Siswi SMAN 7 Tewas
AIR DIKIT – Nyawa Amelia Lestari (18), warga Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko tak tertolong lagi. Memei (sapaan akrabnya) menjadi korban dugaan lakalantas setelah terjatuh dari atas motor Honda Honda Spacy nopol BD 2137 NQ. Bersamaan dengan terjatuhnya korban ke arah jalan, melintas Truk CPO nopol BA 9652 BU yang dikendarai warga Kota Padang berinisial EW (41). Seketika itu tubuh korban tertabrak.
Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD, korban yang masih duduk di bangku sekolah mengalami patah tulang lengan kanan disertai luka robek, patah tulang paha dan betis, patah di bagian dagu dan rahang, luka robek di kepala belakang serta pelipis mata.
Oleh anggota Satlantas Polres Mukomuko yang tiba di TKP, jalan raya abrasi Air Punggur – Air Dikit usai menerima laporan, truk dan sepeda motor milik korban langsung dibawa ke markas. Sedangkan sopir truk sempat menghilang sesaat setelah kejadian. Dalihnya menyelamatkan diri sembari mencari kantor polisi terdekat untuk menyerahkan diri. Setelah ditunggu ternyata memang sopir truk mendatangi markas satlantas.
‘’Kami langsung turun ke TKP, korbannya meninggal dunia diduga tertabrak truk CPO. Sopir sempat melarikan diri ke arah Desa Air Dikit. Kalau pengakuannya untuk mencari bantuan dan menyerahkan diri ke polisi. Sekarang ini sudah kita amankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd.
Kronologis kejadian, dari data terhimpun. Petang itu korban berpamitan dengan orangtuanya mengikuti acara buka puasa bersama di sekolahnya, SMAN 7. Sepulang dari acara, korban mengantar temannya yang bernama Vera ke Air Dikit. Setelah itu, korban pun melajutkan motornya pulang ke rumah. Tiba di TKP, dengan kondisi cuaca hujan rintik diduga pandangan korban terhalang. Korban yang tidak melihat lagi di depannya terdapat tumpukan material batu proyek penahan abrasi akhirnya menabrak.
Dokter RSUD yang menangani korban, dr. Erfina menguatkan hasil pemeriksaan bahwa korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Selain mengalami patah tulang, korban mengalami luka akibat benturan di beberapa bagian tubuhnya. Menurutnya, korban meninggal dunia sebelum tiba di RSUD.
‘’Ya, kami bersama perawat menangani korban lakalantas. Lukanya cukup serius dan menyebabkan korban meninggal dunia. Kita hanya melakukan pemeriksaan lanjutan, karena korban sudah meninggal sebelum tiba di sini (RSUD, red). Setelah kita otopsi, korban dibawa pulang ke rumah duka,’’ pungkas Erfina.(ray)
Alamat Diragukan, CJH Diduga Eksodus
METRO – Sementara kepastian mengenai kuota Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mukomuko sudah didapat pasca pemangkasan besar-besaran oleh pemerintah pusat, beredar informasi adanya CJH diduga eksodus. Dari daftar CJH yang bakal berangkat, salah satunya diketahui beralamat di Desa Agung Jaya, Kecamatan Air Manjuto. Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, termasuk mantan kades, Hartono, di desanya tidak terdapat warga yang bernama seperti tertera pada daftar CJH.
‘’Memang benar untuk perekrutan dan pendaftaran CJH harus jelas. Di desa kami ada CJH yang sama sekali tidak dikenal. Sementara alamatnya jelas di Desa Agung Jaya. Kami heran kenapa itu terjadi, ada apa? Seharusnya setiap CJH yang berangkat itukan ada laporannya dan dari desa mengeluarkan surat pengantar,’’ ungkap Hartono.
Sementara itu, di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko terdapat CJH yang sebelumnya ikut diragukan keabsahan alamatnya. Namun disampaikan Lurah, Amin Zikri, AMa.Pd, alamat CJH tersebut ternyata ditemukan dan yang bersangkutan benar warga Koto Jaya. CJH tersebut tinggal bersama anaknya.
‘’Dari kelurahan kita memang ada CJH yang berangkat ke tanah suci, dan identitas mereka memang ada dan tinggal bersama anaknya. Kami berharap kalau memang ada CJH yang diragukan harus dicek seluruhnya,’’ terang Amin.
Terpisah, Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kanmenag Kabupaten Mukomuko, H Busral, M.Pd membantah jika ada CJH eksodus. Menurutnya dari awal pendaftaran pihaknya mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan. Terkait salah 1 CJH asal Desa Agung Jaya, Busral menegaskan bahwa BPIH CJH tersebut telah dikembalikan namanya pun sudah dicoret dalam daftar.
‘’Tidak ada CJH yang eksodus. Sekarang ini 139 CJH siap berangkat usai dilakukan pemangkasan. Kalau kami memberikan pelayanan sesuai dengan persyaratan, kalau lengkap otomatis kita layani. Dan kita juga tidak mungkin terjun ke lapangan ngecek satu per satu CJH. Kalau 1 orang CJH di Agung Jaya memang kita coret dan seluruh BPIH-nya dikembalikan,’’ pungkas Busral.(ray)
THR PNS Turun, Rp 150 Rb
METRO – Jika dari konfirmasi sebelumnya pihak Pemkab Mukomuko terkesan enggan mengumumkan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para PNS, berdasarkan informasi diperoleh di lapangan sebagian pegawai sudah mengambil jatah THR nya. Besaran THR yang diterima mengalami penurunan dibanding tahun lalu, dari Rp 200 ribu menjadi Rp 150 ribu. Secara resminya pembagian THR pada Senin (29/7) mendatang.
Sekdakab Mukomuko, Syafkani, SP dikonfirmasi kembali membenarkan bahwa pencairan THR PNS sudah dimulai sejak kemarin. Besarannya Rp 150 ribu.
‘’Ya, THR PNS sudah mulai dibagikan kepada PNS dan honorer. Besarannya Rp 150 ribu/orang. Pembagian THR itu mulai dilakukan tadi (kemarin, red). Dan ada juga yang dibagikan hari Senin (lusa, red),’’ ungkap Syafkani.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Drs.H Ruslan, M.Pd turut membenarkan telah cairnya THR. Ruslan berharap dengan dibagikannya THR dapat memacu motivasi kinerja pegawai, terlebih jelang memasuki masa liburan hari raya.
‘’Kalau informasinya pembagian THR memang sudah. Tetapi sebagian ada yang belum dibagikan. Kemungkinan hari senin nanti,’’ terang Ruslan.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikbud, Apani, M.Pd juga menerangkan guru PNS se Kabupaten Mukomuko juga telah menerima THR.
‘’Guru PNS juga sudah menerima THR termasuk Honda,’’ singkap Apani.
Kepala SMAN 6 Mukomuko, Drs. Sugiyanta mengatakan untuk PNS dan Honda telah menerima THR. Sedangkan untuk honor lepas akan mendapatkan THR berdasarkan kebijakan sekolah.
‘’Kalau guru PNS dan Honda memang sudah dianggarkan THR-nya. Sedangkan honor lepas, kita yang menentukan kebijakannya. Dan pastinya seluruhnya juga mendapatkan THR,’’ ujar Sugiyanta.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemeneterian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, H Suardi Abbas, SH, MH mengatakan untuk PNS kemenag tidak ada THR dari pusat. Namun, kebijakan masing-masing kanmenag bisa menerapkan pembagian THR.
‘’Dari dulu memang kita tidak ada anggaran khusus untuk THR PNS. Tetapi kalau ada kanmenag yang membuat kebijakan untuk memberikan THR itu tidak masalah. Kita tetap mengimbau agar kinerja PNS kanmenag tetap berjalan sebagaimana mestinya,’’ pungkas Suardi.(ray/cw1)
‘’Lebih Muda, Lebih Mantap’’
Kata Ichwan Terkait Pergantian Sekjen PAN
METRO – Pentolan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akhirnya angkat bicara terkait mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen DPD PAN yang kemudian digantikan oleh Eranardi, S.IP.
Kepada Radar Mukomuko (RM), Ichwan mengemukakan tidak ada alasan lain selain faktor kesehatan dari Chaidir yang membuatnya tidak memungkinkan memikul beban dan tanggung jawab besar. Terlebih Pemilu 2014 sudah semakin dekat.
Ichwan sendiri yang disodori pengajuan pengunduran diri oleh Chaidir tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun disadari bahwa kemampuan dan juga pengalaman Chaidir sulit disamai oleh figur lain namun Ichwan tetap optimis partainya akan eksis dan menjadi pemenang pemilu.
‘’Kita ganti dengan yang lebih muda, lebih mantap lagi,’’ singkat Ichwan.
Di lain pihak, politisi PAN, H Syamsuri Rustam, ST turut menanggapi isu terjadinya kisruh di internal partainya. Syamsuri menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Mundurnya Chaidir dan 3 orang caleg atas keinginan pribadi, bukan karena permasalahan partai ataupun individu pengurus partai.
Chaidir sendiri kendati mundur sebagai sekjen bukan berarti sepenuhnya mundur dari kancah politik. Chaidir masih tetap tercatat sebagai Caleg PAN untuk DPRD kabupaten Daerah pemilihan (Dapil) I nomor urut 1.
‘’Tidak ada konflik ataupun masalah lain. Pak Chaidir mundur dengan alasan yang jelas dan dengan cara baik-baik. Ia bukan mundur dari PAN sepenuhnya melainkan sebagai sekretaris saja. Kita memaklumi, sebab tugas pengurus PAN kedepan semakin berat dan dituntut kesehatan yang baik. Sebagai caleg pak Chaidir bisa tetap membesarkan partai dan membina politisi muda PAN,’’ kata Syamsuri.
Senada dengan ketua umum, Syamsuri optimis PAN akan mencapai target pada pemilu, yakni sebagai pemenang.
‘’Sekarang kita malah makin solid. Tidak ada terjadi konflik dan sebagainya. Kami akan tetap keluar sebagai pemenang pemilu,’’ demikian Syamsuri.(jar)
Friday, 26 July 2013
Politik Radar Mukomuko
Tiga Caleg Wanita PAN Resmi Diganti
POLITIK RM – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko memastikan 3 caleg wanita asal dapil II yang menyatakan mundur diganti. Kepastian ini sesuai dengan hasil rapat bersama petinggi PAN dan kadernya di Dapil II kemarin lusa. Calon penggantinya tengah digodok dan paling lambat 27 Juli 2013 sudah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko.
Disampaikan oleh Sekjen PAN yang baru Eranardi, S.IP, ia langsung memimpin pertemuan dengan seluruh caleg di Dapil II yang mengambil tempat di Penarik. Keputusannya semua caleg wanita diganti dengan calon lain dan sekarang sedang penjajakan siapa yang layak. Ketiganya mundur dengan alasan yang jelas dan bisa diterima oleh parpol. Sebab mereka tidak siap memenuhi persyaratan dari KPU.
‘’Kebetulan mereka guru honda yang digaji oleh daerah, untuk mencalon ya harus mengundurkan diri. Setelah sekian lama dipertimbangkannya, ternyata mereka berat meninggalkan tugas sebagai tenaga honor tersebut. Kita tidak masalahkan, karena itu pilihan mereka, yang jelas kami memastikan segera menetapkan calon penggantinya,’’ kata Era.
Lanjutnya, kejadian ini pada dasarnya belum diketahui sepenuhnya oleh ketua dan rencananya akan dilaporkan hari ini. Yang jelas ia menjamin PAN Mukomuko akan tetap solid seperti dulu kala dan merupakan kandidat kuat pemenang pemilu 2014. Selain 3 caleg ini tidak ada perubahan lain daftar caleg PAN dari DCS yang sudah ditetapkan KPU. Untuk dapil lain, semuanya solit dan siap menhadapi persaingan pemilu yang akan segera bergulir.
‘’yang jelas PAN tetap solid, masalah yang ini tidak akan banyak mempengaruhi kesiapan PAN menghadapi pemilu, bahkan kami rasa akan lebih memperkuat kesiapan semua caleg. Di dapil lain tidak ada perubahan daftar caleg, semua siap tempur,’’ demikian Era.(jar)
Pukul 00.00 WIB, Dewan Harus Mundur
POLITIK RM – Pukul 00.00 WIB pada 1 Agustus 2013 merupakan kesempatan terakhir anggota DPRD Mukomuko asal parpol non peserta pemilu 2014 untuk menentukan sikap, mundur atau gagal nyaleg. Hal ini sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2013 tentang syarat pencalonan anggota dewan yang loncat parpol dan caleg yang digaji dari APBN dan APBD.
Ditegaskan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd saat ditemui di kantornya kemarin. Aturan tersebut tidak bisa diganggugat kembali. Pihaknya dalam hal ini hanya sebatas melaksanakan aturan sesuai dengan titah tugas yang mereka emban dari KPU pusat dan Mendagri.
‘’Pukul 00.00 WIB pada tanggal yang ditetapkan dewan loncat parpol wajib mengundurkan diri bila mau mencalonkan diri. Setelah itu calon yang tidak melengkapi syarat langsung dicoret dan tidak ada pergantian kembali. Aturan ini juga berlaku bagi pegawai pemerintah atau honorer dan kariawan BUMD yang digaji dari APBN dan APBD,’’ kata Siregar didampingi Dedy Desponsori, S.Hi dan Khairanzar.
Lanjutnya, lewat Pukul 00.00 WIB, pihaknya akan langsung melakukan penetapan calon yang akan diajukan untuk DCT. Mereka yang tidak memenuhi syarat akan langsung dicoret dari DCS. Dan harus diingat bagi calon yang sudah menyatakan mundur tidak dapat menarik kembali pernyataannya dengan alasan apapun. Keterangan ini sudah dijelaskan dengan rinci dalam aturan pemilu.
‘’Mereka yang tidak memenuhi syarat kita coret itu perintah undang-undang. Mereka yang sudah mengundurkan diri tidak lagi dapat menerik penyataannya tersebut,’’ tegas Siregar.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, M.Hum, mengakui belum ada satupun dewan yang menyatakan mundur dari jabatannya dengan alasan akan maju sebagai calon dewan kembali. Ia tidak mengetahui, apakah mereka tetap memutuskan nyaleg atau tidak. Yang jelas masih ada waktu beberapa hari lagi bagi mereka untuk mengambil keputusan.
‘’Sampai sekarang belum ada dewan yang menyatakan mudur secara tertulis yang kita terima. Kami dalam masalah ini tidak banyak ikut campur, hanya menunggu keputusan masing-masing mereka saja,’’ demikian sekwan.(jar)
Sambut Lebaran, Eks Cabup Gelar Acara
POLITIK RM – Informasinya tim sukses Eks calon bupati Sapuan, AK, SE, MM, lebaran nanti akan menggelar pertemuan akbar yang bertajuk ''Jalin silaturahmi''. Acara yang dipusatkan di Kota Kabupaten Mukomuko ini, juga dilengkapi dengan jamuan bersama. Untuk menu masakannya sudah dirancang dan disiapkan, diantaranya beberapa ekor kerbau. Akan diundang secara terbuka keluarga besar Sapuan di Mukomuko, mantan pendukung dan simpatisannya.
Dihubungi via telepon genggam, Sapuan tidak membantah informasi ini. Ia sudah pernah dihubungi oleh rekan-rekannya selaku penggagas acara. Tujuan untuk terus terjalinnya kerjasama yang baik antar sesama. Sapuan diminta hadir, namun hingga sekarang ia belum bisa memastikannya. Sebab Sapuan punya agenda lain pada saat lebaran mendatang di Jakarta.
‘’Kawan-kawan seperjuangan ingin berkumpul, mungkin sekedar mengenang perjuangan selama ini. Saya hanya diminta untuk hadir, waktunya setelah lebaran. Janjinya mereka mau memotong kerbau untuk jamuan terhadap masyarakat kita di kabupaten ini,’’ kata Sapuan.
Apakah ini ada hubungannya dengan isu ia akan kembali maju sebagai calon Bupati 2015 mendatang? Sapuan membantah hal tersebut. Menurutnya belum saatnya berpikir untuk ke arah sana. Ia sendiri sekarang ingin fokus melakoni pekerjaan yang sedang digulutinya. Baginya kegiatan silaturahmi bersama kawan-kawan seperjuangan adalah hal biasa apalagi mereka selama ini sibuk dengan aktivitas masing-masing.
‘’Tidak ada, saya dengan kawan-kawan di Mukomuko selalu berhubungan baik sejak lama. Wajar dong, sekali-kali kita ngumpul bersama dan sekalian ajak yang lain juga. Belum saatnya kita bicara soal pencalonan, dewan saja belum terpilih. Mari kita sama-sama dukung pemerintahan sekarang, itulah pesan saya untuk rekan-rekan di sana dan masyarakat kita,’’ lanjut Sapuan.
Juga dibenarkan oleh Herman, rencana dari keluarga besar di Mukomuko ini kabarnya sudah matang. Mereka menyiapkan kerbau untuk jamuan bersama. Tujuannya lain tidak bukan untuk menjaga silaturahmi dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin. Herman juga tidak setuju kegiatan ini dihubung-hubungkan dengan isu pencalonan Sapuan.
‘’Ini semata-mata kegiatan kebersamaan, kita sejak dulu selalu berhubungan baik, kami tidak ada istilah tim dan sebagainya, yang ada kawan-kawan seperjuangan,’’ demikian Herman.(jar)
Panwaslu Masih Nyantai
POLITIK RM – Meski suhu politik sudah mulai memanas terutama di kalangan politisi, parpol bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun bagi Panwaslu Kabupaten Mukomuko, situasi jelang pemilu masih adem ayem. Keberadaan mereka yang bermarkas di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko masih tenang-tenang saja. Belum ada laporan dan temuan yang mereka dapat.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE, ditemui di ruangannya mengakui sejauh ini mereka belum menemukan pelanggaran pemilu yang dilakukan parpol ataupun KPU sendiri. Semua masih berjalan dengan baik dan mengikuti petunjuk yang sudah ada. Begitu juga laporan dari masyarakat atau pihak tertentu tentang kejanggalan pemilu tidak pernah diterimanya.
‘’Kita menyimpulkan masih adem ayem saja, proses persiapan pemilu berjalan sebagaimana mestinya. Kami tidak menemukan ada kejanggalan yang patut kita tindaklanjuti ataupun menerima laporan,’’ kata Muchtadir.
Tugas panwas terus berjalan, memantau proses di KPU kemudian turun ke lapangan meninjau proses verfikasi dan pendataan untuk pemilu. Semua hasil pantauan dilaporkan ke KPU Provinsi. Ia memprediksikan panwaslu baru full skejul dan banyak mendapat laporan setelah masa kampanye terbuka dimulau atau sebelum dan setelah pemilihan.
‘’Kini caleg juga sekedar bergerak di lingkungannya saja, belum ada pelnggaran berarti yang terjadi. Kita sejak awal terus melakukan pengawasan dengan seksama,’’ demikian Muchtadir.(jar)
Diundang KPU, PPK Mengeluh
POLITIK RM – Kemarin berlangsung pertemuan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko dengan ketua Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten. Dalam bertempat di aula sekretariat KPU ini, membahas tentang masa perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPD). Dalam pertemuan yang dihadir Kepala Dinas Dukcapil, Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd dan tim pengawas pemilu (Panwaslu), PPK banyak menyampaikan keluhan selama mereka menjalankan tugas.
Diantara masalah yang mereka keluhkan adalah, data yang harus dilengkapi terlalu besar, kurangnya kesadaran calon pemilih, adanya warga yang tidak punya KTP bahkan KK juga banyak persoalan lain. Termasuk mengenai fasilitas PPK sendiri masih minim. Juga dalam hal ini KPU meminta PPK untuk memperbaiki data pemilih yang belum lengkap sebelumnya untuk dilengkapi sesuai petunjuk.
Salah seorang anggota KPU yang memimpin rapat, Khairanzar, menjelaskan data yang kurang perlu dilengkapi. Tahap selanjutnya, setiap laporan dari masyarakat soal DPS harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai saat DCT ditetapkan ada nama pemilih yang sudah memberi laporan tidak masuk dan ini akan berdampak butuk bagi pelasana pemilu.
‘’Dalam pengambilan data sudah ada petunjuk yang jelas dan harus menjadi pedoman. Kesalahan harus dibenahi dan laporan dari warga yang namanya belum masuk, pastikan kebenarannya dan masukkan ke DPS untuk ditetapkan sebagai DCT,’’kata Khairanzar.
Kepala Dukcapil, Jawoto, mengatakan pada dasarnya proses pendataan oleh KPU melalui petugasnya sudah sangat simple. Untuk nomor NIK tidak perlu, tinggal data-data inti saja. Selama ini Capil memproses data dengan jauh lebih rumit. Untuk itu meski bukan lagi wewenangnya Dukcapil berharap semua berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Dalam DP4 sudah ada semuanya, namun kita tidak pungkiri tetap ada kekeliruan, maka ada perbedaan data. Sekarang tugas pendataan oleh petugas pemilu sipatnya lebih simple dibanding dengan yang ada di dinas,’’ demikian Jawoto.(jar)
Pengunduran Sekjen Pengaruhi Citra PAN
METRO – Sebagai partai penguasa di Kabupaten Mukomuko, gerak gerik Partai Amanat Nasional (PAN) selalu jadi sorotan publik. Mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen menyisakan tanda tanya besar. Alasan yang dikemukakan Chaidir yakni lantaran faktor kesehatan yang tidak mendukung dinilai bukan sebagai alasan utama. Lantas apa sebenarnya yang terjadi di internal DPD PAN? Hingga kemarin Radar Mukomuko (RM) belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari Ketua Umum, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM.
Dari kacamata salah seorang praktisi politik Unib, mundurnya Chaidir dapat mempengaruhi citra parpol sekaligus mengancam kepercayaan publik. Sebab andil Chaidir dalam membesarkan PAN selama kepemimpinan Ichwan Yunus cukup besar. Bahkan Chaidir juga lah yang mengantar pasangan Ichwan Yunus - Choirul Huda duduk di singgasana Bupati – Wakil Bupati kali kedua.
‘’Walaupun masih ada ketua, sekjen tetap berpengaruh. Karena seluruh administrasi sekjenlah yang mengelolanya. Pengurus PAN harus mengambil sikap secepatnya agar masalah itu tidak berkepanjangan. Bukan tidak mungkin nantinya bakal muncul masalah baru yang lebih serius. Kalau tidak segera ditindaklanjuti menjelang pemilu ini tentu akan mempengaruhi citra dan tingkat kepercayaan masyarakat juga akan menurun. Sekarang ini kami menerima informasi selain sekjen ada caleg yang mengundurkan diri juga. Artinya, di tubuh PAN sendiri mulai ada permasalahan. Setiap masalah harus diselesaikan secepatnya dan pengurus harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah timbulnya masalah baru,’’ ungkap Sugeng.
Terpisah, tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum turut menyayangkan adanya informasi bertukarnya Sekjen DPD PAN. Jika PAN ingin segera mengembalikan citra dan tidak menjadikan masyarakat bertanya-tanya, Hamdani menyarankan untuk ketua umum mengambil langkah dengan menggelar rapat dengan seluruh pengurus. Jika ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin sebelum pemilu digelar PAN sudah lebih dulu keok.
‘’Kalau di tubuh PAN ada masalah jelas banyak menjadi sorotan. Bisa saja warga berpandangan negatif. Kalau terbukti tentunya akan menimbulkan gejolak,’’ demikian Hamdani.(ray)
Thursday, 18 July 2013
Wednesday, 17 July 2013
Mukomuko Juga Berdarah
Sempat Hilang, Untung Ditemukan Jadi Mayat
METRO – Warga Kecamatan Kota Mukomuko, terutama yang berdomisili dekat dengan kawasan objek wisata pantai siang kemarin, sekitar pukul 14.31 WIB digegerkan dengan informasi penemuan sesosok mayat. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah warga Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam bernama Untung Ihsan Hidayat (23). Dilihat dari kondisi tubuhnya, korban yang tidak mengenakan celana diperkirakan belum lama tewas. Korban sendiri sempat dinyatakan hilang dan dicari-cari oleh keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab tewasnya korban yang merupakan anak dari Ketua BPD Setia Budi, Sadiman. Selain masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis RSUD, polisi gabungan dari Polres Mukomuko, Polsek Kota dan Polsek Teras Terunjam juga sedang mendalami penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan sementara pihak RSUD, tidak ada ditemukan bekas luka dugaan penganiayaan ataupun luka benda tajam.
‘’Ya, kita sudah melakukan otopsi. Tidak ada bekas luka robek atau benturan keras. Korban diduga meninggal karena banyak terminum air laut. Tubuhnya membiru. Darah yang keluar dari bagian kepala diduga akibat guncangan saat dievakuasi, karena kondisi tubuh korban sebagian besar sudah mulai membusuk,’’ terang dr. Tika.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Haerudin, SH didampingi Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik menyatakan bahwa penyebab kematian korban sedang dalam penyelidikan Polsek Kota (Mukomuko Utara, red) dan Polsek Teras Terunjam. Ini turut dibenarkan oleh Kapolsek Kota, AKP. Lukman Syahri, SH didampingi Kapolsek Teras Terunjam, Iptu. Rikky Operiady, S.Sos saat dikonfirmasi Radar Mukomuko (RM).
‘’Setelah menerima laporan dari warga kita bersama anggota langsung turun ke TKP. Untuk sementara kita belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban, kita masih akan mendalami penyelidikan dulu sambil menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga nanti akan kita mintai keterangan,’’ ungkap kabag ops.
Korban diketahui sempat menghilang dari rumahnya sejak Selasa (16/7) sore. Pihak keluarga tidak mendapat keterangan mengenai arah tujuan korban. Di lain sisi, sebelum akhirnya diduga berjalan kaki ke arah pantai, korban lebih dulu memarkirkan sepeda motornya yang tidak bernopol dekat pos jaga gerbang Tanah Rekah Estate (TRE).
Salah seorang petugas keamanan TRE, Lexin, warga Desa Pasar Bantal
menyebutkan, motor yang rupanya milik korban sudah diketahuinya sejak pagi kemarin, persisnya saat ia mulai bertugas, menggantikan rekannya. Lebih jauh apa yang dilakukan oleh pemilik motor, termasuk tujuannya memarkir motor di dekat pos, Lexin tidak mengetahui.
‘’Kita hanya mengetahui sebatas itu saja. Memang motor itu sudah ada sejak saya mulai tugas pagi. Kapan waktu motor itu diletakkan di sana, itu saya tidak jelas,’’ pungkas Lexin.(cw1)
Korban Dikenal Rajin Bekerja
KEMATIAN korban yang tragis menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Setia Budi. Diungkapkan Kades Setia Budi, Mispan, korban yang masih bujangan dikenal rajin bekerja. Mulai dari menggeluti tani, mencari rumput untuk makanan ternak hingga berkebun. Dan lokasi korban mencari rumput yang biasanya di pinggir jalan abrasi. Terkait penyakit, korban disebutkan Mispan ada menderita keterbelakangan mental.
‘’Awalnya dari pihak keluarga tidak memberitahu kepada kami dan tetangga kemana perginya korban saat tidak pulang ke rumah. Keluarganya lebih memilih mencari sendiri. Baru tadi (kemarin, red) kami diberitahu kalau korban menghilang. Setelah mendapat informasi itu barulah kami bersama sekdes dan warga membantu mencarinya,’’ terang Mispan kepada Radar Mukomuko (RM).
Sampai setelah mayat korban selesai diperiksa oleh tim medis RSUD, perangkat desa yang mengurusi kepulangan korban ke rumah duka.
‘’Karena korban adalah warga kami, dan juga korban merupakan anaknya Ketua BPD maka kami berinisiatif membantu mengurusi segala keperluan sampai jenazah korban dimakamkan,’’ sambung Mispan.
Sekdes Setia Budi, Fathoni menambahkan bahwa usai jenazah korban tiba di rumah duka, sore kemarin jenazah korban langsung dimandikan, disalatkan dan kemudian dikuburkan di TPU setempat.
‘’Pemakaman juga dilakukan sore ini, karena mayat almarhum sudah bermalam, tak baik berlama-lama,’’ demikian Fathoni.(cw1/ray)
Polisi ‘’Garuk’’ 7 Pria Hidung Belang dan 3 PSK
METRO – Sasaran operasi pekat yang digeber jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Mukomuko tidak sebatas peredaran minuman keras (Miras) ataupun mercon saja. Pada Selasa (16/7) malam, polisi ‘’menggaruk’’ 7 orang pria hidung belang yang berasal dari Kecamatan Penarik, Teramang Jaya dan Ipuh dari sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Penarik. Bersama mereka terdapat juga 3 orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Ketiganya berinisial Su, warga Serang, Banten, UM, Warga Bengkulu Utara (BU) dan GR, warga Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Penggerebekan berlangsung bersamaan dengan digelarnya pesta miras di dalam kafe.
Selain menggelandang ketujuh pria dan tiga orang wanita, polisi juga membawa kunci mobil merk Toyota Rush, Suzuki APV dan kunci motor serta uang senilai jutaan rupiah. Setelah diinterogasi dan dibina, mereka langsung dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
‘’Ya, dalam operasi pekat tadi malam (Selasa, red) anggota berhasil manjaring warga yang ada di dalam kafe. Mereka langsung digelandang ke Mapolres. Kita mintai keterangan serta meminta identitas masing-masing. Setelah itu, seluruhnya diminta untuk mengisi surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan itu lagi khususnya selama bulan puasa ini. Setelah itu, baru kita pulangkan ke daerah asalnya. Mereka juga kita minta mengisi surat pernyataan,’’ terang Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik.
Ditambahkan kabag ops, pelaksanaan operasi pekat berakhir kemarin. Selain berhasil menggerebek kafe, Jajaran Polsek Kota juga berhasil mengamankan 3.000 butir mercon lebih di Pasar Lubuk Sanai, Kecamatan Kota Mukomuko. Seluruh Barang Bukti (BB) langsung diserahkan ke mapolres.
‘’Untuk operasinya sudah selesai. Tetapi, kalau memang masih ada yang melanggar, anggota akan tetap mengambil tindakan tegas. Dan tadi (kemarin, red) anggota Polsek Kota menyerahkan ribuan mercon hasil tangkapan terakhir di Pasar Lubuk Sanai,’’ demikian kabag ops.(ray)
Final, 35 CJH Batal Berangkat
METRO – Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Kabupaten Mukomuko telah menetapkan data Calon Jemaah Haji (CJH) yang batal berangkat ke Tanah Suci. Berdasarkan kebijakan pemotongan 20 persen CJH dan hasil putusan rapat kemarin, jumlahnya mengalami peningkatan dari 35 orang menjadi 36 orang setelah ada 1 CJH yang meninggal dunia. Penetapan 35 orang CJH batal berangkat berdasarkan putusan rapat pada tanggal 27 Juni lalu. Artinya, dari 175 CJH, 139 CJH diprediksi berangkat setelah pemangkasan dan adanya CJH yang meninggal. Teknis pemangkasan CJH sendiri berdasarkan nomor porsi akhir. Selain itu, 6 orang CJH tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Kepala Kanmenag Kabupaten Mukomuko, Drs.H Zainal Abidin, MH melalui Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji, H Busral, S.Pd menyampaikan bahwa pengurangan CJH setelah dipangkas telah final. Dan ia tidak bisa memastikan CJH yang pasti berangkat hingga hari H. Ia berharap agar CJH bisa menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan.
‘’Kalau pemangkasan 20 persen sudah kita terapkan. Dari 175 CJH, 36 CJH ditunda keberangkatannya. 35 orang memang terkena dampak pemangkasan, 1 orang atas nama Syamsu memang telah meninggal dunia. Kita juga tidak bisa memastikan apakah mereka (CJH, red) berangkat semua atau tidak. Itu tergantung dengan kondisi kesehatan serta kesiapannya,’’ ungkap Busral.
Menurut Busral, CJH yang telah melunasi BPIH berpeluang berangkat ke Tanah Suci tahun depan dan masuk kuota nasional. Ia mengimbau CJH untuk tidak berkecil hati. Jika Tuhan menghendaki, apa yang diinginkan pastinya akan tercapai.
‘’Mau tidak mau, CJH yang batal berangkat harus menerima. Karena itu sudah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. Bagi CJH yang sudah melunasi BPIH, tidak perlu khawatir, karena tahun depan sudah masuk kuota nasional,’’ imbuh Busral.
Lanjut Busral, CJH akan mengikuti beberapa kali tes pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk Pasfor telah diurus di Kabupaten Mukomuko.
‘’Kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, CJH akan diberangkatkan ke Embarkasi Antara, Bengkulu. Disana, CJH juga akan mengikuti tes pemeriksaan kesehatan. Kita harapkan tidak ada kendala lagi, sebelum CJH diberangkatkan,’’ pungkas Busral.(ray)
Wakapolres Ajak Tekan Angka Kriminalitas
METRO – Didaulat menjadi Inspektur Upacara (Irup) apel gabungan kemarin, Wakapolres Mukomuko, Kompol. Haerudin, SH mengajak seluruh pejabat, PNS dan pegawai serta masyarakat se Kabupaten Mukomuko memberantas peredaran narkoba. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 38 kasus harus ditekan termasuk maraknya kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Dengan kerjasama yang baik, dipastikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) akan tercipta, sehingga kondisi daerah akan tentram dan damai. Apel gabungan yang digelar di lapangan Kantor Bupati diikuti seluruh pejabat, PNS dan honorer di lingkungan Pemkab Mukomuko serta dihadiri anggota Polres Mukomuko.
‘’Kapolres sedang ada kegiatan di Polda Bengkulu. Karena itu itu, kita yang langsung menjadi inspektur upacara. Sesuai dengan program kita dan Pemkab Mukomuko, peredaran narkoba harus ditindak. Termasuk tingginya angka kecelakaan dan maraknya knalpot racing. Apalagi saat bulan puasa ini, tentu masyarakat menginginkan agar situasi aman dan tentram. Sehingga, masyarakat khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,’’ ungkap wakapolres.
Bagi warga atau pegawai yang kecanduan menggunakan narkoba, menurut wakapolres harus segera berobat dan melakukan rehabilitasi. Bagi yang tidak memiliki biaya, di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) terdapat tempat khusus rehabilitasi bagi yang mengkonsumsi dan ketergantungan narkoba.
‘’Kalau ada yang terbukti melakukan penyalahgunanaan narkoba, bisa ditindak melalui jalur hukum. Namun, kalau ada yang ingin berobat karena ketergantungan narkoba itu akan lebih baik. Kalau memang tidak ada biaya, ada tempat khusus untuk rehabilitasi. Tinggal berangkat ke Sukabumi saja,’’ demikian wakapolres.(ray)
BLSM Mukomuko Cau
Protes BLSM, Kades Didemo
METRO – Tak salah jika mayoritas kades di Kabupaten Mukomuko menganggap program bantuan KPS dan BLSM sebagai musibah tersendiri bagi mereka. Apa pasal? Sementara mereka tidak tahu menahu soal data penerima bantuan tersebut, saat pembagian mereka jadi bulan-bulanan kekecewaan dan amarah warganya sendiri. Setelah sebelumnya ada perangkat desa yang terancam dipolisikan oleh penerima BLSM yang namanya diganti dengan orang lain, terdapat kades yang mengaku didemo oleh puluhan lansia masih terkait BLSM.
Sebagaimana disampaikan Kades Bunga Tanjung, Minsyahril. Kedatangan para lansia itu mempertanyakan kejelasan mengapa nama mereka tidak tercantum sebagai penerima bantuan. Di lain sisi, yang mendapat bantuan kebanyakan warga mampu yang tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan perkebunan.
Oleh Minsyahril dijelaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui persoalan itu.
Jumlah RTS penerima KPS dan BLSM di Desa Bunga Tanjung tergolong sedikit. ‘’Intinya mereka kecewa karena sedikitnya jatah BLSM dan mengapa yang menerima malah orang yang tergolong lebih mapan. Ya saya sendiri terus terang menghadapi persoalan ini bingung, darimana data yang digunakan oleh pemerintah dalam penyaluran bantuan. Kita dari perangkat desa tidak ada dilibatkan,’’ kata Minsyahril.
Wakil Ketua LSM LP3K, Edi Sukur ikut menyuarakan kekecewaannya atas carut marut pembagian KPS dan BLSM. Sebagian besar warga miskin yang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kesulitan tidak terdaftar sebagai penerima justru warga mampu yang memiliki harta berlebih terdaftar.
‘’Dimana-mana dari pantauan kami BLSM kacau balau, ini sangat tidak masuk akal. Anehnya kades malah lepas tangan begitu saja, didatangi warga hanya menjawab tidak paham,’’ kritik Edi.
Penelusuran Radar Mukomuko (RM) di Kecamatan Kota Mukomuko, ditemukan penerima KPS dan BLSM yang memiliki kendaraan roda empat. Menariknya saat disinggung rencana mengalihkan bantuan tersebut kepada orang yang benar-benar membutuhkan, dengan santai ia menjawab, bantuan itu merupakan rezeki tersendiri untuk dirinya.
Asboni menampik jika data yang digunakan untuk menyalurkan bantuan keliru. Sebab, saat dirinya didata pada tahun 2011 lalu memang ekonominya masih morat marit.
‘’Waktu itu saya tidak memiliki penghasilan tetap, dan harus membiayai empat orang anak yang masih sekolah. Mungkin ini menjadi pertimbangan dari pemerintah untuk memberikan bantuan. Ini merupakan rezeki saya, tentu saya terima,’’ bela Asboni.
Sementara ditemui terpisah, Masni, warga Koto Jaya begitu mengharapkan dirinya mendapatkan bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Masni yang menghuni rumah dengan kondisi memprihatinkan mengaku sedih melihat warga lain berbondong-bondong mendatangi kantor pos untuk mencairkan dana bantuan.(jar/cw2)
Perangkat Desa Terancam Dipolisikan
//Keakuratan Data RTS Diragukan, Bupati Prihatin
METRO – Permasalahan pembagian KPS dan dana BLSM di Kabupaten Mukomuko terus berlanjut. Di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, keluarga dari Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima KPS dan dana BLSM melayangkan protes keras kepada perangkat desa setempat. Pasalnya, perangkat desa mengganti data RTS yang semula menerima KPS dan dana BLSM dengan RTS lain. Adalah Solihin, yang belakangan diketahui namanya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Tak ayal hal ini menyulut emosi keluarganya. Malahan keluarga Solihin mengancam akan menempuh jalur hukum jika data tersebut tidak segera diubah kembali ke data awal.
‘’Kalau dalam dua hari ini tidak juga ada kejelasan, atas nama keluarga kami akan melaporkan perubahan nama penerima atas nama orang tua kami itu ke polisi. Kami tidak mau dibuat begini. Masa seenaknya saja pihak pemerintah desa merubah data penerima BLSM yang telah ditetapkan dari pemerintah pusat,’’ ungkap Hambali, menantu Solihin kepada Radar Mukomuko (RM), kemarin.
Hambali menyebutkan, kalaulah Solihin tergolong orang kaya, mungkin tidak menjadi masalah ditukar kepada yang lebih berhak. Tetapi tidak demikian kenyataannya. Solihin merupakan lansia yang ekonomi keluarganya ke bawah alias miskin..
‘’Jangan ada permainan yang tidak sehat dalam pembagian BLSM ini. Saya kira orang tua kami yang sudah tercatat namanya sebagai penerima bantuan itu layak untuk menerimanya, selain sudah lansia beliau juga termasuk rumah tangga miskin,’’ tegas Hambali.
Ditempat terpisah, Kaur Pemerintahan Desa Dusun Baru V Koto, Dedi Saputra mengatakan, gejolak yang muncul di tengah-tengah masyarakat terkait persoalan jatah kompensasi kenaikan harga BBM subsidi, pihak pemerintah jangan tinggal diam saja.
‘’Jujur saja penerima BLSM di Dusun Baru memang tidak tepat sasaran. selain ditemui orang kaya, punya kebun juga berbonceng pengurus pemerintahan desa yang semestinya masih mampu untuk menghidupkan keluarga mereka. Tetapi entah apa yang harus dikatakan lagi, mereka malah mengenyampingkan nasib para janda tua, panti jompo yang tergolong rumah tangga miskin,’’ tegas Dedi.
Di lain sisi, carut marut pada pembagian KPS dan dana BLSM sampai juga ke telinga Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Menurutnya, kejadian itu sesuai dengan firasat dan kekhawatiran yang selama ini menyelimuti. Bup mengaku prihatin penyaluran dana yang tidak tepat sasaran serta adanya indikasi pemungutan sejumlah uang dengan modus sebagai uang transport petugas kantor pos. Bup meminta agar data penerima BLSM tahap 2 diferivikasi ulang. Sehingga dana nama penerima berubah, namun jumlah tetap. Artinya, ada pengalihan dari penerima yang mampu kepada penerima yang benar-benar miskin.
‘’Jujur saja, kita sangat prihatin sekali banyaknya informasi dan masalah yang timbul saat dana BLSM itu dibagikan. Dan memang benar terbukti, apa yang kita khawatirkan selama ini memang benar-benar terjadi. Dimana, penerima BLSM tidak sesuai lagi, karena dari segi ekonomi sudah mapan. Sedangkan, warga yang benar-benar miskin malah tidak mendapatnnya. Kita harus rubah data penerima, namun tidak mempengaruhi jumlah keseluruhan. Jadi, pencairan BLSM tahap 2 tidak ada kendala lagi,’’ ungkap Bup.
Terkait banyaknya jumlah warga miskin yang mencapai 8.333 orang se Kabupaten Mukomuko, Bup meragukannya. Karena data yang diserahkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 lalu dinilai tidak valid lagi. Sedangkan yang mengetahui kondisi warga di lapangan adalah kades sampai ke bupati.
‘’Program kita dalam pengentasan kemiskinan terus berlanjut. Dan sejauh ini sudah ada perubahan. Jadi tidak mungkinlah, data warga yang benar-benar miskin di daerah kita mencapai segitu (8.333, red). Semua itu harus diverifikasi ulang agar jelas. Jangan sampa ada yang mengaku miskin saat ada bantuan dari pusat. Dan seluruh kades serta camat harus ikut bekerjasama,’’ imbuh Bup.
Kepala Kantor Pos Kota Mukomuko, Wawan mengatakan bahwa saat ini penyaluran dana BLSM sudah mencapai 85 persen. Ia menyalurkannya sesuai dengan data dari pusat. Jika nantinya ada perubahan, ia tidak akan mempermasalahkan. Karena ia hanya menunggu data dan dana yang langsung diserahkan dari pusat.
‘’Kalau kami hanya bekerja saja. Penyaluran sesuai dengan data yang langsung dari pusat. Sejauh ini berjalan lancar, meski kita akui di tingkat bawah banyak sekali permasalahan yang timbul. Kalau nantinya ada perubahan data ya silahkan, kita menunggu saja. Dan saat ini penyaluran hampir selesai,’’ terang Wawan.
Terkait adanya pemotongan yang diakomodir perangkat desa, Kades Maju Makmur, Kecamatan Penarik, Wakhidin membantahnya. Menurutnya, dana yang dikumpulkan tidak ada paksaan dan murni atas kemauan penerima sebagai ucapan terimakasih.
‘’Awalnya, penyaluran BLSM akan dilakukan di kantor pos, karena ada kesepakatan dan petugas kantor pos juga siap, penyaluran langsung dilakukan dib alai desa. Kita memang memantau agar tidak terjadi konflik. Kalau masalah potongan itu tidak ada. Warga hanya menyumbang ala kadarnya untuk uang transport. Dan ada juga yang tidak member. Mereka (warga, red) melakukan itu sebagai ungkapan terima kasih saja dan tidak ada unsur lain,’’ pungkas Wakhidin.(cw2/ray)
Lagi, Miras dan Mercon Diamankan
METRO – Razia bersandikan Operasi Pekat Nala 2013 yang digelar Polres Mukomuko dan jajaran kembali membuahkan hasil besar. Sekitar pukul 10.15 WIB kemarin, anggota gabungan dari Sat Reskrim, Sat Shabara, Sat Narkoba, Sat intelkam dan Sat Binmas berhasil menyita Minuman Keras (Miras) dan mercon. Rinciannya, 52 botol miras jenis malaga, anggur cap kucing, dan Anggur Merah (AM). Selanjutnya, 250 liter miras jenis tuak dan 25.000 butir mercon. Barang Bukti (BB) itu didapat dari warga asal Desa Penarik dan Mekar Mulya. Kemudian langsung diangkut ke mapolres.
Operasi yang dipimpin sejumlah perwira berlangsung lancar. Awalnya, setelah meluncur dari mapolres, anggota langsung menuju Pasar Penarik, Desa Penarik. Di situ, anggota yang berjumlah sekitar 25 orang berhasil mengamankan mercon. Di TKP lain di Desa Penarik, anggota mendapati miras jenis tuak kemudian diamankan. Tak berhenti sampai di situ, anggota langsung melakukan penggeledahan di sejumlah toko. Alhasil, 20 botol miras jenis malaga, AM dan anggur cap kucing turut diamankan. Dan terakhir di Desa Mekar Mulya, sekitar 32 botol miras jenis malaga ikut diangkut.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik mengatakan bahwa operasi pekat masih menyisakan waktu 2 hari lagi. Sejauh ini, torehan hasil dari operasi itu dinilai memuaskan dan akan terus ditingkatkan. Selain mercon, hasil terbanyak yakni miras.
‘’Tadi (kemarin, red) angora turun ke wilayah Kecamatan Penarik dan berhasil mengamankan miras dan mercon. BB-nya langsung diangkut ke sini (mapolres, red). Selain memang tidak ada izin, untuk penjualan miras dengan kadar alkohol di atas 10 persen memang tidak dibenar. Waktu 2 hari yang tersisa akan kita maksimalkan untuk melakukan operasi. Hasilnya nanti akan kita musnahkan bersama,’’ ungkap kabag ops.
Operasi yang digelar di seluruh wilayah mendapat dukungan dari Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran polres dan polsek dalam melakukan operasi serta meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
‘’Kami sangat mendukung operasi pekat itu. Apalagi dengan hasil yang memuaskan. Artinya masih banyak warga yang melakukan aktivitas tidak terpuji serta melanggar huku. Teguran dan pembinaan kepada warga harus diberlakukan. Kalau tingkat pelanggarannya fatal, tindakan tegas mesti diberikan,’’ pungkas Bup.(ray)
Monday, 15 July 2013
Politik Mukomuko
Parpol ‘’Alamat Palsu’’, PPK Kebingungan
POLITIK RM – ‘’Di mana, di mana tinggalnya. Sekarang di mana tinggalnya’’, lirik lagu berjudul ‘’Alamat Palsu’’ yang sukses mengantar Ayu Ting-Ting menjadi pedangdut papan atas ini cocok menggambarkan keluhan para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) saat ini.
Baru-baru ini PPK melaporkan kepada bos mereka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, lantaran kebingungan mencari alamat sekretariat parpol di kecamatan. Menurut mereka sebagian besar parpol tak punya alamat sekretariat yang jelas di setiap kecamatan. Padahal PPK harus segera menyerahkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke setiap parpol tersebut sesuai aturan.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag, membenarkan permasalahan yang dialami oleh anggota PPK tersebut. Ia sudah mendapat laporan dari timnya,jika mereka tidak mengetahui alamat parpol di kecamatan. Pertanyaannya yang mereka ajukan, bolehkah setiap urusan dengan parpol ini langsung dengan calegnya saja. Sebab caleg mudah dicari, lantaran sebagian masyarakat mengenalnya. Pertanyaanya kalau tidak ada sekretariat, kok parpol bisa lolos verifikasi faktual parpol sebelumnya?
‘’Kebanyakan permasalahan yang dihadapi PPK itu sama, sekarang PPK harus menyerahkan data pemilih sementara ke setiap parpol, namun mereka tidak mengetahui alamatnya. Takutnya kalau diserahkan kepada salah-satu caleg tidak sampai kepada parpol, verifikasi itu sebelumnya, mungkin ada waktu itu,’’ ungkap Dawud.
Lanjut Dawud, rencana yang akan ditempuh, KPU akan segera melayangkan surat kepada setiap pimpinan parpol di kabupaten untuk memastikan alamat secretariat mereka. Sebab kebaradaan sekretariat sifatnya wajib bagi setiap parpol terutama peserta pemilu saat ini. Banyak hal yang menghubungkan KPU, PPK termasuk panwas dengan sekretariat parpol tersebut.
‘’Kita akan surati setiap parpol di kabupaten untuk memastikan sekretariatnya dimana dan harus ada papan merk serta dilengkapi dengan syarat sebuah sekretariat lainnya. Kedepannya banyak urusan penyelenggara pemilu terhadap parpol tersebut,’’ tegas Dawud.
Juga dibenarkan oleh anggota KPU lainnya, Khairanzar, permasalahan ini harus menjadi perhatian serius setiap partai. Sebab salah satu syarat parpol itu pada verifikasi bisa lolos sebagai peserta pemilu adalah sekretariatnya. Pada dasarnya masih ada juga parpol yang melengkapinya, namun kebanyakan tidak.
‘’Ada beberapa parpol masih lengkap sekretariat dan petugasnya, kebanyakan tidak jelas. Tanda sekretariat itu ada papan merk dan peralatan parpol di sana. Ini harus diperhatikan dengan serius,’’ demikian Khairanzar.(jar)
Maju ke Provinsi, 3 Dewan Mukomuko Pede
POLITIK RM – Tiga orang anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dipastikan akan maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko. Mereka adalah, Mujiono, S.IP dari PDI Perjuangan, Bambang Afriadi, ST melalui PKB dan H Yusmardi, SH sebagai jagoan PAN. Sejauh ini ketiganya cukup percaya diri (Pede) bisa bersaing dengan calon lainnya, termasuk dengan 4 dewan provinsi incumbent.
Mujiono, saat ditanyai mengaku tidak ragu sedikitpun untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan provinsi. Meskipun ia mengetahui jika persaingan akan sangat berat dilalui. Ia berjanji akan berjuang sampai dengan titik terakhir untuk bisa meraih 1 tiket ke kursi DPRD Provinsi tersebut. Ia menganggap semua calon itu punya kekuatan yang sama untuk memperoleh dukungan dari warga Kabupaten Mukomuko.
‘’Kenapa kita harus ragu, maju terus pantang mundur. Soal lawan berat, semuanya sama saja, yang akan duduk adalah orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat. Sejauh ini meski pas-pasan saya terus berusaha. Apalagi dengan dibantu kawan-kawan di daerah peluang untuk menang terbuka lebar,’’ terang anggota Komisi II DPRD Mukomuko ini.
Juga Bambang, tidak mau kalah saing. Silakan setiap calon berusaha untuk menang, namun ia hanya menegaskan jatah satu kursi yang ke empat adalah miliknya. Misinya untuk membangun Mukomuko lebih baik lagi melalui kursi DPRD Provinsi Bengkulu. Apalagi dengan parpol PKB yang berada pada nomor urut dua, sangat gampang baginya untuk berkampanye kepada masyarakat, selain itu dukungan untuknya tetap terjaga sampai sekarang.
‘’Boleh saja bersaing, siapapun punya cara dan gaya. Saya cuman menargetkan kursi yang ke empat harus milik saya. Tujuan kita baik dan sejauh ini masyarakat masih memberi dukungan,’’ ungkap Bambang yang sekarang berada di Komisi III.
Waka I DPRD Mukomuko, H Yusmardi, SH, juga sedikitpun tak mau kalah soal target dan peluang untuk meraih dukungan. Satu hal yang sudah dipastikan, PAN diperkirakan wajib memiliki 1 jatah kursi ke Provinsi, tinggal lagi diantara mereka, siapa yang akan mendapat dukungan penuh. Ia merasa yakin dengan suara masyarakat mudik dan pendukung PAN, mampu menembus tiket ke provinsu tersebut.
‘’Yang jelas kita jalani dulu, yang menentukan adalah masyarakat, kita untuk apa bingung-bingung, kalau dipercaya duduk kalau tidak kita masih sama saja,’’ demikian Yusmardi.(jar)
Disurati BPK, Anggaran Parpol Amburadul
POLITIK RM – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Provinsi Bengkulu menyurati Ketua DPC/DPD Partai Politik (Parpol) yang mengisi kursi parlemen Kabupaten Mukomuko. Surat tersebut berisi permintaan untuk mengkonfirmasi penggunaan anggaran parpol bantuan dari pemerintah melalui Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Sandi (Kesbangpo dan Sandi) Kabupaten Mukomuko. Informasi ada beberapa parpol hingga sekarang belum menyelesaikan laporan keuangan pada tahun sebelumnya hingga dana parpol mereka terancam tak bisa dicairkan.
Kepala Kesbangpol Mukomuko, Abu Hasan Rusli, S.Pd, membenarkan masalah ini. Ia sendiri mengaku cukup bingung dan terbesit emosi dengan sikap pengurus parpol yang kurang serius membuat laporan. Sebab BPK tahunya dengan kesbangpol, padahak berulang kali sudah disampaikan kepada masing-masing untuk menyegerakannya. Sebab menyangkut keuangan ini sangat rentan timbul permasalahan.
‘’Saya jadi bingung dengan kawan-kawan dari parpol, masa masih ada yang belum menyerahkan laporan tahun lalu, sementara BPK mendesak kami. Sekarang sebagian besar sudah tetapi masih ada yang belum,’’ ungkap Abu.
Lanjutnya, surat yang disampaikan kepada parpo dengan nomor 02/Banpol/MM/7/2013 adalah, yang berisi, sedang dilangsungkannya pemeriksaan atas pertanggungjawaban penerimaan dan penggunaan dana bantuan partai politik anggaran Tahun 2013. Ketua parpol diminta mengecek ulang penggunaan dana dan mengkonfirmasi kebenarannya kepada BPK.
‘’Surat itu kita yang serahkan kepada ketua parpol dan ini kita minta secepatnya dikonfirmasikan,’’ tegas Abu.
Ketua DPC PBB Kabupaten Mukomuko, Mukti Ali, S.Ip, membenarkan adanya surat ini, surat tersebut melampirkan catatan penggunaan dana oleh parpolnya. Ia sudah mengecek dan tidak ada permasalahan. Laporan sudah disampaikan kepada kesbangpol sejak awal dalam bentuk catatan penggunaan dana lengkap dengan buktinya.
‘’Surat itu hanya untuk konfirmasikan lagi apakah benar apa tidak, saya rasa semuanya sudah betul, kami tidak ada masalah dengan keuangan,’’ demikian Mukti Ali.(jar)
Mukomuko Laka
Dekat TPU Bunga Tanjung, Truk Terguling
Bawa Kardus Rokok Diduga Ilegal
TERAMANG JAYA – Truk colt diesel bernopol BA 8278 GU mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya pada Sabtu (13/7) malam, persisnya di dekat kuburan atau TPU setempat. Posisi truk yang terguling membuat muatan di belakang berserakan. Dari pengakuan sopir truk, barang-barang yang dibawanya merupakan bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Jokowi untuk korban banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Setelah sempat teronggok di TKP selama semalaman, truk baru dievakuasi siang kemarin. Kendati truk sudah dapat melanjutkan perjalanan, namun sopir truk dan kernetnya dihadapkan pada masalah yang membuat mereka menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Teramang Jaya.
Pasalnya, salah satu muatan yang dibawa truk, puluhan kardus berisikan rokok mengundang kecurigaan. Dari merknya saja, New MZ, Super Gulung Mas dan Executive terbilang langka. Ditambah lagi kejanggalan pada jumlah batang yang tertera pada bungkus rokok. Dimana di bungkusnya tertulis 16 batang, ternyata saat dibuka dan dihitung jumlahnya sebanyak 20 batang. Dilihat sepintas, bentuk rokok-rokok itu menyerupai rokok bermerk terkenal produksi Gudang Garam.
Salah seorang perangkat desa, Gori bersama dengan belasan warga lain yang ikut membantu evakuasi barang muatan truk menyampaikan, awalnya mereka mengira isi kardus adalah sembako. Selain dari barang lain yang dibawa, berupa kawan untuk pembangunan bronjong. Namun saat dibuka, ternyata kardus berisikan rokok.
‘’Kita awalnya hanya ingin mencoba rasa rokok yang bungkusnya terlihat baru yang sudah terbuka. Tapi kawan-kawan merasa aneh, sebab isinya berbeda dengan mereknya,’’ kata Gori yang diamini, Lamadi, Edi Boro, Iis dan warga lainnya.
Sementara sopir truk, Abeng didampingi rekannya mengakui jika kawat bronjong tersebut adalah bantuan dari Gubernur Jokowi dan ada surat keterangan resmi. Sementara untuk rokok disebutnya muatan tambahan yang mereka bawa dan tidak ada surat keterangan jelas. Mereka sendiri tidak mengetahui pasti apa isinya, sebab kardus-kardus itu dipindahkan dari kendaraan lain untuk dibawa dengan tujuan salah seorang pengusaha di Bypass, Padang, Sumbar.
‘’Kalau beronjong itu pesanan langsung, untuk rokok kami diminta bawa dan tidak tahu apa isinya, sebab dipindahkan dari mobil boks ke truk kami,’’ ungkap Aceng.
Kapolres Mukomuko AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik diwakili Kapolsek Teramang Jaya, Ipda. Muhardi Muin yang turun langsung memimpin anggotanya belum dapat memberikan keterangan pasti terkait temuan rokok pada truk. Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan meminta keterangan dari sopir truk.
‘’Kita bawa dulu ke mapolsek dan akan meminta keterangan dari sopir, memang untuk awal mereka hanya bisa memperlihatkan keterangan surat untuk satu jenis muatan saja. Masalah rokok ini perlu telaah lebih jauh,’’ demikian kapolsek.(jar)
Berkalung Emas, Kebun Luas dan Rumah Mewah
Carut Marut Pembagian BLSM
METRO – Kekhawatiran Bupati Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akan pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menuai permasalahan serius di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Mukomuko terbukti benar. Pembagian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan dana BLSM kemarin diwarnai carut marut. Berdasarkan pantauan tim Radar Mukomuko (RM) mulai dari Kecamatan Air Rami hingga Lubuk Pinang, hampir sebagian besar penerima BLSM diduga tidak tepat. RM memergoki salah seorang penerimanya menggunakan kalung emas saat keluar dari kantor pos. Ada pula informasi dari warga, penerima BLSM memiliki kebun 2 hingga 3 hektare (Ha) serta yang lebih mencengangkan lagi, ada yang mempunyai rumah mewah namun menerima dana BLSM.
Kaur Umum Desa Dusun Baru V Koto, Kecamatan Air Dikit, Dedi Saputra tak menampik bahwa penerima BLSM tidak sedikit orang yang berada. Sedangkan di lain sisi, warga yang benar-benar miskin tidak tersentuh bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Malahan ada pula perangkat desa yang ikut menikmati dana BLSM itu.
‘’Sempat ricuh. Ada beberapa ibu-ibu yang merasa berhak menerima bantuan mempertanyakan itu kepada saya dan perangkat desa lain. Kenapa mereka tidak dapat bantuan sedangkan warga mampu menerimanya. Jangankan warga, kita sendiri heran. Kok penerima ada yang memakai gelang dan kalung emas, pakai motor besar yang dibeli tunai, punya kebun melebihi 3 hektare dan rumah mewah. Bukannya kita iri atau sebagainya. Kalau kita mau berbicara adil, harusnya orang-orang mampu seperti itu, termasuk perangkat desa yang tercantum sebagai penerima BLSM dengan sadar diri menukarkan namanya kepada warga lain yang sangat membutuhkan,’’ kritik Dedi.
Sekadar diketahui, data penerima BLSM untuk Kecamatan Air Dikit, di Desa Dusun Baru V Koto sebanyak 29 RTS, Air Kasai 21 RTS, Air Dikit 44 RTS, Pondok Lunang 5 RTS, Sari Bulan 25 RTS, Sumber Sari 26 RTS dan Sumber Sari 22 RTS. Khusus di kecamatan ini, yang sudah dibagikan baru Desa Pondok Lunang, Desa Dusun Baru dan Desa Air Kasai.
Kekecewaan juga diutarakan Edi Irawan, warga lain. Edi mengharapkan pemerintah bisa segera menanggulangi permasalahan BLSM agar tidak menimbulkan cemburu sosial yang berujung pada konflik sesama warga.
‘’Apa tidak malu, bagi mereka yang dinilai mapan tapi masih kebagian jatah BLSM yang jelas-jelas jatah rumah tangga miskin. Bagaimana solusi kedepannya, supaya masalah ini tidak berkepanjangan,’’ terang Edi.
Saat coba ditelusuri, salah seorang kadus di Kecamatan Teramang Jaya mengakui bahwa dirinya mendapat KPS yang merupakan persyaratan mengambil dana BLSM di kantor pos. Ia terkesan tidak memperdulikan imbauan hingga cemoohan orang-orang yang kecewa lantaran fakta di lapangan penerima BLSM tidak tepat sasaran.
Di Kecamatan Kota Mukomuko, jumlah RTS penerima BLSM sebanyak 476 RTS.
Drs. Marjohan menyebutkan, meskipun diwarnai protes namun tidak sampai mengganggu jalannya pembagian dana di kantor pos.
‘’Untuk tahap awal kemarin (Sabtu, red), pengambilan berjalan lancer. Mudah-mudahan seterusnya juga demikian,’’ ungkap Marjohan.
Di tempat terpisah, penyaluran dana BLSM dan KPS di Desa Sungai Ipuh 1 tak lepas dari kericuhan. Pasalnya, data penerima sebanyak 25 RTM ditukar dengan nama lain setelah dianggap tidak berhak menerima oleh kades setempat.
‘’Awalnya nama kami tercatat sebagai penerima BLSM, tiba-tiba ditukar kades dengan nama lain. Perubahan itu sebanyak 25 orang, karena kami memprotes, tidak setuju untuk dilakukan perubahan nama, maka kami adakan rapat bersama. Akhirnya, malam tadi (kemarin, red) kades kembali memasukan nama kami sebagai penerima,’’ terang Mashuri.
Di Desa Lubuk Sahung, berdasarkan keterangan Kades Lubuk Sahung, Ali Martinus, BLSM di desanya dijatah untuk 64 RTS. 15 RTS dinyatakan bermasalah, karena ada yang meninggal dunia 1 orang, 5 RTS pindah rumah dan selebihnya masih dalam proses pencarian domisilinya.
‘’Kita sudah tetapkan melalui rapat, karena ada yang bermasalah sekitar 15 RTS, ini akan kita bicarakan dan cari penggantinya. Ada yang meninggal dunia, pindah alamat dan tidak jelas alamatnya. Untuk penggantinya nanti juga dari rumah tangga miskin yang dinilai layak menerima,’’ jelas Ali.(tim)
//Diduga Disunat Rp 5 Rb sampai Rp 10 Rb
PENYALURAN dana BLSM dan juga KPS bantuan di beberapa desa diduga diwarnai aksi pemotongan. Dari total Rp 300 ribu/penerima atau RTS dipotong Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Alasan pemotongan yang diakomodir perangkat desa itu untuk biaya transportasi petugas dari Kantor Pos. seperti yang terjadi di Desa Aur Cina dan Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, dan Maju Makmur, Kecamatan Penarik. Meski dinilai tidak memberatkan, namun tindakan itu jelas menyalahi aturan. Selain itu, mayoritas penerima BLSM merupakan warga dari kalangan mampu. Sementara, warga yang benar-benar miskin hanya dapat melihat sembari menggit jari.
Salim, Pemuda Desa Aur Cina mempertanyakan prosedur penyaluran dana BLSM. Menurutnya, penyaluran di Kantor Pos akan lebih efektif dibandingkan dengan penyaluran di kantor desa, balai desa atau rumah kades sekalipun.
‘’Khusus di Desa Aur Cina dan Talang Buai, pemotongan untuk uang transportasi poetugas dari kantor pos. Jumlah penerimanya mencapai ratusan, kalau dikalkulasikan bukan hanya untuk uang transport saja, bisa juga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Kita ingin tahu bagaimana prosedurnya dan siapa yang berhal menerima BLSM itu,’’ ungkap Salim.
Hal senada disampaikan warga Maju Makmur, Kecamatan Penarik yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, penyaluran dana BLSM yang digelar dibalai desa selain tidak sesuai juga terdapat potongan. Ia mengaku sangat menyayangkan, karena bantuan itu seharusnya diterima dalam keadaan utuh. Total penerima mencapai 88 orang dan terbanyak se Kecamatan penarik.
‘’Harusnya bantuan itu utuh, jangan sampai ada pemotongan dengan berbagai alasan apapun. Itukan hak warga miskin, kalau bisa seharusnya ditambah bukannya dipotong,’’ terangnya.
Terpisah, Tokoh Masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum mengaku sangat prihatin adanya informasi pemotongan dana BLSM. Padahal, BLSM merupakan hak warga miskin dan tidak bisa disalahgunakan, termasuk penyaluran tidak tepat sasaran. Ia meminta kejelasan mengenai masalah itu. Jika menyalahi aturan, maka harus ada tindakan tegas.
‘’Jangan sampailah BLSM itu dipotong atau apalah alasannya. Karena BLSM langsung dari pusat dan harus diserahkan kepada yang bersangkutan. Apalagi kalau pungutan itu ada campur tangan perangkat desa. Itu sama saja membuat masalah baru. Sudah data penerima yang tidak jelas, ada juga pemotongan,’’ demikian Hamdani.(ray)
Rumah Guru Kemalingan, Laptop dan Kamera Raib
TERAMANG JAYA – Apes dialami Kurniawan (33), warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya. Kurniawan yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru salah satu SDN di Desa Teramang Jaya menjadi korban dugaan pencurian. Dari dalam rumah Kurniawan, pelaku membawa kabur 1 unit laptop dan kamera digital. Tidak terima atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/7), Kurniawan melapor ke Polsek Teramang Jaya.
Dari keterangan korban, bukan cuma kerugian materi yang disesalinya namun isi dokumen di dalam laptop yang diembat maling itu tak kalah penting. Yakni data-data mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Saat pencurian berlangsung, korban tengah bepergian ke desa tetangga.
‘’Ini yang membuat saya rugi dan susah berpikir lagi. Di dalam laptop itu tersimpan semua data-data penting sekolah, termasuk data penerimaan siswa baru kemarin. Kalau masalah barang kiranya bisa kita cari lagi, tetapi data yang tersimpan itu sangat berharga,’’ ungkap korban.
Kronologisnya, masih diuraikan korban. Sementara rumah dalam keadaan kosong, laptop sedang dicas di ruang depan kamarnya. Sedangkan kamera kesayangannya tersimpan di dalam lemari kamar. Diduga kuat pelaku masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci pintu belakang.
‘’Kalau kita lihat, kemungkinan besar pencurinya masuk dari pintu belakang rumah. Untuk laptop sedang dicas di dekat TV, kalau kamera di dalam lemari,’’ jelas korban.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Teramang Jaya, Ipda. Muhardi Muin membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencurian yang dialami warga Desa Bunga Tanjung.(cw1)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati
METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...
-
Inspektorat : Diakuinya Satu Kali METRO – Ujian berat tengah dihadapi oleh dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko dan merupakan pukulan bagi p...
-
Pemilihan Bupati 2020 MUKOMUKO – Semakin dekatnya perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, nama-nama tokoh yang benar...
-
Kerja Keras dan Cerdas KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Muk...

