Friday, 19 October 2012

Wabup Tolak Pajero Sport
METRO MM – Keputusan terbilang kontroversi diambil Wabup Mukomuko (MM), Choirul Huda, SH. Mantan Danramil 0423-01 MM ini menolak pemberian fasilitas Mobil dinas (Mobnas) baru bermerk Mitsubishi Pajero Sport 2500 CC. Mobil seharga kurang lebih Rp 400 jutaan itu diketahui telah tiba sejak hari Minggu (30/9). Lantaran Wabup enggan menggunakannya, pihak sekretariat pun sementara ini memutuskan memarkirkan mobil di parkiran hingga ada kejelasan.
Ditanya alasannya, dengan bijak Wabup menjelaskan bahwa dirinya tidak pantas menggunakan fasilitas mewah sedangkan kebutuhan daerah masih banyak yang belum terakomodir. Mobnas yang dipercayakan kepadanya saat ini, yakni bermerk Toyota Fortuner dianggap masih layak pakai.
‘’Saya malu kalau harus menggunakan mobil baru. Sementara rekan-rekan guru honor mengeluh gaji mereka yang belum dibayar, lalu kebutuhan lain daerah juga masih banyak yang belum terakomodir. Mobnas yang sekarang ini masih layak untuk saya pakai,’’ ungkap Wabup.
Di sisi lain, pengadaan mobnas baru senilai ratusan juta rupiah sebanyak 2 unit menuai pertanyaan dari anggota DPRD Kabupaten MM. Pasalnya dana untuk pengadaan belum ada dianggarkan. Untuk meminta kepastian, diungkapkan salah seorang anggota Komisi I DPRD, Adrizon, pihaknya akan memanggil TAPD dalam beberapa hari ini.    
‘’Kami akan panggil TAPD untuk mempertanyakannya. Sebab dalam anggaran yang kita bahas dulu tidak ada untuk pembelian mobil itu,’’ kata Adrizon.
Secara terpisah, Kabag Umum dan Perlengkapan Setdakab, Jaskani, S.Pd menegaskan bahwa pengadaan 2 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport telah dianggarkan dananya sejak awal. Memang dalam anggaran tidak disebutkan merk mobnas yang akan dibeli. Terkait penolakan dari Wabup, Jaskani enggan mengomentarinya lebih jauh.
‘’Yang jelas, sekarang mobil ini kita kembalikan dulu ke secretariat hingga ada kejelasan,’’ ungkap Jaskani.

//Kaca Mobnas Fortuner Pecah
ENTAH apakah ada hubungannya dengan penolakan pemberian mobnas baru atau tidak, bersamaan itu, kondisi mobnas milik Wabup yang lama, yakni merk Toyota Fortuner mengalami kerusakan pada bagian kaca. Ini baru diketahui saat sopir mobnas tersebut, Sutikno hendak menjemput dari parkiran kantor Setdakab usai dikandangkan selama 3 hari. Jika dilihat dengan seksama, retaknya kaca depan mobnas diduga akibat benturan benda keras.
‘’Saya tidak tahu pasti kenapa bisa seperti ini. Sebelum dikandangkan tidak ada masalah. Pas hari senin, saat saya jemput kaca depannya sudah pecah. Kalau dilihat dari bekasnya seperti terkena benda keras,’’ terang Sutikno.(jar)

Wabup ‘’Kebanjiran’’ Pujian
METRO MM – Sikap tegas dan bijaksana yang diperlihatkan Wabup Mukomuko (MM), Choirul Huda, SH terkait penolakan pemberian fasilitas berupa mobil dinas (Mobnas) mewah bermerk Mitsubishi Pajero Sport sontak menuai dukungan, bahkan pujian dari banyak kalangan. Mereka menilai alasan yang dikemukakan Wabup tergolong objektif. Dimana seorang pejabat pemerintah tidak pantas ‘’bermewah-mewahan’’ dengan menggunakan uang daerah sementara kebutuhan pembangunan masih banyak dan tingkat kesejahteraan masyarakat belum merata. Meski ada juga sebagian pihak yang beranggapan keputusan tersebut berbau politis.
‘’Saya secara pribadi sangat bangga. Sikap seperti itulah yang dinantikan masyarakat selama ini. Bila perlu seluruh pejabat bisa seperti itu. Bukan cari sensasi, tetapi dengan kenyataannya dimana masih banyak kebutuhan masyarakat yang mesti diakomodir. Jangan para pejabat itu hanya bisa menggunakan fasilitas mewah saja, sedangkan kesejahteraan masyarakat tidak dipikirkan,’’ ungkap pentolan LBH Mukomuko Centre, Gustiadi Badi, SH.
Muslim Chaniago, mewakili unsur pemuda turut bangga dengan kerendahan hati seorang pejabat tinggi daerah seperti Wabup. Menurut Muslim, jika seluruh pejabat memiliki kepribadian yang sama, tanpa ada embel-embel di belakangnya, masyarakat Kabupaten MM akan hidup sejahtera.
‘’Kalau kebutuhan masyarakat semuanya sudah terpenuhi, dan tingkat kesejahteraan meningkat tidak apa-apa pejabatnya pakai fasilitas mewah. Kami juga ikut bangga dan salut atas sikap bijak yang ditunjukkan wabup. Semoga ini menjadi acuan bagi pejabat lain untuk mementingkan kebutuhan masyarakatnya dalam segi pembangunan maupun pengadaan fasilitas umum lainnya,’’ terang Muslim diamini Indra, pemuda Kecamatan Teramang Jaya.
Terpisah, salah seorang Tenaga Kerja Sukarela (TKS), Lina mengisahkan bahwa dirinya sudah 5 tahun menjadi honorer di salah satu sekolah. Selama ia mengabdi, penghasilan yang diterimanya tidak sebanding. Jangankan untuk menopang ekonomi keluarga, untuk keperluan operasional sehari-hari saja pas-pasan.
‘’Kami sangat mendukung keputusan pak Wabup yang sangat bijaksana itu.  Memang untuk nasib honorer perlu sekali diperhatikan. Saya saja sudah 5 tahun dan belum juga ada kejelasan. Penghasilan selama ini hanya cukup untuk beli bensin saja. Anehnya, ada yang tidak honor malah diangkat menjadi PNS. Berarti ada indikasi pilih kasih,’’ pungkas Lina.(ray)