Tuesday, 29 April 2014

Disinggung Soal Cagub, Bang Ken Sorong Ichwan


POLITIK RM – Sukses memenangi pemilihan anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dengan perbandingan suara cukup mencolok dengan kandidat lainnya, membuat Bang Ken dikait-kaitkan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu 2015. Ketokohannya dianggap beberapa pihak paling menjual sebagai pemimpin bumi raflesia ini kedepan. Namun sayangnya mantan Wali Kota Bengkulu ini, belum berpikir sejauh itu. Ia memilih menghormati rencana Bupati Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM sebagai calon Gubernur Bengkulu.
Dihubungi via telepon genggam, pria yang bernama lengkap H. Ahmad Kanedi, SH, MH ini mengaku untuk saat ini belum berfikir kearah sana. Ia menghormati niat dari Ichwan Yunus yang sudah sejak awal punya wacana memimpin Provinsi Bengkulu. Terus apakah sama makna menghormati dengan memberi dukungan? Bang Ken belum bisa terbuka, namun menurutnya Ichwan jauh lebih senior dari dirinya dan layak diusung sebagai calon Gubernur.
‘’Kito belum berpikir sejauh itu dindo, sayo memilih menghormati kakak kito yang di Mukomuko (Ichwan Yunus red). Dio lebih siap dan sudah sejak awal punya niat memimpin pembangunan Bengkulu, sayo lebih fokus dulu dengan DPD RI, melaksanakan kepercayaan dari masyarakat nantinya,’’ kata Bang Ken.
Bagaimana jika masyarakat tetap menginginkannya maju sebagai calon Gubernur? Bang Ken enggan berandai-andai, semua berjalan seiring dengan waktu saja. Ia ingin fokus ikut membangun Bengkulu melalui jalur sebagai anggota DPD RI. Mengenai peluang Ichwan didukung ke Pilgub, Bang Ken merasa yakin, karena kesuksesannya membangun Mukomuko adalah salah satu tolak ukur. Ia sendiri banyak berkonsultasi dengan Ichwan soal pembangunan dan memajukan masyarakat.
‘’Kakak kito itu lebih layaklah, kami banyak berkonsultasi, kesuksesannya sebagai Bupati Mukomuko menjadi tolak ukur bagi masyarakat. Maka selayaknya kita nersama menghormati niat beliau yang lebih dahulu,’’ tegas Bang Ken.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko, Ichwan yang juga adalah orang nomor wahid di Mukomuko ini, memastikan maju sebagai calon Gubernur melalui jalur independen. Alasannya target pencapaian suara PAN tidak sesuai dengan yang diinginkan sebelumnya.(jar)


Mukomuko Nyaring Dipleno KPU Pusat
METRO – Agaknya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko belum bisa duduk tenang, menjelang bergulirnya rangkaian Pilpres. Pasalnya mereka masih harus meladeni pihak peserta pemilu yang belum puas dengan hasil penghitungan suara beberapa waktu lau, terkhusus untuk DPR RI dan juga DPRD Provinsi. Informasi terbaru pihak dari Golkar dan PKB siap membawa persoalan ini ke Makamah Konstitusi (MK) bersamaan dengan 2 kabupaten lainnya jika dalam lanjutan pleno tidak juga diterima.
Pleno KPU pusat, khusus untuk Provinsi Bengkulu malam kemarin ditunda, karena adanya pihak dari partai yang tidak setuju. Malam tadi dijadwalkan kembali dilanjukan. Sebagai penguat, KPU Mukomuko terpaksa memboyong kotak suara ke Jakarta untuk dibuka di depan KPU pusat dan saksi partai lainnya. Selain terkait dengan pemilihan DPR RI, juga KPU tampaknya harus siap-siap menerima serangan lanjutan dari peserta pemilu untuk DPRD Provinsi, karena mereka juga dikabarkan melaporkan ketidak puasannya terhadap pelaksanaan pemilu.
Caleg Hanura untuk DPRD Provinsi Bengkulu, Ir. Anton Hidayat menilai wajar adanya komplain hingga ke pusat terhadap pemilu di Mukomuko. Sebab memang pada dasanya, semua serba tidak jelas. Ia juga mengklaim saat ini tengah mempersiapkan rencana melanjutkan persoalan ke tingkat yang lebih tinggi. Dasarnya tetap sama seperti sebelumnya, yaitu agar kota suara dibuka lagi, sebab belajar dari TPS 1 Ujung Pada, ada dugaan penambahan suara salah satu partai dan tidak dijelaskan dengan rinci oleh pihak KPU.
‘’Semua kawan-kawan sudah kompak membahwa persoalan ini sampai tuntas, sekarang saya kebetulan dari Jakarta untuk berkonsultasi dengan beberapa pihak menyangkut masalah ini. Mungkin nanti kami bersama partai PKS, PBB dan Golkar juga kawan-kawan lain akan lanjut terus,’’ tegasnya.
Anggota KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE diminta keterangannya membantah ada laporan ke MK. Sebab proses pleno untuk KPU Bengkulu belum selesai di pusat. Namun ia mengakui jika kotak suara TPS 3 Desa Ujung Pada Kecamatan Kota Mukomuko harus diangkut ke Jakarta. Gunanya menjawab keraguan dari beberapa saksi partai mengenai penghitungan. Ini tidak ada persoalan, sebab sebelumnya sudah diselesaikan, diakui ada kesalahan dalam cara penghitungan oleh petugas TPS.
‘’Yang lapor ke MK belum ada, yang jelas memang ada keraguan, sebetulnya sudah kita selesaikan. Kota suara Ujung Padang nanti akan dibuka untuk melihat C1 planonya,’’ kata Diana.
Juga disampaikan oleh anggota KPU lainnya, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd sekarang belum ada isu ke MK, karena pleno saja belum selesai dilaksanakan. Kalaupun nanti terjadi, mereka tidak keberatan dengan hal itu dan siap menghadapinya.
‘’Kalau memang terjadi, kami mau tidak mau ngikut, itu hal mereka sebagai peserta pemilu, tidak mungkin kita larang,’’ tutupnya.(jar)


Debat Rekontruksi Pileg Alot

METRO – Diskusi publik dengan tema rekontruksi sosial kemasyarakatan pasca pemilu legislatif (Pileg) demi terwujudnya stabilitas daerah dalam rangka menyongsong pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 sukses. Kegiatan yang dipelopori Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Mukomuko diapresiasi oleh berbagai kalangan tak terkecuali Pemda Mukomuko.
Acara yang bertempat di aula MAN Mukomuko, kemarin berlangsung alot. Suasana mulai memanas saat dugaan pelanggaran Pemilu disampaikan oleh peserta dalam forum, termasuk keterlibatan oknum PNS dan pejabat untuk kepentingan pemenangan salah satu Caleg. 
Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mukomuko, Adrizon, saat diberi kesempatan bicara, menyampaikan pesta demokrasi pada Pemilu beberapa waktu lalu dinodai oleh beberapa dugaan pelanggaran yang menurutnya telah bertentangan dengan aturan Pemilu. Selain adanya dugaan money poltik, juga terindikasi adanya keterlibatan oknum PNS dan pejabat yang berperan untuk kemenangan salah satu Caleg peserta Pemilu. Tetapi pengawasan ini patut dipertanyakan, bahkan dia mengusulkan untuk pelaksanaan Pemilu ulang, khusus di Mukomuko.
‘’Kita menemukan adanya pelanggaran pada proses Pemilu dan ini jelas telah merusak pesta demokrasi di dareah ini. Termasuk salah satunya oknum PNS dan pejabat ikut menjadi tim sukses untuk pemenangan salah satu calon, yang menjadi persoalan bagaimana dengan pengawasan terkait temuan ini. Kapan perlu harus dilakukan pemilu ulang,’’ ungkap Adrizon.
Imam Sayuti asal Kecamatan Penarik, juga menyayangkan kondisi Pemilu yang telah berlangsung, karena banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang diduga kuat telah melanggar aturan.
‘’Bagaimana dengan pengawasan dan tindak lanjut dari beberapa pelanggaran yang ditemui pada proses Pemilu, ini tidak jelas. Begitu juga dengan tanggung jawab petugas penyelenggara sejauh ini sampai dimana. Ini yang mesti dipertegas lagi, agar pada pemilu mendatang tidak terulang lagi,’’ imbuh Imam.  
Ketua DPD Lira Kabupaten Mukomuko, Salman Alparizi, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap Pemilu bersih jujur dan adil dan sebagai langakh untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu yang telah berlangsung pada 9 April lalu. Tujuan untuk menciptakan Pemilu aman, kondusif dan dinamis serta demokratis dinilai masih menyisakan kelemahan dan kekurangan. Salah satunya dalam pelaksanaan pemungutan suara banyak petugas di KPPS dan PPS yang belum memahami tugas dan fungsinya. Masih ditemukannya warga yang enggan menggunakan hak suaranya, termasuk pelanggaran dan kesalahan yang terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu.
‘’Persoalan lain yang menonjol dan berpotensi memicu dis-integrasi masyarakat dan dis-harmoni ialah banyaknya kelompok masyarakat yang terkotak-kotak akibat dari dukungan kebeberapa kandidat. Dia mengatakan kandidat yang belum beruntung mendapatkan amanah rakyat, menjadi marah dan tidak ada saling tegur sapa dengan masyarakat pemilih lainnya, bahkan dengan tetangga sendiri fenomena ini juga muncul. Maka demikian, dengan adanya diskusi ini tidak lagi terjadi pada Pemilu berikutnya,’’ terang Salman.
Kakan Kesbangpol dan Sandi Kabupaten Mukomuko, Yanzuri Nawawi, SEmengatakan atas nama daerah, dia mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara, karena ini salah satu langkah untuk menciptakan Pemilu bersih kedepannya. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan bisa menjadi tolak ukur kedepan dan menjadi bahan evaluasi demi terwujudnya Pemilu yang bersih dan meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk menggunakan hak suaranya setiap pelaksanaan pesta demokrasi.
‘’Kita mengucapkan terimakasih atas terlaksananya acara ini, karena mengandung nilai positif untuk kedepannya,’’ pungkas Yanzuri.
Untuk diketahui, acara dibuka secara resmi oleh Ketua Komite Nasional Pemuda  Indonesia (KNPI) Kabupaten Mukomuko, Agus Harvinda, ST, M.Si, selaku narasumber, Wakil Bupati (Wabup), Choirul Huda,SH, Komisoner Panwaslu,Padlul Azmi, SH, Politisi Mukomuko dan Muspar Rusli. Turut hadir, Kepala Kesbangpol dan Sandi, Yanzuri Nawawi,SE, Camat IXV Koto, Aran,S.Pd, Camat Kota Mukomuko diwakili Kasi Pemerintahan, Singgih Pramono, S.Sos, Koramil Mukomuko, Polres, Lurah, Ormas dan LSM serta beberapa orang Caleg peserta Pemilu.(nek/prw)

Maju Jadi Bupati Harus Banyak Mago
POLITIK RM – Meski dilangsungkan pada 2015 mendatang, namun pembahasan soal calon Bupati Mukomuko 2015-2020 mulai hangat diperbincangkan. Mulai dari munculnya beberapa nama sebagai kandidat hingga perdebatan soal syarat bagi seorang calon. Salah satu media paling hangat membahas soal Pilbup saat ini adalah melalui group BBM Menuju BD 1 N. Menariknya salah satu yang jadi acuan, adalah seorang calon bupati harus memiliki banyak dana (mago red) untuk bisa bersaing. Dasarnya adalah belajar dari pileg yang baru saja selesai dilangsungkan.
Dimana sesuai dengan isu yang berkembang dan juga mempelajari hasil dari pemilu, mereka yang memperoleh dukungan maksimal sebagian besarnya mengeluarkan dana cukup besar. Bahkan ada anggapan jika suara pemilih bisa dibeli dengan uang maupun ditukar dengan barang. Maka calon bupati juga harus punya dana besar untuk mendapat suara.
‘’BD 1 N nggak perlu pintas, pengalaman amanah yang penting punya uang, pasti jadi, kenyataan dan fakta di lapngan,’’ kata salah seorang peserta group ini. Dijawan oleh anggota lainnya atas nama Adrizon, ‘’uang bukan segalanya.. tapi uang menentukan juga, mudah-mudahan pilkada tidak sama dengan pemilu kemaren. Bukan salah masyarakat, tapi salah caleg sendiri kenapa bagi-bagi uang. Untuk Pilkada 2015 saya yakin masyarakat tidak akan pilih calon yang bagi-bagi uang. Mereka akan pilih calon yang punya kredibilitas dan semangat tinggi,’’ katanya.
Selain sikap pesimis dari beberapa pihak mengenai terlaksannya Pilkada yang betul-betul bersih dan setidaknya berbeda dengan pileg lalu, ada juga sikap optimis, sebagian masyarakat butuh pemilihan yang aman dan bersih. ‘’Saya masih yakin semua rakyat, masih menginginkan orang bersih, berpendirian kuat, punya ide cemerlang untuk pemimpin. Seorang pejuang tidak akan goyak dengan tekanan dan kesulitan yang berat. Setiap jaman selalu mempunyai tiga anak, idealisme, pragmatism dan oportunisme,’’ kata Muslin menanggapi perdebatan dalam group ini.
Mungkin apa yang dibahas dalam group ini tidak terlalu serius, namun setidaknya itulah cerminan dari pandangan banyak orang soal demokrasi selama ini. Tinggal lagi masing-masing pihak bisa menarik makna dan membuat keputusan yang tepat, mau dibawa kemana negeri ini. Benarkah semuanya bisa dinilai dengan uang.
‘’Kita perlu kompak dan bersatu mengetengahkan sebuah kebenaran, apapun itu harus dilakukan, karena masyarakat butuh pemimpin yang siap membela mereka,’’ tutup Burhandari, M.Si menanggi hal ini.(jar)


Melenggang ke Senayan, Bang Ken Siap Bekerja

POLITIK RM –  H. Ahamd Kanedi atau yang akrab disapa Bang Ken, sukses menembus kursi panas Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD-RI) Dapil Provinsi Bengkulu. Bahkan mantan penguasa Ibu Kota Provinsi Bengkulu ini meraih dukungan tertinggi dengan 150.074 suara, termasuk dari Mukomuko hampir 8000 suara. Atas kepercayaan masyarakat ini, Bang Ken mengaku puas dan berjanji akan menjalankan fungsinya sebagai perwakilan Provinsi Bengkulu dengan baik.
Dikatakan Bang Ken, ia tidak akan lupa dengan janji politiknya kepada masyarakat, kepercayaan yang diberikan sebagai amanah yang harus ia pikul. Tergetnya setelah aktif sebagai anggota DPD adalah prioritas menarik APBN untuk pembangunan Provinsi Bengkulu yang berbasis pedesaan. Hingga dari itu, masyarakat di desa-desa bisa mencapai taraf hidup yang baik dengan dipermudah menjalankan aktivitas mereka yang mayoritasnya petani ataupun nelayan.
‘’Ini berkat dukungan dari semua pihak, tak terkecuali kawan di Mukomuko tak terkecuali media lokal Radar Mukomuko yang sudah banyak mengekspos Bang Ken sebagai calon DPD beserta visi kedepannya. Maka kita akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat yang berbasis pedesaan,’’ kata Bang Ken.
Bang Ken juga berjanji akan semakin sering turun ke masyarakat dan terus mencari referensi pembangunan di Provinsi Bengkulu. Karena sejak awal, ia sudah punya berbagai program kedepan untuk membangun Bengkulu melalaui kepercayaan yang diberikan selaku anggota DPD RI. Terkait langkah kedepan, Bang Ken belum berfikir terlalu jauh, ia akan menjalankan fungsinya sebagai anggota DPD RI dengan baik sesuai dengan amanat dari masyarakat.
‘’Kita ingin menjalankan tugas sebagaimana mestinya, ini adalah kepercayaan, selagi ada peluang dan kemampuan, kita akan terus berpkir dan berbuat untuk daerah ini,’’ tutup Bang Ken.(jar)


Panwaslu Ditegur Banwaslu

POLITIK RM – Kabarnya Panwaslu Mukomuko mendapat teguran dari Banwaslu Provinsi Bengkulu terkait penanganan berbagai laporan dari peserta pemilu. Bahkan Banwaslu meminta Panwaslu mengkaji kembali dan membahas dengan teliti setiap laporan tersebut, terutama terkait dengan keberatan para saksi terhadap penghitungan suara pemilu untuk DPRD Provinsi.
Devisi HPP Banwaslu Bengkulu, Ediansyah mengakui sudah menghubungi pihak Panwaslu Mukomuko. Pasalnya ada beberapa laporan dari peserta pemilu, tahapan penyelesaiannya tidak memuaskan pelapor, salah satunya laporan yang disampaikan caleg Hanura DPRD Provinsi dan lainnya. Maka pihaknya meminta Panwaslu Mukomuko serius dan mengkaji setiap laporan tersebut. Edi juga mengakui semua laporan sudah didata oleh Banwaslu Provinsi.
‘’Kita sudah hubungi mereka mengenai laporan dari peserta pemilu, kita minta ditinjau dan jelaskan dengan detai setiap permasalahan tersebut, tidak bisa dianggap selesai begitu saja, ada laporan dari pelapor ke Panwaslu yang datang dengan kita menanyakan terkait hal itu,’’ ungkap Edi.
Salah seorang pelapor, Ir. Anton Hidayat mengaku kecewa dengan proses penyelesaian laporan mereka ke Panwaslu Mukomuko. Semuanya seakan akan ditutup begitu saja dengan berbagai dalih tanpa ada proses yang urut. Diantara materi laporan yang ia sampaikan dugaan penggelembungan suara, KPU yang membatalkan janji membuka beberapa kotak suara dan juga terkait beberapa dugaan kejanggalan lainnya.
‘’Kami heran kok KPU dengan mudahnya menghianati janji bersama membuka kota saat pleno, tiba-tiba ditutup begitu saja. Juga laporan dengan Panwaslu tidak ada kejelasannya, akhirnya kami sampaikan dengan Banwaslu, mudahan ada solusinya,’’ kata Anton.
Juga Burhandari, M.Si dari PKS mengaku tidak puas dengan penyelesaian setiap laporan ke Panwaslu Mukomuko. Maka mereka tidak terima dengan hal ini dan memilih terus menempuh jalur lebih tinggi. Soal kalah dan menang baginya biasa saja, namun harus ada kejelasan, karena semua pihak sudah sepakat melaksanakan pemilu dengan damai dan jujur.
‘’Kami bukan tidak terima kalah, hanya saja kita minta semuanya dilakukan dengan benar dan serius. Mengenai terbukti atau tidak laporan kita, sebaiknya diselesaikan dengan terbuka dan jelas,’’ tutup tegas anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini.
Namun sayangnya saat akan dikonfirmasi dengan pihak Panwaslu Mukomuko mengenai hal ini belum bisa, sebab saat dihubungi via telepon belum mendapat jawaban.(jar)