Tuesday, 10 June 2014

Membaca Isu ‘’Palamak Ota’’ Menyambut Pilbup 2015

Oleh : Amris Tanjung - Wartawan

Tokoh-Tokoh Yang Berpeluang Diusung Untuk Cawabup
TAK dipungkiri, meski Pemilihan bupati (Pilbup) baru dilangsungkan pada 2015 mendatang, namun isunya sudah mendengung kencang. Tak hanya dilingkungan politisi semata, bahkan sudah menyusup ke berbagai pelosok dan kelompok massa di Kabupaten Mukomuko. Isu paling hangat adalah  terkait dengan calon yang akan berlaga pada saatnya nanti. Selain calon bupati, calon wakil bupati juga menjadi perbincangan panas. Ada beberapa tokoh Mukomuko, yang dianggap berpotensi dilirik menjadi pendamping bupati mendatang. Namun masih sebatas isu ‘’palamak ota’’ semata, tanpa ada penelitian atau survey yang mendalam.
Siapa saja mereka? Berikut catatan Crew Radar Mukomuko berdasarkan isu ditengah masyarakat. Pertama H. Yusmardi, SH Waka 1 DPRD Mukomuko selain sukses menjabat 2 periode di DPRD Mukomuko. Yusmardi juga diperkirakan dapat mewakili Dapil 2 dan warga pribumi untuk meraup dukungan. Artinya calon bupatinya harus dari kelompok jawa atau non pribumi. Kedua Burhandari, S.Pd, M.Si asal Dapil 3, pernah menjabat sebagai anggota dewan Mukomuko dan sekarang aktif sebagai anggota DPRD Mukomuko. Bahkan periode sebelumnya nama Burhandari sempat disebut-sebuat sebagai salah satu kandidat kuat calon bupati.
Ketiga Drs. Arnadi Pelam ketua DPRD Mukomuko, namanya sudah tidak asing, lantaran sukses memimpin DPRD selama 1 peiode hingga sekarang. Selanjutnya nama Ir. Nurlina Zamdial, M.Si, ia dianggap layak mewakili kaum hawa di ‘’kapuang sakti ratau batuah’’ ini. Selanjutnya nama Mujiono, S.Ip politisi PDIP yang baru saja memenangi pemilu  untuk DPRD Provinsi Bengkulu. Dari Lubuk Pinang sendiri ada ketua DPC PKB, Adrizon yang juga masih aktif sebagai anggota DPRD Mukomuko. Berikutnya Agus Harvinda, ST. M.Si letua KNPI Mukomuko, ia bisa diusung untuk mewakili kaum muda di Mukomuko.
Selain nama-nama ini, juga banyak sosok lain yang dianggap berpotensi dan pernah diisukan untuk menjadi pendamping. Seperti Ir. Anton Hidayat, politisi Hanura, Ketua DPD II Golkar Ali Saftaini,SE, Bambang Aprido, S.Pt, Rifai Amir, Antoni Sitorus, bahkan salah seorang petinggi TNI di Mukomuko juga tak lepas diisukan dilirik sebagai pendamping. Termasuk beberapa pejabat teras dan pensiunan pejabat lainnya dikait-kaitkan dengan Pilbup ini.
Namun semua ini baru sebatas isu ‘’Palamak Ota’’ dengan dasar non pelitian atau survey. Namun tidak menutup kemungkinan, diantara mereka sudah punya niat dan betul-betul diusung, sebagai wakil bupati bahkan maju sebagai calon bupati Mukomuko. Sebab politik selalu berakar dari sebuah isu dan opini yang berkembang di pablik. Yang jelas semua orang punya akuran tersendiri, juga masyarakat punya dasar kuat, bila menginginkan sesuatu.(**)