Friday, 26 July 2013

Politik Radar Mukomuko


Tiga Caleg Wanita PAN Resmi Diganti
POLITIK RM – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko memastikan 3 caleg wanita asal dapil II yang menyatakan mundur diganti. Kepastian ini sesuai dengan hasil rapat bersama petinggi PAN dan kadernya di Dapil II kemarin lusa. Calon penggantinya tengah digodok dan paling lambat 27 Juli 2013 sudah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko.
Disampaikan oleh Sekjen PAN yang baru Eranardi, S.IP, ia langsung memimpin pertemuan dengan seluruh caleg di Dapil II yang mengambil tempat di Penarik. Keputusannya semua caleg wanita diganti dengan calon lain dan sekarang sedang penjajakan siapa yang layak. Ketiganya mundur dengan alasan yang jelas dan bisa diterima oleh parpol. Sebab mereka tidak siap memenuhi persyaratan dari KPU.
‘’Kebetulan mereka guru honda yang digaji oleh daerah, untuk mencalon ya harus mengundurkan diri. Setelah sekian lama dipertimbangkannya, ternyata mereka berat meninggalkan tugas sebagai tenaga honor tersebut. Kita tidak masalahkan, karena itu pilihan mereka, yang jelas kami memastikan segera menetapkan calon penggantinya,’’ kata Era.
Lanjutnya, kejadian ini pada dasarnya belum diketahui sepenuhnya oleh ketua dan rencananya akan dilaporkan hari ini. Yang jelas ia menjamin PAN Mukomuko akan tetap solid seperti dulu kala dan merupakan kandidat kuat pemenang pemilu 2014. Selain 3 caleg ini tidak ada perubahan lain daftar caleg PAN dari DCS yang sudah ditetapkan KPU. Untuk dapil lain, semuanya solit dan siap menhadapi persaingan pemilu yang akan segera bergulir.
‘’yang jelas PAN tetap solid, masalah yang ini tidak akan banyak mempengaruhi kesiapan PAN menghadapi pemilu, bahkan kami rasa akan lebih memperkuat kesiapan semua caleg. Di dapil lain tidak ada perubahan daftar caleg, semua siap tempur,’’ demikian Era.(jar)

Pukul 00.00 WIB, Dewan Harus Mundur
POLITIK RM – Pukul 00.00 WIB pada 1 Agustus 2013 merupakan kesempatan terakhir anggota DPRD Mukomuko asal parpol non peserta pemilu 2014 untuk menentukan sikap, mundur atau gagal nyaleg. Hal ini sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2013 tentang syarat pencalonan anggota dewan yang loncat parpol dan caleg yang digaji dari APBN dan APBD.
Ditegaskan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd saat ditemui di kantornya kemarin. Aturan tersebut tidak bisa diganggugat kembali. Pihaknya dalam hal ini hanya sebatas melaksanakan aturan sesuai dengan titah tugas yang mereka emban dari KPU pusat dan Mendagri.
‘’Pukul 00.00 WIB pada tanggal yang ditetapkan dewan loncat parpol wajib mengundurkan diri bila mau mencalonkan diri. Setelah itu calon yang tidak melengkapi syarat langsung dicoret dan tidak ada pergantian kembali. Aturan ini juga berlaku bagi pegawai pemerintah atau honorer dan kariawan BUMD yang digaji dari APBN dan APBD,’’ kata Siregar didampingi Dedy Desponsori, S.Hi dan Khairanzar.
Lanjutnya, lewat Pukul 00.00 WIB, pihaknya akan langsung melakukan penetapan calon yang akan diajukan untuk DCT. Mereka yang tidak memenuhi syarat akan langsung dicoret dari DCS. Dan harus diingat bagi calon yang sudah menyatakan mundur tidak dapat menarik kembali pernyataannya dengan alasan apapun. Keterangan ini sudah dijelaskan dengan rinci dalam aturan pemilu.
‘’Mereka yang tidak memenuhi syarat kita coret itu perintah undang-undang. Mereka yang sudah mengundurkan diri tidak lagi dapat menerik penyataannya tersebut,’’ tegas Siregar.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, M.Hum, mengakui belum ada satupun dewan yang menyatakan mundur dari jabatannya dengan alasan akan maju sebagai calon dewan kembali. Ia tidak mengetahui, apakah mereka tetap memutuskan nyaleg atau tidak. Yang jelas masih ada waktu beberapa hari lagi bagi mereka untuk mengambil keputusan.
‘’Sampai sekarang belum ada dewan yang menyatakan mudur secara tertulis yang kita terima. Kami dalam masalah ini tidak banyak ikut campur, hanya menunggu keputusan masing-masing mereka saja,’’ demikian sekwan.(jar)

Sambut Lebaran, Eks Cabup Gelar Acara
POLITIK RM – Informasinya tim sukses Eks calon bupati Sapuan, AK, SE, MM, lebaran nanti akan menggelar pertemuan akbar yang bertajuk ''Jalin silaturahmi''. Acara yang dipusatkan di Kota Kabupaten Mukomuko ini, juga dilengkapi dengan jamuan bersama. Untuk menu masakannya sudah dirancang dan disiapkan, diantaranya beberapa ekor kerbau. Akan diundang secara terbuka keluarga besar Sapuan di Mukomuko, mantan pendukung dan simpatisannya.
Dihubungi via telepon genggam, Sapuan tidak membantah informasi ini. Ia sudah pernah dihubungi oleh rekan-rekannya selaku penggagas acara. Tujuan untuk terus terjalinnya kerjasama yang baik antar sesama. Sapuan diminta hadir, namun hingga sekarang ia belum bisa memastikannya. Sebab Sapuan punya agenda lain pada saat lebaran mendatang di Jakarta.
‘’Kawan-kawan seperjuangan ingin berkumpul, mungkin sekedar mengenang perjuangan selama ini. Saya hanya diminta untuk hadir, waktunya setelah lebaran. Janjinya mereka mau memotong kerbau untuk jamuan terhadap masyarakat kita di kabupaten ini,’’ kata Sapuan.
Apakah ini ada hubungannya dengan isu ia akan kembali maju sebagai calon Bupati 2015 mendatang? Sapuan membantah hal tersebut. Menurutnya belum saatnya berpikir untuk ke arah sana. Ia sendiri sekarang ingin fokus melakoni pekerjaan yang sedang digulutinya. Baginya kegiatan silaturahmi bersama kawan-kawan seperjuangan adalah hal biasa apalagi mereka selama ini sibuk dengan aktivitas masing-masing.
‘’Tidak ada, saya dengan kawan-kawan di Mukomuko selalu berhubungan baik sejak lama. Wajar dong, sekali-kali kita ngumpul bersama dan sekalian ajak yang lain juga. Belum saatnya kita bicara soal pencalonan, dewan saja belum terpilih. Mari kita sama-sama dukung pemerintahan sekarang, itulah pesan saya untuk rekan-rekan di sana dan masyarakat kita,’’ lanjut Sapuan.
Juga dibenarkan oleh Herman, rencana dari keluarga besar di Mukomuko ini kabarnya sudah matang. Mereka menyiapkan kerbau untuk jamuan bersama. Tujuannya lain tidak bukan untuk menjaga silaturahmi dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin. Herman juga tidak setuju kegiatan ini dihubung-hubungkan dengan isu pencalonan Sapuan.
‘’Ini semata-mata kegiatan kebersamaan, kita sejak dulu selalu berhubungan baik, kami tidak ada istilah tim dan sebagainya, yang ada kawan-kawan seperjuangan,’’ demikian Herman.(jar)

Panwaslu Masih Nyantai
POLITIK RM – Meski suhu politik sudah mulai memanas terutama di kalangan politisi, parpol bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun bagi Panwaslu Kabupaten Mukomuko, situasi jelang pemilu masih adem ayem. Keberadaan mereka yang bermarkas di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko masih tenang-tenang saja. Belum ada laporan dan temuan yang mereka dapat.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE, ditemui di ruangannya mengakui sejauh ini mereka belum menemukan pelanggaran pemilu yang dilakukan parpol ataupun KPU sendiri. Semua masih berjalan dengan baik dan mengikuti petunjuk yang sudah ada. Begitu juga laporan dari masyarakat atau pihak tertentu tentang kejanggalan pemilu tidak pernah diterimanya.
‘’Kita menyimpulkan masih adem ayem saja, proses persiapan pemilu berjalan sebagaimana mestinya. Kami tidak menemukan ada kejanggalan yang patut kita tindaklanjuti ataupun menerima laporan,’’ kata Muchtadir.
Tugas panwas terus berjalan, memantau proses di KPU kemudian turun ke lapangan meninjau proses verfikasi dan pendataan untuk pemilu. Semua hasil pantauan dilaporkan ke KPU Provinsi. Ia memprediksikan panwaslu baru full skejul dan banyak mendapat laporan setelah masa kampanye terbuka dimulau atau sebelum dan setelah pemilihan.
‘’Kini caleg juga sekedar bergerak di lingkungannya saja, belum ada pelnggaran berarti yang terjadi. Kita sejak awal terus melakukan pengawasan dengan seksama,’’ demikian Muchtadir.(jar)

Diundang KPU, PPK Mengeluh
POLITIK RM – Kemarin berlangsung pertemuan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko dengan ketua Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten. Dalam bertempat di aula sekretariat KPU ini, membahas tentang masa perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPD). Dalam pertemuan yang dihadir Kepala Dinas Dukcapil, Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd dan tim pengawas pemilu (Panwaslu), PPK banyak menyampaikan keluhan selama mereka menjalankan tugas.
Diantara masalah yang mereka keluhkan adalah, data yang harus dilengkapi terlalu besar, kurangnya kesadaran calon pemilih, adanya warga yang tidak punya KTP bahkan KK juga banyak persoalan lain. Termasuk mengenai fasilitas PPK sendiri masih minim. Juga dalam hal ini KPU meminta PPK untuk memperbaiki data pemilih yang belum lengkap sebelumnya untuk dilengkapi sesuai petunjuk.
Salah seorang anggota KPU yang memimpin rapat, Khairanzar, menjelaskan data yang kurang perlu dilengkapi. Tahap selanjutnya, setiap laporan dari masyarakat soal DPS harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai saat DCT ditetapkan ada nama pemilih yang sudah memberi laporan tidak masuk dan ini akan berdampak butuk bagi pelasana pemilu.
‘’Dalam pengambilan data sudah ada petunjuk yang jelas dan harus menjadi pedoman. Kesalahan harus dibenahi dan laporan dari warga yang namanya belum masuk, pastikan kebenarannya dan masukkan ke DPS untuk ditetapkan sebagai DCT,’’kata Khairanzar.
Kepala Dukcapil, Jawoto, mengatakan pada dasarnya proses pendataan oleh KPU melalui petugasnya sudah sangat simple. Untuk nomor NIK tidak perlu, tinggal data-data inti saja. Selama ini Capil memproses data dengan jauh lebih rumit. Untuk itu meski bukan lagi wewenangnya Dukcapil berharap semua berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Dalam DP4 sudah ada semuanya, namun kita tidak pungkiri tetap ada kekeliruan, maka ada perbedaan data. Sekarang tugas pendataan oleh petugas pemilu sipatnya lebih simple dibanding dengan yang ada di dinas,’’ demikian Jawoto.(jar)

Pengunduran Sekjen Pengaruhi Citra PAN
METRO – Sebagai partai penguasa di Kabupaten Mukomuko, gerak gerik Partai Amanat Nasional (PAN) selalu jadi sorotan publik. Mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen menyisakan tanda tanya besar. Alasan yang dikemukakan Chaidir yakni lantaran faktor kesehatan yang tidak mendukung dinilai bukan sebagai alasan utama. Lantas apa sebenarnya yang terjadi di internal DPD PAN? Hingga kemarin Radar Mukomuko (RM) belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari Ketua Umum, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM.
Dari kacamata salah seorang praktisi politik Unib, mundurnya Chaidir dapat mempengaruhi citra parpol sekaligus mengancam kepercayaan publik. Sebab andil Chaidir dalam membesarkan PAN selama kepemimpinan Ichwan Yunus cukup besar. Bahkan Chaidir juga lah yang mengantar pasangan Ichwan Yunus - Choirul Huda duduk di singgasana Bupati – Wakil Bupati kali kedua.
‘’Walaupun masih ada ketua, sekjen tetap berpengaruh. Karena seluruh administrasi sekjenlah yang mengelolanya. Pengurus PAN harus mengambil sikap secepatnya agar masalah itu tidak berkepanjangan. Bukan tidak mungkin nantinya bakal muncul masalah baru yang lebih serius. Kalau tidak segera ditindaklanjuti menjelang pemilu ini tentu akan mempengaruhi citra dan tingkat kepercayaan masyarakat juga akan menurun. Sekarang ini kami menerima informasi selain sekjen ada caleg yang mengundurkan diri juga. Artinya, di tubuh PAN sendiri mulai ada permasalahan. Setiap masalah harus diselesaikan secepatnya dan pengurus harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah timbulnya masalah baru,’’ ungkap Sugeng.
Terpisah, tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum turut menyayangkan adanya informasi bertukarnya Sekjen DPD PAN. Jika PAN ingin segera mengembalikan citra dan tidak menjadikan masyarakat bertanya-tanya, Hamdani menyarankan untuk ketua umum mengambil langkah dengan menggelar rapat dengan seluruh pengurus. Jika ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin sebelum pemilu digelar PAN sudah lebih dulu keok. 
‘’Kalau di tubuh PAN ada masalah jelas banyak menjadi sorotan. Bisa saja warga berpandangan negatif. Kalau terbukti tentunya akan menimbulkan gejolak,’’ demikian Hamdani.(ray)