perpecahan hingga pemilu dilangsungkan akan selamat. Mereka bersiap merayakan kemenangan besar di 2014.
Prihal yang harus dipahami oleh para pengurus parpol yang memegang kendali dalam perahu mereka. Ciptakan suasana keterbukaan dalam parpol baik dikepengurusan ataupun di percalegkan. Gunakan sistim election threshold untuk memberi suport bagi caleg. Jika memang ingin mengatur deretan caleg dengan baik, letakkan orang-orang yang layak dan telah berbuat banyak untuk parpol di deretan atas. Hindari perdebatan antar caleg.(**)