Friday, 18 March 2016

Dukung Melati, Asli Mukomuko Sebagai Ratu Dangdut


PONDOK SUGUH – Kabar gembira, salah seorang cewek asal Desa Air Bikuk Kecamatan Pondok Suguh atas nama Melati Okta Sari (20) masuk sepuluh besar sebagai ratu dangdut Provinsi Bengkulu. Yaitu dalam ajang Festival Pemilihan Raja dan Ratu Dangdut Provinsi Bengkulu. Untuk melancarkan langkah Melati menjadi Ratu dangdut Bengkulu dan berhak mengikuti pemilihan raja dan ratu dangdut di Jakarta yang ditayangkan di salah satu TV swasta nasional, maka mari dukung melalui SMS. Caranya mudah, ketik : FRDB#94, kirim ke 3939. Suksesnya Melati tentu akan menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Mukomuko. Babak berikutnya vestival ini berlangsung pada  Minggu 27 Maret 2016 nanti, dimulai Pukul 19.00 WIB. Acara bertempat di hotel santika Bengkulu.
Untuk diketahui, Melati merupakan anak yatim, ia adalah anak tertua dari tiga bersaudara. Almarhum ayahnya bernama Munir dan ibunya yang sudah menikah lagi bernama Mardiana, hanya IRT biasa yang bekerja serabutan, bahkan termasuk keluarga kurang mampu. Melati sejak SD sudah memiliki bakat bernyanyi, bahkan sejak SMP Melati kerap diajak manggung di pesta-pesta oleh pemilik organ tunggal yang ada di Air Bikuk. Bahkan ia beberapa kali menjuarai lomba dangdut, seperti pernah menjadi juara 1 lomba nyanyi tingkat SMP se Kabupaten Mukomuko dan beberapa waktu lalu, menjadi juara 1 lomba dangdut yang diadakan BRI se Provinsi Bengkulu.
Melati yang menyambangi Graha Pena Radar Mukomuko siang kemarin dalam rangka minta dukungan, mengaku sangat berharap dukungan dari semua masyarakat melalui SMS. Karena itu termasuk salah satu penentu kemenangannya pada festival ini. Ia sudah meminta pertolongan ke mana-mana agar didukung melalui SMS dengan cara ketik, FRDB#94, kirim ke nomor 3939. Ia juga menyebutkan sangat ingin menjadi penyanyi dangdut yang terkenal seperti pedangdut lainnya di Jakarta.
‘’Dukungan masyarakat Mukomuko melalui SMS sangat menentukan langkah saya untuk menjuarai festival ini, maka mohon dukungannya dengan ketik FRDB#94 kirim ke 3939, sebelumnya dukungan yang diberikan saya berterimakasih,’’ katanya.
Kades Air Bikuk, Zainal yang langsung mendampingi Melati dalam rangka mohon dukungan ini, mengatakan ia sudah mendatangi dinas dan berbagai tempat untuk mohon dukungannya. Melihat kemampuan dari Melati dalam bernyanyi ia sangat yakin peluang menjadi juara sangat besar. Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mukomuko. Tapi kemenangan tidak mutlak oleh juri dan kemampuan semata, tapi juga dipengaruhi oleh dukungan masyarakat melalui SMS.
‘’Saya bersama keluarganya sudah berusaha keras agar dapat dukungan melalui SMS, soal kemampuan kita yakin bisa, tapi persoalannya, SMS salah salah penentu. Maka kami berharap dukungannya dengan cara ketik FRDB#94 kirim ke 3939,’’ tutupnya.(jar)

Wednesday, 9 March 2016

Gerhana Total di Mukomuko 105 Detik



Warga Gunakan Berbagai Cara Saksikan GMT
METRO – Kabupaten Mukomuko, pagi kemarin titik awal penampakan Gerhana Matahari Total (GMT) yang melintasi beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi sempurna gerhana, dimana matahari tertutup total oleh bulan terjadi selama 103 detik, yaitu pada Pukul 07.19 WIB. Secara keseluruhan GMT terjadi dari Pukul 06.19 WIB dan berakhir pada Pukul 8.27 WIB. Fenomena langka yang hanya terjadi 350 tahun sekali pada titik yang sama ini disambut antusias masyarakat Mukomuko.
Suasana menunggu datangnya gerhana telah tampak dari Pukul 6.00 WIB kemarin, dimana diawali dengan sholat bersama hampir di seluruh masjid di Mukomuko. Mendekati waktu puncak gerhana warga mulai bersiap-siap untuk menatap arah matahari. Tidak hanya warga lokal, touris dari luar bahkan mancanegara juga tampak hadir menyaksikan fenomena langka ini di Mukomuko. Posisi pemantauan gerhana dilakukan di berbagai tempat terbuka dan di sepanjang jalan rumah masing-masing. Walau tidak punya kecamatan khusus atau kacamata hitam yang memadai, warga tetap semangat, melihat momen langka ini. Berbagai cara dilakukan, seperti memanfaatkan kaca film hitam yang dibentang ke arah matahari, kemudian menggunakan bekas klise poto dan berbagai alat lainnya. Walau diisukan dapat merusak kamera, warga tidak peduli, setiap saat mereka mengabadikan setiap momen yang terjadi. Sehingga dalam hitungan detik saja, poto-poto gerhana sudah berserakan di sosial media (Sosmed), seperti facebook, twitter dan lainnya.
Suasana meriah saat matahari mulai tertutup total, dalam kondisi gelap ini warga histeris, semuanya fokus menyaksikan matahari terutup bulan. Banyak yang histris mengucapkan rasa bangganya bisa menyaksikan peristiwa langka ini, juga terdengar pekikan ‘’Allahuakbar, Subhanalla’’.
Salah seorang warga, Firmansyah Zakaria mengatakan semua masyarakat sangat senang dilintasi gernaha ini. Saat terjadi kondisi total, masyarakat histris dengan mengucapkan berbagai kalimat sebagai kebanggaan dan juga syukur kepada yang kuasa.
‘’Kami semua keluar, saat gerhana pada puncaknya saya langsung bertabir, karena bersyukur dan takjub dengan kekuasaan Allah. Momen ini sangat menarik dan bagus,’’ tuturnya.
Warga lainnya, Toni selain senang, ia juga sedikit kecewa. Ia menilai pemerintah kurang respon memanfaatkan momen ini. Ia yakin jika diadakan pameran budaya dan wisata dan disosialisasikan dengan baik, maka akan banyak manfaatnya. Mukomuko bisa lebih dikenal lagi secara nasional hingga mancanegara. Karena kurang diekspos keluar, sangat sedikit turis yang datang ke Mukomuko, bahkan masyarakat tidak tidak bisa membeli kecamatan gerhana, karena tidak ada yang jual.
‘’Tidak disosialusasikan dengan baik saja turis luar masih datang, apalagi kalau dibuat spanduknya dan digencarkan kampanye di media. Semestinya kita bisa pamerkan budaya dan wisata di momen ini. Kenyaannya malah warga luar tidak tahu, bahwa sebenarnya wilayah Bengkulu yang dilintasi gerhana total itu sebenarnya Mukomuko,’’ paparnya.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH pada awak media mengaku sangat bangga atas fenomena yang terjadi langsung di Kabupaten ini. Seperti diketahui hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang mengalami gerhana matahari total dan Mukomuko salah satunya. Ia ingin masyarakat menjadikan momen ini untuk meningkatkan kepercayaan diri dan syukur kepada yang maha kuasa. Juga Huda berharap ada hikmahnya untuk kemajuan dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat.
‘’Ini peristiwa yang luar biasa dan perlu kita syukuri dan jadikan momen untuk bangkit membangun daerah lewat kebersamaan,’’ tutupnya.(jar)
Warga Histeris, Kumandangkan Takbir dan Tahmid
//Menangkap Pesona Gerhana Total di Mukomuko
GERGANA Matahari Total (GMT) melintasi Kabupaten Mukomuko dengan sempurna, dimulai Pukul 06.19 WIB hingga 8.27 WIB. Gerhana total hanya terjadi sekitar 1 menit 43 detik. Fenomena alam langka yang hanya terjadi 350 sekali pada titik yang sama ini betul-betul membuat warga Mukomuko terperangah. Bahkan banyak touris dari luar daerah juga hadir di Mukomuko. Berbagai sikap ditunjukkan warga saat kondisi gelap gerhana datang. Berikut pantauan Radar Mukomuko di lapangan.

AMRIS TANJUNG – Mukomuko

Sekitar Pukul 06.10 WIB masyarakat mulai menunggu munculnya matahari dari ufuk timur, sembari mengikuti sholat gerhana berjamaah. Sambil menunggu warga menyaksikan siaran langsung dari layar kaca. Mayoritas warga menyaksikan gerhana dari rumahnya masing-masing atau mencari lokasi yang dianggap strategis. Kantor bupati yang dijadikan tempat pengamatan dan penyiaran oleh BMKG yang fasilitasi pemda tidak banyak warga yang hadir, berkisaran ratusan orang saja, itupun sebagiannya pejabat daerah dan awak media. Bupati Choirul Huda,SH dan Wabup Haidir,S.IP bersama keluarganya juga tampak menyaksikan fenomena ini dari layar yang disiapkan di lantai 1 Setdakab.
Dari Pukul 6.20 WIB kondisi alam mulai sedikit berbeda dari terang pagi menuju suasana gelap gerhana. Saat ini warga mulai memakai kecamata hitam dan menggunakan berbagai alat pelindung dari silau matahari lainnya untuk melakukan pengamatan. Seperti memanfaatkan kaca film mobil berwarna gelap, melihat melalui air dalm nampan. Sesekali warga mengarahkan kameranya ke matahari untuk mengambil gambar. Namun tidak leluasa, selain memang hasilnya kurang maksimal, juga dari awal warga sudah diingatkan, bahwa sinar matahari gerhana ini dapat merusak kamera jika tanpa pelindung.
Sekitar Pukul 7.07 WIB gelap mulai terasa, masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana berhamburan keluar rumah, namun juga ada yang malah tidak keluar karena merasa ngeri dengan fenomena ini. Anehnya lagi, masih ada warga yang sama sekali belum mnegetahui, jika kemarin diprediksi terjadi gerhana, sehingga saat fenomena ini terjadi merasa kaget. Mungkin ini juga dampak dari minimnya sosialisasi oleh pemda, beda dengan daerah lain yang mengadakan berbagai keramaian dan bertunjukan, bahkan jauh sebelumnya spanduk atau baliho kampanye gerhana sudah disebarkan di berbagai tempat.
Pukul 7.19 WIB seluruh bagian matahari tertutup oleh bulan, atau terjadi gerhana matahari total. Masyarakat histeris menyaksikan fenomena ini, diantaranya tampak mengumandangkan kalimat-kalimat ‘’Allahuakbar, maha besar Allah’’ juga ungkapan ‘’Subhanallah-subhanallah’’ berulang-ulang. Juga banyak yang mengeluarkan bagai kalimat kaget dan pujian lainnya. Yang jelas momen total yang terjadi 1 menit 43 detik ini bersamaan dibidik dengan kamera oleh warga, sehingga tidak sedikit yang selfie dan membuat aksi lainnya. Beberapa saat kemudian, bulan bergesar dan terang kembali terjadi secara spontan, warga besorak gembira dan merasa puas.
‘’Subhanallah, Allahuakbar, ini luar biasa kekuasaan Allah, sangat hebat dan menarik,’’ kata Payol yang menyaksikan gerhana dari kantor bupati.
Salah seorang warga, Jafri mengatakan saat gerhana datang warga ramai keluar rumah berdiri di pinggir jalan. Suasananya sangat heboh dan ramai, karena ada berbagai ungkapan yang dikeluarkan bersamaan. Tapi juga ada memilih tetap dalam rumah karena takut saat gelap tiba-tiba datang.
‘’Sepanjang jalan di tengah kota ini nampak warga berdiri depan rumahnya masing-masing, semua sangat antusias menyaksikannya, tapi ada yang kecewan karena kondisi total dirasakan sangat singkat,’’ ungkapnya.
Bupati Choirul Huda, pada awak media mengaku bersukur dan bangga karena daerah Mukomuko dilewati gerhana total. Ia berharap fenomena ini dijadikan pembangkit semangat dan peningkatan iman kepada Allah SWT. Bupati didampingi sejumlah pejabat lain, juga berharap gerhana menjadi awal yang baik untuk kebangkitan Mukomuko lebih baik.(**)







Gerhana Lahir di RSUD Mukomuko

AIR MANJUTO – Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT), yang terjadi pagi kemarin 9 Maret 2016 mungkin sangat istimewa dan memikili sejarah tersendiri bagi pasangan Krisdayanti (19) dan Ibrahim (25) asal Desa Sumber Mulya, Kecamatan Penarik. Dimana tepat Pukul 10.30 WIB kemarin, pasangan ini melahirkan anak pertamanya. Bayi laki-laki ini pun diberi nama unik yaitu Gerhana, dengan nama panjangnya Aldino Gerhana Nazril Ilham.
Krisdayanti melahirkan secara normal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko dengan berat 3,8 Kg. Kabarnya sang ibu yang beruntung ini, mulai sakit sejak pagi kemarin, ia langsung dibawa ke RSUD Mukomuko. Setelah berjuang keras, akhirnya ia melahirkan Gerhana dengan selamat.
Dokter spesialis kebidanan, dr. Dodi Hendra, SpOg yang langsung menangani kelahiran bayi ini, menjelaskan bahwa sang ibu melahir normal. Semua ini tidak diagendakan, karena secara kebetulan Krisdayanti mengalami sakit melahirkan bersamaan dengan terjadinya fenomena alam yang hanya terjadi 350 tahun sekali pada titik yang sama ini. Dodi juga mengakui usia kandungannya sudah sempurna yaitu 9 bulan.
‘’Hanya kebutulan saja, waktu lahir terjadi gerhana matahari total. Usia kandungan sudah cukup. Ibu ini melahirkan dengan normal dan kondisi bayi sangat sehat saat keluar,’’ katanya
Terkait dengan nama bayi tersebut, Dodi menjelaskan dari awal orang tuanya sudah menyiapkan nama Aldino Nazril Ilham. Untuk mengenang momen gerhana, ia mengusulkan agar ditambah kata gerhana. Orang tua bayi nampaknya setuju dan sangat senang, sehingga diberi nama lengkap Aldino Gerhana Nazril Ilham.
‘’Sebetulnya orang tuanya sudah menyiapkan nama, saya cuma mengusulkan ada kata gerhananya, mereka setuju. Ini sangat bagus, momennya pas,’’ papar Dodi.
Masih disampaikan, Dodi seharian kemarin, ia hanya menangani 1 pasien melahirkan. Artinya tidak ada warga lain yang mengaja memanfaatkan momen GMT untuk melahirkan. Baik secara normal maupun sesar.
‘’Sampai sore ini, (Kemarin, red) baru satu pasien melahirkan. Yang sengaja ingin melahirkan secara sesar juga tidak ada,’’ demikian Dodi.(dul)

Gerhana Total


Saturday, 5 March 2016

Melihat Langsung Gerhana Berhaya


METRO – Masyarakat diingatkan untuk tidak melihat langsung dengan mata telanjang, matahari saat terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang. Dianjurkan menggunakan kecamatan atau cukup saksikan gerhana melalui layar televisi atau layar lebar yang akan disiapkan pemda. Jikapun melihat langsung, sebaiknya cukup beberapa detik saja, karena dapat mengakibatkan gangguan pada mata. Rencananya pihak BMKG Kepahyang dan Padang Panjang akan datang mengamati Gerhana yang hanya terjadi di Mukomuko dan Lebong untuk Provinsi Bengkulu ini. Nonton bareng gerhana direncanakan di dua lokasi alternatif, pertama komplek perkantoran pemda Mukomuko dan taman digital atau bundaran Mukomuko. Pada saat itu Pihak BMKG juga akan memberikan kaca mata geratis kepada masyarakat.
Kepala stasiun geofisika BMKG Kepahyang, Litman, ST menyampaikan BMKG Kepahyang dan Padang Panjang akan melakukan pengamatan GMT di Mukomuko. Kepastian ini didapat setelah pihak BMKG berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH. Litman menyampaikan pihaknya akan membawa alat-alat pengamatan canggih. Dengan demikian dapat melihat proses terjadinya GMT dengan jelas. Ia juga menyampaikan masyarakat dapat secara bersama-sama menyaksikan proses terjadinya GMT. Melihat langsung matahari saat gerhana dengan paparan cahaya intensitas tinggi, seperti cahaya matahari dalam waktu lama akan menembus mata, serta merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif. Retina tidak memiliki sensor sakit, sehingga saat menatap langsung masyarakat cenderung mengabaikan dan tidak menyadari bahwa mata sedang keadaan bahaya. Kerusakan berupa pengelihatan kabur dapat dialami berlangsung selama beberapa jam sampai hitungan minggu, namun juga kerusakan permanen hingga kebutaan dapat saja terjadi.
‘’Masyarakat bisa bersama-sama menyaksikan terjadinya GMT dengan pihak BMKG. Jangan melihat secara langsung ke arah matahari tanpa pengaman atau kaca mata. Itu bisa berakibat buruk terhadap kesehatan mata,’’ pesan Litman.
GMT 2016 akan serupa yang terjadi pada GMT 1988. Kemiripan ini, karena wilayah pelintasan gerhana Sumatera-Bangka Belitung, diprediksikan tahun ini sama dengan 27 tahun yang lalu. GMT 2016 di Indonesia akan berlangsung 1,5 sampai tiga menit. Sedangkan yang terlama, akan terjadi di wilayah Pasifik. Gerhana sebagian tampak dari seluruh Indonesia.
Jejak gerhana langka ini akan melewati 11 provinsi Indonesia, di antaranya, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, termasuk sejumlah lokasi wisata andalan di Tanah Air.
Gerhana akan berlangsung pada pagi hari, ketika matahari beranjak naik dari ufuk timur. Secara keseluruhan, gerhana langka selama abad ke-20, kurun waktu tahun 1900 sampai 1999 telah terjadi 224 gerhana bulan dan 224 gerhana matahari. Sebagian di antaranya, berlangsung dan terlihat di Indonesia, salah satunya GMT 11 Juni 1983. Sedangkan dalam satu abad Indonesia dari kemerdekaan 1945 hingga 2024, terjadi 33 gerhana matahari, yakni 18 gerhana matahari sebagian, sembilan gerhana matahari total, dan enam gerhana cincin. Sementara itu, di antara 20 kejadian gerhana matahari dari 2001 sampai 2020, hanya terdapat satu GMT pada tahun ini dan dua gerhana cincin pada 2009 dan 2019 yang teramati dari Indonesia.(dul/net)

Sunday, 28 February 2016

Buaya Gegerkan Warga Lusan

XIV KOTO – Warga Desa Lubuk Sanai (Lusan) III, Kecamatan XIV Koto heboh, oleh kemunculan buaya di aliran Air Manjuto, tepatnya di sekitar kuari warga. Pertama kali buaya terlihat sekitar pukul 09.30 WIB di kuari Sedot Pasir. Buaya ini sedang berjemur di pinggir sungai. Yang menghebohkan, ini pertama kali ada buaya muncul di sungai ini. Buaya ini sempat menjadi tontonan warga, namun tidak ada yang berani mendekat. Diperkiarakan buaya ini berasal dari muara, bergerak ke arah hulu untuk mencari mangsa. Hingga pukul 17.30 WIB sore kemarin, kemuculan buaya lebih dari 8 kali. Dari kabar yang beredar, ada 3 ekor buaya dengan ukuran yang berbeda. Buaya terbesar diperkirakan panjang 4 meter, 2,5 meter dan 2 meter.
Salah seorang saksi mata, Rustam menjelaskan, ia melihat dengan mata kelapa sendiri keberadaan buaya. Dari 3 ekor buaya yang dikabarkan, Rustam melihat 1 diantaranya.
‘’Dari kabar yang beredar ada 3 ekor buaya. Tapi yang saya lihat langsung dengan mata kepala sendiri 1 ekor. Ukurannya sekitar 2,5 hingga 3 meter. Posisinya dalam air bergerak ke arah hulu,’’ jelas Rustam.
Hal senada disampaikan oleh saksi mata lainnya Jandri Efendi yang juga warga Lubuk Sanai. Jandri menyampaikan, awalnya Ia tidak yakin ada buaya di perairan sungai Manjuto, untuk membuktikan kabar tersebut Ia mendatangi lokasi. Tiba di lokasi Jandri melihat langsung buaya yang dimaksud warga. Jandri sempat mengabadikan kemunculan buaya ini, melalui jepretan kamera.
‘’Begitu mendengar ada buaya di sungai Manjuto, saya langsung datang. Memang benar, buaya itu ada. Saya melihat langsung,’’ jelas Jandri.
Salah seorang warga, Wahyu, juga menyampaikan hal senada. Ia menjelaskan buaya tersebut satu diantaranya panjangnya sekitar 4 meter. Memiliki ciri-ciri mulut runcing, warna kekuning-kuningan. Pertama kali buaya terlihat oleh Fredi, salah seorang pekerja kuari. Wahyu menyampaikan, sejak kemunculan buaya, warga, terutama pekerja kuari tidak berani beraktifitas di sungai.
‘’Sepertinya, ini buaya muara lapar dan mencari mangsa ke arah hulu. Kalau tidak segera diatasi banyak pekerja kuari yang tidak bisa beraktifitas,’’ pungkas Wayu.
Ketua Karang Taruna Lubuk Sanai dan sekaligus ketua karang taruna kecamatan, Jalal mengakui berita ini. Masalah kemunculan buaya ini menjadi buah bibir warga setempat, karena baru pertama kali ditemukan.
‘’Warga heran dari mana datangnya buaya ini, sebab sebelumnya tidak pernah ada,’’ tutupnya.(dul)

Maling Kutang Berprilaku Aneh Teror Kosan Cewek
//Usai Dicuri, Dikembalikan dengan Kondisi Rusak
METRO  - Belakangan ini penghuni kos-kosan cewek diteror oleh maling kutang yang berprilaku aneh. Pelaku mencuri kutang yang sedang dijemur, namun beberapa waktu berikutnya kurang atau BH ini dikembalikan lagi dengan kondisi sudah dirusak menggunakan benda tajam sejenis gunting. Kebanyakan kutang yang dikembalikan ini dilubang tepat pada positi tengah, juga banyak yang dipotong-potong.
Seperti yang dialami penghuni kos-kosan di RT 3 Kampung Dalam Kelurahan Pasar Mukomuko. Sekitar 1 bulan lalu, mereka kehilangan sekitar 15 unit kutang, masing-masing milik WT 8 lembar dan milik YM 7 lembar. Namun tiba-tiba, kemarin lusa, kutang ini dikembalikan dengan cara dilembar dalam pagar kosan dekat jemuran. Hanya saja kondisi kutang sudah tidak bisa dipakai karena sudah rusak.
Salah seorang korban, WT mengakui kejadian ini, mereka sudah melapor kepada ketua RT setempat. Tidak bermaksud menuduh, sebelumya ia pernah mendapati seorang ABG laki-laki yang bermain di sekitar jemuran dan memegang kutang. Pelaku langsung lari arah belakang, namun saat itu WT tidak curiga jika ABG tersebut bermaksud mencuri kutang, karena belum ada yang hilang. Hilangnya kutang ini tidak sekaligus, melainkan beberapa kali kejadian. Anehnya banyak pakaian lain yang dijemur bersama BH ini tidak diambil pelaku.
’’Mungkin sudah satu bulan kami kehilangan, kemarin dikembalikan dengan dilempar, kondisinya sudah dipotong potong. Lucunya ada yang dilubang bagian tengah. Saya pernah lihat ada anak berumur belasan tahun masuk ke pagar itu, tapi tidak mencurigai yang bersangkutan, mungkin pelakunya orang lain,’’ katanya
YM menyampaikan, dengan adanya peristiwa seperti ini tentu menjadi pertanyaan. Untuk apa pelaku berbuat demikian, apakah dipakai atau ada kelainan kejiwaan. Sebagi anak kosan, ia merasa ngeri, takutnya ada orang yang tidak menyukai mereka tinggal disana.
‘’Saya heran apa motif semua ini, sebab hampir semua BH kami diambil apakah ada orang yang tidak senang dengan keberadaan kita. Kenapa kok hanya BH yang diambil kenapa barang yang lain tidak,’’ujar YM
Ketua RT III, Kelurahan Pasar Mukomuko, Zainul Arifin mengakui kejadian tersebut. Namun pelakunya belum bisa dipastikan. Ia juga merasa aneh, setelah dicuri, dirusak dan kemudian dikembalikan. Kalau laki - laki bisa jadi iseng atau kenangkalan bisa. Jika sudah dewasa kemungkinan ada kelainan kejiwaan.
‘’Memang beberapa minggu yang lalu anak kosan disini melaporkan kepada saya tentang peristiwa hilang BH tersebut. Kemarin dikembalikan lagi BH tersebut dengan kondisi dipotong potong,’’tutup Zainul.(Ae/dom)

Friday, 26 February 2016

Huda Tumanggung Stio Dirajo, Haidir Malin Mudo


//Bupati dan Wakil Bupati Diberi Gelar Adat
METRO – Pasangan bupati dan wakil Bupati Mukomuko diberi gelar adat Mukomuko. Choirul Huda,SH bergelar ‘’Tumanggung Stio Dirajo’’ dan Haidir,S.IP bergelar ‘’Malin Mudo’’. Gelar ini sebagai kehormatan bagi keduanya dari kaum adat Mukomuko. Pemberian gelar langsung dilakukan pihak adat Mukomuko dibacakan orang tuo kaum enam dihulu, Abdul Kadir, disaksikan masyarakat luas. Sebelum pemberian gelar, Huda – Haidir bersama istrinya sempat diarak dari rumah kepala kaum atau orang tua kaum, menggunakan baju adat anak daro dan anak rapulai.
Secara tersirat mengartikan, selain terikat dengan aturan negara, dua pemimpin Mukomuko ini juga diikat secara hukum adat. Mereka harus patuh dengan aturan adat Mukomuko yang dikenal dengan ‘’adat bersandikan syarak’’. Walau pada dasarnya aturan adat ini tidak tertulis tapi layaknya UU negara atau peraturan pemerintah lainnya, namun maknanya sangat dalam dan penuh dengan pesan moral. Dimana Huda – Haidir diminta bisa mengayomi masyarakat, menjalankan seluruh programnya untuk memajukan daerah serta mengharumkan nama daerah. Bahkan rumah tangga bupati dan wakil bupati juga diatur, mereka harus bisa hidup rukun, sebagai kepala rumah tangga Huda dan Haidir meski melindungi keluarganya dengan baik, jangan disakiti. Apabila keduanya melanggar, maka dapat dikenakan sanksi adat, salah satu bentuknya punjung kuning. Bahkan ada selentingan yang berkembang, apabila melanggar dan tidak meminta maaf kepada pihak adat serta tidak bertaubat, bisa kualat. Pihak yang melanggar, bakal mendapat masalah kemudian hari. Bentuknya bisa bermasalah dengan hukum, mendapat musibah atau kemalangan lainnya. Walau ini hanya berupa selintingan yang tidak punya dasar kuat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, beberapa pihak sempat mencontohkan dengan pemimpin terdahulu yang tersandung masalah diakhir masa jabatannya.
‘’Adat Mukomuko itu kuat, yaitu adat bersandi syarak, syarak basandi kitabullah. Kalau melanggar dapat dihukum secara adat, berupa punjung kuning, jika tidak, maka dapat disisihkan secara adat, pekerjaan baik dan buruk dalam keluarga tidak dilayani lagi. Ujung-ujungnya bisa kualat, kita bisa terkena musibah, penyakitan atau bentuk laknat lainnya,’’ kata salah seorang warga yang tidak disebutkan namanya.
Bupati diminta tanggapannya, terkait gelar yang diberikan kemarin, mengaku senang dan bangga. Menurutnya gelar ‘’Tumanggung sutio dirajo’’ sangat bagus dan penuh makna. Dimana secara garis besar artinya, seorang prajurit tangguh yang setia pada raja. Dimana ia sebagai prajurit yang menjalankan tugas yang diberikan raja, dalam hal ini raja adalah rakyat. Sedangkan gelar ‘’Malin mudo’’ yang diberikan kepada Haidir, artinya seorang anak muda yang bijaksana.
‘’Itu gelar kehormatan yang artinya sangat bagus, kami sebagai prajurit harus melayani dan melindungi raja, dimana sebagai rajanya adalah masyarakat,’’ kata Huda.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...