Monday, 11 August 2014

Choirul Huda dan Sapuan Bersaing Cari Pasangan

METRO – Isunya dua kandidat kuat calon Bupati Mukomuko, yaitu Sapuan, SE, MM, Ak dan Choirul Huda, SH mulai bersaing untuk mencari pasangan terbaik. Huda sebelumnya sudah memastikan pasangannya berasal dari Dapil III, sementara Sapuan diisukan tengah melirik beberapa tokoh jawa untuk menjadi kawan duetnya memenangkan Pemilihan Bupati Mukomuko yang berlangsung Juni 2015 kelak.
Adapun nama-nama calon wakil bupati yang kabarnya masuk dalam radar Choirul Huda adalah, anggota DPRD Mukomuko, H. Bambang Apriadi, ST, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Burhandari, S.Pd, M.Si, anggota DPRD Mukomuko terpilih Badrun Hasani, SH dan beberapa nama tokoh Dapil III lainnya. Sementara Sapuan diisukan mendekati, anggota DPRD Mukomuko yang baru terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari PDIP Mujiono, S.Pd dan juga ada nama politisi PKB, Safaat anggota DPRD Mukomuko terpilih dari Dapil II juga beberapa nama lainnya. Namun saat diminta tanggapannya, kedua tokoh ini belum mau menunjukkan persaingan mereka dalam menetapkan wakil ini.
Saat dihubungi, Huda mengaku sudah memastikan pasangannya dari Dapil III, namun siapa sosok tersebut ia belum bisa membeberkannya, karena ada beberapa nama yang tengah ia saring. Huda menilai potensi para tokoh Dapil III cukup baik dan bisa bekerjasama dengan baik. Penetapan wakil ini, Huda mengaku tidak oleh dirinya sendiri, melainkan melibatkan tim khusus, para tokoh politik dan juga masyarakat.
‘’Insyaallah dari Dapil III, ada beberapa nama yang kita ajukan, saya melihat kawan-kawan dari Dapil III punya potensi cukup baik. Yang jelas masukan dari banyak pihak sangat kita harapkan, sebab tujuannya untuk membangun daerah ini,’’ kata Huda.
Terkait dengan Parpol, mantan Danramil Mukomuko ini mengaku akan bersama banyak parpol. Sebab ia berkawan dengan semua pengurus dan kader partai di Mukomuko. Karena untuk membangun daerah ini perlu kerjasama semua lapisan masyarakat.
‘’Kita berusaha bersama banyak partai, semua kawan-kawan kita, untuk membangun daerah dan memikirkan masyarakat semua lapisan harus bekerjasama,’’ kata pria yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil ini.
Sapuan sendiri pada saat dihubungi mengaku belum menetapkan siapa wakilnya dan dari Dapil mana. Yang jelas semua akan melalui pertimbangan yang matang, oleh tim dan semua pendukungnya. Sebab wakil dan bupati selayaknya satu kekuatan dan punya peran yang sama dalam memimpin daerah. Untuk saat ini ia belum melakukan penjaringan, karena masih fokus dengan pekerjaannya. Terkait partai, Sapuan juga mengaku belum ada kepastian, namun ia yakin ada parpol yang akan mengusungnya.
‘’Kita perlu pikirkan matang-matang, untuk saat ini belum waktunya, kita masih fokus dengan pekerjaan saja. Untuk partai, ada 25 kursi di Mukomuko semuanya kita dekat, mudahan ada yang mau mendukung,’’ tutupnya.(jar)




Untuk Cabup, Burhandari Setara Dengan Sapuan dan Choirul Huda
METRO – Burhandari, S.Pd, M.Si berpeluag menjadi salah satu kandidat kuat yang akan menyaingi nama besar Sapuan, SE, MM, Ak dan Choirul Huda, SH sebagai calon bupati Mukomuko mendatang. Pasalnya selain, sudah dikenal masyarakat, anggota DPRD Provinsi Bengkulu aktif ini juga memiliki kans besar untuk menjadi pelampiasan kehausan masyarakat Dapil III yang selama ini kerap merasa dinomor-dua-kan dalam berbagai perhelatan kabupaten maupun jatah pembangunan lainnya. Burhan juga sudah cukup berpengalaman, pernah menjadi anggota DPRD Mukomuko dan sekarang sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu.
Seperti diketahui, jumlah penduduk Dapil III termasuk yang paling besar di Kabupaten Mukomuko, tidak jauh beda dengan Dapil I dan jauh diatas Dapil II. Jika Burhandari benar-benar maju sebagai calon bupati, maka persaingan antar dapil calon bupati akan terjadi, sebab Sapuan berdomisili di Dapil II dan Huda diketahui bertempat tinggal di Dapil I. Terus siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya? Kuncinya ada pada calon wakil bupati dan juga anggaran yang dimiliki masing-masing kandidat tersebut.
Pada Radar Mukomuko, Burhandari mengaku punya keinginan untuk maju pada pilkada kelak sebagai calon bupati. Ia juga mengklaim sudah kerap mendapat masukan dari berbagai pihak agar segera mengumumkan rencananya itu kepada publik. Ia merasa bersalah dan dapat mengecewakan masyarakat jika tidak maju sebagai bupati Mukomuko.
‘’Kita didesak untuk maju, saya takut mengecewakan kawan-kawan jika tidak bertarung pada pilkada kelak. Untuk kepastiannya, nanti saya akan sampaikan secara terbuka pada publik. Kita yakin, berada di tengah kekuatan besar bisa memenangi pilkada,’’ katanya.
Burhandari melanjutnya, setelah dewan baru dilantik, ia akan segera turun ke masyarakat secara full untuk menentukan arah politik pada pilkada 2015. Saat ini ia masih konsentrasi mengakhiri masa jabatannya sebagai anggota dewan Provinsi. Terkait dengan pinangan beberapa calon pada dirinya untuk nomor 2, Burhandari kembali menegaskan, masyarakat menginginkannya sebagai bupati.
‘’Kalau untuk pendamping kita belum berpikir kesana, jika kita sebagai nomor 1 oke, artinya kita sejalan. Kita tahu betul kondisi Mukomuko, karena sudah pernah menjabat dewan Kabupaten juga Provinsi,’’ tutupnya.(jar)

Semua Cabup Incar Pendamping Asal Dapil 3
POLITIK RM – Infomasinya ada 5 tokoh Dapil III yang dilirik menjadi pendamping oleh beberapa calon kandidat bupati Mukomuko 2015. Lima kandidat tersebut adalah, Burhandari, S.Pd, M.Si, H. Bambang Apriadi, ST, Haidir, S.IP, Badrun Hasani, SH dan H. Syamsuri Rustam, ST. Mereka diisukan sudah didekati oleh beberapa orang kandidat kuat calon bupati Mukomuko. Selain lima tokoh ini juga ada beberapa kandidat lain, seperti H. Suharto dan Anton Hidayat, SE.
Kandidat yang paling kuat dan banyak diminati oleh kandidat calon bupati ini adalah Burhandari dan Bambang Apriadi. Namun Burhandari saat diminta tanggapannya, mengaku belum tertarik untuk menjadi wakil, ia masih berniat maju sebagai calon nomor urut 1. Tapi ia tidak menafik, ada ajakan untuk bersama-sama oleh beberapa kandidat.
‘’Kalau yang meminang ada, namun masih belum ada kesepakatan, sebab saya menawarkan menjadi nomor 1. Untuk jadi wakil, saya tidak piawai, sebab persiapan sejak awal adalah menjadi bupati Mukomuko,’’ kata politisi PKS yang masih aktif sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko ini.
Sementara Haidir juga tidak menafik adanya ajakan dari beberapa kandidat calon bupati untuk maju bersama-sama pada pilkada kelak. Ia sendiri sejauh ini belum mau berpikir serius untuk ikut dalam pilkada, walau sudah banyak permintaan dari pendukung dan orang-orang dekatnya. Anggota Komisi I DPRD Mukomuko ini mengaku masih banyak hal yang perlu ia pertimbangkan untuk ikut pilkada. Jikapun harus menjadi pendamping kandidat lain, ia tentu akan melihat secara jeli, sejauh mana persiapan kandidat tersebut.
‘’Saya belum begitu tertarik, yang jelas semuanya akan kami pertimbangkan secara bersama-sama nantinya. Jikapun harus bersama kandidat lain, tentu kita perlu saling mengenal secara jelas, maju target kita memenangi pilkada,’’ tutupnya.(jar)


3 Mantan Cabup Kemana?

POLITIK RM – Masyarakat seakan kehilangan 3 nama tokoh Mukomuko yang merupakan mantan calon Bupati Mukomuko yang bersaing pada Pilkada 2009. Adapun 3 tokoh ini adalah H. Suparji, S.Pd, Azhari dan Antoni Sitorus, M.Pd. Pasalnya suara mereka belum terdengar sama sekali, menjelang pemilihan bupati mendatang. Pertanyaanya, benarkah mereka sudah tidak punya nyali lagi untuk mencoba?
Salah seorang warga, Burhan mengatakan aneh sekarang malah banyak wajah baru yang berani unjuk diri dan menyatakan siap maju pada pilkada. Kemana mantan calon bupati kita yang dulu, padahal mereka sudah cukup dikenal masyarakat pada saat itu. Sejak pilkada 2009 selesai, namanya tenggelam bak ditelan bumi. Masyarakat sudah banyak lupa dengan nama mereka, hanya Sapuan yang terus eksis dan sering bersilaturahmi dengan masyarakat.
‘’Apakah mungkin mereka sudah tidak ada nyali lagi, atau sekarang sudah tidak mau ikut memikirkan perkembangan daerah ini. Seingat kami hanya Sapuan yang masih eksis usai pilkada lalu,’’ katanya.
Juga disampaikan oleh, Hendra diantara mantan calon bupati ini, ada yang sama sekali tidak lagi terlihat batang hidungnya. Supardji sendiri baru muncul pada saat pemilu lalu, ia tampil sebagai caleg DPRD Provinsi dari Partai NasDem, sementara Azhari dan Antoni sama sekali tidak lagi menampakkan diri. Ia juga mengakui, Sapuan satu-satunya kandidat yang terus semangat dan tida ada perubahan kedekatan dengan warga sejak sebelumnya.
‘’Kalau pak Suparji sempat tampil pada saat pimilu sebagai caleg NasDem, namun tidak menang. Namun pak Azhari dengan Antoni sama sekali jarang muncul di media atau dalam acara lainnya,’’ paparnya.
Menanggapi hal ini, mantan calon wakil bupati yang mendampingi Supardji pada Pilkada 2009, H. Syamsuri Rustam, ST mengaku ia bersama Supardji masih menjalin silaturahmi, namun tidak ada membahas rencana untuk maju lagi. Ia sendiri selaku anggota dewan tidak pernah berubah dengan masyarakat, setelah dinyatakan kalah, mereka kembali mendukung pemerintahan yang menang.
‘’Kita sudah kalah, ya harus mengakui pemerintahan yang menang, kami tidak ada persoalan sedikitpun, namanya juga politik, ada yang kalah dan yang menang, dengan kawan-kawan komunikasi masih baik,’’ tutupnya.(jar)