Sunday, 28 February 2016

Buaya Gegerkan Warga Lusan

XIV KOTO – Warga Desa Lubuk Sanai (Lusan) III, Kecamatan XIV Koto heboh, oleh kemunculan buaya di aliran Air Manjuto, tepatnya di sekitar kuari warga. Pertama kali buaya terlihat sekitar pukul 09.30 WIB di kuari Sedot Pasir. Buaya ini sedang berjemur di pinggir sungai. Yang menghebohkan, ini pertama kali ada buaya muncul di sungai ini. Buaya ini sempat menjadi tontonan warga, namun tidak ada yang berani mendekat. Diperkiarakan buaya ini berasal dari muara, bergerak ke arah hulu untuk mencari mangsa. Hingga pukul 17.30 WIB sore kemarin, kemuculan buaya lebih dari 8 kali. Dari kabar yang beredar, ada 3 ekor buaya dengan ukuran yang berbeda. Buaya terbesar diperkirakan panjang 4 meter, 2,5 meter dan 2 meter.
Salah seorang saksi mata, Rustam menjelaskan, ia melihat dengan mata kelapa sendiri keberadaan buaya. Dari 3 ekor buaya yang dikabarkan, Rustam melihat 1 diantaranya.
‘’Dari kabar yang beredar ada 3 ekor buaya. Tapi yang saya lihat langsung dengan mata kepala sendiri 1 ekor. Ukurannya sekitar 2,5 hingga 3 meter. Posisinya dalam air bergerak ke arah hulu,’’ jelas Rustam.
Hal senada disampaikan oleh saksi mata lainnya Jandri Efendi yang juga warga Lubuk Sanai. Jandri menyampaikan, awalnya Ia tidak yakin ada buaya di perairan sungai Manjuto, untuk membuktikan kabar tersebut Ia mendatangi lokasi. Tiba di lokasi Jandri melihat langsung buaya yang dimaksud warga. Jandri sempat mengabadikan kemunculan buaya ini, melalui jepretan kamera.
‘’Begitu mendengar ada buaya di sungai Manjuto, saya langsung datang. Memang benar, buaya itu ada. Saya melihat langsung,’’ jelas Jandri.
Salah seorang warga, Wahyu, juga menyampaikan hal senada. Ia menjelaskan buaya tersebut satu diantaranya panjangnya sekitar 4 meter. Memiliki ciri-ciri mulut runcing, warna kekuning-kuningan. Pertama kali buaya terlihat oleh Fredi, salah seorang pekerja kuari. Wahyu menyampaikan, sejak kemunculan buaya, warga, terutama pekerja kuari tidak berani beraktifitas di sungai.
‘’Sepertinya, ini buaya muara lapar dan mencari mangsa ke arah hulu. Kalau tidak segera diatasi banyak pekerja kuari yang tidak bisa beraktifitas,’’ pungkas Wayu.
Ketua Karang Taruna Lubuk Sanai dan sekaligus ketua karang taruna kecamatan, Jalal mengakui berita ini. Masalah kemunculan buaya ini menjadi buah bibir warga setempat, karena baru pertama kali ditemukan.
‘’Warga heran dari mana datangnya buaya ini, sebab sebelumnya tidak pernah ada,’’ tutupnya.(dul)

Maling Kutang Berprilaku Aneh Teror Kosan Cewek
//Usai Dicuri, Dikembalikan dengan Kondisi Rusak
METRO  - Belakangan ini penghuni kos-kosan cewek diteror oleh maling kutang yang berprilaku aneh. Pelaku mencuri kutang yang sedang dijemur, namun beberapa waktu berikutnya kurang atau BH ini dikembalikan lagi dengan kondisi sudah dirusak menggunakan benda tajam sejenis gunting. Kebanyakan kutang yang dikembalikan ini dilubang tepat pada positi tengah, juga banyak yang dipotong-potong.
Seperti yang dialami penghuni kos-kosan di RT 3 Kampung Dalam Kelurahan Pasar Mukomuko. Sekitar 1 bulan lalu, mereka kehilangan sekitar 15 unit kutang, masing-masing milik WT 8 lembar dan milik YM 7 lembar. Namun tiba-tiba, kemarin lusa, kutang ini dikembalikan dengan cara dilembar dalam pagar kosan dekat jemuran. Hanya saja kondisi kutang sudah tidak bisa dipakai karena sudah rusak.
Salah seorang korban, WT mengakui kejadian ini, mereka sudah melapor kepada ketua RT setempat. Tidak bermaksud menuduh, sebelumya ia pernah mendapati seorang ABG laki-laki yang bermain di sekitar jemuran dan memegang kutang. Pelaku langsung lari arah belakang, namun saat itu WT tidak curiga jika ABG tersebut bermaksud mencuri kutang, karena belum ada yang hilang. Hilangnya kutang ini tidak sekaligus, melainkan beberapa kali kejadian. Anehnya banyak pakaian lain yang dijemur bersama BH ini tidak diambil pelaku.
’’Mungkin sudah satu bulan kami kehilangan, kemarin dikembalikan dengan dilempar, kondisinya sudah dipotong potong. Lucunya ada yang dilubang bagian tengah. Saya pernah lihat ada anak berumur belasan tahun masuk ke pagar itu, tapi tidak mencurigai yang bersangkutan, mungkin pelakunya orang lain,’’ katanya
YM menyampaikan, dengan adanya peristiwa seperti ini tentu menjadi pertanyaan. Untuk apa pelaku berbuat demikian, apakah dipakai atau ada kelainan kejiwaan. Sebagi anak kosan, ia merasa ngeri, takutnya ada orang yang tidak menyukai mereka tinggal disana.
‘’Saya heran apa motif semua ini, sebab hampir semua BH kami diambil apakah ada orang yang tidak senang dengan keberadaan kita. Kenapa kok hanya BH yang diambil kenapa barang yang lain tidak,’’ujar YM
Ketua RT III, Kelurahan Pasar Mukomuko, Zainul Arifin mengakui kejadian tersebut. Namun pelakunya belum bisa dipastikan. Ia juga merasa aneh, setelah dicuri, dirusak dan kemudian dikembalikan. Kalau laki - laki bisa jadi iseng atau kenangkalan bisa. Jika sudah dewasa kemungkinan ada kelainan kejiwaan.
‘’Memang beberapa minggu yang lalu anak kosan disini melaporkan kepada saya tentang peristiwa hilang BH tersebut. Kemarin dikembalikan lagi BH tersebut dengan kondisi dipotong potong,’’tutup Zainul.(Ae/dom)