Friday, 16 October 2015

Pejabat Boleh, ‘’Hamba Allah’’ Dilarang Nyumbang ke Cabup


METRO – Hari ini terakhir, bakal calon bupati dan wakil bupati Mukomuko menyampaikan pelaporan sumbangan dana kampanye dari pihak ke tiga ke KPU Mukomuko. Jika hingga Pukul 16.00 WIB belum juga disampaikan, maka calon dianggap melanggar dan terancam disanksi. Hasil pantauan Radar Mukomuko hingga kemarin baru 1 kandidat yang menyerahkan laporan, yaitu nomor urut 3, dengan total sumbangan pihak ke tiga Nihil.
Berdasarkan PKPU, penyumbang dana kampanye boleh perorangan, kelompok dan badan usaha swasta yang memiliki badan hukum. Seorang pejabat atau PNS juga boleh menyumbang kepada kandidat dengan syarat atas nama pribadi, bukan atas nama dinas atau lembaga pemerintah lainnya. Sumbangan yang tidak sah, apa bila data penyumbang tidak jelas, seperti penyumbang atas nama ‘’hamba Allah’’ atau tanpa identitas lengkap. Kemudian badan usaha milik pemerintah, seperti BUMN/BUMD dan perusahaan bermodal asing juga dilarang menyumbang kepada calon.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, AH. Siregar, S.Ag,M.Pd menyampaikan sumbangan dari pihak ke tiga dibatas, untuk atas nama perseorangan bisa menyumbang paling banyak Rp 50 juta, sedangkan lembaga/perusahaan yang berbadan hukum paling banyak Rp 500 juta. Pembatasan dana kampanye ini mengacu pada PKPU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Dana Kampanye calon Gubernur/Wakil Gubernur, Wali Kota/Wakil Wali Kota, dan Bupati/Wakil Bupati. Sumbangan dari pihak yang tidak mencantumkan data lengkap dianggap tidak sah. Seorang pejabat boleh menyumbang, syaratnya tidak mengatasnamakan kantor atau pegawai pemerintah.
‘’Dalam PKPU nomor 8 tahun 2015, pasal 6, 7 dan 8 dijelaskan, berapa boleh menyumbang perorangan dan kelompok dan siapa yang dilarang. Yang pasti BUMN atau BUMD dan Perusahaan bermodal asing tidak boleh,’’ kata Regar.
Terus bagaiman jika calon sampai hari ini tidak melapor? Regar mengatakan pasangan calon wajib melaporkan dana kampanye sumbangan dari pihak ke tiga paling lambat 16 Oktober 2015. Sebelumnya masing-masing pasangan juga sudah melaporkan dana awal kapanyenya. Kalau sudah dijelaskan wajib, maka mau tidak mau harus diserahkan. Laporan dana kampanye dari pasangan calon ada tiga tahap, yaitu dana awal kampanye, penerimaan dana sumbagan dari pihak ke tiga, dan terakhir nanti laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye.
‘’Kita tidak mau berandai-andai, seluruh dana kampanye yang digunakan oleh pasagan calon wajib dilaporkan kepada pihak penyelenggara, juga sumbangan kampenya, karena ini sesuai dengan ketentuan yang ada. Kami sudah serahkan format laporan dan pemberitahuan kepada masing-masing,’’ tegas Regar diamini Ramadhan Gusti.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto,S.Sos mengakui sudah menerima surat pemberitahuan dari KPU, menyangkut kewajiban calon menyerahkan laporan sumbangan dana kampanyenya. Hari ini adalah hari terakhir, mereka akan mengawasinya sampai tutup jam kerja di KPU. Jika ada yang tidak melapor maka akan dijadikan temuan. Panwaslu juga akan mengecek laporan dana kampanye kepada calon, sebab berdasarkan aturan, penyumbang harus jelas data pribadinya atau lembaganya.
‘’Dalam PKU diterangkan, sumbangan dibatasi dan penyumbang harus dijelas, dilarang penyumbang atas nama hamba Allah atau tanpa data lengkap. Sesuai dengan pemberitahuan dari KPU, kami akan awasi,’’ tutupnya.(jar)\

Tarmizi Langsung Ambil Kendali Pemerintahan
//Resmi Jabat Caretaker Bupati Mukomuko
METRO – Kemarin Tarmizi,B.Sc,S.Sos resmi menjabat caretaker Bupati Mukomuko, setelah dilantik oleh Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah,S.Ag,M.Pd. Pelantikan berlangsung di Gedung Serbaguna Pemprov Bengkulu. Turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin dan Plt. Sekdaprov, Drs. H. Sumardi, MM, termasuk beberapa pejabat Mukomuko, seperti Sekda Syafkani,SP, ketua DPRD Armansyah,ST dan lainnya. Dijadwalkan hari ini, mantan staf ahli pemprov tersebut langsung hadir di Mukomuko ambil alih pemerintahan yang belakangan ini hanya dipimpin Plh Bupati, Syafkani,SP. Lantaran besok dan hari Minggu libur, kemungkinan ia masuk kantor pada Senin nanti.
Berdasarkan informasi terhimpun, Tarmizi berangkat dari Kota Bengkulu sekitar pukul 06.01 WIB pagi ini dengan menggunakan kendaraan roda empat. Jika tidak ada rintangan dalam perjalanan, diperkirakan sekitar pukul 12.01 WIB telah sampai di Kota Mukomuko. Ia bersama rombongan langsung singgah di Masjid Jamik Kelurahan Pasar Mukomuko untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Seusai sholat Jum’at, ia menuju rumah dinas (Rumdin) bupati dalam acara ramah tamah bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Mukomuko. Setelah selesai, ia istirahat sejenak di Hotel Bumi Batuah Bandar Ratu dan malamnya langsung melanjutkan perjalanan menuju Pekan Baru.
‘’Jika tidak ada perubahan agenda, besok (Hari ini, red) penjabat bupati sudah tiba di Mukomuko. Kehadirannya akan disambut dengan tari pasambahan. Kemudian ramah tamah bersama jajaran Pemda dan tokoh adat di rumah dinas bupati,’’ kata Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Mukomuko, Drs, Novizar Eka Putra, M.Si kepada Radar Mukomuko (RM) ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Novizar menjelaskan, penjabat bupati mulai masuk kerja pada Senin (19/10). Hal ini hasil koordinasi jajaran Pemda dengan penjabat bupati. Sesuai agenda, pada hari pertama masuk kerja, akan menghadiri sidang paripurna anggota dewan.
‘’Kalau pelaksanaan sidang paripurna pada hari Senin nanti, mungkin beliau langsung hadir. Sesuai rencananya, pada hari itu akan dilaksanakan paripurna LKPj Bupati dan pengesahan APBDP,’’ papar Novizar.
Bertindak sebagai pelantik, Gubernur Junaidi mengatakan, dirinya berharap agar roda pemerintahan yang akan dijalani oleh penjabat caretaker terpilih, berjalan dengan baik dengan sebagaimana mestinya.
‘’Kepada seluruh penjabat bupati yang sudah terpilih, saya berharap agar bisa bekerja dengan baik. Terkhususnya dalam mensukseskan proses pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada Desember mendatang,’’ kata Gubernur.
Sementara itu, Tarmizi saat dikonfirmasi Radar Mukomuko mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur dengan sudah dilaksanakannya proses pelantikan ini. Apalagi mengingat sempat beberapa kali ditundanya jadwal pelantikan, dengan sudah dilaksanakannya pelantikan ini, ia akan fokus pada roda pemerintahan.
‘’Yang jelas dengan telah dilaksanakannya pelantikan ini, kita punya Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan dalam waktu singkat. Kalau tadinya dilantik di awal kan enak waktunya panjang,’’ ungkap Tarmizi.
Sedangkan untuk penyusunan APBDP yang sempat terhambat. Tarmizi menegaskan insyaallah terkejar. Ini ditegaskannya, karena sudah diketahui bahwa untuk yang namanya fisik seperti bangunan memang tidak ada, yang ada hanya pengadaan alat.
‘’Yang ada hanya untuk bangunan jalan seperti jalan usaha tani, itu justru bisa terkejar walaupun dengan keadaan mepet. Ini kan hanya tinggal 2 bulan, namun tetap kita akan menjalankan dengan optimal,’’ tegas Tarmizi.
Ketua DPRD, Armansyah, ST mengatakan karena sudah dilantik, maka Tarmizi bertanggungjawab terhadap daerah. Ia berharap APBDP bisa langsung disahkan Senin nanti. Ia yakin walau sedikit molor program daerah masih bisa dikerjakan secara keseluruhan, termasuk untuk fisik.
‘’Setelah pelantikan penjabat bupati, pihaknya segera menggelar rapat internal. Membahas tentang persiapan sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP). Dimana sebelumnya APBDP telah dilakukan pembahasan tinggal lagi pengesahannya,’’paparnya.(nek/dom/kie)