Monday, 4 May 2015

SPN dan WAR Siap Perang, 4 Kandidat Masih Galau


METRO – Posisi Sapuan,SE,Ak,MM,CA yang juga akrab dengan sebutan SPN dan Ir. Wismen A Razak,M.Si yang disingkat WAR percaya diri (Pede) menatap pemilihan bupati (Pilbup) yang diselenggarakan desember nanti. Keduanya diisukan sudah memastikan tiket mendaftar ke ruang Komisi Pemilihan Umum (KPU). WAR bakal didukung NasDem dan Hanura juga masih mengincar beberapa parpol lain. SPN sendiri dikabarkan sudah mengantongi SK dukungan dari PKB dan PKPI dan meski sudah memenuhi syarat, ia juga dikabarkan makin dekat dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.
Sementara 4 kandidat lain, Choirul Huda,SH, Andy Suhary,SE,M.Pd, Ir. Gafrie Zainuddin ataupun Burhandari,S.Pd,M.Si masih galau. Alasannya mereka diisukan belum bisa memastikan partai pengusung, walau diisukan telah mendapat pengakuan  dari beberapa parpol. Apalagi mengingat jumlah kursi dewan kurang, dipastikan ada diantara mereka yang harus gigit jari atau banting arah menjadi calon independen maupun bergabung dalam satu paket pasangan.
Sapuan alias SPN saat dihubungi memastikan diri akan maju dengan diusung oleh beberapa partai politik. Namun terkait partai apa saja yang sudah dipastikan digaetnya, SPN masih mengelak. Menurutnya yang menjelaskan itu adalah partai politik. Ia hanya menjalankan mandat atau kepercayaan yang diberikan oleh partai tersebut.
‘’Insyaallah sesuai dengan rencana awal, kita siap maju dengan diusung partai. Kalau independen kita tidak ada berpikir kesana, sebab politik itu hubungannya dengan parpol. Kalau partai mana saja, silahkan tanya sendiri dengan orang parpol,’’ katanya.
Wismen alias WAR memastikan ia diusung oleh NasDem, namun partai apa lagi yang akan berkoalisi mendukungnya, WAR belum juga mau memberi keterangan lebih jelas. Yang pastinya ia akan maju sebagai calon bupati Mukomuko diusung koalisi besar dan siap bersaing. Ia terus mematangkan diri dengan meminta pendapat dan doa restu dari masyarakat Mukomuko.
‘’Kita diminta untuk maju, insyaallah siap dari segala segi, termasuk mengenai partai pendukung itu sudah jelas,’’ ungkapnya.
Gafrie diminta tanggapannya mengaku masih menunggu SK dari parpol, namun partai mana saja yang sudah siap mengusungnya, ia belum mau jelaskan. Yang kelas ia hanya akan maju melalui partai politik, tidak tertarik dengan jalur independen.
‘’Sekarang masih menunggu, mudahan saja bisa. Karena SK belum kita pegang, maka untuk saat ini mengenai partai kita menunggu,’’ tuturnya.
Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti,S.Pd tidak menafik jika parpolnya akan mengusung SPN sebagai calon bupati. Namun untuk keterangan lebih jelas, menurutnya menunggu instruksi dari pusat. Kabar yang ia dapat, salah satu syaratnya adalah wakil harus dari PKB.
‘’Kalau informasinya memang ke Sapuan, tapi karena SK nya belum kami pegang maka bagaimana bentuk dukungannya kita belum paham,’’ ungkapnya.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril memastikan jika NasDem mengusung Wismen untuk bupati. Karena ini merupakan keputusan dari pusat. Selaku kader tentu mereka menyambut baik, apalagi Wismen termasuk orang penting di dalam parpol ini. Mereka siap memenangi Wismen pada Pilkada kelak, seluruh pengurus, kader dan simpatisan akan diminta bergerak.
‘’Kita sudah pasti mengusung Wismen, ini langsung pentintah dari pusat, seluruh kader dan simpatisan diminta bergerak menuju kemenangan,’’ tutupnya.(jar)

30 Calon PPK Tak Lulus Administrasi
//Besok Tes Tertulis di Aula Bappeda
METRO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko sudah menyelesaikan pemeriksaan adminstrasi para peminat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Dari ratusan pendaftar, kurang lebih 30 pendaftar dinyatakan tidak lulus administrasi. Mereka yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dipastikan gagal mengikuti tes berikutnya. Bagi peserta yang dinyatakan lulus administrasi dijadwalkan pagi besok mengikuti tes tertulis yang bertempat di aula Bappeda Mukomuko.
Tes diselenggarakan Pukul 10.00 WIB, peserta diminta hadir 30 menit seblumnya. Pakaian bebas namun harus pantas dipandang mata, juga membawa papan LJK dan alat tulis sendiri. Untuk mengetahui nama-nama yang lulus verifikasi administrasi serta ketentuan lain pada saat tes berikutnya, silahkan lihat langsung di pengumuman halama dalam koran ini, atau ke kecamatan dan KPU.
sekretaris KPU Mukomuk, Aran,S.Pd mengatakan terkait dengah hasil ini, sudah melalui proses yang cukup teliti dari Komisioner KPU Mukomuko. Para peserta diminta memperhatikan jadwal yang sudah diumumkan, jangan sampai tidak mengikuti tes berikutnya.
''Kita minta pada peserta memperhatikan pengumuman ini, jika melanggar ketentuan maka kerugian bagi mereka sendiri. Karena tidak diberlakukan tes ulang,'' kata Aran.
Salah seorang Komisioner KPU, Syofia Diana,SE juga menyampaikan hal senada. Hasil verifikasi ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka yang dinyatakan tidak memenuhi syarat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk kekurangan syarat dan lainnya. Bagi yang dinyatakan lulus administrasi akan mengikuti tes berikutnya, jika tidak hadir maka secara otomatis dianggap mengundurkan diri.
''Ini adalah ketentuannya, bagi peserta kita minta perhatiannya. Juga bagi masyarakat yang mengetahui nama-nama yang diumumkan bermasalah, silahkan sampaikan ke KPU,'' tuturnya.
Pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Mukomuko, meminta KPU lebih selektif dalam melakukan verifikasi berkas peserta yang mengikuti tes. Panwaslu mengantongi identitas 4 peserta yang diduga bermasalah. Selain mereka terindikasi terlibat partai politik (parpol), juga diduga eks PPK.
‘’Kita telah menerima data, beberapa nama peserta tes PPK yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi. Dari hasil penelusuran sementara, kita menemukan empat nama yang terindikasi bermasalah. Dengan demikian, jelang pelaksanaan tes tertulis yang akan dilaksanakan pada Selasa 5 Mei nanti, kita minta KPU untuk meninjau kembali persyaratan mereka. Berangkat dari informasi yang kita terima, dua orang diketahui pernah menjadi peserta pemilu legislatif, satu orang pernah menjabat anggota PPK periode lalu. Sedangkan satu orang lagi yang kita curigakan, karena adanya kesamaan nama dengan salah satu pengurus partai,’’ kata Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Sujarwanto, S.Sos kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.(jar/nek)


Diam-Diam SPN Mulai Gencar
METRO – Para bakal calon Bupati Mukomuko mulai gencar bergerak menjaga asa untuk menduduki BD 1 N. Diam-diam ditengah euforia kandidat lainnya, ternyata sejak beberapa hari lalu H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA juga show ke berbagai tempat di Mukomuko. Meski ia menyebutkan hanya silaturahmi dengan kerabat, sanak saudara dan tokoh masyarakat lainnya, namun tidak dipungkiri lagi, aksinya adalah dalam rangka menjaga konsentrasi para pendukungnya.
Sebagai kandidat yang punya pengalaman, dimana pada Pilkada 2010 lalu, ia mampu memberi persaingan sengit pada incumbent, Sapuan punya jurus tersendiri mengejar kursi nomor wahid di daerah ini. Pastinya ia tidak perlu lagi banyak memperkenalkan diri kepada masyarakat. Mungkin hampir seluruh warga Mukomuko mengenal nama dan sosoknya. Selain sebagai calon bupati, ia juga merupakan pengusaha sukses yang peduli dengan daerah yang ditunjukkan lewat aksi sosialnya. Seperti menyantuni anak yatim, orang miskin dan bantuan lain dan paling penomenal adalah, keberadaan 3 unit ambulace yang disumbangkannya untuk masyarakat Mukomuko.
Dihubungi via telepon genggam, Sapuan mengakui jika ia sedang ada di Mukomuko. Tujuan utama menghadiri undangan di Selagan Raya juga kunjungan ke berbagai tempat lainnya.
‘’Hanya bersilaturahmi saja, memang ada undangan dari masyarakat untuk menghadiri doa bersama. Kalau mengenai Pilkada kita isyaallah sudah siap secara perahu,’’ katanya.
Untuk kegiatan full menghadapi pemilihan, diakuinya belum dilakukan karena ia masih konsentrasi dengan pekerjaa. Selain Pilkada belum dimulai, juga menurutnya masyarakat belum pantas disibukkan oleh masalah dukung mendukung. Ada baiknya untuk saat ini konsentrasi melakoni pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
‘’Kalau sudah waktunya kita pasti bergerak, karena targetnya memenangi Pilkada. Untuk sekarang biar masyarakat tenang melaksanakan kegiatannya, kita juga butuh bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan. Kasian kalau jauh-jauh hari warga sudah dikacaukan dengan dukungan calon,’’ tutupnya.(jar)