Tuesday, 21 July 2015

Parpol dan Cawabup Masih Ngambang


Pendaftaran 5 Hari Lagi
METRO – Pada 26 hingga 28 Juli nanti, atau sekitar 5 hari lagi, bakal calon bupati dan wakil bupati akan mendaftar secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun anehnya, hingga saat ini kabarnya belum semua partai politik, memfinalkan siapa calon yang akan diusungnya. Termasuk calon wakil bupati, masih berpeluang berubah. Beberapa kandidat, infonya belum memiliki dukungan yang cukup untuk mencalonkan diri, yaitu 20 persen kursi partai di DPRD Mukomuko.
Diantara partai yang masih teka-teki yaitu, PKS antara mendukung Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Andy Suhary,SE,M.Pd ataupun Burhandari,S.Pd,M.Si. Kemudian PKPI antara mendukung Sapuan, Andy Suhary dan Ir. Wismen A Razak,M.Si. Partai Golkar bahkan sama sekali belum ada ketetapan pasti, termasuk PAN dan Partai Demokrat. Yang sudah final menetapkan calon, infonya NasDem dan PPP mengusung Wismen, selanjutnya PKB dan PDI Perjuangan mengajukan Sapuan, kemudian Hanura dan Gerindra menjagokan Choirul Huda,SH. Kondisi ini berpeluang adanya kejutan baru menjelang pendaftaran ke KPU.
Menanggapi isu ini, H.Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan sebetulnya beberapa partai sudah menetapkan, tapi posisinya masih labil, sehingga masih berpeluang berubah. Ini terbukti sampai sejauh ini belum satu calonpun menampilkan spanduk atau baliho yang memuat gambar partai pengusungnya.
‘’Memang faktanya demikian, partai masih sangat labil, peluang berubah arah dukungan masih ada. Para calon sendiri belum berani menampilkan partai pengusungnya di alat peraga,’’ katanya.
Finalnya akan terlihat sekitar 23 hingga 25 Juli nanti, sebab saat itu calon akan mengambil formulir di KPU, parpol wajib sudah ada. Ia memperkirakan calon tetap tidak lebih dari 3 orang, yaitu Sapuan, Huda dan Wismen. Untuk Andy Suhary, Burhandari kemungkinan sulit, kalaupun maju posisinya sebagai wakil.
‘’Kalau kami melihat posisinya demikian, jelang pendaftaran baru dirincikan partai pengusung masing-masing. Kita menyakini sebagaimana prediksi awal, calon tetap 3 pasang,’’ tegasnya.
Ketua DPD PKS, Andy Suhary mengakui sampai sekarang PKS belum final menetapkan bakal calon bupati. Termasuk beberapa partai lainnya, belum mengeluarkan ketetapan resmi mengusung calon mana saja. Saat ini dirinya masih menunggu beberapa partai yang sudah dilamarnya. Jika memang diberi kesempatan, maka ia siap mundur dari dewan untuk mencalon bupati.
‘’Memang kondisinya demikian, belum semua partai menetapkan calon. PKS saja sampai hari ini belum ada SK resmi, meski memang arahnya ke kita. Partai lainpun belum semua, sebab saya menunggu itu,’’ tutupnya.(jar)

  
Isunya, Bupati Mulai Tinggalkan Rumdin
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, hingga lebaran kemarin, rumah dinas (Rumdin) bupati yang terletak di Kelurahan Bandaratu terlihat sepi, seolah ditinggalkan penghuninya. Bahkan sama sekali tidak ada aktivintas, mobil dinas dan kendaraan pribadi yang biasa nongkrong di halaman rumah ini pun tidak terlihat. Kabarnya rumah bupati ini mulai dikosongkan, menyambut kehadiran pemimpin baru, yaitu caretaker bupati yang akan masuk pada 15 Agustus mendatang.
Asisten I Setdakab Mukomuko, Drs. Arinal Basri tidak menampik hal tersebut. Namun ia membantah jika Rumdin mulai ditinggalkan untuk persiapan akhir jabatan bupati. Sepinya rumah dinas bupati saat ini disebabkan karena banyaknya kesibukan Bupati diluar daerah. Baik sebagi bupati Mukomuko maupun kesibukan untuk mengurus persyarakat untuk maju sebagai bakal calon gubernur Bengkulu.
‘’Memang beberapa bulan terakhir ini bupati sudah jarang berada ditempat karena ada dinas di luar daerah. Kalau sekarang sepi saya rasa wajar, kemungkinan mereka yang ditugaskan untuk merawat rumdin sedang mudik labaran,’’ sampainya.
Meskipun Bupati tidak berada di tempat namun semua staff maupun pengurus rumah dinas selalu ada di tempat. Karena tidak tertutup kemungkinan, akan ada tamu yang hendak berkunjung. Kemudian terkait adanya informasi pemindahan barang dari rumah dinas tersebut ia mengakui tidak mengetahuinya.
‘’Rumah tersebut tidak pernah kosong, kalaupun tidak ada bupati di rumah. Tetap ada orang yang ditugaskan untuk merawat rumah dinas tersebut. selain itu juga selalu ada penjaga. Namun kalau ada aktivitas pemindahan barang saya kurang tahu itu,’’ demikian Arinal.(cw1)