Thursday, 10 October 2013
Politik RM Baru Ini
Panwascam Sungai Rumbai Diprotes
POLITIK RM – Aksi Petugas pengawas kecamatan (Panwascam) pemilu di Kecamatan Sungai Rumbai yang membersihkan atribut kampanye berupa bendera di depan rumah warga diprotes. Mereka dinilai tidak memahami aturan dengan jelas dan terkesan ugal-ugalan dalam menjalankan tugasnya. Padahal di daerah lain, jangankan bendera berbagai peraga kampanye terpasang bebas dan tak pernah dibersihkan oleh petugas.
Disampaikan oleh salah seorang politisi senior PKS asal Sungai Rumbai H. Tarmizi, sejak beberapa hari lalu, petugas panwascam di Sungai Rumbai melarang pemasangan aribut parpol dan caleg bahkan membuka secara lansung yang terpasang di sekitar rumah warga. Kegiatan mereka mengecewakan sebab di daerah lain sepanjang jalan dipenuhi bendera. Ia menduga Panwascam Sungai Rumbai tidak menguasai aturan pemilu dan terkesan bersikap ugal-ugalan tanpa ilmu.
‘’Kami sangat menyangkan petugas panwascam Sungai Rumbai, entah mereka lebih pintar dari yang lain atau kurang memahami tidak jelas. Seluruh bendera di Sungai Rumbai dibersihkan alasannya belum boleh. Sementara di daerah lain, bendera parpol dipasang dengan bebasnya, contohnya di Penarik hingga Air Dikit penuh oleh bendera parpol,’’ kata Tarmizi.
Dibukanya seluruh bendera parpol di Sungai Rumbai ini juga diakui dewan lain asal Sungai Rumbai, Haidir, SIP, saat ini Sungai Rumbai bebas dari bendera parpol. Sedang di daerah lain bendera dipasang sebanyak-banyaknya sepanjang halaman rumah warga. Alasan Panswascam setempat mereka menjalan tugas dimana pemasangan bendera belum boleh karena belum saatnya kampanye.
‘’Memang aneh, masa bendera dibuka semua, terus bagaimana dengan kecamatan lain, ribuan bendera terpasang. Apakah aturan ini berlaku di Sungai Rumbai saja kami tidak tahu pasti,’’ tegas Haidir.
Dikonfirmasi, Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchtadir Munib, SE diwakili anggotanya Ita Hartati, SE, M.BA mengaku tidak tahu jelas mengenai pembersihan bendera oleh anggotanya di lapangan. Namun satu hal yang harus dipahami, saat ini aturan mengenai kampanye caleg masih rancu dan mereka sendiri masih kebingungan. Kepada petugas diminta tetap melakukan pemantauan namun jangan bertindak terlalu jauh dulu.
‘’Kemarin itu memang ada disebut-sebutkan, jika memasang bedera hanya bisa depan sekretariat saja, namun kami masih bingung juga dengan aturan ini. sebelumnya disebutkan tidak boleh pasang gambar kabarnya ada lagi perbedaan pendapat, hanya yang dilarang baliho. Oleh karena itu kita masih mempelajari lebih jauh dulu,’’ demikian Ita.(jar)
Wabup Puji Beberapa Parpol
POLITIK RM – Diam-diam, wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH belakangan ini aktif mengikuti perkembangan politik di Kabupaten Mukomuko. Selain memantau kekuatan parpol, ia bahkan ikut memantau para caleg potensial yang diprediksi bakal memenangi pemilu 2014 nanti. Alhasil sosok yang digadang-gadangkan sebagai calon kuat Bupati Mukomuko 2015 ini, mulai menunjukkan ketertarikannya dengan beberapa parpol yang diprediksi memenangi pemilu.
Diminta keterangannya usai sidang paripurna di DPRD Mukomuko kemarin, Huda mengakui ada beberapa parpol yang ia senangi. Alasannya parpol tersebut cukup bagus dan diterima oleh masyarakat. Selain itu juga ada beberapa caleg yang diprediksi Huda akan keluar sebagai pemenang. Dasar hasil pantauannya yang juga selama ini di lapangan.
‘’Saya turun ke juga turut melihat bagaimana persiapan menghadapi pemilu. Saat ini saya menilai beberapa parpol cukup bagus, saya senang melihatnya. Juga ada caleg yang saya rasa cukup berpeluang untuk duduk,’’ ujar Huda.
Terus apakah Huda sudah siapkan parpol untuk mengantarnya ke medan persaingan Pilkada cabup 2015? Dengan tegas Huda mengaku sejauh ini ia belum pernah bergabung dengan parpol manapun. Ia hanya melihat beberapa parpol yang potensial saja. Termasuk isu ia akan maju sebagai calon bupati, baginya hanya sebatas isu saja. Huda sendiri belum berpikir sejauh itu.
‘’Saya belum berpikir sejauh itu, saya ingin fokus melanjutkan pemerintahan sekarang. Saya tahu mengenai parpol dan caleg karena melihat langsung ke lapangan,’’ papar Huda.
Pesannya kepada peserta pemilu, mari bersama-sama ciptakan pemilu yang tertib dan aman. Jalani persaingan dengan sehat dan bijaksana, biar masyarakat menikmati peseta demokrasi ini dengan nyaman dan aman. Hindari politik uang dan saling menjatuhkan dengan cara tidak baik.
‘’Mari ciptakan demokrasi yang harmonis, itu pesan saya kepada parpol, caleg, masyarakat termasuk penyelenggara pemilu sendiri,’’ tutup Huda.(jar)
Caleg Jangan Memaksa
POLITIK RM – Cara dan aksi para caleg di lapangan belakangan ini mulai mendapat kritikan. Pasalnya ada isu caleg mencari dukungan dengan tidak sehat, mulai dari mengancam hingga memaksa sekelompok masyarakat untuk memilihnya pada pencoblosan nanti. Hal ini sudah meresahkan bagi beberapa warga di Kecamatan XIV Koto.
Kades Dusun Baru Pelokan, Suriadi mengungkapkan beberapa caleg dalam mecari dukungan terkesan melakukan paksaan. Sebagai contoh dengan menggunakan ancaman kepada warga agar mendukung sang caleg tersebut. Ia sedah mendapat laporan tentang hal ini.
‘’Kami harap para caleg jangan mengancam warga untuk meminta dukungan. Karena dengan dilakukannya penekanan hanya akan merugikan sang caleg itu sendiri,’’ ujar Suriadi.
Suriadi menambahkan, seharusnya para caleg dapat bersikap bijaksana dengan melakukan kegiatan yang bersifat sosial dan membantu keluh kesah warga. Sehingga dapat menarik dukungan warga. bukan malah membodoh-bodohkan masyarakat.
‘’Dengan kegiatan sosial yang dilakukan maka masyarakat dapat menilainya dan menjatuhkan hak pilihnya kepada sang caleg tersebut,’’ ungkap Suriadi.
Suriadi melanjutkan, jika cara yang baik dilakukan oleh para caleg, maka perolehan dukungan pun juga tentunya akan mudah. Karena warga saat ini sudah pintar dan bijak dalam menyikapinya dan tak akan mudah dikelabui dengan tipu muslihat serta sogokan.
‘’Kita yakin bahwa masyarakat jauh lebih pintar dan bijak menentukan sikap dalam memilih perwakilannya. Sehingga para caleg harus mengetahui hal ini. bukan menghalalkan segala cara meneror dan mengancam warga untuk mendapatkan dukungan,’’ tutup Suriadi.(dum)
Hanura Bantah Langgar Aturan
//Minta Panwaslu Profesional
POLITIK RM – Ir. Anton Hidayat, Caleg Hanura Nomor 1 DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko membantah sudah melakukan pelanggaran aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka mengklaim pemasangan atribut sudah mengikuti kaidah yang berlaku dan mereka minta Panwaslu tidak hanya menyorot atribut dari Anton ataupun Hanura saja. Sebab banyak atribut kampanye lain yang terpasang di berbagai tempat, termasuk di kabupaten lain tidak dipermasalahkan.
Disampaikan oleh Decki Putra Ketua Tim pemenangan Ir. Anton Hidayat, menurutnya mereka berpedoman dengan peraturan KPU itu sendiri. Dimana disebutkan boleh memasang baliho 1 perzona atau desa. Selain itu juga mereka memasang atribut bukan di tempat yang dilarang seperti tempat ibadah, fasilitas pemerintah, sekolah maupun zona yang dilarang, melainkan masih dalam perkarangan pribadinya.
‘’Seharusnya panwaslu bersikap lebih adil, kami mengacu pada peraturan KPU itu sendiri. Yang dilarang itu di tempat ibadah, kantor pemerintah dan lokasi yang ditentukan. Kalau di sekitar perkarangan rumah caleg tidak ada dilarang,’’ kata Decki.
Kalau memang ada perubahan tentang pemasangan atribut, sebaiknya panwaslu dan KPU mensosialisasikan lebih dahulu dengan pihak caleg atau parpol. Jangan asal tetapkan jika atribut yang terpasang melanggar aturan. Kalau dijelaskan dengan baik-baik, ia menyatakan siap mematuhi jika apa yang dilakukan selama ini melanggar. Selain itu juga panwas meski profesional jangan memberlakukan aturan kepada satu pihak saja.
‘’Selama ini kami tidak diberitahukan lebih dahulu, kalau ada sosialisasi dan keterangan juga perlakuan sama terhadap caleg lain kami tidak masalahkan, panwas bersikap tegas,’’ tutup Decki.
Ketua DPC Partai Hanura, Hermansyah, M.Kom menegaskan kepada caleg dan kader Hanura diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku dan lebih terbuka. Ia juga berharap pelaksana pemilu lebih bijaksana dan adil dalam menjalankan fungsinya. Hingga pemilu bisa berjalan dengan aman dan tertib.
‘’Kami tentu patuhi aturan, semua caleg kita minta bersabar. Namun kalau kebijakan tidak berdasar dan hanya berlaku untuk Hanura, maka harus ada ketegasan dan kita siap ajukan protes,’’ tutup caleg nomor urut 1 DPRD Mukomuko dapil 1 ini.(jar)
Caleg Masuk ke Desa Harus Pamit
POLITIK RM – Di tengah gencarnya aksi kampanye para caleg, berbagai kritikanpun berdatangan terhadap mereka. Seperti disampaikan ketua forum Kades Ipuh, Surahmin. Caleg jangan nyelonong saja masuk ke desa dan memasang alat peraga kampanye semaunya. Mereka harus menghargai pemerintah desa setempat, setidaknya harus ada pemberitahuan atau izin kepada kades maupun perangkatnya.
Dikatakannya, banyak caleg yang kurang tatakrama dalam melaksanakan kampanye dan mencari dukungan ke desa-desa. Mereka semaunya mengumpul warga dan memsang peraga kampanye tanpa pemberitahuan atau pamit kepada kades ataupun perangkat lainnya. Mesmi dalam aturan tidak disebutkan, setidaknya tetap ada tatakrama masuk ke wilayah orang lain. Karena mereka takutkan ada ketidaksepahamanan atau pihak lain yang menyalahi.
‘’Itukan tatakrama, kalau alasannya tidak ada aturan dan sebagainya, mungkin ada benarnya. Namun selaku orang timur tatakrama tetap dijunjung tinggi. Masuk ke tempat kawan harus punya etika atau sekedar beritahu,’’ kata Surahmin.
Lanjutnya persoalan ini sudah dibahas dalam lingkungan forum kades Ipuh. Mereka siap bersihkan alat kampanye yang dipasang sembarangan tempat dan tanpa ada pemberitahuan kepada desa, termasuk membubarkan pertemuan caleg yang tidak ada pamit dengan kades. Sebab ditakutkan gerakan caleg ditompangi pihak lain sesuai isu berkembang. Selain itu juga Surahmin berpesan kepada warga jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.
‘’Caleg harus patuh aturan dan punya tatakrama, kami tidak melarang mereka berkampanye sebab itu haknya, namun tolong tetap saling hargai. Juga warga diminta jangan cepat mengambil kesimpulan,’’ lanjut Surahmin.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menyatakan pihaknya sudah lebih dulu menyiapkan segala hal. Termasuk mereka akan menyurati semua kepada desa yang intinya mohon izin bagi kader dan caleg NasDem untuk menggelar kegiatan sosialisasi politik di desanya. Menurut Busril, meski dalam aturan tidak ditegaskan, namun demi terciptanya suasana pemilu yang aman, perlu dilakukan.
‘’Kami dari NasDem sebetulnya sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk menyurati kades. Yang intinya kami minta izin dan doa selama melaksanakan proses kampanye di desa,’’ demikian Busril.(jar)
Jangan Debatkan yang Tak Diatur
//Kata Abdul Hamid Siregar
POLITIK RM – Peserta pemilu, penyelenggara maupun masyarakat diminta tidak memperdebatkan hal-hal yang tidak diatur dalam peraturan pemilu. Hal ini disampaikan ketua divisi sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd yang ditemui di ruang kerjanya kemarin. Hal ini terkait dengan adanya keraguan mengenai larangan pemasangan alat peraga kampanye.
Dijelaskan Hamid, dalam Perpu KPU nomor 15 tersebut jelas-jelas dikatakan yang dilarang memasang baliho lebih dari 1 perdesa bergambar caleg atau pengurus yang mencalonkan diri. Tidak disebutkan di kaos, di spanduk dan media. Maka tidak perlu dijabarkan terlalu jauh dengan perdebatan. Ikuti saja yang disebutkan dalam aturan ini. kecuali ada penjelasan lain tersekait hal itu.
‘’Yang dilarang dalam aturan itu di baliho, kalau spanduk, baju maupun dalam bentuk lain tidak ada diatur, maka jangan didebatkan. Selagi belum ada keterangan lebih jelas, itu boleh dilakukan,’’ kata Hamid.
Ia juga mengakui jika beberapa aturan masih banyak membingungkan. Maka untuk sementara caleg dan parpol harus tetap berhati-hati dalam melakukan kegiatan kampanye maupun memasang peraga. Petugas pemilu juga diminta dalam melakukan kegiatan pengawasan dan penertiban jangan asal copot sebab eksekutor bukan KPU maupun panwas melainkan ada pihak yang berhak melakukannya.
‘’Bagaimanapun sebaiknya, petugas pemilu tidak melakukan eksekusi begitu saja, harus ada kejelasan. Sebab yang berhak melakukan eksekusi terhadap pelanggaran ada petugasnya,’’ tutup Hamid.(jar)
Panwascam Cabut Larangan
POLITIK RM – Akhinya petugas pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Sungai Rumbai menerima masukan dari beberapa politisi asal wilayah ini terkait dengan atribut pemilu. Mereka mencabut pernyataan melarang pemasangan bendera parpol di depan rumah pribadi warga sebelumnya dan mengaku keliru lantaran aturan yang berlaku kerap berubah-rubah dan perlu pemahaman lebih jauh.
Salah seorang caleg PKS Dapil III yang berdomisi di Sungai Rumbai, H. Muspar, membenarkan jika pihak panwascam sudah kembali mengizinkan pemasangan bendera parpol di kecamatan ini. Berbaliknya kebijakan dari panwascam ini setelah adanya sosialisasi yang langsung dihadiri panwas kabupaten beberapa waktu lalu. Namun demikian Muspar memgaku sampai sekarang belum memasang kembali bendera parpolnya.
‘’Sekarang panwascam sudah membolehkannya, kita memang sempat kebingungan atas larangan mereka, sebab tidak berlaku di daerah lain. Sekarang kami belum juga pasang bendera setelah dibuka beberapa waktu lalu,’’ ungkap Muspar.
Salah seorang anggota Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Padlul Azmi, SH juga membenarkan adanya ketidaksingkronan informasi yang terjadi di Sungai Rumbai beberapa waktu lalu. Ia tetap membela petugasnya di lapangan. Pada dasarnya tidak ada bendera yang dibuka, hanya saja panwascam mengingatkan para caleg dan pengurus parpol. Sekarang sudah disosialisasikan lebih mendetail dengan para caleg dan warga sekitar.
‘’Kita sudah turun memberi pemahaman lebuh jauh, pada dasarnya tidak ada panwascam yang membuka, hanya memperingati saja. Bendera boleh dipasang disekitar rumah pribadi,’’ jelas Padlul.
Lanjutnya larangan pemasangan atribut berlaku di lokasi-lokasi yang ditetapkan sebagai zona bebas sesuai dengan hasil kesepakatan. Kemudian berdasarkan undang-undang, seperti di sekolah, digedung milik pemerintah, ditempat ibadah dan lokasi umum lainnya. Namun hanya berbentuk bendera saja, untuk baliho dan spanduk yang bergambar caleg tetap dilarang dipasang.
‘’Kalau bendera boleh dipasang selain lokasi yang dilarang, untuk baliho dan spanduk tetap belum diizinkan,’’ demikian Padlul.(jar)
Kartu Asuransi Hanura Dibagikan
POLITIK RM – Sejak beberapa hari lalu, pengurus dan caleg Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko mulai membagikan kartu kader penegak yang sekaligus sebagai kartus ansuransi jiwa kepada para kadernya. Jumlah kartu yang dibagikan di Mukomuko untuk tahap awalnya ratusan kartu. Bagi pemegang kartu yang meninggal akibat kecelakaan, ahliwarisnya berhak atas uang sebesar Rp 9 juta dan bila meninggal karena penyakit biasa, maka hanya mendapat uang asuransi Rp. 1 juta.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom mengarakan yang berhak menerima katu ini adalah kader dan pendukung parpol. Kegunaannya untuk memberi suport kepada para kades dalam menjalankan misi memenangi parpol. Asuransi ini persembahan dari pasangan calon presiden parpol nomor urut 10 ini, Wiranto-Hary Tanoe Soedibjo (Win-HT). Selain itu asuransi tersebut salah satu jaminan perlindungan yang merupakan bagian dari kesejahteraan para kader/anggota partainya.
‘’Kartu ini tidak untuk umum hanya bagi kader dan para penegak parpol yang betul-betul berjuang untuk memajukan parpol ini, juga untuk memperjuangkan pasangan calon presden Hanura,’’ kata Hermansyah.
Lanjutnya kartu ini tidak langsung berlaku saat dipegang oleh seseorang malinkan harus diaktifkan lebih dulu sesuai petunjuk yang dikirim via SMS. Hingga kemudian ada balasan dari operator pusat, baru selanjutnya aktif. Setiap pemegang harus menyerahkan poto copy KTP-nya dan surat keterangan yang menjelaskan ahliwarisnya diserahkan kepada pengurus Hanura Mukomuko.
‘’Ini harus diaktifkan dulu dan ada petunjuknya, maka kalau hanya memegang kartu jika tidak terdaftar tetap tidak ada gunanya, sebab sistim kartu ini adalah online,’’ tutup Hermansyah.(jar)
Panwaslu Tingkatkan Pengawasan
POLITIK RM – Seiring dengan peningkatkan aktivitas caleg dan parpol dalam rangka mencari dukungan kepada calon pemilih. Panwaslu Kabupaten Mukomuko yang ditugaskan untuk pengawasan juga menanggapi gerakan caleg ini dengan meningkatkan aktivitas pengawasan. Setiap saat seluruh petugas panwaslu diminta bergeran dan peka dengan setiap isu dan kegiatan politik yang sedang berlangsung.
Dismapaikan oleh salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azami, SH sekarang mereka harus turun langsung melakukan kegiatan pemantauan kegiatan kepemiluaan. Terutama dengan cari memberi support dan pemahaman yang lebih dalam kepada para petugas di lapangan. Seperti kemarin Padlul, bersama anggota Panwaslu lainnya berada di Kecamatan Air Manjuto melakukan monitoring.
‘’Kami sedang di Air Manjuto dalam rangka konslidasi dengan petugas di lapangan. Setidaknya memberi mereka pemahaman yang lebih mendalam dan meberi semangat agar tidak ragu dalam menjalankan tugas mengawasi jalannya pemilu,’’ kata Padlul.
Penawas ingin menciptakan pemilu yang aman dan tertib, hingga semua petugas harus handal. Selain itu juga mereka berharap para peserta pemilu, mulai dari pengurus parpol, caleg maupun pendukungnya untuk dapat mematahui aturan yang berlaku. Jika terjadi pelanggaran, maka mereka tidak segan-segan memberi teguran dan menindak lanjutinya sebagai pelanggaran pemilu.
‘’Yang jelas kita sama-sama saja menjaga dan menjalani pemilu ini dengan mematuhi aturan yang ada. Sebab kami yakin tidak ada caleg yang ingin pemilu tidak sukses,’’ demikian Padlul.(jar)
Friday, 4 October 2013
Profil Dewan Mukomuko
Drs. Arnadi Pelam
Ketua DPRD Mukomuko
Pemimpin yang Berpengalaman
SOAL kemapuan dalam dunia politik dan administrasi pemerintahan, sosok Drs. Arnadi Pelam tidak perlu diragukan. Buktinya kurang dari setahun lagi, ia genap satu periode, memimpin lembaga DPRD Kabupaten Mukomuko. Dilahirkan di Desa Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya, 1 Oktober 1964 Arnadi merupakan alumni SMPN Pasar Bantal yang sekarang dikenal dengan SMPN 4. Selanjutnya Arnadi merantau ke Kota Bengkulu melanjutkan sekolah di SMAN 2. Gelar sarjana didapatkan Arnadi di Unib 1989.
Sulitnya mencari lapangan kerja di daerah ini pada saat itu, sedangkan untuk ikut dalam perjuangan memajukan daerah secara langsung ia belum punya kemampuan, akhirnya Arnadi memberanikan diri mengadu nasib di Jakarta hingga menikah di sana dengan Kusrini Kamhari, Ak, sampai sekarang mereka sudah dikaruniai dua orang anak, masing-masing Atika Septiarni Dewi masih kuliah dan Aura Fortuna Dewi masih sekolah.
Soal pengalaman kerja dan organisasi, sosok yang sekarang tercatat sebagai caleg Nomor 7 sesuai dengan nomor Partai Demokrat juga nomor 7 ini cukup mempuni. Pernah menjadi Consultant Muij Asia Consuct Jakarta yaitu pada 1990-1993, kerja di Bank PSP Jakarta, PT. Salindo Indonesia Jakarta dan berwiraswasta. Juga ia sudah malang melintang dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, seperti sekarang ia tercatat sebagai Ketua Asosiasi Petani Pengumpul Sawit (AP2S) Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya sudah mengguliti berbagai jenis pekerjaan dan tertjun ke gerakan sosial, semuanya dalam rangka mengejar asa untuk bisa memberi yang terbaik bagi masyarakat. Hasilnya pada 2009 saya terpilih menjadi dewan. Tujuan saya agar bisa berbuat untuk daerah ini,’’ kata Arnadi.
Mengenai dunia politik, Arnadi sudah cukup berpengalaman, pada 2004 ia juga tercatat sebagai caleg di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun belum berhasil lantaran aturan waktu itu masih nomor urut. Kemudian ia pindah ke Partai Demokrat dan 2009 kembali mencalon dan berkat dukungan dari keluarga dan masyarakat ia terpilih. Parpolnya keluar sebagai pemenang dan ia dinobatkan sebagai Ketua DPRD Mukomuko sampai sekarang. Meski sudah berbagai perda berhasil ia putuskan bersama dewan lainnya dan sukses menepatkan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jalan dan sebagainya. Ia merasa masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan selama 5 tahun ini. Maka Arnadi kembali maju, sebagai caleg nomor 7 di parpol nomor 7. Atas dukungan dari keluarga, sahabat dan tentu saja masyarakat yang sudah mengetahui bagaimana kiprahnya selama ini, ia optmis kembali bisa duduk sebagai anggota dewan. Bapak 2 orang anak ini juga kabarnya dilirik oleh beberapa tokoh untuk berpasangan pada pemilukada 2015 mendatang.
‘’Kita berusaha melakukan yang terbaik, alhamdulillah apa yang selama ini dikeluhkan warga kita jawab dengan anggaran pembangunan, namun tentu tidak semuanya bisa direalisasi sesuai dengan kemampuan daerah. Saya maju lagi sebagai caleg nomor 7 untuk dapil II, sesuai ketetapan KPU,’’ tutup Arnadi.(jar)
I Wayan Adnyana
Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko
Dikenal Tegas dan Profesional
LAHIR di Bali 3 Juni 1970, tamat SMAN 1 Bangli – Bali tahun 1990 dan sekarang dalam proses menyelesaikan pendidikan S1 nya di Unihaz, itulah sosok I Wayan Adnyana. Suami dari Niwayan Sabrit ini memiliki satu orang anak atas nama Ni Luhdewi Sulasih, selain itu ia juga memiliki 2 orang anak angkat, yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri, maka sebahai besar masyarakat mengenalnya memiliki 3 orang anak. Sekarang I Wayan bedomisili di Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko.
Sosok Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko tidak asing kagi bagi masyarakat Mukomuko, sebab ia merupakan sosok penting yang ikut menentukan kebijakan pembangunan di ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah’’ ini. Selain itu ia juga aktif berkomentar di media, apalagi potonya hampir setiap saat muncul di media massa.
Sebelumnya I Wayan dipilih sebagai dewan oleh masyarakat Dapil II, sekarang kader tulen PDI Perjuangan ini, tercatat sebagai Caleg Nomor urut 1 Dapil 1 Mukomuko sesuai dengan domisilinya di Desa Pondok Batu. Ia politisi yang setia dengan parpolnya, buktinya sejak bergabung pada 2004 lalu, I Wayan tidak pernah tertarik dengan parpol lain. Seiring dengan itu, para kader parpol inipun mempercayakannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Mukomuko. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai ketua ranting Pondok Batu, selanjutnya sekretaris DPC, Wakil Ketua DPC hingga kemudian terpilih menjadi dewan dan memimpin parpol berlambang kepala banteng moncong putih ini.
‘’Saya pada 2004 maju sebagai caleg, 2007 masuk dalam kepengurusan PDI Perjuangan dan kemudian terpilih jadi dewan pada pemilu 2009 dan dipercaya memimpin parpol,’’ kata I Wayan saat ditemui.
I Wayan dikenal baik oleh masyarakat, karena ia sosok yang rajin turun ke masyarakat. I Wayan juga tercatat sebagai ketua Koperasi Buana Sari yang bergerak dalam sektor simpan punjam juga merupakan ketua Walaka PHDI Kabupaten Mukomuko. Meski sebagai pimpinan dewan, dalam keluarganya I Wayan cukup sederhana, turun ke masyarakat ia tampil sebagaimana petani lainnya. Sebab pada dasarnya selain sebagai anggota dewab I Wayan juga seorang petani.
‘’Kalau gak di kantor paling jalan-jalan ke desa-desa atau ke lading, saya orang biasa, sama dengan masyarakat lainnya,’’ tutup I Wayan.(jar)
H Yusmardi SH
Waka I DPRD Mukomuko
Membangun Daerah untuk Rakyat
SIAPA yang tidak kenal dengan sosok satu ini? H Yusmardi SH, politisi senior PAN yang kini menduduki jabatan Wakil ketua (Waka) I DPRD Mukomuko. Dilahirkan di Sungai Ipuh 9 Juli 1970, bersama sang istri ia dikaruniai seorang anak atas nama Nabila Pauziah. Yusmardi adalah sarjana hukum jebolan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (Unib). Dari segi pengalaman berorganisasi, Yusmardi sangat mempuni. Sebab sudah sejak lama, mulai dari organisasi dalam desa, kecamatan, hingga berbagai kelompok gerakan sosial lainnya sudah ia masuki. Juga dunia kerja, berbagai jenis pekerjaan pernah dilakoninya, termasuk aktif sebagai petani sebagaimana aktivitas masyarakat di daerah asalnya. Jabatan wakil rakyat yang diemban Yusmardi saat ini merupakan periode kedua.
‘’Pada dasarnya kita tergantung dengan masyarakat, maka duduk sebagai wakil rakyat harus harus menempatkan diri sebagai wakil yang harus melayani kepentingan warga. Kalau warga percaya dengan kita, maka tugas akan selamat,’’ kata Yusmardi.
Pada Pemilu 2014, sosok yang dikenal religius ini tercatat sebagai Caleg Nomor Urut 1 PAN Dapil Kabupaten Mukomuko. Ia diberi kesempatan oleh PAN karena dianggap mampu. Yusmardi sendiri sudah menjadi kader PAN sejak pertama kali parpol berlambang matahari putih ini masuk ke Kabupaten Mukomuko. Maka ia boleh dikatakan sebagai seorang politisi PAN yang setia.
Ambisinya bertarung memperebutkan kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, lantaran ia ingin terus mengabdi kepada daerah demi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya ingin berjuang untuk membela masyarakat dan membangun daerah ini. Sekarang saatnya saya untuk ke Provinsi agar bisa berbuat lebih banyak lagi bagi Mukomuko ini. Insya Allah atas dukungan semua lapisan masyarakat dan keluarga saya bisa ke provinsi,’’ pungkas Yusmardi ramah.(jar)
Ketua Komisi I
M Ali Saftaini, SE
Yang Muda Berkarya, yang Tua Bangga
DARI ke-25 orang anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, mungkin nama M Ali Saftaini, SE yang kerap nongol di media-media massa. Selain kedekatan Ali dengan insan pers, Ali juga dikenal vokal dalam menyoroti ataupun mengkritisi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat. Tak terkecuali permasalahan yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah.
Bakat Ali sebenarnya sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku kuliah, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unib. Dari sederetan organisasi yang menaungi bakat mahasiswa, Ali memilih Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Agaknya pilihan Ali tidak salah. Dari HMI lah Ali banyak mendapat pelajaran serta pengalaman berorganisasi yang sedikit banyaknya berperan penting mengantar suami dari Rin Kesuma Wati, SP ini duduk di kursi wakil rakyat.
Dilahirkan di Mukomuko tanggal 29 September 1974, Ali mengenyam bangku SD hingga SMA di Mukomuko. Baru pada saat kuliah Ali yang mengusung motto hidup, yang muda berkarya dan yang tua bangga ini merantau ke Kota Bengkulu.
Laki-laki yang sudah dikaruniai dua orang anak ini, merupakan sosok penting di gedung DPRD Mukomuko. Komisi yang dipimpinnya termasuk komisi yang cukup vital. Tak jarang Komisi I terlibat adu argumen, polemik hingga perang dingin dengan eksekutif karena sebuah topik permasalahan. Namun satu hal yang pasti, baik legislatif maupun eksekutif tujuannya sama, semua demi mencari yang terbaik untuk kepentingan darah dan masyarakat.
Dunia kerja yang sudah pernah digelutinya juga cukup banyak, selain sebagai masyarakat petani, Ali juga pernah bekerja sebagai kontraktor dan konsultan. Selanjutnya, Ali bergabung dengan PT. Agromuko selama kurang lebih 8 tahun.
Terjun ke dunia politik pada dasarnya sudah dirintisnya sejak masih mahasiswa, namun baru betul-betul aktif dalam parpol pada 2014. Dari awal gabung golkar sampai sekarang tidak pernah berubah. Maju sebagai caleg sudah dua kali, pada 2004 ia tidak berhasil duduk, baru 2009 terpilih. Sekarang ia tercatat sebagai caleg Golkar Nomor 1 Dapil 1 Mukomuko. Diparpol nomor 5 ini, anak ke 4 dari 6 bersaudara ini adalah Ketua DPD II Kabupaten Mukomuko dan sebelumnya sempat menjabat sebagai sekjen.
‘’Aktualisasikan dirimu lebih dulu, baru kemudian aktualisasikan orang lain,’’ itulah ungkapan dari Caleg Nomor 1 Dapil I Mukomuko asal Golkar ini.(jar)
Ketua Komisi II Husni Tamrin
Berpenampilan Sederhana, Profesional Berpolitik
SOAL strategi berpolitik tidak diragukan lagi, ia sudah buktikan bersama parpol yang tidak terlalu dikenal PKPB. Dua kali mencalonkan diri sebagai anggota dewan dan hasilnya dua periode ia duduk di kursi DPRD Mukomuko. Sekarang lantaran PKPB tidak masuk dalam peserta pemilu, ia tercatat sebagai Caleg Nomor 1 Partai Golkar Dapil II Mukomuko dan siap melanjutkan perannya di Parlemen Kabupaten Mukomuko. Sosok tersebut adalah Husni Tamrin, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Mukomuko.
Dengan santai ia menjelaskan, kunci berpolitik itu setia dan tidak muluk-muluk. Selain itu juga dalam masyarakat harus tampil sebagaimana adanya dan lakukan apa yang bisa dilakukan. Ia terjun kedunia politik atas keinginan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi warga dalam hal ini berjuang bagainama agar aspirasi masyarakat terpenuhi. Baginya mendukung atau tidak seseorang selagi dikenalnya dan merupakan warga binaannya harus diperjuangkan.
‘’Saya tidak muluk-muluk, beginilah adanya saya. Alhamdulillah saya sudah dua periode nyaleg dan duduk sampai sekarang,’’ kata Husni.
Sebagai bukti ia sosok yang fokus dalam bekerja dan berbuat, sebelum terjun ke dunia politik, Husni bekerja sebagai karyawan PT. Agromuko dan disana ia bekerja kurang lebih selama 9 tahun. Selanjutnya baru terjun ke dunia politik dan ia sama sekali tidak pernah mencampur adukkan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan pekerjaan lain. Pada periode 2014-2009 ia hanya sebagai anggota pernah di Komisi I dan juga komisi II. Selanjutnya periode 2009-2014 ia dipercaya sebagai ketua Komisi II hingga sekarang. Suami dari Anum yang memiliki 2 orang anak ini bertekad duduk kembali pada pemilu mendatang dan menduduki kursi unsur pimpinan dewan.
Sesuai dengan posisinya sekarang sebagai Ketua Komisi II, tentu perannya di dewan sangat besar, sebab dikomisi ini sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrastruktur daerah diarahkan penggunaanya. Selain itu Husni dikenal kritis dan tidak segan-segan menantang kebijakan yang dinilainya tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Husni Tamrin lahir di Medan 31 Mei 1970. Ia adalah anak bungsu dari 7 bersaudar. Sekarang berdomisili di Desa Marga Mukti Kecamatan Penarik. Sejak SD hingga tamat SMEA ditamatkannya di Sumatera Utara (Sumut).(jar)
Berpenampilan Sederhana, Profesional Berpolitik
SOAL strategi berpolitik tidak diragukan lagi, ia sudah buktikan bersama parpol yang tidak terlalu dikenal PKPB. Dua kali mencalonkan diri sebagai anggota dewan dan hasilnya dua periode ia duduk di kursi DPRD Mukomuko. Sekarang lantaran PKPB tidak masuk dalam peserta pemilu, ia tercatat sebagai Caleg Nomor 1 Partai Golkar Dapil II Mukomuko dan siap melanjutkan perannya di Parlemen Kabupaten Mukomuko. Sosok tersebut adalah Husni Tamrin, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Mukomuko.
Dengan santai ia menjelaskan, kunci berpolitik itu setia dan tidak muluk-muluk. Selain itu juga dalam masyarakat harus tampil sebagaimana adanya dan lakukan apa yang bisa dilakukan. Ia terjun kedunia politik atas keinginan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi warga dalam hal ini berjuang bagainama agar aspirasi masyarakat terpenuhi. Baginya mendukung atau tidak seseorang selagi dikenalnya dan merupakan warga binaannya harus diperjuangkan.
‘’Saya tidak muluk-muluk, beginilah adanya saya. Alhamdulillah saya sudah dua periode nyaleg dan duduk sampai sekarang,’’ kata Husni.
Sebagai bukti ia sosok yang fokus dalam bekerja dan berbuat, sebelum terjun ke dunia politik, Husni bekerja sebagai karyawan PT. Agromuko dan disana ia bekerja kurang lebih selama 9 tahun. Selanjutnya baru terjun ke dunia politik dan ia sama sekali tidak pernah mencampur adukkan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan pekerjaan lain. Pada periode 2014-2009 ia hanya sebagai anggota pernah di Komisi I dan juga komisi II. Selanjutnya periode 2009-2014 ia dipercaya sebagai ketua Komisi II hingga sekarang. Suami dari Anum yang memiliki 2 orang anak ini bertekad duduk kembali pada pemilu mendatang dan menduduki kursi unsur pimpinan dewan.
Sesuai dengan posisinya sekarang sebagai Ketua Komisi II, tentu perannya di dewan sangat besar, sebab dikomisi ini sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrastruktur daerah diarahkan penggunaanya. Selain itu Husni dikenal kritis dan tidak segan-segan menantang kebijakan yang dinilainya tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Husni Tamrin lahir di Medan 31 Mei 1970. Ia adalah anak bungsu dari 7 bersaudar. Sekarang berdomisili di Desa Marga Mukti Kecamatan Penarik. Sejak SD hingga tamat SMEA ditamatkannya di Sumatera Utara (Sumut).(jar)
Ketua Komisi III
Hermansyah, M.Kom
Cerdas dan Berwibawa
PROFIL dewan awak kali ini Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom yang sekarang sebagai Caleg Partai Hanura Mukomuko Dapil I Nomor urut 1 untuk pemilu 2014. Suami dari Sakinah, SH ini lahir di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai, 05 April 1964 dari pasangan H. Ruslam (Alm) dan Siti Halim. Bersama istri tercinta, laki-laki yang akrab disapa Etok ini sudah dikarunia dua orang anak, masing-masing Qatrunnada Nadhi dan Muhammad Raihansyah. ‘’Hidup Akan Berguna Jika Bermanfaat Bagi Orang Lain’’ itulah moto hidupnya.
Etok merupakan alumni dari SDN Resno Kecamatan V Koto dan SDN 02 Mukomuko. Juga sempat sekolah di SMPN 1 Mukomuko selama setahun dan selanjutnya ia pindah ke Jakarta. Ia menamatkan SMP di SMPN 47 Jakarta dan kemudian melanjukan pendidikan di SMAN 77 Jakarta. Hermansyah juga sudah menduduki 3 perguruan tinggi, masing-masing D3 Amik Budiluhur Jakarta, S1 Universitas Budi Luhur Jakarta dan S2 Erenca School Of IT Jakarta.
Hermansyah termasuk sukses hidup ditengah ganasnya Kota Jakarta, dengan bermodal pendidikan yang dimilikinya. Ia aktif berkarir di beberapa perusahaan swasta dan juga sebagai dosen diberbagai kampus. Seperti pernah menjadi instruktur computer PT. Bina Pusindo Jakarta 1987 – 1989, juga programmer computer PT. Satyatama – grahatara (PT.SGT) Jakarta 1989-1992. Kemudian di PT. MUIJ Asta Consult, Jakarta Manager MIS 1992-1996 dan PT.Hesha Mandiri, Jakarta Direktur Operasi Tahun 1997-1999.
Ia pernah sebagai dosen Universitas Bunda Mulya Jakarta 1997-2000, Universitas “Yarsi” Jakarta 1996-2008, Universitas Pamadani Jakarta 2000-2004, Universitas Bina Nusantara (Binus) Thn 2000-2008. Kemudian sebagai ketua STMIK “Rosma” Karawang 2008-2009, Koordinator STMIK “Global” Karawang 2008-2009, Dosen Akademik : Rektor Kepala dan ketua pendiri AKM Mukomuko.
Soal organisasi juga, Hermansyah cukup mempuni, Pernah menjadi ketua IPSI Depalan Bayangan Jakarta, pengurus (katan Keluarga Daerah Mukomuko (IKDM), Ketua 1 Ikata Keluarga Bengkulu Utara (IKABU) Jakarta – Banten, Anggota Dewan Pakar Badan Musyawarah Masyarakat Bengkulu. Juga sebagai anggota Forum Rektor Wilayah Jawa Barat, Tim pemekaran Kabupaten Mukomuko wilayah Jakarta dan tergabung dalam tim pemekaran V Koto.
Dalam politik juga ia sangat professional, sekarang menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko. Fungsinya sebagai anggota dewan periode sekarang ini cukup menentukan, pernah menjadi anggota banggar, wakil ketua Komisi III, anggota Banleg dan sekarang menjabat ketua Komisi III. Komisi III yang dipimpinnya termasuk Komisi yang paling aktif turun lapangan meninjau kondisi masyarakat maupun infrastruktur milik daerah untuk dibahas dalam lembaga dewan. Ia maju kembali sebagai caleg karena merasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebagai anggota dewan.
‘’Kita menuju SDM dan Mutu Pendidikan Mukomuko yang berkualitas. Semuanya butuh kerjakeras dan peran dewan yang peduli dengan itu semua,’’ ungkap Hermansyah.(jar)
Hermansyah, M.Kom
Cerdas dan Berwibawa
PROFIL dewan awak kali ini Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom yang sekarang sebagai Caleg Partai Hanura Mukomuko Dapil I Nomor urut 1 untuk pemilu 2014. Suami dari Sakinah, SH ini lahir di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai, 05 April 1964 dari pasangan H. Ruslam (Alm) dan Siti Halim. Bersama istri tercinta, laki-laki yang akrab disapa Etok ini sudah dikarunia dua orang anak, masing-masing Qatrunnada Nadhi dan Muhammad Raihansyah. ‘’Hidup Akan Berguna Jika Bermanfaat Bagi Orang Lain’’ itulah moto hidupnya.
Etok merupakan alumni dari SDN Resno Kecamatan V Koto dan SDN 02 Mukomuko. Juga sempat sekolah di SMPN 1 Mukomuko selama setahun dan selanjutnya ia pindah ke Jakarta. Ia menamatkan SMP di SMPN 47 Jakarta dan kemudian melanjukan pendidikan di SMAN 77 Jakarta. Hermansyah juga sudah menduduki 3 perguruan tinggi, masing-masing D3 Amik Budiluhur Jakarta, S1 Universitas Budi Luhur Jakarta dan S2 Erenca School Of IT Jakarta.
Hermansyah termasuk sukses hidup ditengah ganasnya Kota Jakarta, dengan bermodal pendidikan yang dimilikinya. Ia aktif berkarir di beberapa perusahaan swasta dan juga sebagai dosen diberbagai kampus. Seperti pernah menjadi instruktur computer PT. Bina Pusindo Jakarta 1987 – 1989, juga programmer computer PT. Satyatama – grahatara (PT.SGT) Jakarta 1989-1992. Kemudian di PT. MUIJ Asta Consult, Jakarta Manager MIS 1992-1996 dan PT.Hesha Mandiri, Jakarta Direktur Operasi Tahun 1997-1999.
Ia pernah sebagai dosen Universitas Bunda Mulya Jakarta 1997-2000, Universitas “Yarsi” Jakarta 1996-2008, Universitas Pamadani Jakarta 2000-2004, Universitas Bina Nusantara (Binus) Thn 2000-2008. Kemudian sebagai ketua STMIK “Rosma” Karawang 2008-2009, Koordinator STMIK “Global” Karawang 2008-2009, Dosen Akademik : Rektor Kepala dan ketua pendiri AKM Mukomuko.
Soal organisasi juga, Hermansyah cukup mempuni, Pernah menjadi ketua IPSI Depalan Bayangan Jakarta, pengurus (katan Keluarga Daerah Mukomuko (IKDM), Ketua 1 Ikata Keluarga Bengkulu Utara (IKABU) Jakarta – Banten, Anggota Dewan Pakar Badan Musyawarah Masyarakat Bengkulu. Juga sebagai anggota Forum Rektor Wilayah Jawa Barat, Tim pemekaran Kabupaten Mukomuko wilayah Jakarta dan tergabung dalam tim pemekaran V Koto.
Dalam politik juga ia sangat professional, sekarang menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko. Fungsinya sebagai anggota dewan periode sekarang ini cukup menentukan, pernah menjadi anggota banggar, wakil ketua Komisi III, anggota Banleg dan sekarang menjabat ketua Komisi III. Komisi III yang dipimpinnya termasuk Komisi yang paling aktif turun lapangan meninjau kondisi masyarakat maupun infrastruktur milik daerah untuk dibahas dalam lembaga dewan. Ia maju kembali sebagai caleg karena merasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebagai anggota dewan.
‘’Kita menuju SDM dan Mutu Pendidikan Mukomuko yang berkualitas. Semuanya butuh kerjakeras dan peran dewan yang peduli dengan itu semua,’’ ungkap Hermansyah.(jar)
Khaidir, S.IP
Tampil Sederhana dan Berpikir MajuLAHIR di Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh pada 8 Juli 1971 dan sekarang berdomisili di Desa Gajah Mati Kecamatan Ipuh. Berpenampilan sederhana dan saat bicara santai namun pasti, itulah sepintas gambaran umum Haidir, S.IP yang sekarang menjabat sebagai Waka Komisi I DPRD Mukomuko. Soal kemampuan, suami dari Yusrioma ini tidak perlu diragukan lagi, ia acap kali menjadi sosok penetralisir di tengah kerasnya perdebatan rapat. Sebagai anggota dewan ia sudah menggeluti jabatan strategis, seperti sekretaris komisi, banleg dan juga sekarang masih tercatat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar).
‘’Keluarga besar saya ada di Retak Ilir dan Gajah Mati dan Sungai Rumbai pada umunya, termasuk di Ipuh hingga Malin Deman. Sebagai anggota dewan saya melaksanakan apa yang ditugaskan dan juga berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat melalui lembaga ini,’’ kata Haidir.
Sekolah dasar ditamatkan Haidir di Gajah Mati, kemudian SLTP dan SLTA di Ipuh. Selanjutnya bapak yang memiliki 3 orang putri ini mendapat gelar S1 setelah menyelesaikan pendidikan di Fisipol Unras, Arga Makmur, Bengkulu Utara (BU). Selain itu ia juga sudah mengikuti berbagai pelatihan keilmuan lainnya di berbagai tempat.
Untuk pekerjaan, Haidir cukup fokus dan selalu berhubungan dengan sosial kemasyarakatan. Maka tidak heran jika masyarakat mempercayainya sebagai wakil mereka di DPRD tingkat II. Sebelum terjun ke dunia politik, Haidir pernah mengajar di SMPN Sungai Rumbai selama 2 tahun, dari 1993 sampai dengan 1995. Juga ia adalah seorang wiraswasta yang bergerak dalam sektor jual beli dan sebagainya. Tidak hanya itu, Haidir juga pernah menjabat sebagai Kades Gajah Mati dan ia sukses membawa desa ini lebih baik dari sebelumnya.
Sementara untuk pengalaman organisasi, Haidir pernah bergabung dengan Ketua UED-SP, Ketua Karang Taruna selaku kades termasuk sebagai ketua partai. Sekarang Haidir kembali terdaftar sebagai caleg pada Pemilu 2014 dari partai Gerindra Nomor Urut 8. Ia masih berharap untuk dapat melanjutkan tugasnya sebagai anggota dewan, namun juga sudah siap jika masyarakat punya pilihan lain.
‘’Hidup akan berarti jika berguna bagi orang lain, maka kita tidak bisa lepas dari bantuan orang lain untuk bisa maju,’’ itulah ungkapan singkat dari Haidir.(jar)
Antonius Dalle, SP
Dikenal Tegas dan Ramah Kepada Siapa Saja
DIKENAL tegas dan ramah dengan siapa saja, itulah gambaran dari sosok dewan awak kali ini. Ia adalah Antonius Dalle, SP, suami dari, Eva Kasmi Wilis salah seorang bidan di Kecamatan Air Rami. Politisi Golkar ini lahir di Makasar Sulawesi Selatan (Sumsel) 14 Juni 1977, sekarang berdomisili di Desa Arga Jaya Kecamatan Air Rami. Antonius Dale juga pernah berdomisili di Medan dan sempat kuliah hingga mendapat gelar D2 di LPP Medan. Selanjutnya 2012 ia mendapat gelar S1 di Fakultas Pertanian jurusan Agronomi di Unihas Bengkulu.
Soal pengalaman, Antonius Dalle tentu tidak perlu diragukan lagi. Ia termasuk wiraswasta yang dukses dan juga pernah menjadi kariawan PT. Tolan Tiga yang merupakan induk dari perusahaan perkebunan terbesar Kabupaten Mukomuko, PT. Agromuko. Antonius Dale termasuk kariawan swasta yang sukses sebelum memilih terjun ke dunia politik.
Juga dalam beroganisasi, bapak dari 4 orang anak ini, banyak bergabung dalam berbagai gerakan kepemudaan. Seperti pernah menjabat sebagai pembina pemuda kaum tamandirajo Ipuh, bergabung dalam organisasi Ikatan Staf Indonesia, Ketua Pekerja Air Buluh Estate. Juga bergabung dalam organisasi lainnya.
‘’Zyang paling penting pergaulan dengan sesama, karena kita tidak bisa berbuat tanpa dibantu orang lain. Saya bersukur sejauh ini masih diberi kepercayaan. Saya akan terus berusaha melakukan yang terbaik,’’ ungkap Dalle.
Dalam dunia politik, Antonius setia dengan Golkar, ia mulai aktif bergabung pada tahun 2006. Pada 2009 maju sebagai caleg dan berkat kiprahnya selama ini, ia langsung mendapat dukungan dari masyarakat dan duduk di DPRD Mukomuko periode 2009-2014. Sekarang dalam parpol, ia menjabat sebagai sekretaris DPD 2 Golkar Kabupaten Mukomuko. Satu periode dirasanya belum bisa menjawab semua aspirasi masyarakat. Maka sekarang Antonius Dalle kembali maju sebagai caleg di partai Golkar Dapil III nomor urut 1. Di DPRD Mukomuko sendiri, Antonius Dalle sebagai anggota Banleg, sekretaris Komisi II dan sebagai anggota Komisi III.
‘’Saya berusaha melakukan yang terbaik sebagai wakil rakyat, memperjuangkan anggaran yang pro rakyat. Kita maju lagi sebagai anggota dewan karena merasa masih perlu memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ tutup Dalle.(jar)
Dikenal Tegas dan Ramah Kepada Siapa Saja
DIKENAL tegas dan ramah dengan siapa saja, itulah gambaran dari sosok dewan awak kali ini. Ia adalah Antonius Dalle, SP, suami dari, Eva Kasmi Wilis salah seorang bidan di Kecamatan Air Rami. Politisi Golkar ini lahir di Makasar Sulawesi Selatan (Sumsel) 14 Juni 1977, sekarang berdomisili di Desa Arga Jaya Kecamatan Air Rami. Antonius Dale juga pernah berdomisili di Medan dan sempat kuliah hingga mendapat gelar D2 di LPP Medan. Selanjutnya 2012 ia mendapat gelar S1 di Fakultas Pertanian jurusan Agronomi di Unihas Bengkulu.
Soal pengalaman, Antonius Dalle tentu tidak perlu diragukan lagi. Ia termasuk wiraswasta yang dukses dan juga pernah menjadi kariawan PT. Tolan Tiga yang merupakan induk dari perusahaan perkebunan terbesar Kabupaten Mukomuko, PT. Agromuko. Antonius Dale termasuk kariawan swasta yang sukses sebelum memilih terjun ke dunia politik.
Juga dalam beroganisasi, bapak dari 4 orang anak ini, banyak bergabung dalam berbagai gerakan kepemudaan. Seperti pernah menjabat sebagai pembina pemuda kaum tamandirajo Ipuh, bergabung dalam organisasi Ikatan Staf Indonesia, Ketua Pekerja Air Buluh Estate. Juga bergabung dalam organisasi lainnya.
‘’Zyang paling penting pergaulan dengan sesama, karena kita tidak bisa berbuat tanpa dibantu orang lain. Saya bersukur sejauh ini masih diberi kepercayaan. Saya akan terus berusaha melakukan yang terbaik,’’ ungkap Dalle.
Dalam dunia politik, Antonius setia dengan Golkar, ia mulai aktif bergabung pada tahun 2006. Pada 2009 maju sebagai caleg dan berkat kiprahnya selama ini, ia langsung mendapat dukungan dari masyarakat dan duduk di DPRD Mukomuko periode 2009-2014. Sekarang dalam parpol, ia menjabat sebagai sekretaris DPD 2 Golkar Kabupaten Mukomuko. Satu periode dirasanya belum bisa menjawab semua aspirasi masyarakat. Maka sekarang Antonius Dalle kembali maju sebagai caleg di partai Golkar Dapil III nomor urut 1. Di DPRD Mukomuko sendiri, Antonius Dalle sebagai anggota Banleg, sekretaris Komisi II dan sebagai anggota Komisi III.
‘’Saya berusaha melakukan yang terbaik sebagai wakil rakyat, memperjuangkan anggaran yang pro rakyat. Kita maju lagi sebagai anggota dewan karena merasa masih perlu memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ tutup Dalle.(jar)
Purwanto
Religius dan Bermasyarakat
DIKENAL religius dan berbicara seperlunya juga santun kepada semua orang, itulah sosok dewan kita kali ini. Ia adalah Purwanto, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan I Kabupaten Mukomuko. Lahir di semarang 23 Juni 1968 dan sekarang berdomisili di Desa Tirta Makmur Kecamatan Air Manjuto. Ia adalah sosok yang taat beragama dan juga disiplin dalam menjalankan tugas sebagai seorang wakil rakyat di DPRD Mukomuko.
Bersama istri tercinta, Mustika Wati, Purwanto sudah dikaruniai dua orang anak masing-masing, anak pertama Fitria Mar’atul Hasanah, anak kedua Nurul Ulfa Fauziah dan anak terakhirnya bernama Zahra Rahma Dewanti. Purwanto merupakan sosok panutuan bagi keluarganya dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Selain itu sosoknya juga cukup disegani oleh masyarakat termasuk di DPRD Mukomuko sendiri.
Di DPRD MUkomuko, Purwanto berada di Komisi III dan ia juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi Karya Keadilan dan sebagai wakil ketua badan kehormatan (BK) DPRD MUkomuko. Sebagai seorang dewan Purwanto cukup menguasai daerah pemilihannya, hingga banyak sekali catatan usulan pembangunan yang ia laporkan pada saat rapat pembahasan anggaran. Semuanya lantaran Purwanto termasuk wakil rakyat yang rajin turun ke masyarakat.
‘’Kita gak perlu hanya berangan-angan saja, tapi harus kita buktikan dengan usaha sekuat tenaga dan taklupa berdo'a disetiap waktu,’’ ungkap Purwanto.
Purwanto terjun kedunia politik sejak 1999 dan bergabung dengan PKS diawali sebagai ketua Ranting kemudian ketua DPC dan sekarang menjabat sebagai sekretaris DPC terhitung sejak 2009 lalu. Sekarang Purwanto kembali terdaftar sebagai caleg PKS Dapil I nomor urut 2. Ia kembali maju sebagai calon anggota dewan karena ingin terus mengabdi untuk daerah dan masyarakat, juga ia merasa masih banyak yang harus ia perjuangkan.
Dalam masyarakat Purwanto cukup dikenal oleh hampir semua kalangan, semuanya lantaran ia aktif bermasyarakat sejak awal. Pernah menjadi ketua Risma selanjutnya ketua karang taruna dan juga sebagai sekretaris badan kerja sama antar desa (PMPN Mandiri) Kecamatan Lubuk Pinang. Ia juga sukses sebagai seorang wiraswasta serta sebagai seorang petani sebagaimana masyarakat lainnya.
‘’Kita hidup dalam masyarakat, ya semua tentu sudah kita lakukan bersama dengan warga. Saya berusaha melakukan yang terbaik sesuai dengan fungsi dan kemampuan saya sebagai warga dan wakil dari masyarakat,’’ tutup Purwanto.(jar)
Religius dan Bermasyarakat
DIKENAL religius dan berbicara seperlunya juga santun kepada semua orang, itulah sosok dewan kita kali ini. Ia adalah Purwanto, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan I Kabupaten Mukomuko. Lahir di semarang 23 Juni 1968 dan sekarang berdomisili di Desa Tirta Makmur Kecamatan Air Manjuto. Ia adalah sosok yang taat beragama dan juga disiplin dalam menjalankan tugas sebagai seorang wakil rakyat di DPRD Mukomuko.
Bersama istri tercinta, Mustika Wati, Purwanto sudah dikaruniai dua orang anak masing-masing, anak pertama Fitria Mar’atul Hasanah, anak kedua Nurul Ulfa Fauziah dan anak terakhirnya bernama Zahra Rahma Dewanti. Purwanto merupakan sosok panutuan bagi keluarganya dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Selain itu sosoknya juga cukup disegani oleh masyarakat termasuk di DPRD Mukomuko sendiri.
Di DPRD MUkomuko, Purwanto berada di Komisi III dan ia juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi Karya Keadilan dan sebagai wakil ketua badan kehormatan (BK) DPRD MUkomuko. Sebagai seorang dewan Purwanto cukup menguasai daerah pemilihannya, hingga banyak sekali catatan usulan pembangunan yang ia laporkan pada saat rapat pembahasan anggaran. Semuanya lantaran Purwanto termasuk wakil rakyat yang rajin turun ke masyarakat.
‘’Kita gak perlu hanya berangan-angan saja, tapi harus kita buktikan dengan usaha sekuat tenaga dan taklupa berdo'a disetiap waktu,’’ ungkap Purwanto.
Purwanto terjun kedunia politik sejak 1999 dan bergabung dengan PKS diawali sebagai ketua Ranting kemudian ketua DPC dan sekarang menjabat sebagai sekretaris DPC terhitung sejak 2009 lalu. Sekarang Purwanto kembali terdaftar sebagai caleg PKS Dapil I nomor urut 2. Ia kembali maju sebagai calon anggota dewan karena ingin terus mengabdi untuk daerah dan masyarakat, juga ia merasa masih banyak yang harus ia perjuangkan.
Dalam masyarakat Purwanto cukup dikenal oleh hampir semua kalangan, semuanya lantaran ia aktif bermasyarakat sejak awal. Pernah menjadi ketua Risma selanjutnya ketua karang taruna dan juga sebagai sekretaris badan kerja sama antar desa (PMPN Mandiri) Kecamatan Lubuk Pinang. Ia juga sukses sebagai seorang wiraswasta serta sebagai seorang petani sebagaimana masyarakat lainnya.
‘’Kita hidup dalam masyarakat, ya semua tentu sudah kita lakukan bersama dengan warga. Saya berusaha melakukan yang terbaik sesuai dengan fungsi dan kemampuan saya sebagai warga dan wakil dari masyarakat,’’ tutup Purwanto.(jar)
Tegas dan Merakyat
SOSOK Dewan satu ini termasuk seorang wiraswasta sukses di Daerah Pemilihan (Dapil-3), namanya sudah dikenal oleh masyarakat dan berbagai kalangan jauh sebelum menjadi anggota DPRD Mukomuko, yaitu sebagai seorang kontraktor senior dan pembisnis. Berbagai bangunan yang dipercayakan kepadanya sukses diselesaikan dengan baik. Ia adalah Indra Jaya, SIP asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia merupakan sosok pribumi tulen, sekarang bedomisili di Desa Pulai Payung yang merupakan desa pemekaran dari Medan Jaya Kecamatan Ipuh dan dilahirkan juga di Ipuh pada 04 Juli 1962. Sekolah mulai dari SD di Ipuh, SMP dan SMA juga tidak jauh-jauh. Indra menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fisipol Unihas Arga Makmur.
Di dalam keluarga Indra menjadi sosok panutan dan juga merupakan bapak yang menjadi contoh bagi keluarga lainnya. Buktinya selain memiliki perekonomian yang termasuk mapan untuk perbandingan warga Kabupaten Mukomuko pada umumnya, anak-anaknya bersama dengan sang istri, Emi Karwati juga cukup mengaspirasi generasi lain.
Anak pertamanya Reza Ade Satria sekarang tengah menyelesaikan S1 di UNP Sumatra Barat (Sumbar) anak keduanya Ratu Desti Wulandari sekarang belajar di Amerika Serikat yang dikenal dengan Negeri Paman Sam. Berkat prestasinya, ia terpilih mewakil sekolah tingkat SLTA Sumbar untuk pertukaran pelajar luar negeri. Anak ketiganya Regina Bella Febrian dan sibungsu Rofron Rizki Alhadi juga masih bergelut dengan dunia pendidikan.
Anggota Komisi III yang sekarang tercatat sebagai caleg nomor urut 1 Partai PDI Perjuangan Dapil III Mukomuko ini juga dikenal sebagai ketua Gapensi Kabupaten Mukomuko. Dalam parpol ia mulai aktif pada 1999 dan merupakan kader setia PDI Perjuangan Mukomuko. Dari 1999 ia hanya sekedar membesarkan parpol saja, baru terjun sebagai caleg pada pemilu 2009 dan langsung terpilih. semuanya tak lepas dari apa yang sudah diperbuatnya di masyarakat sebelumnya. Pertama Indra menjabat sebagai ketua PAC PDIP Ipuh, selanjutnya wakil ketua DPC dan sekarang sebagai bendahara DPC Kabupaten Mukomuko.
Di DPRD Mukomuko, Indra juga bukan sekedar anggota biasa, ia adalah sekretaris Fraksi PDI Perjuangan dan juga anggota badan legislasi (Banleg) Mukomuko. Indra bersama nggota banleg lainnya, merupakan wakil rakyat yang cukup menentukan. Sebab ditangan mereka apa agenda dewan ditentukan. Indra dikenal kritis, tidak sedikit pengajuan raperda oleh eksekutif dicoretnya bersama anggota banleg lain. Sebab dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Ditemui anak ke 2 dari 4 bersaudara ini mengatakan, ia memutuskan mengurangi aktivitas lain demi terjun ke dunia politik. Tujuannya lain tidak bukan ingin menjadi bagian dari perjuang kepentingan daerah dan masyarakat itu sendiri. Maka dalam rapat dewan, ia dikenal dengan sosok yang tegas, kalau menurutnya tidak berpihak kepada masyarakat akan ditolaknya.
‘’Saya punya moto, tegas dan merakyat. Kalau sudah urusan kepentingan masyarakat saya tidak mau ulur-ulur waktu dan berbelit-belit. Kalau tidak saya tidak akan menerimanya,’’ ungkap sosok yang juga mengidolakan politisi PDIP yang sekarang menjabat Gubernur Jakarta, Jokowi ini.(jar)
Bunga Tanjung Politik
Caleg PAN Bantu Karang Taruna
POLITIK RM – Turnamen voly ball Putri Akbar di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Teramang Jaya berjalan sukses. Ditandai dengan keluarnya tim Voly putri Tanah Rekah Kecamatan Mukomuko sebagai pemenang usai mengalahkan tim voli tuan rumah pada babak final kemarin lusa (1/10)) dan malam puncak bersama organ tunggal dan rabab DJ. Suksesnya acara ini tak lepas dari peran serta para donator, tak terkecuali caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko dari PAN, H Yusmardi SH dan Hj Rosna Ichwan.
Pada saat berlangsungnya final, Rosna langsung menyaksikan jalannya pertandingan, bersama dengan kabid Olah Raga, Ismael, SH. Rosna juga menyerahkan bantuan kepada panitia berupa uang tunai dan peralatan olah raga seperti bola voly dan net. Serta memberi kostum kepada para pemenang turnamen. Dalam sambutannya Rosna mengucapkan selamat dan berharap PKK Bunga Tanjung terus maju serta membina atlet yang berkualitas.
‘’Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada istri pak bupati yang juga caleg PAN karena sudah memberi dukungan untuk suksesnya acara ini. Mudahan ibu Rosna selalu sukses,’’ kata Ketua Panitia Acara Sakri alias Mambo.
Malamnya berlangsung acara puncak, dimana caleg PAN untuk DPRD Provinsi Nomor 1, Yusmardi yang hadir, selain ikut membantu hadiah, Yusmardi juga secara langsung menyediakan musik tersebut. Ia mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sebab sosoknya sudah tidak asing lagi bagi warga setempat, ia memiliki keluarga besar dan rekan-rekan di desa dengan mata pilih sekitar 2000 orang ini.
‘’Kami bangga dengan kesediaan bapak Yusmardi hadir dan sekaligus menyediakan hiburan di malam puncak ini. Harapan kami pak Yusmardi bisa terus maju,’’ demikian ungkap ketua panitia Mukti Ali.
Sekedar untuk diketahui turnamen akbar ini sudah belangsung sejak 2 minggu lalu. Dimana ikut bertanding sebanyak 16 klub asal berbagai daerah. Hadiah utama Rp 5.300 000 dan hadiah nomor dua Rp 3. 200 000 disertai dengan piala. Pertandingan babak final yang mempertemukan tim tuan rumah dengan tim tanah rekah ini berlangsung seru. Kurang lebih seribu penonton hadir menyaksikan pertandingan. Masing-masing tim membawa sekuat terbaiknya.(jar)
PKB Targetkan 3 Besar
POLITIK RM – Kader-kader dan simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mukomuko terus bergerak. Target mereka adalah sebagai pemenang pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko menjadi harga mati. Salah satu lumbung suara parpol Nomor Urut 2 ini adalah Dapil III. Target tersebut tidak muluk-muluk rasanya jika melihat kemapuan delapan orang caleg yang diusung di daerah yang mencakup 5 kecamatan ini. Diantaranya ada Syamsurizal yang bedomisili di Ipuh kemudian Khusairi di Air Rami, Amrullah di Pondok Suguh dan nama-nama lainnya.
Seperti disampaikan Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti, S.Pd semua caleg Dapil III berpotensi memenangi pemilu. Syamsurizal punya kans besar di Ipuh, sebab ia sudah cukup dikenal. Juga Khusairi kemampuannya dan pergaulannya di masyarakat sangat baik. Ia merupakan salah seorang caleg yang menjadi andalan warga Air Rami untuk mengakhiri krisis perwakilan di DPRD Mukomuko selama ini.
‘’Dapil III salah satu daerah yang kita jadikan target lumbung suara untuk memenangi pemilu. Setidak-tidaknya kita menargetkan masuk dalam 3 besar di 5 kecamatan ini,’’ kata Himawan.
Khusairi mengaku akan berusaha bersama-sama dengan calon lainnya membawa PKB keluar sebagai pemenang pemilu di Dapil III. Namun ia mengaku, perjuangan untuk mengejar itu semua berat. Sebab semua parpol juga punya keinginan yang sama. Semua tergantung dengan masyaakat. Yang jelas ia maju sebagai caleg dengan target memenangi pemilu untuk bisa membela hak masyarakat.
‘’Saya berusaha dengan terus minta dukungan dari keluarga, kerabat dan masyarakat. Soal saya menang atau tidak nanti itu tergantung dengan masyarakat. bagaimanapun saya tetap menjaga hubungan baik dengan warga dan ini sudah sejak lama,’’ demikian Khusairi.(jar)
KPU Segera Rekrut Tim Sosialisasi
POLITIK RM – Dalam bulan ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko segera menetapkan agen sosialisasi pemilih. Mereka terdiri dari 5 golongan pemilih yang dinilai mampu menjalankan tugas tersebut. Para agen ini akan dihorkan oleh KPU untuk masa tugas selama masa sosialisasi kepada masyarakat oleh pelaksana pemilu.
Adapun 5 kelompok agen pemilu yang dimaksud terdiri dari, golongan pemilih pemula, kelompok pemilih perempuan, kelompok agama, penyandang disabilitas atau penyandang cacat dan kaum marginal. Masing-masing Dari 5 kelompok ini diambil 3 orang agen. Mereka ditugaskan untuk menemui kalangannya guna mensosialisasikan agar menggunakan hak pilihnya.
Dihubungi Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan tanggal pasti penetapan agen ini belum tahu, sebab mereka masih menunggu petunjuk dari pusat dan juga persiapan perekrutan sendiri. Sistimnya kemungkinan ada dua cara, pertama ditunjuk langsung sesuai kelompoknya atau pemilihan dengan terbuka.
‘’Kita boleh menunjuk orang yang layak atau melakukan perekrutan secara terbuka. Semuanya tergantung dengan persiapan dan juga kemampuan dari anggaran KPU sendiri,’’ kata Dawud.
Masa tugas tim sendiri hanya selama 3 bulan, besar kemungkinan mengingat sesuai jumlahnya 5 orang, akan diambil 1 per kecamatan. Keberadaan mereka diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu mendatang.
‘’Kami tetap akan memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada mereka, antara lain menyangkut tugas dan fungsi mereka, pola kerja, juga akan kami beri buku panduan untuk sosialisasi pemilu," tutup Dawud.(jar)
Caleg PBB Fokus Kuasai Basis
POLITIK RM – Setiap parpol dan caleg punya strategi politik sendiri dalam rangka mengejar target memenangi pemilu 2014. Jika beberapa calon gencar bergerilya kemana-mana di dapilnya, lain halnya dengan caleg Partai Bulan Bintang (PBB). Sebagian besar calegnya tidak tampak keluar, mereka fokus membina daerah lumbung suaranya sendiri. Jurus ini sesuai dengan target mereka, menimal meraih 1 kursi.
Dihubungi salah seorang caleg kuat PBB dapil I yang juga pernah memimpin DPD NasDem Mukomuko, Maihardi, SE mengaku belum banyak bergerak keluar. Ia sekarang lebih fokus membia daerahnya sendiri. Beberapa caleg PBB melalukan hal yang serupa sampai dengan hari ini. Namun bukan berarti mereka tidak memantau perkembangan politik di luar.
‘’Kita masih di sekitar ini saja, nanti mungkin akan keluar juga, yang jelas kami semua siap bersaing. Mulai dengan persaingan antar parpol maupun antar caleg dalam parpol sendiri,’’ kata Maihardi.
Ketua DPC PBB Mukomuko, Mukti Ali, S.IP juga mengaku semua caleg PBB sekarang sedang berjuang untuk mencari dukungan. Rencananya dalam waktu dekat akan menghadirkan pengurus DPD Provinsi dan politisi senior PBB lainnya ke Mukomuko dalam rangka memberi pembinaan dan pembelajaran politik bagi caleg dan kader PBB di Mukomuko.
‘’Kita menargetkan dapat ada perwakilan yang duduk setiap dapilnya, maka caleg akan kita bekali untuk lebih fokus dan memahami bagaimana teknik memenangkan pemilu,’’ demikian Mukti Ali.(jar)
Parpol Islam Dinilai Masih Unggul
POLITIK RM – Isu politik di tingkat nasional maupun permasalahan lain parpol islam tidak banyak mempengaruhi dukungan pada pemilu di Kabupaten Mukomuko. Diperkirakan parpol islam masih menjadi pilihan bahkan berpeluang memenangi pemilu 2014. Pendapatan ini disampaikan oleh salah seorang tokoh Mukomuko sekaligus dosen senior Unib, H Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskan Hamdani, berita politik di tingkat nasional tidak akan berpengaruh banyak terhadap parpol islam, sebab yang mendapat sorotan hampir semua parpol. Kalau caleg yang diusung parpol islam itu bagus, maka dipastikan bakal menjadi pilihan masyarakat. Warga Mukomuko masih kental dengam budaya keagamaannya. Seperti di trans-trans sejak lama mereka lebih tertarik dan biasa dengan parpol bernuansa agama.
‘’Saya rasa partai islam masih jaya di Mukomuko, sebab pro keagamaan itu masih tinggi, terutama masyarakat di desa-desa dan juga di pemukiman transmigrasi. Gambar parpol itu mempengaruhi mereka dalam menggunakan hak pilihnya,’’ kata Hamdani.
Pada dasarnya, masih diterangkan Hamdani, kunci kemenangan parpol itu ada pada kader yang mereka usung, sebab sebagian masyarakat memilih bukan lantaran fanatisme pada partainya saja melainkan karena orang yang mencalon. Bagaimanapun orang dekat dan pernah berjasa dengan mereka akan menjadi pilihan pertama. Maka kalau selama ini tidak bergaul dengan baik dengan masyarakat jangan berharap banyak untuk dipilih,’’ tutup Hamdani.
Ketua DPC PKB Adrizon, juga merasa yakin parpol yang dipimpinnya akan keluar sebagai pemenang pemilu. Sebab selain PKB dikenal sebagai parpol yang lahir dari NU, parpol nomor 2 ini memiliki caleg yang bermutu dan siap bersaing. Hampir disemua dapil mereka memiliki kekuatan yang merata dan tersebar.
‘’Yang jelas kita optimis, sesuai dengan keseriusan kawan-kawan di lapangan, tidak ada yang tidak mungkin. Persaingan pasti berat namun itu biasa saja,’’ demikian Adrizon.(jar)
Incumbent dan Caleg Baru, 50:50
DI lain sisi, persaingan untuk merebut 4 jatah kursi DPRD Provinsi Bengkulu diperkirakan tak kalah serunya dengan perebutan kursi DPRD kabupaten. Pasalnya, isu sementara kekuatan antara caleg incumbent dan beberapa caleg baru masih sama kuat atau 50-50. Yang akan menentukan adalah kekuatan dari setiap caleg pendamping calon-calon kuat dari masing-masing parpol tersebut.
Salah seorang tokoh terkemuka Kabupaten Mukomuko dosen Unib H Hamdani Makir, SH, M.Hum mengatakan sejauh ini ia melihat peluang untuk dewan provinsi asal Mukomuko masih sama kuat. Dewan aktif sejauh ini masih konsisten turun ke masyarakat dan berkomentar tentang daerah asalnya. Juga calon baru diketahui punya kesiapan cukup matang sebelum terjun ke kancah ini.
‘’Saya rasa untuk provinsi ini akan ada persaingan ketat, sebab dewan aktif dengan calon lama sama-sama memiliki pengaruh. Saya melihat dewan sekarang ini rajin ke lapangan dan banyak berbuat, juga calon baru punya kesiapan yang cukup matang sejak jauh-jauh hari,’’ ujar Hamdani.
Lanjutnya, dari keempat dewan provinsi aktif sekarang hampir dipastikan masih ada yang bertahan. Namun mempertahankan itu bukan perkara mudah, nama Yusmadri, Bassendri, Rosna Ichwan dan caleg provinsi lainnya dipastikan akan bersaing dengan ketat. Sebab mereka punya parpol yang kuat dan juga dikenal oleh masyarakat. Termasuk dari segi pendanaan mereka sudah tidak diragukan lagi.
‘’Dana sama-sama punya, nama besar juga, maka persaingan itu akan menarik. Tinggal lagi nanti parpol mana yang masuk 4 besar ini,’’ tegasnya.
Salah seorang caleg kuat Provinsi asal PAN, H Yusmardi, SH mengatakan soal persaingan mereka akan berupaya sesuai kemampuan. Namun mengenai pengaruh dewan aktif asal provinsi baginya bukan hal yang perlu ditakuti. Sebab masyarakat yang akan menentukan siapa yang mereka yakini mampu membawa pembangunan ke daerah ini lebih lagi kedepannya.
‘’Saya berusaha, soal duduk atau tidak tergantung masyarakat. sebab tujuan kita maju adalah untuk meperjuangkan aspirasi daerah dan warga ke tingkat Provinsi,’’ tutup Yusmardi.(jar)
DPC PPP Terus Lakukan Penguatan
POLITIK RM – Gebrakan para politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agaknya sudah tak terbendung lagi. Mereka termasuk barisan caleg yang paling solid saat ini dan gencar bersosialisasi kepada calon pemilih. Disamping itu koordinasi antar caleg terus mereka lakukan setiap minggunya, guna membahas berbagai isu yang terjadi di lapangan.
Ketua DPC PPP, Masripani Maas, SH menerangkan mereka selalu bergerak setiap saatnya. Namun tidak melakukan kampanye yang bersipat masa, melainkan lebih kepada pendekatan secara langsung kepada calon pemilih pada saat tertentu. Dan sejak awal caleg PPP diinstruksikan untuk terus menjaga basisnya dan berusaha melakukan pendekatan kepada masyarakat secara persuasif.
‘’Kita usahakan semua caleg bisa mendapat dukungan sebanyak-banyaknya, maka jauh-jauh hari mereka mulai bergerak melakukan pendekatan dengan calon pemilih. Dan semua caleg PPP merupakan tokoh masyarakat yang memang berdomisili di daerahnya masing-masing,’’ ungkap Masri.
Lanjutnya, caleg PPP saling berkoordinasi, siapapun yang duduk diantara mereka menjadi kemenangan bagi calon lainnya. Ia mengakui untuk memenangi pemilu bukan perkara mudah, sebab persaingan antar parpol cukup ketat. Masri menargetkan PPP meraih jatah kursi di setiap dapilnya.
‘’Kita harus berusaha, sebab persaingan sangat ketat. harapan kami dengan kerjasama caleg ini bisa meraih setidaknya 1 kursi per dapil,’’ demikian Masri.(jar)
POLITIK RM – Turnamen voly ball Putri Akbar di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Teramang Jaya berjalan sukses. Ditandai dengan keluarnya tim Voly putri Tanah Rekah Kecamatan Mukomuko sebagai pemenang usai mengalahkan tim voli tuan rumah pada babak final kemarin lusa (1/10)) dan malam puncak bersama organ tunggal dan rabab DJ. Suksesnya acara ini tak lepas dari peran serta para donator, tak terkecuali caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko dari PAN, H Yusmardi SH dan Hj Rosna Ichwan.
Pada saat berlangsungnya final, Rosna langsung menyaksikan jalannya pertandingan, bersama dengan kabid Olah Raga, Ismael, SH. Rosna juga menyerahkan bantuan kepada panitia berupa uang tunai dan peralatan olah raga seperti bola voly dan net. Serta memberi kostum kepada para pemenang turnamen. Dalam sambutannya Rosna mengucapkan selamat dan berharap PKK Bunga Tanjung terus maju serta membina atlet yang berkualitas.
‘’Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada istri pak bupati yang juga caleg PAN karena sudah memberi dukungan untuk suksesnya acara ini. Mudahan ibu Rosna selalu sukses,’’ kata Ketua Panitia Acara Sakri alias Mambo.
Malamnya berlangsung acara puncak, dimana caleg PAN untuk DPRD Provinsi Nomor 1, Yusmardi yang hadir, selain ikut membantu hadiah, Yusmardi juga secara langsung menyediakan musik tersebut. Ia mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sebab sosoknya sudah tidak asing lagi bagi warga setempat, ia memiliki keluarga besar dan rekan-rekan di desa dengan mata pilih sekitar 2000 orang ini.
‘’Kami bangga dengan kesediaan bapak Yusmardi hadir dan sekaligus menyediakan hiburan di malam puncak ini. Harapan kami pak Yusmardi bisa terus maju,’’ demikian ungkap ketua panitia Mukti Ali.
Sekedar untuk diketahui turnamen akbar ini sudah belangsung sejak 2 minggu lalu. Dimana ikut bertanding sebanyak 16 klub asal berbagai daerah. Hadiah utama Rp 5.300 000 dan hadiah nomor dua Rp 3. 200 000 disertai dengan piala. Pertandingan babak final yang mempertemukan tim tuan rumah dengan tim tanah rekah ini berlangsung seru. Kurang lebih seribu penonton hadir menyaksikan pertandingan. Masing-masing tim membawa sekuat terbaiknya.(jar)
PKB Targetkan 3 Besar
POLITIK RM – Kader-kader dan simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mukomuko terus bergerak. Target mereka adalah sebagai pemenang pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko menjadi harga mati. Salah satu lumbung suara parpol Nomor Urut 2 ini adalah Dapil III. Target tersebut tidak muluk-muluk rasanya jika melihat kemapuan delapan orang caleg yang diusung di daerah yang mencakup 5 kecamatan ini. Diantaranya ada Syamsurizal yang bedomisili di Ipuh kemudian Khusairi di Air Rami, Amrullah di Pondok Suguh dan nama-nama lainnya.
Seperti disampaikan Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti, S.Pd semua caleg Dapil III berpotensi memenangi pemilu. Syamsurizal punya kans besar di Ipuh, sebab ia sudah cukup dikenal. Juga Khusairi kemampuannya dan pergaulannya di masyarakat sangat baik. Ia merupakan salah seorang caleg yang menjadi andalan warga Air Rami untuk mengakhiri krisis perwakilan di DPRD Mukomuko selama ini.
‘’Dapil III salah satu daerah yang kita jadikan target lumbung suara untuk memenangi pemilu. Setidak-tidaknya kita menargetkan masuk dalam 3 besar di 5 kecamatan ini,’’ kata Himawan.
Khusairi mengaku akan berusaha bersama-sama dengan calon lainnya membawa PKB keluar sebagai pemenang pemilu di Dapil III. Namun ia mengaku, perjuangan untuk mengejar itu semua berat. Sebab semua parpol juga punya keinginan yang sama. Semua tergantung dengan masyaakat. Yang jelas ia maju sebagai caleg dengan target memenangi pemilu untuk bisa membela hak masyarakat.
‘’Saya berusaha dengan terus minta dukungan dari keluarga, kerabat dan masyarakat. Soal saya menang atau tidak nanti itu tergantung dengan masyarakat. bagaimanapun saya tetap menjaga hubungan baik dengan warga dan ini sudah sejak lama,’’ demikian Khusairi.(jar)
KPU Segera Rekrut Tim Sosialisasi
POLITIK RM – Dalam bulan ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko segera menetapkan agen sosialisasi pemilih. Mereka terdiri dari 5 golongan pemilih yang dinilai mampu menjalankan tugas tersebut. Para agen ini akan dihorkan oleh KPU untuk masa tugas selama masa sosialisasi kepada masyarakat oleh pelaksana pemilu.
Adapun 5 kelompok agen pemilu yang dimaksud terdiri dari, golongan pemilih pemula, kelompok pemilih perempuan, kelompok agama, penyandang disabilitas atau penyandang cacat dan kaum marginal. Masing-masing Dari 5 kelompok ini diambil 3 orang agen. Mereka ditugaskan untuk menemui kalangannya guna mensosialisasikan agar menggunakan hak pilihnya.
Dihubungi Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan tanggal pasti penetapan agen ini belum tahu, sebab mereka masih menunggu petunjuk dari pusat dan juga persiapan perekrutan sendiri. Sistimnya kemungkinan ada dua cara, pertama ditunjuk langsung sesuai kelompoknya atau pemilihan dengan terbuka.
‘’Kita boleh menunjuk orang yang layak atau melakukan perekrutan secara terbuka. Semuanya tergantung dengan persiapan dan juga kemampuan dari anggaran KPU sendiri,’’ kata Dawud.
Masa tugas tim sendiri hanya selama 3 bulan, besar kemungkinan mengingat sesuai jumlahnya 5 orang, akan diambil 1 per kecamatan. Keberadaan mereka diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu mendatang.
‘’Kami tetap akan memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada mereka, antara lain menyangkut tugas dan fungsi mereka, pola kerja, juga akan kami beri buku panduan untuk sosialisasi pemilu," tutup Dawud.(jar)
Caleg PBB Fokus Kuasai Basis
POLITIK RM – Setiap parpol dan caleg punya strategi politik sendiri dalam rangka mengejar target memenangi pemilu 2014. Jika beberapa calon gencar bergerilya kemana-mana di dapilnya, lain halnya dengan caleg Partai Bulan Bintang (PBB). Sebagian besar calegnya tidak tampak keluar, mereka fokus membina daerah lumbung suaranya sendiri. Jurus ini sesuai dengan target mereka, menimal meraih 1 kursi.
Dihubungi salah seorang caleg kuat PBB dapil I yang juga pernah memimpin DPD NasDem Mukomuko, Maihardi, SE mengaku belum banyak bergerak keluar. Ia sekarang lebih fokus membia daerahnya sendiri. Beberapa caleg PBB melalukan hal yang serupa sampai dengan hari ini. Namun bukan berarti mereka tidak memantau perkembangan politik di luar.
‘’Kita masih di sekitar ini saja, nanti mungkin akan keluar juga, yang jelas kami semua siap bersaing. Mulai dengan persaingan antar parpol maupun antar caleg dalam parpol sendiri,’’ kata Maihardi.
Ketua DPC PBB Mukomuko, Mukti Ali, S.IP juga mengaku semua caleg PBB sekarang sedang berjuang untuk mencari dukungan. Rencananya dalam waktu dekat akan menghadirkan pengurus DPD Provinsi dan politisi senior PBB lainnya ke Mukomuko dalam rangka memberi pembinaan dan pembelajaran politik bagi caleg dan kader PBB di Mukomuko.
‘’Kita menargetkan dapat ada perwakilan yang duduk setiap dapilnya, maka caleg akan kita bekali untuk lebih fokus dan memahami bagaimana teknik memenangkan pemilu,’’ demikian Mukti Ali.(jar)
Parpol Islam Dinilai Masih Unggul
POLITIK RM – Isu politik di tingkat nasional maupun permasalahan lain parpol islam tidak banyak mempengaruhi dukungan pada pemilu di Kabupaten Mukomuko. Diperkirakan parpol islam masih menjadi pilihan bahkan berpeluang memenangi pemilu 2014. Pendapatan ini disampaikan oleh salah seorang tokoh Mukomuko sekaligus dosen senior Unib, H Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskan Hamdani, berita politik di tingkat nasional tidak akan berpengaruh banyak terhadap parpol islam, sebab yang mendapat sorotan hampir semua parpol. Kalau caleg yang diusung parpol islam itu bagus, maka dipastikan bakal menjadi pilihan masyarakat. Warga Mukomuko masih kental dengam budaya keagamaannya. Seperti di trans-trans sejak lama mereka lebih tertarik dan biasa dengan parpol bernuansa agama.
‘’Saya rasa partai islam masih jaya di Mukomuko, sebab pro keagamaan itu masih tinggi, terutama masyarakat di desa-desa dan juga di pemukiman transmigrasi. Gambar parpol itu mempengaruhi mereka dalam menggunakan hak pilihnya,’’ kata Hamdani.
Pada dasarnya, masih diterangkan Hamdani, kunci kemenangan parpol itu ada pada kader yang mereka usung, sebab sebagian masyarakat memilih bukan lantaran fanatisme pada partainya saja melainkan karena orang yang mencalon. Bagaimanapun orang dekat dan pernah berjasa dengan mereka akan menjadi pilihan pertama. Maka kalau selama ini tidak bergaul dengan baik dengan masyarakat jangan berharap banyak untuk dipilih,’’ tutup Hamdani.
Ketua DPC PKB Adrizon, juga merasa yakin parpol yang dipimpinnya akan keluar sebagai pemenang pemilu. Sebab selain PKB dikenal sebagai parpol yang lahir dari NU, parpol nomor 2 ini memiliki caleg yang bermutu dan siap bersaing. Hampir disemua dapil mereka memiliki kekuatan yang merata dan tersebar.
‘’Yang jelas kita optimis, sesuai dengan keseriusan kawan-kawan di lapangan, tidak ada yang tidak mungkin. Persaingan pasti berat namun itu biasa saja,’’ demikian Adrizon.(jar)
Incumbent dan Caleg Baru, 50:50
DI lain sisi, persaingan untuk merebut 4 jatah kursi DPRD Provinsi Bengkulu diperkirakan tak kalah serunya dengan perebutan kursi DPRD kabupaten. Pasalnya, isu sementara kekuatan antara caleg incumbent dan beberapa caleg baru masih sama kuat atau 50-50. Yang akan menentukan adalah kekuatan dari setiap caleg pendamping calon-calon kuat dari masing-masing parpol tersebut.
Salah seorang tokoh terkemuka Kabupaten Mukomuko dosen Unib H Hamdani Makir, SH, M.Hum mengatakan sejauh ini ia melihat peluang untuk dewan provinsi asal Mukomuko masih sama kuat. Dewan aktif sejauh ini masih konsisten turun ke masyarakat dan berkomentar tentang daerah asalnya. Juga calon baru diketahui punya kesiapan cukup matang sebelum terjun ke kancah ini.
‘’Saya rasa untuk provinsi ini akan ada persaingan ketat, sebab dewan aktif dengan calon lama sama-sama memiliki pengaruh. Saya melihat dewan sekarang ini rajin ke lapangan dan banyak berbuat, juga calon baru punya kesiapan yang cukup matang sejak jauh-jauh hari,’’ ujar Hamdani.
Lanjutnya, dari keempat dewan provinsi aktif sekarang hampir dipastikan masih ada yang bertahan. Namun mempertahankan itu bukan perkara mudah, nama Yusmadri, Bassendri, Rosna Ichwan dan caleg provinsi lainnya dipastikan akan bersaing dengan ketat. Sebab mereka punya parpol yang kuat dan juga dikenal oleh masyarakat. Termasuk dari segi pendanaan mereka sudah tidak diragukan lagi.
‘’Dana sama-sama punya, nama besar juga, maka persaingan itu akan menarik. Tinggal lagi nanti parpol mana yang masuk 4 besar ini,’’ tegasnya.
Salah seorang caleg kuat Provinsi asal PAN, H Yusmardi, SH mengatakan soal persaingan mereka akan berupaya sesuai kemampuan. Namun mengenai pengaruh dewan aktif asal provinsi baginya bukan hal yang perlu ditakuti. Sebab masyarakat yang akan menentukan siapa yang mereka yakini mampu membawa pembangunan ke daerah ini lebih lagi kedepannya.
‘’Saya berusaha, soal duduk atau tidak tergantung masyarakat. sebab tujuan kita maju adalah untuk meperjuangkan aspirasi daerah dan warga ke tingkat Provinsi,’’ tutup Yusmardi.(jar)
DPC PPP Terus Lakukan Penguatan
POLITIK RM – Gebrakan para politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) agaknya sudah tak terbendung lagi. Mereka termasuk barisan caleg yang paling solid saat ini dan gencar bersosialisasi kepada calon pemilih. Disamping itu koordinasi antar caleg terus mereka lakukan setiap minggunya, guna membahas berbagai isu yang terjadi di lapangan.
Ketua DPC PPP, Masripani Maas, SH menerangkan mereka selalu bergerak setiap saatnya. Namun tidak melakukan kampanye yang bersipat masa, melainkan lebih kepada pendekatan secara langsung kepada calon pemilih pada saat tertentu. Dan sejak awal caleg PPP diinstruksikan untuk terus menjaga basisnya dan berusaha melakukan pendekatan kepada masyarakat secara persuasif.
‘’Kita usahakan semua caleg bisa mendapat dukungan sebanyak-banyaknya, maka jauh-jauh hari mereka mulai bergerak melakukan pendekatan dengan calon pemilih. Dan semua caleg PPP merupakan tokoh masyarakat yang memang berdomisili di daerahnya masing-masing,’’ ungkap Masri.
Lanjutnya, caleg PPP saling berkoordinasi, siapapun yang duduk diantara mereka menjadi kemenangan bagi calon lainnya. Ia mengakui untuk memenangi pemilu bukan perkara mudah, sebab persaingan antar parpol cukup ketat. Masri menargetkan PPP meraih jatah kursi di setiap dapilnya.
‘’Kita harus berusaha, sebab persaingan sangat ketat. harapan kami dengan kerjasama caleg ini bisa meraih setidaknya 1 kursi per dapil,’’ demikian Masri.(jar)
Monday, 30 September 2013
Kabupaten Mukomuko Politik
659 Ganda, 13 Pemilih Meninggal
POLITIK RM – Tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko bersama rekan kerjanya hingga ke tingkat PPS masih sangat berat, terutama terkait dengan perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pasalnya data mata pilih diketahui belum juga valid, meski pendataan sudah dilakukan sedemikian rupa. Dari temuan terakhir panwas diketahui sebanyak 659 pemilih terdaftar ganda dan 13 orang sudah meninggal dunia. Selain itu juga tercatat 7197 pemilih belum lengkap datanya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan data ini merupakan hasil revisi di tingkat pusat beberapa waktu lalu. Jumlah pemilih ganda di Kabupaten Mukomuko tergolong cukup tinggi, nomor dua se Provinsi Bengkulu setelah kota yang mencapai seribu lebih pemilih ganda. Selain itu pemilih dengan data belum lengkap juga cukup tinggi, mulai dari tidak ada tanggal lahir, nomor NIP hingga permasalahan lainnya.
‘’Data ini berdasarkan evaluasi oleh panwaslu, tugas kita selanjutnya adalah mencari atau meperbaiki kesalahan ini hingga batas waktu sesuai dengan surat edaran dari pusat beberapa waktu lalu,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak panwaslu untuk melakukan penelusuran data ganda ini juga permasalahan lainnya. Besar kemungkinan kejadian ini lantaran pemilih yang pindah-pindah dan juga pemilih yang tinggal di dua tempat. Sebagai contoh pegawai, tinggal di Mukomuko sementara KTP asal luar Mukomuko. Hingga di Mukomuko mereka di data di desa asalnya juga dilakukan pendataan. Selain itu ada persoalan di perbatasan antar wilayah, penduduk terdaftar di dua desa atau di dua kecamatan yang berbatasan.
‘’Kita akan cek secara pasti data yang ada, letak kesalahannya dimana saja, kalau perkiraan kita ini menyangkut warga yang bekerja di luar daerah asalnya kemudian di data di dua lokasi. Juga masalah warga yang tinggal di perbatasan,’’ tegas Dawud.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH mengakui beberapa temuan ini. Selanjutnya tugas dari KPU untuk melakukan kroscek data mereka, sehingga kesalahan itu bisa dibenahi semaksimal mungkin. Sebab data ganda menyebabkan meningkatnya angka golput dan rawan disalahgunakan saat pemilihan mendatang.
‘’Mengapa ganda dan kesalahan lain, pada dasarnya semua orang bisa memperkirakan. Saat ini masih lumayan bagus sebab selisih data satu dengan yang lain tidak terlalu melebar,’’ demikian Padlul.(jar)
PPK & Panwascam Tetapkan Jalur Hijau
POLITIK RM – Untuk menentukan kawasan yang bebas dari alat peraga kampanye para caleg dan partai politik (parpol) di tingkat kecamatan. Pelaksana Pemilu Kecamatam (PPK) dan Panwascam gelar rapat bersama dengan pemerintah kecamatan dan desa. Seperti kemarin, giliran PPK Air Manjuto gelar pertemuan setelah sebelumnya Kecamatan XIV Koto. Rapat ini terus bergiliran dilakukan di masing-masing kecamatan.
Salah seorang anggota KPU bidang pengawasan dan publikasi, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd menerangkan ia ikut hadir dalam rapat di kecamatan. Dimana pokok pembahasannya adalah menentukan kawasan yang bebas dari peralatan kampanye para caleg. Sedangkan untuk kota Mukomuko sudah ditetapkan dalam rapat bersama sebelumnya, dimana dari bundaran hingga ke depan KPU dilarang memasang alat peraga kampanye.
‘’Sama dengan di Mukomuko, ada kawasan yang dilarang pemasangan peraga kampanye, untuk kecamatan seluruhnya juga ada, hari ini (kemarin red) saya diundang oleh PPK kecamatan untuk gelar rapat penentuan jalur hijau tersebut,’’ ungkap Siregar.
Ditargetkan hingga bulan Oktober ini jalur bebas di setiap kecamatan sudah ditetapkan dan langsung realisasi dari aturan tersebut. Mengenai perkiraan lokasi di kecamatan yang bebas peraga kampanye, sama halnya di kabupatem, yaitu di wilayah pusat kota kecamatan atau alun-alunnya. Tujuannya untuk tetap menjaga kondisi wilayah yang padat tersebut tetap bersih dan menghindari ada hal yang tidak diinginkan, seperti gangguan kepada masyarakat oleh peraga kampanye pemilu.
‘’Sama saja, wilayah yang dilarang itu adalah pusat keramaian kecamatan, semuanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,’’ demikian Siregar.(jar)
Rosna Targetkan 30 Ribu Suara
POLITIK RM – Masuknya nama Hj Rosna Ichwan sebagai salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) untuk DPRD Provinsi Bengkulu Nomor 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN) hingga kini mengundang berbagai pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya istri orang nomor wahid di Kabupaten Mukomuko ini awalnya digadang-gadangkan sebagai penerus pemerintahan sang suami Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM untuk membangun Mukomuko. Lantas mengapa Rosna berubah haluan, mencalon sebagai anggota dewan.
Menjawab pertanyaan ini, salah seorang tokoh wanita Dapil III, Roslinar yang cukup dekat dengan Rosna memberi penjelasan. Pada awalnya memang Ketua TP-PKK Mukomuko tersebut tidak terlalu bersemangat maju sebagai caleg. Sebab ia ingin konsentrasi menyelesaikan tugasnya membina kaum perempuan di daerah ini dan juga membantu masyarakat. Selain itu Rosna juga tipikal seorang istri yang begitu semangat untuk membantu menyukseskan program pemerintahan Ichwan Yunus. Termasuk persiapannya untuk maju sebagai calon bupati mendatang sesuai usulan dari masyarakat.
‘’Ibu maju atas permintaan dari warga dan kawan-kawan, dia sendiri awalnya tidak begitu tertarik. Namun kami menginginkannya tetap maju bersama PAN. Saya langsung yang mengurus semua persyaratan ibu supaya mencaleg. Dia orangnya suka bekerja, selalu memikirkan bagaimana bisa menyukseskan setiap programnya dan program daerah,’’ kata Caleg Nomor Urut 3 PAN Dapil III Kabupaten Mukomuko ini.
Sekarang disela-sela kesibukannya sebagai Ketua TP-PKK dan pembina PAUD, Rosna kian serius untuk memenangi pemilu. Ia menargetkan suara pribadinya sebanyak 30 ribu pada pemilu mendatang. Tujuannya agar PAN keluar sebagai pemenang pemilu sesuai yang ditargetkan. Keberuntungan bagi caleg lain termasuk caleg DPRD Mukomuko dan DPR RI, sebab nama besar Rosna bakal meningkatkan suara mereka.
‘’Ibu menargetkan suara setidaknya 30 ribu pada pemilu mendatang, ini adalah kabar gembira bagi kita semua caleg PAN, sebab dipilihnya Ibu Rosna, berarti juga kemenangan bagi caleg lainnya. Ibu Rosna sudah banyak berbuat untuk masyarakat, terget itu sangat masuk akal,’’ tegas wanita berdarah Malin Deman dan Ipuh ini.
Terus bagaimana dengan Roslinar sendiri sebagai caleg wanita asal Dapil III? Wanita yang dikenal ramah dan suka membantu ini, mengaku optimis. Ia akan mendapat dukungan dari keluarga, masyarakat dan siap bersaing dengan caleg lainnya. Caleg Nomor 3 ini bertekad ingin duduk di DPRD Mukomuko demi memperjuangkan aspirasi warga Malin Deman, Ipuh, Air Rami, Sungai Rumbai Pondok Suguh dan Kabupaten Mukomuko pada umumnya.
‘’Saya akan terus berjuang, mudahan dukungan dari keluarga, rekan-rekan dan masyarakat saya bisa duduk. Tujuan saya lain tidak bukan untuk membawa aspirasi masyarakat untuk pembangunan ke depan. Meskipun saya belum ditakdirkan duduk, saya juga akan terus berbuat selagi mampu dan ada jalannya,’’ demikian Roslinar.(jar)
Caleg DPR RI Berebut Simpatik
POLITIK RM – Kabupaten Mukomuko agaknya menjadi salah satu ‘’Medan Pertempuran’’ sejumlah kalangan politisi yang mengadu nasib menuju Senayan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu. Buktinya sampai saat sekarang sudah beberapa caleg RI merapat ke Mukomuko, sebut saja Patrice Rio Capella, Jhon Ramadhan, Dana Anugerah Raffiansyah, Diah Agusrin, Resko Wardoyo, Dewi Qoryati serta mantan aktris papan atas Marissa Haque. Diperkirakan seiring dengan berjalannya waktu akan lebih banyak lagi caleg DPR RI yang bakal datang ke daerah dengan 120 ribu lebih kurang mata pilih ini.
Alasan mereka menjadikan Mukomuko sebagai daerah tujuan untuk memperoleh dukungan sangat wajar. Pasalnya tidak ada satu pun warga asal Mukomuko yang mencalon DPR RI. Itu artinya warga Mukomuko tidak punya pilihan. Selain itu masyarakat Mukomuko selalu open terhadap pendatang dan sangat menghargai sebuah pengorbanan dari orang lain.
Dihubungi via Hp, Jhon Ramadahan mengaku optimis bakal mendapat dukungan dari warga Mukomuko. Sebab ia hadir di Mukomuko bukan pada saat ingin mencalon saja. Jauh sebelumnya ia sudah rutin ke Mukomuko dalam rangka membantu warga Mukomuko yang berada di desa-desa, sesuai dengan tugasnya selaku staf khusus Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT). Tidak sedikit lagi bantuan bagi masyarakat dan petani yang disalurkan melalui dirinya.
‘’Saya yakin saja, sebab Mukomuko sudah tidak asing bagi saya. Mungkin ada yang baru datang saat minta bantuan warga ke sana, kalau saya sudah rutin menemuia warga ke desa-desa,’’ ungkap Caleg DPR RI Nomor urut 1 asal PKB ini.
Salah seorang warga, Mardison mengakui sudah mendengar beberapa nama Caleg DPR RI yang diekspos melalui media Radar Mukomuko (RM). Sejauh ini baru ada tiga tokoh yang pernah menampilkan profilnya di koran, yaitu Dana, Jhon Ramadhan dan Rekso Wardoyo. Selebihnya belum diketahui siapa mereka sebenarnya. Mardison mengaku belum memiliki pilihan yang pasti.
‘’Kalau tiga nama yang sudah ada profilnya kita sedikit lebih kenal, namun soal memilih itu nanti, sebab DPR RI itu cakupannya luas, kita harus benar-benar yakin mereka bisa berbuat untuk Mukomuko,’’ demikian Mardison.(jar)
POLITIK RM – Tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko bersama rekan kerjanya hingga ke tingkat PPS masih sangat berat, terutama terkait dengan perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pasalnya data mata pilih diketahui belum juga valid, meski pendataan sudah dilakukan sedemikian rupa. Dari temuan terakhir panwas diketahui sebanyak 659 pemilih terdaftar ganda dan 13 orang sudah meninggal dunia. Selain itu juga tercatat 7197 pemilih belum lengkap datanya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan data ini merupakan hasil revisi di tingkat pusat beberapa waktu lalu. Jumlah pemilih ganda di Kabupaten Mukomuko tergolong cukup tinggi, nomor dua se Provinsi Bengkulu setelah kota yang mencapai seribu lebih pemilih ganda. Selain itu pemilih dengan data belum lengkap juga cukup tinggi, mulai dari tidak ada tanggal lahir, nomor NIP hingga permasalahan lainnya.
‘’Data ini berdasarkan evaluasi oleh panwaslu, tugas kita selanjutnya adalah mencari atau meperbaiki kesalahan ini hingga batas waktu sesuai dengan surat edaran dari pusat beberapa waktu lalu,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak panwaslu untuk melakukan penelusuran data ganda ini juga permasalahan lainnya. Besar kemungkinan kejadian ini lantaran pemilih yang pindah-pindah dan juga pemilih yang tinggal di dua tempat. Sebagai contoh pegawai, tinggal di Mukomuko sementara KTP asal luar Mukomuko. Hingga di Mukomuko mereka di data di desa asalnya juga dilakukan pendataan. Selain itu ada persoalan di perbatasan antar wilayah, penduduk terdaftar di dua desa atau di dua kecamatan yang berbatasan.
‘’Kita akan cek secara pasti data yang ada, letak kesalahannya dimana saja, kalau perkiraan kita ini menyangkut warga yang bekerja di luar daerah asalnya kemudian di data di dua lokasi. Juga masalah warga yang tinggal di perbatasan,’’ tegas Dawud.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH mengakui beberapa temuan ini. Selanjutnya tugas dari KPU untuk melakukan kroscek data mereka, sehingga kesalahan itu bisa dibenahi semaksimal mungkin. Sebab data ganda menyebabkan meningkatnya angka golput dan rawan disalahgunakan saat pemilihan mendatang.
‘’Mengapa ganda dan kesalahan lain, pada dasarnya semua orang bisa memperkirakan. Saat ini masih lumayan bagus sebab selisih data satu dengan yang lain tidak terlalu melebar,’’ demikian Padlul.(jar)
PPK & Panwascam Tetapkan Jalur Hijau
POLITIK RM – Untuk menentukan kawasan yang bebas dari alat peraga kampanye para caleg dan partai politik (parpol) di tingkat kecamatan. Pelaksana Pemilu Kecamatam (PPK) dan Panwascam gelar rapat bersama dengan pemerintah kecamatan dan desa. Seperti kemarin, giliran PPK Air Manjuto gelar pertemuan setelah sebelumnya Kecamatan XIV Koto. Rapat ini terus bergiliran dilakukan di masing-masing kecamatan.
Salah seorang anggota KPU bidang pengawasan dan publikasi, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd menerangkan ia ikut hadir dalam rapat di kecamatan. Dimana pokok pembahasannya adalah menentukan kawasan yang bebas dari peralatan kampanye para caleg. Sedangkan untuk kota Mukomuko sudah ditetapkan dalam rapat bersama sebelumnya, dimana dari bundaran hingga ke depan KPU dilarang memasang alat peraga kampanye.
‘’Sama dengan di Mukomuko, ada kawasan yang dilarang pemasangan peraga kampanye, untuk kecamatan seluruhnya juga ada, hari ini (kemarin red) saya diundang oleh PPK kecamatan untuk gelar rapat penentuan jalur hijau tersebut,’’ ungkap Siregar.
Ditargetkan hingga bulan Oktober ini jalur bebas di setiap kecamatan sudah ditetapkan dan langsung realisasi dari aturan tersebut. Mengenai perkiraan lokasi di kecamatan yang bebas peraga kampanye, sama halnya di kabupatem, yaitu di wilayah pusat kota kecamatan atau alun-alunnya. Tujuannya untuk tetap menjaga kondisi wilayah yang padat tersebut tetap bersih dan menghindari ada hal yang tidak diinginkan, seperti gangguan kepada masyarakat oleh peraga kampanye pemilu.
‘’Sama saja, wilayah yang dilarang itu adalah pusat keramaian kecamatan, semuanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,’’ demikian Siregar.(jar)
Rosna Targetkan 30 Ribu Suara
POLITIK RM – Masuknya nama Hj Rosna Ichwan sebagai salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) untuk DPRD Provinsi Bengkulu Nomor 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN) hingga kini mengundang berbagai pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya istri orang nomor wahid di Kabupaten Mukomuko ini awalnya digadang-gadangkan sebagai penerus pemerintahan sang suami Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM untuk membangun Mukomuko. Lantas mengapa Rosna berubah haluan, mencalon sebagai anggota dewan.
Menjawab pertanyaan ini, salah seorang tokoh wanita Dapil III, Roslinar yang cukup dekat dengan Rosna memberi penjelasan. Pada awalnya memang Ketua TP-PKK Mukomuko tersebut tidak terlalu bersemangat maju sebagai caleg. Sebab ia ingin konsentrasi menyelesaikan tugasnya membina kaum perempuan di daerah ini dan juga membantu masyarakat. Selain itu Rosna juga tipikal seorang istri yang begitu semangat untuk membantu menyukseskan program pemerintahan Ichwan Yunus. Termasuk persiapannya untuk maju sebagai calon bupati mendatang sesuai usulan dari masyarakat.
‘’Ibu maju atas permintaan dari warga dan kawan-kawan, dia sendiri awalnya tidak begitu tertarik. Namun kami menginginkannya tetap maju bersama PAN. Saya langsung yang mengurus semua persyaratan ibu supaya mencaleg. Dia orangnya suka bekerja, selalu memikirkan bagaimana bisa menyukseskan setiap programnya dan program daerah,’’ kata Caleg Nomor Urut 3 PAN Dapil III Kabupaten Mukomuko ini.
Sekarang disela-sela kesibukannya sebagai Ketua TP-PKK dan pembina PAUD, Rosna kian serius untuk memenangi pemilu. Ia menargetkan suara pribadinya sebanyak 30 ribu pada pemilu mendatang. Tujuannya agar PAN keluar sebagai pemenang pemilu sesuai yang ditargetkan. Keberuntungan bagi caleg lain termasuk caleg DPRD Mukomuko dan DPR RI, sebab nama besar Rosna bakal meningkatkan suara mereka.
‘’Ibu menargetkan suara setidaknya 30 ribu pada pemilu mendatang, ini adalah kabar gembira bagi kita semua caleg PAN, sebab dipilihnya Ibu Rosna, berarti juga kemenangan bagi caleg lainnya. Ibu Rosna sudah banyak berbuat untuk masyarakat, terget itu sangat masuk akal,’’ tegas wanita berdarah Malin Deman dan Ipuh ini.
Terus bagaimana dengan Roslinar sendiri sebagai caleg wanita asal Dapil III? Wanita yang dikenal ramah dan suka membantu ini, mengaku optimis. Ia akan mendapat dukungan dari keluarga, masyarakat dan siap bersaing dengan caleg lainnya. Caleg Nomor 3 ini bertekad ingin duduk di DPRD Mukomuko demi memperjuangkan aspirasi warga Malin Deman, Ipuh, Air Rami, Sungai Rumbai Pondok Suguh dan Kabupaten Mukomuko pada umumnya.
‘’Saya akan terus berjuang, mudahan dukungan dari keluarga, rekan-rekan dan masyarakat saya bisa duduk. Tujuan saya lain tidak bukan untuk membawa aspirasi masyarakat untuk pembangunan ke depan. Meskipun saya belum ditakdirkan duduk, saya juga akan terus berbuat selagi mampu dan ada jalannya,’’ demikian Roslinar.(jar)
Caleg DPR RI Berebut Simpatik
POLITIK RM – Kabupaten Mukomuko agaknya menjadi salah satu ‘’Medan Pertempuran’’ sejumlah kalangan politisi yang mengadu nasib menuju Senayan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu. Buktinya sampai saat sekarang sudah beberapa caleg RI merapat ke Mukomuko, sebut saja Patrice Rio Capella, Jhon Ramadhan, Dana Anugerah Raffiansyah, Diah Agusrin, Resko Wardoyo, Dewi Qoryati serta mantan aktris papan atas Marissa Haque. Diperkirakan seiring dengan berjalannya waktu akan lebih banyak lagi caleg DPR RI yang bakal datang ke daerah dengan 120 ribu lebih kurang mata pilih ini.
Alasan mereka menjadikan Mukomuko sebagai daerah tujuan untuk memperoleh dukungan sangat wajar. Pasalnya tidak ada satu pun warga asal Mukomuko yang mencalon DPR RI. Itu artinya warga Mukomuko tidak punya pilihan. Selain itu masyarakat Mukomuko selalu open terhadap pendatang dan sangat menghargai sebuah pengorbanan dari orang lain.
Dihubungi via Hp, Jhon Ramadahan mengaku optimis bakal mendapat dukungan dari warga Mukomuko. Sebab ia hadir di Mukomuko bukan pada saat ingin mencalon saja. Jauh sebelumnya ia sudah rutin ke Mukomuko dalam rangka membantu warga Mukomuko yang berada di desa-desa, sesuai dengan tugasnya selaku staf khusus Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT). Tidak sedikit lagi bantuan bagi masyarakat dan petani yang disalurkan melalui dirinya.
‘’Saya yakin saja, sebab Mukomuko sudah tidak asing bagi saya. Mungkin ada yang baru datang saat minta bantuan warga ke sana, kalau saya sudah rutin menemuia warga ke desa-desa,’’ ungkap Caleg DPR RI Nomor urut 1 asal PKB ini.
Salah seorang warga, Mardison mengakui sudah mendengar beberapa nama Caleg DPR RI yang diekspos melalui media Radar Mukomuko (RM). Sejauh ini baru ada tiga tokoh yang pernah menampilkan profilnya di koran, yaitu Dana, Jhon Ramadhan dan Rekso Wardoyo. Selebihnya belum diketahui siapa mereka sebenarnya. Mardison mengaku belum memiliki pilihan yang pasti.
‘’Kalau tiga nama yang sudah ada profilnya kita sedikit lebih kenal, namun soal memilih itu nanti, sebab DPR RI itu cakupannya luas, kita harus benar-benar yakin mereka bisa berbuat untuk Mukomuko,’’ demikian Mardison.(jar)
Friday, 27 September 2013
Monday, 23 September 2013
PAN Mukomuko
Target 30 Persen, Caleg PAN Bersatu
POLITIK RM - Road Show Caleg beserta petinggi PAN Provinsi Bengkulu di Mukomuko berlangsung sukses. Empat orang Caleg DPR RI pusat terdiri dari Dewi Qoryati, Marissa Haque, Yurisman dan Rekso Wardoyo dan empat caleg DPRD Provinsi serta 25 Caleg DPRD Mukomuko hadir bersama kader PAN lainnya.
Yel-yel ‘’PAN Menang, Rakyat Senang, Hatta Rajasa Presidenku, Helmi Hasan Menteriku dan Ichwan Yunus Gubernurku’’ menggema sejak awal acara yang berpusat di salah satu aula hotel ternama ini dimulai. Sekaligus dapat diambil kesimpulan dari beberapa sambutan para penggawa parpol no 8 ini, PAN harus menang, targetnya 2 kursi per Dapil di Mukomuko sekaligus mengutus kadernya ke provinsi dan DPR RI.
Dalam sambutannya ketua panitia road show, Ewit Chacha, ST mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap panitia dan caleg yang sudah membantu suksesnya acara. Terkhusus kepada caleg DPR RI, Rekso Wardoyo yang banyak memberi sumbangsih demi suksesnya acara.
"Kami ingin berterimakasih kepada semua calon PAN dan kaer yang banyak membantu, terkhusus kepada bapak Rekso Wardoyo,'' kata Caleg nomor 8 Dapil I Mukomuko ini.
Ketua DPD PAN dalam sambutannya kembali menegaskan PAN harus menjadi pemilik 30 persen suara atau 2 dewan per Dapil. Namun Ichwan mengelug, caleg PAN belum menunjukkan keseriusan dalam mengejar target tersebut, hingga terkesan kurang Meyakinkan. Termasuk kurang jeli memanfaatkan momen yang ada, diantaranya membantu menyukseskan progam PKK dan pemda.
''Saya terus terang saja, melihat caleg kita saat ini kurang meyakinkan. Mereka tidak mau memanfaatkan kesempatan, seperti operasi katarak saat ini dan juga banyak program PKK lainnya,'' tegas Ichwan.
Ketua DPW PAN, H Helmi Hasan, SE dalam sambutannya banyak memberi motivasi kepada caleg. Ada beberapa hal yang ditekankanya, pertama caleg harus banyak meminta kepada yang kuasa, bantu masyarakat dan caleg PAN harus bersatu. Tidak perlu banyak dana, dalam mencari dukungan, tapi berbuatlah dengan ikhlas.
''Kita harus bersatu jangan saling jatuhkan, percuma dapat suara banyak sendiri kalau PAN tidak dapat jatah satu kursi,'' demikian Helmi.(jar)
Rebut 2 Kursi di Dapil II, PAN Akui Berat
POLITIK RM – Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga anggota DPR RI, dr. Dewi Qoryati, M.Si mengaku berat bagi sebuah parpol untuk bisa memenangi pemilu dengan perolehan suara 2 kursi di Dapil II. Sebutan Dapil ‘’Neraka’’ oleh Radar Mukomuko untuk Dapil II dinilainya sangat masuk akal, melihat kerasnya persaingan antar tokoh politik di daerah yang terdiridari Kecamatan Air Dikit, Penarik, Teramang Jaya, Teras Terunjam dan Selagan Raya ini.
Disampaikannya, target PAN untuk bisa memenangi pemilu dengan perolehan 2 kursi per dapil untuk DPRD Kabupaten berat namun bisa dicapai lewat kerja keras. Yang ia ragukan dapil II, sebab persaingan di dapil ini berbeda dengan dapil I dan dapil II. Dimana di dapil I dan dapil II caleg PAN masih unggul di berbagai segi, namun untuk dapil II keberadaan 8 dewan aktif dan tokoh-tokoh ternama lainnya bakal membuat persaingan sangat ketat.
‘’Kalau dapil I dan dapil III kita untuk 2 kursi berat tetapi bisa dicapai dengan kerja keras, namun untuk Dapil II, kita nampaknya meski lebih keras lagi, sebab dapil neraka itu persaingannya jauh lebih panas,’’ kata anggota Komisi IV DPR RI ini.
Selaku anggota dewan pusat, dokter hewan ini akan berupaya mendatangkan berbagai program unggulan untuk Kabupaten Mukomuko. Dengan demikian ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan wakil mereka di DPR semakin meningkat dan peluang memenangi pemilu semakin terbuka. Harapannya kader dan caleg PAN bisa memanfaatkan momen-momen yang ada untuk mendapat dukungan dari masyarakat.
‘’Bagaimanapun kita harus berusaha, PAN menang rakyat senang, Hatta Rajasa presidenku dan Ichwan Yunus gubernurku. Maka mari kita berjuang sama-sama, kami dari caleg pusat siapapun nanti yang duduk adalah bagian dari PAN,’’ lanjut Dewi.
Juga salah seorang calon anggota DPR RI, Resko Wardoyo menegaskan mereka siap bersama-sama dengan kader PAN di daerah untuk mengejar terget memenangkan pemilu. Silahkan sampaikan dengan calon pemilih, untuk calon pusat ada 4 orang, siapa yang diinginkan masyarakat silahkan bantu besarkan. Tidak ada istilah saling menjatuhkan sesama kader parpol.
‘’Kita ingin memenangi pemilu, jual nama tokoh kita baik kami dari calon DPR RI atau tokoh PAN lainnya yang disukai oleh masyarakat,’’ demikian Rekso.(jar)
Warga Rejang Dukung Rekso
POLITIK RM – Warga Rejang Pat Petulai Kecamatan Kota Mukomuko dan sekitarnya sepakat memberi dukungan kepada tokoh mereka, Ir. H. Rekso Wardoyo, MS Caleg Nomor 4 DPR RI asal Partai Amanat Nasional (PAN). Hal ini tertuang dalam temu kangen warga Rejang Pat Petulai di gedung pertemuan Kota Mukomuko kemarin.
Dimana dalam temu ramah yang bertema ‘’Saro – senang besamo Nak Tangak ratau’’ ini ratusan warga rejang pat patulai ini memberi support kepada sosok Rekso agar bisa memenangi pemilu mendatang. Sesuai dengan tema pertemuan ini, jelas jika mereka yang berada di rantau selalu bersatu dalam kesusahan maupun kesenangan.
Dalam sambutannya, Rekso dalam bahasa rejang panjang lebar menjelaskan asal muasal dirinya dan juga tujuan ia maju sebagai anggota DPR RI. Ia sangat berharap dukungan dari semua warga rejang di rantau, ia maju lantaran ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat Bengkulu ke depannya. Suasana keakraban terlihat jelas dalam pertemuan yang juga dihadiri Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM dan Ketua TP-PKK, Hj Rosna Ichwan ini.
‘’Saya sangat berterimakasih atas sambutan sanak-sanak semuanya, mudahan kedepannya komunikasi dan kebersamaan warga rejang terus terbangun. Meski kita berada dirantau, bukan kendala untuk tetap berbuat bagi daerah asal,’’ kata Rekso.
Ichwan selaku ketua DPD PAN Mukomuko, mengaku bangga diundang dalam temu ramah keluarga besar rejang pat patulai ini. Ia juga sangat berharap jika warga rejang membantu Rekso dalam pemilihan nanti. Selain untuk pusat juga memberi dukungan kepada Caleg PAN lainnya, diantaranya ada Hj Rosna sebagai calon DPRD Provinsi.
‘’Saya salut dan bangga dengan kekompakan warga rejang, mudahan kita semua bisa bersatu untuk mengejar harapan lebih besar lagi kedepannya,’’ tegas Ichwan.
Ketua persatuan warga Rejang Pat Patulai, Siswanto, S.Pd menegaskan bagi warga rejang siapapun dan bagaimanapun, selagi satu daerah mereka selalu menjunjung kebersamaan saat berada di rantau. Warga bukan tidak mungkin dukungan kepada Rekso akan mengalir pada pemilihan nanti. Termasuk kemungkinan memberi dukungan kepada bapak bupati sebagai gubernur.
‘’Insya Allah kami akan selalu bersama dan siap saling bahu-membahu, pada dasarnya acara ini adalah temu ramah, kebetulan saat ini pak Rekso sedang berada di Mukomuko,’’ demikian Siswanto.(jar)
Friday, 20 September 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati
METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...
-
Inspektorat : Diakuinya Satu Kali METRO – Ujian berat tengah dihadapi oleh dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko dan merupakan pukulan bagi p...
-
Pemilihan Bupati 2020 MUKOMUKO – Semakin dekatnya perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, nama-nama tokoh yang benar...
-
Kerja Keras dan Cerdas KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Muk...












