Thursday, 10 July 2014

Prabowo dan Jokowi Saling Klaim Menang


Sama-Sama Mengaku Berdasarkan  Quick Count
METRO – Berdasarkan data Quick Count sementara yang ditayangkan dibeberapa media, pasangan Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Jokowi – JK unggul 52,61 Persen dibanding pasangan nomor urut 1 Prabowo – Hatta yang memperoleh dukungan 46,37 persen. Jika hasilnya sama dengan penghitungan resmi oleh KPU nantinya, maka Jokowi resmi sebagai presiden Indonesia yang ke 7.
Kubu Prabowo-Hatta sendiri tidak mau kalah. Beberapa saat setelah Megawati Sukarno Putri mendeklarasikan kemenangan Jokowi – JK, Prabowo - JK juga menyatakan kepada publik mereka adalah pemenang pemilu dan berhak menjadi presiden Indonesia ke 7. Dasarnya sama yaitu lembaga survey dan hitungan cepat versinya. Perolehan suaranya yaitu 52,92 persen, sementara Jokowi – JK memperoleh 47,07 persen. Intinya siapa presiden Indonesia ke 7 masih belum bisa dipastikan.
Ketua Tim Sukses Jokowi – JK Kabupaten Mukomuko, Adrizon menyatakan hasil sebagian besar lembaga survey tersebut sudah tepat. Presiden Indonesia berikutnya adalah Jokowi – JK. Kemenangan pasangan nomor 2 ini secara resmi sudah disampaikan langsung kepada publik.
‘’Inilah kemenangan bagi bangsa Indonesia, hasil ini sesuai dengan prediksi kami semula, kita akan kawal suara pasangan Jokowi – JK sampai akhir,’’ kata Adrizon.
Senada disampaikan politisi PDIP, Mujiono, S.IP ini adalah kemenangan bagi bangsa Indonesia. Hasil Pilpres sebagaimana yang ia sampaikan sebelumnya akan merubah peta politik di daerah termasuk di Mukomuko sendiri. Untuk merayakan kemenangan ini, dalam waktu dekat parpol pengusung Jokowi – JK akan menggelar rapat bersama.
‘’Kemenangan bagi bangsa Indonesia juga adalah babak baru untuk politik di Kabupaten Mukomuko. Untuk saat ini kita fokus mengawal kemenangan Jokowi – JK sampai akhir,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mukomuko, Basshenri, SE dihubungi Via telepon genggam, tak mau kalah, ia mengklaim jika pemenang pemilu yang sebenarnya adalah pasangan Prabowo – Hatta. Deklarasi yang dilakukan kubu Jukowi – JK menurutnya hanya trik semata. Hingga saat kemenangan Prabowo – Hatta dibacakan oleh KPU, ada kesan kemenangan yang dipaksakan.
‘’Itu tidak benar, yang benar adalah Prabowo – Hatta sebagai pemenang Pilpres. Mendeklarsikan diri lebih dahulu yang dilakukan capres lainnya, hanya trik saja. Hasil hitungan cepat sulit dipercaya, semuanya berbeda,’’ kata Bas.
Sekjen DPD PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP juga belum mengakui jika Prabowo – Hatta kalah. Hasil survey yang ditayangkan kubu Jokowi jelas tidak dapat dipercaya begitu saja. Buktinya survey yang dinilai lebih independent masih mengunggulkan capres nomor 2. Hasil pasti Pilpres hanya dapat dipedomani setelah KPU mengumumkannya.
‘’Itu kata mereka, Megawati sudah mendeklarasikan diri, Prabowo juga melakukan hal yang sama, maka sampai sekarang semuanya belum pasti. Kami meyakini Prabowo – Hatta yang menang,’’ tegasya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menegaskan hasil survey bisa saja menjadi pedoman bagi masing-masing. Namun KPU secara resmi belum menetapkan siapa pemenang pilpres. Sebab ketetapan pemenang diambil setelah semua suara dihitung dan direkap.
‘’Kalau hasil survey boleh saja, namun secara resmi KPU selaku penyelenggara pemilu belum menetapkan pemenang pemilu,’’ tutupnya.
Untuk diketahui seperti dikutip dari detik.com, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network besutan Denny JA merilis hasil quick count pilpres. Pasangan capres nomor urut 2 Jokowi-JK unggul 6,74% dari pasangan Prabowo-Hatta. Quick count ini menggunakan sampel sebanyak 8.000 orang yang tersebar dalam 2.000 TPS. Margin error kurang lebih 1%. Teknik pengambilan sampel dengan metode multistage random sampling yang dilakukan di 33 provinsi di seluruh Indonesia.
"Pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 46,63% sedangkan Jokowi-JK 53,37%," kata peneliti LSI, Ardian Sopa di LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2014). Tingkat partisipasi pemilih sebanyak 72,19%. Angka golput sebesar 27,8%.(jar)


Sepasang Lansia Rela Hujan-Hujan untuk Nyoblos
METRO – Agaknya apa yang ditunjukkan oleh sang kakek, Abdullah M (88) yang lahir sebelum indonesia merdeka ini wajib dicontoh. Walaupun tergopoh-gopoh dan ditengah hujan yang melanda, ia tetap menyempatkan diri untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menyalurkan Hak pilihnya. Tujuannya hanya satu, ingin berpartisipasi menentukan masa depan bangsa 5 tahun mendatang. Tak hanya itu, sang kakek juga meminta petugas KPPS untuk mengantar surat suara pada istrinya Baniaman (84) yang terbaring sakit di rumah di Desa Ujung Padang.
Wartawan Radar Mukomuko (RM) kemarin melihat langsung sang kakek yang mendatangi TPS 1 Desa Ujung Padang dengan menggunakan sebuah payung untuk menghindari hujan membasahi tubuhnya. Setelah sampai ke TPS sang kakek langsung disambut ramah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Usai mendapatkan surat suara sang kakek diarahkan petugas menuju bilik suara tempat pencoblosan.
‘’Dimana tempat nyoblosnya?,’’ tanya sang kakek kepada petugas.
Setelah menyalurkan suaranya dan memasukkan surat suara di dalam kotak yang telah disediakan petugas. Sang kakek berkoordinasi dengan petugas untuk meminta petugas datang kerumahnya. Karena sang istri yang terbaring sakit dan tidak dapat datang ke TPS. Sejenak para petugas berkoordinasi dan menyiapkan surat suara, alas serta besi paku yang digunakan untuk pencoblosan. Kemudian petugas bersama sang kakek beranjak ke rumah guna menemui sang istri yang terbaring ditempat tidur. Sesampainya petugas langsung menyerahkan peralatan itu dan menerangkan selintas pencoblosan agar suara yang disalurkan sah. Tanpa banyak bertanya sang nenek mengerti dan langsung memcobloskan pilihan terbaik bagi dirinya.
Sang kakek mengaku, ia dan istri selalu menyalurkan hak pilihnya. Karena bagi mereka memilih merupakan hal yang harus dilakukan guna menentukan nasib bangsa kedepannya. Untuk itu siapapun yang terpilih hendaknya dapat membawa perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia kedepannya.
‘’Selama masih diberikan kekuatan, insyaallah saya dan istri akan selalu memilih. Karena sekecil apapun suara kita, sangatlah berharga,’’ ungkap sang kakek.
Kades Ujung Padang, Yan Daryat Arahman, SE menyebutkan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Ujung Padang sebanyak 1.320 pemilih. Dan dari jumlah itu tentu sebagiannya merupakan para lansia dan orang tua. Untuk itu seharusnya para pemuda dan pemilih pemula untuk dapat berpandangan kepada hal-hal yang positif.
‘’Seharusnya hal seperti ini wajib dicontoh oleh pemuda. Walaupun sudah lansia bahkan dalam keadaan sakit tak menghalangi niat untuk menyalurkan hak pilihnya. Ketimbang yang lebih muda dan sehat, namun menganggap remeh hak suaranya,’’ tutur Daryat.(dum)


Golput Tinggi, Jokowi – JK Unggul di Mukomuko
METRO – Pasangan calon presiden nomor urut 2 Jokowi – Hatta untuk sementara unggul di Kabupaten Mukomuko dengan menguasai lebih dari setengah kecamatan. Sementara Prabowo – Hatta hampir dipastikan unggul di Kecamatan Kota Mukomuko dengan perolehan 4030 suara. Sementara Jokowi hanya memperoleh suara 3710. Bahkan di TPS3 Bandaratu tempat Bupati nyoblos, pasangan nomor urut 1 ini menang telah dengan 202 suara.
Hasil hitungan cepat sementara di Kecamatan Penarik Jokowi – JK unggul dengan 5949 suara, sementara Prabowo – Hatta 2975 suara. Di Air Manjuto Jokowi menang telak dengan 4068, sementara nomor 1 hanya 1753 suara. Di Lubuk Pinang capres nomor 2 unggul 3172 suara, sementara capres nomor 1 hanya 2832 suara. Bahkan kabarnya di Dapil 3, Jokowi – Hatta hanya kalah di Ipuh.
Petugas TPS 3 Bandaratu, H. Zamhari mengakui jika di TPS nya tempat bupati nyoblos, Prabowo menang telak. Selain itu semua warga yang terdaftar dalam DPT menggunakan hak suaranya. Sejak awal pelaksanaan pemilihan di TPS ini tidak ada kendala apapun.
‘’Untuk TPS kita Prabowo menang dengan perolehan suara cukup besar, proses pemilihan berjalan baik dan semua warga yang terdaftar berpartisipasi,’’ kata Zamhari.
Ketua PPK Kecamatan Teras Terunjam, Saiden juga mengakui di Teras Terunjam capres nomor 2 ini unggul dengan suara 2426. Sedangkan Prabowo –Hatta memperleh dukungan 1292 suara. Warga yang menggunakan hak suaranya 3718 orang, jumlah pemilih keseluruhan 5125.
‘’Jokowi juga menang di Teras Terunjam, sayangnya angka Golput cukup tinggi pada pemilihan kali ini,’’ kata Saiden.
Ketua PPK Kecamatan Malin Deman, Rusli S.Pd.I mengatakan angka golput untuk pilpres memang mengalami peningkatan namun tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pemilihan legislatif  April lalu. Meningkatnya angka golput tersebut dikarenakan banyaknya warga yang tidak berada di desa lantaran bekerja diperusahaan, kemudian anak sekolah yang juga tidak pulang untuk memilih. Di Kecamatan ini Jokowi – JK jungga ungguli Prabowo – Hatta.
‘’Angka golput pada pilpres memang nmengalami peningkatan jika dibandingkan saat pileg lalu. golput terjadi lantaran sebagian warga banyak berada diluar desa untuk bekerja. Selain itu angka golput juga mendominasi anak sekolah yang sekolah diluar yang berada di luar daerah,’’ungkap Rusli.(dum/nek/cw6)