Wednesday, 16 December 2015

Sapuan Ajak Tim, Rekan dan Simpatisannya, DukungPemerintahan Huda-Haidir


METRO – Agaknya, pasangan nomor urut 1, Sapuan,SE,Ak,MM,CA – Dedy Kurniawan,S.Sos legowo menerima kekalahan mereka pada Pilkada kali ini. Walau KPU baru menggelar pleno hari ini, via pesan singkat telephon seluler, Sapuan mengajak seluruh pendukung dan simpatisannya, untuk mendukung pemerintahan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP demi terwujudknya Mukomuko yang lebih baik. Seperti diketahui Huda – Haidir disinyalir memperoleh suara terbanyak sesuai hasil hitungan cepat sementara.
Dalam SMS yang dikirim via nomor hanphone pribadinya, Sapuan mengucapkan terimakaih kepada seluruh tim, keluarga, rekan dan simpatisannya yang sudah bergandengan tangan pada Pilkada lalu untuk memenangkan nomor 1. Selain itu ia juga mengucapkan banyak maaf atas kekurangan, kesalahan saat kerjasama tim. Terakhir ia menyampaikan salam untuk seluruh keluarga tim dan simpatisan maupun pendukungnya, dan mengajak mendukung pemerintahan Mukomuko kedepan untuk lebih baik dan maju.
‘’Assmlkm, kepada yth, seluruh simpatisan, sanak saudar, kawan-kawan yang telah berjuang bergandengan tangan bersama untuk pemenangan nomor 1, Sapuan – Dedy. Terimakasih banyak atas perjuangannya selama ini, mohon maaf jika ada kekurangan/kesalahan dalam kerjasama tim. Salam buat keluarga, mari kita dukung & kawal pemerintahan kab mukomuko kedepan untuk lebih baik & maju lagi, tks. Wassmlkm H.Sapuan,SE,MM,Ak,CA,’’ begituluh SMS yang disebarkan Sapuan.
Selain itu, saat dihubungi Sapuan juga mengajak seluruh pendukungnya terus menjalin silaturahmi untuk menjaga kebersamaan sampai kapanpun. Dan meminta melupakan persaingan yang terjadi selama ini, mari fokus beraktivitas sesuai dengan pekerjaan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masa depan. Ia juga berharap pada pemerintahan mendatang bisa mewujudkan cita-cita bersama masyarakat, yaitu terjaganya kestabilan dalam berusaha, serta terjadinya pemerataan dalam pembangunan yang lebih baik.
‘’Sekarang persaingan politik sudah selesai, saatnya masyarakat kembali berkonsentrasi dengan aktivitasnya. Dukung pemerintahan dan awasi, demi terciptanya keamanan dan kemajuan. Warga yang selama ini berbeda pandangan atau arah politik, mari bersatu kembali dan jaga silaturahmi,’’ tegas Sapuan.
Wakil Sapuan, Dedy juga menyampaikan hal yang sama untuk keluarga, tim dan simpatisannya. Ia mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Terkait hasil Pilkada, ia meyakini seluruhnya sudah berjuang dan berusaha keras. Ia sama sekali tidak menyesali, bahkan bangga karena telah ikut pada Pilkada ini. Masyarakat yang selama ini mungkin terkotak-kotak, harus kembali menyatu dan memberi suport pada pemerintahan kedepan.
‘’Jika ada kesalahan juga kekurangan selama perjuangan ini kami minta maaf, mari kita terus bangun kebersamaan untuk menatap hari depan lebih baik,’’ tutupnya.(jar)

Pleno KPU, Polres Turunkan Kekuatan Penuh
//Diback Up Brimob dan TNI, Lokasi Pleno Steril
METRO – Hari ini, dilangsungkan rapat pleno hasil Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Pleno yang berlangsung selama 2 hari ini, bertempat di aula salah satu hotel ternama di Kota Mukomuko. Untuk terjaminnya keamanan pleno, Kapolres Mukomuko, AKBP Andhika Vishnu,S.Ik akan menurunkan kekuatan penuh. Selain itu juga di back up oleh pasukan Brimob dan TNI. Ada dua lokasi yang menjadi fokus utama pengamanan, yaitu tepat dilaksanakan pleno serta Kantor KPU Mukomuko.
Dikatakan Polres Mukomuko, saat meninjau kondisi dokumen Pilkada di KPU Mukomuko, kemarin pihaknya sudah melaksanakan persiapan sistim pengamanan. Ia akan membentuk lokasi pleno steril dari berbagai kegiatan atau kebisingan. Sehingga KPU dapat melaksanakan tugasnya dengan aman. Seluruh kekuatan Polres Mukomuko diterjunkan dengan berseragam lengkap alias terbuka. Selain itu juga pengamanan penuh dari Brimob serta di back up oleh TNI. Seluruh kendaraan tidak ada yang parkir di lokasi pleno, maka diatur di posisi yang sedikit berjarak.
‘’Kita ingin lokasi pleno betul-betul steril, jangan sampai ada hal yang dapat mengganggu konsentrasi peserta pleno. Untuk kendaraan lokasi parkir lebih jauh. Kita akan turunkan kekuatan penuh, juga dari bromob dan TNI, fokusnya lokasi pleno dan kantor KPU,’’ kata Kapolres.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengatakan semua persiapan untuk rapat pleno telah dilakukan. Dokumen hasil pilkada yang akan diplenokan saat ini seluruhnya ada di KPU dan akan diangkut ke lokasi beberapa saat sebelum dimulai. Semuanya dalam kondisi utuh, sebagaimana saat diterima dari PPK. Kotak suara akan dibuka secara resmi dan terbuka saat pleno berlangsung.
‘’Pleno dilakukan di aula hotel, semua persiapan sudah kita lakukan dengan matang. Seluruh anggota KPU akan hadir juga dari PPK,’’ kata Dawud.
Sekretaris KPU, Aran,S.Pd menambahkan undangan pleno pada masing-masing kandidat atau saksinya sudah disampaikan. Untuk setiap kandidat saksi sebanyak 2 orang dan akan masuk secara bergantian. Selain itu juga diundang dari pemda, dewan dan beberapa unsur lainnya. Sesuai jadwal pleno dilangsungkan 2 hari, bisa jadi 1 hari jika cepat selesai.
‘’Kalau kita sudah siap, undangan untuk pemda, saksi maupun calon sudah disampaikan, mudah-mudahan saja pleno berjalan tepat waktu, jadwalnya 16 dan 17 Desember,’’ tutup Aran.(jar)

KPU Ngaku Gunakan PKPU 2010
//Terkait Laporan Tim Nomor 3
METRO – Menanggapi laporan pihak tim sukses nomor urut 3, Ir. Wismen A Razak,M.Si – H. Bambang Apriadi,S.Pt, begini jawaban dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko. Diakui C-KWK dan C1-KWK yang digunakan pada Pilkada lalu bukan yang terdapat di PKPU nomor 10 tahun 2015, melainkan form yang ada pada PKPU tahun 2010. Mengenai DPT tidak ada pengaturan, data awal dari Kemendagri dalam bentuk DP4 dan kemudian dilakukan pencocokan kembali.
Disampaikan oleh salah seorang komisioner KPU Mukomuko, AH. Siregar,S.Ag,M.Pd, untuk form C-KWK dan C1-KWK yang digunakan memang bukan 2015, melainkan 2010. Walau ada perbedaan, namun sifatnya sah dan sesuai dengan standar KPU. Terkait dengan hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan KPU Provinsi Bengkulu. Ditanya apakah sengaja atau tidak, menggunakan PKPU yang lama? Regar mengatakan tidak ada unsur sengaja ataupun tidak sengaja.
‘’Kami sudah konsultasi dengan provinsi, ini sah sesuai PKPU tahun 2010, memang ada perbedaan form dari yang terbaru. Walau berbeda tapi tetap sesuai dengan standar KPU, maka kami yakin tidak ada persoalan dengan ini,’’ kata Regar.
Lanjutnya, yang jelas tidak ada pengurangan atau penambahan suara hasil pemilihan. Saat pencoblosan hingga penghitungan pleno dilakukan ada saksi dari masing-masing calon dan sifatnya terbuka. Menganai yang lain, seperti DTP maupun pelaksanaan pleno di seluruh kecamatan tidak ada persoalan sama sekali.
‘’Kalau ada pengurangan atau penambahan suara, ya jadi masalah. Dalam ini tidak terjadi seperti itu. Karena proses yang dilalui terbuka dan diketahui semua pihak calon,’’ tegasnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto,S.Sos memastikan laporan dari tim nomor 3 diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka akan memanggil terlapor, yaitu pihak KPU lebih dahulu, selanjutnya meminta keterangan lengkap dari pelapor. Soal peluang Pilkada ke MK, Sujar belum bisa jelaskan, namun berpijak dengan aturan ambang batas suara terlewati, maka sulit bisa ke MK. Jikapun ada kelanjutan dari dugaan sengketa Pilkada, maka arah pertamanya adalah ke PTUN.
‘’Kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku, kita akan minta keterangan dari KPU dan juga pihak pelapor,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 15 December 2015

Tibra Tanjung.. Mukomuko oke



















Tibra Tanjung










Kemenangan Huda – Haidir Tak Bisa Diganggugugat



METRO – Kemenangan mutlak pasangan calon Bupati Mukomuko nomor urut 2, Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP mutlak. Selisih perolehan suara dengan kandidat lainnya sangat signifikan, yaitu mencapai 15 persen. Maka tidak ada celah bagi pihak manapun untuk menggugatnya. Selain itu sejak awal, dalam persaingan politik pasangan ini sangat santun dan mentaati setiap aturan yang berlaku.
Disampaikan oleh Aprizal, Ak seluruh masyarakat sudah menerima dengan legowo hasil pemilihan bupati 9 Desember lalu. Maka berbagai pihak harus menghormati itu semua. Tidak ada celah untuk mempersoalkan kemenangan bagi pasangan ini, semua sudah menjadi keputusan mutlak mayoritas pemilih yang menggunakan hak suaranya. Dalam pemilihan, merupakan keharusan ada yang mendapat dukungan lebih besar dari yang lainnya.
‘’Kami berharap kita legowo menerima hasil pemilihan ini, hasil pilkada adalah keputusan masyarakat yang harus dihormati secara utuh. Pasangan Huda – Haidir dalam bersaing selalu mengedepankan kebersamaan dan mentaati setiap aturan berlaku. Maka tidak ada celah bagi pihak manapun untuk mempersoalkan hasilnya,’’ kata Aprizal.
Selanjutnya, masyarakat yang sempat berbeda pandangan selama ini harus kembali menyatu, mendukung pemerintahan berikutnya dan sekaligus mengawasi, agar berjalan sebagaimana mestinya. Pada berbagai pihak, biarkan masyarakat kembali khusuk menjalankan aktivitasnya untuk penyambung hidup. Khusus warga Ipuh dan sekitarnya, siap mengawal hasil Pilkada ini dengan baik, hingga bupati baru dilantik.
‘’Masyarakat harus bersatu padu seperti sedia kala, menatap kehidupan kedepan. Pada pemerintah berikutnya, kita harap bisa berjalan dengan baik dan mewujudkan programnya dengan baik. Jangan lagi ada persaingan dan usaha untuk merubah fakta. Kalau itu terjadi kami dari Ipuh sudah komitmen mengawal hasil ini sampai akhir,’’ tegas Aprizal.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Pinang, Feri Irawan, SH.I mengatakan, perolehan suara terbanyak, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Huda-Haidir bukan suatu kebetulan. Selain atas usaha dan doa juga karena takdir yang maha kuasa. Feri mengatakan dalam Pilkada calon bupati dan wakil yang lalu tidak ada yang kalah, semua menang. Hanya saja Tuhan Yang Maha Esa (YME) menakdirkan pasangan Huda-Haidir untuk mengemban amanah masyarakat. Ia juga menyampaikan, percaya pada takdir baik dan buruk merupakan bagian dari rukum iman.
‘’Bicara soal usaha dan doa, semua pasangan calon telah melakukan hal yang sama. Yang membedakan adalah takdir. Mungkin saja usaha dan doa sekarang akan dikabulkan oleh Allah 5 atau 10 tahun mendatang,’’ jelas Feri.(dul)


Wakapolda Apresiasi Pilkada Mukomuko
METRO – Dalam rangka monitoring pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada), Kemarin Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Adnas M bersama timnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Ia disambut langsung Ketua KPU, Dawud,S.Ag bersama anggota dan sekretaris KPU Mukomuko Aran,S.Pd. Juga didamping Kapolres Mukomuko, AKBP. Andhika Vishnu,S.Ik bersama para kasat dan anggota, serta Bupati Mukomuko, Tarmizi,B.Sc, S.Sos. Adnas mengapresiasi proses Pilkada di Mukomuko yang dinilainya berjalan dengan lancar dan tertib. Ia juga sempat mengecek kotak-kotak suara hasil pemilihan yang berada di ruang KPU dan meminta dijamin keamanannya.
Pada wartawan, Adnas mengatakan Pilkada adalah hajat negara, maka Polisi dan TNI bertanggungjawab untuk menjamin keamanannya. Begitupun dengan pemerintah daerah dan KPU itu sendiri bertanggungjawab untuk menyukseskannya. Hasil pantauannya selama di Mukomuko, semuanya berjalan dengan baik dan lancar, semua ini tak lepas dari dukungan maksimal dari Bupati, Kapolres dan juga jajaran lainnya. Ia berharap sampai semua tahapan selesai tidak ada masalah yang berarti, KPU harus diberi keleluasaan untuk melaksanakan tugasnya. Mengganggu tugas KPU dalam Pilkada ini sama halnya mengganggu pemerintah, Polri maupun TNI, sebab semua bertanggungjawab dengan tujuan yang sama, Pilkada serentak harus sukses.
‘’Berkat kerja keras KPU didukung oleh pemerintah derah, Polri dan TNI semuanya berjalan dengan baik. Kita melihat secara keseluruhan di Mukomuko tidak ada kendala, buktinya semuanya sudah siap sesuai tahapan,’’ kata Wakapolda.
Kapolres Mukomuko, Andhika Vishnu menimpali instruksi Wakapolda ini, memastikan selama 24 jam anggota secukupnya disiagakan di KPU. Sejak awal, anggota mengawal proses Pilkada dengan baik, hingga selesai pencoblosan dilakukan. Dipastikan hingga pleno KPU dilangsungkan dan semuanya dinyatakan selesai, tingkat pengamanan tidak berubah.
‘’Kita selalu koordinasi dengan KPU terkait dengan tahapan maupun proses yang dilalui. Seluruhnya dikawal dengan maksimal, hingga seterusnya sampai dinyatakan selesai,’’ kata Kapolres.
Bupati Mukomuko, Tarmizi juga berterimakasih kepada penyelenggara dan jajaran keamanan yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Kepada masyarakat, yang sebelumnya berbeda pilihan atau pendapat, saatnya kembeli bersatu dan konsentrasi dengan tugas atau aktivitas masing-masing. Terkait ada yang kalah dan ada yang belum, itu sudah seharusnya, sebab pemilihan terdiri dari beberapa calon.
‘’Semuanya sudah berjalan dengan baik, kita berharap sampai selesai tidak ada gangguan berarti. Masyarakat kembali menyatu, perbedaan pendapat sudah lewat terkait dengan calon bupati, hasil Pilkada sesaat lagi akan diumumkan KPU,’’ tuturnya.
Sekretaris KPU, Aran,S.Pd menerangkan untuk semua logistik saat ini dalam kondisi aman di kantor KPU. Mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, TNI dan juga dibawah pantauan dari Panwaslu. Seluruh ruangan lokasi logistik steril dari kegiatan pihak sekretariat.
‘’Semua logistik yang berada dalam kotak suara, kita tepatkan di posisi steril, sejak awal mendapat pengamanan dari pihak kepolisian dan juga TNI. Selain itu ada Panwaslu yang setiap saat ada untuk melakukan pengawasan,’’ tutupnya.(jar)


Kasus Fb ‘’Singgih Pramono’’ Dipercayakan Pada Kepolisian

Bupati : Di PNS ada Aturan Tersendiri
METRO – Kasus isu kesukuan yang disebarkan lewat pesan dinding account facebook (fb) yang diklaim dan diduga palsu atas nama ‘’Singgih Pramono’’ terus menjadi perbincangan hangat. Tidak hanya di Kabupaten Mukomuko, tapi juga menjadi bahasan dimana-mana bahkan hingga ke Kota Bengkulu dan daerah lainnya.  Masyarakat diharap agar tidak terpancing dan melakukan hal yang merugikan dalam menyikapi isu ini. Serahkan kepada pihak yang berwajib untuk menangani sampai terungkap siapa dalang sebenarnya dan apa motifnya.
Bupati Mukomuko diminta taggapannya terkait dengan hal ini, mengatakan, untuk sementara lihat dulu perkembangannya. Selanjutnya diserahkan pada instansi terkait untuk menindaklanjuti. Sebab pihak yang melaporkan, Singgih Promono adalah seorang PNS. Di kalangan PNS ada aturan tersendiri menyangkut dengan persoalan yang terjadi. Mengenai kemungkinan dibuat pihak lain atau sendiri oleh Singgih Pramono, bupati mengaku belum bisa mengetahui, karena yang paham dengan itu ada ahlinya.
‘’Kita lihat dulu perkembangannya, biar instansi terkait menangani. Dalam hal PNS ada PP yang mengatur tersendiri. Mengenai asli atau tidak atau dibuat oleh siapa, saya bukan ahlinya, itu yang paham Aiti,’’ kata Bupati.
Tokoh pemuda Ipuh, Aprizal terkait dengan isu ini, berharap tidak ada yang dipojokkan. Ia minta masyarakat mempercayakan pihak yang berwajib untuk menanganinya sampai tuntas. Selama ini warga Mukomuko yang terdiri dari berbagai suku bahkan agama hidup dengan damai dan rukun. Suasana ini harus dijaga sampai kapanpun.
‘’Sangat tidak bijak dalam masalah yang tahu kejelasannya ada perkataan memvonis seseorang. Biarkan masalah ini diselesaikan oleh pihak penegak hukum, kita harus menjaga keharmonisan yang sudah terjaga sejak lama,’’ tegas Aprizal.
Untuk diketahui Adapun tulisan di account Fb ‘’Singgih Pramono’’ diduga palsi ini adalah, ‘’Kita masyarakat suku jawa harus bersatu, bersama kita kuat, kita akan buat pribumi meratap di tanah kelahirannya’’.  Beberapa saat setelah beredar, langsung dikonfirmasi oleh Singgih Pramono asli melalui account milik pribadinya. Berikut penjelasan Singgih, ‘’Ass. Selamat malam sahabat FB, baik yang dikelola secara personal maupun yang masuk dalam group Bupati Mukomuko. Secara resmi saya sampaikan bahwa ada orang yang membuat akun atas nama singgih pramono dengan menampilkan fhoto saya dan membuat status dalam group Bupati Mukomuko yang justru dapat membakar semangat nasionalisme, berpotensi mendorong perpecahan lintas etnis didaerah kita ini. Sangat jelas ini dampak dari Pemilu-Kada didaerah kita. Ini adalah akun FB saya yang saya kelola sendiri dan saya tidak perrnah menggunakkan akun lainnya. Silahkan bersaing dan berkompetisi secara sehat tanpa memukul dengan menggunakan tangan orang lain. Silahkan saja orang menggunakan akun palsu dengan menggunakan nama resmi atau nama lengkap saya, tapi yak,inlah bahwa kebenaran akan berpihak pada setiap ikhtiar yang dilakukan dengan cara-cara yang benar, beretika dan penuh dengan kejujuran,’’ tulisan konfirmasi Singgih melalui account Fb nya yang juga bernama Singgih Pramono tertanggal 7 Desember 2015.(jar)


Thursday, 10 December 2015

Huda Ungguli 8 Kecamatan, SPN 5, Wismen 1



//Hasil Final Pemilihan Bupati Mukomuko
METRO – Diperkirakan hasil rekapan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko sudah hampir final. Pasangan nomor urut 2, Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP tak terbantahkan lagi, keluar sebagai pemenang sementara. Walau hanya diusung oleh 2 partai saja dengan jumlah kursi dewan pas-pasan, yaitu 3 kursi Gerindra dan 2 Hanura, namun mereka berhasil unggul di 9 kecamatan. Sedangkan pasangan Sapuan,SE,Ak,MM,CA – Dedy Kurniawan,S.Sos nomor urut 1, yang diusung PKS, PDIP dan PKB total 6 kursi, hanya bisa unggul di 5 kecamatan. Sementara pasangan nomor 3, Ir. Wismen A Razak,M.Si – Bambang Apriadi,S.Pt dengan diusung mayoritas partai yaitu, PAN, NasDem, PKPI, Demokrat ditambah partai pendukung Golkar, PPP dan PBB hanya bisa kuasai Kecamatan Malin Deman.
Adapun kecamatan yang dimenangkan Huda – Haidir, yaitu Kecamatan Penarik, Air Manjuto, Sungai Rumbai, Air Rami, Air Dikit, XIV Koto, Ipuh dan Kota Mukomuko. Sementara pasangan Sapuan – Dedy unggul di Teramang Jaya, Pondok Suguh, Lubuk Pinang, V Koto dan Selagan Raya. Wismen – Bambang untuk kali ini baru mampu mengungguli lawan politiknya di Kecamatan Malin Deman.
Ketua Tim Huda – Haidir, Muslim Caniago,SH, M.H mengakui untuk data sementara hasil rekapan internal berdasarkan C1 yang masuk sudah 100 persen, keunggulan nomor 2 terlihat jelas di semua kecamatan.  Namun mereka tetap menghormati proses rekap di KPU sebagai acuan utama masyarakat nantinya.
‘’Memang kami punya seluruh bukti C1 di 290 TPS, hasil rekapakan sementara kita unggul di sebagian besar kecamatan. Tapi tetap kita tunggu hasil akhir dari KPU,’’ paparnya.
Lanjutnya, hasil Pilkada ini sesuai dengan keinginan masyarakat, juga buah dari kerja keras seluruh tim dan pendukung Huda – Haidir yang sudah mengorbankan waktunya. Yang jelas dalam Pilkada ini kemenangan adalah milik masyarakat, tidak ada pihak yang kalah. Pasangan Sapuan ataupun Wismen juga bagian dari masyarakat Mukomuko yang potensial dan akan bersama-sama membangun daerah ini.
‘’Kami tidak berpikir ini kemenangan yang harus diumbarkan, kemenangan milik masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan bersama. Pak Sapuan maupun Wismen bagian penting dari Mukomuko yang akan bersama membangun daerah. Kami atas nama tim mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan seluruh tim yang sudah bekerja keras,’’ paparnya.
Salah seorang komisioner KPU, AH. Siregar,S.Ag,M.Pd menegaskan, KPU baru memulai melakukan perekapan cepat C1, data yang masuk masih sekitar 35 persen. Walau saat ini ada perbedaan suara dari masing-masing calon, namun bukan berarti telah dipastikan sebagai pemenang versi KPU. Sebab pemenang yang sebenarnya Pilkada akan diputuskan melalui sidang pleno, untuk merekap seluruh hasil pemilihan di 290 TPS.
‘’Kita belum bisa sampaikan siapa yang unggul, karena proses rekapan belum selesai. Walau ada yang unggul sementara, tetap belum bisa dipastikan, sebab data belum masuk 100 persen,’’ tutup Regar.(jar)


Tidak Ada Laporan Masuk ke Panwaslu
METRO – Usai pencoblosan 9 Desember kemarin lusa, sampai kemarin belum ada laporan masuk ke Panwaslu Mukomuko menyangkut dengan dugaan pelanggaran. Mudah-mudahan ini sebagai pertanda, jika Pilkada di Mukomuko berlangsung dengan sukses, dalam arti tanpa ada kendala di lapangan saat pencoblosan berlangsung. Berdasarkan aturan, batas laporan pelanggaran adalah 3 hari sejak kejadian perkara.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto,S.Sos mengatakan hingga saat ini belum ada laporan yang mereka terima, baik dari pihak calon, warga maupun dari pihak lainnya. Artinya pilkada berlangsung dengan tertib dan aman dari pelanggaran. Ia mengakui untuk kategori pelanggaran, laporan harus masuk 3 hari setelah kejadian, apabila lewat dari itu maka dianggap sudah kadaluarsa.
‘’Sampai sekarang belum ada pelanggaran yang kami terima dari warga maupun dari pihak calon, pasca pencoblosan dilakukan. Mudah-mudahan ini menandakan semua berjalan dengan baik, tapi kita belum tahu besoknya, sebab masih ada waktu,’’ papar Sujar.
Lanjut Sujar, sebetulnya terkait dengan persoalan Pilkada laporan masih bisa disampaikan hingga KPU selesai pleno penetapan calon. Terkait dengan hasil Pilkada nantinya, jika calon mempersoalkan maka dapat disampaikan ke MK. Namun ia berharap tidak ada masalah, karena berdasarkan pantauan seluruhnya berlangsung dengan tertib dan aman.
‘’Kalau laporan lanjutan mengenai hasil akhir, itu akan berlangsung di MK, mudah-mudahan saja tidak terjadi, sebab semuanya dilakukan secara terbuka. Masyarakat bisa lihat langsung proses penghitungan yang dilakukan, masing-masing calon ada saksi,’’ tutupnya.(jar)


KPU Juga Bingung Kok Golput Tinggi
METRO – Terkait dengan besarnya angka golput atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko juga bingung. Diketahui untuk sementara Golput mencapai 35 persen lebih kurang. Padahal pihak penyelenggara, pemerintah daerah juga pasangan calon, sudah berusaha melakukan sosialisasi agar masyarakat memilih pada Pilkada.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengaku sudah berusaha maksimal untuk sosialisasikan pemilihan pada 9 Desember, maka ditanya mengapa masyarakat masih banyak yang golput mereka ikut bingung. Sosialisasi sudah maksimal, baik KPU langsung ataupun melalui PPK dan KPPS. Bahkan pemerintah daerah dan pasangan calon juga sudah melakukan sosialisasi maksimal.
‘’Kalau usaha kita sudah maksimal, pemerintah ataupun calon ikut mensosialisasikan, tapi masih juga banyak yang tidak menggunakan haknya. Maka kalau ditanya soal itu kami masih bingung dan akan lakukan evaluasi,’’ katanya.
Terkait dengan isu banyak warga tak terima C6 atau surat pemberitahuan memilih ke TPS. Dawud mengaku sudah berikan C6 pada petugas untuk dibagikan sesuai dengan DPT ditambah DPTb. Di beberapa kecamatan partisipasi pemilih sangat tinggi, artinya mereka menerima C6.  Selain itu sejak awal, mereka sudah ingatkan C6 bukan undangan, maka bagi yang tidak dapat tetap bisa memilih.
‘’Kita berikan C6 sesuai dengan DPT dan DPTb, maka rasanya tidak mungkin banyak yang tidak dapat. Selain itu C6 bukan patokan sebab itu bukan undangan, yang tidak dapat juga bisa memilih menggunakan KTP atau periksa nama di TPS,’’ tegas Dawud.
Anggota KPU lainnya, Syofia Diana,SE juga mengaku heran dengan banyaknya masyarakat yang golput. Informasi berkembang memang ada yang kecewa karena C6 tidak dapat. Padahal mereka sudah sampaikan, C6 bukan undangan, sehingga bagi yang tidak dapat juga bisa memilih. Hasil ini akan menjadi pedoman untuk dilakukan evaluasi kedepannya. Yang jelas ia bersyukur proses pemilihan berlangsung dengan baik.
‘’Kami juga tidak paham, kalau soal C6 dari awal sudah kita sampaikan, bahwa itu bukan undangan. Maka masyarakat yang tidak terima tetap memilih,’’ tutupnya.(jar)

Dipepet Sapuan, Suara Huda-Haidir Konsisten


Wismen – Bambang Masih Berusaha Ngejar
METRO – Hasil pemilihan bupati dan wakil Bupati Mukomuko mulai terbaca. Pasangan nomor urut 2, Choirul Huda,SH, - Haidir,S.IP memimpin perolehan suara. Meski terus dipepet oleh pasangan nomor 1, Sapuan,SE,Ak,MM,CA – Dedy Kurniawan,S.Sos, namun suara Huda – Haidir tetap konsisten. Hampir di seluruh TPS muncul dengan perolehan mengimbangi suara lawan. Sementara suara pasangan Nomor urut 3, Ir. Wismen A Razak,M.Si – Bambang Apriadi,S.Pt masih tetap bermunculan, namun belum mampu mendekati titik aman hingga berita ini diturunkan. Persentase sementara suara Huda – Haidir mencapai 43 persen, Sapuan – Dedy 31 Persen dan Wismen – Bambang sekitar 24 persen.
Informasi sementara, pasangan Huda – Haidir unggul total di beberapa kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Sungai Rumbai dengan persentase mencapai 69 persen, di Air Rami 47 persen, di Air Manjuto 65 persen, juga kabarnya menang di Penarik dan berimbang di Ipuh, juga di kecamatan lainnya, suara nomor 2 bersaing. Sementara Sapuan – Dedy saat proses penghitungan cepat berlangsung, masih terus memepet suara Huda dengan perbedaan tidak terlalu besar. Pasangan nomor 1 ini isunya unggul di Kecamatan Teramang Jaya, Selagan Raya, V Koto dan menang tipis di Lubuk Pinang. Sedangan Wismen – Bambang masih terus mengumpulkan dukungan, mereka sukses memperoleh dukungan signifikan di Kota Mukomuko dan Air Dikit juga Malin Deman, dibayang-bayangi Sapuan dan Huda.
Dihubungi, Huda, tidak bicara banyak, namun ia sangat yakin memenangi Pilkada kali ini. Huda mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko yang memberikan kepercayaan untuk dirinya. Huda juga menyatakan, kemenangan ini merupakan kemenangan bersama seluruh masyarakat dan tidak ada yang kalah. Baginya pasangan nomor 1 dan nomor 3 adalah rekan dan tokoh penting Mukomuko yang dapat bersama-sama membangun daerah secara lebih baik lagi.
‘’Saya tidak merasa menang, ini adalah kemenangan rakyat dan tidak ada yang kalah. Pak Sapuan dan Wismen merupakan sosok penting yang akan bersama-sama berusaha memajukan daerah ini lebih baik kedepannya. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat Mukomuko,’’ papar Huda.
Tim Sapuan – Dedy, Nasir Ahmad,S.Pi,M.Si mengaku masih menunggu hasil penghitungan terakhir, karena saat ini masih banyak data yang belum masuk. Terkait suara Huda yang terus bermunculan, diakuinya, jika nomor 2 sebagaimana prediksi awal akan menjadi pesaing dalam perolehan suara.
‘’Belum semua data yang masuk, kita masih menunggu, memang sesuai prediksi awal kita bersaing dengan nomor 2,’’ paparnya.
Tim Wismen – Bambang, Billy Usman juga masih menunggu hasil akhir penghitungan suara, saat ini belum semua data yang masuk. Peluang mereka masih terbuka. Terkait dengan hal terburuk jika kalah, Billy belum mau bicara banyak.
‘’Saya belum tahu informasi pastinya, yang jelas kita menunggu seluruh data masuk,’’ paparnya.
Bupati Mukomuko, Tarmizi,B.Sc,S.Sos terkait dengan Pilkada, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat dan penyelenggara Pilkada yang sudah bekerja dengan baik. Terkait hasil akhir, itu semua sudah keputusan dari pemilih untuk mencoblos siapa. Yang jelas untuk yang unggul sementara diharapkan tidak terlalu menggebu-gebu, hasil pasti akan ditentukan setelah pleno KPU.
‘’Kita berharap semuanya berjalan dengan baik, seluruh masyarakat harus tenang, terkait hasil penghitungan sementara itu belum pasti, kita tunggu rekapan dari KPU untuk memastikan siapa pemenang Pilkada ini,’’ tutupnya.(jar)


Petugas TPS Dihujani Protes
METRO – Secara umum pemilihan bupati dan wakil bupati serta gubernur dan wakil gubernur di Kabupaten Mukomuko berjalan dengan baik. Namun tidak berjalan semulus yang diinginkan, para petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus menerima hujan protes dari pemilih, bahkan hingga bersitegang urat leher. Persoalannya pemilih kecewa, karena tidak diberi kartu C6 atau pemberitahuan memilih yang dikenal masyarakat sebagai undangan. Kemudian pemilih pengguna KTP juga merasa dipersulit oleh petugas, lantaran diminta menunggu hingga Pukul 12.00 WIB. Bahkan ada beberapa pemilih yang protes, lantaran tidak bisa memilih karena terlambat beberapa menit.
Salah seorang warga, Ismardi mengatakan semuanya kacau, masa banyak yang tidak dapat pemberitahuan memilih dari KPU. Anehnya lagi, ada orang yang sudah meninggal sekian lama malah mendapat pemberitahuan memilih, yang hidup tidak dapat. Selain itu, pemilih yang menggunakan KTP kurang dilayani. Dampaknya sebagian TPS sepi dari warga yang menggunakan hak suaranya.
‘’Kami sangat kecewa, katanya KPU sudah survey dan semuanya beres, kanyataannya apa, orang sudah mati dapat undangan, malah yang hidup tidak ada. Ini dampaknya banyak yang tidak memilih, masyarakat mikirnya berbeda-beda, yang dapat pemberitahuan saja belum tentu datang memilih, apalagi yang tidak,’’ kata Ismardi.
Tokoh pemuda, M. Toha juga mengaku kecewa, pemilih yang menggunakan KTP diabaikan, saat datang belum diizinkan mendaftar. Sepengetahuannya mendaftar boleh kapan saja, memilih baru mulai Pukul 12.00 WIB. Selain itu, ia menilai tingginya angka warga yang tidak memilih menjadi tanggungjawab KPU.
‘’Semestinya petugas tidak mengecewakan pemilih, saya sempat bersitegang dengan petugas di TPS 1 Ujung Padang, masa yang menggunakan KTP belum bisa mendaftar, seharunya terima dulu, memilih jam 12. Dampaknya warga memilih pulang, tidak lagi datang,’’ kata Toha.
Firmansyah Zakaria juga protes, ia kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya, alasan petugas dirinya terlambat 5 menit. Semestinya untuk menunggu warga yang tidak punya undangan dan dengan alasan lain, petugas memberi kemudahan. Dampak dari ini semua warga yang tidak memilih menjadi membengkak.
‘’Saya tidak bisa memilih karena tidak diizikan lagi, banyak yang sama dengan saya juga tidak diberi hak memilih lagi,’’ tutupnya.(jar)


Golput Diprediksi Menang Telak
METRO – Golput atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya diprediksi menjadi pemenang di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Contoh pertama di TPS 2 Kelurahan Bandaratu tempat Bupati Mukomuko, Tarmzi,B.Sc,S.Sos menggunakan hak suaranya. Angka golput di TPS ini sangat fantastis, yaitu lebih 50 persen. Jumlah DPT 635 yang menggunakan hak pilih hanya 311, sementara 340 surat suara tidak terpakai. Suara Wismen – Bambang, 145, suara Huda – Haidir, 85 suara dan Sapuan – Dedy 80 suara, jauh dibawah angka golput.
Di beberapa TPS lain, kondisinya juga hampir serupa, berbagai alasan masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya. Secara umum isu sementara dari 126.752 pemilih masuk DPT KPU, yang memilih Huda – Haidir hanya sekitar 28 persen, yang mencoblos Sapuan – Dedy 20 persen dan pemilih Wismen – Bambang 18 persen dan angka golput di atas 35 persen. Artinya Golput pada pilkada kali ini berpeluang menang telak.
Bodi Rahmat Sentosa mengaku kecewa dengan tingginya angka Golput di Pilkada kali ini. Itu semua harus menjadi catatan bagi pihak pelaksana Pilkada di Kabupaten Mukomuko. Ia yakin ada faktor penyebabnya, diantaranya oleh surat pemberitahuan memilih banyak yang tidak dibagikan kepada pemilih. 
‘’Masa angka golput yang lebih tinggi, kita sayangkan banyak surat pemberitahuan memilih tak sampai ke warga. Sementara memilih menggunakan KTP malah ditunda,’’ katanya.
Firmansyah Zakaria, juga mengaku kecewa dan harus ada tindaklanjutnya, jika partisipasi pemilih kurang atau jauh dari target KPU. Banyak hal yang dipertanyakan pada Pilkada kali ini. Masyarakat jelas berpedoman dengan pemberitahuan KPU, jika tidak ada surat pemberitahuan warga enggan memilih, sebab tidak tahu harus di TPS mana yang ada namanya.
‘’Kita sangat kecewa, seharunya semua warga terdaftar dan mendapat surat pemberitahuan dari KPU, sebab di kertas C6 ada alamat TPS, warga tidak mau pusing cari TPS, apalagi disuruh nunggu sekian jam. Saya berpendapat Pikada harus diulang,’’ tutupnya.
Ketua tim Sapuan, Nasir Ahmad,S.Pi,M.Si juga mengaku kecewa atas banyaknya golput. Menurutnya ini dampak dari KPU kurang teliti dan menghemat biaya dengan tidak memikirkan dampaknya. Sekarang mereka masih menunggu hasil akhir dan rekapan KPU, berapa sebenarnya Golput.
‘’Bayangkan jarak TPS dengan rumah warga ada yang 3 km, selain itu banyak yang tidak mendapat pemberitahuan dan sebagainya. Angka Golput bakal menjadi bahan untuk evaluasi kami terkait pelaksanaan Pilkada,’’ tegasnya.
Ketua Tim Huda – Haidir, belum mau bicara banyak soal itu, yang jelas menurutnya Golput juga hak dari setiap pemilih sama halnya dengan hak memilih. Maka berapapun angka golput tidak akan mengganggu hasil pemilihan. Yang jelas ia berterimakasih kepada masyarakat dan kepada tim, karena sudah bekerja secara maksimal dengan penuh pengorbanan.
‘’Kami belum mau bahas masalah itu, masyarakat tidak salah, Golput juga bagian dari hak warga dalam pemilihan,’’ tuturnya.
Komisioner KPU, Syofia Diana,SE saat dikonfirmasi belum mau memberikan komentar, sebab mereka masih sibuk.
‘’Kami belum bisa komentari,’’ tutup Diana.(jar)

Tuesday, 24 November 2015

Anggaran Besar, Debat Kandidat Dalam ‘’Kelambu’’


Pihak EO Salahkan KPU dan Kandidat

METRO – Debat kandidat 3 pasangan calon bupati Mukomuko mengecewakan banyak pihak. Pasalnya ada banyak kekurangan disegi persiapan pelaksanaan maupun teknis lainnya. Parahnya lagi debat kandidat yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 150 juta ini terlihat sangat sederhana, layaknya acara kawinan adat biasa. Maka tidak salah kiranya jika ada yang menduga, pihak penyelenggara ingin cari untung besar.
Diantara pelayanan maupun teknis yang mendapat sorotan, pertama acara dilaksanakan secara terbuka, tapi kesannya tertutup. Dimana yang bisa menyaksikan hanya pemilik undangan, umumnya pejabat dan tim sukses. Warga yang tidak punya undangan gigit jari, karena layar TV juga tidak disediakan oleh panitia. Artinya apa yang disampaikan calon mubazir, sebab warga tidak mengetahui, jika sekedar kampanye ke tim sendiri, terlalu heboh harus ikut debat. Nilai tinggi dari EO atau fanelis tidak akan membantu kemenangan calon, sebab yang menentukan suara pemilih bukan tim penilai. Parahnya lagi seharusnya media yang bisa meneruskan ke masyarakat hasil debat, namun kenyataannya media juga tidak difasilitasi oleh EO dengan baik, diizinkan masuk tapi tidak diberi keleluasaan meliput jalannya acara. Sehingga awak media yang kecewa memilih keluar dan tidak meliput jalannya debat.
Anehnya lagi, pihak EO yang menjadi penyambut tamu hanya menggunakan celana pendek, terkesan menyepelekan. Padahal undangan yang datang, sekelas Bupati, Kapolres, Ketua DPRD, 3 pasangan kandidat dan pejabat lainnya. Kemudian pengeras suara yang digunakan sempat macet, ditambah lagi kondisi ruangan yang panas, karena tidak disediakan kipas angin yang memadai. Moderator yang mengatur jalannya acara juga diduga kurang ahli mengendalikan atau mencairkan suasana debat alias menoton. Acara dilakukan sampai zuhur, tapi nasi tidak disediakan untuk undangan yang hadir, hanya beberapa saja yang diberi makan, para staf KPU sendiri tidak kebagian. Intinya profesionalitas dari EO perlu dipertanyakan dan harus menjadi catatan kedepannya, agar menggunakan jasa EO yang lebih baik, usahakan asal daerah sendiri, sehingga kesannya tidak sekedar mencari keuntungan dari anggaran daerah yang dikucurkan.
‘’Kita sangat kecewa dengan kondisi debat ini, semuanya sangat sederhana, sementara kami masyarakat tidak bisa menyaksikannya. Seharusnya debat terbuka bagi umum, bukan untuk tim dan pejabat saja. Percuma calon kampanye depan tim, karena tidak dikampanyekanpun tim sudah pasti memilihnya. Kami tahunya ini KPU yang lakukan, mungkin mereka kurang pandai mencari EO. Disiarkan di kecamatanpun yang nyaksikan PPK dan pegawai camat,’’ papar Firmansyah Zakaria yang kecewa lantaran tidak bisa menyaksikan acara, padahal sudah datang.
Mantan wartawan senior Mukomuko, Iskameri,S.Pd,M.Si mengaku terkejut dengan dibatasinya media meliput kegiatan debat. Semestinya penyelenggara atau KPU bangga kegiatan mereka diliput dan bisa diketahui masyarakat umum. Kalau acara ini tidak diterbitkan media, artinya mubazir, calon kampanye depan timnya sendiri.
‘’Lo, wajib mereka memfasilitasi media, kalau tidak untuk apa, sebab yang hadiri acara hanya tim dan undangan, warga akan tahu dan menanggapinya melalui media, apalagi acaranya tidak terbuka untuk umum alias dibatasi,’’ papar Iskameri.
Dikonfirmasi pada pihak penyelenggara, Golden Compass Tour Management, Empi dan rekan-rekannya malah menyalahkan KPU. Dijelaskannya awalnya mereka akan memasang layar monitor di luar ruangan agar bisa dilihat warga, tapi dilarang oleh KPU, alasannya untuk menjaga ketertiban acara, selain itu videonya akan diputar di 5 kecamatan. Terkait dengan penyambutan tamu menggunakan celana pendek, mereka menyebut itu diluar rencana, sebab kebetulan diminta pihak keamanan jaga di pintu masuk. Mengenai pembatasan kebebasan pers meliput acara, mereka membantah, buktinya disediakan kartu pengenal untuk pers. Namun memang dilarang menghambat penyuting video dari EO, sebab mereka butuh hasil yang bagus untuk disiarkan ke 5 kecamatan. Kemudian menyangkut pengeras suara yang kurang bersih dan sempat gangguan juga dibantahnya, malah berdalih, mix bagus tapi suara calonnya yang bermasalah dengan mix. Empi juga sempat menyampaikan, stelan lainnya diatur oleh orang Mukomuko sendiri, yaitu salah seorang PNS.
‘’Kami sudah sediakan dua unit layar TV untuk dipasang di luar ruangan, tapi dilarang oleh KPU, alasannya takut mengganggu, selain itu akan diputar ulang. Soal ada yang gunakan celana pendek, itu sesaat saja karena dibutuhkan saat itu. Untuk media kami terbuka, memang saya sempat sedikit kasar, karena panik, selain itu saya tidak tahu yang mana media dan tidak. Atas kesalahan pada media saya akui dan minta maaf,’’ tutupnya.(jar)

27 Susu Dinyatakan Rusak
POLITIK RM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko sudah menyelesaikan pelipatan dan penyeleksian surat suara (Susu). Diketahui sebanyak 27 lembar Susu dinyatakan rusak sehingga tidak bisa digunakan dalam Pilkada kelak. Rencananya surat suara yang rusak akan dimusnahkan setelah dibuat berita acara yang diketahui pihak Panwaslu dan juga kepolisian dan unsur lainnya.
Salah seorang komisioner KPU, AH. Siregar,S.Ag,M.Pd membenarkan adanya Susu yang ditemukan rusak saat penyortiran. Kerusakan kebanyakan lantaran isi Susu tidak lengkap, seperti tanpa logo KPU ataupun gambar calon, juga ada kerusakan dari kertasnya. Ia juga memastikan ini terjadi sejak dari pabrik atau percetakan. Susu yang rusak, sekarang masih disimpan, akan diplenokan. Kemungkinan dimusnahkan setelah dibuat berita acara.
‘’Itu jelas tidak bisa digunakan lagi, jumlahnya sekitar 27 lembar, nanti akan kita buat berita acaranya, baru langkah pemusnahan atau lainnya dilakukan,’’ kata Regar.
Lanjutnya, walau ada yang ditemukan rusak, namun dipastikan tidak mengganggu jalannya pemilihan. Surat suara untuk setiap TPS tersedia, karena saat dicetak dilebihkan 2,5 persen dari total pemilih tetap. Jumlah kerusakan surat suara pada Pilbup kali ini tergolong kecil dibanding pada momen Pilpres atau Pileg.
‘’Semuanya aman, walau ada yang rusak itu tidak akan mengganggu, sebab jumlah Susu  yang kami cetak lebih 2,5 persen dari DPT, ini sesuai dengan aturan KPU pusat,’’ tuturnya.
Sekretaris KPU, Aran,S.Pd juga mengakui Susu yang rusak akan didata dan dibuat berita acara. Sekarang mereka juga sedang mempersiapkan logistik lainnya, sebab beberapa saat sebelum pemilihan semuanya didistribusikan ke daerah pemilihan satu paket dengan Susu.
‘’Kita optimis semuanya aman dan lengkap, nanti akan didistribusikan bersamaan ke PPK, hingga ke desa,’’ tutupnya.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...