Friday, 11 July 2014

Golput Kalahkan Calon Presiden



Timses Prabowo Optimis, Kubu Jokowi Makin Pede
Bupati Minta Tunggu Hasil Penghitungan Resmi KPU
METRO – Pemilihan Presiden 2014 menyisakan saling klaim kemenangan di dua kubu. Masing-masing meyakini Hasil Quick Count lembaga surveinya lebih kredibel, termasuk bagi pendukung kedua capres di Kabupaten Mukomuko. Untuk diketahui hasil survei yang keluar sebagai berikut, Litbang Kompas yang sudah mengumpulkan survei hingga mencapai 100 persen mengumumkan hasilnya bahwa pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapatkan 47,66 persen suara, sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menang dengan 52,34 persen suara. Senada RRI juga menyampaikan hasil serupa. Dari data yang masuk sebanyak 97,15 persen, survei RRI menyatakan keunggulan pasangan Jokowi-JK atas pasangan Prabowo Hatta dengan persentase 52,59 persen.
Berbeda dengan LSN yang mendapatkan total suara masuk sebesar 96,51 persen menyatakan Prabowo-Hatta mendulang 50,56 persen suara, sementara Jokowi-JK mendapat 49,44 persen suara. Puskabtis juga merilis data serupa dengan kemenangan Prabowo-Hatta yang mendapat 52.05 persen suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya mendapat 47.95 persen suara. Sepakat dengan LSN dan Puskabtis, data JSI berdasarkan total suara yang masuk sebesar 91.35 persen, juga melaporkan kemenangan Prabowo-Hatta yang memperoleh 50,16 persen, Jokowi-JK 49,84 persen.
Hasil quick count ini ditanggapi masing-masing Capres dan Cawapres dengan klaim kemenangan. Seperti disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Mukomuko, I Wayan Adnyana, ia mengaku hasil sebagian besar lembaga hitung cepat tersebut paling benar. Ia yakin kemenangan Jokowi – JK dalam hitung cepat sama dengan hitungan oleh KPU nantinya. Untuk menjaga kemenangan ini, mereka siap mengawal proses perekapan suara di KPU sampai akhir.
‘’Itu sudah resmi, sebagian besar lembaga survei sudah memenangkan Jokowi – JK. Terkait isu lain, kami tetap berpedoman dengan hasil ini,’’ kata I Wayan.
Anggota dewan Golkar, Husni Thamrin sebaliknya, menurutnya hasil hitungan KPU akan memenangkan pasangan Prabowo – Hatta. Lembaga survei tidak dapat dipercayai saat sekarang. Kemungkinan besar, hasil hitungan cepat keluar sesuai pesanan dari pihak tertentu.
‘’Mungkin banyak lembaga survei punya hitungan tersendiri, saya tetap yakin Prabowo – Hatta akan memenangi Pilpres kali ini,’’ katanya.
Salah seorang Komisioner KPU, Syofia Diana, SE ditanyai soal hasil hitungan cepat ini, enggan bicara banyak. Mereka tidak mempercayai salah satu lembagai survei tersebut, hasil pemilu yang sah adalah berdasarkan hitungan oleh KPU nantinya. Sekarang proses rekapan masih di PPS dan PPK. Pada 16 Juli nanti baru masuk ke KPU.
‘’Yang jelas hasil sah itu adalah hitungan dari KPU, untuk hasil hitungan cepat bisa saja dipedomani, namun itu bukan hasil resmi pemilu,’’ tegasnya.
Antisipasi adanya perpecahan, Bupati  Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM meminta masyarakat atau kedua kubu menunggu rekap resmi hasil pilpres dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dijelaskan Bupati, ada stasiun televisi mengunggulkan pasangan nomor urut 1 Prabowo-Hatta, dan di stasiun televisi lainnya unggulkan pasangan nomor urut 2 Jokowi-JK. Untuk sementara informasi ini, membingungkan. Untuk itu ia memilih menunggu hasil penghitungan resmi pilpres dari KPU. Kepada pendukung kedua calon agar dapat selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Dan tidak menimbulkan terjadinya perpecahan.
‘’Hingga saat ini semuanya berjalan lancar. Kita harap hasilnya nanti memang sesuai dengan apa yang sebenarnya. Tanpa adanya rekayasa dari pihak manapun,’’ tutup Bup. (jar/dum)


Rekapan Hasil Pilpres 2014 di Kabupaten Mukomuko
No           Kecamatan          Prabowo-Hatta           Jokowi-Jk
1 Kota Mukomuko               4030                         3710
Air Dikit                               1341                          1969
Lubuk Pinang                       2938                           3608
XIV Koto                            2296                           3886
V Koto                                1553                          1682
Air Manjuto                         1753                          4048
Teras Terunjam                    1292                          2426
Penarik                                3657                           8469
Selagan Raya                      1559                            2089
Air Rami                              2513                          3769
Pondok Suguh                    2448                           2910
Ipuh                                    4529                           3300
Sungai Rumbai                    1408                           2888
Malin Deman                      1470                           1569
Teramang Jaya                    2120                          3210


Golput Kalahkan Calon Presiden
POLITIK RM – Perkiraan sementara angka Golput atau yang tidak menggunakan hak suaranya di Kabupaten Mukomuko mencapai 30 hingga 35 persen dari total 119.764 pemilih yang terdaftar didalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan pemilih tambahan yang menggunakan KTP. Hal ini terlihat dari besarnya angka golput di beberapa TPS dan juga berdasarkan perolehan suara masing-masing kandidat dari hitungan sementara.
Bahkan di satu tempat tak jarang golput menang, seperti di Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko, Golput 460 orang, jauh diatas suara Jokowi – JK yang hanya meraih dukungan 314 suara. Kejadian serupa terjadi diberbagai tempat lainnya. Contoh di Kecamatan Penarik dengan matapilih 15.780 atau terbanyak dibanding kecamatan lainnya, angka Golput mengalahkan capres nomor 1.
Salah seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Syofia Diana, SE tidak menapik jika angka golput pada pemilu presiden ini, besar kemungkinan ada peningkatan dibanding pileg lalu. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang tidak menggunakan hak pilih mereka pada saat pencoblosan berlangsung. Ada beberapa faktor kemungkinan penyebab golput meningkat dalam pilpres. Diantaranya kesadaran masyarakat untuk ikut memilih masih kurang dan juga lantaran hujan turun pada saat pencoblosan berlangsung.
‘’Mungkin saja ada penurunan, itu dampak dari hujan saat warga nyoblos, juga kemungkinan ada pengaruh lain, termasuk masih minimnya kesadaran warga untuk menggunakan hak pilih mereka pada pilpres,’’ kata Diana.
Namun menyangkut angka pasti jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya sampai sekarang belum bisa dipastikan. Pasalnya KPU belum melakukan perekapan hasil pilpres secara resmi. Semua orang boleh saja membuat prediksi dan melakukan klaim terhadap proses pemilu, namun yang sah dan resmi adalah ketetapan dari KPU setelah semuanya diplenokan. Saat ini proses perekapan masih berlangsung ditingkat desa dan PPK.
‘’Kalau angka pastinya kami belum tahu, semua orang boleh memprediksi, namun harus tetap objektif, yang jelas kepastian jumlah setelah KPU melalukan perekapan secara lengkap dan resmi,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga tidak menapik ada kemungkinan angka golput pada pemilu presiden ini. Namun secara resmi mereka belum bisa menjelaskan, karena KPU masih memproses perekapan suara. Dawud juga mengklaim kondisi cuaca dan minimnya perhatian masyarakat terhadap pilpres merupakan penyebab golput bisa meningkat, belum lagi suasana puasa dan kesibukan lainnya.
‘’Kemunkinan ada yang tidak memilih, namun kita belum melakukan proses penghitungan. Banyak hal yang menyebabkan ada masyarakat yang belum memilih. Tetapi secara umum proses pemilihan berlangsung aman,’’ tutupnya.(jar)

Berita Capres Membingungkan, Warga Pilih Nonton Sinetron
POLITIK RM – Pemberitaan di media terutama televisi yang memamerkan hasil survei terhadap hasil pemilu dinilai membingungkan. Pasalnya ada media yang menyiapkan hasil survei memenangkan calon nomor 1 dan ada pula yang memenangkan capres nomor 2. Tidak hanya itu pemberitaan yang disiapkan oleh media juga kerap membingungkan mereka. Maka beberapa warga memilih menonton sinteron atau mendengar musik ketimbang menyimak pemberitaan capres.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang warga, Noraya menurutnya pemberitaan capres sangat membingungkan. Bahkan warga lainnya juga merasakan hal yang sama, buktinya saat ditanya siapa pemenang sebenarnya tidak ada yang menjawab pasti. Maka ketimbang dibingungkan dengan informasi tersebut, ia sekarang enggan mengikutinya, kalaupun membuka televisi, memilih menonton acara hiburan ataupun sinetron.
‘’Dari pada tidak jelas dan bikin bingung, lebih baik nonton sinetron atau musik. Biar terakhir nanti kita lihat, setelah KPU melakukan penghitungan resmi,’’ katanya.
Senada disampaikan oleh salah seorang pemuda, Mardison menurutnya berita hasil capres di media sudah tidak bisa dipercaya. Kemungkinan saja ada salah satunya yang benar, namun banyaknya klaim membuat mereka jadi bingung. Maka sekarang, ia tidak lagi serius mengikuti pemberitaan televisi. Selain itu ia juga mempertanyakan, banyaknya lembaga survei di Indonesia.
‘’Yang benar sebenarnya yang mana, itu yang kita bingungkan. Maka sekarang saya mulai malas mengikuti berita di TV sebab tidak ada kepastian,’’ ungkapnya.
Salah seorang anggota dewan, Husni Tamrin juga mengakui jika pemberitaan di media tidak lagi netral dan membuat bingung. Ia menduga ada kesan, media membuat berita berdasarkan calon yang dijagokannya. Padahal selayaknya media menjadi pedoman bagi masyarakat.
‘’Memusingkan melihat hasil hitungan cepat di media, kata TV ini nomor 1 yang menang, kata TV ini nomor 2 yang menang. Maka lebih baik kita tunggu KPU saja,’’ tutupnya.(jar)


Parpol Pengusung Jokowi Pikirkan Pilbup
POLITIK RM – Meskipun belum bisa dipastikan, Jokowi – JK keluar sebagai pemenang pemilu, namun para partai pengusungnya sudah sangat yakin dengan hasil hitungan sementara versi kubu capres nomor 2 ini. Bahkan kesuksesan Jokowi – JK mulai dipersiapkan untuk menjalar ke Mukomuko. Yaitu wacana berkoalisi dalam tema ‘’Mukomuko Hebat’’ untuk mengusung calon bupati Mukomuko 2015 kelak.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura, Hermansyah, M.Kom ditemui kemarin mengatakan kemungkinan mereka bersatu dalam pilkada kelak. Bahkan wacana ini sudah sempat dipikirkan oleh masing-masing petinggi parpol pengusung Jokowi – JK di Kabupaten Mukomuko sejak beberapa waktu yang lalu. Menurutnya kemenangan Capres nomor 2, membuktikan jika koalisi parpol ini cukup matang dan diterima masyarakat dengan baik.
‘’Kita lihat saja nanti, wacana itu sejak awal sudah ada, terutama jika Jokowi – JK keluar sebagai pemenang pilpres. Sebab sejauh ini masyarakat cukup menerima koalisi 4 partai tersebut,’’ kata Hermansyah.
Namun ia mengakui untuk menyatukan parpol koalisi pada pilbup bukan perkara mudah. Semua parpol punya kader terbaik yang siap maju sebagai calon bupati Mukomuko mendatang. Untuk menciptakan koalisi Indonesia hebat, tentu harus ada yang diusung dan ada yang mengalah. Ia sendiri selaku ketua Hanura siap menjadi nomor 1 dan juga siap menjadi cawbup jika memang dan dipercaya oleh parpol koalisi.
‘’Mudahan jadi, namun yang jelas itu perlu kematangan, sebab semua partai punya kepentingan dan kader yang siap maju. Saya kalau diminta menjadi Bupati atau wakil bupati, siap saja,’’ tegasnya.
Sekjen DPC PDI Perjuangan, Mujiono, S.IP juga membuka kemungkinan untuk maju sebagai calon bupati Mukomuko, jika Jokowi dan JK dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI. Karena hubungan dengan pemerintah pusat sangat menentukan bagi pembangunan daerah. Mengenai terus membangun kolaisi yang sudah ada, ia juga menklaim tidak menutup kemungkinan akan terjadi.
‘’Bisa saja itu, karena hubungan dengan pemerintah pusat sangat menentukan bagi pembangunan daerah. Jokowi presiden dan bupatinya dari PDIP pasti komunikasi lancar,’’ tutupnya.(jar)

Thursday, 10 July 2014

Prabowo dan Jokowi Saling Klaim Menang


Sama-Sama Mengaku Berdasarkan  Quick Count
METRO – Berdasarkan data Quick Count sementara yang ditayangkan dibeberapa media, pasangan Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Jokowi – JK unggul 52,61 Persen dibanding pasangan nomor urut 1 Prabowo – Hatta yang memperoleh dukungan 46,37 persen. Jika hasilnya sama dengan penghitungan resmi oleh KPU nantinya, maka Jokowi resmi sebagai presiden Indonesia yang ke 7.
Kubu Prabowo-Hatta sendiri tidak mau kalah. Beberapa saat setelah Megawati Sukarno Putri mendeklarasikan kemenangan Jokowi – JK, Prabowo - JK juga menyatakan kepada publik mereka adalah pemenang pemilu dan berhak menjadi presiden Indonesia ke 7. Dasarnya sama yaitu lembaga survey dan hitungan cepat versinya. Perolehan suaranya yaitu 52,92 persen, sementara Jokowi – JK memperoleh 47,07 persen. Intinya siapa presiden Indonesia ke 7 masih belum bisa dipastikan.
Ketua Tim Sukses Jokowi – JK Kabupaten Mukomuko, Adrizon menyatakan hasil sebagian besar lembaga survey tersebut sudah tepat. Presiden Indonesia berikutnya adalah Jokowi – JK. Kemenangan pasangan nomor 2 ini secara resmi sudah disampaikan langsung kepada publik.
‘’Inilah kemenangan bagi bangsa Indonesia, hasil ini sesuai dengan prediksi kami semula, kita akan kawal suara pasangan Jokowi – JK sampai akhir,’’ kata Adrizon.
Senada disampaikan politisi PDIP, Mujiono, S.IP ini adalah kemenangan bagi bangsa Indonesia. Hasil Pilpres sebagaimana yang ia sampaikan sebelumnya akan merubah peta politik di daerah termasuk di Mukomuko sendiri. Untuk merayakan kemenangan ini, dalam waktu dekat parpol pengusung Jokowi – JK akan menggelar rapat bersama.
‘’Kemenangan bagi bangsa Indonesia juga adalah babak baru untuk politik di Kabupaten Mukomuko. Untuk saat ini kita fokus mengawal kemenangan Jokowi – JK sampai akhir,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mukomuko, Basshenri, SE dihubungi Via telepon genggam, tak mau kalah, ia mengklaim jika pemenang pemilu yang sebenarnya adalah pasangan Prabowo – Hatta. Deklarasi yang dilakukan kubu Jukowi – JK menurutnya hanya trik semata. Hingga saat kemenangan Prabowo – Hatta dibacakan oleh KPU, ada kesan kemenangan yang dipaksakan.
‘’Itu tidak benar, yang benar adalah Prabowo – Hatta sebagai pemenang Pilpres. Mendeklarsikan diri lebih dahulu yang dilakukan capres lainnya, hanya trik saja. Hasil hitungan cepat sulit dipercaya, semuanya berbeda,’’ kata Bas.
Sekjen DPD PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP juga belum mengakui jika Prabowo – Hatta kalah. Hasil survey yang ditayangkan kubu Jokowi jelas tidak dapat dipercaya begitu saja. Buktinya survey yang dinilai lebih independent masih mengunggulkan capres nomor 2. Hasil pasti Pilpres hanya dapat dipedomani setelah KPU mengumumkannya.
‘’Itu kata mereka, Megawati sudah mendeklarasikan diri, Prabowo juga melakukan hal yang sama, maka sampai sekarang semuanya belum pasti. Kami meyakini Prabowo – Hatta yang menang,’’ tegasya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menegaskan hasil survey bisa saja menjadi pedoman bagi masing-masing. Namun KPU secara resmi belum menetapkan siapa pemenang pilpres. Sebab ketetapan pemenang diambil setelah semua suara dihitung dan direkap.
‘’Kalau hasil survey boleh saja, namun secara resmi KPU selaku penyelenggara pemilu belum menetapkan pemenang pemilu,’’ tutupnya.
Untuk diketahui seperti dikutip dari detik.com, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network besutan Denny JA merilis hasil quick count pilpres. Pasangan capres nomor urut 2 Jokowi-JK unggul 6,74% dari pasangan Prabowo-Hatta. Quick count ini menggunakan sampel sebanyak 8.000 orang yang tersebar dalam 2.000 TPS. Margin error kurang lebih 1%. Teknik pengambilan sampel dengan metode multistage random sampling yang dilakukan di 33 provinsi di seluruh Indonesia.
"Pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 46,63% sedangkan Jokowi-JK 53,37%," kata peneliti LSI, Ardian Sopa di LSI, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2014). Tingkat partisipasi pemilih sebanyak 72,19%. Angka golput sebesar 27,8%.(jar)


Sepasang Lansia Rela Hujan-Hujan untuk Nyoblos
METRO – Agaknya apa yang ditunjukkan oleh sang kakek, Abdullah M (88) yang lahir sebelum indonesia merdeka ini wajib dicontoh. Walaupun tergopoh-gopoh dan ditengah hujan yang melanda, ia tetap menyempatkan diri untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menyalurkan Hak pilihnya. Tujuannya hanya satu, ingin berpartisipasi menentukan masa depan bangsa 5 tahun mendatang. Tak hanya itu, sang kakek juga meminta petugas KPPS untuk mengantar surat suara pada istrinya Baniaman (84) yang terbaring sakit di rumah di Desa Ujung Padang.
Wartawan Radar Mukomuko (RM) kemarin melihat langsung sang kakek yang mendatangi TPS 1 Desa Ujung Padang dengan menggunakan sebuah payung untuk menghindari hujan membasahi tubuhnya. Setelah sampai ke TPS sang kakek langsung disambut ramah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Usai mendapatkan surat suara sang kakek diarahkan petugas menuju bilik suara tempat pencoblosan.
‘’Dimana tempat nyoblosnya?,’’ tanya sang kakek kepada petugas.
Setelah menyalurkan suaranya dan memasukkan surat suara di dalam kotak yang telah disediakan petugas. Sang kakek berkoordinasi dengan petugas untuk meminta petugas datang kerumahnya. Karena sang istri yang terbaring sakit dan tidak dapat datang ke TPS. Sejenak para petugas berkoordinasi dan menyiapkan surat suara, alas serta besi paku yang digunakan untuk pencoblosan. Kemudian petugas bersama sang kakek beranjak ke rumah guna menemui sang istri yang terbaring ditempat tidur. Sesampainya petugas langsung menyerahkan peralatan itu dan menerangkan selintas pencoblosan agar suara yang disalurkan sah. Tanpa banyak bertanya sang nenek mengerti dan langsung memcobloskan pilihan terbaik bagi dirinya.
Sang kakek mengaku, ia dan istri selalu menyalurkan hak pilihnya. Karena bagi mereka memilih merupakan hal yang harus dilakukan guna menentukan nasib bangsa kedepannya. Untuk itu siapapun yang terpilih hendaknya dapat membawa perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia kedepannya.
‘’Selama masih diberikan kekuatan, insyaallah saya dan istri akan selalu memilih. Karena sekecil apapun suara kita, sangatlah berharga,’’ ungkap sang kakek.
Kades Ujung Padang, Yan Daryat Arahman, SE menyebutkan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Ujung Padang sebanyak 1.320 pemilih. Dan dari jumlah itu tentu sebagiannya merupakan para lansia dan orang tua. Untuk itu seharusnya para pemuda dan pemilih pemula untuk dapat berpandangan kepada hal-hal yang positif.
‘’Seharusnya hal seperti ini wajib dicontoh oleh pemuda. Walaupun sudah lansia bahkan dalam keadaan sakit tak menghalangi niat untuk menyalurkan hak pilihnya. Ketimbang yang lebih muda dan sehat, namun menganggap remeh hak suaranya,’’ tutur Daryat.(dum)


Golput Tinggi, Jokowi – JK Unggul di Mukomuko
METRO – Pasangan calon presiden nomor urut 2 Jokowi – Hatta untuk sementara unggul di Kabupaten Mukomuko dengan menguasai lebih dari setengah kecamatan. Sementara Prabowo – Hatta hampir dipastikan unggul di Kecamatan Kota Mukomuko dengan perolehan 4030 suara. Sementara Jokowi hanya memperoleh suara 3710. Bahkan di TPS3 Bandaratu tempat Bupati nyoblos, pasangan nomor urut 1 ini menang telah dengan 202 suara.
Hasil hitungan cepat sementara di Kecamatan Penarik Jokowi – JK unggul dengan 5949 suara, sementara Prabowo – Hatta 2975 suara. Di Air Manjuto Jokowi menang telak dengan 4068, sementara nomor 1 hanya 1753 suara. Di Lubuk Pinang capres nomor 2 unggul 3172 suara, sementara capres nomor 1 hanya 2832 suara. Bahkan kabarnya di Dapil 3, Jokowi – Hatta hanya kalah di Ipuh.
Petugas TPS 3 Bandaratu, H. Zamhari mengakui jika di TPS nya tempat bupati nyoblos, Prabowo menang telak. Selain itu semua warga yang terdaftar dalam DPT menggunakan hak suaranya. Sejak awal pelaksanaan pemilihan di TPS ini tidak ada kendala apapun.
‘’Untuk TPS kita Prabowo menang dengan perolehan suara cukup besar, proses pemilihan berjalan baik dan semua warga yang terdaftar berpartisipasi,’’ kata Zamhari.
Ketua PPK Kecamatan Teras Terunjam, Saiden juga mengakui di Teras Terunjam capres nomor 2 ini unggul dengan suara 2426. Sedangkan Prabowo –Hatta memperleh dukungan 1292 suara. Warga yang menggunakan hak suaranya 3718 orang, jumlah pemilih keseluruhan 5125.
‘’Jokowi juga menang di Teras Terunjam, sayangnya angka Golput cukup tinggi pada pemilihan kali ini,’’ kata Saiden.
Ketua PPK Kecamatan Malin Deman, Rusli S.Pd.I mengatakan angka golput untuk pilpres memang mengalami peningkatan namun tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pemilihan legislatif  April lalu. Meningkatnya angka golput tersebut dikarenakan banyaknya warga yang tidak berada di desa lantaran bekerja diperusahaan, kemudian anak sekolah yang juga tidak pulang untuk memilih. Di Kecamatan ini Jokowi – JK jungga ungguli Prabowo – Hatta.
‘’Angka golput pada pilpres memang nmengalami peningkatan jika dibandingkan saat pileg lalu. golput terjadi lantaran sebagian warga banyak berada diluar desa untuk bekerja. Selain itu angka golput juga mendominasi anak sekolah yang sekolah diluar yang berada di luar daerah,’’ungkap Rusli.(dum/nek/cw6)

Monday, 23 June 2014

Cabup Mukomuko Diprediksi Hanya 4 Orang

Kandidat Lain Sekedar Naikkan Daya Tawar
POLITIK RM – Diperkirakan calon bupati (Cabup) Kabupaten Mukomuko, yang berkal bersaing pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 mendatang hanya 4 pasang saja. Sementara sebagian besar tokoh yang mengklaim atau diisukan juga akan maju, hanya sebatas memperkenalkan diri semata dan untuk menaikkan daya tawar, agar diajak berpasangan atau didekati oleh kandidat lainnya. Pendapat ini disampaikan langsung oleh salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen senior Fakultas hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskannya, untuk maju sebagai calon bupati tidak sebatas klaim saja, melainkan ada syarat tertentu yang harus dipenuhi. Secara administrasi wajib punya partai pengusung, jika tidak melalui jalur independent. Selain itu punya pengalaman dan ada anggaran untuk membiayai kampanye mereka nantinya. Apalagi bagi seorang kepala daerah atau PNS, harus mengundurkan diri, ini sesuai aturan terbaru. Maka kemungkinan besar, tokoh yang selama ini mengatakan siap maju, hanya sekedar menaikkan daya tawar saja, dengan harapan ada yang meliriknya.
‘’Punya uang saja tidak cukup, pengalaman juga tidak menjamin, ada banyak hal harus dipenuhi, baik secara administrasi dalam hal ini syarat wajib dan juga syarat-syarat lainnya. Maka kalau saya lihat dari sekian banyak tokoh yang mengklaim ingin maju, mereka yang serius hanya 4 orang atau paling banyak 5 orang saja, selebihnya sekedar gertakan,’’ kata Hamdani.
Terus siapa saja kandidat yang menurutnya serius? Hamdani mengatakan untuk saat ini, yang diprediksi  benar-benar siap adalah, Sapuan, SE, Ak, MM, Ir. H. Gafrie Zainyddin, Hj. Rosna Ichwan dan juga Choirul Huda, SH. Prediksi ini berdasarkan gerakan yang sudah mereka lakukan, seperti Gafrie baru saja pamit dengan warga untuk maju. Terus bagaimana dengan nama lain, seperti Ir. Edi Nevian, Burhandari, S.Pd, M.Si dan lainnya?. Hamdani mengatakan masih diragukan keseriusan dan kesiapan mereka, kalaupun berpeluang mereka untuk wakil saja.
‘’Edi Nevian mungkin serius, tapi pertanyaannya siap apa tidak dia mundur dari PNS nya. Ini aturan yang berlaku, tidak bisa sekedar cuti seperti sebelumnya.  Mudahan saja semuanya serius, maka masyarakat makin banyak pilihan,’’ tegasnya.
Bagaimana masyarakat harus bersikap? Hamdani hanya menyampaikan pesan singkat. Warga diminta tetap menyaring informasi yang berkembang, jangan terjebak dalam isu kepentingan seseorang. Untuk mencalon itu ada syaratnya, tidak sekedar ingin saja. Maju melalui jalur independen adalah pilihan terakhir bagi mereka yang buntu untuk mendapatkan partai.
‘’Masyarakat sebaiknya tidak terlalu fokus dengan isu itu, jangan terjebak dalam kepentingan politik seseorang. Mungkin mereka minta dilirik atau berharap didekati calon bupati lain, sebagai tim sukses dan sebagainya,’’ tutup Hamdani.(jar)



122.141 Susu Sudah di KPU
POLITIK RM – Sejak sabtu lalu sebanyak 122.141 surat suara (Susu) ditambah seribu susu cadangan sudah tiba di sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Sebelum dikirim ke masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan disampaikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), Susu akan dibuka lebih dulu di KPU untuk dilakukan penyortiran dan dilipat, sama halnya dengan Susu Pileg lalu.
Komisioner KPU, defisi tekhnis Syofia Diana, SE mengatakan Susu pilpres sudah tiba di sekretariat KPU sejak (21/6) lalu. Susu diamankan sementara di KPU dibawah pengawalan ketat aparat keamanan dan pengawasan dari anggota Panwaslu Mukomuko. Susu sampai ke KPU dengan jumlah 31 kotak atau kardus, masing-masing kardus berisi 4000 susu. Jumlah ini menurutnya sesuai dengan jumlah mata pilih dan juga ditambah dengan susu cadangan sebanyak 1000 lembar.
‘’Surat suara untuk sementara diamankan di KPU, untuk jumlahnya sesuai dengan data tertulis, sesuai kebutuhkan dan ada susu cadangan sebanyak 1000 lembar,’’ kata Diana.
Untuk saat ini belum diketahui pasti apakah semua surat suara dalam kondisi baik atau jumlahnya pas sesuai catatan. Sebab masih perlu dilakukan penghitungan ulang, dilipat dan dibagikan berdasarkan jumlah pemilih di setiap TPS. Untuk surat suara cadangan, tetap berada di KPU, dikeluarkan jika dibutuhkan.
‘’Prosesnya sama dengan pileg lalu, dimana surat suara yang disapaikan ke kecamatan sudah siap dibagikan ke setiap TPS untuk digunakan pada 9 juli kelak,’’ tegasnya.
Selain surat suara juga ada beberapa logistik lain yang sudah tiba di KPU Mukomuko, yaitu sebanyak 387 lembar daftar calon presiden dan wakil presiden untuk setiap TPS dan sebanyak 776 unit botol tinta yang akan digunakan pemilih usai menggunakan hak suaranya di TPS. Untuk logistik lain diperkirakan dalam waktu dekat juga akan menyusul.
‘’Untuk sementara itu saja yang sudah datang, yang lain kabarnya dalam proses pengiriman, diperkirakan akan datang dalam waktu dekat,’’ tutup Saipul TU Sekretariat KPU.(jar)

Edi Nevian dan Huda Sementara Unggul
//Poling Radar Mukomuko
POLITIK RM – Ir. Edi Nevian untuk sementara puncaki perolehan suara untuk kandidat calon bupati Kabupaten Mukomuko berdasarkan poling Radar Mukomuko dengan dukungan mencapai 301 suara. Berikutnya diikui oleh Choirul Huda, SH  yang memperoleh 119 suara. Sapuan, Ak, MM berada ponor urut 4 dengan perolehan 26 suara, sementara nomor 3 diperolehan oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Mukomuko yang juga ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Hermansyah, M.Kom.
Kejar mengejar angka perolehan suara terus terjadi setiap saat ini, sebab sejak poling ini diterbitkan, tanggapan masyarakat cukup baik. Bahkan secara tidak langsung mereka sudah dapat mengenal siapa kandidat calon bupati Mukomuko mendatang. Berkaca dari pileg lalu, sebagian besar pemenang poling RM benar-benar sukses meraih dukungan dari masyarakat dan duduk sebagai anggota DPRD Mukomuko. Diantaranya Busra, Wisnu Hadi, SE, Ir. Zulfahni, Frenki Janas dan juga H. Muspar serta lainnya.
Hermansyah, mengakui jika pengaruh poling media cukup besar bagi seseorang. Nama-nama yang masuk dalam poling menjadi sebutan di tengah masyarakat. Meski untuk memilih tidak terpengaruh dengan itu, setidaknya pengenalan diri dalam masyarakat cukup efektif. Ia mengaku bangga bisa masuk dalam daftar nama kandidat bupati di poling tersebut.
‘’Untuk mengenalkan diri cukup bagus, masyarakat juga memperhatikan poling dengan baik. Mereka bisa mengenal siapa tokoh yang bakal maju pada pilkada kelak,’’ kata Hermansyah.
Koordinator poling, Fitri mengatakan untuk pendukung masing-masing kandidat bisa langsung mengirim poling ke kantor RM atau melalui agen dan crew terdekat. Caranya guting dan isi poling yang ada di halaman RM setiap hari tersebit. Poling yang sudah masuk akan diundi, pengirim poling yang beruntung berhak atas uang jajan dari RM Rp 500 ribu untuk dua orang pemenang setiap pengundian dilakukan.
‘’Sampaikan dukungan terhadap calon pilihan pembaca, caranya sangat mudah. Beli koran RM gunting poling yang ada di halaman belakang, isi dan kirim ke redaksi RM,’’ tutupnya.(jar)

Monday, 16 June 2014

Bupati Mukomuko

Merangkum Isu Pilbup di Tengah Masyarakat
5 Tokoh Paling Dijagokan Masyarakat

=== Amris Tanjung – Wartawan Radar Mukomuko ===
WALAU baru dilangsungkan 2015 nanti, isu Calon Bupati Mukomuko tak kalah sengitnya dari panasnya persaingan Calon Presiden (Capres) yang tengah berlangsung. Bahkan, nama-nama kandidat cabup mulai menjadi bahan perbincangan. Dari pembicaraan lepas di warung dan saat ada hajatan atau keramaian tak resmi lainnya, isu cabup kerap menjadi topik utama, agar betah duduk berlama-lama. Setidaknya, dapat disimpul beberapa kandidat kuat yang mulai mendapat tempat dihati masyarakat.
Nama Wakil Bupati aktif Choirul Huda, SH, pengusaha muda Sapuan, SE, AK, MM dan Hj. Rosna Ichwan, masih mendapat porsi yang paling dijagokan. Selanjutnya nama tokoh Mukomuko sukses di Pemprov, Ir. Edi Nevian dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko, Burhandari, S.Pd, M.Si. Selain 5 tokoh ini, masih ada beberapa nama yang juga kerap diisukan bakal menguat. Diantaranya H Gafrie Zainudin, Mahyudin Yakub, Drs. Antoni Sitorus, Ir. Wismen A Razak termasuk tokoh muda yang menjabat ketua DPD KNPI Mukomuko Agus Harvinda, ST, M.Si.
Ada beberapa alasan kenapa 5 kandidat tersebut yang paling dijagokan untuk saat ini, Choirul Huda dikenal masyarakat karena kiprahnya selaku wakil bupati aktif.  Huda selalu tampil di tengah masyarakat dalam berbagai moment, baik tugas pemerintahan, acara hajatan keluarga, saat ada musibah atau dalam kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Maka tidak ada lagi masyarakat Mukomuko yang belum bertemu langsung dengannya.
Beda dengan Sapuan yang berusaha di luar daerah, ia jarang bertatap muka langsung dengan masyarakat, hanya pada moment tertentu, seperti hari besar ataupun kegiatan lainnya. Namun walau demikian, namanya cukup membumi di tengah masyarakat. Selain sempat menjadi pemenang nomor 2 dalam Pilbup sebelumnya, ia juga dikenal dermawan. Politis atau tidak, yang jelas sejas, Sapuan selalu aktif menurunkan bantuan kepada masyarakat, seperti untuk masjid, anak yatim, orang miskin, bantuan kurban bahkan terakhir ia menurunkan 3 unit ambulance gratis untuk Mukomuko.
Rosna sendiri, tak jauh beda dengan Huda, ia dikenal karena kiprahnya sebagai ketua TP-PKK. Setiap saat selalu muncul di tengah masyarakat, baik dalam acara resmi, hajatan ataupun saat ada warga yang tertimpa musibah. Selain itu banyak program yang digagasnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Apalagi selaku tokoh perempuan, Rosna kerap menyambangi warga yang sakit dan memberi bantuan, juga mensponsori kegiatan masyarakat lainnya. Maka hampir seluruh warga Mukomuko mengenalnya dengan baik.
Burhandari dan Edi Nevian, mereka mendapat tempat dihati warga alasannya hampir sama, sebagai putra daerah yang sukses ditingkat Provinsi, mereka tidak pernah lupa dengan kampung halamannya. Tidak sedikit anggaran Provinsi yang diperuntukkan untuk Kabupaten Mukomuko, buah dari perjuangannya. Seperti Edi Nevian begitu dekatnya dengan petani yang merupakan kelompok mayoritas di Mukomuko. Burhandari sendiri selain kiprahnya sebagai anggota dewan cukup baik dan terbilang sukses, ia juga berada ditengah kekuatan massa cukup kuat, terutama dapil III dan Dapil II.
Namun perlu diingat, setiap saat peta politik berubah, apalagi Pilkada Bupati masih cukup lama. Bukan tidak mungkin nama lain yang juga kerap disebut-sebut akan muncul menjadi pesaing berat 5 kandidat ini. Untuk saat ini, mereka belum mendapat tempat, karena belum menunjukkan diri secara terbuka, terkhusus melalui media massa.
Untuk calon wakil bupati, nama H. Yusmardi, SH, Adrizon, N, Drs. Anadi Pelam, Dra. Nurhasni, M.Pd, Mujiono, S.IP, Andy Suhary, SE, M.Pd dan M. Ali Saftaini, SE serta beberapa nama lain masih dijagokan. Namun untuk diketahui catatan ini hanya berdasarkan isu yang berkembang di masyarakat, tanpa ada survey atau teori yang mendalam.(**) 

Posko Penarik Diresmikan, Dukungan Bagi Ichwan Bulat
METRO – Dukungan masyarakat Kabupaten Mukomuko kepada Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM untuk maju sebagai calon Gubernur Bengkulu makin tak terbendung. Dari berbagai penjuru Mukomuko, pernyataan dukungan makin menggema. Posko relawan ‘’Ichwan Yunus For Gubernur’’ bermunculan disetiap kecamatan. Diawali deklarasi sekaligus pendirian posko oleh warga Kecamatan Lubuk Pinang, V Koto, IV Koto, Teras Terunjam, Air Manjuto, Ipuh dan terakhir Sabtu (14/6) di Kecamatan Penarik. Masing-masing relawan, pasang target kemenangan bagi Ichwan di wilayahnya 90 persen.
Tim inisiator pembentukan Posko Relawan Ichwan Yunus For Gubernur, Yanto Supriadi, SE mengatakan kesiapan relawan memenangkan Ichwan Yunus menjadi Gubernur Bengkulu sudah bulat. Berdirinya posko relawan ini, salah satu bentuk keseriusan dukungan terhadap Ichwan pada pemilihan Gubernur Bengkulu 2015 nanti. Sebagai putra daerah Mukomuko, sosok Ichwan Yunus tak diragukan lagi.
‘’Beliau (Bupati Ichwan Yunus,red) merupakan satu-satunya putra Kabupaten Mukomuko yang memiliki niat untuk maju sebagai Gubernur Bengkulu. Ini patut kita dukung bersama. Lebih lagi dua periode memimpin, dia telah berhasil membangun daerah ini. Kemenangan Ichwan Yunus adalah kemenangan kita bersama,’’ kata Yanto.
Yanto menambahkan, posko relawan Ichwan Yunus For Gubernur Bengkulu ini akan dibentuk disetiap kecamatan. Saat ini baru terjamah 7 kecamatan dan itu tetap berlanjut.
‘’Posko relawan akan kita bentuk di setiap kecamatan dan itu sudah menjadi komitmen kita bersama untuk memenangkan putra daerah,’’ pinta Yanto.
Ichwan sendiri dihadapan sejumlah relawan, menyatakan kesiapannya untuk maju jadi Gubernur Bengkulu. Sudah saatnya putra daerah Mukomuko ikut berjuang ditingkat provinsi. Lebih lagi pengamalan memimpin dua periode di Mukomuko, dikatakannya cukup menjadi pengalaman untuk memimpin Provinsi Bengkulu.
‘’Kita mencoba untuk bertanding dan mencalon jadi Gubernur Bengkulu. Ini bukan bearti apa-apa, hanya bukti cinta terhadap daerah. Tentu kita harapkan dukungan itu lahir dari masyarakat. Tujuan kita tiada lain, untuk melanjutkan perjuangan dan berbuat untuk kemajuan daerah,’’ terang Ichwan.
Perwakilan relawan, Kecamatan Penarik, Sapi’i, juga mengatakan kesanggupannya untuk memberi dukungan. Dia berharap jika terpilih menjadi Gubernur nantinya, bisa mengembangkan berbagai sektor pembangunan di daerah ini.
‘’Terutama kendala masalah pertanian dan pembangunan di daerah, kalau lah Gubernur berasal dari daerah kita, saya yakin akan lebih memberi peluang untuk mengembangkan kemajuan di daerah ini. Termasuk masalah harga komoditi seperti sawit masyarakat, diperkirakan bisa lebih meningkat,’’ pinta Sapi’i.(nek)

Peta Mutasi Mulai Terbaca, Jabatan Sekwan Digoyang
METRO – Isu mutasi yang sudah nyaring terdengar sejak beberapa waktu lalu semakin jelas. Bahkan informasi berkembang, jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) yang dipegang oleh Drs. H Bustari Maler, M.Hum ikut digoyang. Namun siapa yang berpeluang menggantikan calon doctor ini belum tahu. Juga beberapa kepala dinas dan kepala kantor dikabarkan masuk dalam peta mutasi. Kabar mutasi tak hanya beredar dikalangan pejabat, melainkan sudah terdengar oleh para wakil rakyat di DPRD Mukomuko.
Seperti disampaikan oleh Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom mengenai isu itu memang pernah terlintas. Ia mendukung adanya mutasi tersebut, yang penting pejabat yang ditepatkan pada posisinya sesuai keahlian masing-masing, bukan dipengaruhi orang lain. Terkait dengan isu digoyangnya kabatan Sekwan, Hermansyah berharap itu tidak terjadi sebelum selesai tugas dewan yang sekarang. Alasannya banyak hal yang sangat mendasar harus diselesaikan oleh Bustari.
‘’Untuk jabatan Sekwan, usulan kita belum diganti, karena sekarang masih persiapan pergantian dewan baru. Banyak hal mendasar harus dikerjakan, takutnya tidak sejalan lagi, terutama terkait dengan laporan kinerja,’’ kata Hermansyah.
Salah seorang pejabat Mukomuko yang enggan namanya ditulis, membenarkan bahwa rencana mutasi itu sudah mulai dibicarakan. Terutama bagi pejabat eselon II dan III.
‘’Kita akui itu, mutasi sudah mulai jadi bahan pembicaraan, terutama kalangan pejabat. Namun bupati sampai saat ini belum pernah menyebutkan adanya mutasi. Tetapi bagi kita, mutasi, promosi dan rotasi jabatan itu merupakan hal yang biasa,’’ katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE, M.Si menyebutkan bahwa dirinya tidak mengikuti isu mutasi. Dan persoalan mutasi juga bukan kewenangan dirinya. Untuk itu ia lebih memilih melaksanakan tugas yang diembankan padanya dengan maksimal sesuai tupoksi yang berlaku.
‘’Kalau isu mutasi itu saya tidak tahu. Dan belum mendengarkan bakal adanya mutasi.  Untuk itu kita hanya menjalankan tugas dan amanah sesuai dengan ketentuan saja,’’ tutur Ramdani.
Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM sendiri belum membenarkan isu mutasi tersebut. Belum ada jadwal untuk pelaksanaan mutasi, rotasi dan promosi pejabat.
‘’Sampai sekarang belum ada rencana kita untuk mutasikan pejabat,’’ tutup Ichwan.(dum/nek)

Sunday, 15 June 2014

Mukomuko Raih Opini WTP ke 6


METRO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko kembali menoreh prestasi tertinggi yang membanggakan, yakni predikat atau opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan pemerintahan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia 2013. Prestasi kali ini merupakan yang keenam kalinya diterima kabupaten yang dikenal dengan ''Kapuang sakti ratau batuah'' ini. Kemarin, Bupati Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM diwakili Sekda Syafkani, SP didampingi anggota DPRD Mukomuko Bambang Apriadi, S.Tp bersama kepala Inspektorat, A. Halim SE, M.Si langsung menerima penghargaan dari Kepala Sub Audittoriat Bengkulu I BPK Perwakilan Bengkulu, Imam Muslih, M.Si, Ak.
Keberhasilan ini tentu, menjadi nilai istimewa yang memuaskan bagi Kabupaten Mukomuko dibawah kepemimpinan Ichwan Yunus. Sekaligus opini WTP semakin mengukuhkan suami dari Hj. Rosna Ichwan ini maju sebagai calon Gubernur Provinsi Bengkulu mendatang. Selain Mukomuko opini WTP juga diraih oleh Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Kaur. Sementara, Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Kepahiang dan Bengkulu Selatan meraih Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Bambang Apriadi, mengakui jika ia secara langsung mendampingi Sekda menerima penghargaan tersebut, ini adalah kebanggaan tersendiri bagi Mukomuko. Sebab dari beberapa kabupaten lain yang menerima WTP di Bengkulu, hanya Mukomuko yang mencapai 6 kali. Menurutnya opini WTP diraih lantaran pemerintah sukses menjalankan tugasnya terutama terkait dengan laporan keuangan.
‘’Kita langsung menerima penghargaan tersebut, ini prestasi yang bagus bagi kita dan harus dipertahankan kedepannya,’’ tegas Bambang.
Sementara Kepala Inspektorat Mukomuko, A. Halim juga ikut mendampingi Sekda saat menerima WTP mengaku puas. Menurutnya ini semua bukti suksesnya Ichwan Yunus, memimpin Mukomuko.
‘’Opini WTP kali ini, adalah penilaian standar pelaporan keuangan 2013, Mukomuko pantas bangga selama dibawah kepemimpinan pak Ichwan, karena 6 kali Mukomuko meraih penghargaan bergengsi ini,’’ terangnya.
Ketua DPRD Mukomuko, Drs. Arnadi Pelam diminta tanggapannya, mengaku ikut bangga atas prestasi ini. Opini WTP diperoleh atas dasar penilaian cukup panjang, tidak semua daerah bisa meraihnya, sementara Mukomuko mampu 6 kali. Namun harapannya opini tersebut benar-benar sesuai dengan apa yang ada, juga harus menjadi spirit untuk lebih baik lagi kedepannya.
‘’Ini penghargaan yang diinginkan oleh semua pemda, namun tidak mudah mendapatkan itu. Mukomuko bisa 6 kali, sungguh menjadi prestasi yang membanggakan,’’ tutup Arnadi.(jar/dum)

8 PSK Dihadirkan ke Mapolsek Pondok Suguh
PONDOK SUGUH – Operasi Penyakit masyarakat (Pekat) jelang ramadhan yang dilaksanakan jajaran Polsek Pondok Suguh menuai hasil. 8 orang wanita diduga pekerja seks komersial(PSK) yang kerap beroperasi di wilayah hukumnya dihadirkan ke Mapolsek. Masing-masing adalah Umi Yanti(30)dari Lampung, Kulia Astuti (38)asal Arga Makmur, Nengsi Anjarwati(28) asal Lampung Selatan, Anisa Amsor(21) asal Bengkulu, Sriyanti(30) asal Lampung Utara, Tiara Putri(21) dari Lampung Metro, Anita(35)dari Bengkulu, dan Fitria Ningsih(35) dari Bengkulu Tengah. Namun kepada polisi dua orang wanita ini, yaitu Anita dan Fitria mengaku bukan PSK, mereka hanya tengah mencari keberadaan temannya saat ditangkap. Operasi ini dilakukan malam kemarin Rabu (11/6) sekitar pukul 22.01 WIB.
Berawal dari informasi dari masyarakat, Kapolsek Pondok Suguh Iptu. A. Rabani yang tengah gencar melaksanakan operasi pekat sesuai instruksi Kapolres Mukomuko AKBP Wisnu Widarto, S.Ik menyambut bulan ramadhan, langsung bergerak. Secara diam-diam mereka mendatangi beberapa tempat mangkalnya wanita penghibur tersebut yang berada di kawasan simpang Air Hitam dan kawasan pabrik CPO milik salah satu perusahaan di daerah tersebut. Tidak ada perlawanan dari PSK maupun pihak lainnya saat dilakukan penangkapan, sebab jauh sebelumnya peringatan sudah disampaikan.
Dikatakan A. Rabani penertiban yang dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang ramadhan. Dalam melakukan penertiban, polisi berkerjasama dengan pemerintah desa Tunggang, tokoh pemuda, adat, kepala kaum, dan masyarakat lainnya. Saat operasi hanya 4 wanita yang diamankan langsung, sementara 4 wanita lainnya dipanggil secara baik-baik untuk memberi keterangan. Mereka diminta membuat surat perjanjian untuk tidak lagi beroperasi di kawasan ini.
‘’Dalam penertiban tersebut kami berhasil mengamankan 4 orang wanita. Selanjutnya kembali memanggil 4 PSK yang lain untuk dimintai keteragan dan pernyataan tertulis. Saat dilakukan penertiban tidak ada perlawanan. Kita harap keamanan dan ketertiban dapat dirasakan oleh masyarakat,’’tutup Polsek.(cw6)


Miliki SS, Supir Ambulan Ditakok

METRO – Diduga memiliki dan menggunakan Sabu-sabu (SS), supir ambulance Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) berinisial Ag (23) asal Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko diciduk jajaran Satnarkoba Polres  Mukomuko. Dari tangannya didapat berang bukti (BB) berupa 1 paket SS dan uang tunai Rp 500 ribu. Ag ditangkap saat akan bertransaksi di ATM salah satu Bank di Kelurahan Bandaratu sekitar Pukul 21.45 WIB malam kemarin.
Sebelum penangkapannya, diduga gerak-gerik Ag sudah dipantau oleh anggota Satnarkoba Polres Mukomuko. Hal ini terbukti dengan penangkapan secara tiba-tiba dan berlangsung cukup cepat, kala Ag tengah berada di depan ATM. Aq sempat memberi perlawanan sebelum berhasil dilumpuhkan, namun ia sudah dalam kondisi terkepung oleh anggota dari berbagai arah. Usai dibekuk, Ag langsung dimasukkan dalam mobil dan dibawa ke Mapolres Mukomuko untuk menjalani proses lebih lanjut. Aksi penangkapan Ag bahkan sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Narkoba, Iptu. Ardiansyah mengatakan pelaku diamankan dengan BB satu paket SS. Dan pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Pihaknya terus menggali keterangan dari pelaku mengenai jaringan serta asal barang haram tersebut. Kasat juga menghimbau kepada orang tua serta semua kalangan untuk dapat bekerjasama dalam mencegah agar jangan sampai barang haram jenis apapun merusak generasi bangsa. Untuk itu diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk dapat memberantas secara tuntas.
‘’Pelaku masih kita mintai keterangan lebih lanjut, selain sebagai pengguna. Dari mana asal barang dan jaringan lebih lanjut,’’ ungkap Kasat.
Direktur RSUD Mukomuko, dr. H Firdaus Yusuf Rusdhy, MPH membenarkan kalau pelaku merupakan supir ambulan RSUD. Sedangkan mengenai kasus yang menimpanya pihak RSUD menyerahkan sepenuhnya pada pihak yang berwajib untuk memproses sesuai hukum yang berlaku.
‘’Kita tidak ada wewenang dalam hal itu. dan ini merupakan tanggung jawab individunya. Kalau memang pelaku terbukti bersalah, silahkan diproses sebagaimana mestinya. Dan mengenai statusnya selaku supir ambulan tergantung hasil dari keputusan pihak kepolisian nantai,’’ tutur Firdaus.(dum)

BWS VII Geram!
//Sebelum Izin Keluar, KSM Tak Berhak Gali DAS
LUBUK PINANG – Ulah PT. Karia Sawit Indomas (KSM) yang menggali Daerah Aliran Sungai (DAS) dan memasang peralatan penyedotan air sungai untuk kepentingan perusahaan mulai mendapat tanggapan dari berbagai pihak. KSM diduga sudah melanggar hukum, karena melaksanakan pekerjaan sebelum mengantongi izin. Selain itu izin penggalian DAS dan pemanfaatan air sungai tak cukup dari Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) semata. Melainkan perlu pengkajian dari banyak pihak. Peringatan keras bagi perusahaan bahkan datang dari Balai Wilayah Sungai (BWS) VII.
Pengawas BWS VII, L. Budi Raharjo,SP, M.Si mengaku sangat menyayangkan ulah KSM ini. Menurutnya penggalian DAS harus dihentikan, pihak terkait juga diminta tidak asal mengeluarkan rekomendasi, apalagi izin kepada perusahaan. Izin penggarapan DAS dan aliran sungai harus melalui pengkajian yang mendalam, diantaranya melakukan survei kelayakan. Jika dari hasil survei lokasi penggalian DAS dinyatakan tidak layak, maka harus dibatalkan.
‘’Pangajuan berkas tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pengerjaan. Namanya saja pengajuan, bisa diterima bisa juga ditolak. Untuk mengeluarkan izin, kita harus melakukan survei kelayakan lapangan. Jika tidak sesuai tentu izin tidak bisa dikeluarkan,’’ tegas Budi.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Mukomuko Risber A Razak,SH, juga menegaskan PT. KSM belum kantongi izin penggalian DAS. Karena untuk mendapatkan izin harus ada rekomendasi dari KLH. Sedangkan sejauh ini, Risber mengaku pihaknya belum mengeluarkan rekomedasi apapun terkait pemanfaatan air Sungai Manjuto oleh PT. KSM.
‘’Kita belum mengeluarkan rekomendasi apapun, terkait pemanfaatan air sungai Manjuto oleh PT.KSM, karena yang berhak mengeluarkan izin adalah bupati, kita hanya mengeluarkan rekomendasi saja’’ ungkap Risber.
Risber menegaskan, semestinya pihak perusahaan belum melakukan aktivitas apapun, sebelum mengantongi izin. Meskipun sudah mengajukan berkas permohonan, hendaknya pengerjaan baru dilakukan jika izin sudah ada ditangan.
‘’Mestinya perusahaan jangan bergerak dulu sebelum izin itu keluar, selain itu DAS berada dibawah naungan BWS provinsi’’ tutup Risber.(dul)


BPKB & STNK Mobnas Ilang, Pajak Terus Dianggarkan

METRO – Sejak diwajibkannya kendaraan dinas (Kendis) atau plat merah membayar pajak tahun 2012 lalu, hingga kini masih banyak yang tak taat pajak. Keadaan tersebut tentu menjadi contoh buruk bagi masyarakat. Alasan tak bayar pajak cukup aneh, yaitu buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sudah banyak hilang atau tak tahu rimbanya. Ada kesan, selama ini pengguna kendaraan hanya bisa menaiki saja, selebihnya tak diurus.
Sekda Kabupaten Mukomuko, Syafkani, SP mengakui persoalan mendasar tidak dibayarnya pajak itu lantaran BPKB dan STNK kendaran itu hilang. Terutama bagi kendaraan yang sudah berusia tua. Diantaranya Mobil Kuda, Katana, serta kendaraan lainnya yang merupakan hibah kabupaten induk dan pengadaan awal pemekaran.
‘’Yang tak bayar pajak itu persoalannya karena BPKB atau STNK nya sudah hilang. Sehingga menjadi hambatan dalam membayar pajak. Hal ini terjadi pada kendis lama,’’ ujar Syafkani.
Lebih lanjut Syafkani menyampaikan bagi kendaraan yang memiliki kelengkapan BPKB dan STNK tidak ada alasan untuk tidak membayar pajak. Apalagi alokasi anggaran sudah diberikan ke masing-masing instansi dan SKPD.
‘’Kalau surat menyuratnya lengkap, tidak ada alasan untuk tidak taat pajak. Apalagi anggaran sudah kita berikan. Untuk itu yang perlu dipertanyakan pejabat dan para pegawai yang memegang kendaraan tersebut,’’ ungkap Syafknai.
Sementara itu, Kepala Kantor UPPP/Samsat Mukomuko, H Bismarifni BI, SH membenarkan pemegang kendaraan dinas tidak taat pajak, lantaran BPKB dan STNK tak ditemukan. Namun demikian pemegang atau pemda harusnya dapat mencari solusi. Karena pajak ini kegunaannya untuk tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
‘’Memang berdasaran data kita, mayoritas kendaraan yang tidak membayar pajak merupakan kendaraan yang sudah lama,’’ tutur Bismarifni.
Bismarifni mengakui masyarakat umum jauh lebih taat pajak, terutama kendaraan roda empat, enam dan seterusnya.
‘’Mungkin solusi terbaiknya kendaraan dinas tersebut dilelang. Dari pada membuat beban pemerintah. Dimana pemilik kendaraan nantinya tentu akan melengkapi seluruh surat kendaraannya,’’ tutup Bismarifni.(dum)

Pulang Kampung, Sapuan Tabuh Gendrang Politik?


METRO – Sejak kemarian pengusaha sukses, Sapuan, SE, Ak, MM tengah berada di tanah kelahirannya, tempatnya di Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko. Kepulangannya secara tiba-tiba ini menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. Sebab selama ini, Sapuan jarang muncul, warga hanya tahu berbagai program bantuan yang ia turunkan, seperti santunan anak yatim, bantuan orang miskin, bantuan untuk masjid dan korban bencana lainnya, serta yang terakhir ia menurunkan 3 unit mobil ambulance untuk warga Mukomuko. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah ini menandakan Sapuan mulai menabuhkan gendrang politiknya menuju Pemilihan Bupati (Pilbup) 2015?.
‘’Mungkin Sapuan mulai kampanye langsung, selama ini ia jarang terlihat muncul, hanya ada bantuan saja. Ia pulang waktu ada kegiatan hari besar dan juga bila ada keperluan mendadak. Sedang kakarang bukan lebaran,’’ kata salah seorang warga Syofian.
Dikonfirmasi langsung dengan bersangkutan melalui telepon genggam, Sapuan membantah, jika ia pulang kampung, terkait dengan misi politik. Tetapi kepulangannya dalam rangka menghadiri pesta pernikahan keluarganya di Kecamatan Selagan Raya dan juga dalam rangka kegiatan keluarga lainnya. Ia sudah berada di Bengkulu sejak sehari sebelumnya, baru kemarin berada di Mukomuko.
‘’Tidak ada hubungannya dengan politik, terlalu jauh saya pulang dikaitkan dengan pilkada. Kebetulan pekerjaan sedang tidak begitu sibuk, juga ada pesta keluarga, makanya saya menyempatkan diri untuk pulang,’’ kata Sapuan.
Sapuan atau SPN mengaku, ia kerap pulang kampung, saat libur kerja, namun tidak beritahukan kepada orang lain. Ia hanya menemui keluarga dan rekan-rekannya. Baginya Pulkam tak ada jadwal, kapan ia ingin saja, sebab semua keluaganya berada Kabupaten Mukomuko, di Jakarta ia hanya bekerja. Terkait bantuan yang ia turunkan, juga Sapuan menolak dihubungkan dengan politik, sebab sejak awal jauh sebelum isu Pilkada, selagi ada rizki, ia selalu berusaha berbagi dengan masyarakat.
‘’Kok bisa heran, saya pulang kapan mau saja, biasanya selagi libur kerja, saya meluncur ke Mukomuko. Yang jelas apapun yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan politik, semua ikhlas dan tanpa ada kepentingan apapun,’’ tutupnya.(jar/prw)

Logistik Pilpres Mulai Berdatangan
METRO – Sejak kemarin logistik Pemilihan presiden (Pilpres) mulai berdatangan ke secretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Untuk tahap awal, logistik yang sudah sampai adalah, berupa tinta yang akan digunakan pemilih usai memberi hak suaranya kelak. Diperkirakan, logistik lain akan terus berdatangan dalam bulan ini.
Sekretaris KPU Mukomuko, Junhari, B.Sc mengatakan untuk logistik baru sebagian kecil yang masuk. Diperkirakan dalam minggu ini masih ada beberapa yang datang. Untuk surat suara sendiri diperkirakan akhir bulan nanti. Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai persiapan pengiriman surat suara. Diperkirakan sama dengan pengiriman surat suara saat pileg lalu.
‘’Kalau yang sudah masuk baru tinta, kemungkinan untuk yang lain akan nyusul segera, kita tunggu saja dulu. Mengenai surat suara, belum ada kepastian kapan datangnya,’’ kata Junhari.
Lanjutnya, seluruh logistik kecuali kotak suara dan bilik suara adalah baru. Seperti paku menusuk, bantalan dan juga berbagai logistik yang digunakan di TPS lainnya. Pengadaannya langsung dari pusat dan Provinsi, KPU Mukomuko hanya menerima logistik yang sudah ada. Setelah semuanya datang dan disusun sesuai kebutuhan logistik langsung dikirim ke kecamatan dan TPS.
‘’Untuk Pilpres penggunaan logistiknya tidak sebanyak sebelumnya, seperti kotak suara hanya 2 per TPS dan bilik 4 setiap TPS, prosesnya sama saja, nanti kita olah dulu di sini, baru dikirim ke kecamatan sesuai jadwalnya,’’ lanjutnya.
Salah seorang Komisioner KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE juga menerangkan untuk logistik sekarang dalam proses pengiriman dari pusat ke daerah. Ia yakin semuanya akan tiba sesuai dengan waktunya. Untuk logistik yang sudah datang langsung disimpan di sekretariat dan mendapat pengawalan ketat.
‘’Bagi logistik yang sudah datang langsung kita amankan disekretariat, sekarang kebanyakan dalam proses pengiriman, diperkirakan akan datang sesuai dengan jadwalnya,’’ tutup Diana.(jar)

Keterangan PPK Akurat, KPU Yakin Dimenang MK
POLITIK RM – Sama dengan pihak penggugat, dalam hal ini Partai Politik (Parpol), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, juga merasa yakin akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Dasarnya jelas, kesaksian dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kepada hakim MK beberapa waktu lalu cukup jelas dan dikuatkan dengan berbagai bukti yang akurat. Sementara kesaksian dari saksi yang diajukan oleh pihak Parpol terkesan tidak yakin, yaitu selalu diselipkan dengan kata-kata, ‘’kalau tidak salah’’.
Disampaikan oleh salah seorang komisioner KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd sidang yang berlangsung kemarin lusa berjalan cukup lancar. Para anggota PPK memberi kesaksian melalu video konfrens kepada hakim dari Unib. Setiap pertanyaan dari hakin MK dijawab dengan tenang dan jelas, disertai bukti yang akurat. Menurutnya ini jauh beda dengan keterangan dari saksi Partai yang benyak menggunakan bahasa meragukan keterangannya sendiri.
‘’Kita yakin memenangkan sidang di MK, ini semua berdasarkan keterangan dari PPK yang menjadi saksi. Juga keterangan dari saksi partai yang ragu dengan apa yang dijelaskannya. KPU punya dokumen lengkap pemilihan dan jelas adanya,’’ kata Regar.
Namun demikian, KPU masih menunggu hasil akhir sidang di MK yang belum diketahui waktunya. Apapun putusan MK kelak, mereka siap menjalankannya dengan baik. Sejak awal, tudingan dari banyak pihak terkait pemilu tidak pernah terbukti. KPU berikutnya akan fokus dengan kegiatan persiapan menyukseskan pilpres.
‘’Kita tunggu saja keputusannya, mudahan yang terbaik bagi semura orang, yang jelas KPU sudah melaksanakan tugas dengan maksimal,’’ lanjutnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko, diminta tanggapannya terkait dengan sidang di MK ini, mengaku tidak banyak mengetahui. Sebab mereka tidak masuk dalam gugatan di MK tersebut. Namun demikian, ia mengaku memberi laporan secara tertulis kepada Banwaslu Provinsi Bengkulu, mengenai pelaksanaan pemilu yang dilakukan.
‘’Kami juga kurang memahami, sebab kita untuk sidang MK tidak dilibatkan, keterangan tertulis sudah disampaikan kepada Banwaslu Provinsi menyangkut pemilu di Mukomuko,’’ paprnya.
Ketua Bapilu PAN Kabupaten Mukomuko, Ramadani,  mengatakan dilihat dari jalannya proses sidang gugatan di MK, berkemungkinan besar akan terjadi perubahan nama pemenang Pemilu. Dia menilai dari proses sidang yang berlangsung dan paparan saksi, memiliki data kuat dan itu menjadi bahan pertimbangan hakim MK.
‘’Jalannya proses sidang di MK berlangsung alot. Berdasarkan paparan keterangan saksi, baik saksi penggugat maupun tergugat, mereka sama-sama memiliki data yang cukup kuat. Mungkin saja peta pemenang pemilu akan berubah atau pemenang sebelumnya yang telah ditetapkan. Menurut hemat kita, semua ini tergantung pencermatan hakim dalam menentukannya. Kalau lah ini terjadi, tentu akan lebih seru lagi,’’ tutupnya.(jar/nek)

Tuesday, 10 June 2014

Membaca Isu ‘’Palamak Ota’’ Menyambut Pilbup 2015

Oleh : Amris Tanjung - Wartawan

Tokoh-Tokoh Yang Berpeluang Diusung Untuk Cawabup
TAK dipungkiri, meski Pemilihan bupati (Pilbup) baru dilangsungkan pada 2015 mendatang, namun isunya sudah mendengung kencang. Tak hanya dilingkungan politisi semata, bahkan sudah menyusup ke berbagai pelosok dan kelompok massa di Kabupaten Mukomuko. Isu paling hangat adalah  terkait dengan calon yang akan berlaga pada saatnya nanti. Selain calon bupati, calon wakil bupati juga menjadi perbincangan panas. Ada beberapa tokoh Mukomuko, yang dianggap berpotensi dilirik menjadi pendamping bupati mendatang. Namun masih sebatas isu ‘’palamak ota’’ semata, tanpa ada penelitian atau survey yang mendalam.
Siapa saja mereka? Berikut catatan Crew Radar Mukomuko berdasarkan isu ditengah masyarakat. Pertama H. Yusmardi, SH Waka 1 DPRD Mukomuko selain sukses menjabat 2 periode di DPRD Mukomuko. Yusmardi juga diperkirakan dapat mewakili Dapil 2 dan warga pribumi untuk meraup dukungan. Artinya calon bupatinya harus dari kelompok jawa atau non pribumi. Kedua Burhandari, S.Pd, M.Si asal Dapil 3, pernah menjabat sebagai anggota dewan Mukomuko dan sekarang aktif sebagai anggota DPRD Mukomuko. Bahkan periode sebelumnya nama Burhandari sempat disebut-sebuat sebagai salah satu kandidat kuat calon bupati.
Ketiga Drs. Arnadi Pelam ketua DPRD Mukomuko, namanya sudah tidak asing, lantaran sukses memimpin DPRD selama 1 peiode hingga sekarang. Selanjutnya nama Ir. Nurlina Zamdial, M.Si, ia dianggap layak mewakili kaum hawa di ‘’kapuang sakti ratau batuah’’ ini. Selanjutnya nama Mujiono, S.Ip politisi PDIP yang baru saja memenangi pemilu  untuk DPRD Provinsi Bengkulu. Dari Lubuk Pinang sendiri ada ketua DPC PKB, Adrizon yang juga masih aktif sebagai anggota DPRD Mukomuko. Berikutnya Agus Harvinda, ST. M.Si letua KNPI Mukomuko, ia bisa diusung untuk mewakili kaum muda di Mukomuko.
Selain nama-nama ini, juga banyak sosok lain yang dianggap berpotensi dan pernah diisukan untuk menjadi pendamping. Seperti Ir. Anton Hidayat, politisi Hanura, Ketua DPD II Golkar Ali Saftaini,SE, Bambang Aprido, S.Pt, Rifai Amir, Antoni Sitorus, bahkan salah seorang petinggi TNI di Mukomuko juga tak lepas diisukan dilirik sebagai pendamping. Termasuk beberapa pejabat teras dan pensiunan pejabat lainnya dikait-kaitkan dengan Pilbup ini.
Namun semua ini baru sebatas isu ‘’Palamak Ota’’ dengan dasar non pelitian atau survey. Namun tidak menutup kemungkinan, diantara mereka sudah punya niat dan betul-betul diusung, sebagai wakil bupati bahkan maju sebagai calon bupati Mukomuko. Sebab politik selalu berakar dari sebuah isu dan opini yang berkembang di pablik. Yang jelas semua orang punya akuran tersendiri, juga masyarakat punya dasar kuat, bila menginginkan sesuatu.(**)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...