Friday, 11 July 2014

Golput Kalahkan Calon Presiden



Timses Prabowo Optimis, Kubu Jokowi Makin Pede
Bupati Minta Tunggu Hasil Penghitungan Resmi KPU
METRO – Pemilihan Presiden 2014 menyisakan saling klaim kemenangan di dua kubu. Masing-masing meyakini Hasil Quick Count lembaga surveinya lebih kredibel, termasuk bagi pendukung kedua capres di Kabupaten Mukomuko. Untuk diketahui hasil survei yang keluar sebagai berikut, Litbang Kompas yang sudah mengumpulkan survei hingga mencapai 100 persen mengumumkan hasilnya bahwa pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapatkan 47,66 persen suara, sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dengan 52,34 persen suara. Senada RRI juga menyampaikan hasil serupa. Dari data yang masuk sebanyak 97,15 persen, survei RRI menyatakan keunggulan pasangan Jokowi-JK atas pasangan Prabowo Hatta dengan persentase 52,59 persen.
Berbeda dengan LSN yang mendapatkan total suara masuk sebesar 96,51 persen menyatakan Prabowo-Hatta mendulang 50,56 persen suara, sementara Jokowi-JK mendapat 49,44 persen suara. Puskabtis juga merilis data serupa dengan kemenangan Prabowo-Hatta yang mendapat 52.05 persen suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya mendapat 47.95 persen suara. Sepakat dengan LSN dan Puskabtis, data JSI berdasarkan total suara yang masuk sebesar 91.35 persen, juga melaporkan kemenangan Prabowo-Hatta yang memperoleh 50,16 persen, Jokowi-JK 49,84 persen.
Hasil quick count ini ditanggapi masing-masing Capres dan Cawapres dengan klaim kemenangan. Seperti disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Mukomuko, I Wayan Adnyana, ia mengaku hasil sebagian besar lembaga hitung cepat tersebut paling benar. Ia yakin kemenangan Jokowi – JK dalam hitung cepat sama dengan hitungan oleh KPU nantinya. Untuk menjaga kemenangan ini, mereka siap mengawal proses perekapan suara di KPU sampai akhir.
‘’Itu sudah resmi, sebagian besar lembaga survei sudah memenangkan Jokowi – JK. Terkait isu lain, kami tetap berpedoman dengan hasil ini,’’ kata I Wayan.
Anggota dewan Golkar, Husni Thamrin sebaliknya, menurutnya hasil hitungan KPU akan memenangkan pasangan Prabowo – Hatta. Lembaga survei tidak dapat dipercayai saat sekarang. Kemungkinan besar, hasil hitungan cepat keluar sesuai pesanan dari pihak tertentu.
‘’Mungkin banyak lembaga survei punya hitungan tersendiri, saya tetap yakin Prabowo – Hatta akan memenangi Pilpres kali ini,’’ katanya.
Salah seorang Komisioner KPU, Syofia Diana, SE ditanyai soal hasil hitungan cepat ini, enggan bicara banyak. Mereka tidak mempercayai salah satu lembagai survei tersebut, hasil pemilu yang sah adalah berdasarkan hitungan oleh KPU nantinya. Sekarang proses rekapan masih di PPS dan PPK. Pada 16 Juli nanti baru masuk ke KPU.
‘’Yang jelas hasil sah itu adalah hitungan dari KPU, untuk hasil hitungan cepat bisa saja dipedomani, namun itu bukan hasil resmi pemilu,’’ tegasnya.
Antisipasi adanya perpecahan, Bupati  Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM meminta masyarakat atau kedua kubu menunggu rekap resmi hasil pilpres dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dijelaskan Bupati, ada stasiun televisi mengunggulkan pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta, dan di stasiun televisi lainnya unggulkan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK. Untuk sementara informasi ini, membingungkan. Untuk itu ia memilih menunggu hasil penghitungan resmi pilpres dari KPU. Kepada pendukung kedua calon agar dapat selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Dan tidak menimbulkan terjadinya perpecahan.
‘’Hingga saat ini semuanya berjalan lancar. Kita harap hasilnya nanti memang sesuai dengan apa yang sebenarnya. Tanpa adanya rekayasa dari pihak manapun,’’ tutup Bup. (jar/dum)


Rekapan Hasil Pilpres 2014 di Kabupaten Mukomuko
No           Kecamatan          Prabowo-Hatta           Jokowi-Jk
Kota Mukomuko               4030                         3710
Air Dikit                               1341                          1969
Lubuk Pinang                       2938                           3608
XIV Koto                            2296                           3886
V Koto                                1553                          1682
Air Manjuto                         1753                          4048
Teras Terunjam                    1292                          2426
Penarik                                3657                           8469
Selagan Raya                      1559                            2089
Air Rami                              2513                          3769
Pondok Suguh                    2448                           2910
Ipuh                                    4529                           3300
Sungai Rumbai                    1408                           2888
Malin Deman                      1470                           1569
Teramang Jaya                    2120                          3210


Golput Kalahkan Calon Presiden
POLITIK RM – Perkiraan sementara angka Golput atau yang tidak menggunakan hak suaranya di Kabupaten Mukomuko mencapai 30 hingga 35 persen dari total 119.764 pemilih yang terdaftar didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan pemilih tambahan yang menggunakan KTP. Hal ini terlihat dari besarnya angka golput di beberapa TPS dan juga berdasarkan perolehan suara masing-masing kandidat dari hitungan sementara.
Bahkan di satu tempat tak jarang golput menang, seperti di Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko, Golput 460 orang, jauh diatas suara Jokowi – JK yang hanya meraih dukungan 314 suara. Kejadian serupa terjadi diberbagai tempat lainnya. Contoh di Kecamatan Penarik dengan matapilih 15.780 atau terbanyak dibanding kecamatan lainnya, angka Golput mengalahkan capres nomor 1.
Salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Syofia Diana, SE tidak menapik jika angka golput pada pemilu presiden ini, besar kemungkinan ada peningkatan dibanding pileg lalu. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang tidak menggunakan hak pilih mereka pada saat pencoblosan berlangsung. Ada beberapa faktor kemungkinan penyebab golput meningkat dalam pilpres. Diantaranya kesadaran masyarakat untuk ikut memilih masih kurang dan juga lantaran hujan turun pada saat pencoblosan berlangsung.
‘’Mungkin saja ada penurunan, itu dampak dari hujan saat warga nyoblos, juga kemungkinan ada pengaruh lain, termasuk masih minimnya kesadaran warga untuk menggunakan hak pilih mereka pada pilpres,’’ kata Diana.
Namun menyangkut angka pasti jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sampai sekarang belum bisa dipastikan. Pasalnya KPU belum melakukan perekapan hasil pilpres secara resmi. Semua orang boleh saja membuat prediksi dan melakukan klaim terhadap proses pemilu, namun yang sah dan resmi adalah ketetapan dari KPU setelah semuanya diplenokan. Saat ini proses perekapan masih berlangsung ditingkat desa dan PPK.
‘’Kalau angka pastinya kami belum tahu, semua orang boleh memprediksi, namun harus tetap objektif, yang jelas kepastian jumlah setelah KPU melalukan perekapan secara lengkap dan resmi,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga tidak menapik ada kemungkinan angka golput pada pemilu presiden ini. Namun secara resmi mereka belum bisa menjelaskan, karena KPU masih memproses perekapan suara. Dawud juga mengklaim kondisi cuaca dan minimnya perhatian masyarakat terhadap pilpres merupakan penyebab golput bisa meningkat, belum lagi suasana puasa dan kesibukan lainnya.
‘’Kemunkinan ada yang tidak memilih, namun kita belum melakukan proses penghitungan. Banyak hal yang menyebabkan ada masyarakat yang belum memilih. Tetapi secara umum proses pemilihan berlangsung aman,’’ tutupnya.(jar)

Berita Capres Membingungkan, Warga Pilih Nonton Sinetron
POLITIK RM – Pemberitaan di media terutama televisi yang memamerkan hasil survei terhadap hasil pemilu dinilai membingungkan. Pasalnya ada media yang menyiapkan hasil survei memenangkan calon nomor 1 dan ada pula yang memenangkan capres nomor 2. Tidak hanya itu pemberitaan yang disiapkan oleh media juga kerap membingungkan mereka. Maka beberapa warga memilih menonton sinteron atau mendengar musik ketimbang menyimak pemberitaan capres.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang warga, Noraya menurutnya pemberitaan capres sangat membingungkan. Bahkan warga lainnya juga merasakan hal yang sama, buktinya saat ditanya siapa pemenang sebenarnya tidak ada yang menjawab pasti. Maka ketimbang dibingungkan dengan informasi tersebut, ia sekarang enggan mengikutinya, kalaupun membuka televisi, memilih menonton acara hiburan ataupun sinetron.
‘’Dari pada tidak jelas dan bikin bingung, lebih baik nonton sinetron atau musik. Biar terakhir nanti kita lihat, setelah KPU melakukan penghitungan resmi,’’ katanya.
Senada disampaikan oleh salah seorang pemuda, Mardison menurutnya berita hasil capres di media sudah tidak bisa dipercaya. Kemungkinan saja ada salah satunya yang benar, namun banyaknya klaim membuat mereka jadi bingung. Maka sekarang, ia tidak lagi serius mengikuti pemberitaan televisi. Selain itu ia juga mempertanyakan, banyaknya lembaga survei di Indonesia.
‘’Yang benar sebenarnya yang mana, itu yang kita bingungkan. Maka sekarang saya mulai malas mengikuti berita di TV sebab tidak ada kepastian,’’ ungkapnya.
Salah seorang anggota dewan, Husni Tamrin juga mengakui jika pemberitaan di media tidak lagi netral dan membuat bingung. Ia menduga ada kesan, media membuat berita berdasarkan calon yang dijagokannya. Padahal selayaknya media menjadi pedoman bagi masyarakat.
‘’Memusingkan melihat hasil hitungan cepat di media, kata TV ini nomor 1 yang menang, kata TV ini nomor 2 yang menang. Maka lebih baik kita tunggu KPU saja,’’ tutupnya.(jar)


Parpol Pengusung Jokowi Pikirkan Pilbup
POLITIK RM – Meskipun belum bisa dipastikan, Jokowi – JK keluar sebagai pemenang pemilu, namun para partai pengusungnya sudah sangat yakin dengan hasil hitungan sementara versi kubu capres nomor 2 ini. Bahkan kesuksesan Jokowi – JK mulai dipersiapkan untuk menjalar ke Mukomuko. Yaitu wacana berkoalisi dalam tema ‘’Mukomuko Hebat’’ untuk mengusung calon bupati Mukomuko 2015 kelak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura, Hermansyah, M.Kom ditemui kemarin mengatakan kemungkinan mereka bersatu dalam pilkada kelak. Bahkan wacana ini sudah sempat dipikirkan oleh masing-masing petinggi parpol pengusung Jokowi – JK di Kabupaten Mukomuko sejak beberapa waktu yang lalu. Menurutnya kemenangan Capres nomor 2, membuktikan jika koalisi parpol ini cukup matang dan diterima masyarakat dengan baik.
‘’Kita lihat saja nanti, wacana itu sejak awal sudah ada, terutama jika Jokowi – JK keluar sebagai pemenang pilpres. Sebab sejauh ini masyarakat cukup menerima koalisi 4 partai tersebut,’’ kata Hermansyah.
Namun ia mengakui untuk menyatukan parpol koalisi pada pilbup bukan perkara mudah. Semua parpol punya kader terbaik yang siap maju sebagai calon bupati Mukomuko mendatang. Untuk menciptakan koalisi Indonesia hebat, tentu harus ada yang diusung dan ada yang mengalah. Ia sendiri selaku ketua Hanura siap menjadi nomor 1 dan juga siap menjadi cawbup jika memang dan dipercaya oleh parpol koalisi.
‘’Mudahan jadi, namun yang jelas itu perlu kematangan, sebab semua partai punya kepentingan dan kader yang siap maju. Saya kalau diminta menjadi Bupati atau wakil bupati, siap saja,’’ tegasnya.
Sekjen DPC PDI Perjuangan, Mujiono, S.IP juga membuka kemungkinan untuk maju sebagai calon bupati Mukomuko, jika Jokowi dan JK dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI. Karena hubungan dengan pemerintah pusat sangat menentukan bagi pembangunan daerah. Mengenai terus membangun kolaisi yang sudah ada, ia juga menklaim tidak menutup kemungkinan akan terjadi.
‘’Bisa saja itu, karena hubungan dengan pemerintah pusat sangat menentukan bagi pembangunan daerah. Jokowi presiden dan bupatinya dari PDIP pasti komunikasi lancar,’’ tutupnya.(jar)