Friday, 24 April 2015

Calon Bupati Hanya 3 Pasang

Jika Partai Golkar dan PPP Tak Ikut Pilkada
METRO – Konflik internal yang terjadi pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar menyebabkan kedua partai tersebut terancam tak dapat mengikuti pemilihan kepala daerah serentak. Pilkada serentak akan digelar pada Desember 2015. Juga dipasikan akan berdampak besar terhadap Pemilihan Bupati Mukomuko. Karena tanpa dua parpol tersebut, hanya 3 atau maksimal 4 pasang yang bisa diusung oleh partai politik pada Pilkada nanti. Untuk bisa 4 orang calon, meski dilakukan pembagian yang adil. Hanya 1 calon boleh menggunakan 6 kursi partai. Jika ada dua kandidat yang didukung 6 kursi atau lebih, maka calon hanya 3 pasang. Siapa saja yang paling berprluang? Tentu kader parpol dan kandidat yang benar-benar siap secara finansial dan mental.
Rumusnya pembagian kursi parpol tanpa Golkar dan PPP adalah, PKB bergabung dengan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat sehingga lengkap 5 kursi sesuai syarat mendaftar ke KPU. Selanjutnya PKS bergabung dengan Gerindra untuk mengusung salah satu calon. Berikutnya PAN berkoalisi dengan Hanura dan calon keempat diusung oleh gabungan NasDem dan PKPI. Jika pembagiannya tidak sesuai, dimana ada dua kandidat diusung oleh partai dengan jumlah kursi 6, maka dipastikan hanya 3 kandidat akan maju. Banting stir menjadi calon independen saat ini rasanya sudah sangat terlambat, sebab bulan depan calon independen dijadwalkan mendaftar ke KPU.
Terus mengenai calon yang paling berpeluang, jika ditinjau dari kesiapan secara politis, tentu Andy Suhary,SE,M.Pd selaku kader PKS. Kedua adalah Wismen A Razak yang merupakan kader NasDem. Yang ke tiga kemungkinan besar yang lebih berpeluang adalah H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA karena isunya telah mendapat restu dari PKB. Berikutnya Choirul Huda,SH yang didukung Hanura. Sementara Burhandari,S.Pd, M.Si dan Ir. Gafrie Zainuddin harus menyingkirkan diantara 4 kandidat diatas agar bisa maju, jika tidak, maka harus menunggu 5 tahun lagi. Kalau ada dua kandidat mendapat dukungan 6 kursi, maka antara Sapuan dan Huda juga harus legowo tidak mendapat tiket Pilkada. Semisalnya PKPI bergabung dengan PKB 6 kursi dan kemudian PAN bergabung dengan PKB. Sisa kursi hanya bisa mengusung 1 kandidat lagi.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum Unib,  H. Hamdani Makir,SH,M.Hum tetap yakin dengan pendapat awalnya, calon Bupati Mukomuko hanya 3 pasang saja. Paling banyak 4 pasang, jika Golkar dan PPP ikut Pilkada. Melihat perkembangan saat ini, sangat tipis harapan dua parpol ini bisa ikut. Mengenai rumus membagi rata kursi, diyakininya tidak mungkin bisa terjadi. Setiap calon menginginkan dukungan sebanyak-banyaknya, tidak ada istilah duduk bersama membagikan partai seperti membagikan makanan.
‘’Saya yakin kalau Golkar dan PPP ikut calon adalah 4 orang, kalau tidak hanya 3 pasang saja. Parpol bukan kue yang semaunya calon membagikannya secara adil. Selalu ada alasan bagi setiap partai mengusung seseorang untuk menjadi bupati,’’ paparnya.
Untuk kandidat yang berpeluang, diakuinya adalah kader partai, diantaranya Wismen dan Andy juga kandidat yang betul-betul bisa meyakinkan partai politik tersebut. Tentu dalam hal ini harus siap dengan segala yang dituntut oleh parpol. Peluang Gafrie, Sapuan dan Huda sama, mereka bisa tidak diusung atau hanya mereka saja yang maju.
‘’Logikanya kader partai lebih berpeluang, namun Huda, Gafrie dan Sapuan juga sama, sekarang keputusan ada di tangan mereka, bisa apa tidak mendapat kepercayaan dari partai tersebut,’’ tutupnya.(jar)



Pemda Kucurkan Rp 20 M Untuk Pilkada
METRO – Kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko dan pemerintah daerah bersama instansi terkait lainnya membahas anggaran untuk Pemilihan Bupati (Pilbup). Didapat kesepakatan awal, pemda akan kucurkan Rp 20 miliar untuk menyukseskan pemilihan umum. Rp 14 Miliar untuk KPU, Rp 2,9 Miliar untuk pengamanan, selebihnya dana Panwaslu juga dana penyeimbang di Kesbangpol dan Sandi. Dana untuk KPU, pengamanan dan panwaslu statusnya dana hibah.
Kepala Bappeda Mukomuko, Herlian Saleh,S.Sos,M.Si membenarkan anggaran untuk Pilkada sementara disetujui Rp 20 miliar. Namun anggaran ini masih akan dibahas pada APBD perubahan kelak. Khusus untuk Satpol PP dan Kesbangpol tidak masuk dana hibah. Anggaran ini tidak masuk dana searing dari provinsi, karena itu khusus untuk KPU, diluar sepengetahuan daerah.
‘’Kemarin sudah dibahas secara rinci, hasilnya kebutuhan pilkada sekitar Rp 20 miliar dan langsung disiapkan untuk dibahas pada Pilkada kelak. Untuk KPU Rp 14 miliar selebihnya dana keamanan, yang terdiri dari polisi, TNI dan Satpol-PP,’’ ungkapnya.
Soal tahapan Pilkada sudah dimulai, sementara anggaran masih perlu dibahas, Herlian menegaskan tidak perlu ragu. Jika memang kebutuhan sebelum disahkan, maka dapat digunakan melalui peraturan bupati. Yang intinya apapun alasannya, kebutuhan Pilkada aman dan terkendali.
‘’Kalau soal tahapan Pilkada sudah mulai, dana dibutuhkan sebelum disahkan, kita tidak ragu, bisa gunakan Perbup,’’ tuturnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag membenarkan jika kemarin sudah ada pertemuan KPU dengan Sekda dan Bappeda. Intinya disepakati, daerah anggarkan dana Pilkada Rp 14 Miliar untuk dibahas pada APBD Perubahan kelak. Ia juga mengakui, mulai bulan ini KPU sudah membutuhkan dana, sebab tahapan telah berjalan. Dana paling besar dibutuhkan dalam waktu dekat adalah untuk perekrutan PPK dan PPS. Mulai dari penerimaan hingga pelantikan, dibutuhkan dana sekitar Rp 1,3 miliar.
‘’Pemda sudah setuju untuk dana Pilkada, namun ini baru usulan untuk dibahas pada APBD Perubahan nanti. Masalahnya mulai sekarang KPU sudah memulai tahapan, dana sebelumnya yang dianggarkan mudah-mudahan cukup. Kalau sempat kehabisan sebelum keluar anggaran berikutnya, maka mau tidak mau, tahapan dipending dulu,’’ kata Dawud.
Serapan anggaran terbesar diakuinya untuk petugas Pilkada, mulai dari kabupaten hingga ke tingkat desa. Selain itu juga pengadaan logistik dan pendistribusian. Sebetulnya sesuai dengan undang-undang, walau belum disahkan, khusus untuk Pilkada menggunakan anggaran bisa mendahului aturan.
‘’Masalah anggaran memang terbesar untuk petugas di lapangan, seperti PPK dan PPS, mereka akan ditugaskan beberapa bulan hingga Pilkada selesai. Mudah-mudahan saja tidak ada kendala, karena apapun bentuknya Pemda sudah siap, kemungkinan penggunaan anggaran lebih dahulu bisa,’’ tuturnya.(jar)

Asik Mancing ‘’Burung’’ Katmin Digigit Buaya


SILAUT – Sabtu (18/4) Sekitar Pukul 12.05 WIB Warga Nagari Sungai Sirah Kecamatan Silaut Katmin (60) diduga digigit oleh buaya. Kejadiannya saat korban sedang mancing di Sungai Batang Lunang yang berada lokasi Incasi Raya. Akibarnya satu biji maaf telur kemaluannya hilang. Juga terdapat luka pada paha kaki kanan dan tangan kanan. Untuk Pertolongan Pertama korban langsung dilarikan di RSUD Mukomuko.
Kronologis dari data terhimpun, sehabis dari kerja korban pergi memancing untuk mencari ikan. Setelah beberapa jam mancing, tali kail korban tersangkut di pinggiran sungai, hingga korban turun kedasar sungai untuk menarik kail. Namun tiba-tiba buaya berukuran cukup besar, langsung menerkam kaki korban hingga korban terseret kedasar sungai. Beruntung korban bisa menyelamatkan diri hingga naik darat, akan tetapi buaya kembali menyerang hingga mengigit tangan kanan korban. Dalam hal ini korban kembali bisa menyelamatkan diri hingga ia pulang menuju rumah dengan mengendarai sepeda motor. Melihat hal ini pihak keluarga serta warga yang lain segera membawa korban ke RSUD Mukomuko untuk mendapatkan pertolongan yang lebih intensif.
Wali Nagari Sungai Sirah Kamarul membenarkan hal tersebut. Beruntung dalam hal ini korban bisa di selamatkan. Sebab buaya sungai batang Lunang sudah menewaskan 3 orang. Dan beberapa orang lainnya hanya luka-luka. Dalam hal ini ia berharap agar warga dapat berhati-hati jika melewati sungai batang lunang. Sebab, ia tidak menginginkan kejadian sama menimpa pada warga yang lain.
‘’ya, memang ada warga saya yang digigit buaya, alhamdullilah ia selamat. Sekarang ia sedang di rawat dirumahnya, sebab ia merupakan keluarga yang kurang mampu, apalagi ia tidak memiliki BPJS hanya saya berikan keterangan miskin. Saya harap pemerintah dapat membantu biaya pengobatan korba. Dan kepada warga saya minta untuk  selalu berhati-hati jika melewati sungai batang lunang. Sebab sungai ini merupakan habitat buaya,’’kata Kamarul.
Camat Silaut Syamwil,S.STP mengatakan dalam hal ini ia telah melihat kondisi korban. Namun hal tersebut lambat di ketahuinya karena ia sibuk menghadiri acara Bukit Langkisau di Kota Painan.
‘’ya, kami sudah meninjau korban sekarang kondisinya sudah mulai membaik. Hal ini lambat saya ketahui karena saya sedang dinas luar,’’kata Syamwil.
Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetio SH melalui Kapolsek Lunang Iptu Mulyadi,SH membenarkan hal tersebut. Bahwa ia telah mendapat laporan dari Babinsa sebab setiap 2 nagari di letakkan 2 orang Babinsa.
‘’ya. Peristiwa ini sudah di laporkan oleh babinsa. Dan ini sudah ditangani oleh pihak saya sebab, Saat kejadian saya sedang melaksanakan dinas luar,’’tutup Mulyadi.(cw2)

SKPD Loyo, Sekda Naik Pitam
//Belum Serahkan Dokumen Lelang ke ULP
METRO – Sikap SKPD yang terkesan loyo dan terkesan mengabaikan 3 kali surat perintah menyerahkan dokumen lelang yang disampaikan membuat Sekda, Syafkani, SP naik pitam. Kemarin bersama dengan Ketua Tim Sekretariat Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) dan pejabat penghubung TEPPA mendatangi SKPD teknis mempertanyakan alasan mereka tidak juga menyerahkan dokumen lelang. Dihadapan pejabat-pejabat SKPD ini, Sekda sempat marah.
Tindakannya ini bukan tanpa alasan, sebab serapan anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko, masih di bawah target. Terhitung Januari hingga 6 April ini target realisasi 19 persen, serapan anggaran baru tercapai 15,88 persen dari total APBD Rp 695 miliar. Hasilnya jelas, beberapa saat usai diamuk Sekda, masing-masing SKPD langsung mendatangi ULP Mukomuko. 
‘’Apa alasan terlambat dalam merealisasikan kegiatan, semua itu harus jelas. Ini tidak, sudah tiga kali disurati, tetap saja belum ada yang bergerak. Kita ingin tahu, dimana titik persoalannya sehingga SKPD terlambat dalam melaksanakan kegiatannya, terutama pengadaan barang dan jasa,’’ kata Syafkani ketika mendatangi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko.
Dia mengatakan, keterlambatan penyerapan anggaran harus diketahui penyebabnya. Maka perlunya melakukan monitoring semua dinas yang menyelenggarakan program kegiatan.
‘’Selaku supervisi penyelenggaraan kegiatan di sejumlah SKPD, kita ingin tahu apa penyebab keterlambatan penyerapan anggaran. Kalau memang ditemukan kendala, seperti apa kendala itu, biar lebih jelas,’’ imbuh Syafkani.
Asisten I Setdakab Mukomuko, Drs. H Arinal Basri, mengakui keterlambatan penyerapan anggaran bisa jadi disebabkan kurangnya pemahaman terhadap Permendagri Nomor 13 tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Kalaulah ini dipedomani secara baik, ia perkirakan tidak ditemukan masalah. Selain itu, ia juga menyayangkan SKPD teknis belum memiliki target kerja, sehingga banyak waktu yang terbuang.
‘’Ada kelemahan kita, kurangnya memahami Permendagri nomor 13 tahun 2006. Kalau ini dipedomani, mungkin tidak ada masalah dalam pengelolaan keuangan daerah. Begitu juga dalam melaksanakan pekerjaan, harus ada target,’’ pintanya.
Inspektur Inspektorat, A Halim, SE, M.Si juga menyayangkan, keterlambatan dalam penyerapan anggaran ini terjadi di SKPD teknis. Ia mengakui, dinas teknis lebih berat pekerjaannya jika dibandingkan dengan instansi lainnya. Dengan demikian, ia mengusulkan, pejabat di dinas teknis lebih fokus menyelesaikan pekerjaan dan target.
‘’Kita akui beban kerja dinas teknis lebih berat, dengan demikian mereka harus meluangkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Jangan disamakan pulang kerja dengan pegawai di dinas lain, utamakan penyelesaian kerja terlebih dahulu. Sehingga Sekda tidak lagi dimarahi bupati, karena keterlambatan dalam pelaksanaan program dan keterlambatan penyerapan anggaran,’’ ujarnya.
Pejabat Penghubung TEPPA Kabupaten Mukomuko, Kabag Adm Pembangunan dan ULP, Agus Harvinda, ST, M.Si menyampaikan, keterlambatan penyerapan anggaran ini pada umumnya pada program kerja pengadaan barang dan jasa. Jika terkendala dalam proses pembuatan dokumen lelang dan lainnya, ia mengatakan pihak ULP siap untuk mendampingi dan membantu kendala-kendala yang dihadapi dinas.
‘’Sebenarnya tidak ada yang sulit dalam membelanjakan anggaran. Jika ditemui kendala dalam proses pengadaan barang dan jasa misalnya, kami di ULP siap melayani SKPD untuk koordinasi, dalam hal mengatasi masalah yang dialami,’’ tandasnya.(nek)

Tuesday, 21 April 2015

Andy Vs Wismen = KMP Vs KIH

Huda, Sapuan dan Gafrie Terancam
METRO – Bakal calon bupati Mukomuko, Ir. Wismen A Razak dan Andy Suhary,SE,M.Pd tidak bisa dianggap remeh. Kehadiran keduanya sebagai calon bupati, bisa mengancam rencana Ir. Gafrie Zainuddin dan Choirul Huda,SH maupun Sapuan,SE,Ak,MM,CA. Sebab ada kemungkinan koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) terbentuk di Mukomuko.
Wismen adalah kader NasDem dan sudah mendapat mandat maju sebagai calon bupati. Seperti diketahui NasDem bagian penting dari KIH bersama dengan PDI Perjuangan, Hanura, PKPI dan PKB. Sementara Andy Suhary kader PKS juga anggota dewan ditambah mendapat mandat dari  orang nomor wahid di daerah ini. Sebagaimana diketahui PKS bersama Gerindra, PPP, Golkar dan PAN merupakan kekuatan dari KMP. Dalam dunia politik semuanya bisa saja terjadi, apalagi penetapan calon disemua parpol, ada ditangan pengurus pusat. Jika ini terjadi, artinya Sapuan, Huda dan Gafrie akan gigit jari alias tidak bisa maju. Kemungkinannya memang kecil, namun bukan mustahil.
Ketua DPD PPP Mukomuko, Masripani Maas,SH mengakui kemungkinan KMP dan KIH berlawanan di Mukomuko bukan mustahil. Apalagi seperti diketahui, dua kandidat bupati merupakan kader partai yang berada dalam KIH dan KMP. Yang jelas situasi politik saat ini beralih drastis dengan munculnya Andy dan Wismen. Sebelumnya para bakal calon terkesan santai, karena parpol banyak. Sehingga mereka menganggap pasti ada parpol yang mengusungnya. Sekarang keadaan terbalik, parpol bisa jual mahal, calon banyak, parpol kurang.
‘’Bisa saja KIH dan KMP bersatu, tapi itu sulit, sebab dipusat sendiri parpol tidak kompak lagi. Kami di kabupaten tentu ngikut saja. Sekarang parpol kurang, calon tak bisa anggap remeh. Bisa jadi benar-benar tidak mendapat partai,’’ ungkapnya. 
Sekretaris DPC Gerindra, Armansyah,ST tidak berpikir sejauh itu, yang jelas Gerindra Mukomuko mengikuti keputusan dari pusat. Saat ini ada beberapa nama yang berpeluang. Ia juga tidak membantah jika Andy sudah mendaftar ke Gerindra dan memiliki peluang untuk diusung.
‘’Kalau soal siapa yang akan diusung ada beberapa nama, Gerindra memilih kendidat secara selektif dan objektif, untuk kemungkinan KMP saya juga belum bisa berkomentar, karena ini urusan pusat,’’ tuturnya.(jar)

PKB Resmi Usung SPN, PKPI dan PDIP Nyusul

Mujiono dan Safaat Calon Wakil
METRO – Setelah menetapkan Ridwan Mukti sebagai calon Gubernur Bengkulu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali membuat keputusan penting. Dimana H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA resmi ditetapkan sebagai calon Bupati Mukomuko. Bersamaan dengan itu, PKB mengusulkan anggota dewan, Safaat,S.Ag sebagai calon wakil. Kabar lain PKPI juga sudah mendekati final mengusung Sapuan. Sementara PDI Perjuangan masih dalam tahap lobi, karena parpol ini bersikeras Mujiono,S.IP menjadi wakil Sapuan.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon N membenarkan kabar ini, malam kemarin DPP PKB sudah menetapkan Sapuan sebagai calon bupati Mukomuko. Sekarang tinggal menunggu surat rekomendasi. Bersamaan dengan itu, PKB mengusukan sebagai wakilnya 3 orang anggota dewan, yaitu Safaat, Khusairi dan Maskur. Dalam waktu dekat, PKB akan mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat.
‘’Sudah diputuskan oleh DPP, Sapuan sebagai calon bupati, karena surat rekomendasi resmi belum kita terima, bisa dikatakan sudah 99 persen. Untuk calon wakil, PKB memberikan 3 nama, yaitu anggota dewan. Namun Safaat lebih diunggulkan karena, dirinya dari Ansor,’’ ungkapnya.
Novesta Herman mewakil Sapuan, mengakui kabar ini, malam kemarin Sapuan sudah ditetapkan sebagai calon oleh PKB. Di PKPI sendiri sebetulnya sudah 99 persen, namun hitam diatas putihnya belum dipegang. Mengenai PDIP sendiri, Herman mengaku sudah mendekati final, tawaran dari PDIP masih dipertimbangkan, yaitu menginginkan Mujiono sebagai wakilnya. Selain itu Sapuan berpeluang didukung koalisi besar, karena juga ada panggilan dari Gerindra dan PAN. Termasuk PKS sendiri masih dalam target Sapuan.
‘’PKB dan PKPI sudah 99 persen, PDIP juga menunggu keputusan kita untuk berpasangan dengan Mujiono. Sebetulnya Sapuan juga dipanggil Gerindra dan PAN, hanya saja waktunya bersamaan, Sapuan lebih dahulu ke PKB,’’ katanya.
Dalam waktu dekat Sapuan segera memproklamasikan partai pendukungnya di hadapan masyarakat Kabupaten Mukomuko. Sekaligus menetapkan calon wakilnya. Memang diakui, Mujiono salah satu kandidat kuat mendampingi Sapuan nantinya. Juga tidak menutup kemungkinan Sapuan berkolaborasi dengan kandidat lain, termasuk dengan Choirul Huda,SH. Dalam politik semuanya bisa terjadi sesuai kepentingan.
‘’Yang jelas dalam waktu dekat kita umumkan, sekarang masih mempelajari aturan Pilkada yang berlaku,’’ tutupnya.(jar)


Monday, 20 April 2015

Andy dan Wismen Maju, Calon Rebutan Tiket

1 Cabup Akan Gugur
METRO – Tampaknya Andy Suhary,SE,M.Pd yang diusung keluarga ‘’cendana’’ benar-benar serius maju sebagai calon bupati. Begitupun dengan Wismen A Razak yang mendapat mandat dari Partai NasDem. Dampaknya akan ada salah satu kandidat yang selama ini mulai eksis bakal gugur karena tidak kebagian tiket Pilkada. Jumlah kursi parpol di DPRD Mukomuko hanya mampu mengantar 4 kandidat, kecuali terjadi pembagian rata, namun kemungkinannya sangat tipis.
Isu berkembang diantara tiga kandidat, yaitu H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA, Choirul Huda,SH dan Gafrie Zainuddin, belum ada yang memastikan dukungan dari parpol manapun. Namun harapan Sapuan lebih terbuka, karena telah mendapat rekomendasi dari DPC PKB Mukomuko, juga punya kans besar diusung PDI Perjuangan, Demokrat dan PKPI. Huda sendiri hampir pasti diusung Hanura dan Golkar. Namun dua parpol ini tidak cukup untuk mengantarnya mencalon. Ia dikabarkan bersaing keras dengan Sapuan untuk mendapat pengakuan dari PKP Indonesia. Gafrie kemungkinan di ‘’ujung tanduk’’ karena Gerindra yang selama ini disebut-sebut dekat dengannya, dilamar oleh Andy untuk menggenapkan syarat mendaftar ke KPU. Harapan Gafrie saat ini ada di PAN jika Gerindra benar-benar lepas. Yang lebih mengambang lagi nasib Burhandari,S.Pd,M.Si karena harapannya untuk maju sangat tipis, lantaran Andy selaku ketua DPD PKS yang maju. Partai PPP isunya bakal menambahkan dukungan untuk Wismen yang sudah mengantongi 3 kursi NasDem. Bahwan Wismen saat ini juga tengah gencar melobi Hanura. 
Dikatakan Andy, karena ini mandat maka ia harus siap untuk maju, bahkan persiapan mulai dilakukan oleh keluarga cendana. Dalam waktu dekat baliho bergembarkan Andy Suhary akan menghiasi setiap sudut di daerah ini. Ia juga mengakui sudah mengajukan lamaran ke Gerindra, PAN dan Golkar. Harapan dirinya diusung oleh parpol ini cukup besar.
‘’Kalau ditingkat kabuten saya rasa pengurus parpol disini setuju, namun kita pahami keputusan tetap berjenjang. Maka saat ini saya bersama kawan-kawan termasuk bapak bupati akan menemui pengurus pusat,’’ kata Andy.
Gafrie sendiri saat dihubungi mengaku tidak ragu, ia yakin akan mendapat dukungan dari beberapa parpol. Saat ini tinggal menunggu penandatanganan surat kesepakatan dirinya dengan beberapa parpol tersebut. Soal banyaknya kandidat akan maju, ia tidak ragu, bahkan akan meringankan beban mencari dukungan.
‘’Kita tidak masalah, yang jelas kita maju dengan diusung partai politik,’’ ungkapnya.
Sapuan juga menyambut baik banyaknya kandidat yang akan maju, menurutnya dalam demokrasi semua boleh maju asalkan memenuhi syarat yang sudah diatur dalam undang-undang. Untuk parpol, Sapuan tidak ragu sedikitpun, karena sudah mengajukan lamaran ke semua partai. Bahkan beberapa parpol sudah sepakat, walau belum ada perjanjian tertulis.
‘’Kita tidak masalahkan banyaknya calon yang maju, ini alam demokrasi semua boleh ikut bersaing, tapi harus dengan ketentuan dan bersaing secara sehat,’’ tutupnya.(jar)


Tokoh Dapil III Dominasi Bakal Calon Wakil Bupati
METRO – Dari sekian banyak kandidat calon wakil Bupati Mukomuko, hanya H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA, yang diisukan melirik wakil dari Dapil I. Sementara  Choirul Huda,SH dan Ir. Gafrie Zainuddin mengarah pada Dapil III. Begitupun Andy Suhary,S.Pd,M.Pd juga melirik wakil dari Dapil III, sementara Wismen A  Razak kemungkinan akan memilih wakil dari Dapil III atau Dapil II. Dari isu tersebut, kemungkinan besar untuk wakil akan didominasi dari dapil III.
Adapun tokoh-tokoh Dapil III yang berpeluang dan diisukan bakal menjadi pendamping adalah, Haidir,S.IP dan Busra. Keduanya berpeluang menjdi wakil calon bupati diusung Gerindra. Kemudian H. Badrun Hasani,SH dan Inzani Muhammad berkesempatan mendampingi calon bupati dari PAN. Selanjutnya Wisnu Hadi,SE akan diutus PKPI untuk mendampingi cabup. Selanjutnya ada nama H. Suharto, Burhandari,S.Pd,M.Si dan beberapa nama lainnya.
Haidir Via telepon genggam tidak menafik, jika dirinya dicadangkan oleh Gerindra untuk mendampingi bakal calon bupati dari Gerindra kelak. Selaku pribadi ia siap maju, namun sebelumnya harus meminta persetujuan dari kerabat, keluarga dan rekan-rekannya. Ia belum tahu siapa calon yang akan diusung Gerindra kelak.
‘’Kalau dari partai memang ada sinyal untuk itu, namun kita harus pikirkan matang-matang. Kalau memang dinilai layak apa salahnya,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, Gafrie mengatakan ia memang lebih mengarah mencari wakil dari Dapil III. Tujuannya adalah untuk menciptakan pemerintahan yang berimbang, selain itu tokoh-tokoh dari Dapil III cukup bagus dan diakui ketokohannya oleh masyarakat. Namun saat ini ia masih fokus dengan partai politik, parpol pengusung akan menentukan siapa wakilnya.
‘’Kita akan cari wakil dari Dapil III, sudah ada beberapa nama yang kita lirik, namun nanti dijelaskan setelah ada kepastian partai politik,’’ tuturnya.
Andy juga mengaku melirik nama dari Dapil III sebagai wakil, bahkan ia sudah berkomunikasi dengan beberapa orang anggota DPRD dari daerah tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan wakilnya nanti dari Dapil II, semua masih menunggu.
‘’Kita tunggu dulu, memang ada beberapa tokoh yang sudah kita hubungi dari Dapil III, tapi pastinya nanti,’’ tutup Andy.(jar)

Pemilihan Bupati 9 Desember, 26 Juli Pendaftaran Calon
//Besok Tahapan Pilkada Dimulai
METRO – Pilkada serentak 2015 di 9 provinsi dan 269 ?kabupaten/kota dimulai. Peresmian ditandai dengan 9 kali bunyi gong oleh Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, saat lounching di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, kemarin (17/4).  9 Kali bunyi gong punya arti tersendiri. Angka 9 berarti tanggal pelaksanaan Pilkada serentak yakni 9 Desember 2015. Bersamaan dengan itu KPU Mukomuko menyampaikan kesiapannya untuk memulai tahapan pemilihan bupati Mukomuko besok (19/4).
Dikatakan Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag berdasarkan ketetapan dari pusat, maka Pilkada dimulai dari 19 April 2015. Ia memastikan untuk pemilihan bupati tidak ada kendala, KPU siap menyelenggarakan pemilihan, walau disisi lain masih menunggu anggaran dari pemerintah daerah sesuai perintah undang-undang. Tahapannya akan dimulai dengan membentuk Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
‘’Kita memulai tahapan resmi pada 19 April 2015 sebagaimana ketetapan dari pusat. Untuk tahap awal ada perekrutan petugas PPP dan PPS. Untuk pemilihan sesuai jadwal serentak pada 9 Desember nanti,’’ katanya.
Juga disampaikan oleh komisioner KPU lainnya, AH. Siregar,S.Ag,M.Pd bawa untuk Mukomuko dipastikan tidak ada penundaan sebagaimana jadwal secara nasional. Karena sejak awal, mereka telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ia juga mengakui untuk PPK dan PPS akan direkrut bari dalam waktu dekat. Untuk syarat dan ketentuan lain nanti akan diumumkan secara resmi ke publik. Siapapun yang bisa memenuhi syarat boleh mendaftar.
‘’Untuk PPK dan PPS kita rekrut baru dari awal, sebagaimana petunjuk yang ada, memang kita akui mengenai anggaran masih ngambang. Padahal dengan direkrutnya petugas, maka anggaran sudah semestinya ada kepastian,’’ paparnya.
Dokutip dari berita online, Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan Pilkada tahun 2015 akan digelar serentak bagi 260 kabupaten dan kota serta 9 provinsi. Total ada 269 daerah yang akan melakukan pemungutan suara pada 9 Desember 2015 mendatang. 
"Kami sebagai penyelenggara, seperti yang diamananatkan oleh UU telah melakukan persiapan dengan berbagai kegiatan," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam sambutannya.(jar)

Berikut beberapa tahapan penting Pilkada :
1. Pendaftaran pasangan calon: 26-28 Juli 2015
2. Pemeriksaan kesehatan pasangan calon 26 Juli-1 Agustus 2015
3. Penelitian syarat pencalonan 28 Juli-3 Agustus 2015
4. Penetapan pasangan calon: 24 Agustus 2015
5. Pemungutan suara serentak: 9 Desember 2015

Friday, 17 April 2015

Wismen “Bangun dari Mimpi, Perubahan Segera Datang”


/Calon Bupati Bermunculan
METRO – Dimulai dari spanduk ‘’HIDUP BERAWAL Dari MIMPI’’ Ir. Wismen A Razak sempat menghilang dari isu pencalonan. Kini ia benar-benar terbangun untuk merealisasikan mimpinya. Putra asli Mukomuko tersebut muncul lagi dengan jargon barunya, ‘’PERUBAHAN SEGERA DATANG’’. Melalui kata-kata indah ini, Wismen menegaskan, semua bukan sebatas khayalan. Ia datang kembali dengan membawa bekal keputusan dari NasDem, yang resmi mengusungnya sebagai calon Bupati Mukomuko 2015-2020.
Kemunculan kembali Wismen sekaligus menambah daftar nama-nama calon pengincar kursi nomor wahid di daerah ini. Setelah sebelumnya nama Andy Suhary,SE,M.Pd mencuat kepermukaan sebagai kandidat yang diajukan oleh ‘’keluarga cendana’’ atau oleh Bupati berkuasa saat ini.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Mukomuko, Musfar Rusli menjelaskan diusungnya Wismen merupakan hasil dari keputusan rapat internal di sekretariat Partai NasDem pusat pada Selasa malam (14/4) lalu. Ketetapan ini sudah resmi dengan langsung ditanda-tangani oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. NasDem tidak ingin sebatas menjadi penonton dalam pesta demokrasi kelak, harus turun sebagai pemain.
‘’Berdasarkan keputusan rapat pengurus DPP Partai NasDem. Ada beberapa daerah yang bakal melaksanakan pesta demokrasi dan akan diutus sebagai calon dari kader partai. Untuk calon Bupati Mukomuko dipercayakan kepada Wismen A Razak,’’ kata Musfar.
Lanjutnya keputusan ini sudah final, artinya tidak ada lagi kesempatan bagi kandidat lain yang sempat mendaftar ke NasDem. Sebelumnya memang NasDem sempat melakukan penjaringan bakal calon.
‘’Kita mengikuti aturan main partai, dan mematuhi sesuai arahan dan keinginan pengurus pusat. Memang diakui,  sebelumnya dilakukan penjaringan bakal calon yang akan diusung. Tetapi sebagai penentu dan pengambil kebijakan adalah pusat. Siapa yang diutuskan, itu yang akan kita perjuangkan. Apapun konsekuensinya, kita dan sejumlah kader siap untuk berjuang,’’ demikian Musfar. (nek)


Dana Pilkada Diusulkan Rp 11,8 M

METRO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud Gauraf, S.Ag menyampaikan, usulan anggaran penyelenggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Rp 11,8 miliar.  Usulan ini masih dipertimbangkan pemerintah daerah.
Dikatakannya kebutuhan tersebut sudah dirinci dengan jelas berdasarkan peruntukannya. Karena Pilkada sepenuhnya ditanggung oleh daerah sesuai dengan aturan yang berlaku.
‘’Kalau usulan dana Pilkada sebanyak Rp 11,8 miliar. Apakah nanti dikabulkan atau tidak, itu belum jelas. Karena ada pandangan lain dari pihak Pemda. Semuanya berdasakan kebutuhan ril KPU,’’ katanya.
Dawud mengeluh sulitnya mendapat kepercayaan pada pemda, mereka merasa seperti mengemis untuk mendapatkan anggaran Pilkada. Besaran anggaran yang dipersoalkan oleh pihak Pemda terkait masalah honor. Sebagai dasar usulan untuk hal itu, ia mengakui berdasarkan honor penyelenggara pemilu pada pemilihan legislatif dan Pemilu Presiden.
‘’Mulai dari honor komisioner KPU, PPK maupun PPS, kita mengusulkan ada dasarnya. Di dalam Permendagri nomor 57 tahun 2009, dimana disitu ada SBU yang menyatakan jumlah anggaran termasuk honor penyelenggara Pemilu. Namun itu belum ada kejelasannya, karena Pemda masih berpegang dengan Perbup,’’ kata Daud kepada wartawan kemarin.
Sekretaris KPUD Mukomuko, Aran, S.Pd, membenarkan terkait usulan dana Pilkada masih tarik ulur. KPUD mengusulkan anggaran dana Pilkada berdasarkan Permendagri nomor 57 tahun 2009, tentang Struktur Belanja Umum (SBU) penyelenggara Pemilu. Tetapi Pemda masih tetap bertahan, ia mengakui usulan dari KPU masih menjadi pertimbangan.
‘’Usulan KPU untuk anggaran Pilkada berdasarkan Permendagri nomor 57 tahun 2009 tentang Struktur Pembelanjaan Umum. Kemudian Pemda juga ada dasarnya, Permen 39 tahun 2012, Perbup nomor 20 tahun 2012 dan Perbup nomor 33 tahun 2013 disitu mengatur tentang standar belanja umum. Sementara, KPU berpatok kepada instansi pertikal dan memakai standar SBU pusat. Sehingga standar belanja umum berbeda dengan aturan daerah, karena SBU bersumber dari APBD lebih kecil,’’ ujar Aran.
Seperti halnya SBU honor untuk Komisioner KPU, ia menyebutkan jika berpatok kepada Permendagri nomor 57 tahun 2009 setara dengan eselon II pusat sebesar Rp 2,5 juta, sedangkan di Pemda eselon II paling tinggi hanya Rp 700 ribu.  Begitu juga dengan honor PPK, ia mengakui usulan KPU mencapai Rp 1,5 juta. Jika berpatokan dengan honorarium PNS, hanya berkisar Rp 400 ribu perbulannya.
‘’Sebagai pihak KPU, hanya mengajukan anggaran. Regulasi aturan yang mengatur tentang anggaran Pemilukada sampai kini belum ada. Seandainya ada, tentu kami akan melakukan SBU KPU pusat. Dengan demikian, sampai sekarang belum diketahui berapa jumlah anggaran yang akan ditetapkan,’’  paparnya. (nek)

Wednesday, 15 April 2015

Menuju Pemilihan Bupati, Sapuan Slow Tapi Pasti


METRO – Slow tapi pasti, itulah gambaran langkah H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA menuju pemilihan bupati Mukomuko yang dihelat pada Desember kelak. Ia semakin percaya diri menatap kerasnya persaingan politik hari-hari berikutnya. Alasannya misi mencalon bukan kekuasaan, melainkan untuk berbuat demi daerah dan masyarakat. Sekedar kepentingan pribadi, ia mengaku cukup dengan usaha yang digelutinya saat ini.
Dikatakan Sapuan, upaya untuk memenuhi syarat mendaftar ke KPU terus ia lakukan dengan mengajukan permohonan dukungan dari partai politik. Sudah ada beberapa parpol yang sepakat, tetapi belum bisa dikatakan pasti, sebab rekomendasi tertulis belum dikeluarkan. Kalau semuanya sudah jelas, maka ia akan umumkan secara terbuka ke publik mengenai pencalonannya. Yang jelas, sebagai putra asli Mukomuko, ia siap maju dengan niat yang tulus untuk kepentingan daerah.
‘’Kita berusaha dan menunggu, kalau sekarang mau jelaskan apa, semuanya memang masih belum jelas. Kalau sudah saatnya kita akan bergerak dan umumkan secara terbuka. Partai yang siap mendukung ada, namun belum kita pegang rekomendasi pastinya,’’ kata Sapuan.
Lanjutnya, jika ada kandidat yang memastikan sudah mendapat rekomendasi dari partai, itu bohong besar. Karena parpol belum bisa mengeluarkan rekomendasi, sebab PKPU sedang dibahas oleh KPU dan DPR RI. Setelah PKPU disahkan baru KPU akan bagikan formulir ke partai terkait dengan pengusung bakal calon bupati dan wakil bupati.
‘’Kalau ada yang katakan sudah pasti memperoleh rekomendasi dari partai itu bohong besar, bagaimana partai mengeluarkan rekomendasi, PKPU Pilkada saja sedang dibahas oleh dewan dan KPU RI,’’ tegasnya.
Disamping menunggu kepastian parpol, ia memilih fokus melaksanakan kegiatan usahanya. Tidak ada calon yang tidak memiliki kesiapan secara finansial bisa bersaing pada Pilkada kelak. Masyarakat butuh bukti bukan janji politik semata. Ia juga berharap masyarakat tidak memikirkan mengenai Pilkada, lebih baik konsentrasi dengan pekerjaan untuk ekonomi keluarga.
‘’Kita berusaha, mudah-mudahan ada yang didapat bisa membantu masyarakat secara nyata bukan sebatas janji. Maka fokus dulu dengan pekerjaan, masyarakat juga untuk saat ini cukup simak saja isu yang dikembangkan,’’ tutupnya.(jar)


Ichwan Restui Andy Maju Pilbup
METRO – Tampaknya rencana Andy Suhary,SE,M.Pd maju sebagai calon bupati Mukomuko meneruskan program Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM sudah tak terbendung lagi. Kemarin dihubungi Via telepon genggam, orang nomor wahid di Kabupaten Mukomuko, menegaskan Andy adalah utusan cendana dan seluruh keluarga siap memberi dukungan untuknya.
Dijelaskan Ichwan, bahwa Andy cocok dan memahami kondisi masyarakat dan daerah, maka dialah kandidat yang cocok untuk diusung. Bahkan menurutnya Andy jauh lebih baik melanjutkan programnya agar semua program daerah yang sudah dibangunnya sejak lama bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Dengan terbuka Ichwan juga memastikan semua keluarga mendukung pencalonan Andy sebagai bupati.
‘’Saya pikir itulah yang terbaik untuk daerah ini, Andy mengerti mengenai daerah ini dan ia punya pengetahuan yang cukup mengenai daerah. kita memang butuh sosok yang bisa lanjutkan program mensejahterakan masyarakat sebagaimana sudah berjalan,’’ kata Ichwan.
Lanjutnya, rencana ini sedang dibahas dalam internal keluarga dan juga tengah dipersiapkan langkah-langkah kongkrit agar bisa mendaftar sebagai kontestan Pilkada. Ichwan yakin, masyarakat setuju dengan keputusannya ini, maka ia minta seluruh pendukungnya selama ini bisa bersiap-siap menyambut kandidat baru yang melanjutkan tujuan pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera.
‘’Masyarakat harus mendukunglah, mungkin sudah saatnya semuanya mulai bersiap menyambut kandidat baru kita yang lebih baik dan cocok untuk memajukan daerah ini,’’ paparnya.
Salah seorang politisi PKS, H. Musfar diminta tanggapannya mengenai isu majunya ketua DPD PKS, mengaku belum ada yang bisa dijelaskan. Sesuai dengan berita yang ada, sekarang proses penjaringan masih berlangsung dilingkungan partai. Semuanya punya peluang untuk diusung, tergantung keputusan akhir nantinya.
‘’Kalau dari partai kami belum bisa berkomentar, selaku kader tentu kita akan mendukung calon yang diusung partai, saat ini setahu saya belum ada yang diputuskan,’’ tutupnya.(jar)


Lengkapi Sayarat, Gusti Jabat Komisioner KPU

//Irwan : Kalau Diputuskan Belum
METRO – Proses pergantian antar waktu (PAW) komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko masih berlangsung. Walau demikian dari 5 kandidat yang masuk 10 besar tes KPU sebelumnya, hanya Ramadhan Gusti, SH diposisi urut 6 yang diproses oleh KPU Provinsi Bengkulu. Karena berdasarkan undang-undang, urut 6 yang berhak, jika siap menjalankan tugas KPU dan tidak ada halangan lain. Nomor urut 7 baru bisa naik jika nomor 6 bermasalah dengan administrasinya. Sementara Khairanzar,SE yang lolos sebagai CPNS, sudah resmi mengundurkan diri dari anggota KPU.
Disampaikan langsung oleh Ketua KPU Provinsi Irwan Saputra, pergantian antar waktu berpedoman dengan aturan yang berlaku. Memang hanya Gusti kandidat yang mereka panggil untuk diwawancarai kesiapannya maju sebagai anggota KPU. Namun sampai sekarang Gusti belum diputuskan sebagai pengganti Khairanzar karena masih diminta melengkapi persyaratan administrasinya.
‘’Memang Gusti satu-satunya yang kita proses, karena sesuai aturan nomor urut 6 yang berhak. Namun saya tegaskan, Gusti belum diputuskan sebagai anggota KPU, karena masih diminta melengkapi syarat administrasi,’’ kata Irwan.
Calon lain bisa diangkat apa bila urut 6 tidak melengkapi syarat administrasinya, seperti izin dari bupati dan lainnya. Yang jelas sejauh ini belum ada pemanggilan terhadap yang lainnya, sebab Gusti sudah menyerahkan surat kesiapannya menjalankan tugas sebagai anggota KPU. Untuk Khairanzar, KPU sudah keluarkan surat pemberhentiannya dengan mencabut semua aset KPU yang ada dan juga menghentikan haknya sebagai komisioner KPU.
‘’Kita proses dulu Gusti, kalau nanti memang ada kendala, seperti keberatan dari bupatinya, maka bisa saja kita naikkan kandidat lain,’’ tegasnya.
Sekretaris KPU Mukomuko, Aran, S.Pd mengaku ada surat dari provinsi menyangkut dengan PAW, namun sampai sekarang surat tersebut belum ia terima, sehingga tidak tahu apa isinya. Apakah terkait dengan pengangkatan Gusti atau yang lainnya belum jelas. Sebab untuk PAW wewenang penuhnya ada di provinsi.
‘’Katanya memang ada surat dikirim dari Provinsi, tapi saya belum baca apa isinya,’’ kata Aran.
Gusti sendiri saat diminta tanggapannya, juga belum bisa menjawab pasti. Namun ia mengakui sudah dipanggil oleh KPU provinsi dan diminta melengkapi syarat sebagai anggota KPU. Secara pribadi ia mengaku sangat siap menjadi anggota KPU, dan tidak akan melanggar aturan yang berlaku di dalamnya.
‘’Kita diminta melengkapi syarat, mudah-mudahan saja nanti diangkat, kita tentu siap dengan semua mekanismenya,’’ tutup Gusti.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...