Monday, 23 May 2016

Try Out PDI Perjuangan Mukomuko Diikuti Ratusan Siswa


METRO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Mukomuko sukses menyelenggarakan Try out Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Acara yang diselenggarakan di gedung serbaguna Kecamatan Kota Mukomuko Sabtu (21/5) lalu diikuti 160 orang calon pelamar PTN. Segenap petinggi PDI Perjuangan Mukomuko tampak hadir, diantaranya ketua DPC PDI Perjuangan, Dedy Kurniawan,S.Sos, sekjen DPC, I Wayan Adnyana, dewan Mukomuko, Wasri dan anggota DPRD Provinsi, Susilowati serta segenap ketua PAC se-kabupaten bersama pengurus dan kader lainnya. Peserta sendiri datang dari berbagai sekolah di Kabupaten Mukomuko yang terdiri dari bidang IPA dan IPS. Menariknya di akhir acara, 5 peserta beruntung mendapat bingkisan menarik dari panitia.
Jalannya acara, sejak Pukul 8.00 WIB gedung serbaguna yang terletak di depan bundaran kota ini mulai ramai didatangi peserta. Mereka yang datang langsung diberi kartu peserta dan mendapat 1 kupon unduk diundi serta diberi snack. Sekitar Pukul 9.30 WIB, anggota dewan Mukomuko dari PDI Perjuangan, Wasri selaku pemandu langsung membuka acara, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Selanjutnya sambutan dari ketua DPC dan sekretaris yang langsung membuka secara resmi. Terakhir sambutan dari ketua panitia, Susilowati yang juga adalah anggota DPRD Provinsi. Setelah itu siswa langsung dibagikan soal dan lembar jawaban untuk diisi selama 150 menit. Para peserta tampak semangat dan khusuk mengerjakan soal yang diperkirakan mirip dengan soal yang bakal mereka hadapi saat seleksi berguruan tinggi kelak. Segenap panitia dan pengurus PDI Perjuangan tampak mengawasi jalannya acara. Setelah selesai dilakukan sesi poto bersama dan pencabutan undian untuk 5 peserta beruntung. 
Ketua Panitia, Susilowati pelaksanaan Try Out SBMPTN 2016 dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk di Jakarta pelaksanaan Try Out SBMPTN dibuka Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarno Putri. Ini merupakan progran PDI Perjuangan dalam bidang olahraga dan kepemudaan dalam rangka mempersiapkan anak -anak yang ada khususnya di Babel dan di seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi pada SBMPTN 2016. Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama seluruh DPC dan PAC PDI Perjuangan Mukomuko. Terkhusus untuk mantan dewan dan calon Wagub dari PDI Perjuangan, Mujiono,S.IP ia ucapkan banyak terimakasih atas petunjuk dan bimbingannya.
‘’Try out SBMPTN 2016 ini gratis, dan wujud kepedulian PDI Perjuangan untuk membantu tamatan SMA sederajat yang akan mengikuti SBMPTN,’’ ujarnya didampingi Wasri.
Lanjutnya, lembaran jawaban yang sudah diisi oleh peserta akan dikirim ke DPP PDI Perjuangan untuk diperiksa. Nanti hasilnya akan diumumkan melalui media massa dan situs PDI Perjuangan.
‘’Nanti silahkan cek berapa nilai adek-adek, mudah-mudahan kita dari Mukomuko bisa meraih nilai terbaik dan semuanya lulus,’’ tuturnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Mukomuko Dedy dan sekretarisnya, I Wayan juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan pengurus yang sudah bekerjakeras. Terkhusus ungkapan terimakasih kepada peserta yang sudah ikut dalam Try Out ini. Tahun depan acara serupa akan kembali dilaksanakan sebagai wujud keikutsertaaan bidang pemuda dan olah raga PDI Perjuangan untuk membentuk generasi bangsa yang sukses dan cerdas.
‘’Kita mengucapkan terimakasih atas kekompakan teman-teman PDI Perjuangan Mukomuko, terkhusus pada peserta kami juga ucapkan terimakasih, insyaallah untuk siswa kelas I dan kelas 2 SMA saat ini tahun depan juga akan dibekali oleh PDI Perjuangan sebelum tes perguruan tinggi,’’ tutupnya.(jar)

Harga TBS Terus Anjlok
//Jelang Ramadahan, Lebaran dan Ajaran Baru
METRO – Sudah dua minggu harga Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus anjlok, setelah sebelumnya mengalami tren naik. Kondisi ini tentu membuat petani was-was, karena sesaat lagi akan memasuki bulan Ramadhan, dilanjutkan dengan lebaran dan tahun ajaran baru anak sekolah. Momen-memen ini merupakan saat warga membutuhkan dana besar. Adapun rata-rata harga TBS di pabrik saat ini Rp 1.420 per kilogram (Kg). Padahal sebelumnya harga TBS mencapai Rp 1.580 per kg.
Turunnya harga juga bersamaan dengan berangsur naiknya hasil panen kebun warga, setelah sebelumnya sempat ngetrek hingga 2 kali lipat lebih. Juga harga pabrik sudah berada dibawah harga yang ditetapkan oleh tim penetapan harga TBS Provinsi Bengkulu, sebesar Rp 1.471 per kg.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto, SP M.Si didampingi Kasi Perizinan dan Perkebunan, Sudiyanto menyampaikan, sesuai informasi yang disampaikan oleh pihak pabrik pada Jumat (22/5) harga TBS kembali turun. Bahkan penurunan kali ini jauh besar dari harga yang ditetapkan oleh tim penetapan. Sudah dipastikan turunnya harga TBS sangat berpengaruh kepada masyarakat. Apalagi beberapa hari lagi masyarakat memasuki bulan suci Ramadhan. Jelas mereka bakal membutuhkan uang yang berlebih dari sebelumnya untuk menjalani puasa. Sebab biasanya saat memasuki puasa, harga kebutuhan rumah tangga meningkat, jenisnya juga bertambah.
‘’Beberapa pabrik yang ada di Mukomuko kembali menurunkan harga, bahkan sudah beberapa kali. Kali ini mereka menurunkan dibawah harga yang ditetapkan oleh tim,’’tuturnya.
Lanjutnya, ia juga mengakui harga TBS berlawanan dengan hasil produksi kebun masyarakat. Dimana pada saat harga naik beberapa waktu lalu, buah sawit malah mengalami penurunan alias ngetrek. Sebaliknya saat hasil panen membaik, harga mendadak berangsur turun. Mudah-mudahan saja harga tidak jatuh dibawah Rp 1.000 ditingkat petani seperti sebelumnya.
‘’Memang kondisinya demikian, saat harga naik, hasil panen sedikit. Selanjutnya harga turun, buah sawit masyarakat mulai naik,’’ paparnya.
Adapun harga TBS dipabrik yang terpantau yaitu, di pabrik PT. Sapta Rp 1.420/Kg, PT. KSM Rp 1.420/Kg, PT. MIl Rp 1.440/Kg, PT. AMK Rp 1.455/Kg, PT. DDP Ipuh dan Bento Rp 1.470/Kg dan pabrik S3 Rp 1.440/Kg. Harga terendah ditetapkan tim 1.270/Kg, tertinggi Rp 1.471/Kg dan di pabrik Rp 1.471/Kg.
‘’Semua pabrik yang memberikan informasi menetapkan harga TBS dibawah harga yang ditetapkan oleh tim. Adapun penyebab turunnya harga TBS ini tidak bisa kita pastikan,’’tutup Sudiyanto.(dom)

Thursday, 19 May 2016

Janda dan Duda di Mukomuko 4.622 Orang

//Pria Lajang Lebih Banyak dari Perempaun
METRO – Termasuk luar biasa, berdasarkan data Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Kabupaten Mukomuko, jumlah duda dan janda mencapi 4.622 orang. Rinciannya duda lebih sedikit yaitu 885 orang, 314 orang duda karena bercerai dan 571 orang menjadi duda karena istri meninggal. Sedangkan jumlah janda mencapai 3.737 orang, dimana 1.034 orang janda karena bercerai hidup dan 2.703 janda karena suami meninggal. Data ini termasuk yang sudah berusia tua, karena dasarnya adalah data KK.
Selanjutnya masih sama seperti sebelumnya, jumlah pria yang belum menikah di Kabupaten Mukomuko jauh lebih banyak dari perempuan. Dimana jumlah pria yang belum kawin sebanyak 46.872 jiwa, sementara jumlah wanita yang belum menikah 36.921 jiwa. Total warga Mukomuko dari umur nol hingga dewasa yang belum kawin sebanyak 83.793 jiwa. Untuk total masyarakat yang sudah kawin atau berkeluarga sebanyak 83.809 jiwa.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mukomuko, Drs. Yan Daryat mengatakan data ini adalah secara keseluhan hasil rekapan daftar penduduk di setiap desa dan kecamatan. Mengenai jumlah janda dan duda yang cukup tinggi, ia mengakui jika data tersebut berdasarkan kartu keluarga penduduk. Namun kategorinya secara keseluruhan baik yang muda ataupun sudah berumur.
‘’Kita punya semua data penduduk yang belum kawin dari anak-anak hingga dewasa, data yang sudah kawin, bercerai hidup atau karena ada yang meninggal. Dasarnya KK yang diurus warga, maka data itu tidak bohong, bahkan kita ada data per kecamatan dan desa,’’ kata Yan.
Lanjutnya, mengenai jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, menurutnya hampir berimbang antara wanita dan laki-laki. Jumlah duda memang lebih sedikit dari jumlah janda, tapi sebaliknya jumlah pria yang belum kawin lebih banyak daripada perempuan yang belum kawin. Terus mengenai jumlah laki-laki yang sudah kawin lebih sedikit dari wanita yang sudah kawin, menurutnya bisa saja terjadi, karena ada pria yang memiliki istri lebih dari dua.
‘’Data kita direkap secara keseluruhan, kalau untuk jumlah masyarakat yang belum kawin, jumlah pria lebih banyak dari pria, perbedaannya cukup tinggi. Namun sebalik itu, jumlah wanita yang janda lebih banyak dari duda. Artinya pada dasarnya jumlah wanita dan perempuan masih berimbang, perbedaannya nol persen,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 18 May 2016

Ada Ratusan, BKSDA Bingung Cari Buaya yang Bersalah


Pasang Perangkap di Lokasi Kejadian
SUNGAI RUMBAI – Kemarin dilangsungkan rapat yang dihadiri unsur Tripika Kecamatan Sungai Rumbai dengan pemerintah 3 desa dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu. Intinya membahas persoalan buaya yang sudah menewaskan satu warga Desa Sumber Makmur bernama Aris (30) beberapa hari lalu. Dimana tindaklanjutnya BKSDA melakukan upaya penangkapan terhadap buaya yang sudah menyerang warga tersebut dengan memasang perangkap.
Namun pekerjaan ini dipastikan tidak mudah. Disekitar lokasi yaitu Sungai Gegas yang berdampingan dengan Air Hitam dan Sungai Retak ini ditemukan ada ratusan ekor buaya, sehingga tim BKSDA kebingungan mencari buaya yang menewaskan warga tersebut. Biasanya buaya yang sudah melakukan penyerangan satu kali pada warga akan ketagihan dan bisa menjatuhkan korban baru. Terkait dengan banyaknya buaya lain, diperkirakan tidak akan menyerang warga, jika tidak diganggu atau sengaja didekati.
Camat Sungai Rumbai, Darmadi,S.Pd menerangkan rapat beberapa waktu lalu dihadiri oleh pihak Polsek, kepala BKSDA Provinsi Bengkulu. Sementara dari desa, yaitu pemerintah Desa Sumber Makmur, Gading Jaya dan Talang Gading. Pada saat itu, pemerintah kecamatan dan warga meminta BKSDA segera menangkap buaya tersebut. Permintaan ini langsung ditanggapi dengan melakukan pemasangan perangkap, mungkin malam nanti (malam tadi red) langsung dicek, apakah terperangkap atau belum. Memang sekarang petugas bingung menentukan buaya yang sudah menyerang warga, sebab jumlah buaya ini sangat banyak, ada ratusan. Mustahil pula dilakukan penangkapan terhadap semua buaya ini.
‘’Namun kendalanya saat ini BKSDA dan tim bingung, sebab di sekitar lokasi ada ratusan ekor biaya, sehingga sulit mencari buaya mana yang salah. Informasi dari BKSDA buaya yang sudah menyerang warga satu kali akan berkeinginan menyerang warga lagi,’’ ungkapnya.
Kemudian mereka meminta BKDSA menyetujui dilakukan pengerukan alur sungai yang tertutup. Sebab selama ini air dari sungai ini meluber ke perkebunan warga, sehingga buaya ini bisa berkeliaran dimana-mana. Tidak menutup kemungkinan kedepan, bisa jadi warga sedang di kebun bisa diserang oleh buaya ini. Apalagi hasil pengecekan di lokasi secara bersama, ternyata di kawasan ini buaya sudah berkembang biak, jumlahnya ada ratusan ekor dan sebagian berukuran cukup besar.
‘’Warga juga minta BKSDA menyetujui pengerukan alur sungai, sebab selama ini asal hujan air meluber ke lahan warga karena tertutup. Saat air dimana-mana dalam kebun, buaya bisa berkeliaran dimana-mana, bisa saja jatuh korban lagi,’’ tuturnya.
Sekedar mengingatkan, Kamis (12/5) lalu, Haris (30) menemukan ajalnya setelah diduga diterkam buaya di Sungai Gegas Desa Sumber Makmur Kecamatan Sungai Rumbai. Saat kejadian, korban tengah menjaring ikan bersama rekannya. Haris sempat hilang beberapa jam, sebelum ditemukan oleh warga. Dimana saat ditemukan, di dada korban dan bagian lainnya terdapat lukas bekas gigitan dan cakaran buaya.(jar)

Nama 723 Guru Honda Hilang

Dalam Minggu Ini, SK Kontrak Dibagikan
METRO – Perdebatan dan pertanyaan soal nasib tenaga Honor daerah (Honda) selayaknya mulai sekarang bisa diakhiri. Hal ini seiring dengan timbulnya persetujuan bersama Bupati, Choirul Huda,SH dan jajarannya dalam rapat yang ikut dihadiri Kajari Mukomoko, Sugeng Rianta,SH, MH dan Kapolres Mukomuko, AKBP. Sigit Ali Ismanto,S.Ik kemarin. Dimana intinya melalui kebijakan Diskresi bupati, honorer yang digaji melalui APBD ini kembali di-SK-kan. Jika tidak ada kendala, kemungkinan minggu ini SK sudah siap dibagikan, seiring ditetapkannya Perbup.
Kabar baik untuk Satuan Polisi Pamong praja (Satpol-PP), dimana 47 orang personilnya juga akan di SK-kan bupati. Seperti diketahui, sebelumnya personil Satpol ini merupakan TKS yang digaji dengan dana kegiatan. Sementara untuk tenaga teknis tidak ada perubahan, yaitu sebanyak 150 untuk semua SKPD termasuk rumah sakit. Yang jadi pertanyaan adalah honorer guru, baik pendidik maupun kependidikan. Data sebelumnya jumlah Honda guru saja kurang lebih 1.125 orang, jika digabung dengan tenaga kependidikan, yaitu Tata Usaha (TU) dan penjaga sekolah lebih kurang 1.875 orang. Anehnya data yang muncul di bagian hukum pemda untuk diterbitkan SK-nya, hanya 402 orang, termasuk TU dan penjaga sekolah. Artinya dari data awal, terdapat 723 nama honorer guru yang hilang. Padahal anggaran Rp 11 miliar lebih yang dianggarkan dalam APBD setiap tahunnya adalah untuk semua tenaga honda yang berada dibawah Disdikbud selama ini.
Kabag Hukum Setdakab, Hery Prasetyo,S.STP mengatakan, memang data awal yang ia terima untuk tenaga guru ini 1.125 orang. Terkait data yang muncul hanya 402 orang, Hery mengaku tidak mengetahui penyebab pastinya. Namun menurutnya itu bisa jadi, hasil analisis jabatan (Anjab) kebutuhan hanya 402 orang. Tenaga teknis untuk semua SKPD masih tetap seperti data awal, yaitu 150 orang, itu secara keseluruhannya, termasuk di rumah sakit.
‘’Nama-nama inilah yang akan diterbitkan SK nya, sebab ini data yang kita terima dari masing-masing SKPD. Mengenai ada pengurangan dan sebagainya itu diluar pengetahuan kami. Memang awalnya tenaga guru lebih dari seribu, tapi data terakhir sebanyak ini,’’ kata Hery.
Berdasarkan hasil rapat kemarin, bagian hukum harus menyelesaikan perbup tentang pengangkatan kembali tenaga kontrak dengan perjanjian ini selama 2 hari. Setelah itu langsung diterbitkan SK nya sesuai dengan data yang ada. SK tenaga kontrak ini setiap tahun dievaluasi dan terus diperpanjang hingga diangkat penggantinya, baik dalam bentuk PNS maupun P3K sesuai program pemerintah pusat. Menyangkut gaji kapan dibayar, Hery mengaku itu bukan wewenangnya.
‘’Kami hanya menyelesaikan Perbup dan penyiapan SK untuk disahkan bupati, mengenai gaji mereka kapan dibayar itu diluar pengetahuan kita, yang jelas mereka digaji melalui APBD,’’ paparnya.
Waka I DPRD Mukomuko, Ery Zulhayat,SE,MH mengaku sangat sepakat dan mendukung penuh kebijakan bupati mengangkat tenaga Honor melalui diskresi. Langkah itu penting untuk mengatasi kekurangan tenaga PNS. Sesuai tinjauan dewan di lapangan, rata-rata sekolah di Mukomuko berjalan berkat dukungan guru honor, bahkan ada sekolah yang sebagian besar tenaga pendidiknya honorer. Artinya jika honorer tidak lagi diangkat, pemerintahan tidak berjalan, terkhusus di sekolah-sekolah.
‘’Kami pikir langkah ini pas dan perlu kita suport, sebab keberadaan honorer sangat penting untuk berjalannya pemerintahan, terutama di sekolah, kemungkinan bisa gawat andai hanya mengandalkan PNS dengan jumlah masih sedikit,’’ tutupnya.
Sekedar untuk mengingatkan data yang disampaikan sebelumnya, kebutuhan tenaga kontrak untuk guru sebanyak 1.125 orang. Dimana kebutuhan total guru untuk semua tingkatan sekolah 2.846 orang, sementara yang tersedia baru 1.721 orang PNS. Selanjutnya untuk tenaga tekhnis, jumlah PNS yang dibutuhkan 2008 orang, yang ada baru 1.039 orang, kekurangannya 978 orang. Maka akan ditutupi dengan pengangkatan kembali tenaga Honda yang sudah ada selama ini, baik yang ada di SKPD maupun di sekolah - sekolah sebagai petugas TU, penjaga sekolah dan cleaning service.(jar)

Monday, 16 May 2016

Ini, Sungai di Mukomuko Yang Dikenal Dihuni Buaya

METRO – Meninggalnya Haris (30) warga Sumber Makmur Kecamatan Sungai Rumbai diduga diserang buaya, cukup menghebohkan dan menimbulkan rasa was-was warga lainnya saat beraktivitas di Sungai. Ini bukan pertamakalinya warga Mukomuko menjadi korban keganasan hewan ampibi sebangsa cicak ini. Dan memang pada dasarnya buaya-buaya ini terdapat di beberapa Sungai di Mukomuko dan sangat rawan terlibat konflik dengan masyarakat.
Reptil ini biasanya berada di wilayah berdekatan dengan muara, berikut beberapa lokasi buaya di Mukomuko. Pertama di kawasan muara Sungai Teramang Besar dan Teramang Kecil di Kecamatan Teramang Jaya. Keberadaan buaya di wilayah ini bukan hal yang mengherankan lagi, bahkan setiap hari warga bisa menyaksikannya. Konflik terakhir warga dengan buaya di Teramang Jaya terjadi sekitar awal 2014 lalu, dimana salah seorang warga diterkam buaya saat sedang nyuci di Sungai Selagan Kecil, beruntung korban selamat. Setelah kejadian itu, mantan calon bupati Mukomuko, Sapuan,SE,Ak,MM,CA langsung membuat pagar pengaman berupa pagar besi yang membatasi tepian mandi warga.
Selanjutnya di Sungai Retak yang melintasi Desa Retak Ilir, beberapa waktu lalu warga sempat kesal, karena ternak mereka kerap dimangsa oleh buaya. Juga warga kerap menyaksikan buaya memangsa kera yang bermain di sekitar Sungai. Kemudian Sungai Air Manjuto yang milintasi Lubuk Sanai dan desa-desa lainnya. Beberapa waktu lalu, warga sekitar sempat panik oleh penampakan buaya di dalam sungai ini beberapa kali. Kemudian buaya juga kabarnya pernah terlihat di Sungai Selagan yang melintasi Kota Mukomuko, tempatnya di wilayah Tanah rekah dan Pondok Batu, sehingga penyelam lokan kerap was-was. Berikutnya di wilayah muara Air Hitam Pondok Suguh yang diketahui berdampingan dengan Sungai Gegas tempat korban diterkam buaya beberapa hari lalu. Juga di Air Bikuk Pondok Suguh, isunya warga juga pernah melihat buaya muncul di sungai yang bermuara ke Air Teramang ini. Juga ada beberapa lokasi lain yang diisukan pernah dihuni buaya, salah satunya Danau Nibung Mukomuko.
Camat Sungai Rumbai, Darmadi mengatakan untuk Sungai Gegas tempat korban Haris yang meninggal diterkam buaya dua hari lalu, sebelumnya tidak pernah ada yang melihat buaya. Namun diakuinya sungai ini berdekatan dengan muara Air Hitam dan Sungai Retak yang memang banyak dihuni oleh buaya. Yang jelas warga harus hati-hati, buaya atau binatang lainnya bisa saja ada di sungai manapun.
‘’Mungkin dari dulu Sungai gegas ini ada buaya, tapi warga jarang kesana sebab kondisinya semak. Namun belakangan ini menjadi terang lantaran digarap warga untuk perkebunan, akhirnya buaya ini banyak berada di air,’’ ungkapnya.
Salah seorang tokoh pemuda, Munawir meminta BKSD segera turun untuk mengevakuasi buaya yang mengganas hingga menelan korban. Jangan sampai ada korban lain yang berjatuhan. Saat ini Sungai merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat.
‘’BKSD harus bertindak, jangan alasan menunggu laporan dan sebagainya, apalagi terus menyalahkan warga. Informasi dari media sudah cukup membuat mereka mengambil tindakan,’’ paparnya.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH juga pernah menyatakan bahwa keberadaan buaya di Mukomuko cukup banyak. Ia pernah menemukan buaya di berbagai tempat saat menjabat Danramil Mukomuko, termasuk di Danau Nibung menurutnya pernah ada penampakan buaya. Ia minta masyarakat hati-hati, kalau memang kawasan terbut dikenal ada buayanya, sebaiknya kurangi aktivitas. Ia juga minta jangan ada tindakan sepihak memburu buaya, karena termasuk binatang yang dilindungi.
‘’Buaya itu sejak lama sudah ada di berbagai sungai, saya saat menjabat Danramil menemukan buaya diberbagai tempat, termasuk di Danau Nibung dan Air Manjuto,’’ tutupnya.(jar)

Thursday, 12 May 2016

Lahan Warga dalam HGU, Boleh Disertifikat

//Armansyah : Izin Tidak Menghilangkan Hak Warga
METRO – Bukan rahasia lagi, hampir sebagian besar lahan pertanian atau perkebunan di Kabupaten Mukomuko berada dibawah penguasaan perusahaan dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU). Bahkan banyak lahan perkebunan milik masyarakat teregister dalam kawasan HGU. Seperti di kawasan perbunan PT. DDP, PT. PD PATI, PT. Asririmba, PT. Agricinal dan perusahaan lainnya.
Yang menjadi masalah dan dikeluhkan warga, ada informasinya, mereka tidak bisa mengurus surat menyurat lahannya, seperti sertifikat. Sementara perlu diketahui, lahan ini benar-benar milik warga yang sudah digarap bertahun-tahun dan turun temurun, jauh sebelum perusahaan ini menanamkan investasinya.  Sebagai contoh lahan yang berada di Desa Batu Ejung, Bunga Tanjung, Air Bikuk dan Kuala Teramang serta desa-desa lain di berbagai kecamatan. Terkait dengan ini ketua DPRD Mukomuko, menyatakan lahan tersebut boleh diterbitkan sertifikatnya.
Dikatakan Hermansyah, yang dilarang adalah warga menggarap HGU perusahaan, kemudian membuat suratnya. Kalau lahan warga yang tiba-tiba masuk dalam HGU itu harus diinklabkan, jika pemiliknya tidak mau melepas lahan untuk diganti rugi oleh perusahaan. Bisa diurus suratnya dan diterbitkan sertifikat. Perlu diketahui, izin prinsip yang dimiliki oleh perusahaan tidak semerta-merta menghilangkah hak masyarakat.
‘’Siapa yang bilang tidak boleh dibuat suratnya, yang dilarang warga menggarap HGU, kalau lahan warga masuk ke dalam GHU itu harus diinklabkan, bisa diterbitkan sertifikatnya. Tidak ada aturan yang melarang, kecuali sudah diganti rugi perusahaan atas persetujuan kedua pihak,’’ katanya.
Lanjutnya, perusahaan bisa melobi atau penawaran kepada pemilik lahan yang ada dalam HGU untuk diganti rugi. Kalau pemiliknya tidak mau menjual dan memilih digarap sendiri, maka tidak bisa dipaksa. Si pemilih lahan bisa mengurus surat menyurat lahannya untuk diterbitkan sertifikat. Itu adalah hak pemilik, tidak bisa dihambat, sama dengan merugikan masyarakat.
‘’Perusahaan memang boleh melobi pemiliknya tapi tidak bisa memaksa hingga melarang menerbitkan surat lahan, karena itu hak masyarakat yang tidak bisa dihilangkan,’’ tuturnya.
Dewan lainnya, Ali Syaftaini,SE juga menyampaikan hal serupa, kalau lahan warga sudah ada duluan sebelum HGU perusahaan, maka itu wajib diinklabkan. Dimana boleh kebun warga berada dalam kawasan perusahaan dan dapat diterbitkan sertifikatnya. Beda halnya jika warga yang menyerobot HGU perusahaan, dalam arti duluan HGU dari warga. Maka itu tidak dapat diterbitkan SKT dan surat menyuratnya.
‘’Tidak ada yang melarang, kades harus melayani warga mengurus surat menyurat yang diajukan warga. Kalau lahan warga masuk ke HGU, bukan warga menyerobot lahan perusahaan,’’ tutupnya.(jar)

Digugat Calon Kalah, Panitia Pilkades Rapat

METRO  - calon kepala desa (Cakades) yang kalah dalam pemilihan serentak pada 4 Mei lalu mengajukan gugatan. Dimana surat gugatan sudah disampaikan ke panitia Pilkades tingkat desa. Masing-masing calon yang menggugat yaitu, calon dari Aur Cina Kecamatan Selagan Raya dan Desa Semundam Kecamatan Ipuh. Belum diketahui apa poin pokok yang digugat keduanya. Mendapati kabar ini panitia tentu kelabakan dan langsung mengambil langkah, dimana hari ini digelar rapat bersama. Rencananya rapat akan menghadirkan panitia desa, camat setempat, Polsek dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersangkutan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Mukomuko, Badi Uzaman, SH membenarkan adanya gugatan ini. Namun sampai sekarang, ia belum mengetahui secara pasti apa saja isi gugatan dari dua calon ini. Menghadapi hal ini, Badiuzaman menganggap hal yang biasa pada hajatan besar seperti ini. Tidak ada segala sesuatu yang bisa berjalan mulus tanpa kendala. Sejak awal ia sudah menyatakan, bahwa panitia baru menyelesaikan pemilihan, tapi bukan berarti kelar seratus persen.
‘’Ada dua gugatan, kami belum tahu apa saja yang digugat dua calon ini, sebab langsung ke panitia desa. Itu hal yang biasa saat hajatan besar seperti ini, tidak mungkin semuanya berjalan mulus,’’ ungkapnya.
Menanggapi hal ini akan dilakukan rapat bersama, panitia kabupaten dengan pihak penyelenggara dari masing-masing desa tersebut, termasuk Polsek dan camatnya. Mudah-mudahan dalam rapat ini bisa diketahui secara jelas apa persoalannya, apakah masalah dengan penyelenggara atau calon yang terpilih.
‘’Setelah kita mengetahui setiap poin yang digugat baru bisa diambil langkah selanjutnya, maka rapat akan kita undang panitia desa, pihak pemerintah desa dan kecamatan untuk memberi keterangan,’’ paparnya.
Masih disampaikan Badiuzaman, mudah-mudahan semuanya bisa selesai dengan cepat, sehingga pelantikan kades terpilih bisa disegerakan. Andai memang ada persoalan yang komplet, tidak menutup kemungkinan hasil Pilkades didua desa ini bisa digagalkan dan diikutkan lagi pada Pilkades tahap kedua nanti.
‘’Kalau kita tidak bisa menemukan titik terangnya, jika telah diberikan solusi maka tidak menutup kemungkinan pelaksanaan Pilkades di dua desa tersebut dibatalkan. Tapi saya belum mengambil kesimpulan begitu saja karena harus disesuaikan dengan permasalahan yang terjadi,’’ tutup Badi.(dom)

Warga Diganyah Buaya Tewas

//Saat Menjaring Ikan di Sungai Gagas
SUNGAI RUMBAI – Warga Blok 2 Desa Sumber Makmur Kecamatan Sungai Rumbai, Haris (30) diduga diterkam buaya saat menjaring ikan. Tempat kejadian perkara (TKP) di Sungai Gagas yang berjarak sekitar 2 km dari desa. Kejadiannya pagi kemarin, sekitar Pukul 6.30 WIB saat korban sedang mengangkat jaring atau pukat yang ia pasang sore sebelumnya. Mayatnya baru ditemukan sekitar Pukul 7.50 WIB dalam kondisi dada bagian kanan luka berlobang dan luka lain diduga bekas gigitan buaya yang sepanjangnya mencapai 6 meter tersebut. Detik-detik kejadian sempat disaksikan oleh rekannya, Ratmono yang sama-sama menjaring ikan.
Kronologis kejadiannya, sore Rabu, korban memasang jaring di Sungai Gagas yang terletak di belakang blok 2 Sungai Rumbai. Saat bersamaan juga rekannya Ratmono memasang jaring dengan jarak tidak terlalu jauh. Pagi harinya, keduanya juga secara bersama pergi mengangkat jaring miliknya masing-masing. Satu persatu jaring diangkat, ikan yang didapat langsung dimasukkan ke tempatnya. Ratmono sudah selesai mengangkat jaring miliknya, sementara korban pergi mengangkat jaring terakhir dibagian hilir. Tanpa pikir panjang dan tidak menyangka ada buaya, korban langsung masuk ke dalam air untuk mengangkat jaring miliknya. Beberapa detik kemudian buaya langsung menerkam dari dalam air. Ia sempat menjerit minta tolong, selanjutnya suaranya menghilang. Ratmono yang mendengar korban langsung mendatangi TKP, ia tidak menemukan korban, hanya ada jaring masih didalam air dan terlihat gelombang dari bawah. Ratmono bingung dan tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba beberapa menit kemudian korban muncul dengan posisi berada dalam mulut buaya atau sedang digigit. Saat itu tubuh korban masih bergerak, tapi tidak kuat lagi, sehingga buaya ini leluasa menggigitnya, hanya beberapa detik buaya ini kembali menarik korban di bawah.
Melihat kejadian yang mengerikan ini, Ratmono langsung berlari pulang untuk meminta bantuan warga lainnya. Beberapa saat kemudian puluhan warga berdatangan untuk mencari korban, namun tidak ditemukan lagi di TKP. Warga mencoba menyisiri sekitar sungai, juga tidak ditemukan, namun tidak ada yang berani masuk ke dalam sungai. Baru beberapa saat kemudian, setelah ada anggota dari kepolisian dan Danramil, warga beberapa warga bersamaan memberanikan diri melakukan penyelaman. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari tempat kejadian, tidak jauh dari pinggir, sedangkan buayanya tidak ditemukan. Selanjutnya langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka sebelum dikebumikan. Untuk diketahui, korban meninggalkan 1 orang anak berusia 6 bulan dan seorang istri.  
Camat Sungai Rumbai, Darmadi membenarkan kejadian ini, dibagian perut dan tubuh lainnya ditemukan bekas luka gigitan buaya. Ini merupakan kejadian pertama di Sungai Rumbai. Terkait dengan keberadaan buaya ini, menurut camat besar kemungkinan buaya dari kawasan muara yang berdampingan dengan sungai retak. Namun selama ini belum ada yang melihat buaya di sekitar tempat kejadian. Dulu kawasan ini adalah hutan, jarang ada yang datang ke sana, namun belakangan ini berubah menjadi lahan sawit. Ukuran buaya yang menerkam korban cukup besar, sebab korban tubuhnya juga besar bisa dilumpukannya.
‘’Dari dulu orang sering masang lukah dan jaring di tempat ini, belum pernah melihat buaya, maka mungkin buaya ini dari daerah muara sungai. Ukuran buayanya cukup besar, buktinya badan korban yang besar tinggi bisa jadi korban. Harapan kita pihak terkait bisa turun untuk mencari solusi, agar tidak ada korban lain,’’ kata camat.
Wakil Bupati Mukomuko, Haidir,S,IP juga mengakui kejadian ini, ia sempat langsung ke TKP dan rumah duka. Kejadian langka ini cukup menghebohkan masyarakat sekitar. Dari dinas sudah diminta turun ke rumah duka. Wabup yang diketahui juga berasal di Sungai Rumbai, mengakui jika buaya memang banyak di sungai yang ada di kecamatan ini,terutama di daerah muara.
‘’Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal, warga melakukan pencarian bersama-sama beberapa saat setelah mendapat laporan,’’ tutupnya.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...