Friday, 23 August 2019

Mengukur Isu Pemilihan Bupati Mukomuko 2020


Oleh : Amris Tanjung

WAKTU begitu cepat berlalu, pesta demokrasi pemilihan pemimpin baru di daerah-daerah tidak lama lagi akan dihelat. Sesuai ketetapan KPU, Pilkada serentak diikuti 270 daerah akan berlangsung sekitar akhir tahun 2020, termasuk salah satunya pemilihan bupati Mukomuko. Walau masih setahun lagi, namun isu Pilkada sudah menjadi buah bibir. Bahkan sejak beberapa waktu lalu mulai banyak nama tokoh yang dimuculkan dan menjadi pembicaraan, terutama di media sosial.
Namun demikian yang sudah secara terbuka mengisyaratkan kesiapannya untuk mencalon baru tiga nama dan semuanya wajah-wajah lama yang sudah sangat dikenal. Tiga nama tersebut yaitu dua orang incumbent H.Chorul Huda,SH dan Haidir,S.IP serta H.Sapuan,SE,Ak,CA,MM. Selain tiga nama tersebut, ada beberapa tokoh lagi juga diisukan bakal maju, salah satunya Isda Putra tokoh Mukomuko yang tinggal di Bengkulu.
Sebesar apapun isu pencalonan dari berbagai tokoh dan kelompok, namun masyarakat sudah cerdas menilai, mencalon butuh dukungan parpol. Selain itu bukan rahasia lagi cost politik itu tinggi. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017, syarat maju sebagai calon bupati minimal didukung oleh 20 persen kursi parpol di DPRD Mukomuko atau 25 persen suara sah gabungan partai politik.
Logikanya, anggota DPRD Mukomuko sebanyak 25 orang, dimiliki oleh 11 partai politik dengan jumlah kursi bervariasi. Enam parpol memiliki kursi terbanyak yaitu sama-sama tiga kursi, pertama Partai Golkar tiga kursi, Demokrat tiga kursi, Perindo tiga kursi, PDIP tiga kursi, Gerindra tiga kursi dan PAN juga tiga kursi. Tujuh kursi lagi milik lima parpol, yaitu NasDem dua kursi, PKB dua kursi, PKS satu kursi, PKPI satu kursi dan partai Hanura juga satu kursi.
Walau jumlah kursi partai ada 25, namun tidak bisa mengusung hingga lima calon, hanya maksimal empat pasangan calon saja. Itupun terjadi jika tidak ada kandidat yang didukung oleh lebih dari tiga partai politik atau lebih dari tujuh kursi parpol. Jika melihat kerkembangan isu politik dan berpedoman dari Pilkada yang sudah-sudah, tidak menutup kemungkinan ada kandidat yang siap memborong jumlah besar kursi parpol. Jika hal ini terjadi, maka pemilihan Bupati Mukomuko 2020 nanti hanya dua pasangan calon, paling banyak tiga pasangan dan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi calon tunggal.
Selain dukungan partai politik, pasangan calon bupati dan wakil bupati juga dapat mendaftar calon bupati melalui jalur perseorangan atau independent. Artinya calon cukup mengumpulkan dukungan dari masyarakat. Kabupaten Mukomuko dengan penduduk sekitar 176 ribu jiwa atau Daftar pemilih tetap (DPT) terakhir sekitar 126 ribu, maka dukungan independent minimal 10 persen. Artinya satu pasangan calon harus mengumpulkan dukungan sekitar 12 ribu hingga 15 ribu yang dibuktikan melalui poto copy KTP atau surat keterangan dukungan dari masyarakat.(**)

Monday, 8 July 2019

Sapuan Pastikan Maju Calon Bupati MM 2020

METRO - Disaat beberapa nama masih berencana untuk maju pada Pilkada serentak 2020, H.Sapuan,SE,AK,MM,CA sudah membuat keputusan final. Putra kelahiran Kecamatan Teramang Jaya ini memastikan dirinya akan maju sebagai calon bupati untuk ketigakalinya pada pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko yang akan dihelat september 2020 nanti. Keputusan ini diambilnya setelah mendengar masukan dari berbagai pihak dan juga hasil survey oleh tim survey independent.
Pada Radar Mukomuko Sapuan mengatakan, setelah mendengar permintaan masyarakat serta hasil dari berdialog langsung dengan beberapa tokoh Mukomuko, ia memutuskan maju pada Pilkada 2020. Ia memtuskan maju juga setelah menerima hasil survey dari tim yang sengaja diterjunkan. Laporan tim survey dan berbagai pihak terhadapnya, ada arus besar masyarakat menginginkan perubahan. Selain itu ia maju karena melihat pertumbuhan perkembangan pembangunan di Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya juga sudah melihat hasil survey oleh kawan-kawan dari tim survey yang diturunkan dan kami secara langsung juga sudah mendatang beberapa desa di 15 kecamatan. Ada harapan besar masyarakat yang harus diwujudkan, saya diminta maju lagi. Maka sekarang saya putuskan akan mencalonkan diri pada Pilkada kelak,’’ kata Sapuan via telepon genggam.
Sapuan juga mengaku sudah melaksanakan pertemuan dengan tokoh Mukomuko di Bengkulu dan Jakarta, mereka sama-sama mencermati dengan baik isu pembangunan di daerah asalnya dinilai perlu dipercepat. Tidak lama lagi dirinya bersama dengan beberapa tokoh akan turun ke daerah, memulai babak baru untuk konsolidasi ke semua elemen masyarakat lintas suku dan agama dan peguyuban yang ada di Mukomuko. Ia juga yakin mayoritas tim dan relawannya pada Pilkada 2014 lalu masih bersatu dan siap kembali berjuang bersama-sama.
‘’Kami siap bergandengan tangan dengan semua stakeholders yang ada untuk kabupaten yang lebih baik. Sebelumnya saya juga berterimakasih pada semua pihak yang sudah memberi masukan dan dikungan untu saya maju pada Pilkada 2020,’’ tutur Sapuan.
Terus pria yang akrab disapa SPN ini juga memastikan maju sebagai calon bupati Mukomuko 2020 melalui partai politik. Ditanya soal partai mana saja, Sapuan mengaku masih tahap pendekatan dengan pengurus parpol. Ia akan melakukan komunikasi langsung dengan pengurus partai secara terstruktur.
‘’Kita melakuan pendekatan dengan pengurus partai di kabupaten, provinsi dan pusat karena itu mekanisme yang menurut kita lebih baik. Kebetulan di pusat, beberapa pengurus partai adalah kawan-kawan yang dikenal,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 8 May 2019

Haidir Beri Sinyal Siap Tempur Pilbup Mukomuko

METRO – Wakil Bupati Mukomuko, Haidir, S.Ip beri sinyal akan maju sebagai calon Bupati Mukomuko periode 2021-2025. Ditengah masyarakat sendiri, isu Haidir akan maju sudah menyebar dan kehadirannya di berbagai kegiatan masyarakat dikait-kaitkan dengan isu tersebut. Namun Haidir sendiri saat ditemui belum mau memberi keterangan pasti.
Ditanyai disela-sela menghadiri rapat pleno KPU Mukomuko kemarin, Haidir mengatakan sekarang belum waktunya bicara soal Pilkada, karena memang belum dimulai. Ia juga melihat KPU sendiri selaku penyelenggara masih disibukkan dengan rangkaian pemilu.
‘’Kita belum bisa bicara soal rencana untuk Pilkada, sekarang pemilu saja belum selesai. KPU pasti akan menyampaikan secara resmi, jika memang dimulainya tahapan Pilkada. Soal saya maju atau tidak, semua tergantung masyarakat dan kawan-kawan,’’ kata Haidir.
Politisi Partai Gerindra ini juga menegaskan, ia tidak akan maju lagi kalau untuk wakil bupati. Alasannya cukup satu periode menjabat wakil, ia lebih setuju munculnya generasi muda di Pilkada nanti, baik sebagai wakil ataupun mencalon bupati. Terus ditanyai soal partai politik, Haidir mengaku punya kedekatan dengan banyak pengurus partai, sebab sebagian besar pengurus adalah rekan-rekan seperjuangannya.
‘’Kalau dekat dengan partai, wajar karena saya memang pengurus partai di daerah ini. kawan-kawan kita semua, itu tidak ada kaitan dengan isu saya mencalon,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra, Armansyah,ST juga mengaku belum mendapat kabar, jika wakil bupati yang juga adalah kader Gerindra tersebut untuk maju calon bupati. Kalau memang maju, Gerindra tentu siap mengusung kader sendiri. Pasalnya sesuai dengan amanah pusat. Tapi menuirutnya, tentu saja, parpol punya penilaian tersendiri terhadap siapapun yang ingin diusung.
‘’Kita tentu lebih siap, kalau memang kader partai siap maju, tapi bagaimanapun tetap saja, partai punya pertimbangan matang, karena Gerindra adalah partai pemenang pada Pilkada sebelumnya,’’ tutupnya. (jar)

Tuesday, 23 April 2019

Rangking Parpol Final, Suara Caleg Masih Labil


METRO – Rangking partai pemenang pemilu untuk semua Dapil pemilihan anggota DPRD Mukomuko sudah hampir final. Antara data hitungan cepat yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko dan data masing-masing partai ataupun pihak lain yang melakukan hitungan cepat tidak banyak perbedaan. Selanjutnya yang masih diperdebatan, siapa caleg yang terpilih dari beberapa partai pemenang, karena data suara caleg masih berubah-rubah.
Untuk Dapil I yang masih berpeluang besar berubah adalah caleg pemenang diinternal PDI Perjuangan. Informasi terbaru, Tomi Jepisa yang awalnya disebut-sebut sebagai pemilik suara terbanyak, sudah disalip oleh Ansori Hardios calon nomor urut satu. Dimana suara Tomi masih diangka 700-san, sementara suara Ansori sudah diangka 850-an. Sedangkan total suara PDIP di Dapil I mencapai 2.780-an.
Adapun nama caleg dan partai yang masuk 9 besar sebagai pemenang sesuai data terakhir yaitu, pertama Ali Saftaini,SE dari Partai Golkar, kursi kedua milik Busril,S.IP dari NasDem. Kursi ketiga milik Maskur dari PKB, kursi keempat Aceng Zakaria dari Demokrat. Untuk kursi kelima dimenangkan Armansyah,ST dari Gerindra, kursi keenam milik Ansori dari PDIP, namun  masih dibayangi oleh calon nomor 3, Tomi Jepisa. Kursi ketujuh tetap milik Nopri Ardiantasari,SE dari Hanura, kursi kedelapan milik Perindo dengan caleg peraih suara terbanyak sementara Mustadin,M.Kom. Untuk kursi terakhir dimenangkan Fajar Anita Puspitasari,SE dari PAN, namun masih dibayang-bayangi oleh PKS dan PKPI.
‘’Memang kalau dapil I sesuai hitungan kami, rangking partainya sudah hampir final. Untuk calon yang duduk juga sudah terlihat. Memang di PDI Perjuangan ada keraguan antara Ansori dan Tomi, infonya Ansory suara terbanyak,’’ kata Ketua DPC Gerindra Armansyah,ST yang juga ketua DPRD Mukomuko.
Dapil II ragking partai pemenang juga sudah tidak bisa diganggu-gugat lagi. Yang masih menjadi isu panas di Dapil II adalah perebutan kursi terakhir atau nomor delapan. Demokrat sebagai peraih suara terbanyak bertekat melengkapi jumlah anggota dewannya menjadi tiga orang guna mengamankan jabatan ketua DPRD. Satu-satunya celah untuk menambah kursi adalah dengan merebut dua kursi di Dapil II, yaitu kursi pertama dan kursi nomor delapan. Peluang tersebut terbuka lebar, karena suara demokrat di Dapil II saat ini sudah mencapai 6.715 suara. Sedangkan PKPI yang berada pada angking kedelapan perolehan suara Dapil II belum kibarkan menyerah. Incumbent Ir. Zulfahni Jamal sebagai calon peraih suara terbanyak di PKPI masih terus mengincar jatah kursi terakhir.
‘’Sekarang PKPI jelas masuk dalam delapan besar sesuai kebutuhan kursi di Dapil II, maka kita yakin PKPI masih bisa meraih kursi. Soal aturan pembagian kursi nanti kita lihat dulu,’’ tuturnya.
Adapun urutan partai pemenang dan calon yang sudah hampir pasti terpilih di Dapil II yaitu, Pertama Demokrat atas nama Nursalim, kedua Nopi Yanto,SH dari Perindo. Ketiga Samsudin Sehite dari PDI Perjuangan dan kelima Damsir,SH partai Gerindra. Kelima diraih Suntoko dari Golkar dan kursi keenam milik Kabri dari PAN. Kursi ketujuh hampir dipastikan milik incumbent Safaat,S.Ag dari PKB. Sedangkan kursi ke delapan, jika berdasarkan urutan rangking partai masih dipegang Ir. Zulfahni Jamal dari PKPI, namun posisinya terancam oleh Partai Demokrat yang berpeluang meraih dua kursi, maka bisa jadi Sardiman,SIP kembali terpilih menjadi anggota dewan tiga periode berturut-turut.
Dapil III sendiri juga masih terjadi keraguan untuk caleg terpilih di internal PAN. Posisi Jafrie yang awalnya disebut-sebut sebagai pemilik suara terbanyak, infornya disalip oleh caleg nomor dua, Siswanto dan juga Syamsurizal caleg nomor empat tetap jaga peluang.
‘’Memang hitungan internal kami Siswanto suaranya lumayan besar, juga Syamsurizal. Maka sekarang belum bisa dipastikan siapa duduk dari PAN Dapil III,’’ tutur politisi Golkar Dahril yang juga anggota dewan dan caleg nomor satu Dapil III.
Sedangkan untuk partai lain kemungkinan tidak ada perubahan lagi di Dapil III. Kursi pertama Dapil III sudah positif milik Sukandi,SE,MM dari PKS. Untuk kursi kedua sudah dikunci oleh M. Yusak dari Golkar, kursi ketiga sudah terikat dengan incumbent Suwarno dari NasDem. Juara bertahan Wisnu Hadi dari PKPI kembali menjadi peraih suara terbanyak dan positif mendapat jatah kursi keempt. Kursi kelima milik mantan Kades Jafri dari PAN dan masih dibayang-bayangi Siswanto. Sedangkan mantan dewan 2009-2014 Antonius Dale sudah ngontrak kursi nomor tujuh lewat perahu Partai Perindo. Sedangkan kursi terakhir tetap menjadi milik incumbent Busra dari Gerindra.(jar)

Thursday, 27 September 2018

Banyak Pendaftar CPNS Gagal, Karena Ukuran File Salah


Ukuran Dokumen Yang Benar
KTP                           200KB/jpeg,Jpg
Pass Photo                200KB/jpeg,Jpg
Ijazah                        700KB/PDF
Transkrip Nilai        500KB/PDF
Surat Lamaran        300KB/PDF
Dokumen Lainnya  700KB/PDF


METRO
– Kabar penting bagi para pelamar tes CPNS di Kabupaten Mukomuko, informasinya dari beberapa pelamar yang sudah berhasil mendaftar, mayoritas terancam Tidak Memenuhi Syarat (TMS) alias gagal. Gawatanya lagi, pelamar tidak bisa melakukan perbaikan berkas, hingga bagi yang salah nyaris dipastikan gugur pada fase awal. Kesalahan terbesar pelamar adalah ukuran file dokumen yang dikirim tidak cocok.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mukomuko, Jawoto,S.Pd,SE,M.Pd mengatakan, kemarin dari enam account pelamar yang mereka periksa, hanya satu pelamar yang lengkap. Empat pelamar dokumen syaratnya tidak komplit hingga sementara waktu di TMS-kan. Dimana syarat pelamar yang muncul hanya sebagian, kebanyakan yang tidak ada KTP, pas poto dan surat lamaran.
‘’Ini kesalahan sangat fatal, kasihan mereka sudah mendaftar tapi tidak lengkap dan gugur lantaran kesalahan waktu mengupload dokumen syaratnya. Kalau sudah begini kita jadi tidak bisa berbuat, sebab pendafar tidak dapat mengedit lamarannya,’’ kata Jawoto.
Lanjutnya, kemungkinan saat melakukan pendaftaran syarat yang mereka ajukan lengkap, semuanya dimasukkan. Tapi setelah dikirim hilang, lantaran ukurannya tidak cocok. Sebab di sistem semuanya otomatis, kalau tidak cocok langsung ditolak dan hilang. Maka diingatkan pada calon pelamar hati-hati baca dengan jelas petunjuknya.
‘’Kita menggunakan sistem online yang selalu otomatis, kalau salah maka langsung tidak terbaca saat diverifikasi oleh adminnya,’’ ungkapnya.
Kasubid pengadaan dan dokumentasi, Pria Perdana,S.Kom menjelaskan, pelamar harus memperhatikan dengan jelas durasi setiap dokumennya. Untuk pas poto dan KTP tidak boleh lebih dari 200 Kilo Byte (KB), surat lamaran 300 KB, Ijazah dan dokumen akreditasi 700 KB serta untuk transkrip nilai maksimal 500 KB. Kalau ukurannya berlebih maka otomatis hilang di sistem, dampaknya berkas pelamar dinyatakan tidak lengkap.
‘’Kalau lebih kecil tidak apa-apa, yang tidak boleh berlebih, misalnya pas poto maksimal 200 KB yang mereka upload 300 KB, maka gagal. Lihat dengan jelas ukuran setiap dokumen, sebab jika terlalu berat, secara otomatis ditolak sistem,’’ paparnya.
Lanjutnya, semestinya pelamar hati-hati, setelah melakukan upload berkas, tekan tombol pengecekan sebelum dikirim. Kemarin ada 6 pelamar sudah mendaftar, dari 6 ini empat orang tidak lengkap. Berkas mereka tidak muncul di sistem, maka gagal, sementara mendaftar kembali tidak bisa. Selain ukuran juga jenisnya, lihat petunjuk, jika minta jpeg jangan diupload PDF atau word.
‘’Melakukan pengecekan penting untuk memastikan semuanya masuk, biasanya sebelum kirim ada tombol pengecekan, tinggal ditekan, maka muncul semua berkas. Kalau tidak terlihat upload ulang. Juga jenisnya meski diperhatikan jpeg atau PDF,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 19 September 2018

IPK Tes CPNS 2,75, Passing Grade 298



//Ada Jalur Khusus Bagi IPK Cumlaude
METRO – Pemerintah daerah menetapkan salah satu syarat khusus untuk tes CPNS adalah menetapkan nilai ijazah IPK pelamar minimal 2,75. Maka bagi sarjana IPK kurang dari 2,75 tidak bisa ikut. Kabar baiknya lagi ada 10 jatah khusus bagi calon pelamar dengan nilai IPK cumlaude. Sementara ambang batas nilai tes peserta atau passing grade ditetapkan minimal 298, bagi peserta saat tes nilai dibawah 298 otomatis gugur, tidak dapat lagi ikut tes tahap berikutnya yaitu tes kompetensi bidang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Jawoto,S.Pd,SE,M.Pd mengatakan untuk nilai IPK panitia sepakat 2,75 dan ini sudah disampaikan ke bupati. Ketetapan IPK ini berlaku untuk semua jurusan, maka bagi IPK dibawah 2,75 tidak bisa mendaftar. Petimbangannya karena kebutuhan tenaga pegawai yang punya kemampuan maksimal dalam berbagai hal, salah satunya dari sisi kemampuan keilmuan.
‘’IPK daerah yang menentukan, maka setelah dibahas bersama-sama disepakati minimal nilai IPK pelamar 2,75, sama dengan tahun-tahun sebelumnya,’’ kata Jawoto.
Terus ia juga mengakui ada jalur khusus untuk nilai IPK cumlaude diatas 3,50 sebanyak 10 orang. Selain itu ada dua jalur khusus penyandang disabilitas sebanyak dua orang. Jalur khusus disini tetap menyesuaikan dengan jurusan yang ada. Bedanya saat mendaftar peserta mengisi kolom jalur khusus yang tersedia. Tesnya tetap sama termasuk passing grade sama 298.
‘’Jalur khusus cumlaude nanti sama dengan umum tahapan tesnya, bedanya lawannya juga sama-sama cumlaude. Peserta bisa buka websate SCCN untuk mengetahuinya, nanti kala mengisi kolom pendaftaran secara online, ada kolom pilihan jalur diikuti,’’ tegasnya.
Selanjutnya mengenai passing grade, sudah ditetapkan 298 untuk semua jurusan tes. Walau sudah dibuat ambang batas nilai, namun panitia tetap punya kebijakan dengan pertimbangan menyesuaikan. Bila pada satu jurusan dari sekian banyak peserta tidak ada yang mencapai nilai 298, maka akan dipertimbangan tetap mengambil tiga nilai tertinggi untuk tes tahap berikutnya. Begitupun bila jumlah peserta yang mencapai passing grade lebih banyak, maka yang diambil kemungkinan tetap dirangking.
‘’Passing grade ini batas nilai terendah hasil tes, walau sudah ditetapkan, bisa saja ada kebijakan andai nanti terjadi ketidak cocokan,’’ pungkasnya.(jar)

Friday, 14 September 2018

CPNS Guru 13 Jurusan, Guru SD 44 dan PAI 13


Bup : Tes CPNS Bersih
METRO – Titik terang mengenai rincian formasi CPNS sudah keluar, dimana untuk pendidikan atau guru terdapat 13 jurusan. Terbanyak adalah untuk guru SD atau guru kelas yaitu 44 orang, sementara guru PAI 13 orang, Penjas dan Olahraga 12 orang Bahasa Indonesia 12, Matematika 12, jurusan lainnya dibawah 10. Sedangkan untuk tenaga kesehatan terdapat 19 jurusan, terbanyak dokter umum 8 orang, D3 farmasi 6, D3 perawat 6 orang, D3 ilmu  perawat S1 5, Analisis kesehatan 5, S1 perawat 4 dan selebihnya dibawah 4 untuk setiap jurusan. Untuk CPNS tekhnik sebanyak 13 jurusan, terbanyak untuk S1 Informatika 6 orang, S1 tekhnik lingkungan 4 orang dan S1 ekonomi manajemen 4 orang. Jurusan lainnya penerimaan dibawah 4 orang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan SDM (BKPSDM) Mukomuko, Jawoto,S.Pd,SE,M.Pd mengatakan rincian jurusan sudah keluar untuk diumumkan ke publik. Sekarang masih menunggu pengesahan dari KemenPAN RB, sebelum diumumkan pada 19 September kelak. Jurusan yang akan diperebut oleh pelamar sesuai dengan kebutuhan daerah yang diusulkan.
‘’Nanti akan kita umumkan, masing-masing bisa melihat dengan jelas, berapa kuota untuk masing-masing jurusan. Memang guru SD jumlahnya paling banyak 44 orang,’’ kata Jawoto.
Disisi lain, Bupati H. Choirul Huda,SH menjamin tes penerimaan CPNS yang akan dibuka dalam waktu dekat, dijamin bersih. Kelulusan ditentukan oleh usaha dan kemampuan peserta sendiri saat menjalani tes menggunakan sistem CAT. Maka bupati mengingatkan pada masyarakat khususnya calon peserta tes untuk menghilangkan niat menyogok demi lulus. Ia juga minta jangan dilayani bila ada oknum tak bertanggungjawab meminta sejumlah uang dengan janji meluluskan peserta tes. Dikatakan bupati tes CPNS sifatnya terbuka, semua tahapan bisa diakses oleh peserta dan masyarakat dengan mudah. Tidak ada istilah sogok-menyogok, maka harus lupakan niat untuk menggunakan cara tidak benar demi kelulusan. Jikapun ada pihak-pihak yang menghubungi dan minta sejumlah uang dengan iming-iming lulus, itu semua dipastian penipuan, maka jangan dilayani, cepat konfirmasikan pada petugas terkait.
‘’Kita jamin seleksi CPNS bersih, maka jangan percaya kalau ada yang mengiming-ngimingi lulus CPNS, apalagi meminta sejumlah uang,’’ tegasnya.
Bupati juga meminta calon pelamar CPNS segera menyiapkan diri, belajar lebih banyak dan lihat kisi-kisi soal tes sebelumnya. karena yang bisa membantu peserta untuk lulus adalah kemampuan mereka sendiri saat mengerjakan soal.
‘’Siapkan diri dengan baik, banyak belajar dan membaca buku-buku berkaitan dengan kebangsaan, undang-undang dan kejuruan masing-masing,’’ tutupnya.(jar)

Perkiraan Formasi CPNS Guru
Jurusan                 Kuota  
Guru SD               44 Orang
PAI                       13 Orang
Penjas                   12 Orang
Matematika          12 Orang
B. Indonesia         12 Orang
B. Inggris             9 Orang
Fisika                   8 Orang
Guru Seni            5 Orang
Guru BK              7 Orang
IPS                      5 Orang
PPKN                  4 Orang
Teknelogi Pddkan    8 Orang

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...