Wednesday, 14 May 2014

Anggota DPRD Mukomuko Terpilih



Partisipasi Pemilih 82 %, Pleno Penetapan Sederhana
25 Dewan Terpilih Tinggal Menunggu Pelantikan
METRO – Partisipasi masyarakat Kabupaten Mukomuko pada pemilu kali ini tergolong tinggi, yaitu mencapai 82 persen lebih atau 96.370 suara sah dari 118 ribu lebih pemilih. Masing-masing Dapil 1 suara sah 33.070 suara, dapil 2 suara sah 31.837 dan Dapil 3 suara sah 31.463. 25 Anggota DPRD terpilih pada pemilu 9 April 2014 resmi ditetapkan. Mereka yang terpilih sama dengan prediksi awal, yaitu Gerindra, PAN, PKB, NasDem dan PKPI masing-masing 3 kursi. Golkar, Hanura, PPP dan PKS masing-masing 2 kursi.  Sementara PDIP dan Demokrat hanya kejatahan 1 kursi masing-masing. PBB sama sekali tidak kebagian dari 3 dapil di Mukomuko. Angka bilangan pembagi pemilih (BPP) per dapil juga mengalami kenaikan dari pemilu sebelumnya. Dapil 1 BPP 3.674, Dapil 2. 973 dan dapil 2 sebanyak 3.932.
Rumus penghitungan suara BPP yang digunakan oleh pihak KPU berdasarkan aturan yang berlaku. Langkah pertama adalah mencari BPP dengan cara suara sah dibagi dengan jumlah kursi. Setelah didapatkan BPP, langkah selanjutnya adalah pembagian kursi tahap pertama. Bagi partai yang memperoleh suara melebihi dari BPP akan mendapatkan satu kursi. Namun, jika dua kali lipat, parpol tersebut meraup dua kursi. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah pembagian kursi tahap dua. Pada tahapan ini, partai yang perolehan suaranya di bawah BPP menjadi suara sisa.
 ‘’Partisipasi pemilih cukup tinggi, pada pemilu sebelumnya angka pemili yang menggunakan hak suaranya hanya sekitar 80 persen, kali ini mencapai 82 persen lebih. Kita bersukur, ini membuktikan jika pemilu berlangsung baik dan masyarakat semaki  peduli,’’ kata ketua KPU Mukomuko Dawud, S.Ag.
Pleno penetapan dewan terpilih yang berlangsung di aula salah satu hoter tenama di Kabupaten Mukomuko, secara umum berlangsung sukses. Hanya saja, dibanding dengan pleno penetapan pada pemilu sebelumnya, rapat pleno kali ini terbilang sepi dan sederhana. Bahkan beberapa dewan terpilih sama sekali tidak hadir dalam rapat tersebut. Sementara 5 anggota KPU hadir semua memimpin jalannya pleno. Juga ikut hadir Wabup Choirul Huda, SH, Sekda, Syafkani, SP, Kejari dan pejabat lainnya.
‘’Kalau dibanding sebelumnya memang tidak terlalu meriah, kalau dulu waktu pleno diluar penuh oleh masyarakat dan para anggota partai, mungkin ada perubahan disistimnya,’’ kata salah seorang politisi Sardiman, S.IP.
Sekda diminta tanggapannya terkait dengan proses pemilu kali ini, mengaku secara umum berlangsung dengan sukses. Jikapun ada isu dilapangan tidak banyak. Sepantas masyarakat memberi apresiasi terhadap pelaksana pemilu di Mukomuko.
‘’Secara umum kita melihat pemilu berlangsung dengan sukses, mudahan kedepan lebih baik lagi,’’ kata Syafkani.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Laba Meliala, diminta tanggapannya juga menilai proses pemilu berlangsung dengan baik. Terkhusus untuk bidang keamanan, petugas kepolisian yang dibantu dengan pengamanan lainnya tidak menemukan ada kejadian yang mengganggu proses pemilu yang berlangsung.
‘’Kalau kita melihat dari sisi keamanan semua berjalan dengan baik, tidak ada gangguan yang menunda proses pemilu,’’ tutupnya.(jar)

Perolehan Kursi Masing-masing Partai
Partai    Suara     Kursi
NasDem     8021        : 3 Kursi
PKB        9901        : 3 Kursi
PKS        7762        : 2 Kursi
PDIP        7789        : 1 Kursi
Golkar    7564        : 2 Kursi
Gerindra     11.717    : 3 Kursi
Demokrat     6219        : 1 Kursi
PAN        10.077    : 3 Kursi
PPP        7053        : 2 Kursi
Hanura     6319        : 2 Kursi
PBB        5113        : 0 Kursi
PKPI        8832        : 3 Kursi


Kuota CPNS untuk Tenaga Medis 221 Orang
METRO – Kuota untuk tenaga medis diperkirakan cukup tinggi pada test CPNS mendatang. Dimana berdasarkan usulan yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, khusus medis sebanyak 221 orang, 33 diantaranya untuk Bidan.
Kepala BKPPD Kabupaten Mukomuko, Jaskani, S.Pd, M.Si melalui Kabid Data dan Pengembangan Pegawai, Edy Suntono, SH mengatakan berdarkan Analisis Jabatan (Anjab) selama 5 tahun mendatang Kabupaten Mukomuko membutuhkan sebanyak 221 tenaga medis baik itu dokter, perawat serta bidan dengan jenjang pendidikan mulai dari Diploma III (D3) hingga Strata 1 (S1). 
‘’Kalau mengacu Anjab selama 5 tahun kedepan, maka ada sebanyak 221 pegawai untuk tenaga medis yang dibutuhkan, diantaranya untuk tenaga bidan sebanyak 33 orang selebihnya untuk perawat dan dokter,’’ ujar Edy.
Lebih jauh Edy menyampaikan mengenai pengutamaan putra daerah, maka bisa saja dilakukan. Dimana hal ini harus dibuatkan aturan sendiri yang mengaturnya dengan persetujuan bupati, DPRD serta gubernur.
‘’Untuk pengutamaan putra daerah KemenPAN dan RB sudah memberikan sinyal. Dan itu bisa dibuatkan aturan tersendiri atas persetujuan bupati, dewan serta Gubernur.
Bersamaan itu, formasi SMA yang diajukan sebanyak 525 yakni untuk Satpol PP, Polisi Hutan (Polhut), supir, caraka dan sekdes. Kemudian formasi guru yang telah diajukan sebanyak 617. Selanjutkan untuk D4 Perikanan sebanyak 18 orang, Hukum, Akuntansi, Ekonomi, Teknik Sipil dan Mesin serta beberapa formasi lainnya.  Disamping itu juga diajukan untuk formasi jalur khusus.(dum)


Kakek 7 Cucu Cabuli Anak Tiri
TERAS TERUNJAM – Jika benar, sungguh kejam perilaku menyimpang yang dilakukan seorang kakek asal Desa Pondok Kopi, Kecamatan Teras Terunjam berinisial Sa (64). Ia ditangkap oleh Reskrim Polsek Teras Terunjam dikediamannya sekitar pukul 20.01 WIB Senin (12/5) lalu, atas dugaan percobaan pencabulan anak tirinya sendiri, sebut saja namanya Mawar (12) (nama samaran red) yang masih duduk di kelas VI SD.
Kronologis kejadiannya dari data terhimpun, dugaan pencabulan ini terjadi pada 19 April 2014 sekitar pukul 22.01 WIB. Saat kejadian, korban (Mawar, red) tengah tertidur pulas diatas kursi dirumahnya. Sa tiba-tiba terbangun dan keluar dari kamarnya, Sa melihat Kumtum tertidur. Entah setan apa yang merasukinya, Sa lalu mendekati Kuntum dan melancarkan aksinya. Untungnya kejadian ini belum terlalu jauh, namun kabarnya celana dalam korban sudah dibuka dan Sa sendiri sudah sempat memainkan kemaluan dengan jari dan menggesek-gesekkan ‘’anunya’’ pada korban.
Kapolres Mukomuko, AKBP Wisnu Widarto,S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam, Ipda. Budimansyah, didampingi Kanit Reskrim, Budiyono, membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan Sa. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan keterangan korban, kakek yang telah memiliki tujuh orang cucu ini resmi ditetapkan sebagai tersangka (tsk) dan telah mendekam disel tahanan Mapolsek untuk menjalani proses hukum. Penangkapan pelaku tindaklanjut dari laporan warga.  Aksi pelaku terjadi tanggal 19 April 2014 pukul 22.01 WIB.
 ‘’Benar kita telah melakukan penahanan salah seorang warga Pondok Kopi yang diduga mencabuli anak di bawah umur yang merupakan anak tirinya. Pelaku resmi ditetapkan tersangka dan saat ini dalam sel tahanan mapolsek,’’ ungkap Kapolsek.(nek)

Kasubbag dan Kasi Kejari Berganti
METRO – Dua orang petugas Kejari Mukomuko, masing-masing Kasubbag Pembinaan, Ida Bagus Arsana, SH dan Kasi Pidana Umum (Pidum), Junita Triana, SH pidah tugas. Dimana Bagus pindah ke Kejari Amplapura Kabupaten Karangasem, Bali dengan tugas yang sama. Sedangkan Junita pindah dalam jabatan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejari Arga Makmur Bengkulu Utara (BU).  Pindah tugasnya dua petugas kejari ini berdasarkan keputusan Kejati Bengkulu.
‘’Ya saya memang sudah mendapatkan surat tersebut. Selain saya Kasi Pidum pun juga turut pindah,’’ ujar Bagus.
Bagus menambahkan, untuk jabatan yang ditinggalkannya akan ditempatkan oleh Mahdalia, SH yang saat ini menjabat sebagai Kaur Kepegawaian di Kejari Mukomuko. Sedangkan untuk jabatan Kasi Pidum akan ditempatkan oleh Elfin Arjuna dari Bengkulu yang juga pernah ditugaskan di Kejari Mukomuko pada tahun 2007 lalu.
‘’Kalau merujuk surat tersebut, Jabatan saya nantinya akan ditempatkan oleh Kaur Kepegawaian dari Kejari Mukomuko sendiri. Dan untuk jabatan Kasi Pidum akan isi oleh Elfin Arjuna yang seblumnya juga pernah ditugaskan di Mukomuko,’’ ungkap Bagus.
Ketika disinggung mengenai sertijab, Bagus menyebutkan masih menunggu intruksi lebih lanjut dari Kajari Mukomuko, Azhari, SH, MH. Namun kemungkinan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan.
‘’Sebelum pindah tentu akan menyelesaikan tugas disini (Kejari Mukomuko,red) terlebih dahulu. Dan setelah dilakukan sertijab, maka saya akan bertolak ke Kejari Amplapura untuk melaporkan kepindahan,’’ tutur Bagus.(dum)


Sukses Antar Pemilu, Polisi Tatap Pilpres
METRO – Pemilu anggota legislatif 2014 di Kabupaten Mukomuko baru saja selesai dilaksanakan. Selain kecekatan dari pelaksana pemilu dengan didukung oleh banyak pihak, suksesnya pemilu juga tak lepas dari kerja keras tanpa lelah anggota Polres Mukomuko, Brimob dibantu TNI dan Linmas. Dimana sepanjang waktu, sejak gendrang pemilu ditabuh, anggota Polres Mukomuko aktif melakukan pengamanan setiap proses pemilu.
Untuk kepastian, masyarakat bisa menggunakan hak suaranya dengan nyaman, serta demi lancarnya kegiatan petugas pemilu, polres menerjunkan hampir sebagian besar anggotanya. Bahkan sejak logistik pemilu mulai didistribusikan, hingga proses pleno dilakukan,  pengamanan berlangsung selama 24 jam. Namun pelaksana pemilu dan keamanan belum bisa bernapas lega, sebab mereka sudah dihadang oleh agenda lain, yaitu pengamanan Pilpres mendatang.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Laba Meliala, S.Ik diminta tanggapannya menjelaskan, dengan sudah ditetapkannya pemenang pemilu dan dewan terpilih, rangkaian untuk legislatif hampir selesai dan tidak terlalu menguras tenaga kedepan untuk pengamanan. Menurutnya dari setiap rangkaian pemilu, tidak terdapat gangguan yang berakibat fatal.
‘’Selama pemilu, sudah menjadi tugas kita dari anggota Polri melakukan pengamanan. Kita melibatkan sebagian besar anggota dan seluruhnya dalam keadaan siap turun kapan saja jika diperlukan. Sementara, proses pemilu legislatif berlangsung aman,’’ kata Laba.
Terkait dengan persiapan pengamanan Pemilihan Presiden, Komisaris satu bunga sudut lima ini menerangkan, operasi pengamanan  Mantabrata Pilpres sama dengan Pileg. Sifat pengamanannya masih tetap sama atau berkesinambungan. Namun pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya dari Kapolri, melalui Kapolda dan Polres Mukomuko.
‘’Pengamanan sama saja, sebab sifatnya berkesinambungan, tugas masing-masing tidak berubah namun disesuaikan,’’ terangnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud, S.Ag mengakui, jika mereka selanjutnya dihadang oleh persiapan pilpres. Ia juga mengakui lancarnya setiap rangkaian kegiatan KPU, tak lepas dari peran polisi dan pengamanan lainnya. Termasuk untuk Pilpres keberadaan petugas pengamanan merupakan kunci untuk suksesnya pemilu.
‘’Tentu peran polisi dan pengamanan lain sangat menentukan suksesnya pemilu. Selanjutnya kita juga bersiap untuk pilpres, berharap kerjasama dari semua pihak,’’ tutupnya.(jar)