Monday, 15 December 2014

Anggaran Pilkada Harus Ditijau Ulang


Dawud : Harus Dianggarkan Untuk 2 Putaran
METRO – Anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Rp 6 Miliar yang  sudah dianggarkan dalam APBD 2015 dipastikan tidak cukup. TAPD dan Banggar harus meninjau ulang kebijakkan anggaran yang sudah diputuskan. Sebab diperkirakan hanya Kabupaten Mukomuko, yang menganggarkan dana Pilkada dengan angka jauh dari kebutuhan. Pemerintah sebaiknya berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu menyangkut kebutuhan pasti pesta demokrasi ini.
Disampaikan anggota politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP), Dedy Kurniawan, S.Sos minimnya anggaran Pilkada ini bakal membuat pelaksana pemilihan bupati kewalahan. Karena sepengetahuannya dana untuk Pilkada hingga belasan miliar, sebagaimana yang dianggarkan daerah lain. Pada awalnya di Komisi I, sudah menganggarkan dana untuk Pilkada Rp 12 miliar lebih. Namun dalam keputusan akhir, Banggar dan TAPD, berubah menjadi Rp 6 Miliar.
‘’Di Kabupaten lain, anggaran untuk KPU mereka anggarkan paling minim Rp 14 Miliar. Masa kita hanya Rp 6 miliar, ini ancaman bagi pelaksanaan Pilkada di Mukomuko,’’ kata Wakil Dapil II di DPRD Mukomuko ini.
Lanjutnya, TAPD dan Banggar harus meninjau ulang kebutuhan dana Pilkada, supaya pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik. Untuk membahas kebutuhan Pilkada, meski melibatkan pelaksana pemilu, terutama dari KPU itu sendiri. Karena mereka yang lebih memahami kondisi pemilu dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Menyukseskan Pilkada bukan semata tugas dari KPU, Panwaslu dan pihak terkait lainnya, melainkan menjadi tugas bersama.
‘’Kami minta ditinjau ulang, karena Pilkada merupakan tanggungjawab daerah. Anggaran yang disiapkan harus sesuai kebutuhan, maka sebaiknya dikoordinasi dengan pelaksana pemilu itu langsung,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengakui jika dana Rp 6 Miliar yang disiapkan jauh dari cukup. Sebab dari dana tersebut, Rp 1 Miliar untuk pengamanan, Rp 2 Miliar untuk Panwaslu dan hanya Rp 3 Miliar untuk KPU. Sementara kebutuhan dari KPU sendiri, untuk Pilkada 1 putaran Rp 12 Miliar paling sedikit. Sesuai dengan petunjuk dari pusat, dana Pilkada harus dianggarkan untuk dua putaran bersamaan.
‘’Ada dana searing dari provinsi, sekitar Rp 2,5 miliar, namun itu untuk membantu honor PPK dan petugas lain di lapangan dan dana pendistribusian logistik. Maka dengan anggaran yang ada sekarang, tidak mungkin cukup,’’ kata Dawud.
Masih dijelaskan Dawud, beberapa hari lalu mereka menggelar rapat di Provinsi membahas mengenai persamaan dana Pilkada. Rata-rata di setiap kabupaten dana Pilkada Rp 20 miliar hingga Rp 24 miliar. Namun memang sebagian mereka belum ketuk palu. Di daerah lain, dalam pembahasan anggaran KPU selalu dilibatkan oleh pihak pemda dan dewan. Namun bagaimanapun, sesuai yang disampaikan Bappeda, anggaran Pilkada tidak akan terkendala, karena pemerintah bisa mengambil kebijakan lain.
‘’Memang untuk daerah lain dana Pilkada cukup besar, karena wajib dianggarkan untuk 2 putran. Tapi kita tidak khawati, sebab seperti disampaikan Bappeda, ada kebijakan lain bisa diambil, walau anggaran sudah disahkan. Nanti ia akan berkoordinasi lebih jauh dengan pihak pemda,’’ tutupnya.(jar)

Balon Bup Sambut Baik Pilkada Langsung
POLITIK RM – Pemilihan langsung oleh rakyat yang sudah hampir pasti ketuk palu di pusat, mendapat sambutan hangat dari para kandidat bakal calon (Balon) bupati Mukomuko. Mereka yakin akan mendapat dukungan maksimal dari masyarakat pada Pilkada kelak. Seiring dengan itu, mereka mulai unjuk diri di tengah masyarakat.
Salah seorang kandidat  calon bupati, Burhandari, S.Pd, M.Si mengaku sangat senang dengan kembalinya pemilihan oleh rakyat ini. Ia yakin sistem ini bakal membuat pilkada lebih berkualitas dan dinikmati oleh masyarakat. Selama ini semangat masyarakat sedikit menurun, karena harapan mereka untuk bisa memilih terhambat oleh sistem pemilihan oleh DPRD.
‘’Kita menyambut baik sistem pemilihan langsung ini, artinya masyarakat akan menentukan siapa kandidat terbaik dan dianggap paling mampu memimpin Kabupaten Mukomuko,’’ kata Berhandari.
Seiring dengan kepastian ini, Burhandari mulai bergerak, minggu depan ia berencana turun ke masyarakat secara terbuka. Kemungkinan ia juga akan bergandengan dengan salah seorang tokoh Mukomuko yang juga sempat digadang-gadangkan sebagai kandidat bupati. Selain pamit untuk maju, Burhandari juga akan mesosialisasikan kepada masyarakat tentang pemilu langsung tersebut.
‘’Masyarakat selama ini kebingungan, maka untuk meluruskan semuanya kita akan sampai tentang pemilihan langsung bersamaan dengan pamitan untuk maju sebagai calon,’’ kata Burhandari.
Salah seorang politisi PKP Indonesia Mukomuko, Ir. Zulfahni Jamal juga menyambut baik sistem pemilihan langsung ini. Ia yakin masyarakat akan lebih antusias menghadapi Pilkada kelak. Sebab mereka bisa menetapkan langsung pemimpinnya. Selain itu calon bupati juga dipastikan lebih gencar bergerak, seiring dengan kembali pada pemihan langsung.
‘’Ini adalah berita baik bagi masyarakat, karena selama ini meragukan bagaimana nasib pilkada. Calon bupati juga bisa bergerak lebih luas lagi,’’ tutupnya.(jar)


Politisi PDIP Mukomuko Optimis Pilkada Langsung

POLITIK RM –  Politisi PDIP Kabupaten Mukomuko optimis Perppu Pilkada langsung akan diberlakukan. Dalam hal ini, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Mukomuko 2015-2020 hampir dipastikan dilaksanakan tahun depan.
‘’Kita optimis Pilkada langsung tetap berjalan sesuai cita-cita demokrasi di negara ini. Tinggal lagi menunggu waktu penetapannya. Namun demikian, kita yakin tahun depan untuk Pilbup Mukomuko sudah menerapkan sistem Pilkada langsung dipilih rakyat, bukan dewan,’’ kata politisi muda dari PDIP Kabupaten Mukomuko, Dedy Kurniawan, S.Sos kepada Radar Mukomuko kemarin.
Menurutnya, dengan sistem pemilihan langsung dipilih rakyat, akan terwujud nilai demokrasi sesuai dengan keinginan mantan Presiden Republik Indonesia pertama. Ia menyampaikan, jauh berbeda gezah kekuasaan, jika kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Ini akan terciptanya seorang pemimpin benar-benar sesuai dengan selera rakyat. Sebab kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat, terutama disisi menentukan seorang pimpinan daerah.
‘’Ingat pesan Bungkarno, kekuasaan rakyat lah yang lebih langgeng, dan di atas segala-galanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, pemimpin suatu daerah idealnya dipilih rakyat dan biarkan rakyat lebih leluasa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpinnya,’’ ujarnya.
Ia juga menyebutkan, hirarki dalam berdemokrasi mestinya harus terus menampakkan kemajuan. Termasuk dalam sistem penerapannya, jika pemilihan bupati tidak lagi dipilih rakyat, secara otomatis demokrasi mengalami kemunduran. Menyikapi hal ini, ia berharap dukungan masyarakat untuk terus berjuang agar perjuangan politisi tingkat pusat tetap berpihak sesuai dengan kehendak rakyat secara umum.
‘’Sepakat dan satukan tekat agar sistem demokrasi di negara kita tidak mengalami kemunduran. Dan itu akan lebih baik, jika rakyat memilih siapa pemimpin yang baik sesuai dengan keinginan masing-masing individu. Dengan demikian, di samping perjuangan para politisi di tingkat pusat, mesti juga mendapat dukungan masyarakat dari tingkat daerah,’’ pungkasnya. (nek)


Muharamin Belum Berani Maju
POLITIK RM – Meski namanya sudah begitu dikenal dan selalu sukses keluar sebagai pemenang dalam pemilu, namun anggota DPRD Provinsi Bengkulu dua periode berturut-turut, Ir. Muharamin belum berani maju sebagai calon bupati. Secara langsung ia sudah menyatakan, bahwa untuk periode ini belum akan ambil bagi pada Pilkada kelak. Alasannya, jika ia maju maka harus bisa menang.
Dikatakan Muharamin, untuk sekarang ia belum punya planing untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati. Karena ia selalu punya perhitungan yang matang dan akurat. Ia akan maju jika yakin bisa menang. Sama halnya maju sebagai calon anggota dewan, ia selalu bisa keluar sebagai pemenang, karena punya perhitungan matang dan bisa mengendalikan emosi dalam persaingan.
‘’Untuk calon bupati saya belum maju, karena kalau maju saya harus menang. Untuk apa kita maju jika tidak mungkin bisa menang. Politik harus punya strategi dan perhitungan yang matang,’’ katanya.
Terkait dengan arah politknya sendiri, Muharamin juga belum bisa berterus terang. Yang kelas selaku ketua partai dan anggota dewan perwakilan masyarakat Mukomuko, ia akan mendukung kandidat yang terbaik. Karena kepala daerah, harus bisa membangun dan mensejahterakan masyarakat. selain itu, Muharamin ingin fokus melaksanakan tugas sebagai anggota DPRD Provinsi. Ia menargetkan bisa menarik anggaran provinsi sebanyak-banyaknya bagi daerah.
‘’Kita fokus dulu dengan pekerjaan sekarang, yang jelas Demokrat adalah parpol yang punya prinsip, mendukung kandidat yang menang dan mampu membagun,’’ tutupnya.(jar)

Sunday, 14 December 2014

Genrang Pilkada Ditabuh


Dilaksanakan Serentak Desember 2015
METRO – Seiring dengan hampir disahkannya peraturan pemilihan kepala daerah secara langsung, Genrang Pilkada ditabuh. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai menyusun persiapan tahapan Pilkada serentak. Awalnya, KPU memperkirakan pilkada dilaksanakan pada 11 atau 18 November 2015. Jadwal itu kemudian direvisi menjadi pertengahan Desember 2015 karena didapati ada beberapa tahap yang belum disertakan. Disisi lain para kandidat yang ‘’sir’’ dengan kursi kepala daerah termasuk BD 1 N Mukomuko, juga sudah siap-siap untuk star. Diperkirakan awal januari suhu politik menyambut Pilkada mulai memuncak.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag dihubungi via telepon kemarin, mengaku sedang di KPU Provinsi Bengkulu. Seluruh KPU kabupaten dan kota menggelar rapat bersama dengan KPU Provinsi. Agenda pertemuan penyelenggaraan pemilihan umum ini adalah membahas persiapan sekaligus menyesuaikan persiapan-persiapan Pilkada.
‘’Saya sedang di Provinsi, kami rapat dengan KPU Provinsi, membahas mengenai persiapan Pilkada,’’ kata Dawud.
Dikutip dari JPNN, anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah menjelaskan, ada satu tahapan yang belum masuk, yakni sengketa prapemilu. "Sengketa pencalonan kepala daerah ini, penyelesaiannya juga membutuhkan waktu," ujarnya di kantor KPU kemarin. Apalagi jika sengketa tersebut harus diselesaikan lewat jalur pengadilan tata usaha negara (PTUN). Karena itu, pihaknya menjadwalkan ulang pelaksanaan pemungutan suara pada pertengahan Desember. "Tanggalnya belum fixed, namun perkiraan yang paling mungkin tanggal 16 (Desember)," lanjutnya. Asumsi tersebut dikeluarkan karena pemungutan suara ditetapkan pada hari Rabu pekan kedua atau ketiga pada bulan pelaksanaan. 
Menyangkut dengan ini, salah seorang bakal calon bupati Mukomuko, Burhandari, S.Pd, M.Si mengaku sudah bersiap menghadapi Pilkada langsung. Selama ini mereka terpaksa sedikit ‘’ngerem’’ karena ada dualisme aturan pemilihan. Sekarang semuanya semakin terang, pemilihan oleh rakyat. Hasil kunjungannya ke masyarakat selama ini, memang diakui hampir sebagian besar warga menginginkan pemilihan dilakukan secara langsung.
‘’Ini kabar baik bagi kita semua, juga bagi masyarakat yang selama ini ragu dengan sistem pemilihan. Bersamaan dengan itu kami akan segera bergerak menyesuaikan dengan aturan pemilihan yang berlaku,’’ kata Burhandari.
Novesta Herman orang dekat calon kuat H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA juga mengaku sudah siap bergerak. Akhir bulan ini Sapuan akan pulang ke tanah kelahirannya untuk mempersiapkan segala sesuatunya menyambut tahapan pilkada langsung. Mereka sangat antusias dengan kembali pada pemilihan langsung. Karena masyarakat bisa secara langsung menilai dan menetapkan pemimpin mereka kedepan.
‘’Sejak awal kita berharap Pilkada dilakukan langsung, tentu dengan hampir pastinya pemilihan oleh rakyat, Sapuan sangat antusias menghadapinya. Akhir bulan ini akan bergerak,’’ tutupnya.(jar)

Thursday, 11 December 2014

Kalender Sapuan Jadi Andalan


Kalender Parpol Hanya Mendekati Pemilu
POLITIK RM – Saat memasuki tahun baru 2014 lalu, masyarakat kewalahan menerima jatah kalender geratis, dari partai politik dan dari calon anggota legislatif (Caleg). Bahkan di setiap rumah, bisa menerima belasan kalender caleg dengan berbagai ukuran. Namun jelang tahun 2015, semunya tidak terlihat lagi, untungnya masih ada H. Sapuan, SE, Ak, MM, CA yang rutin membagikan kalender geratis.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) Kabupaten Mukomuko, Andy Suhary, SE, M.Pd tidak menafik hal tersebut. Namun untuk PKS sendiri setiap tahun rutin membagikan kalender pada masyarakat. Tidak hanya dilakukan pada saat jelang pemilu atau pilkada saja. Untuk kalender 2015 memang belum mereka bagikan, namun rencananya akan segera dicetak, hingga jelang pertukaran tahun kalender sudah dibagikan kepada masyarakat.
‘’Kami dari PKS tetap bagi kalender, karena itu rutin dilakukan setiap tahun. Memang kalau dibanding dengan saat pemilu, sudah tidak banyak lagi yang membuat kalender,’’ katanya.
Andy juga menilai wajar, jika masyarakat mempertanyakannya, karena ada kesan jika partai dan politisi hanya ingat pada saat pemilu saja. Namun barangkali pada dasarnya tidak begitu. Fokus partai atau politisi adalah untuk bekerja. Ia juga mengakui yang sudah banyak beredar kalender milik Sapuan dan beberapa kalender lainnya.
‘’Kalau masyarakat mengira demikian wajar, karena kenyataannya dulu kalender ramai, sekarang sudah tidak banyak. Kalau tidak salah, yang ada saat ini kalender Sapuan,’’ paparnya.
Novesta Herman, mengakui jika Sapuan sudah membagikan kalender di setiap rumah warga sejak beberapa waktu yang lalu. Pembagian kalender ini tidak politis, karena rutin dilakukan Sapuan setiap tahunnya. Tujuannya untuk membantu masyarakat, agar tidak lagi perlu membeli kalender.
‘’Sapuan sudah bagikan kalender sejak lama, ini rutin dilakukan, tidak ada hubungannya dengan isu pencalonan. Tujuannya untuk membantu warga, supaya tidak lagi memberi kalender di rumahnya,’’ tutupnya.(jar)

Gerindra Pindah Markas
POLITIK RM – Mendekati tahapan pemilihan kepala daerah, Partai Gerindra mulai berbenah. Langkah pertama yang sudah dilakukan adalah, pindah markas atau kantor sekretariat partai ke tempat yang baru. Sejak kemarin, sekretariat Gerindra bukan lagi di tempat yang sama, namun masih di Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko. Kantor yang baru ini, di kontrak khusus untuk partai, dengan dilengkapi ruang rapat, ruang ketua dan sekretaris juga ruang staf lainnya.
Ketua Dewan Pinpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Mukomuko, Bassendri menjelaskan sekretariat yang baru ini memang disiapkan secara khusus bagi keperluan partai. Sebelumnya tetap sebagai sekretariat resmi, namun sifatnya masih menumpang di rumah pribadi keluarganya. Langkah ini dilakukan, untuk meningkatkan koordinasi antar kader partai kedepannya. Apalagi jelang pilkada, tentu banyak persiapan akan dilakukan. Selain itu pengurus atau kader dan masyarakat bisa mampir beristirahat di sekretariat yang baru ini dengan leluasa.
‘’Kita sudah pindah ke tempat yang baru, ini akan menjadi markas khusus Gerindra, juga bisa menjadi tempat beristirahat bagi kader yang sedang ada kegiatan dan sebagainya,’’ kata Bas.
Lanjutnya, saat ini perlengkapan kantor sedang diusahakan, dalam waktu dekat semuanya lengkap dan mereka mulai bekerja di kantor baru ini. Jika tidak ada kendala pada awal tahun kantor ini, juga akan menjadi posko pendaftaran calon bupati yang akan maju. Karena Gerindra membuka pendaftaran secara terbuka. Kandidat yang benar-banar siap dan diinginkan partai dan masyarakat, itulah yang akan diusung.
‘’Semuanya akan dipusatkan disini, mulai dari rapat partai hingga persiapan penjaringan kandidat calon bupati,’’ papar Bas.
Ketua DPRD Mukomuko yang juga adalah sekretarus DPC Gerindra, Armansyah, ST menyampaikan hal senada partainya akan lebih dekat dengan masyarakat kedepannya. Banyak kegiatan yang bakal dilakukan, salah satunya menggelar rapat rutin seluruh pengurus satu bulan sekali dan juga rapat tahunan. Setiap kegiatan direncanakan dan laksanakan di kantor ini.
‘’Mudahan dengan kantor baru ini Gerindra bisa melakukan banyak hal di tengah masyarakat. Kita akan jadikan kantor ini sebagai pusat informasi dan juga aspirasi masyarakat,’’ tutupnya diamini Gerindra.(jar)

DPD Kompak, Pilkada Dipastikan Langsung


METRO – Walau DPR RI belum ketuk palu, terkait dengan Perpu Pilkada, namun pemilihan kepada daerah yang direncakan serentak 2015 hampir bisa dipastikan menggunakan sistem langsung. Kembalinya pemilihan oleh rakyat ini, setelah anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) memastikan kompak mendukung Perppu tersebut. Diperkuat lagi dengan isu dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) serta kabar Golkar juga siap mendukung Pilkada langsung ini.
Salah seorang anggota DPD RI, H. Ahmad Kanedi, MH dihubungi Via telepon genggam, menjelaskan pilkada dipilih langsung oleh masyarakat sudah bisa dikatakan pasti. Ini andai pada penetapan nanti anggota DPD tetap kompak mendukung pemilihan oleh rakyat, ditambah dukungan dari PAN, Demokrat dan juga Golkar yang dikabarkan mulai mendua. Kepastiannya akan diketahui pada januari kelak. Sebagai anggota DPD, Bang Ken sudah yakin, jika sistem  pemilihan tidak akan berubah lagi.
‘’Kita sudah hampir bisa memastikan pemilihan akan menggunakan sistem langsung. Karena kami dari DPD sudah kompak dengan sistem ini, juga PAN dan PD sudah punya pendapat yang sama, termasuk Golkar ada kemungkinan mendukung Pilkada langsung,’’ kata Bang Ken.
Lanjutnya, para kandidat calon sudah saatnya mempersiapkan diri pemilihan secara serentak pada 2015 kelak. Karena memang sudah waktunya menunjukkan diri, agar masyarakat bisa mengenali dengan baik orang yang akan mereka dukung. Jika dari sekarang belum dikenal, maka sulit mendapat dukungan secara ikhlas dari masyarakat. Kepada warga, wakil Provinsi Bengkulu di DPD RI ini, berharap bisa tenang dan memberi dukungan pada Pilkada secara langsung.
‘’Mari kita bersama-sama menyiapkan diri menghadapi Pilkada ini, dengan menjaga keamanan dan ketertiban. Kepada kandidat yang serius maju sudah dapat bergerak, karena sistem pemilihan sesuai yang diinginkan oleh masyarakat nantinya,’’ paparnya.
Dikutib dari berita online Partai Golkar berubah sikap mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada. Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie mencuit mengenai Perppu Pilkada dalam akun Twitternya @aburizalbakrie. Ical, sapaan akrab Aburizal, menyatakan Golkar mendukung Perppu Pilkada.
Ical menjelaskan, Golkar mendukung Perppu Pilkada karena melihat keinginan masyarakat luas untuk tetap melaksanakan pilkada langsung. Selain itu, partai berlambang pohon beringin itu ingin menjalankan kesepakatan yang telah dibuat pada awal Oktober 2014.
Kesepakatan itu dibuat Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Demokrat. Isinya adalah kesepakatan untuk bersama-sama mensukseskan pemilihan pimpinan DPR dan seluruh alat kelengkapannya secara proporsional serta kepemimpinan MPR dengan menetapkan susunannya. Hal itu tercantum dalam pasal pertama kesepakatan tersebut.
Dalam pasal dua kesepakatan tersebut, Ical mengungkapkan, ada kesepakatan untuk mendukung Perppu yang merupakan usul pemerintah terhadap UU Pilkada. "Maka Partai Golkar akan mendukung Perppu usul pemerintah tentang UU Pilkada tersebut," tulis Ical dalam akun Twitternya.
Terpisah, Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai memberi kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12) mengajak semua parpol dan tokoh politik berjuang untuk kepentingan rakyat.
"Marilah kita berjuang untuk rakyat. Rakyat suka Pilkada langsung dengan 10 perbaikan. Jadi, mari kita wujudkan," kata SBY.
Karena itu SBY berharap DPR menerima Perppu yang diterbitkan oleh SBY di akhir masa jabatannya, awal Oktober 2014 lalu, dengan 10 perbaikan. "Semoga DPR bisa menerima untuk rakyat semua," pungkasnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memberi sinyal akan mendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Dukungan itu terkait keberadaan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota yang akan dibahas di DPR.
JK menegaskan, dengan bergabungnya PD dan PAN ke KIH maka kekuatan pendukung perppu di parlemen akan mayoritas. Hitungan JK, jika KIH yang terdiri PDIP, NasDem, Hanura, PPP dan PKB digabung dengan jumlah kursi PD serta PAN, maka akan mencapai 70 persen kursi parlemen.
"Kalau masuk Demokrat, PAN kan kira-kira sudah 70 persen. Bukan hanya sinyal. Sudah disampaikan terbuka kan. Dan itu kalau ditambah itukan sudah hampir 70 persen," ujarnya.(jar/jp)


Bang Ken Putuskan Tidak Maju Pilgub
POLITIK RM – Ban Ken atau Ahmad Kanedi memastikan diri tidak akan ikut serta sebagai kandidat pada Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015 kelak. Alasannya masih tetap sama, yaitu ingin fokus melaksanakan kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat, selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik indonesia.Bang Ken hanya memposisikan diri sebagai pemantau ataupun mengwasi jalannya Pilkada.
Dikatakan Bang Ken, ia  sudah sampaikan kepada segenap pendukung dan masyarakat juga keluarganya. Bahwa untuk saat ini, ia belum punya rencana untuk maju sebagai kontestan Pilkada, baik sebagai Gubernur, Wali Kota dan bupati. Sebab masih sangat banyak tugas mesti ia lakukan sebagai anggota DPD RI, sesuai dengan kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat. Ia tetap akan memantau pelaksanaan pilkada bersama masyarakat, demi terpilihnya kepala daerah yang lebih baik lagi.
‘’Saya sudah memutuskan, semuanya telah melalui berbagai pertimbangan. Bahwa atas nama Bang Ken tidak akan maju pada Pilkada kelak, sebaik sebagai Gubernur, wali kota atau bupati. Karena saya ingin fokus melaksanakan tugas sebagai anggota DPD RI,’’ kata Bang Ken.
Terus siapa calon yang akan ia jagokan pada Pilkada kelak? Bang Ken juga berjanji tidak akan berpihak kepada calon manapun. Ia akan memberi kesempatan pada para calon untuk bersaing. Siapapun yang terpilih kelak akan didukungnya sebagai Gubernur Bengkulu, wali kota/bupati daerah masing-masing.  Karena pemenang adalah orang terbaik yang diinginkan oleh masyarakat. Bang Ken juga belum mau memberi penjelasan, siapa kandidat paling kuta untuk memimpin Bengkulu.
‘’Bang Ken tidak memihak kemanapun, biarlah kawan-kawan bersaing, siapa yang menang itulah gubernur kita kelak. Mereka menang karena sukses memberi kepercayaan kepada masyarakat,’’ katanya.
Masih Bang Ken, harapannya Pilkada kelak bisa berlangsung dengan baik dan sukses. Masyarakat harus bersama-sama menyukseskannya dengan cara berpartisipasi aktif dan juga mengawasi jalannya pemilihan secara maksimal. Karena Pilkada menentukan langkah pembangunan ke depan.
‘’Kita harus bersama-sama mengawasi jalannya Pilkada, karena ini untuk kepentingan daerah sendiri,’’ tutupnya.(jar)

Monday, 8 December 2014

PKPI Belum Membuka Hati


Untuk Kandidat Bupati Manapun
POLITIK RM – Hingga saat ini pihak Partai Keadilan dan Pembangunan Indonesia (PKPI) belum membuka hati kepada kandidat bupati yang bakal mereka usung pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Mukomuko.  Alasannya belum ada kandidat yang betul-betul serius untuk menerima tantangan dari PKPI. Namun demikian, mereka memastikan akan mengusung salah satu kandidat bupati pada pilkada kelak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKPI Kabupaten Mukomuko, Alpian, SE mengatakan sampai sekarang belum ada ketetapan kandidat yang akan diusung. Selain masih menunggu rangkaian pilkada, juga belum ada kandidat yang berani menerima tantangan. Ada beberapa syarat untuk diusung PKPI, pertama calon tersebut harus siap memenangi pemilu. Kemudian punya visi dan misi yang betul-betul menyentuh rakyat. Juga banyak tantangan lain bagi calon untuk maju bersama PKPI.
‘’Kalau mereka siap tentu bisa bersama dengan PKPI, banyak syarat harus dipenuhi kandidat. Karena kita pasang target memenangi pilkada secara utuh dan ingin membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat dengan serius,’’ kata Alpian.
Lanjutnya, calon yang akan diusung oleh PKPI tidak ada menyesal, karena semua kader dan simpatisan partai yang memiliki 3 kursi di DPRD Mukomuko ini akan turun full memenangkan calon. Maka mereka betul-betul selektif mengusung kandidat bupati.
‘’Kami siap full memenangkan kandidat yang diusung, maka kami sangat selektif dalam memilih kandidat bupati. Calon yang tidak siap menang dan hanya bermodal mencoba untuk mencalon tidak cocok dengan PKPI,’’ tegasnya.
Alfian juga mengakui, saat ini sudah cukup banyak kandidat bupati yang datang dengan PKPI dan menanyakan mengenai arah politik kedepan. Namun belum ada pembicaraan serius, baru sebatas memperkenalkan diri dan  silaturahmi. Dari sekian banyak calon yang datang, peluang mereka bergabung dengan PKPI masih tetap sama.
‘’Sudah banyak yang datang dan menanyakan soal kesiapan kita. Yang jelas semuanya kita terima dengan baik, namun belum ada pembicaraan serius,’’ tutupnya.(jar)

Partai Politik Masih Wait and See
POLITIK RM – Partai politik belum menetapkan siapa kandidat yang bakal mereka usung untuk calon bupati kelak. Meski sudah ada pendekatan dan pembicaraan dengan kandidat, partai baru akan mengumumkan calonnya beberapa bulan sebelum pemilihan dilakukan. Karena semua pengurus partai masih menunggu kepastian aturan Pilkada dan juga melihat-lihat calon yang tepat.
Seperti disampaikan oleh tokoh Mukomuko sekaligus dosen fakultas hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum pada dasarnya semua partai sudah punya sinyal, kandidat yang akan mereka usung. Namun masih berpeluang berubah-rubah, karena akan ada tawar menawar. Sebelum memutuskan sama-sama dalam pilkada, banyak hal yang ditempuh oleh calon dan partai. Secara umum visi dan misi calon harus disesuaikan dulu dengan partai pengusungnya.
‘’Kalau kita melihat partai masih wait and see, walau pada dasarnya sebagian parpol sudah punya bidikan siapa kandidat yang bakal mereka usung, namun karena waktu masih panjang, pelung berubah masih besar. Yang jelas ada proses untuk mencapai kesepakatan tersebut,’’ katanya.
Lanjutnya, tahun depan diperkirakan partai politik mulai terbuka untuk menjelaskan arah dukungan mereka. Juga calon sendiri mulai semakin gencar bergerak untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat dan menetapkan orang-orang yang akan diterjunkan untuk sosialisasi. Jika melihat dari jumlah anggota dewan dan kesiapan tokoh yang ada, maka diperkirakan jumlah kanidat akan maju paling banyak 4 dan kemungkinan hanya 3 orang saja.
‘’Kalau sekarang ini belum begitu jelas, mungkin awal tahun depan mulai gencar. Partai membuka diri mengenai kandidatnya, kemudian calon sendiri akan turun langsung,’’ tutupnya.(jar)


Januari Rangkaian Pilkada Langsung Bergulir
POLITIK RM – Rangkaian pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung akan bergulir pada awal yahun 2015 atau bulan januari kelak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu proses pembahasan Perppu oleh DPR RI. Namun demikian, penyesuaian dalam berbagai segi sudah mulai dilakukan oleh pihak KPU Mukomuko.
Disampaikan oleh Komisioner KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE untuk pelaksanaan Pilkada belum ada kepastian. Namun ia mengakui diperkirakan Januari kelak sudah mulai memasuki tahapan inti dari pemilihan tersebu. Saat ini Perppu sedang dibahas di DPR RI, sesuai informasi dari pusat, Januari aturan pasti pemilihan sudah ketuk palu dan bisa diterapkan untuk pemilihan.
‘’Untuk pemilihan kita belum terima informasi, yang jelas Januari akan memasuki tahapan, langkah-langkah inti dari pilkada tersebut. Sekarang kita belum bisa jelaskan rinciannya, karena peraturan masih dikaji di pusat,’’ kata Diana.
Lanjutnya, kemungkinan besar Pilkada dilakukan secara langsung sesuai dengan Perppu. Sebab banyak desakan dari masyarakat yang meminta tidak dilakukan Pilkada oleh dewan. Namun tidak menutup kemungkinan tetap dilakukan melalui DPRD. KPU selalu siap dengan sistem pemilihan yang diputuskan oleh DPR kelak.
‘’Kalau melihat isunya, mungkin Pilkada dilakukan secara langsung, tapi kita belum bisa memastikannya, semuanya akan diputuskan oleh DPR RI, sekarang sedang gencar dibahas. Kita selalu siap, langsung atau oleh DPR,’’ lanjut Diana.
Masih disampaikan Diana, sebetulnya sejak awal mereka sudah memulai persiapan untuk Pilkada. Bahkan beberapa tahapan untuk memuluskan pelaksanaan pemilihan sudah dilakukan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan KPU provinsi ataupun KPU pusat. Januari hingga hari H pilkada nanti, KPU sudah matang dan semua rangkaiannya teratur.
‘’Kita terus mematangkan persiapan, memang tahapan intinya baru januari kelak,’’ tutupnya.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...