Friday, 26 July 2013

Headline Mukomuko

Siswi SMAN 7 Tewas
AIR DIKIT – Nyawa Amelia Lestari (18), warga Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko tak tertolong lagi. Memei (sapaan akrabnya) menjadi korban dugaan lakalantas setelah terjatuh dari atas motor Honda Honda Spacy nopol BD 2137 NQ. Bersamaan  dengan terjatuhnya korban ke arah jalan, melintas Truk CPO nopol BA 9652 BU yang dikendarai warga Kota Padang berinisial EW (41). Seketika itu tubuh korban tertabrak. 
Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD, korban yang masih duduk di bangku sekolah mengalami patah tulang lengan kanan disertai luka robek, patah tulang paha dan betis, patah di bagian dagu dan rahang, luka robek di kepala belakang serta pelipis mata.
Oleh anggota Satlantas Polres Mukomuko yang tiba di TKP, jalan raya abrasi Air Punggur – Air Dikit usai menerima laporan, truk dan sepeda motor milik korban langsung dibawa ke markas. Sedangkan sopir truk sempat menghilang sesaat setelah kejadian. Dalihnya menyelamatkan diri sembari mencari kantor polisi terdekat untuk menyerahkan diri. Setelah ditunggu ternyata memang sopir truk mendatangi markas satlantas.   
‘’Kami langsung turun ke TKP, korbannya meninggal dunia diduga tertabrak truk CPO. Sopir sempat melarikan diri ke arah Desa Air Dikit. Kalau pengakuannya untuk mencari bantuan dan menyerahkan diri ke polisi. Sekarang ini sudah kita amankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd.
Kronologis kejadian, dari data terhimpun. Petang itu korban berpamitan dengan orangtuanya mengikuti acara buka puasa bersama di sekolahnya, SMAN 7. Sepulang dari acara, korban mengantar temannya yang bernama Vera ke Air Dikit. Setelah itu, korban pun melajutkan motornya pulang ke rumah. Tiba di TKP, dengan kondisi cuaca hujan rintik diduga pandangan korban terhalang. Korban yang tidak melihat lagi di depannya terdapat tumpukan material batu proyek penahan abrasi akhirnya menabrak.
Dokter RSUD yang menangani korban, dr. Erfina menguatkan hasil pemeriksaan bahwa korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Selain mengalami patah tulang, korban mengalami luka akibat benturan di beberapa bagian tubuhnya. Menurutnya, korban meninggal dunia sebelum tiba di RSUD.
‘’Ya, kami bersama perawat menangani korban lakalantas. Lukanya cukup serius dan menyebabkan korban meninggal dunia. Kita hanya melakukan pemeriksaan lanjutan, karena korban sudah meninggal sebelum tiba di sini (RSUD, red). Setelah kita otopsi, korban dibawa pulang ke rumah duka,’’ pungkas Erfina.(ray)

Alamat Diragukan, CJH Diduga Eksodus
METRO – Sementara kepastian mengenai kuota Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mukomuko sudah didapat pasca pemangkasan besar-besaran oleh pemerintah pusat, beredar informasi adanya CJH diduga eksodus. Dari daftar CJH yang bakal berangkat, salah satunya diketahui beralamat di Desa Agung Jaya, Kecamatan Air Manjuto. Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, termasuk mantan kades, Hartono, di desanya tidak terdapat warga yang bernama seperti tertera pada daftar CJH.
‘’Memang benar untuk perekrutan dan pendaftaran CJH harus jelas. Di desa kami ada CJH yang sama sekali tidak dikenal. Sementara alamatnya jelas di Desa Agung Jaya. Kami heran kenapa itu terjadi, ada apa? Seharusnya setiap CJH yang berangkat itukan ada laporannya dan dari desa mengeluarkan surat pengantar,’’ ungkap Hartono.
Sementara itu, di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko  terdapat CJH yang sebelumnya ikut diragukan keabsahan alamatnya. Namun disampaikan Lurah, Amin Zikri, AMa.Pd, alamat CJH tersebut ternyata ditemukan dan yang bersangkutan benar warga Koto Jaya. CJH tersebut tinggal bersama anaknya.
‘’Dari kelurahan kita memang ada CJH yang berangkat ke tanah suci, dan identitas mereka memang ada dan tinggal bersama anaknya. Kami berharap kalau memang ada CJH yang diragukan harus dicek seluruhnya,’’ terang Amin.
Terpisah, Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kanmenag Kabupaten Mukomuko, H Busral, M.Pd membantah jika ada CJH eksodus. Menurutnya dari awal pendaftaran pihaknya mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan. Terkait salah 1 CJH asal Desa Agung Jaya, Busral menegaskan bahwa BPIH CJH tersebut telah dikembalikan namanya pun sudah dicoret dalam daftar.
‘’Tidak ada CJH yang eksodus. Sekarang ini 139 CJH siap berangkat usai dilakukan pemangkasan. Kalau kami memberikan pelayanan sesuai dengan persyaratan, kalau lengkap otomatis kita layani. Dan kita juga tidak mungkin terjun ke lapangan ngecek satu per satu CJH. Kalau 1 orang CJH di Agung Jaya memang kita coret dan seluruh BPIH-nya dikembalikan,’’ pungkas Busral.(ray)

THR PNS Turun, Rp 150 Rb
METRO – Jika dari konfirmasi sebelumnya pihak Pemkab Mukomuko terkesan enggan mengumumkan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para PNS, berdasarkan informasi diperoleh di lapangan sebagian pegawai sudah mengambil jatah THR nya. Besaran THR yang diterima mengalami penurunan dibanding tahun lalu, dari Rp 200 ribu menjadi Rp 150 ribu. Secara resminya pembagian THR pada Senin (29/7) mendatang.
Sekdakab Mukomuko, Syafkani, SP dikonfirmasi kembali membenarkan bahwa  pencairan THR PNS sudah dimulai sejak kemarin. Besarannya Rp 150 ribu.
‘’Ya, THR PNS sudah mulai dibagikan kepada PNS dan honorer. Besarannya Rp 150 ribu/orang. Pembagian THR itu mulai dilakukan tadi (kemarin, red). Dan ada juga yang dibagikan hari Senin (lusa, red),’’ ungkap Syafkani.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Drs.H Ruslan, M.Pd turut membenarkan telah cairnya THR. Ruslan berharap dengan dibagikannya THR dapat memacu motivasi kinerja pegawai, terlebih jelang memasuki masa liburan hari raya.
‘’Kalau informasinya pembagian THR memang sudah. Tetapi sebagian ada yang belum dibagikan. Kemungkinan hari senin nanti,’’ terang Ruslan.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikbud, Apani, M.Pd juga menerangkan guru PNS se Kabupaten Mukomuko juga telah menerima THR.
‘’Guru PNS juga sudah menerima THR termasuk Honda,’’ singkap Apani.
Kepala SMAN 6 Mukomuko, Drs. Sugiyanta mengatakan untuk PNS dan Honda telah menerima THR. Sedangkan untuk honor lepas akan mendapatkan THR berdasarkan kebijakan sekolah.
‘’Kalau guru PNS dan Honda memang sudah dianggarkan THR-nya. Sedangkan honor lepas, kita yang menentukan kebijakannya. Dan pastinya seluruhnya juga mendapatkan THR,’’ ujar Sugiyanta.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemeneterian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, H Suardi Abbas, SH, MH mengatakan untuk PNS kemenag tidak ada THR dari pusat. Namun, kebijakan masing-masing kanmenag bisa menerapkan pembagian THR.
‘’Dari dulu memang kita tidak ada anggaran khusus untuk THR PNS. Tetapi kalau ada kanmenag yang membuat kebijakan untuk memberikan THR itu tidak masalah. Kita tetap mengimbau agar kinerja PNS kanmenag tetap berjalan sebagaimana mestinya,’’ pungkas Suardi.(ray/cw1) 

 ‘’Lebih Muda, Lebih Mantap’’ 
Kata Ichwan Terkait Pergantian Sekjen PAN
METRO – Pentolan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akhirnya angkat bicara terkait mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen DPD PAN yang kemudian digantikan oleh Eranardi, S.IP.
Kepada Radar Mukomuko (RM), Ichwan mengemukakan tidak ada alasan lain selain faktor kesehatan dari Chaidir yang membuatnya tidak memungkinkan memikul beban dan tanggung jawab besar. Terlebih Pemilu 2014 sudah semakin dekat.  
Ichwan sendiri yang disodori pengajuan pengunduran diri oleh Chaidir tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun disadari bahwa kemampuan dan juga pengalaman Chaidir sulit disamai oleh figur lain namun Ichwan tetap optimis partainya akan eksis dan menjadi pemenang pemilu. 
‘’Kita ganti dengan yang lebih muda, lebih mantap lagi,’’ singkat  Ichwan.
Di lain pihak, politisi PAN, H Syamsuri Rustam, ST turut menanggapi isu terjadinya kisruh di internal partainya. Syamsuri menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Mundurnya Chaidir dan 3 orang caleg atas keinginan pribadi, bukan karena permasalahan partai ataupun individu pengurus partai.
Chaidir sendiri kendati mundur sebagai sekjen bukan berarti sepenuhnya mundur dari kancah politik. Chaidir masih tetap tercatat sebagai Caleg PAN untuk DPRD kabupaten Daerah pemilihan (Dapil) I nomor urut 1.
‘’Tidak ada konflik ataupun masalah lain. Pak Chaidir mundur dengan alasan yang jelas dan dengan cara baik-baik. Ia bukan mundur dari PAN sepenuhnya melainkan sebagai sekretaris saja. Kita memaklumi, sebab tugas pengurus PAN kedepan semakin berat dan dituntut kesehatan yang baik. Sebagai caleg pak Chaidir bisa tetap membesarkan partai dan membina politisi muda PAN,’’ kata Syamsuri.
Senada dengan ketua umum, Syamsuri optimis PAN akan mencapai target pada pemilu, yakni sebagai pemenang.
‘’Sekarang kita malah makin solid. Tidak ada terjadi konflik dan sebagainya. Kami akan tetap keluar sebagai pemenang pemilu,’’  demikian Syamsuri.(jar)