Monday, 12 August 2013

Lebaran ASIK 1343 H



Banjir Rendam 46 Rumah & 2 Ha Kebun
IPUH – Lebaran Idul Fitri tahun ini mesti dilalui dengan rasa duka cita bagi puluhan warga di Kecamatan Ipuh. Bagaimana tidak? Bertepatan dengan perayaan lebaran pada Kamis (8/8) lalu, banjir melanda tiga desa masing-masing Desa Dusun Pulau, Retak Ilir dan Air Buluh. Pemkab Mukomuko melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mencatat sebanyak 46 rumah tergenang banjir yang berasal dari luapan air sungai berbeda. Selain rumah, perkebunan warga seluas kurang lebih 2 hektare (Ha) tak luput dari banjir.
Dinsos sendiri bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir sesaat setelah mendapat laporan. Sebagaimana disampaikan Kadinsosnakertrans, HM Badri Rusli, SH, bantuan diberikan kepada 28 Kepala Keluarga (KK) yang masuk kategori terkena banjir parah. Sedangkan sisanya masuk kategori sedang dan ringan. Bantuan yang diberikan berupa sembako, selimut dan matras serta sejumlah peralatan masak.
‘’Ya kami sudah melakukan pendataan korban banjir. Jumlah total rumah yang terendam sebanyak 48 unit. Yang kita bantu terlebih dahulu sebanyak 28 karena memang lumayan parah akibat terendam air. Dan sisanya juga akan kami berikan bantuan segera. Selain sembako, kita berikan bantuan selimut, matras untuk alas tidur serta kebutuhan lainnya,’’ ungkap Badri.
Sementara, Sekretaris BPBD, Sutarso, S.Pd mengatakan, untuk mengantisipasi banjir susulan pihaknya telah mengimbau warga untuk waspada khususnya bagi para korban banjir. Hal itu dapat dilihat dari perubahan cuaca dan hujan yang terjadi secara terus menerus. Selain itu, ia mengakui bahwa bantuan sudah diserahkan langsung kepada korban banjir.
‘’Memang benar, begitu kejadian banjir kita juga langsung menurunkan anggota ke TKP. Bantuan kita berikan dan imbauan juga kita sampaikan, sehingga warga bisa mengambil langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi banjir susulan. Kita juga sudah menurunkan anggota untuk melakukan pemantauan ke lapangan, sehingga saat hujan kembali turun, warga diinstruksikan untuk mengevakuasi seluruh barang-barang berharganya,’’ terang Sutarso.
Kali pertama air menggenangi pemukiman warga di Retak Ilir. Dari keterangan warga setempat, air mulai naik sekitar pukul 06.31 WIB atau sebelum dilaksanakannya Salat Ied. Salah satu rumah warga yang terendam adalah rumah Muslim.
Sebagian besar harta miliknya hanyut, termasuk kue lebaran. Di lokasi yang sama, 1 Ha kebun cabai dan 1 Ha kebun kacang milik Surohim rusak total. Di Desa Pulau Baru, banjir yang bersumber dari meluapnya Sungai Muwar merendam 6 rumah hingga ketinggian sekitar 1 meter. Adapun rumah warga yang terendam milik Basri, Tugiman, Rudi Hartono, H. Rahmat, Nana Najamudin dan rumah Elis Watika.
Selanjutnya banjir yang terjadi menjelang siang berasal dari aliran Air Buluh meluap mengakibatkan belasan rumah terendam hingga batas lutut orang dewasa. Anak-anak sempat diungsikan termasuk salah satu yang terparah di rumah Sekretaris Desa Air Buluh.
‘’Banjir akibat meluapnya air sungai, kemungkinan terjadi hujan lebat dibagian hulu, sebab saat banjir hari sudah tidak hujan lagi,’’ kata Kades Air Buluh, Ali Takdir.
Salah seorang tokoh masyarakat Retak Ilir, Ujang alias Zulfikar, juga membenarkan banjir yang terjadi di desa ini. kejadian tersebut sempat mengejutkan warga hingga mereka ramai-ramai mendatangi lokasi banjir, termasuk memberi bantuan kepada korban.(jar/ray)

Nambuh Libur, PNS Disanksi
METRO – Tak terasa, masa libur panjang menyambut lebaran Idul Fitri dan cuti bersama bagi kalangan PNS tak terkecuali PNS di lingkungan Pemkab Mukomuko telah berakhir. Sesuai jadwal semula, hari ini mereka diharuskan kembali ngantor di instansinya masing-masing.
Sebagai bentuk pengawasan terhadap para PNS yang indisipliner, Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM memastikan menggelar inspeksi mendadak (Sidak). Disampaikan Bup kepada Radar Mukomuko (RM), seluruh absensi PNS akan diperiksa untuk mengetahui tingkat kedisiplinannya.
Sungguh keterlaluan jika terdapat PNS yang mangkir, terlebih statusnya di absensi Tanpa Keterangan (TK). Sebab menurut Bup waktu libur yang diberikan pemerintah sudah lebih dari cukup. Mulai dari Sabtu (3/8) hingga Minggu (11/8). 
‘’Dari situ akan kelihatan, mana PNS yang nambah libur. Bagi yang tidak masuk akan dicatat dan akan diproses sesuai tingkat pelanggaran. Sanksi yang akan diberikan mengacu pada peraturan kepegawaian,’’ tegas Bup.
Sekdakab Mukomuko, Syafkani, SP menambahkan bahwa Pemkab Mukomuko tidak tinggal diam jika terbukti ada PNS yang nambuh libur. Semuanya akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran dan alasan nambuh liburnya.   
‘’Kita tidak akan membiarkan pegawai khususnya PNS yang nambuh libur. Semuanya akan kita berikan sanksi. Dan sidak akan kami gelar pada hari pertama kerja. Kita akan cek seluruh absensi dan merekap pegawai yang nambuh libur. Hasilnya akan kita bahas dan laporannya diserahkan langsung ke bupati. Sanksi akan diberikan berdasarkan kebijakan bupati. Harapan kita sanksi nanti dapat meningkatkan kinerja serta menimbulkan efek jera,’’ ungkap Syafkani.
Sementara Kepala Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, Drs.H Ruslan, M.Pd turut menyampaikan bahwa saat ini tingkat kedisiplinan pegawai khususnya PNS dalam bekerja mengalami penurunan.
‘’Sekarang ini banyak oknum PNS yang indisipliner, dan sanksi tegas sudah menunggu. Untuk PNS yang nambuh libur pasca lebaran kita akan cek absensinya pada saat sidak nanti. Dari situ kita bakal tahu PNS yang nambuh libur. Tentunya akan segera ditindaklanjuti dan sanksi akan diberikan tanpa adanya toleransi lagi,’’ demikian Ruslan.(cw5/ray)


Reses Itu Sangat Perlu!
METRO – Jika sebelumnya pernyataan akan pentingnya digelar reses bagi anggota dewan datang dari wakil ketua DPRD Kabupaten Mukomuko, I Wayan Adnyana dan Ketua Badan Kehormatan (BK), Sardiman, kali ini Ketua DPRD, Drs. Arnadi Pelam yang mengungkapkan pendapat senada. Disampaikan Arnadi bahwa dirinya menyayangkan hingga di penghujung masa jabatan anggota dewan hanya beberapa kali mengikuti reses.
Itu lantaran dari pihak sekretariat tidak ada mengagendakannya dengan berbagai pertimbangan. Di lain sisi, saban tahun dana reses selalu dianggarkan.
‘’Kita dan seluruh anggota dewan pada dasarnya berharap agar reses itu diagendakan dan dijalankan. Ya meski kita bertempat tinggal di wilayah dapil kita, tetapi tetap saja  reses itu agenda wajib dan kami anggap sangat perlu. Melalui reses kami dapat menampung aspirasi masyarakat secara formal,’’ ungkap Arnadi.
Permasalahan tidak dilaksanakannya reses oleh dewan kabupaten sampai juga ke telinga anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. Inzani Muhammad. Inzani tidak sepakat jika ada yang beranggapan reses tidak perlu diagendakan dan dilaksanakan.
‘’Anggota dewan berkewajiban menampung seluruh aspirasi masyarakat. Karena itu tidak ada yang bisa bilang reses itu tidak perlu. Kami sangat menyayangkan, apalagi dananya setiap tahun sudah dianggarkan. Jangan sampai anggota dewan lupa dengan masyarakat yang telah mendudukkannya di kursi dewan. Itu harus ditindaklanjuti sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,’’ ungkap Inzani.(ray)

Salat Ied di Rumdin Batal, Open House Tetap 
METRO – Manusia hanya bisa berkehendak, namun Allah SWT jualah yang menentukan. Rencana semula dari jauh hari dilangsungkan Salat Ied di rumah dinas (rumdin) Bupati Mukomuko harus dibatalkan lantaran cuaca pada pagi itu tidak mendukung.
Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM dan rombongan pun pindah menunaikan salat di mesjid. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat juga berdampak pada pelaksanaan ibadah di mesjid yang tidak kondusif dan khusyuk. Ditambah lagi sempat padamnya listrik. 
Kendati agenda salat ied batal tapi open house tetap dilangsungkan. Dari pantauan Radar Mukomuko (RM) selain para pejabat secara bergantian menemui Bup dan istri, Hj Rosna Ichwan untuk bermaaf-maafan, juga terdapat masyarakat umum.
Ditanyakan makna idul fitri tahun ini, Bup menyampaikan bahwa idul fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan.
‘’Melalui momentum ini kita dapat saling bermaafan, dan makin memperkokoh  tali silaturahmi. Semoga saja makna lebaran ini dapat memotivasi masyarakat untuk bersama-sama pemerintah dan elemen lain memajukan daerah yang kita cintai,’’ harap Bup disela kesibukannya meladeni tamu undangan yang datang. 
Terkait penyebab padamnya listrik, pihak PT. PLN (Persero) hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonformasi. Beberapa kali sempat dihubungi ke nomor handphone pimpinan PLN, tidak mendapat jawaban.(cw2) 

Suguhi Hiburan, Pantai Dipadati Pengunjung
METRO – Terhitung pada lebaran Idul Fitri kedua, hampir di setiap kawasan wisata pantai di Kabupaten Mukomuko dipadati oleh masyarakat yang berlibur dalam rangka merayakan lebaran. Jika di Pantai Padang Panaek artis kondang asal Kota Padang, Liza Tania menghibur pengunjung lewat suara merdu disertai goyangannya, di Pantai Pandan Wangi, Pulau Cinto, Pantai Indah Air Buluh, Pantai Air Rami dan Pantai Wisata Batu Kumbang hanya dihibur oleh para biduan yang beraksi sedikit erotis. Warga yang sudah membeli karcis dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu sedikit kecewa. Sebab harapan mereka dapat menyaksikan artis top dari Jakarta. Belum lagi akibat dari hujan jalan menuju lokasi.
Salah seorang pengunjung, Ramad asal Air Rami tak menampik kekecewaannya  karena semula ia berharap bisa menyaksikan artis tenar yang kerap muncul  di tv namun malah hanya menyaksikan biduan yang tidak dikenal sama sekali. ‘’Terlau mahal kalau hanya biduan, biasanya saat lebaran ini yang ditampilkan artis dari Jakarta. Kita hari biasa mana pernah keluar ke pantai, sibuk kerja saja,’’ ungkap Ramad.
Juga pengunjung lain, Ratna menilai satu-satunya yang menampilkan artis sedikit ternama hanya di Pantai Pijar saja, dimana mereka menurunkan Liza Tania. Untuk kawasan wisata lain acaranya biasa-biasa saja. Meskipun warga tetap ramai, menurutnya hanya lantaran ingin berlibur bersama keluarga bukan dengan tujuan menyaksikan artis.
‘’Kami hanya ingin berlibur saja, kalau soal artis tidak masalah. Namun yang saya tahu hanya di sini saja (Pantai Pijar red) ada artinya, ditempat lain hanya bidian biasa saja,’’ kata Ratna.
Salah seorang pelaksana acara, BM Hafrizal mengaku bangga bisa mendatangkan Liza Tania untuk menghibur warga Mukomuko. acara ini terselenggara atas kerjasama banyak pihak terkhusus dukungan dari pihak keamanan dan warga sekitar. Ia berharap kedepannya terus bisa melakukan kegiatan hiburan guna menjawab kebutuhan masyarakat.
‘’Kita mengadakan acara semata untuk menghibur, kami sudah menyesuaikan semuanya dengan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang sedang berbahagia saat hari raya ini,’’ terang BM.(jar) 

Angkut 9 Penumpang, Avanza Masuk Jurang
AIR DIKIT – Laka tunggal menimpa sebuah mobil merek Toyota Avanza nopol BD 1685 KA warna hitam. Mobil yang dikemudikan Nasiun (29) warga Desa Pondok Baru, Kecamatan Selagan Raya itu keluar jalur hingga terjun ke jurang setinggi kurang lebih 10 meter saat melintas di ruas jalan Sungai Geting, Desa Sari Bulan, Kecamatan Air Dikit pagi sekitar pukul 09.41 WIB kemarin. Sebelum akhirnya mendarat dengan posisi terbalik, mobil sempat beberapa kali jungkir balik.
Mobil berhasil dievakuasi berkat pertolongan warga dibantu tokoh masyarakat setempat, HM Maril dan pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres Mukomuko. Kendati mobil mengalami kerusakan serius namun sopir dan penumpang yang berjumlah 9 orang tidak mengalami luka berarti.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd ketika dikonfirmasikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menerangkan bahwa kejadian tersebut adalah laka tunggal, karena tidak ada lawan.
‘’Setelah kita cek di TKP dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ini murni masuk ke ranah laka tunggal. Tidak terdapat korban jiwa namun mobil mengalami kerusakan di bagian bodi dan kaca depan,’’ terang kasat.
Menurut informasi dari saksi mata, mobil awalnya melaju dari arah Penarik menuju Dusun Baru. Sebelum kejadian, diperkirakan sopir berusaha mengelak mobil lain dari arah berlawanan. Nasiun ketika diminta keterangannya menyebutkan, ia terpaksa banting stir ke arah kiri jalan karena mengelak mobil dari berlawanan arah yang melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga melewati garis putih pada badan jalan di kawasan itu.
‘’Mobil kita saat itu santai saja, sekitar kecepatan 40 sampai 50 Km/jam  saja. Karena terdesak takut tabrakan dengan lawan dari arah depan, kita terpaksa banting stir ke kiri,’’ ungkap Nasiun yang mengaku sebagai salah seorang guru di SMAN 13 Sungai Ipuh itu.
Nasiun menambahkan, di dalam mobil terdiri dari 9 orang, 5 diantaranya masih berusia anak-anak.
‘’Kita 9 orang di dalam mobil, saya dan istri saya ditambah dengan kakak saya beserta suaminya, kemudian juga 5 orang anak-anak kami yang masih kecil, kami ingin ke Desa Dusun Baru untuk silaturahmi dengan sanak family. Untung saja kejadian ini tidak ada korban jiwa dan luka-luka, kalau masalah kendaraan tidak jadi persoalan dan bisa dibawa ke bengkel untuk diperbaiki,’’ imbuh Nasiun.
Menurut saksi mata, Yatno, pemilik bengkel motor di kawasan tersebut dia memperkirakan bahwa sopir mobil terdesak dan terpaksa mengelak karena ada sebuah mobil dari berlawanan arah ketika itu melaju kencang dan ditengarai memakan badan jalan.
‘’Kita melihat langsung kejadian itu. Saat mobil jungkir balik dan terjun ke dalam jurang terdengar suara teriakan dari dalam mobil,’’ jelas Yatno.


H+2 Lebaran, 3 Lakalantas
PADA H+2 lebaran Idul Fitri lalu atau Jumat (9/8) terjadi tiga peristiwa lakalantas di TKP dan waktu berbeda. Kali pertama pada pagi, sekitar pukul 08.32 WIB di simpang Air Hitam, Kecamatan Pondok Suguh. Dua unit mobil terlibat tabrakan hingga mengalami kerusakan serius pada bodi depan. 
Sopir mobil Toyota Innova bernopol BD 16xx AV, Ucok menuturkan akibat tabrakan tersebut kendaraan yang baru dua minggu ia beli mengalami kerusakan parah. Ucok sendiri dalam perjalanan pulang dari mudik lebaran  di Medan menuju tempat tinggalnya di Kota Bengkulu. Dalam mobil tersebut terdapat enam orang anggota keluarganya.
Laka kedua terjadi pada pukul 12.15 WIB di ruas jalinbar Kecamatan Ipuh. Seorang ABG asal Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Awal (16) mengalami patah kedua kaki usai beradu dengan mobil Mitsubshi Kuda yang berplat merah. Korban sempat dirawat di Puskesmas Perawatan Ipuh untuk selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga.
Laka berikutnya di ruas jalinbar Desa Marga Mulya Sakti, Kecamatan Penarik. Motor merek Suzuki Satria FU yang dikendarai Jefri (14) warga Desa Lubuk Mukti diduga beradu kambing dengan Honda Revo dikendarai Dodi (14), warga Desa Sido Mulyo. Kejadiannya sekitar pukul 21.01 WIB. Jefri mengalami patah kanan juga lawannya Dodi juga patah tangan kanan. Sementara penumpang salah satu motor atas nama Budi Mulyono (16) mengalami luka ringan (luring) di bagian kaki kanannya.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd menyebutkan, 1 unit Barang Bukti (BB) sudah diamankan di markas satlantas, sementara 1 unit lagi masih dalam pencarian. Sesaat usai kejadian pihak keluarga korban langsung membawa motor tersebut dan hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.
‘’Kejadian lakalantas di Desa Marga Mulya Sakti masih dalam proses penanganan. 1 BB kita sudah amankan dan 1 lagi masih dalam pencarian,’’  ungkap Sukamso kepada Radar Mukomuko (RM).(jar/cw1)