Wednesday, 15 April 2015

Menuju Pemilihan Bupati, Sapuan Slow Tapi Pasti


METRO – Slow tapi pasti, itulah gambaran langkah H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA menuju pemilihan bupati Mukomuko yang dihelat pada Desember kelak. Ia semakin percaya diri menatap kerasnya persaingan politik hari-hari berikutnya. Alasannya misi mencalon bukan kekuasaan, melainkan untuk berbuat demi daerah dan masyarakat. Sekedar kepentingan pribadi, ia mengaku cukup dengan usaha yang digelutinya saat ini.
Dikatakan Sapuan, upaya untuk memenuhi syarat mendaftar ke KPU terus ia lakukan dengan mengajukan permohonan dukungan dari partai politik. Sudah ada beberapa parpol yang sepakat, tetapi belum bisa dikatakan pasti, sebab rekomendasi tertulis belum dikeluarkan. Kalau semuanya sudah jelas, maka ia akan umumkan secara terbuka ke publik mengenai pencalonannya. Yang jelas, sebagai putra asli Mukomuko, ia siap maju dengan niat yang tulus untuk kepentingan daerah.
‘’Kita berusaha dan menunggu, kalau sekarang mau jelaskan apa, semuanya memang masih belum jelas. Kalau sudah saatnya kita akan bergerak dan umumkan secara terbuka. Partai yang siap mendukung ada, namun belum kita pegang rekomendasi pastinya,’’ kata Sapuan.
Lanjutnya, jika ada kandidat yang memastikan sudah mendapat rekomendasi dari partai, itu bohong besar. Karena parpol belum bisa mengeluarkan rekomendasi, sebab PKPU sedang dibahas oleh KPU dan DPR RI. Setelah PKPU disahkan baru KPU akan bagikan formulir ke partai terkait dengan pengusung bakal calon bupati dan wakil bupati.
‘’Kalau ada yang katakan sudah pasti memperoleh rekomendasi dari partai itu bohong besar, bagaimana partai mengeluarkan rekomendasi, PKPU Pilkada saja sedang dibahas oleh dewan dan KPU RI,’’ tegasnya.
Disamping menunggu kepastian parpol, ia memilih fokus melaksanakan kegiatan usahanya. Tidak ada calon yang tidak memiliki kesiapan secara finansial bisa bersaing pada Pilkada kelak. Masyarakat butuh bukti bukan janji politik semata. Ia juga berharap masyarakat tidak memikirkan mengenai Pilkada, lebih baik konsentrasi dengan pekerjaan untuk ekonomi keluarga.
‘’Kita berusaha, mudah-mudahan ada yang didapat bisa membantu masyarakat secara nyata bukan sebatas janji. Maka fokus dulu dengan pekerjaan, masyarakat juga untuk saat ini cukup simak saja isu yang dikembangkan,’’ tutupnya.(jar)


Ichwan Restui Andy Maju Pilbup
METRO – Tampaknya rencana Andy Suhary,SE,M.Pd maju sebagai calon bupati Mukomuko meneruskan program Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM sudah tak terbendung lagi. Kemarin dihubungi Via telepon genggam, orang nomor wahid di Kabupaten Mukomuko, menegaskan Andy adalah utusan cendana dan seluruh keluarga siap memberi dukungan untuknya.
Dijelaskan Ichwan, bahwa Andy cocok dan memahami kondisi masyarakat dan daerah, maka dialah kandidat yang cocok untuk diusung. Bahkan menurutnya Andy jauh lebih baik melanjutkan programnya agar semua program daerah yang sudah dibangunnya sejak lama bisa terus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Dengan terbuka Ichwan juga memastikan semua keluarga mendukung pencalonan Andy sebagai bupati.
‘’Saya pikir itulah yang terbaik untuk daerah ini, Andy mengerti mengenai daerah ini dan ia punya pengetahuan yang cukup mengenai daerah. kita memang butuh sosok yang bisa lanjutkan program mensejahterakan masyarakat sebagaimana sudah berjalan,’’ kata Ichwan.
Lanjutnya, rencana ini sedang dibahas dalam internal keluarga dan juga tengah dipersiapkan langkah-langkah kongkrit agar bisa mendaftar sebagai kontestan Pilkada. Ichwan yakin, masyarakat setuju dengan keputusannya ini, maka ia minta seluruh pendukungnya selama ini bisa bersiap-siap menyambut kandidat baru yang melanjutkan tujuan pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera.
‘’Masyarakat harus mendukunglah, mungkin sudah saatnya semuanya mulai bersiap menyambut kandidat baru kita yang lebih baik dan cocok untuk memajukan daerah ini,’’ paparnya.
Salah seorang politisi PKS, H. Musfar diminta tanggapannya mengenai isu majunya ketua DPD PKS, mengaku belum ada yang bisa dijelaskan. Sesuai dengan berita yang ada, sekarang proses penjaringan masih berlangsung dilingkungan partai. Semuanya punya peluang untuk diusung, tergantung keputusan akhir nantinya.
‘’Kalau dari partai kami belum bisa berkomentar, selaku kader tentu kita akan mendukung calon yang diusung partai, saat ini setahu saya belum ada yang diputuskan,’’ tutupnya.(jar)


Lengkapi Sayarat, Gusti Jabat Komisioner KPU

//Irwan : Kalau Diputuskan Belum
METRO – Proses pergantian antar waktu (PAW) komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko masih berlangsung. Walau demikian dari 5 kandidat yang masuk 10 besar tes KPU sebelumnya, hanya Ramadhan Gusti, SH diposisi urut 6 yang diproses oleh KPU Provinsi Bengkulu. Karena berdasarkan undang-undang, urut 6 yang berhak, jika siap menjalankan tugas KPU dan tidak ada halangan lain. Nomor urut 7 baru bisa naik jika nomor 6 bermasalah dengan administrasinya. Sementara Khairanzar,SE yang lolos sebagai CPNS, sudah resmi mengundurkan diri dari anggota KPU.
Disampaikan langsung oleh Ketua KPU Provinsi Irwan Saputra, pergantian antar waktu berpedoman dengan aturan yang berlaku. Memang hanya Gusti kandidat yang mereka panggil untuk diwawancarai kesiapannya maju sebagai anggota KPU. Namun sampai sekarang Gusti belum diputuskan sebagai pengganti Khairanzar karena masih diminta melengkapi persyaratan administrasinya.
‘’Memang Gusti satu-satunya yang kita proses, karena sesuai aturan nomor urut 6 yang berhak. Namun saya tegaskan, Gusti belum diputuskan sebagai anggota KPU, karena masih diminta melengkapi syarat administrasi,’’ kata Irwan.
Calon lain bisa diangkat apa bila urut 6 tidak melengkapi syarat administrasinya, seperti izin dari bupati dan lainnya. Yang jelas sejauh ini belum ada pemanggilan terhadap yang lainnya, sebab Gusti sudah menyerahkan surat kesiapannya menjalankan tugas sebagai anggota KPU. Untuk Khairanzar, KPU sudah keluarkan surat pemberhentiannya dengan mencabut semua aset KPU yang ada dan juga menghentikan haknya sebagai komisioner KPU.
‘’Kita proses dulu Gusti, kalau nanti memang ada kendala, seperti keberatan dari bupatinya, maka bisa saja kita naikkan kandidat lain,’’ tegasnya.
Sekretaris KPU Mukomuko, Aran, S.Pd mengaku ada surat dari provinsi menyangkut dengan PAW, namun sampai sekarang surat tersebut belum ia terima, sehingga tidak tahu apa isinya. Apakah terkait dengan pengangkatan Gusti atau yang lainnya belum jelas. Sebab untuk PAW wewenang penuhnya ada di provinsi.
‘’Katanya memang ada surat dikirim dari Provinsi, tapi saya belum baca apa isinya,’’ kata Aran.
Gusti sendiri saat diminta tanggapannya, juga belum bisa menjawab pasti. Namun ia mengakui sudah dipanggil oleh KPU provinsi dan diminta melengkapi syarat sebagai anggota KPU. Secara pribadi ia mengaku sangat siap menjadi anggota KPU, dan tidak akan melanggar aturan yang berlaku di dalamnya.
‘’Kita diminta melengkapi syarat, mudah-mudahan saja nanti diangkat, kita tentu siap dengan semua mekanismenya,’’ tutup Gusti.(jar)

Tuesday, 14 April 2015

Cendana Utus Andy?


Bupati Tetapkan Pewaris Pemetahannya
METRO – Teka-teki kemana arah keluarga cendana (istilah untuk keluarga bupati red) pada Pilkada kelak semakin terang. Yang jelas mereka tidak mungkin sebatas menjadi penonton saat pesta demokrasi bergejolak. Kabarnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) yang juga anggota DPRD Mukomuko, Andy Suhary,SE,M.Pd dijagokan untuk mewariskan estapet pemerintahan sekarang.
Majunya Andy sebagai pewaris, atas permintaan langsung dari Bupati Mukomuko Drs. H Ichwan Yunus,CPA,MM. Bahkan isunya rencana ini, sudah dibahas secara serius dalam keluarga. Mereka mulai menyusun kekuatan dengan menggerakkan kembali jaringan politik cendana, yang sukses mengantar Ichwan dua periode memegang kendali ‘’kapuang sakti ratau batuah’’ ini.
Jika kabar ini benar adanya, maka persaingan politik menuju BD 1 N akan lebih sengit dan menarik untuk ditunggu. Karena siapapun calon yang diutus dari keluarga penguasa saat ini, tidak bisa dianggap remeh. Disegala segi mereka lebih siap, terutama menyangkut dengan finansial dan juga kekuatan lobi politiknya, apalagi Ichwan yang sudah begitu melekat dengan daerah ini ikut turun langsung.
Dihubungi langsung, keluarga bupati yang tidak diragukan lagi kapasitasnya dalam urusan rumah tangga keluarga cendana, yang enggan disebut namanya, tidak membantah kabar tersebut. Bahkan ia mengakui bupati telah memberi sinyal kuat untuk itu. Andy sendiri telah diminta kesiapannya.
‘’Ini baru sebatas rencana yang kebetulan langsung dari bupati, tampaknya serius, sehingga kami langsung membahasnya dalam keluarga,’’ paparnya.
Dikonfirmasi langsung dengan bersangkutan, Andy belum mau terlalu terbuka, bahkan ia sempat ketawa lepas. Namun dari raut wajahnya mengindikasikan, jika isu ini benar adanya. Dengan sedikit mencoba mengelak, Andy mengaku tergantung dari partai dan juga masyarakat. Karena maju syaratnya harus ada dukungan dari partai politik, serta meski mendapat dukungan dari masyarakat, agar nantinya tidak sebatas meramaikan.
‘’Hehe, apa mungkin kita maju. Kalau partai siap mendukung dan masyarakat setuju apa salahnya, nanti kita lihat dulu apa perkembangannya,’’ tutur Andy.
Terus bagaimana dengan rencana Burhandari,S.Pd,M.Si yang juga kader PKS?, Andy menjelaskan PKS menyeleksi beberapa nama yang dianggap siap dan berkompeten. Baik itu dari kader sendiri ataupun non kader. Sampai saat ini proses seleksi masih berlangsung, bisa saja kader atau non kader yang diusung nantinya. Kalau memang PKS menginginkan dirinya, tentu sebagai kader ia tidak bisa menolak.
‘’PKS belum menetapkan calon, kita mengusulkan beberapa nama, keputusannya nanti tergantung hasil penilaian partai itu sendiri. Bisa jadi kader atau non kader,’’ tutupnya.(jar)



Siap Saingi Huda dan SPN, Gafrie Mulai Blusukan

//Calon Bupati Mulai Bergerilya
METRO – Persaingan politik menuju pemilihan bupati Mukomuko mulai lebih terbuka. Kabarnya Ir. Gafrie Zainuddin selama ini, dinilai belum begitu membumi mulai unjuk gigi. Sejak beberapa waktu lalu ia blusukan ke desa-desa. Aksi Gafrie ini tentu dapat mengancam Choirul Huda,SH dan Sapuan,SE,Ak,MM,CA yang selama ini dianggap sebagai calon paling berpeluang memimpin Mukomuko kedepannya.
Meski nama Gafrie tergolong baru masuk bursa calon bupati, sementara Huda dan Sapuan sudah lama dikenal masyarakat sebagai bakal calon, namun Gafrie tidak sulit menandingi mereka. Karena sosoknya pernah memegang kendali pemerintahan Mukomuko yaitu selaku carateker selam 6 bulan. Selain itu, ia punya pengalaman birokrasi cukup baik, selama menjadi PNS dan pernah menepati hampir sebagian besar jenjang jabatan dalam pemerintahan daerah.
Dihubungi kemarin, Gafrie mengaku sedang keliling ke desa-desa dalam rangka silaturahmi dengan masyarakat. Langkah ini ia lakukan untuk berpamitan maju sebagai calon bupati. Rencananya blusukan ke desa-desa akan dilakukannya selama beberapa hari.
‘’Kebetulan sekarang saya sedang di desa, berkunjung ke kawan-kawan dan silaturahmi, sekaligus memberi tahukan rencana untuk mencalonkan diri sebagai bupati,’’ kata Gafrie.
Ia juga mengaku tidak gentar sedikitpun dengan kandidat-kandidat lain, karena Pilkada adalah hubungannya dengan rakyat dan ini menyangkut kepentingan daerah kedepan. Baginya siapapun calon adalah kawan, yang punya niat besar untuk membangun daerah. Hanya saja setiap orang memiliki program yang dijual ke masyarakat.
‘’Biarkan saja, yang penting kita terus berusaha, program yang kita ajukan jelas, tinggal masyarakat nanti yang menilainya. Bagi kita semuanya adalah rekan, kita berkawan baik dilain sisi,’’ tegasnya.
Huda sendiri mengaku tidak persoalkan setiap calon yang bakal menjadi seterunya kelak. Semua punya cara dan hak masing-masing untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Soal siapa yang akan memimpin Mukomuko kedepan, diyakininya itu masyarakat akan menentukan dan memang sudah digariskan oleh yang maha kuasa. Ia sendiri masih fokus melaksanakan tugas sebagai wakil bupati.
‘’Biarkan saja, kita tetap berusaha dengan cara masing-masing. Terlepas dari persaingan untuk Pilkada, kami berhubungan baik satu sama lainnya,’’ tutup Huda.(jar)

Friday, 27 March 2015

Diduga Black campaign, Ichwan Diserang Via Selebaran


IPUH – Kekuatan dukungan kepada Drs. Ichwan Yunus, CPA,MM untuk maju sebagai calon Gubernur di Kabupaten Mukomuko sudah tak terbendung. Ia diprediksi bisa menang penuh di daerah yang sudah dipimpinnya selama 2 periode ini. Kenyataan tersebut, tak dipungkiri membuat kandidat lain ketar-ketir, apalagi di daerah lain, Ichwan juga tergolong disukai, berkat suksesnya membangun Mukomuko. Namun ini juga bisa jadi masalah bagi dirinya, karena rawan diserang oleh lawan politik atau orang-orang yang tidak menyukainya. Seperti kemarin, warga di Kecamatan Ipuh disuguhkan dengan selebaran, yang diduga Black campaign untuk menjatuhkan pamor orang nomor wahid di Mukomuko ini. Selebaran, disebar melalui kendaraan orang tak dikenal (OTD). Selain diarahkan pada Ichwan juga pada Calon gubernur lain ditulisnya SN.
Isi selembaran tersebut cukup mengemparkan masyarakat, khususnya di Ipuh. Di dalam selembaran tersebut terulis berbagai macam penjelaskan Ichwan. Salah satu diantaranya Bupati Kabupaten Mukomuko telah melanggar kode etik aturan udang-udang pernikahan dan adat istiadat yang menjadi pedoman masyarakat. Parahnya lagi ada cacian yang tak pantas dituliskan. Di alinea berikutnya disampaikan, bahwa tokoh Pelopor Tertua Nikah Siri Online Bengkulu.
Sisi lain selembaran tersebut menyarankan agar pesaing Bupati Mukomuko pada pilkada mendatang, yakni yang berinisial SN belajar kepada Bupati Mukomuko bagaimana resep agar bergairah dalam menikah dan awet muda. Sebab disampaikan bahwa SN tidak berselera dengan wanita. Selain itu juga disampaikan jika Bupati Mukomuko terpilih menjadi gubernur sudah bisa dipastikan program pokoknya membuat Perda Nikah Siri Syah.
Salah seorang warga Medan Jaya, Julian saputra yang menemukan selembaran tersebut mengatakan, ditemukan olehnya di pinggiran jalan. Tempat yang paling banyak di temukan di depan kebun.
‘’Saya tidak tahu siapa yang menyebarkannya, namun yang pasti selembaran ini banyak di temukan di depan kebun mertuanya koordinator Kecamatan untuk relawan Ichwan Yunus,’’ujar Julian.
Ketika di konfirmasi kepada salah seorang tokoh masyarakat Di Kecamatan Ipuh, Rifai Amir SH mengatakan masyarakat jangan terpedaya oleh isu yang beredar tersebut. Dia menyanyangkan adanya oknum yang berbuat demikian, karena selama memimpin Kabupaten Mukomuko Ichwan Yunus dinilai cukup berhasil membawa masyarakat Mukomuko lebih maju lagi. Disamping itu disampaikan bahwa SN yang dimaksud bukan tidak berselera terhadap wanita, namun belum tiba waktunya.
‘’Saya harap masyarakat tidak menelan mentah mentah isu yang beredar, namun dicermati yang baiknya. Sangat disayangkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hal tersebut. Saya rasa pak Ichwan cukup berhasil dalam memimpin Mukomuko. Jika NS yang dimaksud Wakil Gubernur saat ini, beliau bukan tidak berselera dengan wanita, namun beliau belum sampai waktunya untuk menikah, mungkin dalam waktu dekat ini beliau akan menikah dengan wanita pilihannya,’’ ungkap Rifai.
Rifai menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan suatu trik yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan kedua nama tersebut. karena tahun ini merupakan tahun politik, untuk itu diharapkan masyarakat lebih bijak untuk menyikapinya.
‘’Mungkin ini langkah yang dilakukan oleh piahk ketiga untuk menjatuhkan nama pak Ichwan dan Pak NS. Sebab tahun ini merupakan tahun politik. Saya harap warga harus bisajk dalam menaggapi isu yang beredar tersebut,’’ tutur Rifai.(ide)

Sapuan 8 Kursi, Huda 7, Gafrie 5 dan Burhan 5

Prediksi Peta Kandidat dan Parpol Pengusung
METRO – Saat ini 4 kandidat kuat calon bupati Mukomuko tengah berjibaku mencari dukungan dari partai politik (Parpol). Berdasarkan prediksi yang diambil dari isu berkembang, H Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Choirul Huda,SH sudah mengunci dukungan dari beberapa partai politik. Ir. Gafrie Zainuddin juga dikabarkan telah deal dengan beberapa partai. Sedangkan Burhandari,S.Pd,M.Si masih menunggu izin final dari PKS, bisa jadi ia benar-benar maju, atau akan membuat keputusan lain, dengan memberi dukungan penuh kepada salah satu dari kandidat. Satu-satunya partai yang diprediksi berpeluang bersinergi dengan PKS mengusungnya adalah NasDem. Untuk nama-nama lain, sejauh ini berkembangannya belum tampak jelas.
Adapun prediksi peta dukungan parpol pada masing-masing adalah, Sapuan berpeluang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKP Indonesia, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dengan total kursi di DPRD Mukomuko 8. Choirul Huda diisukan diusung PAN, Partai Hanura dan Golkar dengan total 7 kursi. Gafrie berpeluang diusung Gerindra dan PPP. Sedangkan Burhandari berkesempatan maju jika diusung PKS dan NasDem. Namun sekali lagi ditegaskan, ini baru sebatas prediksi sesuai dengan isu berkembang, bisa saja, tidak demikian adanya.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum, Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum  mengakui bisa jadi petanya demikian adanya. Yang jelas saat ini belum ada kandidat yang dipastikan diusung oleh salah satu partai. Sebab semuanya masih berjuang mencari celah mendapat pengakuan dari setiap partai. Karena syarat maju adalah dukungan dari partai politik, seminim-minimnya 5 kursi di DPRD.
‘’Masing-masing sedang berjibaku mencari dukungan dari partai politik, mungkin ada yang sudah deal, juga belum tercapai kesepakatan. Namun bayangannya sudah bisa ditebak-tebak,’’ katanya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon tidak menapik jika peluang Sapuan diusung parpolnya cukup besar. Dari beberapa orang yang mengambil formulir pendaftaran hanya Sapuan yang mengembalikan. Ini membuktikan Sapuan memiliki kepercayaan dengan PKB. Ia yakin Sapuan calon terkuat, meskipun jarang turun ke daerah, perhatian Sapuan terhadap masyarakat Mukomuko sangat tinggi. Melalaui saudara, rekan dan tim Sapuan telah banyak membantu masyarakat.
‘’Pemberian bantuan ambulance geratis, bukti nyata kepedulian beliau terhadap masyarakat. Sudah tidak terhitung lagi warga yang terbantu dengan adanya ambulance geratis ini,’’ tambah Adrizon.
Walau banyak pihak yang mengklaim sudah mendapat tanda tangan dari para petinggi kepala banteng, namun kenyataannya sampai sekarang PDI Perjuangan Mukomuko belum memutuskan siapa calon bupati yang akan diusungnya. Ada 3 nama yang berpeluang diusung PDI Perjuanga, yaitu Mujiono, S.IP, Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Choirul Huda,SH. Surat lamaran dan hasil pengujian kelayakan di tingkat kabupaten telah disampaikan ke pusat.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Mukomuko, Dedi Kurniawan, S.Sos mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada pembicaraan serius dengan kandidat bupati manapun. Maka jika ada yang mengklaim sudah diusung si ‘’moncong putih’’ tidak benar, hanya pengakuan pribadi. Untuk menetapkan calon, PDI Perjuangan melalui beberapa tahapan, yang semuanya harus melibatkan pihak kabupaten.
‘’Belum ada satupun calon bupati yang kami usung, memang ada 3 nama yang kita ajukan, salah satunya kader sendiri. Maka kalau ada yang mengklaim, itu sifatnya hanya pernyataan sepihak saja,’’ ungkapnya.(jar)

Prediksi Peta Kandidat dan Parpol Pengusung
Calon            Parpol
Sapuan            PKB, PKPI, PD dan PDIP   
Choirul Huda        PAN, Hanura dan Golkar
Gafrie            Gerindra dan PPP
Burhandari         PKS dan NasDem

Tanpa Calon Incumbent, Pilbup Bakal Sengit
Agustus Mukomuko Tanpa Bupati   
METRO – Pemilihan bupati Mukomuko yang dijadwalkan Desember kelak, serentak dengan Pilkada di beberapa daerah lainnya, bakal berlangsung sengit. Calon kuat bisa saja tumbang sebelum waktunya. Sebab kali ini Pilbup tanpa incumbent, agustus nanti atau sebelum kampanye berlangsung, jabatan kepala daerah sudah berakhir. Artinya status Choirul Huda, SH sebagai salah satu calon bakal sama dengan kandidat lainnya. Selain itu, calon yang kurang mantap dalam finansial dan juga mental, bakal kewalahan.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum, Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum pilkada kali ini akan jauh berbeda dari sebelumnya. Calon yang dikatakan kuat pada saat sekarang, tidak dijamin bisa terus mempertahankan diri. Selain waktu masih panjang, juga pada saatnya kelak tidak ada lagi calon yang berstatus pejabat aktif, sebab masa jabatan bupati sudah habis. Selain itu masalah finansial dan isu lain, juga dapat mempengaruhi dukungan kepada masing-masing kandidat.
‘’Oke kali ini ada calon yang dianggap kuat, kita belum bisa jamin, sebab waktu masih panjang. Apalagi pada saatnya nanti, pengaruh kandidat yang masih mengemban jabatan akan habis. Saya pikir calon yang mungkin dianggap belum kuat, bisa berubah drastis,’’ paparnya.
Panasnya persaingan, sebetulnya sudah dimulai dari sekarang. Terutama persaingan dalam melakukan lobi politik dengan partai. Satu partai politik direbut oleh beberapa orang calon. Untuk pergerakan di lapangan, memang sudah ada yang gencar, tapi calon lain punya prinsip lain. Mereka tengah ‘’wait and see’’. Saatnya nanti akan terjun dengan full kemampuan yang dimiliki.
‘’Jika sasarannya tepat, dalam waktu singkat calon bisa mendapat dukungan maksimal dari masyarakat. Saya menilai begitu, ada calon yang tampak santai, namun punya strategi yang sudah matang, maka saya katakan sekarang belum tahu siapa sebenarnya akan bersaing ketat. Bisa Sapuan dengan Huda, atau Gafrie dengan Sapuan, maupun Gafrie dengan Huda,’’ paparnya.
Masih disampaikan Hamdani, wakil bupati juga akan membawa pengaruh besar terhadap dukungan. Salah menetapkan wakil, bisa membuat calon tidak bergeming. Masyarakat sudah sangat cerdas soal pemilihan, mereka butuh orang yang bisa dipercaya dan mampu. Kesukuan tidak berlaku di tengah masyarakat, karena tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka, jika calon tersebut tidak punya kemampuan.
‘’Ketokohan wakil juga akan mempengaruhi, masyarakat tidak terpecah dalam sukuisme. Siapapun jadi bupati, harapan mereka harga sawit mahal, harga kebutuhan murah, urusan tidak sulit. Tidak ada istilah bupati pribumi hanya perhatikan warga pribumi, juga bupati dari kelompok trans tidak mungkin berpihak ke trans seluruhnya,’’ tutupnya.(jar)


Monday, 23 March 2015

Sapuan Didukung 4 Parpol Besar, Yusril Izha Mahendra Penasehat


METRO – Tampaknya H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA tidak main-main menghadapi Pemilihan bupati (Pilbup) kali ini. Ia terus menyiapkan diri dari semua lini. Kabar teranyar putra kelahiran Teramang Jaya ini sudah mengunci dukungan dari 4 partai besar, yaitu Gerindra, PKB, PKPI dan PDI Perjuangan. Sementara PPP, PKS dan Golkar masih dalam perundingan, diperkirakan juga akan memberi dukungan. Sementara dengan NasDem, Demokrat dan Hanura belum ada pembicaraan serius, namun kabarnya juga dalam incarannya. Tidak hanya itu, Sapuan juga sudah menunjukkan seorang ahli hukum tata negara kenamaan, yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra sebagai penasehat hukumnya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, membenarkan SPN sudah mendapat dukungan dari partai politik. Dimana beberapa hari lalu proposal yang diajukan ke partai dibalas. Sapuan langsung dipanggil dan diminta menyiapkan segala sesuatunya, untuk persiapan mendaftara di KPU kelak. Sebagian besar parpol tertarik dengan lamaran Sapuan, karena disertai dengan hasil survey resmi LSI yang menunjukkan  Sapuan bisa memenangi Pilkada kelak.
‘’Kalau saya katakan sudah pasti, kita belum mendaftar ke KPU, yang jelas dukungan dari partai sudah ada. Semua yang memberi dukungan adalah partai besar,’’katanya.
Terkait dengan penunjukkan Yusril sebagai penasehat hukumnya, Herman membenarkannya. Bahkan dua hari lalu Sapuan dan Yusril sudah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama. Tujuannya hanya selaku penasehat, jika memang terjadi permasalahan kemudian hari hingga ke PTUN, maka Yusril sebagai pengacaranya.
‘’Yusril sebagai penasehat hukum, itu tujuannya untuk membimbing dalam melaksanakan berbagai kegiatan terutama menyangkut dengan Pilkada kelak,’’ tegasnya.
Herman juga menanggapi isu adanya pejabat atau PNS yang mengarah dukungan pada salah satu kandidat. Mereka mengharapkan semua itu hanya sebatas isu, namun jika terbukti, maka akan digugat secara hukum. Sebaiknya pejabat tidak ikut dalam persaingan Pilkada nanti. Jika Sapuan keluar sebagai pemenang Pilkada, maka pemerintahannya mengutamakan orang-orang yang profesional.
‘’Sebaiknya pejabat tetap profesional, Sapuan ingin menciptakan pemerintahan yang bersih kalau terpilih. Tidak ada istilah orang dekat atau mendatangkan pejabat dari luar. Ia ingin bekerjasama dengan orang-orang yang profesional. Kalau terbukti pejabat berpolitik, siap-siap saja kita tidak segan bawa ke meja hukum,’’ tutupnya.
Dikutib dari Account FB nya, Sapuan secara terbuka mengatakan dirinya siap menjadi salah seorang bakal calon bupati Mukomuko periode mendatang. Ia tengah mengikuti proses mekanisme pengusungan bakal calon bupati melalui organisasi partai politik, mulai dari proses di tingkat kabupaten, provinsi sampai dengan pusat. Dikarenakan Undang-Undang tentang pemilihan kepala Daerah baru seumur jagung sambil menunggu detail juklak/juknis yang masih diproses, Sapuan mengakui berencana akan menunjuk penasehat hukumnya, yaitu ahli tatanegara yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra.(jar)

Dewan Ingatkan Bupati, Agustus Lepas Jabatan

//Dilarang Melakukan Mutasi Pejabat
METRO – Sesuai dengan masa jabatannya, diperkirakan bulan Agustus kelak, Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM dan Wakil Bupati Choirul Huda,SH harus menyerahkan tahtanya. Kabarnya pimpinan DPRD Mukomuko sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada bupati, jika mereka harus siap-siap meninggalkan kantor bupati, rumah dinas dan melepas semua aset daerah yang melekat. Menjelang diangkatnya bupati yang baru sesuai hasil pemilihan kepala daerah, maka ditunjuk pejabat pelaksana tugas bupati atau caretaker.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah, ST mengakui jika pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada bupati, jika masa jabatannya akan berakhir. Dasarnya adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014  pasal 4 ayat 2, yang mengatur tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali kota.
‘’Dijelaskan dalam aturan ini, DPRD kabupaten/kota memberitahukan secara tertulis kepada bupati/wali kota dan KPU kabupaten/kota mengenai berakhirnya masa jabatan bupati/wali kota dalam waktu paling lambat enam bulan sebelum masa jabatan bupati/wali kota berakhir. Atas dasar ini kita lakukan pemberitahuan tersebut,’’ kata Armansyah.
Disinggung mengenai isi surat, Armansyah mengaku biasa saja. Terkait larangan dan kewajiban lain dari kepala daerah menjelang masa akhir jabatannya, diminta pemda bisa meninjau aturan yang berlaku. Biasanya, bupati dan wakil bupati tidak diperbolehkan untuk melakukan dan atau mengambil kebijakan-kebijakan strategis. Diantaranya tidak diperbolehkan lagi melakukan roling jabatan pegawai di lingkungan pemkab. Ini seperti tertuang dalam pasal 71 ayat 2 UU 1/2015 yang sebelumnya adalah Perppu 1/2014. Juga pada ayat 3 dijelaskan, dilarang menggunakan program dan kegiatan Pemerintahan Daerah untuk kegiatan Pemilihan 6 (enam) bulan sebelum masa jabatannya berakhir. Pada ayat (4) Dalam hal melakukan hal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), patahana dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.
‘’Kalau soal apa saya larang dan ketentuan lain, kita harapkan pihak pemda bisa mempelajari sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang,’’ paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Mukomuko, Ir. Zulfahni juga mengatakan. Jika memang sudah diatur dalam undang-undang, 6 bulan sebelum masa jabatannya habis, bupati dilarang membuat kebijakan penting, maka harus diikuti. Jika tetap dilakukan, maka akan ada konsekwensi yang bakal diterima oleh pejabat tersebut.
‘’Kalau memang sudah diatur dalam undang-undang, masa mau dilanggar, artinya tidak ada lagi mutasi pejabat nantinya,’’ tutup Zulfahni.(jar)


Sapuan dan Gafrie Berpeluang Diusung Gerindra
// Huda dan Burhan Juga Direkomendasi
POLITIK RM – Diprediksi tidak lama lagi, Gerindra segera menetapkan kandidat calon bupati  yang diusungnya pada Pilkada kelak. 4 nama calon yang mendaftar sudah disampaikan ke pusat untuk diambil salah satunya. Sesuai permintaan DPP, Gerindra Mukomuko juga telah membuat opini mengenai masing-masing calon tersebut.
 Adapun 4 calon yang direkomendasikan adalah, H Sapuan,SE,Ak,MM,CA, Ir. Gafrie Zainuddin, Choirul Huda,SH dan Burhandari, S.Pd,M.Si. Namun isunya pemilik peluang paling besar diusung oleh ‘’kepala garuda’’ ini adalah Gafrie, selanjutnya Sapuan. Huda juga punya peluang bersama Gerindra. Sedangkan Burhandari lebih diarahkan cocok untuk menjadi wakil calon bupati kelak.
Disampaikan oleh Sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Armansyah, ST yang memasukkan berkas ke Gerinra cukup banyak, yaitu sekitar 7 orang calon. Namun sebagaimana permintaan pusat, mereka hanya merekomendasikan 4 calon saja. Ini sesuai dengan hasil tes oleh tim penjaring calon bupati, juga berdasarkan survey serta isu media. Terkait info peluang Gafrie lebih besar, Armansyah tidak menapiknya, karena Gafrie terus berkomunikasi hingga ke pusat. Namun Sapuan juga punya kans besar, sesuai disertasi yang disampaikan ke pusat. Juga demikian dengan Huda dan Burhandari.
‘’Sebetulnya semua punya peluang, memang kabarnya komunikasi Gafrie lebih baik ke pusat. Kita lihat saja nanti, bisa Sapuan, Huda. Burhandari memang hasil telaah kita lebih diarahkan untuk menjadi wakil,’’ katanya.
Lanjutnya, dalam menetapkan kandidat, Gerindra cukup objektif dan selektif. Calon yang diusung harus siap bersaing secara penuh dan keluar sebagai pemenang Pilkada. Maka pusat minta tulisan yang menggambarkan tentang kandidat tersebut. Ia yang langsung membuat opnini, langsung melakukan telah ke lapangan, dari isu  yang berkembang inilah dasar, ia menyampaikan beberapa calon layak.
‘’Pusat ingin kita betul-betul objektif dalam menetapkan calon, jika memang tidak ada yang diyakini menang, pusat menyarankan tidak perlu mengusung calon. Mudah-mudahan saja beberapa nama yang kita sampaikan bisa diambil salah satunya,’’ tutup ketua DPRD Mukomuko ini.(jar)

Thursday, 19 March 2015

Wakil Sapuan Dapil I, Wakil Huda Dapil III

Nama Inzani dan Umar Murasyd Menguat
METRO – Berdasarkan informasi teranyar, Choirul Huda,SH kemungkinan besar tidak mengambil wakil dari Dapil I ataupun Dapil II. Ia kabarnya sudah hampir pasti, memilih wakil dari Dapil III. Sementara Sapuan, SE, Ak,MM,CA juga diisukan sudah hampir pasti memilih wakil dari kalangan trans dan berasal dari Dapil I. Namun siapa tokoh tersebut, sampai sekarang belum ada yang buka-bukaan.
Untuk wakil Huda, jika benar-benar dari Dapil III, kemungkinan besar adalah Inzani Muhammad. Juga berpeluang dua mantan dewan, H. Suharto dan Haidir, S.IP. Untuk wakil Sapuan sendiri sejauh ini yang menguat adalah, kader PKB, Umar Murasyd kemudian Mujiono, S.IP dari PDI Perjuangan. Nama lain dari tokoh jawa adalah, Ngadiono kepala UPTD pengairan dan Safaat, S.HI anggota DPRD Mukomuko dari Dapil II.  
Diminta tanggapannya, Huda mengaku belum memastikan siapa calon wakilnya kelak. Yang jelas ia bersama timnya akan mempertimbangkannya dengan matang. Wakil bupati aktif ini, mengaku banyak mendapat masukan jika wakilnya harus dari Dapil III. Ini akan menjadi pertimbangan sendiri bagi dirinya. Bagaimana dengan nama Risber? Huda mengaku cukup baik, namun status sebagai PNS nya bakal menjadi kendala.
‘’Kemungkinan saja dari Dapil III, yang jelas kita pertimbangkan dulu, kita butuh masukan dari semua pihak, juga atas dasar isu di media massa,’’ katanya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, mengakui jika wacananya wakil Sapuan dari Dapil I dan sesuai masukan dari berbagai pihak, kemungkinan dari kelangan Jawa. Sekarang ada beberapa nama yang tengah dipelajari. Yang jelas bukan dari kalangan PNS, tetapi merupakan orang-orang partai politik. Mereka baru umumkan wakilnya setelah memastikan partai pengusung.
‘’Kita lihat saja nanti, gambaran awalnya dari Dapil I dan adalah kalangan Jawa. Ini masukan dari kawan-kawan dan juga berdasarkan hasil survey dan isu berkembang,’’ katanya.
Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti, S.Pd mengakui jika Umar Murasyd adalah tokoh PKB. Terkait isu Sapuan meliriknya menjadi calon wakil bupati, Himawan enggan banyak komentar. Yang jelas, menurutnya Umar termasuk tokoh yang disegani dan punya nama baik di tengah masyarakat. 
‘’Kalau tokoh PKB dari jawa cukup banyak, pak Umar adalah salah satunya yang punya nama besar dalam masyarakat. Soal jadi wakil, kita belum bahas itu,’’ tutupnya.(jar)

Maju Pilkada, Bupati dan Wabup Tak Mundur
METRO – Mundur atau tidaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah, jika maju kembali dalam jabatan yang sama, masih diperdebatkan. Jika berdasarkan aturan Pilkada hasil revisi Perppu, kepala daerah yang mencalon kembali tidak harus mundur, kecuali jika mereka maju untuk Pilkada di daerah lain. Penjelasan ini terdapat dalam Pasal 7 huruf (f) revisi Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 2015. Tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan perppu nomor 1 tahun 2014 yang mengatur pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
Artinya Choirul Huda, SH yang kabarnya maju pada Pilkada kelak, tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati, hingga berakhinya masa kerja pemerintahannya pada Agustus kelak. Namun untuk bupati, Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM belum jelas, apakah harus mundur karena maju sebagai gubernur atau tidak.  Sebab dalam UU ini, jika maju untuk daerah berbeda harus mundur.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud, S,Ag mengakui jika dalam undang-undang yang beru tersebut, tidak ada dijelaskan incumbent harus mundur. Namun ia sendiri belum bisa memastikannya, karena masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur juklak-juklis pemilihan dan penjelasan lain atas peraturan yang ada.
‘’Kita belum menerima PKPU, kalau dari undang-undang yang kita pelajari tidak ada diterangkan jika maju pilkada incumbent harus mundur. Ada pengecualian di dalamnya, yaitu bila maju untuk daerah yang berbeda maka wajib mundur,’’ kata Dawud.
Namun ia juga belum bisa menjelaskan secara rinci, terkait aturan pemilihan bupati, karena dasar utamanya ada PKPU. Pemilihan baru dilangsungkan pada Desember kelak, sedangkan tahapan pemilihan diperkirakan baru dimulai pada Mei mendatang. KPU akan umumkan ke publik setiap tahapan yang dilakukan. Dalam aturan baru pemilihan, ada beberapa perubahan mendasar, diantaranya KPU tidak lagi harus melakukan uji public setiap kandidat.
‘’Nanti jika semuanya sudah jelas, kita langsung sampaikan ke publik, diperkirakan tahapan baru berjalan pada bulan Mei mendatang,’’ tuturnya.
Dikutip dari berita online, Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk meminta setiap kepala daerah menanggalkan jabatan politik saat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015 ini. Sebab, menurut dia, kepala daerah merupakan jabatan politik yang menjadi domain partai politik (parpol) pengusungnya, sehingga tidak bisa disamakan dengan jabatan di pemerintahan seperti TNI/Polri dan PNS yang mengharuskan seorang calon kepala daerah harus mundur dari jabatannya.
"Aturan di UU Pilkada tidak mengharuskan kepala daerah lepas jabatan politik. Yang diatur itu dari TNI/Polri dan PNS yang merupakan jabatan karir harus mundur dari jabatannya bila ikut Pilkada karena dikhawatirkan pengaruhi institusinya. Jadi ikuti saja ketentuan UU yang berlaku," kata Riza Patria.(jar)

Persaingan Choirul Huda Vs Sapuan Lebih Menyengat

Isu Politik Jelang Pemilihan Bupati
METRO – Meski ada beberapa kandidat yang akan maju pada Pilkada kelak, namun sejauh ini persaingan Choirul Huda,SH dan H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA lebih menyengat. Semuanya dinilai wajar, karena dari sekian banyak kandidat, dua calon inilah yang sejak lama sudah menebar pesona di tengah masyarakat. Suasana bisa berubah, kala kandidat lain mulai beraksi secara full untuk persaingan Pilkada. Sapuan dan Huda bisa saja mereka kalahkan.
Dari pantauan, Huda diketahui sejak awal atau sekitar dua tahun silam mulai menampakkan gerakan politiknya, sebagai cikal bakal calon bupati. Posisinya sebagai wakil bupati, mempermudah ia terus membangun komunikasi positif dengan masyarakat dan berbagai kalangan. Upayanya tidak sia-sia, nama Huda saat ini digadang-gadang sebagai calon kuat. Bahkan banyak pihak memprediksi, jika Pilkada dilangsungkan hari ini, maka ia lah bupati Mukomuko. Apalagi belakangan ini mulai secara terbuka, menyatakan niatnya untuk memimpin ‘’Bumi sakti ratau batuah’’ ini.
Sapuan sendiri, walau sosoknya jarang nongol di tengah masyarakat, karena berada di luar daerah. Namun Sapuan sejak usai Pilkada 2010 lalu, ia tidak pernah melonggarkan sedikitpun perhatiannya kepada masyarakat. Bahkan isunya tim pemenangannya pada Pilkada yang sempat membuat incumbent ketar ketir, sampai sekarang masih setia berjuang bersamanya. Ia menanamkan perhatian melalui berbagai bantuan sosial pada masyarakat. Hampir setiap tahun, Sapuan selalu menyisihkan rezekinya untuk membantu, baik langsung pada warga, rumah ibadah, kegiatan pemuda dan sebagainya. Bukti kongkritnya adalah beroperasinya 3 unit ambulan bantuan Sapuan di tengah masyarakat. Tanpa dipungut biaya siap antar jemput warga yang membutuhkan. Walau pihak Sapuan menganggap itu, sebagai aksi sosial semata, namun mau tidak mau, sosialnya sukses menanamkan kekaguman masyarakat padanya. Apalagi kala Sapuan sudah turun langsung nantinya, rasanya tidak terlalu sulit baginya untuk menggapai kursi nomor wahid di daerah ini.
Menanggapi masalah ini, salah seorang orang dekat Sapuan, Novesta Herman mengaku yakin bisa memenangi Pilkada kelak. Sapuan sudah membuktikan pada Pilkada 2010 lalu, walau tidak menang, namun ia bisa mengimbangi incumbent yang kala itu betul-betul kuat. Sekarang persiapan Sapuan sudah jauh lebih matang dan berani. Terkait kegiatan sosial Sapuan, sekali lagi ia menegaskan semuanya hanya sebatas perhatian, karena ia memiliki rizki yang bisa dibagikan dengan masyarakat yang dicintainya.
‘’Bisa jadi Pilkada kali ini sebagai Pilkada yang lebih mudah untuk kita lalui. Yang jelas, Sapuan sudah menyatakan kesiapannya dengan baik dan apapun bentuk persaingan nantinya, Sapuan tidak pernah gentar,’’ kata Herman.
Choirul Huda sendiri, mengaku terus berusaha semaksimal mungkin. Terkait kegiatannya di tengah masyarakat, menurutnya sepenuhnya sebagai tugas selaku wakil bupati. Dimana saat bupati tidak ada di Mukomuko maka ia  akan turun menghadiri undangan dan sebagainya. Terkait dukungan masyarakat yang terus menguat, Huda mengaku semakin pede menghadapi Pilkada kelak.
‘’Isyaallah kita siap, yang jelas sebagai wakil bupati kita berusaha menyelesaikan tugas ini dengan maksimal. Untuk masalah politik, sekarang masih persiapan partai,’’ tutupnya.(jar)

Hanya 4 Kandidat Cabup Berpeluang Punya Perahu
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, bakal calon bupati Mukomuko berlomba-lomba memasukkan berkas lamarannya ke setiap partai politik pemilik parlement. Dari data Radar Mukomuko, yang terus memantau perkembangan di setiap partai politik ataupun langsung dengan kandidat dan orang-orang dekatnya, setidaknya ada 9 nama. Tetapi dari sekian banyak nama tersebut, yang diprediksi berpeluang meraih dukungan dari partai hanya 3 atau 4 calon saja. Selebihnya diprediksi akan ‘’layu sebelum berkembang’’. Adapun 3 calon yang punya kans besar mendapat perahu, Choirul Huda, SH, H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA dan Ir. Gafrie Zainuddin. Yang ke empat juga diprediksi ada peluang Burhandari, S.Pd,M.Si. Sementara beberapa nama lain, seperti Mahyudin Yacub, Ir. H Sudirman Saleh,MM dan lainnya, juga punya peluang. Namun sejauh ini, belum bisa diprediksi dengan jelas perkembangan lobi partai yang mereka lakukan.
Huda diisukan  sudah mendekati deal dengan 3 partai politik, yaitu Hanura, NasDem dan Golkar. Selanjutnya Sapuan, diisukan punya kans besar bersama, PKP Indonesia, PKB, PDI Perjuangan dan PKS. Sedangkan Gafrie diisukan berpeluang didukung Gerindra dan PPP. Sementara Burhandari bisa bersama PAN jika PKS tidak kembali mendukung Sapuan. Sementara Partai Demokrat sampai sekarang, arah dukungannya belum terbaca. Namun perlu dipahami, peta dukungan partai ini baru sebatas prediksi berdasarkan isu lobi masing-masing.
Ketua DPD II Golkar, Ali Saftaini, SE diminta tanggapannya, mengaku belum ada ketetapan pasti mengenai dukungan partainya. Menurutnya siapa saja punya peluang berada dibawah ‘’beringin’’ tersebut. Kandidat akan melalui beberapa tahapan untuk ditetapkan sebagai calon bupati.
‘’Kita belum tetapkan calon bupati, yang jelas Golkar akan mengusung calon, siapa orangnya kita lihat saja nanti. Semua yang mendaftar punya kans didukung,’’ kata Ali.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menyampaikan hal senada, menurutnya NasDem tengah melakukan penjaringan. Hasil penjaringan di tingkat kabupaten akan disampaikan ke Provinsi dan pusat. Selanjutnya calon yang direkomendasikan akan menghadapi tahapan seleksi di pusat berdasarkan catatan dari bawah.
‘’Calon juga akan melalui uji public, maka sampai sekarang belum ada ketetapan kandidat bupati yang kita usung, bisa jadi kita sendiri yang gunakan partai ini,’’ katanya.
Novesta Herman, yang diketahui sebagai orang dekat Sapuan, mengaku sudah mendekati deal dengan beberapa partai politik. Namun ia belum mau menyebutkan, partai mana saja yang sudah hampir pasti akan mengantar Sapuan ke kursi nomor wahid Mukomuko nanti. Yang jelas Sapuan sudah mengajukan lamaran dan mengikuti tahapan pengujian dengan beberapa partai politik.
‘’Yang jelas kita sudah siap, partai telah diupayakan semaksimal mungkin dan persiapan lain telah dimatangkan. Kalau pastinya partai mana saja, nanti akan kita sampaikan secara resmi,’’ tutupnya.(jar)



Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...