Friday, 5 June 2015

4 Parpol Ngebet Minta Wakil

METRO – Kabarnya 4 partai politik ngebet ingin mengutus kadernya sebagai kontestan Pilkada. Namun tidak meski sebagai calon nomor satu, untuk wakil saja sudah cukup. Adapun partai yang dikabarkan siap barter dukungan dengan calon bupati dengan kadernya selaku wakil adalah, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Gerindra menawarkan kadernya Haidir,S.IP untuk mendampingi siapa saja calon yang akan diusungnya. Sementara PAN juga mengusung beberapa kader terbaiknya untuk wakil calon nomor 1, yaitu H.Badrun Hasani,M.H, Ery Zulhayat,SE,MH, Ir. Inzani Muhammad dan H Yusmardi,SH. PDI Perjuangan menyerahkan Mujiono,S.IP atau Dedy Kurniawan,S.Sos untuk pendamping. PKB tidak mau ketinggalan, calon bupati yang diusungnya harus diwakili Safaat,S.Ag atau Umar Marasyd. Selain 4 partai ini, yang juga diisukan bersikeras menawarkan wakil darinya adalah PKPI. Artinya partai-partai ini sulit berkoalisi untuk mengusung calon bupati yang sama, kecuali bila kandidat bupati dari kader salah satu partai itu sendiri.
Ketua DPC PKB, Adrizon mengakui partainya menawarkan wakil kepada calon bupati yang akan diusung. Adapun wakil yang diajukan adalah 3 orang anggota dewan juga kader lainnya. Pihaknya mempersilahkan calon memilih siapa yang dianggap layak.
‘’Kalau untuk nomor 1 kader kita belum ada yang matang, maka kita tawarkan nomor 2 saja. Insyaallah calon bupati kita sudah diputuskan Sapuan, ini ketetapan partai, apakah bisa berubah kita tidak tahu, tergantung lobi calon bupati ke pimpinan di pusat,’’ ungkapnya.
Hadir dari Gerindra juga mengakui jika partainya ingin mengusung ‘’anaknya’’ sendiri pada Pilkada kelak. Memang untuk kali ini hanya diutamakan sebatas wakil, lantaran kader masih belum matang menjadi nomor 1. Ia juga mengatakan untuk wakil dirinya yang bakal mendampingi calon bupati.
‘’Sudah menjadi ketetapan partai, kalau tidak bupatinya maka wakil juga harus dari Gerindra, insyaallah kita siap,’’ tuturnya.
Dari PAN, Badrun Hasani menyampaikan hal serupa, partainya tetap menawarkan wakil kepada calon bupati yang akan maju kelak. Ada beberapa kader yang disiapkan untuk pendamping, termasuk dirinya sendiri. Sampai saat ini partai belum memutuskan calon bupati.
‘’Kalau PAN belum menetapkan calon, namun siapapun bupatinya wakil meski dari PAN, ini sudah ketetapan,’’ tegasnya.
Ketua PKPI Mukomuko, Alfian,SE juga senada untuk calon wakil ia mempercayakan pada Wisnu Hadi,SE dari Dapil III, siapapun nanti calon bupatinya. Ini bukan keputusan dirinya, melainkan sudah ketetapan dari pusat.
‘’PKPI dari awal sudah menetapkan, siapapun calon bupati, wakil dari kita, kader yang kami nilai layak di Mukomuko adalah Wisnu,’’ tutupnya.(jar)

Tiket Pilkada Mahal, Balon Cari Aman

METRO – Lantaran harga tiket pilkada diisukan mahal, kandidat calon Bupati Mukomuko dikabarkan hanya cari aman. Masing-masing cukup mengejar dukungan partai untuk mencukupi syarat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), yaitu minimal 5 kursi parpol di DPRD Mukomuko atau 25 persen suara sah parlemen. Artinya besar kemungkinan tidak akan ada koalisi besar partai untuk mengusung salah satu kandidat. Seorang calon diusung paling banyak diusung 3 partai politik dengan kekuatan maksimal 7 kursi, tidak menutup kemungkinan terjadi bagi rata, masing-masing 5 kursi dewan. Jika itu terjadi, maka ada peluang calon bupati Mukomuko mencapai 4 pasangan calon.
Sebagai bukti mahalnya harga tiket Pilkada, untuk satu partai mengusung saja, bakal calon digosipkan harus mengeluarkan dana hingga ratusan juta. Maka logikanya semakin banyak partai pengusung, maka semakin besar pula biaya harus dikucurkan. Sumbangan calon ini sendiri dinilai wajar, karena kegunaannya sebagai dana operasional pemenangan calon.
Choirul Huda,SH diminta tanggapannya mengaku ingin mendapat dukungan dari banyak parpol, jika itu memungkinkan. Jikapun tidak, maka ia siap maju dengan diusung 5 kursi dewan saja. Untuk saat ini ada beberapa partai sudah mendekati kesepakatan tinggal menunggu pengesahan lewat SK pengusungan.
‘’Kita berusaha berkomunikasi dengan semua partai, hingga sekarang seluruhnya masih terbuka. Kalau memang tidak memungkinkan, maka dukungan 2 partai dengan 5 kursi saja sudah cukup,’’ katanya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat, Sapuan mengakui untuk persyaratan mendaftar ke KPU, sebetulnya sudah mencukupi bahkan lebih. Namun karena semuanya ada keterkaitan, maka Sapuan berusaha juga diusung oleh partai-partai lainnya. Terkait sumbangan ke partai, menurutnya tidak ada istilah sumbangan, calon memang bertanggungjawab membiayai operasional setiap partai pengusung pada Pilkada kelak.
‘’Kita inginnya banyak dukungan dari partai, maka meski sudah ada beberapa parpol yang siap mengusung, Sapuan masih berusaha mengajak partai lainnya. Soal komitmen dengan partai, menurut kita tidak ada yang bermasalah, semuanya sah-sah saja,’’ tuturnya.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Unib, H.Hamdani Makir,SH,M.Hum menanggapi masalah ini, menilai mustahil calon bisa diusung parpol tanpa ada sumbangan. Memang dalam catatannya biaya yang dikeluarkan calon tersebut untuk operasional partai. Semakin banyak partai pengusung calon, maka semakin besar biaya harus dikeluarkan calon.
‘’Kalau pendapat saya mustahil lah partai gratis, kecuali kader yang betul-betul diutus partai tersebut. Makin banyak partai, dananya juga tambah besar,’’ tutupnya.(jar)