Tuesday, 28 February 2017

Harga TBS Turun Beruntun


//Dalam Tiga Hari, Turun Tiga Kali

METRO – Kegundahan petani sawit benar-benar terjadi, secara mengejutkan, kurun tiga hari terakhir harga Tandan Buah segar (TBS) turun secara beruntun atau tiap hari. Hari pertama turun sekitar Rp 30 per kg, hari kedua turun rata-rata Rp 100 per kg, terakhir kemarin rata-rata tiap pabrik, menurunkan harga sekitar Rp 50 per-kg. Padahal hasil kebun masyarakat baru mulai membaik, setelah sebelumnya ngetrek.
Daftar harga TBS per 23 Februari berdasarkan data yang diterima Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko. PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi (SSJA) Rp 1.690/Kg. PT. Karya Sawitindo Mas (KSM) -. PT. Mukomuko Indah Lestari (MMIL) Rp 1.710/Kg. PT. Sentosa Sejahtera Sejati (S3) Rp 1.710/Kg. PT. Agri Mitra Karya (AMK) Rp 1.750/Kg. PT. Surya Andalan Primatama (SAP) Rp 1.760/Kg. PT Karya Agro Sawitindo (KAS) Rp 1.710/Kg. PT. Daria Dharma Pratama (DDP) Ipuh dan Lubuk Bento masing-masing Rp 1.710/Kg. PT. Bumi Mentari Karya (BMK) Rp 1.760/kg.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Eddy Apriyanto, SP, M.Si melalui kasi perizinan, Sudiyanto, menyampaikan, berdasarkan keterangan pihak perusahaan dalam hal ini pabrik, Crude Palm Oil (CPO), penurunan harga TBS ini dipicu oleh turunnya harga CPO internasional. Ia juga menyampaikan, turunya harga TBS tidak ada kaitannya dengan perayaan HUT Kabupaten yang sedang berlangsung. Hanya saja waktunya kebetulan bersamaan.
‘’Kita meminta pejelaskan dengan perusahaan, memang turunnya harga sawit ini tidak ada hubungan dengan HUT kabupaten. Kebetulan saja, harga CPO dunia turun, dan Mukomuko sedang melaksanakan perayaan HUT kabupaten,’’ demikian Sudiyanto.
Kades Teras Terunjam, Zamhari, menyampaikan penurunan harga TBS adalah hal yang biasa. Ia menyampaikan beberapa tahun lalu, harga TBS ditingkat petani hanya Rp 500/Kg. Saat itu tidak ada kegiatan HUT kabupaten. Artinya, perayaan HUT kabupaten dengan perubahan harga TBS merupakan hal yang terpisah.
‘’Saya berpendapat, turunya harga sawit sekarang tidak ada hubungannya dengan HUT kabupaten. Buktinya HUT kabupaten hanya sekali, perubahan harga sawit bisa setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali, tidak menentu,’’ ungkap Zamhari.
Hal senada disampaikan oleh Kades Pondok Kopi, Gusyanto. Ia menyampaikan, harga TBS ditentukan oleh hukum pasar. Meskipun mengalami penurunan, harga TBS saat ini masih cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini harga TBS di Mukomuko merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Ketika kembali mengalami penurunan, merupakan hal yang biasa.
‘’Tidak ada yang aneh dengan penurunan harga sawit, itu hal yang biasa. Saya rasa juga tidak ada kaitannya dengan perayaan HUT Kabupaten,’’ ujar Gusyanto.
Terpisah, toke sawit asal V Koto, Basarudin, memprediksi, penurunan harga TBS masih terjadi hingga beberapa waktu kedepan. Kades Pondok Panjang ini mengaku tidak tahu pasti, apakah ada kaitannya antara perayaan HUT kabupaten dengan turunya harga TBS. Berdasarkan pengalaman selama ini, penurunan harga TBS terjadi secara signifikan saat perayaan hari besar. Mulai dari HUT RI, idul fitri, termasuk HUT kabupaten.
‘’Saya rasa, penurunan harga sawit masih bisa terjadi, terutama saat buah banyak,’’ demikian Basarudin.
Kepala Tata Usaha (KTU) PT.SSJA Endi, menjelaskan, penurunan harga TBS selama 3 hari terakhi tidak berkaitan dengan perayaan HUT kabupaten. Perubahan harga ini merupakan dampak dari turunya harga CPO dipasar internasional. Ia juga menyampaikan, dalam perayaan HUT kabupaten, perusahaanya tidak diminta sumbangan kepada pemerintah daerah.
‘’Saya berani pastikan, penurunan harga sawit ini tidak ada hubungannya dengan perayaan HUT kabupaten. Penurunan harga sawit ini dampak dari turunya harga CPO di pasar internasional,’’ jelas Endi.(dul)

Thursday, 9 February 2017

Autopsi Dibolehkan dalam Islam

METRO – Jika tidak ada aral melintang, pagi ini tim Forensik bersama pihak kepolisian akan menggelar autopsi terhadap jasad almarhum Mardayansah (34) atau Yayan. Dari pantauan Radar Mukomuko, berbagai persiapan sudah dilakukan sejak kemarin, salah satunya tenda tempat autopsi sudah didirikan di samping makam Yayan di TPU Talang Merando jalan menuju Desa Tanah Rekah Kelurahan Koto Jaya.
Bagaimana hukum Autopsi di dalam hukum Islam?. Dikutib dari berbagai sumber dan tokoh agama, autopsi dalam islam dibolehkan jika untuk keperluan kebaikan. Walau pada dasarnya juga ditemukan dalil dan pendapat yang melarang seseorang menyakiti si mayat. Adapun keperluan autopsi yang diboleh adalah, autopsi forensik yang dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian sehingga mungkin terjadi masalah pidana. Agar memungkinkan mencari tersangka pembunuhan tersebut dengan tujuan bisa menegakkan hukum Allah Azza wa Jalla secara benar dan tepat. Tujuan kedua, yang disebut autopsi klinis atau akademik. Ini dilakukan untuk mencari penyebab medis kematian. Digunakan dalam kasus kematian yang tidak diketahui atau tidak pasti. Autopsi ini biasanya dilakukan bila terjadi wabah penyakit baru yang menyebabkan kematian tanpa diketahui jenis penyakit yang membunuhnya, maka diperlukan usaha untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti. Dan salah satu cara yang harus ditempuh adalah dengan cara membedah mayat.
Ketua Gerakan Barisan Santri (Gerbasan) yang juga wakil ketua PBNU Mukomuko, Muftachul Huda Alchakimi mengatakan, dari beberapa pendapat dan sumber ia dapat, terutama mazhab syafi’iyah dan mazhab maliki, autopsi diboleh untuk keperluan mendesak. Kemudian untuk keperluan pendidikan para dokter dan autopsi forensik bertujuan untuk menegakkan hukum pidana sehingga terciptanya keamanan dalam masyarakat.
‘’Dua mazhab besar, yaitu Syafi’iyah dan Malikiyah memboleh untuk keperluan mendesak. Seperti autopsi almarhum Yayan ini, tujuannya untuk mengungkap misteri kematian korban. Harapannya dengan ini hukum dapat ditegakkan, kalau memang ada yang bersalah bisa diproses sesuai hukum. Paling penting lagi menghindari fitnah dan prasangka,’’ kata Gus Huda.
Kepada keluarga korban, ia berharap terus berdoa dan bersabar, karena ajal seseorang itu, Allah SWT yang menentukan. Almarhum Yayan memang sudah janjinya dengan sang pencipta meninggal pada usia tersebut.
‘’Kepada keluarga kita berharap bisa sabar dan mendoakan kebaikan. Untuk mencari penyebab kematiannya, biar penegak hukum bekerja. Pada intinya almarhum memang sudah tiba ajalnya, dibunuh atau tidak, sesuai ketentuan yang kuasa, ia tetap meninggal pada waktu tersebut. Pada intinya semua kita akan mati, bagaimana dan dimana itu rahasia Allah SWT,’’ pesannya.
Ustad Toyyib Ardani berpendapat, otopsi terharap jenazah hukumnya haram tapi diwenangkan. Ia menjelaskan hukum islam tidak saklak, dalam kata lain, ada hal-hal dilarang, tapi dalam kondisi tertentu diwenangkan. Dalam hal otopsi, ayat al qu’an mengharamkan menyakiti jenazah, tapi dalam kondisi tertentu otopsi diwenangkan demi mengungkap kebenaran serta menciptakan keadilan.
‘’Ayat Qur’an mengharamkan menyakiti jenazah, karena orang yang mati sama halnya dengan orang hidup, tidak boleh disakiti. Ada penjelasan lain, sesuatu yang haram bisa diwenangkan jika kondisinya mendesak,’’ ungkap Toyyib.(dom)

Sunday, 25 December 2016

Tidak Masalah Sungainya Kecil Asal ada Naganya

 Perhatikan ini kalau menulis berita, jangan sekendak hati sajo, kato Ughang Mukomuko, idak mudah menjadi pemburu berita. Buruh tindak tak perlu banyak bicara, cukup dengarkan dan tulis..!!!

BERANTAS PENYAKIT
- tulisan panjang-panjang
- Superlead bertele-tele
- Konfirmasi tidak tuntas
- Topik asal-asalan
- Narasumber satu
- Menyadur tulisan dari Medsos
- Salah ketik, salah eja, masih ditemukan di sekujur berita
- Lapsus diperlakukan seperti berita biasa

RUKUN IMAN BERITA
- Penting - buat media, pembaca, dan masyarakat
- Aktual : New is News
- Unik contoh, orang digigit anjing biasa, orang gigit anjing itu berita
- Asas keterkenalan: Makin terkenal makin menarik
- Magnitude: Kekuatan suatu peristiwa
- Human Inferest: Penderitaan, kesedihan, kebahagiaan

TEKNIK REPORTASE
- reportasi, kegiatan mencari bahan berita, berupa fakta ke sumber fakta (sumber berita) untuk dilaporkan menjadi berita di media massa
- Berita adalah "laporan atau fakta" maka bahan berita tersebut haruslah "Fakta"
- Fakta; Sesuatu sebagaimana adanya

SENJATA REPORTASE
Wawancara:
- Informatif~5W 1 H
- Eksploratif~kelanjutan 5W 1H
- Konfirmatif~Punya Fakta yang ditanyakan
- Konfrontatif~punya fakta dibandingkan

Riset/Observasi
- Aktivitas jurnalistik guna mencari dan mengumpulkan dan data dan informasi untuk bahan berita
- Dari riset simpel, cara yang benar menulis nama orang atau tempat. Sampai informasi rumit seperti kasus-kasus pembanding, aturan sampai regulasi.

MACAM REPORTASE

- Reportase tempat~ misal laporan travelling
- Reportase kejadian~ misal pemakaman tokoh, konser
- Reportase Situasi~ Misal sidang jesica, mudik
- reportase kegiatan~Misal Kunjungan Presiden

STRUKTUR PENULISAN BERITA

- Judul berita (head),
Kalimat pendek, tapi menggambarkan isi berita menggunaan kalimat aktif agar daya dorongnya lebih kuat
- Teras berita (lead)
Paragraf pertama, tidak boleh lebih dari 35 kata atau tiga barisan ketikan
- Tubuh berita (body)


JUDUL BERITA

- Judul puitis: menekankan keindahan permainan kata, Contoh: Bankir Kikir Kena Pelintir: Tak Rindu, Tapi Rindu Sekali
- Judul Komentar: mengomentari fenomena atau peristiwa, Contoh: Habis Banjir, Terbitlah Asap; Kutipan dari perkataan nara sumber
- Judul Prediksi: Judul prediksi peristiwa akan dihadapi Contoh: Indonesia Makmur 2015, Musim Haji Suhu 50 Derajat

MENGAIL DENGAN LEAD

Lead adalah pembuka tulisan. Ia, tak hanya paragraf pertama, sebuah bangunan kalimat pengantar sebuah pokok soal. Jika judul seperti etalase pada sebuah toko, lead adalah pintu masuk ke dalam toko itu.

PARAMETER BERITA MENARIK
- Magnitude
- Eksklusif
- Aktual atau hangat
- Proximity
- Elite atau Tokoh
- Dramatik
- Mengandung Angle lain
- Humanis atau Punya Misi
- Unik atau Lucu
- Baru atau pertama kalinya
- Informatif
Catatan: News Value ini sangat penting untuk merancang liputan

Kriteria penilaian tulisan di Jawa Pos Group
- Kebaruan (tema, ide, timeless)
- Eksklusivitas
- How to get
- How To write
- New value pada unsur lokal
- Asyik dan detail
tidak ada plus satu

Monday, 21 November 2016

HUT Radar Mukomuko ke 7, Senam Massal Spektakuler


HUT Radar Mukomuko ke-7, PGRI ke-71 dan HGN
METRO – Senam massal penuh warna dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Radar Mukomuko dan HUT PGRI ke-71 serta HGN ke-12 berlangsung spektakuler. Ribuan peserta tumpah di halaman Pemda Mukomuko, hadir langsung Bupati, Wabup beserta jajaran, Kapolres diwakili Wakapolres dan jajaran, ketua TP-PKK dan anggota serta dari berbagai ormas dan instansi lainnya. Senam massal ‘’bak pesta Holi’’, saat bubuk powder warna-warni ditaburkan ke udara, diiringi musik DJ Riko. Para peserta histeris dan hanyut dalam kegembiraan, baju hingga rambut peserta dalam sekejap berwarna-warni. Senam sendiri dipimpin oleh instruktur dari bayangkari Polres Mukomuko dan PGRI. Bupati berharap acara ini menjadi awal kebersamaan untuk terus bersatu membangun daerah.
Suasana tegang mulai terasa saat pengundian puluhan doorprize dilakukan. Peserta mulai fokus melihat formulirnya dan menunggu nama-nama yang beruntung dibacakan. Pengundian diawali dari hadiah terkecil, yaitu Setrika, paket belajar dari GO, kipas angin, majicom, dispenser hingga pengundian, sepeda, Mesin Cuci, Kulkas, DP Umroh dan terakhir Sapi sebagai doorprize Utama. Sebagian besar doorprize ini merupakan persembahan dari para donatur. Dan semuanya langsung dibawa pulang oleh peserta.
Bupati juga mengucapkan selamat HUT ke-7 Radar Mukomuko dan HUT ke-71 PGRI. Ia memberi apresiasi atas suksesnya acara senam massal ini. Untuk Mukomuko, hanya Radar Mukomuko yang selalu memberi kejutan lewat acara spektakuler dan ditunggu oleh masyarakat Mukomuko. Terkhusus pada PGRI ia juga sangat berterimakasih dan berharap terus memberi yang terbaik untuk pendidikan dan mendukung majunya Kabupaten Mukomuko. Dihadapan ribuan peserta senam ini, bup juga berharap ini menjadi awal untuk kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
‘’Saya begitu bangga dan senang, ini sangat luar biasa, menjadi awal yang baik untuk kebersamaan kita dalam menjaga keutuhan bangsa dan untuk membangun bersama-sama. Saya berterimakasih pada Radar Mukomuko dan para guru yang begitu peduli dengan daerah ini,’’ kata Bupati.
Wabup juga, begitu terpukau dan memuji jalannya acara, pakaian bahkan rambutnya tampak berwarna-warna oleh bubuk powder. Ia berharap kedepan Radar Mukomuko terus memberi yang terbaik untuk masyarakat dan daerah, serta terus bersinergi dengan pemerintah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
‘’Kami sangat bangga dan ini luar biasa, harapan kita semua Radar Mukomuko terus maju dan menyajikan informasi yang membangun untuk kemajuan. Juga pada para guru teruslah beri yang terbaik untuk pendidikan dan daerah,’’ ungkap Haidir.
GM Radar Mukomuko A. Kartubi mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap penyumbang untuk suksesnya acara senam massal ini. Menurutnya doorprize yang dibagikan melebihi dari target awal panitia. Kepada pemerintah daerah, polres Mukomuko, dewan, kejaksaan, PGRI dan lainnya juga ia ucapkan terimakasih atas dukungannya untuk suksesnya HUT RM ke-7 dan PGRI ke-71 ini. Terkhusus pada peserta senam Kartubi juga mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasinya, kepada yang beruntung membawa doorprize diucapkan selamat yang belum beruntung jangan berkecil hati, karena Tahun Depan Radar Mukomuko kembali menyelenggarakan HUT yang juga tak kalah meriahnya.
‘’Kami sangat berterimakasih atas dukungan pemerintah daerah, Polres dan semua pihak yang sudah berpartisipasi. Terselenggaranya acara yang begitu besar ini berkat kita semua. Kepada peserta yang beruntung kami ucapkan selamat, untuk yang belum membawa pulang doorprize mudah-mudahan tahun depan akan beruntung,’’ tutupnya.(jar)

Galeri HUT






















Friday, 29 July 2016

''Ada Pokemon'' DAMRI Terjun ke Irigasi

AIR MANJUTO – Kecelakaan tunggal terjadi di perbatasan antara Desa Agung Jaya dengan Tirta Mulya, Kecamatan Air Manjuto. Bus angkutan umum DAMRI BD 7109 AN yang dikemudian Bambang (25) nyemplung ke saluran irigasi primer. Peristiwa yang sempat mengagetkan warga sekitar ini terjadi Rabu malam sekitar pukul 19.10 WIB. Cerita yang berkembang, DAMRI ini dikerjai hantu alias makhluk halus (pokemon, red). Sopir mobil mengaku, kendaraannya tiba-tiba masuk ke siring dalam keadaan mesin yang mati.
Dilihat dari kondisi di TKP memang sedikit aneh. Semestinya jika berpedoman pada arah laju kendaraan, seharunya sebelum masuk ke irigasi lebih dahulu menabrak pembatas berupa leneng dan pengaman kiri kanan jembatan yang berupa tembok. Sementara fakta yang terjadi, mobil ini tiba mutar 90 derajat dari arah awalnya. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Sebab saat kejadian di dalam mobil hanya ada sopir Bambang (25) dan kerneknya Taslim (20).
Kronologis kejadian dari data terhimpum. DAMRI meluncur dari Kota Bengkulu menuju Agung Jaya, loket yang biasa dijadikan tempat mangkal. Setelah melintasi jalan homix sopir mengurangi laju kendaraan. Berlahan berbelok kearah kiri, sebelum masuk badan jembatan yang ada di atas siring. Tidak diketahui bagaimana pastinya tiba-tiba mesin mati dan bus terjun bebas ke dalam siring. Posisi bus berdiri lurus, kaca depan pecah, bemper bagian belakang mengalami kerusakan.
Kenek Damri, Taslim, mengatakan kejadiannya begitu cepat. Bus yang melaju dengan kecematan dibawah 20 Km/jam tiba-tiba mati mesin dan masuk siring.
‘’Posisi saya dibelakang jadi tidak tahu pasti. Yang saya tahu mesin tiba-tiba mati dan masuk siring,’’ jelas Taslim.
Pemilik loket Damri, Sutarto, menyampaikan berdasarkan cerita yang disampaikan Bambang selaku sopir, sebelum kejadian sopir melihat bayangan yang diduga mahluk halus di atas jembatan. Sutarto mengatakan alasan ini cukup masuk akal, karena kejadian tersebut bertepatan dengan waktu magrib. ‘’Kejadiannya pas setelah orang selesai azan magrib. Orang tua sering menasehati supaya jangan keluar rumah serta menutup pintu waktu magrib. Diwaktu-waktu itulah mahluk halus keluar dari sarangnya,’’ ungkap Sutarto.
Sutarto menambahkan, disiring tersebut sudah beberapa kali menelan korban jiwa. Dalam kurun waktu 2 tahun terkahir, setidaknya ada 3 nyawa melayang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) akibat tenggelam.
‘’Dulu dua orang anak mati tenggelam secara bersamaan. Akhir 2015 lalu, juga ada yang mati tenggelam disekitar situ, wajar kalau tempat itu jadi angker,’’ tambah Sutarto.
Salah seorang warga, Purba, mengatakan posisi jembatan perlu dipertimbangkan karena letaknya menyulitkan kendaraan besar. Ia tidak yakin, kecelakaan ini karena ada gangguan gaib.
‘’Pendapat saya, posisi jembatan perlu diubah, karena menyulitkan pengendara, terutama mobil besar. Wajar kalau rawan kecelakaan,’’ demikian Purba.(dul)

Monday, 25 July 2016

4 Desa Laporkan Pabrik CPO MPRA

//Manager Pabrik Harus Minta Maaf Via Media
METRO – Kemarin, pemerintah 4 Desa penyangga pabrik CPO PT. Mukomuko Panen Raya Abadi (MPRA) mendatangi pemerintah daerah dan dewan. Mereka menyampaikan permasalahan dengan perusahaan yang masih dalam tahap pembangunan ini, juga menyerahkan hasil kesepakatan bersama desa penyangga. Masing-masing Desa Batu Ejung, Bunga Tanjung dan Teramang Jaya Kecamatan Teramang Jaya dan Desa Air Bikuk Kecamatan Pondok Suguh.
Di DPRD Mukomuko, utusan masyarakat yang langsung dipimpin kades ini disambut oleh Komisi I. Mereka sempat berkonsultasi dan menjelaskan secara lisan, kronologis timbulnya persoalan antara warga dengan pihak pabrik. Seperti diketahui, beberapa hari lalu warga mendatangi perusahaan ini dan nyaris terjadi kericuhan, karena ada kesalahpahaman.
Alfian,SE mewakili dewan Komisi I dihadapan utusan 4 desa ini menyampaikan kesiapan mereka untuk menindaklanjuti surat yang masuk. Nanti laporan ini akan dibahas dalam forum dewan untuk dicari solusi terbaiknya. Jika memang diperlukan, kelak dewan akan turun langsung ke lokasi dan memanggil pihak terkait.
‘’Apa yang bapak-bapak sampai sudah kami terima, nanti kita akan bahas ini dalam forum dewan untuk dicari solusi terbaiknya. Yang jelas dewan ingin semua kelar, masyarakat bisa mendapatkan haknya dan perusahaan juga bisa buka usaha di daerah kita,’’ papar Alfian.
Pewakilan dari desa penyangga, Nurdin mengatakan 4 desa yang jadi penyangga perusahaan ini sudah melakukan rapat bersama. Ada beberapa poin rekomendasi dan kesepakatan yang ditujukan terharap pabrik tersebut. Pertama aktivitas pekerjaan perusahaan harus dihentikan dulu, sebelum ada kesepakatan dengan desa penyangganya. Kemudian manager perusahaan harus meminta maaf kepada warga dan pemerintah desa penyangganya atas tragedi pada 23 Juli 2016 lalu. Dimana saat itu, manager perusahaan ini diduga memukul meja depan kades, BPD dan karang taruna dalam bertemuan memecahkan masalah. Permintaan maaf dianjurkan melalui media Radar Mukomuko selama 3 hari berturut-turut, atau bisa minta maaf secara adat. Sebelum ini dilakukan, maka warga kompak menolak pabrik ini didirikan. ‘’Kami minta aktivitas dihentikan dulu sebelum ada kesepakatan, jangan sampai nanti masyarakat marah besar. Kemudian pihak perusahaan wajib minta maaf atas kejadian pada 23 Juli lalu, dimana dengan tidak hormat managernya menggebrak meja depan pemerintah 4 desa,’’ paparnya.
Selain itu ada beberapa poin lain, seperti Desa Air Bikuk dan Teramang Jaya, meminta perjanjian sesuai UPL-UKL atau yang dibuat pada masa manager yang lama tetap diberlakukan olah manager sekarang dan seterusnya. Kemudian dari Batu Ejung juga demikian, meminta perjanjian lama diberlakukan dan ada masukan poin baru. Untuk Desa Bunga Tanjung karena pada waktu sebelumnya ternyata belum masuk, maka mereka punya usulan yang sudah disiapkan. Semua ini akan dibicarakan dengan perusahaan dan diminta agar dikabulkan.
‘’Permintaan desa-desa penyangga ini masuk akal dan wajar, sebab pabrik ini berada di tengah kita. Jangan nanti kita dapat masalah dan pencemarannya saja. Maka kami minta pada pemerintah maupun dewan membantu menyelesaikannya,’’ tutup Nurdin diamini, Kabri, Buyung Bujag dan lainnya.(jar)

Pihak Pabrik CPO MPRA Dinilai Tak Konsekwen
PONDOK SUGUH – Managemen pabrik baru CPO PT. Mukomuko Panen Raya Abadi (MPRA) yang berada di perbatasan di Desa Batu Ejung Kecamatan Teramang Jaya dengan Air Bikuk Kecamatan Pondok Suguh Dinilai tidak Konsekwen. Pada saat perencanaan pembangunan, sudah disepakati mereka menyanggupi beberapa permintaah dari masyarakat desa penyangganya. Namun belakangan saat pabrik ini mulai dibangun, mereka berbelit dan melupakan kesepakatan. Atas dasar ini, warga 4 desa, melakukan demo ke pabrik dan nyaris ricuh pada Jumat lalu.
Dikatakan oleh Kades Batu Ejung, B. Bujang sejak awal masyarakat sangat mendukung pendirian pabrik ini, bahkan karena menginginkan pabrik tersebut, sempat terjadi selisih paham dengan desa lainnya. Alasan warga mendukung saat itu, pihak pabrik berjanji akan memperhatikan desa penyangganya dan menyetujui beberapa permintaan desa. Faktanya sekarang mereka malah membelot dari kesepakatan, maka atas dasar itu warga mendatangi perusahaan.
‘’Dulu kita semua mendukung dan sepakat dengan pabrik ini, bahkan kita memperjuangkannya sama-sama. Tapi sekarang semuanya dilupakan, managernya sudah diganti. Manager yang baru saat ditanya soal kesepakatan sebelumnya, mengatakan tidak ada urusan, itu dengan manager yang lama, silahkan tanya pada manager yang dulu,’’ kata kades.
Lanjutnya, adapun beberapa permintaan warga dan sudah disetujui oleh manager yang lama, diantaranya, bahwa pabrik bersedia menetapkan 30 persen pekerjanya dari desa penyangga. Kemudian menyumbangkan 1 rupiah dari setiap pembelian sawit untuk kepentingan desa penyangganya, bersedia membantu biaya berobat warga yang sakit akibat dari aktivitas pabrik dan beberapa tuntutan lain. Semua ini, oleh manager yang sekarang dilupakan dan dianggap tidak bisa, karena itu kesepakatan dengan manager yang lama.
‘’Janjinya setelah kesepakatan ini dipastikan, baru pembangunan pabrik dimulai, tapi malah tidak digubrisnya. Seharunya walau bos nya diganti, kesepakatan tetap dijalankan,’’ kata Kades.
Kades Bunga Tanjung, Kabri juga menyapaikan kekecewaannya terhadap pabrik ini. Yang ia sayangkan lagi sikap pimpinan pabrik yang arogan dan kekanak-kanakan dengan memukul meja saat pertemuan. Juga ada upaya memecah belahkan masyarakat dengan mempercayakan beberapa orang untuk membelanya dari desa. Ia ingatkan, untuk menyelesaikan masalah dan agar pabrik ini tetap nyaman berada di desa penyangganya, bukan dengan cara demikian.
‘’Seharunya pabrik ini berbuat sesuai kesepakatan dan tidak memecahkan warga. Jangan mereka beranggapan dengan memanfaatkan beberapa orang, bisa semena-mena, kalau masyarakat marah, tidak terbendung oleh segelintir orang,’’ tutupnya.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...