Saturday, 7 December 2013

Mukomuko Duka


Pria Uzur Ditemukan Tewas Mengapung
PONDOK SUGUH – Pagi kemarin, sekitar pukul 06.05 WIB, warga Desa Bumi Mekar Jaya (BMJ), Kecamatan Pondok Suguh digegerkan dengan informasi penemuan sesosok mayat laki-laki. Mayat tersebut ditemukan mengapung di dalam kolam areal perkebunan sawit milik Rohman, warga setempat. Usai dievakuasi, warga langsung dapat mengenali identitas mayat yang kondisi tubuhnya sudah kaku itu.
Panggilannya sehari-hari adalah Sujak (70), warga setempat yang bermata pencaharian sebagai petani. Berdasarkan informasi dihimpun, korban diduga terpeleset saat ingin membersihkan tubuhnya setelah bekerja seharian di kebun. Memang, semasa hidupnya korban dikenal aktif mengikuti pengajian di mesjid setempat saban malam jumat. Dugaan ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan, dimana tidak ditemukan adanya bekas luka akibat benturan ataupun tindak penganiayaan.
Dikonfirmasi wartawan, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Pondok Suguh, Iptu. A Robani membenarkan adanya penemuan mayat yang langsung dapat dikenali identitasnya. Pihaknya bersama anggota  langsung turun ke TKP untuk melakukan pengecekan. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi juga sudah memintai keterangan dari pemilik kolam, warga setempat sebagai saksi mata.
‘’Ya, pagi tadi (kemarin, red) ada laporan penemuan mayat mengapung di dalam kolam. Kita langsung turun ke TKP. Dari penyelidikan tidak ditemukan adanya bekas kekerasan. Diduga korban terpeleset dan kecebur ke kolam. Sejauh ini, kita sudah meminta keterangan dari sejumlah warga dan pemilik kolam itu sendiri. Kalau kejadiannya diprediksi malam hari,’’ urai kapolsek.
Keterangan lain dihimpun Radar Mukomuko (RM), sorenya korban masih terlihat sehat dan bugar. Korban berangkat dari rumahnya di tengah kebun yang berjarak kurang lebih 2 Km dari desa menuju mesjid. Biasanya, korban membersihkan tubuhnya di sumur milik warga. Entah kenapa, korban saat itu memilih menuju ke kolam.
Adalah Herman, warga yang kali pertama menemukan korban. Niatan Herman semula hendak menyadap getah karet di kebun. Samar-samar cahaya dari senter yang digunakan Herman menangkap sesosok tubuh yang terapung di kolam. Betapa kagetnya Herman saat didekati ternyata benar, itu merupakan tubuh manusia. Atas penemuannya Herman sontak meneruskan pada warga lain.
‘’Kejadian ini cukup mengagetkan kita. Korban memang warga kita. Dia selama ini rajin mengikuti pengajian di mesjid. Korban pagi tadi (kemarin, red) langsung kami kebumikan setelah mendapat izin dari keluarganya di Lampung,’’ papar Kades BMJ, Dede.(ray/jar)

Presidium Bengkulu Barat Segera Dibentuk
PONDOK SUGUG – Rencana pemekaran Kecamatan Ipuh dan sekitarnya menjadi sebuah kabupaten baru agaknya bukan sekedar isu saja. Kabar teranyar didapat, beberapa tokoh masyarakat dari 5 kecamatan, masing-masing Ipuh, Pondok Suguh, Sungai Rumbai, Malin Deman dan Air Rami akan mengadakan rapat dengan bahasan pembentukan presidium pemekaran. Konon nama kabupaten yang bakal diusulkan adalah Bengkulu Barat.
Salah seorang tokoh masyarakat Pondok Suguh, A Katab yang juga tergabung dalam presidium pemekaran Kabupaten Mukomuko mengakui bahwa isu rencana pembentukan kabupaten pemekaran dari Mukomuko sedang menjadi pembicaraan hangat. Terakhir diusulkan kabupaten ini nantinya diberi nama Bengkulu Barat. Ia juga sudah dihubungi terkait adanya rencana penyebaran undangan bagi para tokoh di lima kecamatan untuk membentuk presidium.
‘’Kabarnya undangan untuk rapat tokoh masyarakat ini sudah dirancang, sekarang masih menyesuaikan waktunya. Hingga dengan harapan setiap yang diundang dapat menghadirinya,’’ kata Katab.
Sebelum melangkah lebih jauh, Katab mengingatkan agar seluruh elemen  harus kompak dan komitmen. Ia tidak menginginkan pengorbanannya kala memperjuangkan Kabupaten Mukomuko berujung pahit. Dimana untuk wilayah Pondok Suguh sangat minim tersentuh pembangunan pemerintah.
‘’Kita tidak mau asal berjuang saja, kalau memang sepakat harus ada perjanjian yang jelas di hadapan masyarakat, sudah cukup sekarang warga Pondok Suguh sudah merasa dikecewakan oleh kabupaten yang sekarang ini,’’ tutup Katab.(jar)

Penipu Raup Jutaan Rupiah
//Modus Jualan Pulsa, 9 Warga Jadi Korban
TERAS TERUNJAM – Masyarakat Kabupaten Mukomuko mesti waspada dengan aksi dugaan penipuan satu ini. Dengan modus menawarkan pulsa yang harganya jauh lebih murah dari harga normal, bahkan diimingi mendapat bonus pulsa tambahan, pelaku selama melancarkan aksinya sudah meraup keuntungan mencapai jutaan rupiah. Yang menjadi korbannya selain warga biasa, juga pemilik usaha counter handphone.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Mukomuko (RM), jumlah korban dugaan penipuan sebanyak 9 orang. Mereka terdiri dari, Ica (25) yang mengalami kerugian Rp 1 juta, Har (40) yang menyerahkan uang Rp 500 ribu, keduanya asal Desa Talang Kuning, Enjel Santra (23) warga Teruntung yang kehilangan uang Rp 1 juta serta Tani (28) warga Teras Terunjam dengan nilai kerugian Rp 1 juta. Selanjutnya, Abu Tikar asal Desa Suka Pindah yang kena tipu Rp 300 ribu, Alwi sebesar Rp 1 juta jumlah kerugiannya, M Yatim Rp 2 juta, Dodi Rp 1 juta dan Yal Rp 500 ribu.
‘’Dari pengakuan korban, mereka sudah menyetor uang pada oknum pria yang bertampang meyakinkan itu. Ica sudah setor uang Rp 1 juta, Har Rp 500 ribu, Enjel Rp 1 juta dan Tani Rp 1 juta. Berdasarkan keterangan yang saya peroleh, pria itu membawa selebaran kertas yang berisikan program pulsa murah. Tetapi setelah dibayar, saldo pulsa mereka tidak terisi. Tetapi laporan pengiriman pesan dari pesan masuk ke Hp mereka itu ada. Saat ini mereka kecewa dan merasa ditipu,’’ ungkap Noviyanto.
Noviyanto menambahkan, penampilan pelaku cukup meyakinkan. Tak heran jika warga terpedaya. Kendati tidak memperkenalkan dirinya pelaku sedianya menyulut kecurigaan para korban.
‘’Warga masih heboh membahas tentang kejadian itu, sayangnya pelaku itu tidak ada lagi muncul-muncul ke desa,’’ lanjut Noviyanto.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam, Bipda Budimansyah mengungkapkan pihaknya belum menerima laporan resmi atas peristiwa dugaan penipuan tersebut. Namun begitu polsek akan melakukan penyelidikan.
Terpisah, Kaur Pembangunan Desa Suka Pindah, Kecamatan Lubuk Pinang, Abu Tikar, juga mengaku dirinya ikut tertipu oleh aksi oknum pelaku penjual pulsa menggunakan motor Jupiter MX warna hitam merah. Abu Tikar menyebutkan dirinya telah melakukan transaksi kepada oknum tersebut dengan nilai uang Rp 300 ribu.
‘’Selain saya, juga warga lainnya yang diperkirakan menjadi korban dugaan penipuan tersebut. Diharapkan dengan kejadian ini tidak lagi terjadi di tempat lain. Untuk sementara ini kami belum melapor ke pihak yang berwajib,’’ demikian Abu.(nek/dum)

Bupati Dukung Pemilik Ternak Bandel Dipidana
METRO – Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM mendukung jajaran Polres Mukomuko menindak tegas para pemilik ternak yang membiarkan ternaknya berkeliaran di tempat umum. Bup prihatin mengetahui banyaknya peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) akibat menabrak ternak di jalan raya. Sejauh ini, penertiban ternak yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum maksimal. Dengan adanya tindak lanjut dari kepolisian, Bup berharap dapat meningkatkan kesadaran para pemilik ternak. Minimal dengan tidak membiarkan ternaknya berkeliaran dengan cara mengandangkannya.
‘’Kita dukung bersama polisi untuk menindak tegas para pemilik ternak. Selama ini upaya yang dilakukan Satpol PP belum maksimal. Dan pemilik ternak terkesan tidak mengindahkan apa yang telah diinstruksikan. Kita sangat prihatin banyak pengendara yang menjadi korban kecelakaan akibat menabrak ternak. Itu tidak bisa dibiarkan, karena kebanyakan pemilik ternak tidak mengakuinya,’’ ungkap Bup.
Sementara itu, rencana pemeriksaan terhadap pemilik ternak yang dilakukan kemarin urung. Pasalnya, pemilik ternak berinisial Ar tidak memenuhi undangan. Polisi bakal melayangkan surat panggilan. Hari ini dan besok, pemilik ternak lainnya berinisial Yk dan Dl akan dimintai keterangan jika berkenan memenuhi undangan.
‘’Ya, seharusnya tadi (kemarin, red) Ar kita mintai keterangan. Karena tidak memenuhi undangan, nantinya akan kita buat surat panggilan. Besok (hari ini, red) Yk akan dimintai keterangan dan Jumat (besok, red) giliran Dl yang dimintai keterangan. Tetapi kalau semuanya tidak memenuhi, terpaksa kita layangkan surat panggilan. Kita juga sudah melihat kondisi korban serta meminta keterangan seputar kronologisnya,’’ pungkas Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Narkoba, AKP. P Simarmata.(ray)

Usulan Lelang Jabatan, Bup: Itu Sangat Bagus

METRO – Usulan lelang jabatan digelar Pemkab Mukomuko dari sejumlah pihak mendapat tanggapan langsung dari Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Usulan itu dinilai bagus dan membangun untuk kemajuan daerah. Namun, Bup belum bisa memastikan dan akan mempertimbangkannya. Itu mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Mukomuko masih sangat minim. Sehingga pejabat yang ditempatkan masih banyak yang belum sesuai dengan tupoksinya. Keputusan itu ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi.
Saat dikonfirmasikan, Bup mengatakan bahwa pihaknya memiliki harapan agar Kabupaten Mukomuko bisa maju dan berkembang. Sehingga masyarakatnya ikut sejahtera. Termasuk dalam hal penempatan pejabat di dalam pemerintahan.
‘’Usulannya sangat bagus sekali dan kita terima. Tetapi balik-balik dengan SDM yang ada sekarang ini. Jujur saja, kita terkadang kesulitan untuk menempatkan para pejabat itu. Karena selain memang yang memenuhi kriteria baru orang-orang itu saja, mutasi yang dilakukan juga belum maksimal. Karena orangnya sama. Hanya saja tempat kerjanya yang berubah. Kita akan pertimbangkan lagi dan persiapkan semuanya,’’ ungkap Bup.
Ditambahkannya, sejauh ini dengan pejabat yang ada, ia yakin semua pekerjaan yang diamanahkan bisa dilaksanakan dengan baik. Dan pihaknya terus melakukan evaluasi. Tak ayal jika mutasi kerap dilakukan untuk meningkatkan efektifitas kerja. Selain itu, pihaknya terus meminta agar para pejabat bisa meningkatkan kinerja sesuai tanggung jawabnya.
‘’Dengan SDM yang ada sekarang ini, syukur Alhamdulillah semua kegiatan tetap berjalan. Memang kalau pejabat yang ditempatkan itu bisa sesuai tupoksinya kita yakin akan lebih efektif. Meski kerap mutasi itu semata untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan meningkatkan tatanan pemerintahan. Kita berharap pejabat yang diberi amanah bisa bekerja sesuai tanggung jawabnya. Kalu tidak, apa boleh buat. Kita akan evaluasi kembali,’’ pungkas Bup.(ray)