Wednesday, 29 July 2015

3 Cabup Mulai Adu Kekuatan


Hamdani : Kader Partai dan Media Massa Penting

METRO – Adu kekuatan tiga pasangan calon bupati dan wakil Bupati Mukomuko dimulai. Ini dibuktikan dengan aksi masing-masing saat menyerahkan berkas dan mendaftar ke KPU Mukomuko. Dibuka oleh pasangan Ir.Wismen A Razak,M.Si – H.Bambang Apriadi,S.Pt yang menghadirkan ribuan massa saat deklarasi di lapangan SP1 Penarik dan dihibur artis serta arak-arakan kendaraan ke KPU. Kemarin lusa pasangan Sapuan,SE,Ak,MM,CA - Dedy Kurniawan,S.Sos dan pasangan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP yang unjuk gigi. Pendaftaran mereka ke KPU, menyebab beberapa titik jalibar, di kota Mukomuko macet oleh arak-arakan kendaraan pendukung keduanya. Fakta ini tentu membuat publik sulit memprediksi siapa terkuat dan terbesar dukungannya. Yang jelas, diperkirakan persaingan politik ketiganya layak untuk diikuti hingga babak akhir.
Terkait dengan hal ini, salah seorang tokoh Mukomuko H.Hamdani Makir,SH,M.Hum mengakui jika kekuatan tiga kandidat ini belum bisa diprediksi dengan pasti. Banyak faktor yang bakal mempengaruhi hasil akhirnya kelak. Pertama keseriusan kader partai pengusungnya untuk memenangkan calon. Jika dukungan terpecah atau pengurus dan kader partai pengusung tidak bekerja maksimal, maka calon harus siap-siap kalah. Kedua kemampuan mengembangkan opini di media massa. Berkaca dari pemilihan di berbagai tingkatan, pengaruh opini pemberitaan di media cukup besar, jauh lebih berpengaruh ketimbang baliho dan alat peraga lainnya. Ketiga dipengaruhi oleh kinerja tim pemenangan, terutama korlap, korcam dan kordes. Memilih tim harus pintar, jangan orang yang punya segudang kecacatan dimata masyarakat. Berikutnya sosok pasangan calon itu sendiri. Dan penentu bekerja atau tidaknya sektor-sektor tersebut adalah anggaran atau dana yang dikantongi calon.
‘’Banyak uang, kalau managemen dalam penggunaannya tidak tepat, maka hasilnya juga tidak baik, tanpa dana cukup apa lagi. Karena menggerakkan orang partai, tim di lapangan dan termasuk kampanye di media massa butuh dana. Zaman sekarang sulit mencari yang mau berkorban begitu saja,’’ paparnya.
Untuk kekuatan pengaruh politik, tiga pasangan calon ini, Hamdani makir menilai hampir berimbang. Juga menurutnya keramaian massa saat acara dan arak-arakan kendaraan di jalan raya tidak begitu menetukan. Bisa jadi yang datang orang yang sama, saat acara calon berbeda. Masyarakat jelas senang ikut-ikutan saat ada artis dan ada keramaian lainnya.
‘’Kalau secara kekuatan saya rasa imbang ke tiganya, kekuatan massa sekarang tidak bisa jadi ukuran lurus kedepan. Posisi sebenarnya akan tampak saat mendekati pemilihan dan pastinya setelah pemilihan,’’ kata Hamdani.(jar)


KPU Balikkan Berkas Golkar dan PPP
//Dukungan Wismen Tetap Mayoritas
METRO – Kabarnya berkas pendaftaran Partai Golkar dan PPP yang mengajukan pasangan Ir. Wismen A Razak dan H.Bambang Apriadi,S.Pt dikembalikan oleh KPU. Alasannya rekomendasikan dukungan partai yang memiliki dua kepengurusan ini hanya sepihak kepada Wismen, yaitu dari kubu Agung. Dan memang kenyataannya, saat Wismen-Bambang mendaftar tidak tampak, pengurus DPD 2 Golkar kubu Aburizal Bakrie, malah mereka tampak muncul saat pendaftaran Huda-Haidir. Namun demikian tidak berpengaruh terhadap calon, bahwan Wismen masih menjadi pemilik dukungan partai mayoritas.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag membenarkan jika pihaknya sudah mengembalikan berkas Golkar dan PPP. Sebelum melakukan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU di daerah lain, seluruhnya hampir sama se Indonesia, jika rekomendasi dukungan hanya dari satu pihak. Dalam peraturan KPU (PKPU) juga dikatakan, pendaftaran calon harus disetujui bersama dengan menyampaikan rekomendasi yang masing-masnig ditandatangi ketua umum dan sekjen kedua belah pihak/kubu. Kalau hanya satu rekomendasi yang hanya ditandatangi satu kubu/pihak atau nama calon yang diajukan berbeda, maka pendaftaran calon tersebut tidak dapat diterima atau gugur.
 ‘’Ini sama se Indonesia, bukan kita saja. Mengenai dualisme pengurus parpol ini kami tidak mau komentar, yang jelas kita lakukan sesuai ketentuan KPU pusat,’’ paparnya.
Komisioner KPU lainnya, Syofia Diana,SE juga mengakui pengembalian berkas pendaftaran calon ini. Sebelumnya mereka sudah sampaikan kepada calon dan pihak Golkar juga PPP. Bisa mendaftar kembali nanti atau mendaftar tanpa rekomendasi dari dua partai. Calon tetap langsung mendaftar, karena memang syarat dukungannya masih cukup bahkan melebihi syarat.
‘’Kita tetap menunggu ketetapan pastinya dari pusat, koordinasi terus dilakukan dengan KPU provinsi dan daerah lainnya. Kalau dinyatan bisa kita terima lagi,’’ terangnya.
Ketua DPD PPP Mukomuko, Masripani Maas,SH mengakui kabar ini. Persoalan tersebut sudah mereka laporkan ke DPP. Jawaban dari DPP PPP sendiri cukup singkat dan jelas. Masalah ini bukan urusan DPD, melainkan sudah menjadi urusan pusat. Namun walau demikian, PPP Mukomuko tetap komit dan siap berjuang maksimal untuk memenangkan Wismen-Bambang sebagai bupati.
‘’Ini sudah menjadi urusan pusat, memang bukan di Mukomuko saja tetapi nasional. Apapun itu kita tetap komit dukungan Wismen-Bambang. Kita tidak akan persoalkan penolakan oleh KPU Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)


Setelah Calon Tetap, Kampanye Dibiayai KPU

//Seluruh Spanduk dan Baliho Dibersihkan
METRO – Pada 24 Agustus bakal calon bupati dan wakil bupati yang dinyatakan lulus administrasi dan tes kesehatan dinyatakan sebagai calon tetap. Bersamaan dengan itu, kegiatan kampanye calon dikendalikan oleh KPU. Khusus alat peraga berupa baliho, spanduk dan iklan dikoran diatur dan dibiayai oleh KPU sepenuhnya. Bersamaan seluruh alat peraga calon yang sudah terpasang, berupa spanduk, baliho serta peraga lainnya akan dibersihkan.
Disampaikan oleh ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag setelah calon tetap, maka calon diatur oleh undang-undang dan PKPU sepenuhnya. Berdasarkan PKPU, bahwa pembuatan baliho, spanduk dan iklan dimedia diatur dan dibiayai oleh KPU. Untuk desain kata-katanya dan slogan yang ingin dimuatkan dalam baliho atau spanduk dari calon. Jumlah alat peraga juga terbatas, khusus baliho hanya 5 unit per calon.
‘’Kandidat dilarang membuat spanduk atau baliho sendiri, yang boleh terpasang hanya yang dibuat dan dibiayai KPU. Akan dipasang tiga hari setelah penetapan calon,’’ papar Dawud.
Lanjutnya, sekarang para calon sedang melakukan tes kesehatan dan memenuhi persyaratan lain yang belum lengkap. Hasil tes kesehatan menentukan, calon lulus atau tidak. Setelah itu dilakukan verifikasi seluruhnya, baru ditetapkan sebagai calon.
‘’Tahapannya masih panjang, kemungkinan calon hanya tiga pasang saja, bisa jadi berkurang jika ada yang tidak lolos administrasi atau tes kesehatan dan kejiwaan,’’ papar Dawud.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Deny Setiabudi,SH mengatakan untuk pengawasan mulai dilakukan, terutama terhadap penyelenggara. Berlakunya sanksi jika terjadi pelanggaran, setelah penetapan. Sekarang baru sebatas pengawasan dasar bagi pasangan, PNS yang berpolitik dan pelanggaran lain.
‘’Kalau sudah calon tetap dasar kita jelas, semua peraga harus tertib sesuai ketentuan,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 28 July 2015

Huda-Haidir Gegerkan Mukomuko


Massa Pendukung Huda Isyaratkan Kemenangan
METRO – Arak-arakan kendaraan berbagai jenis bermuatan massa termasuk tukang sayur yang mengantar pasangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.IP ke KPU tak pelak gegerkan Mukomuko. Ditambah dengan kehadiran segenap lapisan masyarakat dan seluruh etnis yang ada di Mukomuko. Fakta ini cukup mengejutkan dan sukses menepis keraguan banyak pihak terhadap pasangan kuat calon bupati ini. Gebrakan Huda-Haidir yang diusung Gerindra dan Hanura ini jelas membuktikan jika mereka adalah kandidat yang serat pengalaman politik. Saat tiba di KPU disambut oleh tari gandai yang merupakan kesenian daerah ternama.
Kabarnya massa pendukung Huda – Haidir sudah berdatangan dari segenap penjuru sejak pagi kemarin, sehingga kawasan rumah pribadinya tidak mampu menampung parkiran kendaraan dan massa yang ingin ikut mengantar dan menyaksikan deklarasi pencalonan keduanya. Teriknya panas tidak membuat pendukung keduanya ciut, mereka setia menunggu hingga setelah sholat zuhur berjamaah berangkat ke KPU diiringi doa dan keharuan. Sebelum menuju KPU dilaksanakan zikir dan doa khusus disampaikan untuk kemenangan pasangan Huda-Haidir. Setelah mendeklarasikan pencalonan dan menyampaikan pidato politik, pasangan Huda-Haidir berangkat ke kantor KPU. Seluruh massa yang hadir turut mengantarkan keduanya. Antrian kendaraan mencapai lebih dari 10 Km. Sebagai gambaran, ketika romongan pertama sudah tiba di komplek perkantoran, rombongan terakhir baru beranjak dari kediaman Huda. Ketika tiba di Kelurahan Bandar Ratu, rombongan Huda-Haidir berhenti tepat di ujung jalan dua jalur. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, sekitar 150 meter menuju kantor KPU.
Dalam pidato politiknya, Huda menyampaikan, dengan segala keterbatasannya Ia mampu membeli rakyat. Namun hal itu tidak akan dilakukan. Huda menyampaikan harga diri dan martabat rakyat diatas segala-galanya, dan hal itu tidak bisa ditukar dengan materi.
‘’Dengan segala keterbatasan, bisa saja saya membeli rakyat. Tapi hal itu tidak akan saya lakukan, karena martabat rakyat diatas segalanya dan tidak bisa ditukar dengan materi. Tapi saya rela dibeli oleh rakyat untuk melayani rakyat,’’ ungkap Huda.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag membenarkan jika kemarin ada dua pasangan yang mendaftar ke KPU, yaitu Huda-Haidir dan Sapuan-Dedy. Artinya sampai hari kedua pendaftaran sudah ada 3 pasangan yang bakal bersaing pada Pilkada kelak. Seluruh calon melengkapi syarat yang diminta, yaitu minimal 20 persen kursi partai.
‘’Pak Huda sudah mendaftar, ada dua kandidat yang menyerahkan berkas pada hari yang sama. Hingga sekarang baru ada 3 pasang, kita tetap menunggu hingga besok (hari ini red),’’ tutupnya.(dul)


Terlibat Politik, PNS Terancam Dipecat
METRO - Inspektorat Kabupaten Mukomuko menyatakan akan memberikan sanksi tegas bagi para PNS yang terlibat dalam upaya pemenangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mukomuko 2015. Hal tersebut sesuai dengan PP 53 Tahun 2010, Tentang Kedisiplinan Pegawai. Jika memang terbutki bisa saja PNS yang bersangkutan akan terancam dikenakan sanksi pemecatan.
Inspektur Inspektorat Mukomuko, A. Halim, SE, M.Si menyebebutkan dengan tegas agar PNS Mukomuko tidak terlibat langsung dalam pilkada, jika hal tersebut terbukti, PNS yang bersangkutan akan dikenakan sanksi. Peraturan tersebut tertuang dalam PP 53 tahun 2010 Pasal 4 Ayat 14 dimana setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundangundangan.
‘’Karena saat ini sudah mulai memasuki masa pilkada, kita menghimbau agar PNS di Mukomuko tetap netral dan juga tidak terlibat langsung dalam tim pemenangan calon tertentu,’’ sampainya.
Disebutkan ada tiga macam sanksi yang akan diberikan bila PNS tidak bersikap netral di pesta demokrasi Kabupaten kelak. Diantaranya sanksi ringan berupa teguran tertulis, pernyataan tidak puas secara tertulis. Sanksi  kedua yaitu sanksi sedang seperti penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun hingga penurunan pangkat setingkat lebih rendah
selama 1 (satu) tahun. Yang terakhir sanksi berat mulai dari penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
‘’Sanksinya ada tiga macam atau berjenjang, sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Kita juga memiliki sistem pembinaan yang harus dilakukan oleh atasan masing-masing pegawai. Bila semua hal seperti pemeriksaan, pemanggilan, dan bukti-bukti yang dilampirkan kuat sudah dilakukan, selanjutnya pembahasan, bahwa perbuatannya masuk kategori mana dan apa sanksinya. Bisa saja PNS yang terlibat secara langsung dalam pilkada akan dikenakan sanksi berat bahkan terancam dikenakan sanksi pemberhentian tidak hormat sebagai PNS,’’ tegas Alim.(cw1)

Sapuan-Dedy Sepktakuler


//Armada Massa SPN-Dedy Padati Jalan Raya
METRO – Spektakuler, itulah sebutan yang layak atas gebrakan pasangan calon Bupati Mukomuko, H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos kala mendaftar ke KPU Mukomuko. Ratusan mobil yang mengangkut ribuan massa pasangan ini kuasai jalan raya. Sehingga membentuk parkiran dadakan sepanjang 1 kilometer lebih kurang atau dari Polres lama hingga mendekati lampu merah depan Rumdin Bupati. Sapuan dan Dedy bercengger di sebuah mobil mewah B 574 SPN berlogo garuda RI. Ini membuktikan jika Sapuan Dedy sudah siap bertarung. Mereka diusung oleh 6 kursi dewan, masing-masing PKB 3 kursi, PKS 2 kursi dan PDI Perjuangan 1 kursi. Saat tiba di KPU, Sapuan yang akrab disapa SPN ini disambut dengan tari randai.
Kabarnya, massa Sapuan-Dedy berasal dari seluruh kecamatan dan desa, bahkan beberapa pengusaha sawit rela menunda bisnisnya demi mengerahkan kendaraan angkutan untuk mengantar Sapuan-Dedy ke KPU. Kendaraan dari masing-masing daerah bergabung di pantai abrasi, baru selanjutnya konvoi menuju KPU. Sapuan - Dedy dan partai pengusungnya sebelum ke KPU sempat mengadakan pertemuan dengan partai pengusungnya. 
Informasi yang dihimpun, sesuai rencananya massa penggiring pasangan sekitar 300 unit mobil, dengan jumlah sekitar 3.000 orang asal 151 desa dan kelurahan dari 15 kecamatan. Fakta di lapangan, banyak kendaraan yang berdatangan di luar koordinir panitia. Mereka adalah kader partai, relawan, simpatisan serta keluarga besar kedua pasangan ini, yang rela meluangkan waktu dan tenaga untuk mengantarkan pasangan.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Cabup dan Cawabup Sapuan-Dedy, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si menyampaikan, rencana pendaftaran Sapuan-Dedy ke KPU dilaksanakan dengan sederhana mungkin. Namun diluar dugaan, banyak massa yang ingin berangkat untuk secara bersama-sama mengantarkan pasangan ini ke KPU. Menurutnya, mereka yang hadir dan mengantarkan pasangan calon, berasal dari warga tiga daerah pemilihan.
‘’Prosesi mengantarkan pasangan calon ke KPU hanya sederhana saja. Dari data yang dikoordinir panitia, sekitar tiga ribuan orang relawan dan simpatisan dan ditambah sejumlah tim keluarga. Namun juga banyak massa yang berdatangan dan ikut secara bersama-sama mengantarkan pasangan ini ke KPU. Selain itu, pasangan juga di sambut dengan gamelan dan tarian randai yang merupakan kesenian daerah,’’ kata Nasir.
Sapuan, ketika dikonfirmasi membenarkan rencana pengantaran berkas pencalonan bersama parpol pengusung dilaksanakan dengan sederhana. Tetapi dengan semangat gotong royong dari tim, relawan dan simpatisan, mereka bersedia untuk secara bersama-sama mengantarkan proses pendaftaran. Ia mengakui, lebih kurang tiga ratusan kendaraan jenis mobil dan sejumlah roda dua ikut serta mengantarkan perjalanan menuju KPU.
‘’Sebenarnya kita ingin sesederhana mungkin, tetapi semangat kegotong royong tim-tim, sehingga mereka tak bisa dilarang dan ikut serta secara bersama ke KPU,’’ ujarnya.
Pasangan Sapuan-Dedy optimis dalam proses pencalonan ini bisa berjalan lancar dan sukses hingga ke proses pemilihan mendatang. Menurut Sapuan, sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan PKPU nomor 9 akan dapat dipenuhi.
‘’Saat ini kita masih menunggu proses pendaftaran, termasuk verifikasi berkas. Insyaallah sesuai yang syarat yang telah ditetapkan akan terpenuhi. Begitu syarat parpol pengusung, syukur alhamdulillah telah kita miliki,’’ paparnya.
Setelah proses pendaftaran ini berjalan, ia masih menunggu tahapan selanjutnya sesuai dengan petunjuk KPU. Mungkin saja, selanjutnya akan mengikuti proses pemeriksaan kesehatan di Bengkulu.
‘’Kami masih menunggu petunjuk KPU, setelah proses pendaftaran ini selesai. Mungkin tahap berikutnya cek kesehatan,’’ tandasnya.
Disisi lain, berkaitan dengan pencalonan Dedy Kurniawan yang merupakan anggota DPRD Mukomuko aktif harus mengikuti aturan yang berlaku, mundur dari jabatannya. Menurut Dedy, kesiapan pencalonan ini harus siap dengan segala konsekuensi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Ia mengakui, mekanisme pengunduran diri akan segera diproses.
‘’Kalau bisa secepatnya pengunduran diri akan diproses sesuai dengan mekanisme yang ada. Dengan pencalonan ini, saatnya berjuang untuk Kabupaten Mukomuko ke arah yang lebih baik lagi,’’ imbuhnya.
Sebagai kader PDIP, Dedy akan berpihak kepada wong cilik, sesuai dengan amanat Bung Karno. Dengan demikian, ia yakin dengan dasar semangat gotong royong relawan dan simpatisan.
‘’Untuk pertimbangan menang, kami kombinasi antara putra daerah dengan eks transmigrasi. Inysaallah dalam pertarungan politik ini yakin menang,’’ demikian Dedy.(nek)

Dedy Mundur, Perwakilan Prempuan di DPRD Nambah
POLITIK RM – Karena memilih mendampingi Sapuan,SE,Ak,MM,CA sebagai wakil bupati, Dedy Kurniawan,S.Sos anggota DPRD Mukomuko harus mengundurkan diri. Mundurnya Dedy berkah bagi perempuan Mukomuko, karena bakal calon penggantinya adalah sosok ‘’Sri Kandi’’ atau perempuan atas nama Wasri caleg nomor urut 3. Ia menggantikan Dedy secara otomatis, sebab suaranya hampir 5 ratus dibawah Dedy.
Ditemui saat menghadiri pendaftaran Sapuan – Dedy ke KPU kemarin, Wasri mengaku sudah siap duduk di DPRD Mukomuko sebagai perwakilan dapil 2 dari PDI Perjuangan. Ia juga mengakui pada pemilihan lalu berada pada urut 3 dan berhasil memperoleh suara empat ratus lebih. Dedy yang terpilih saat itu memperoleh dukungan mencapai 2300 suara.
‘’Karena mandat dari rakyat dan partai tentu kita harus siap menjadi wakil rakyat. Dedy diutus partai untuk menjadi wakil bupati,’’ katanya.
Lanjutnya, untuk persiapan meggantikan  Dedy di dewan tidak ada yang ia lakukan. Untuk saat ini konsentrasi dirinya bersama kader PDI Perjuangan lainnya, adalah memenangkan pasangan Sapuan-Dedy sebagai Bupati Mukomuko. Yang jelas, ia sudah siap menjalankan tugasnya di dewan  bersama anggota dewan lainnya.
‘’Kita menangkan mas Dedy dan pak Sapuan dulu, untuk persiapan ke dewan belum ada, yang jelas karena  ini tugas, kita tentu wajib laksanakan,’’ tegasnya.
Mantan ketua DPC PDI Perjuangan Mukomuko, I Wayan Adnyana juga mengakui sesuai dengan aturan pilleg, maka secara otomatis Wasri akan menggantikan Dedy. Namun itu berlaku, jika yang bersangkutan tidak mengundurkan diri dari partai sebelumnya. Pemilihan dewan menggunakan sistem suara terbanyak, bukan nomor urut.
‘’Ya, kemungkinan Wasri yang akan duduk, ini sesuai aturan pemilihan, entah ada perubahan dan alasan lain dari partai,’’ tutupnya.(jar)

Monday, 27 July 2015

Deklarasi Wismen-Bambang Dihadiri Ribuan MassA


Siap Bebaskan HPT, Naikkan Harga TBS dan Bagikan Raskin 
METRO – Lautan massa tercipta saat Ir. Wismen A Razak,M.Si dan wakilnya H. Bambang Apriadi,S.Pt mendeklarasikan diri sebagai calon bupati dan wakil Bupati Mukomuko. Keduanya diusung oleh 6 parpol memiliki 14 kursi dewan, yaitu NasDem, PAN, PKPI, Golkar, Demokrat dan PPP serta 1 partai pendukung PBB. Acara dimeriahkan dengan kehadiran artis senior yang fenomenal Dedi Kempot dan kawan-kawan. Kemeriahan tak sebatas itu, arak-arakan kendaraan pendukung Wismen-Bambang yang memadati jalan tak luput menjadi perhatian masyarakat. Sebelum memasuki KPU, Wismen-Bambang dan pendukungnya disambut dengan aksi tari silat.
Jalannya acara, pagi kemarin Wismen beserta seluruh pengurus partai pengusungnya berkumpul di salah satu hotel ternama di Mukomuko, membahas persiapan pemenangan Pilkada. Selanjutnya diiringi patwal Wismen – Bambang dan pengurus parpol menuju Penarik untuk menjumpai ribuan pendukung mereka yang sudah memadati lapangan SP 1 Penarik. Teriknya panas matahari tidak membuat ciut ribuan warga yang ingin menyaksikan Wismen – Bambang mendeklarasikan diri, serta melihat penampilan artis kesayangannya. Mobil pemadam kebakaran terpaksa diturunkan untuk menyiram warga yang kepanasan. Pukul 14.30 WIB Wismen – Bambang tiba di KPU untuk mendaftarkan diri dengan disambut oleh segenap anggota KPU dan Panwaslu.
Dalam pidatonya, yang disambut menggebu-gebu oleh masyarakat dengan penuh harap, Wismen menyampaikan beberapa hal penting yang cukup memukau. Diantarannya akan membebaskan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang sudah dikelola warga agar bisa dikeluarkan sertifikatnya. Selanjutnya Wismen berjanji akan memberikan hak masyarakat berupa beras miskin, karena penolakan Raskin menyebabkan banyak anggaran pusat tidak terserap oleh daerah. Yang paling membuat warga antusias adalah Wismen siap memperjuangkan harga sawit dan komonidi hasil pertanian lainnya. Untuk membuktikan ucapannya, dalam waktu dekat Wismen akan hadirkan beberapa orang menteri ke Mukomuko.
‘’HPT yang sudah digarap harus bisa dibebaskan dan dibagikan sertifikat gratis, masyarakat harus menerima beras miskin, karena itu bantuan yang meski dinikmati. Kita juga akan naikkan harga sawit setinggi-tingginya untuk rakyat. Untuk memastikan ini dukung saya dan Bambang memimpin Mukomuko,’’ ungkapnya.
Wismen juga menjelaskan, pasangannya didukung mayoritas partai politik, yaitu NasDem, PAN, PKPI, PPP, Golkar, Demokrat dan PBB dengan total 14 kursi dewan. Ia berterimakasih atas dukungan ini dan mari berjuang bersama-sama untuk membangun Mukomuko lebih baik kedepannya.
‘’Kita didukung 14 kursi dewan atau 7 partai politik, kebersamaan ini insyallah akan memudahkan pemenangan Pilkada juga untuk kedepannya,’’ papar Wismen.
Bambang sendiri mengaku sangat yakin bisa memenangi Pilkada bersama dengan Wismen. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap partai pengusung dan masyarakat. Mereka siap membawa perubahan besar bagi Mukomuko ke arah yang lebih baik.
‘’Antusias masyarakat ini membuktikan, jika kita mendapat dukungan penuh, mudah-mudahan langkah kedepan lancar,’’ paparnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengakui jika Wismen – Bambang sudah mendaftarkan diri sebagai calon bupati Mukomuko. Partai pengusungnya 6 partai dengan 14 kursi dewan.
‘’Hari pertama 1 pasangan sudah mendaftar, kemungkinan besok (hari ini red) akan mendaftar beberapa calon lagi,’’ paparnya.(jar)


Giliran, Huda–Haidir & Sapuan–Dedy Mendaftar

METRO – Hari ini giliran dua pasangan calon bupati dan wakil Bupati mendaftar ke KPU. Yaitu H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan wakilnya Dedy Kurniawa,S.Sos dan Pasangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.IP. Sapuan-Dedy diusung oleh 3 partai politik, yaitu PKB 3 kursi, PKS 2 kursi dan PDI Perjuangan 1 kursi, total 6 kursi. Sementara Huda-Haidir didukungan 5 kursi partai, masing-masing Partai Gerindra 3 kursi dan Hanura 2 kursi. Kabarnya mereka juga akan diantar oleh ribuan warga yang menghendaki pasangan ini menjadi bupati.
Novesa Herman mengatakan, pendaftaran Sapuan-Dedy cukup sederhana, namun tetap akan ada konvoi kendaraan, mereka akan star dari abrasi Air Punggur. Jumlah mobil sekitar 2 ratus unit dan ratusan motor dengan total massa diperkirakan mencapai 3 ribu orang. Ini baru titik awal pergerakan menghadapi Pilkada. Untuk selanjutnya masyarakat akan menikmati berbagai pertunjukan politik di daerah ini.
‘’Besok (Hari ini red) kita mendaftar ke KPU, rencananya ada sekitar 200 mobil dan ratusan motor bakal mengantar Sapuan-Dedy. Ini tahap awal untuk memenangi pemilihan bupati,’’ katanya.
Mengenai partai pengusung, diakuinya ada 3 partai dengan 6 kursi dewan. 3 parpol ini merupakan partai terbaik yang memiliki kader dan pendukungan yang cukup besar dan setia. Maka Sapuan-Dedy sangat yakin bisa memenangi Pilkada, apalagi ia sudah cukup berpengalaman. Pada pilkada sebelumnya saja, Sapuan sukses menandingi Incumbent, walau belum memenangi Pilkada.
‘’Kita rasa Pilkada kali ini akan dimenangi dengan cukup mudah, kita punya pengalaman menghadapi calon yang cukup kuat. Apalagi didukung oleh tiga partai terbaik,’’ tegasnya.
Choirul Huda juga memastikan, hari ini mereka akan mendaftar ke KPU. Untuk partai pengusung ada 2 parpol pemenang, yaitu Gerindra pemilik BD 2 N dan partai Hanura yang begitu melekat di nurani masyarakat. Untuk pendaftaran belum bisa dijelaskan berapa orang yang akan mengantarnya, sebab mereka tidak ada pengerahan massa besar-besar, namun yang mau ikut dipersilahkan.
‘’Ya kita akan mendaftar ke KPU, untuk yang ngantar siapa yang mau dulu, kita belum tahu. Yang jelas partai pengusung dan keluarga serta tim pemenangan,’’ tutupnya.(jar)


Putra Mukomuko, Mujiono Resmi Nyalon Wakil Gubernur
BENGKULU RM – Kekecewaan masyarakat Mukomuko, karena Bupati Drs. H Ichawan Yunus,CPA,MM gagal menjadi calon Gubernur terobati. Pasalnya satu putra Mukomuko, yang sekarang duduk di DPRD Mukomuko dari PDI Perjuangan, Mujiono,S.IP memastikan diri maju sebagai calon wakil Gubernur Bengkulu dari Sultan B Najamudin. Kepastian ini setelah PDI Perjuangan menetapkan keduanya sebagai calon. Rekomendasi langsung diserahkan oleh Ketua DPP PDIP Provinsi Bengkulu, Hj. Elva Hartati, S.IP.
‘’Kita memang sudah memberikan rekomendasi kepada Mujiono. Kami memilih dan menilai beliau, elektabilitas dan integritasnya memang cukup bagus selama ini. Apalagi untuk di Kabupaten Mukomuko, nama Mujiono memang cukup dikenal dan diperhitungkan oleh masyarakatnya,’’ kata Elva.
Lanjutnya, berdasarkan penilaian tersebutlah. Akhirnya hari ini (Sabtu, 25/7,red) kami dari PDIP Provinsi Bengkulu resmi medeklarasi dan mendukung serta mengusung beliau untuk maju dalam Pilkada mendampingi Sultan B Najamudin.
Ditegaskan Elva, dirinya sangat berharap agar seluruh kader bisa bersatu padu untuk mengusung dan memenangkan Sultan-Mujiono dalam Pilgub nanti. Tidak hanya itu, Elva juga meminta agar seluruh kadernya dapat membangun komunikasi yang baik dengan ranting dan anak ranting.
‘’Kepada seluruh kader partai dan simpatisan, kita harus siap memenangkan Sultan-Mujiono dalam Pilkada ini. Ini demi kemenangan kita bersama. Apabila nantinya ada kader yang tidak mengindahkan ini, maka siap saja untuk menerima sanksi, karena tidak mengindahkan instruksi partai,’’ tegasnya.
Saat dihubungi via handphone, Mujiono juga membenarkan hal tersebut. Dirinya mengakui bahwa rekomendasi dari DPP PDIP memang sudah diterimanya. Pasca menerima rekomendasi tersebut tentu dirinya akan berusaha untuk sekuat tenaga untuk memperjuangkan amanah dari partai tersebut.
‘’Rekomendasi memang sudah saya terima mas. Sehingga sebagai kader, saya juga akan siap untuk memperjuangkan amanah yang sudah diberikan oleh Ibu Ketua Umum PDIP (Megawati,red) dan pak Jokowi,’’ kata Mujiono kepada radar mukomuko.
Sementara untuk tanggapan atas rekomendasi tersebut, dirinya sangat bersyukur karena dipercaya oleh Partai. Sedangkan untuk kesiapan dalam maju Pilkada nanti, dirinya juga mengakui siap untuk ikut serta dalam Pilkada tersebut.
‘’Saya juga akan siap untuk mengundurkan diri dari jabatan saya di DPRD Provinsi Bengkulu, untuk maju dalam Pilkada ini. Sedangkan untuk langkah atau gebrakan apa yang akan dilakukan khususnya di Mukomuko, kita lihat saja nanti, yang jelas kita siapkan pendafatran di KPU saja dulu,’’ ungkapnya.
Disamping itu, Mujiono juga berharap kepada masyarakat Mukomuko, sekiranya untuk dapat terus mendoakan dan mensuport agar rencana ini dapat berjalan dengan baik.
‘’Kita tidak akan bisa melupakan masyarakat kita, khususnya yang di Mukomuko. Maka dari itu, saya berharap doa dan restunya. Ini kali pertamanya orang Mukomuko diusung untuk maju dalam Pilkada Gubernur, tentu merupakan kesan tersendiri bagi masyarakat Mukomuko,’’ kata Mujiono.
Sementara saat dikonfirmasi, kapan waktu pendaftaran akan dilakukan oleh pasangan kandidat Sultan-Mujiono. Dirinya belum bisa memastikan, lantaran saat ini masih focus terhadap persiapan dan kelengkapan untuk pendaftaran tersebut.
‘’Kita akan melihat hari baiknya dulu mas. Jika sudah ketemu waktu yang pas, baru kita akan melakukan pendaftaran dan mengabarinya,’’ tutup Mujiono. (kei)

Wednesday, 22 July 2015

WAR 14 Kursi, SPN 6, Huda 5


//Peta Partai Pengusung Cabup-Cawabup
METRO – Inilah peta terakhir partai pengusung bakal calon bupati dan wakil bupati Mukomuko periode 2015-2020. Ir. Wismen A Razak,M.Si akan menjadi kandidat yang didukung mayoritas, yaitu 6 partai politik (parpol). Masing-masing NasDem, PKP Indonesia, PAN, PPP, Partai Demokrat dan Golkar dengan total kursi di DPRD Mukomuko 14 kursi. Sementara Sapuan,SE,Ak,MM,CA 6 kursi dewan yang dimiliki PKB, PDI Perjuangan dan PKS. Terakhir Choirul Huda,SH yang diusung oleh dua partai dengan 5 kursi, yaitu Gerindra dan Hanura.    
Dihubungi via telepon genggam, Wismen mengatakan untuk partai sejak awal ia sudah sampaikan akan diusung oleh koalisi besar. Maka saat pendaftaran nanti, dirinya akan diusung sekitar 14 hingga 16 kursi dewan. Terkait dengan kandidat lain, Wismen enggan berkomentar. Siapa yang akan jadi lawannya saat pemilihan kelak tidak dipersoalkan. Di Mukomuko ada 25 kursi dewan, artinya tidak semua mendukung dirinya.
‘’Yang jelas kita akan diusung oleh koalisi besar, kemungkinan sekitar 6 hingga 7 partai, dengan kursi mencapai 14 atau 16 kursi. Lawan kita tentu partai lainnya, jumlah kursi parpol di Mukomuko banyak kok. Kalau tidak ada yang siap kita aklamasi, andai diizinkan KPU,’’ kata Wismen.
Masih disampaikan Wismen, banyaknya partai yang mendukungnya tentu dengan alasan yang jelas. Sebab tidak ada parpol yang rela, calon yang diusungnya kalah dalam pilkada. Selain itu, partai memiliki kriteria yang fokus untuk calonnya, baik dari segi program maupun kesiapan dari segala sektor.
‘’Banyaknya partai, karena ingin menjadi pemenang, insyaallah kita siap untuk itu. Setiap parpol kita lamar sesuai dengan mekanismenya, proses partai memberi dukungan cukup teliti,’’ paparnya.
Choirul Huda,SH sendiri mengaku tidak gentar menghadapi Pilkada walau hanya akan diusung 5 hingga 7 kursi dewan. Pilkada beda dengan pemilu legislatif, masyarakat tidak memilih parpol, melainkan memilih calon bupatinya. Artinya sedikit atau banyak partai sama, pemenangnya masyarakat yang menentukan. Baginya Gerindra dan Hanura adalah partai kuat dan pemilik ketua dewan. Artinya pemerintahannya dengan dewan bakal sejalan.
‘’Biarlah, ini bukan pemilihan legislatif, tapi calon bupati. Masyarakat memilih orangnya bukan partai. Saya yakin warga Mukomuko sangat cerdas dalam menentukan pilihan, sebab menyangkut Mukomuko kedepannya,’’ papar Huda.
Sapuan,SE,Ak,MM,CA melalui Novesta Herman mengatakan untuk partai pengusung yang sudah pasti ada 3, PKS, PKB dan PDI Perjuangan, juga ada peluang beberapa partai lagi dengan 6 hingga 9 kursi dewan. Untuk pastinya akan terlihat saat pendaftaran di KPU. Soal banyaknya partai akan mengusung calon lain, mereka juga tidak ragu. Tiga partai pengusung mereka merupakan parpol terbaik yang dikenal memiliki massa yang setia.
‘’PKB, PKS dan PDI Perjuangan dikenal sebagai partai dengan massa cukup setia. Untuk Mukomuko tiga partai ini sangat disukai dan memiliki tokoh-tokoh ternama,’’ tutupnya.(jar)


Wis Mendua, Wakil Wismen Masih Rahasia

//Wismen : Saat Deklasi Akan Diketahu
METRO – Kabarnya Anggota DPRD Mukomuko dari PKPI mendua untuk maju sebagai calon wakil bupati dari Ir. Wismen A Razak. Tidak diketahui apa pasalnya, dugaan sementara karena ia merasa berat melepas kursi dewan dan juga belum mendapat restu sepenuhnya dari pihak keluarga. Jika benar demikian, siapa yang akan mendampingi tokoh nasional Partai NasDem ini?.
Dikonfitmasi langsung dengan Wismen, ia mengaku wakilnya sudah pasti, namun siapa sosok tersebut belum bisa dijelaskan. Alasannya akan menjadi kejutan tersendiri saat deklarasi partai dan wakil pada 26 Juli mendatang. Yang jelas wakilnya merupakan tokoh terkemuka di Kabupaten Mukomuko yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Mengenai isu, nama Sabar S Sudibyo, S.Sos, Inzani Muhammad dari PAN, juga Burhandari,S.Pd,M.Si dari PKS, Wismen mengaku semuanya bisa jadi, karena mereka adalah tokoh partai.
‘’Yang jelas ada wakil, untuk nama lengkap dan data lengkapnya nanti, sebab bakal menjadi kejutan pada saat deklarasi nanti. Bisa jadi Wisnu atau tokoh lainnya, yang jelas ia adalah sosok yang sangat dikenal oleh warga,’’ tuturnya.
Tidak hanya soal wakil, untuk partai politik Wismen juga belum bisa dijelaskan dengan rinci. Ia mengklaim total parpol yang akan mengusungnya 6 hingga 7 partai, atau mencapai 14 hingga 16 kursi dewan. Untuk parpol yang sudah hampir pasti adalah NasDem, PPP, Partai Demokrat, PAN dan PKPI. Sekarang ia sedang mengincar Hanura, Golkar dan juga PKS, walau pada dasarnya partai ini telah mengusung kandidat lain sebelumnya.
‘’Pada 26 Juli semua alat peraga kita sebar, disana langsung dipaparkan calon wakil dan lambang partai-partai pengusungnya. Kita usahakan partai sebanyak mungkin, prediksi mencapai 7 parpol,’’ tutupnya.(jar)


Haidir Pamit Dampingi Huda

POLITIK RM – Malam kemarin, Haidir,S.IP mengumpulkan sekitar 200 tokoh masyarakat di kediamannya. Mantan anggota DPRD Mukomuko ini berpamitan dan mohon doa restu untuk maju pada Pilkada kelak, sebagai wakil bupati mendampingi calon kuat, Choirul Huda,SH. Penyampaian dari Haidir langsung disambut haru oleh pendukungnya dan mereka siap memberi dukungan penuh.
Dikatakan Haidir, pertemuan tersebut masih bersipat keluarga, memang belum banyak dilibatkan. Masyarakat yang hadir sekitar 450 orang. Saat itu dirinya hanya menyampaikan niatnya untuk maju, andai mendapat dukungan. Hasilnya masyarakat cukup antusias membantu, sehingga dirinya semakin mantap bersaing pada pemilihan kelak.
‘’Tampaknya keluarga dan masyarakat cukup mantap memberi dukungan, maka sayapun bersemangat dan semakin yakin menghadapi Pilkada kelak. Memang tahap awal pertemuan masih terbatas, kedepannya tentu kita lakukan di setiap desa,’’ paparnya.
Tokoh masyarakat Sungai Rumbai, H.Tarmizi mengakui adanya pertemuan ini dan dirinya ikut hadir. Masyarakat cukup antusias memberi dukungan, dan pasangan Huda – Haidir dianggap paling ideal pada Pilkada kelak. Bahkan tim Haidir menargetkan bisa menguasai suara dapil III mencapai 90 persen. Huda sosok yang agamis dan mewakili kaum yang tua-tua, sementara Haidir mewakili kaum mudanya.
‘’Yang jelas khusus Sungai Rumbai dukungan bulat, Haidir sangat cocok mendampingi pada Huda, kita yakin mereka bisa memenangi Pilkada nanti,’’ katanya.
Huda sendiri saat dihubungi mengaku sudah mantap berpasangan dengan Haidir pada Pilkada kelak. Ia juga meyakini, Haidir adalah sosok yang paling ideal akan bersama dengannya membangun Mukomuko kedepan. Mereka akan mendaftar ke KPU pada 27 juli nanti.
‘’Kita sudah mantap akan bersama-sama, insyaallah semunya berjalan dengan baik dan lancar,’’ tutupnya.(jar)

Final, Dedy Bersedia Dampingi Sapuan
POLITIK RM –Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dedy Kurniawan, S.Sos menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Mukomuko periode 2015-2020. Selaku kader partai, ia telah menerima mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sebagai calon wakil bupati,  mendampingi Calon Bupati (Cabup) Mukomuko, H Sapuan, SE, AK, MM, CA.
‘’Bagi kita tidak ada istilah mundur, lebih lagi telah mendapat restu dari dewan pimpinan pusat untuk maju sebagai calon pada Pilkada kelak. Soal mundur dari anggota dewan, itu merupakan konsekuensi yang harus kita jalani. Apapun resikonya, kita harus patuh terhadap keputusan MK (Mahkamah Konstitusi, red) yang mengharuskan wakil rakyat jika ingin mencalon harus bersedia mengundurkan diri,’’ kata Dedy Kurniawan ketika dihubungi Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Ia menyebutkan, sebelum melangkah lebih jauh dalam kancah politik pesta demokrasi Pilkada, ia akui banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan. Karena banyak aspirasi masyarakat yang mesti diperjuangkan ketika duduk di lembaga dewan.Menurutnya, setelah mendapat pertimbangan yang matang, aspirasi masyarakat akan lebih leluasa diperjuangkan ketika terpilih menjadi kepala daerah.
‘’Kita akui, mungkin  masih banyak aspirasi masyarakat,yang belum berhasil diperjuangkan selama duduk di lembaga dewan. Ini salah satu menjadi pertimbangan. Keputusan itu telah final, sebagai pertimbangannya, jika diamanahkan menjadi kepala daerah, lebih leluasa berbuat. Karena kita direstui pusat dan disertai dengan niat iklas untuk membangun kedepannya lebih baik,’’ demikian Dedy. (nek) 

Tuesday, 21 July 2015

Parpol dan Cawabup Masih Ngambang


Pendaftaran 5 Hari Lagi
METRO – Pada 26 hingga 28 Juli nanti, atau sekitar 5 hari lagi, bakal calon bupati dan wakil bupati akan mendaftar secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun anehnya, hingga saat ini kabarnya belum semua partai politik, memfinalkan siapa calon yang akan diusungnya. Termasuk calon wakil bupati, masih berpeluang berubah. Beberapa kandidat, infonya belum memiliki dukungan yang cukup untuk mencalonkan diri, yaitu 20 persen kursi partai di DPRD Mukomuko.
Diantara partai yang masih teka-teki yaitu, PKS antara mendukung Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Andy Suhary,SE,M.Pd ataupun Burhandari,S.Pd,M.Si. Kemudian PKPI antara mendukung Sapuan, Andy Suhary dan Ir. Wismen A Razak,M.Si. Partai Golkar bahkan sama sekali belum ada ketetapan pasti, termasuk PAN dan Partai Demokrat. Yang sudah final menetapkan calon, infonya NasDem dan PPP mengusung Wismen, selanjutnya PKB dan PDI Perjuangan mengajukan Sapuan, kemudian Hanura dan Gerindra menjagokan Choirul Huda,SH. Kondisi ini berpeluang adanya kejutan baru menjelang pendaftaran ke KPU.
Menanggapi isu ini, H.Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan sebetulnya beberapa partai sudah menetapkan, tapi posisinya masih labil, sehingga masih berpeluang berubah. Ini terbukti sampai sejauh ini belum satu calonpun menampilkan spanduk atau baliho yang memuat gambar partai pengusungnya.
‘’Memang faktanya demikian, partai masih sangat labil, peluang berubah arah dukungan masih ada. Para calon sendiri belum berani menampilkan partai pengusungnya di alat peraga,’’ katanya.
Finalnya akan terlihat sekitar 23 hingga 25 Juli nanti, sebab saat itu calon akan mengambil formulir di KPU, parpol wajib sudah ada. Ia memperkirakan calon tetap tidak lebih dari 3 orang, yaitu Sapuan, Huda dan Wismen. Untuk Andy Suhary, Burhandari kemungkinan sulit, kalaupun maju posisinya sebagai wakil.
‘’Kalau kami melihat posisinya demikian, jelang pendaftaran baru dirincikan partai pengusung masing-masing. Kita menyakini sebagaimana prediksi awal, calon tetap 3 pasang,’’ tegasnya.
Ketua DPD PKS, Andy Suhary mengakui sampai sekarang PKS belum final menetapkan bakal calon bupati. Termasuk beberapa partai lainnya, belum mengeluarkan ketetapan resmi mengusung calon mana saja. Saat ini dirinya masih menunggu beberapa partai yang sudah dilamarnya. Jika memang diberi kesempatan, maka ia siap mundur dari dewan untuk mencalon bupati.
‘’Memang kondisinya demikian, belum semua partai menetapkan calon. PKS saja sampai hari ini belum ada SK resmi, meski memang arahnya ke kita. Partai lainpun belum semua, sebab saya menunggu itu,’’ tutupnya.(jar)

  
Isunya, Bupati Mulai Tinggalkan Rumdin
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, hingga lebaran kemarin, rumah dinas (Rumdin) bupati yang terletak di Kelurahan Bandaratu terlihat sepi, seolah ditinggalkan penghuninya. Bahkan sama sekali tidak ada aktivintas, mobil dinas dan kendaraan pribadi yang biasa nongkrong di halaman rumah ini pun tidak terlihat. Kabarnya rumah bupati ini mulai dikosongkan, menyambut kehadiran pemimpin baru, yaitu caretaker bupati yang akan masuk pada 15 Agustus mendatang.
Asisten I Setdakab Mukomuko, Drs. Arinal Basri tidak menampik hal tersebut. Namun ia membantah jika Rumdin mulai ditinggalkan untuk persiapan akhir jabatan bupati. Sepinya rumah dinas bupati saat ini disebabkan karena banyaknya kesibukan Bupati diluar daerah. Baik sebagi bupati Mukomuko maupun kesibukan untuk mengurus persyarakat untuk maju sebagai bakal calon gubernur Bengkulu.
‘’Memang beberapa bulan terakhir ini bupati sudah jarang berada ditempat karena ada dinas di luar daerah. Kalau sekarang sepi saya rasa wajar, kemungkinan mereka yang ditugaskan untuk merawat rumdin sedang mudik labaran,’’ sampainya.
Meskipun Bupati tidak berada di tempat namun semua staff maupun pengurus rumah dinas selalu ada di tempat. Karena tidak tertutup kemungkinan, akan ada tamu yang hendak berkunjung. Kemudian terkait adanya informasi pemindahan barang dari rumah dinas tersebut ia mengakui tidak mengetahuinya.
‘’Rumah tersebut tidak pernah kosong, kalaupun tidak ada bupati di rumah. Tetap ada orang yang ditugaskan untuk merawat rumah dinas tersebut. selain itu juga selalu ada penjaga. Namun kalau ada aktivitas pemindahan barang saya kurang tahu itu,’’ demikian Arinal.(cw1)

Friday, 10 July 2015

Nyalon Bupati, Dewan Wajib Mundur


//Putusan MK Pengaruhi Politik Mukomuko
METRO – Keputusan yang dibuat Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap judicial review Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang (UU Pilkada) berdampak besar terhadap politik di Mukomuko. Tidak hanya soal keluarga patahana bebas mencalon, tetapi keputusan baru terkait anggota DPR, DPD maupun DPRD yang mencalonkan diri. Mereka diharuskan membuat surat pengunduran diri dan mundur dari jabatannya saat resmi ditetapkan sebagai calon.
Putusan MK soal patahana cukup menguntungkan bagi keluarga Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM, siapa saja boleh mencalon. Namun bagi pribadi Andy Suhary,SE,M.Pd  putusan MK tidak begitu menguntungkan. Ia harus mundur dari dewan jika mencalon bupati. Begitupun bagi politisi PKPI, Wisnu Hadi,SE yang direstui mendampingi Ir. Wismen A Razak,M.Si dan juga ketua DPC PDIP, Dedy Kurniawan,S.Sos yang dikabarkan akan menjadi wakil Sapuan,SE,Ak,MM,CA.
Pengamat hukum Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum, menilai KPU harus segera mengubah peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2015 yang memuat pengertian patahana pasca-keluarnya putusan MK. Juga aturan anggota dewan harus mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai calon tetap.
‘’KPU wajib merevisi PKPU menindaklanjuti putusan MK yang mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada,’’ ujarnya.
Wisnu, saat diminta tanggapannya, mengaku terkejut dengan keputusan MK tersebut. Ia akan pikirkan kembali, apakah tetap maju menjadi wakil Wismen atau tetap mengabdi sebagai anggota dewan.
‘’Kita memang perlu menelaah aturan baru ini, selanjutnya perlu dipikirkan matang-matang. Keputusan tentu harus dibahas bersama keluarga dan kawan-kawan,’’ tuturnya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan mengaku harus dibahas ulang mengenai wakil. Posisi Dedy yang sejak awal sudah hampir final, berpeluang bergeser. Untuk mengundurkan diri dari dewan, merupakan keputusan yang cukup berat bagi siapa saja.
‘’Kita sudah ketahui aturan barunya, sekarang tentu harus dibahas ulang semuanya,’’ tutup Herman.(jar)


Kader Gerindra Harus Dukung Huda – Haidir
METRO – Seluruh pengurus DPC dan kader Partai Gerindra di Kabupaten Mukomuko wajib mendukung pasangan Choirul Huda,SH dan Haidir,S.IP pada Pilkada kelak. Karena keduanya sudah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra sebagai calon bupati dan wakil bupati Mukomuko periode 2016-2021. Kader yang membelot maka harus siap menerima sanksi dari partai.
Disampaikan oleh salah seorang pengurus DPD Gerindra Provinsi Bengkulu, Robi Nazar, sekarang SK dukungan dari pusat sudah ditangannya. Dimana Huda berpasangan dengan Haidir pada Pilkada kelak. Seiring dengan itu, seluruh kader wajib memberi dukungan kepada pasangan ini. Mereka yang membelot maka bisa disanksi.
‘’Tidak diragukan lagi, Huda dan Haidir adalah pasangan bupati dan calon bupati yang akan diusung Gerindra pada Pilkada kelak. Surat rekomendasi dari pusat sudah kami pegang, maka semua pengurus dan kader harus mematuhinya,’’ tegas Robi.
Lanjutnya penetapan Huda sesuai dengan mekanisme, dimana ia mendaftar di kabupaten dan disetujui provinsi dan diputuskan oleh pusat. Dalam Gerindra aturan mainnya jelas, dimana 90 persen diputuskan oleh provinsi, kabupaten sebatas menerima pendaftaran dan merekomendasikan. Maka salah besar, jika ketua Gerindra Mukomuko dari awal selalu berkoar-koar mengenai penetapan calon.
‘’Kita sangat sayangkan, pengurus kabupaten tidak paham dengan mekanismenya, malah bersikeras dengan pendapatnya. Ini buktinya, calon yang diusung adalah yang direkomendasikan provinsi bukan kabupaten,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra Mukomuko, Bassendri,SE malah belum mengetahui keputusan dari partainya ini. Sampai sekarang menurutnya belum ada surat resmi dari pusat. Soal adanya SK seperti yang disampaikan Robi, menurutnya bisa jadi SK tidak asli dari pusat. Aturan mainnya jelas, provinsi bertanggungjawab untuk calon Gubernur, sedangkan kabupaten bupati.
‘’Itu tidak benar, sampai sekarang kami belum menerima SK nya, bagaimanapun untuk kabupaten kita yang bertanggungjawab. Jika calon tidak diusung kabupaten, bagaimana akan mendaftar dan bersaing. Sebaiknya baca dulu ADRT partai kita,’’ tutupnya.(jar)

Burhandari di ‘’Atas angin’’
POLITIK RM – Burhandari,S.Pd,M.Si semakin dekat dengan tujuannya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Mukomuko. Menguatnya Burhandari bukan karena ada sinyal dari PAN, melainkan juga keputusan Makamah Konstitusi (MK) yang baru saja dikeluarkan. Andai Andy Suhary,SE,M.Pd berat meninggalkan posisinya sebagai dewan, maka dirinyalah sebagai calon dari PKS. Bahkan posisinya semakin menguat di daerah Ipuh, lantaran Wisnu Hadi,SE, Badrun Hasani,SH juga bakal berat menjadi wakil, karena harus mundur.
Via telepon genggam, Burhandari mengaku sekarang sedang berada di luar daerah, untuk membangun komunikasi lebih lanjut dengan beberapa partai politik. Juga diakuinya, keputusan MK cukup menguntungkan dalam posisi politik saat ini. Karena sangat berat seorang anggota dewan, harus meninggalkan jabatannya demi mencalon kembali.
‘’Kita berjuang terus, posisi sekarang tentu makin menguat. Putusan MK juga membuat semuanya berubah, karena anggota dewan harus mengundurkan diri dari jabatannya,’’ kata Burhandari.
Untuk langkah kedepannya, Burhandari mengklaim mulai disiapkan, seluruh tim masih bekerja dengan baik. Target awalnya tetap tidak berubah, yaitu mencalonkan diri sebagai bupati, bukan wakil bupati. Namun demikian, perhitungan politik tetap diutamakan. Sebab mencalon bukan sekedar meramaikan, melainkan harus menang.
‘’Kita tetap sebagaimana niat awal, maju sebagai calon bupati, bukan selaku wakil. Namun perhitungan politik tetap harus dilakukan dengan baik. Kalau memang saya didukung PAN, maka wakilnya harus dari PAN,’’ tutupnya.(jar)


Soal PKPI, Kubu Sapuan Siap ‘’Perang’’
POLITIK RM – Suhu politik menjelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin panas. Perebutan dukungan dari partai politik, sebagaimana prediksi awal mulai tampak. PKPI yang awal mengusung Sapuan,SE,Ak,MM,CA lewat SK dari pusat, belakangan benar-benar membelot ke Ir. Wismen A Razak. Kebijakan ini tentu membuat tim Sapuan meradang, bahkan mereka menyatakan siap ‘’perang’’ untuk mempertahankan PKPI. Jika dalam beberapa hari kedepan tetap tidak ada kepastian, maka langsung dilaporkan ke PTUN.
Disampaikan oleh Novesta Herman, dimana pihaknya baru saja menghadap pengurus nasional PKPI. Seluruh bukti proses yang dilalui disampaikan, karena pihak Alfian,SE tiba-tiba menyampaikan ke pusat, jika Sapuan tidak pernah mengikuti proses dari bawah. Untuk keputusan final dalam beberapa hari kedepan, andai tetap beralih, maka akan dibawa ke PTUN.
‘’Kita akan laporkan ke PTUN, jika pihak Alfian masih ngotot dan PKPI tidak mendukung Sapuan, sebab proses sudak kita lalui sebagaimana mestinya,’’ tutur Herman.
Lanjutnya, perkara ini bukan lagi soal butuh partai atau tidak, tetapi harga diri. Sapuan tetap bisa maju walau tanpa PKPI, tetapi tindakan dari ketua kabupaten yang terkesan melecehkan. Oleh karena itu, pihak Sapuan menyatakan, apapun caranya PKPI meski tetap berkoalisi dengan partai pendukung Sapuan.
‘’Ini soal harga diri, kalau masalah partai kemungkinan Sapuan tetap maju, karena sudah ada beberapa partai yang mengusung. Kita ingin lihat, sejauh mana bisanya pengurus kabupaten ini mempermalukan kita. Sejak awal prosesnya jelas, malah dituding yang lain,’’ tutupnya.(jar)

Ikuti Buka Bareng Ridwan Mukti
METRO – Dalam rangka untuk menjalin silaturahmi dan berbagi sesama, Drs. H. Ridwan Mukti, MH atau yang lebih dikenal dengan sebutan RM, besok (sabtu, red) akan berkunjung ke Mukomuko. Tidak hanya itu calon kuat gubernur ini juga mengundang masyarakat Mukomuko untuk dapat menghadiri acara Buka Bersama (Bukber) yang diadakan di Hotel Madiara. Setelah itu  acara dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah di Masjid Al-Iklas Bandar Ratu.
Keluarga Dekat RM, Drs. Tusri Yulius Asri mengakui adanya rencana RM untuk berkunjung ke Mukomuko, dalam hal ini bertujuan untuk bersilaturahmi dengan warga. Acara tersebut direncakan akan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Dengan agenda Buka bareng, dan dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah. Masyarakat yang berniat hadir juga dapat datang, walau tanpa undangan resmi karena acara ini terbuka untuk masyarakat umum. 
‘’Ia akan ke Mukomuko pada hari sabtu nanti sekaligus mengundang masyarakat Mukomuko untuk Bukber di Hotel Madiara. Acara ini khusus untuk menjamu masyarakat Mukomuk, jadi siapapun bisa hadir pada hari tersebut.  acara akan berlanjut hingga taraweh secara berjamaah di Masjid Al-Iklas,’’ sampainya.
Disamping mengadakan acara Bukber RM juga memiliki agenda untuk berbagi bersama anak yatim di Mukomuko dan sekaligus penyerahkan sumbangan untuk pembangunan masjid.
‘’ Acara ini sebagai langkah awal untuk mengenal wilayah Mukomuko, karena ingin mengetahui responding masyarakat Mukomuko. Nanti dalam acara yang belangsung hingga tarawih tersebut selain untuk ajang silaturahmi dengan masyarakat juga berbagi sesama dengan anak yatim serta sumbangan untuk pembangunan masjid,’’ papar Tusri.(cw1)  

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...