Friday, 27 March 2015

Diduga Black campaign, Ichwan Diserang Via Selebaran


IPUH – Kekuatan dukungan kepada Drs. Ichwan Yunus, CPA,MM untuk maju sebagai calon Gubernur di Kabupaten Mukomuko sudah tak terbendung. Ia diprediksi bisa menang penuh di daerah yang sudah dipimpinnya selama 2 periode ini. Kenyataan tersebut, tak dipungkiri membuat kandidat lain ketar-ketir, apalagi di daerah lain, Ichwan juga tergolong disukai, berkat suksesnya membangun Mukomuko. Namun ini juga bisa jadi masalah bagi dirinya, karena rawan diserang oleh lawan politik atau orang-orang yang tidak menyukainya. Seperti kemarin, warga di Kecamatan Ipuh disuguhkan dengan selebaran, yang diduga Black campaign untuk menjatuhkan pamor orang nomor wahid di Mukomuko ini. Selebaran, disebar melalui kendaraan orang tak dikenal (OTD). Selain diarahkan pada Ichwan juga pada Calon gubernur lain ditulisnya SN.
Isi selembaran tersebut cukup mengemparkan masyarakat, khususnya di Ipuh. Di dalam selembaran tersebut terulis berbagai macam penjelaskan Ichwan. Salah satu diantaranya Bupati Kabupaten Mukomuko telah melanggar kode etik aturan udang-udang pernikahan dan adat istiadat yang menjadi pedoman masyarakat. Parahnya lagi ada cacian yang tak pantas dituliskan. Di alinea berikutnya disampaikan, bahwa tokoh Pelopor Tertua Nikah Siri Online Bengkulu.
Sisi lain selembaran tersebut menyarankan agar pesaing Bupati Mukomuko pada pilkada mendatang, yakni yang berinisial SN belajar kepada Bupati Mukomuko bagaimana resep agar bergairah dalam menikah dan awet muda. Sebab disampaikan bahwa SN tidak berselera dengan wanita. Selain itu juga disampaikan jika Bupati Mukomuko terpilih menjadi gubernur sudah bisa dipastikan program pokoknya membuat Perda Nikah Siri Syah.
Salah seorang warga Medan Jaya, Julian saputra yang menemukan selembaran tersebut mengatakan, ditemukan olehnya di pinggiran jalan. Tempat yang paling banyak di temukan di depan kebun.
‘’Saya tidak tahu siapa yang menyebarkannya, namun yang pasti selembaran ini banyak di temukan di depan kebun mertuanya koordinator Kecamatan untuk relawan Ichwan Yunus,’’ujar Julian.
Ketika di konfirmasi kepada salah seorang tokoh masyarakat Di Kecamatan Ipuh, Rifai Amir SH mengatakan masyarakat jangan terpedaya oleh isu yang beredar tersebut. Dia menyanyangkan adanya oknum yang berbuat demikian, karena selama memimpin Kabupaten Mukomuko Ichwan Yunus dinilai cukup berhasil membawa masyarakat Mukomuko lebih maju lagi. Disamping itu disampaikan bahwa SN yang dimaksud bukan tidak berselera terhadap wanita, namun belum tiba waktunya.
‘’Saya harap masyarakat tidak menelan mentah mentah isu yang beredar, namun dicermati yang baiknya. Sangat disayangkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hal tersebut. Saya rasa pak Ichwan cukup berhasil dalam memimpin Mukomuko. Jika NS yang dimaksud Wakil Gubernur saat ini, beliau bukan tidak berselera dengan wanita, namun beliau belum sampai waktunya untuk menikah, mungkin dalam waktu dekat ini beliau akan menikah dengan wanita pilihannya,’’ ungkap Rifai.
Rifai menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan suatu trik yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan kedua nama tersebut. karena tahun ini merupakan tahun politik, untuk itu diharapkan masyarakat lebih bijak untuk menyikapinya.
‘’Mungkin ini langkah yang dilakukan oleh piahk ketiga untuk menjatuhkan nama pak Ichwan dan Pak NS. Sebab tahun ini merupakan tahun politik. Saya harap warga harus bisajk dalam menaggapi isu yang beredar tersebut,’’ tutur Rifai.(ide)

Sapuan 8 Kursi, Huda 7, Gafrie 5 dan Burhan 5

Prediksi Peta Kandidat dan Parpol Pengusung
METRO – Saat ini 4 kandidat kuat calon bupati Mukomuko tengah berjibaku mencari dukungan dari partai politik (Parpol). Berdasarkan prediksi yang diambil dari isu berkembang, H Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Choirul Huda,SH sudah mengunci dukungan dari beberapa partai politik. Ir. Gafrie Zainuddin juga dikabarkan telah deal dengan beberapa partai. Sedangkan Burhandari,S.Pd,M.Si masih menunggu izin final dari PKS, bisa jadi ia benar-benar maju, atau akan membuat keputusan lain, dengan memberi dukungan penuh kepada salah satu dari kandidat. Satu-satunya partai yang diprediksi berpeluang bersinergi dengan PKS mengusungnya adalah NasDem. Untuk nama-nama lain, sejauh ini berkembangannya belum tampak jelas.
Adapun prediksi peta dukungan parpol pada masing-masing adalah, Sapuan berpeluang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PKP Indonesia, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dengan total kursi di DPRD Mukomuko 8. Choirul Huda diisukan diusung PAN, Partai Hanura dan Golkar dengan total 7 kursi. Gafrie berpeluang diusung Gerindra dan PPP. Sedangkan Burhandari berkesempatan maju jika diusung PKS dan NasDem. Namun sekali lagi ditegaskan, ini baru sebatas prediksi sesuai dengan isu berkembang, bisa saja, tidak demikian adanya.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum, Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum  mengakui bisa jadi petanya demikian adanya. Yang jelas saat ini belum ada kandidat yang dipastikan diusung oleh salah satu partai. Sebab semuanya masih berjuang mencari celah mendapat pengakuan dari setiap partai. Karena syarat maju adalah dukungan dari partai politik, seminim-minimnya 5 kursi di DPRD.
‘’Masing-masing sedang berjibaku mencari dukungan dari partai politik, mungkin ada yang sudah deal, juga belum tercapai kesepakatan. Namun bayangannya sudah bisa ditebak-tebak,’’ katanya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon tidak menapik jika peluang Sapuan diusung parpolnya cukup besar. Dari beberapa orang yang mengambil formulir pendaftaran hanya Sapuan yang mengembalikan. Ini membuktikan Sapuan memiliki kepercayaan dengan PKB. Ia yakin Sapuan calon terkuat, meskipun jarang turun ke daerah, perhatian Sapuan terhadap masyarakat Mukomuko sangat tinggi. Melalaui saudara, rekan dan tim Sapuan telah banyak membantu masyarakat.
‘’Pemberian bantuan ambulance geratis, bukti nyata kepedulian beliau terhadap masyarakat. Sudah tidak terhitung lagi warga yang terbantu dengan adanya ambulance geratis ini,’’ tambah Adrizon.
Walau banyak pihak yang mengklaim sudah mendapat tanda tangan dari para petinggi kepala banteng, namun kenyataannya sampai sekarang PDI Perjuangan Mukomuko belum memutuskan siapa calon bupati yang akan diusungnya. Ada 3 nama yang berpeluang diusung PDI Perjuanga, yaitu Mujiono, S.IP, Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Choirul Huda,SH. Surat lamaran dan hasil pengujian kelayakan di tingkat kabupaten telah disampaikan ke pusat.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Mukomuko, Dedi Kurniawan, S.Sos mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada pembicaraan serius dengan kandidat bupati manapun. Maka jika ada yang mengklaim sudah diusung si ‘’moncong putih’’ tidak benar, hanya pengakuan pribadi. Untuk menetapkan calon, PDI Perjuangan melalui beberapa tahapan, yang semuanya harus melibatkan pihak kabupaten.
‘’Belum ada satupun calon bupati yang kami usung, memang ada 3 nama yang kita ajukan, salah satunya kader sendiri. Maka kalau ada yang mengklaim, itu sifatnya hanya pernyataan sepihak saja,’’ ungkapnya.(jar)

Prediksi Peta Kandidat dan Parpol Pengusung
Calon            Parpol
Sapuan            PKB, PKPI, PD dan PDIP   
Choirul Huda        PAN, Hanura dan Golkar
Gafrie            Gerindra dan PPP
Burhandari         PKS dan NasDem

Tanpa Calon Incumbent, Pilbup Bakal Sengit
Agustus Mukomuko Tanpa Bupati   
METRO – Pemilihan bupati Mukomuko yang dijadwalkan Desember kelak, serentak dengan Pilkada di beberapa daerah lainnya, bakal berlangsung sengit. Calon kuat bisa saja tumbang sebelum waktunya. Sebab kali ini Pilbup tanpa incumbent, agustus nanti atau sebelum kampanye berlangsung, jabatan kepala daerah sudah berakhir. Artinya status Choirul Huda, SH sebagai salah satu calon bakal sama dengan kandidat lainnya. Selain itu, calon yang kurang mantap dalam finansial dan juga mental, bakal kewalahan.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum, Unib H. Hamdani Makir,SH,M.Hum pilkada kali ini akan jauh berbeda dari sebelumnya. Calon yang dikatakan kuat pada saat sekarang, tidak dijamin bisa terus mempertahankan diri. Selain waktu masih panjang, juga pada saatnya kelak tidak ada lagi calon yang berstatus pejabat aktif, sebab masa jabatan bupati sudah habis. Selain itu masalah finansial dan isu lain, juga dapat mempengaruhi dukungan kepada masing-masing kandidat.
‘’Oke kali ini ada calon yang dianggap kuat, kita belum bisa jamin, sebab waktu masih panjang. Apalagi pada saatnya nanti, pengaruh kandidat yang masih mengemban jabatan akan habis. Saya pikir calon yang mungkin dianggap belum kuat, bisa berubah drastis,’’ paparnya.
Panasnya persaingan, sebetulnya sudah dimulai dari sekarang. Terutama persaingan dalam melakukan lobi politik dengan partai. Satu partai politik direbut oleh beberapa orang calon. Untuk pergerakan di lapangan, memang sudah ada yang gencar, tapi calon lain punya prinsip lain. Mereka tengah ‘’wait and see’’. Saatnya nanti akan terjun dengan full kemampuan yang dimiliki.
‘’Jika sasarannya tepat, dalam waktu singkat calon bisa mendapat dukungan maksimal dari masyarakat. Saya menilai begitu, ada calon yang tampak santai, namun punya strategi yang sudah matang, maka saya katakan sekarang belum tahu siapa sebenarnya akan bersaing ketat. Bisa Sapuan dengan Huda, atau Gafrie dengan Sapuan, maupun Gafrie dengan Huda,’’ paparnya.
Masih disampaikan Hamdani, wakil bupati juga akan membawa pengaruh besar terhadap dukungan. Salah menetapkan wakil, bisa membuat calon tidak bergeming. Masyarakat sudah sangat cerdas soal pemilihan, mereka butuh orang yang bisa dipercaya dan mampu. Kesukuan tidak berlaku di tengah masyarakat, karena tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka, jika calon tersebut tidak punya kemampuan.
‘’Ketokohan wakil juga akan mempengaruhi, masyarakat tidak terpecah dalam sukuisme. Siapapun jadi bupati, harapan mereka harga sawit mahal, harga kebutuhan murah, urusan tidak sulit. Tidak ada istilah bupati pribumi hanya perhatikan warga pribumi, juga bupati dari kelompok trans tidak mungkin berpihak ke trans seluruhnya,’’ tutupnya.(jar)


Monday, 23 March 2015

Sapuan Didukung 4 Parpol Besar, Yusril Izha Mahendra Penasehat


METRO – Tampaknya H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA tidak main-main menghadapi Pemilihan bupati (Pilbup) kali ini. Ia terus menyiapkan diri dari semua lini. Kabar teranyar putra kelahiran Teramang Jaya ini sudah mengunci dukungan dari 4 partai besar, yaitu Gerindra, PKB, PKPI dan PDI Perjuangan. Sementara PPP, PKS dan Golkar masih dalam perundingan, diperkirakan juga akan memberi dukungan. Sementara dengan NasDem, Demokrat dan Hanura belum ada pembicaraan serius, namun kabarnya juga dalam incarannya. Tidak hanya itu, Sapuan juga sudah menunjukkan seorang ahli hukum tata negara kenamaan, yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra sebagai penasehat hukumnya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, membenarkan SPN sudah mendapat dukungan dari partai politik. Dimana beberapa hari lalu proposal yang diajukan ke partai dibalas. Sapuan langsung dipanggil dan diminta menyiapkan segala sesuatunya, untuk persiapan mendaftara di KPU kelak. Sebagian besar parpol tertarik dengan lamaran Sapuan, karena disertai dengan hasil survey resmi LSI yang menunjukkan  Sapuan bisa memenangi Pilkada kelak.
‘’Kalau saya katakan sudah pasti, kita belum mendaftar ke KPU, yang jelas dukungan dari partai sudah ada. Semua yang memberi dukungan adalah partai besar,’’katanya.
Terkait dengan penunjukkan Yusril sebagai penasehat hukumnya, Herman membenarkannya. Bahkan dua hari lalu Sapuan dan Yusril sudah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama. Tujuannya hanya selaku penasehat, jika memang terjadi permasalahan kemudian hari hingga ke PTUN, maka Yusril sebagai pengacaranya.
‘’Yusril sebagai penasehat hukum, itu tujuannya untuk membimbing dalam melaksanakan berbagai kegiatan terutama menyangkut dengan Pilkada kelak,’’ tegasnya.
Herman juga menanggapi isu adanya pejabat atau PNS yang mengarah dukungan pada salah satu kandidat. Mereka mengharapkan semua itu hanya sebatas isu, namun jika terbukti, maka akan digugat secara hukum. Sebaiknya pejabat tidak ikut dalam persaingan Pilkada nanti. Jika Sapuan keluar sebagai pemenang Pilkada, maka pemerintahannya mengutamakan orang-orang yang profesional.
‘’Sebaiknya pejabat tetap profesional, Sapuan ingin menciptakan pemerintahan yang bersih kalau terpilih. Tidak ada istilah orang dekat atau mendatangkan pejabat dari luar. Ia ingin bekerjasama dengan orang-orang yang profesional. Kalau terbukti pejabat berpolitik, siap-siap saja kita tidak segan bawa ke meja hukum,’’ tutupnya.
Dikutib dari Account FB nya, Sapuan secara terbuka mengatakan dirinya siap menjadi salah seorang bakal calon bupati Mukomuko periode mendatang. Ia tengah mengikuti proses mekanisme pengusungan bakal calon bupati melalui organisasi partai politik, mulai dari proses di tingkat kabupaten, provinsi sampai dengan pusat. Dikarenakan Undang-Undang tentang pemilihan kepala Daerah baru seumur jagung sambil menunggu detail juklak/juknis yang masih diproses, Sapuan mengakui berencana akan menunjuk penasehat hukumnya, yaitu ahli tatanegara yaitu Prof. Yusril Ihza Mahendra.(jar)

Dewan Ingatkan Bupati, Agustus Lepas Jabatan

//Dilarang Melakukan Mutasi Pejabat
METRO – Sesuai dengan masa jabatannya, diperkirakan bulan Agustus kelak, Bupati Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM dan Wakil Bupati Choirul Huda,SH harus menyerahkan tahtanya. Kabarnya pimpinan DPRD Mukomuko sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada bupati, jika mereka harus siap-siap meninggalkan kantor bupati, rumah dinas dan melepas semua aset daerah yang melekat. Menjelang diangkatnya bupati yang baru sesuai hasil pemilihan kepala daerah, maka ditunjuk pejabat pelaksana tugas bupati atau caretaker.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah, ST mengakui jika pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada bupati, jika masa jabatannya akan berakhir. Dasarnya adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014  pasal 4 ayat 2, yang mengatur tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali kota.
‘’Dijelaskan dalam aturan ini, DPRD kabupaten/kota memberitahukan secara tertulis kepada bupati/wali kota dan KPU kabupaten/kota mengenai berakhirnya masa jabatan bupati/wali kota dalam waktu paling lambat enam bulan sebelum masa jabatan bupati/wali kota berakhir. Atas dasar ini kita lakukan pemberitahuan tersebut,’’ kata Armansyah.
Disinggung mengenai isi surat, Armansyah mengaku biasa saja. Terkait larangan dan kewajiban lain dari kepala daerah menjelang masa akhir jabatannya, diminta pemda bisa meninjau aturan yang berlaku. Biasanya, bupati dan wakil bupati tidak diperbolehkan untuk melakukan dan atau mengambil kebijakan-kebijakan strategis. Diantaranya tidak diperbolehkan lagi melakukan roling jabatan pegawai di lingkungan pemkab. Ini seperti tertuang dalam pasal 71 ayat 2 UU 1/2015 yang sebelumnya adalah Perppu 1/2014. Juga pada ayat 3 dijelaskan, dilarang menggunakan program dan kegiatan Pemerintahan Daerah untuk kegiatan Pemilihan 6 (enam) bulan sebelum masa jabatannya berakhir. Pada ayat (4) Dalam hal melakukan hal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3), patahana dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.
‘’Kalau soal apa saya larang dan ketentuan lain, kita harapkan pihak pemda bisa mempelajari sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang,’’ paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Mukomuko, Ir. Zulfahni juga mengatakan. Jika memang sudah diatur dalam undang-undang, 6 bulan sebelum masa jabatannya habis, bupati dilarang membuat kebijakan penting, maka harus diikuti. Jika tetap dilakukan, maka akan ada konsekwensi yang bakal diterima oleh pejabat tersebut.
‘’Kalau memang sudah diatur dalam undang-undang, masa mau dilanggar, artinya tidak ada lagi mutasi pejabat nantinya,’’ tutup Zulfahni.(jar)


Sapuan dan Gafrie Berpeluang Diusung Gerindra
// Huda dan Burhan Juga Direkomendasi
POLITIK RM – Diprediksi tidak lama lagi, Gerindra segera menetapkan kandidat calon bupati  yang diusungnya pada Pilkada kelak. 4 nama calon yang mendaftar sudah disampaikan ke pusat untuk diambil salah satunya. Sesuai permintaan DPP, Gerindra Mukomuko juga telah membuat opini mengenai masing-masing calon tersebut.
 Adapun 4 calon yang direkomendasikan adalah, H Sapuan,SE,Ak,MM,CA, Ir. Gafrie Zainuddin, Choirul Huda,SH dan Burhandari, S.Pd,M.Si. Namun isunya pemilik peluang paling besar diusung oleh ‘’kepala garuda’’ ini adalah Gafrie, selanjutnya Sapuan. Huda juga punya peluang bersama Gerindra. Sedangkan Burhandari lebih diarahkan cocok untuk menjadi wakil calon bupati kelak.
Disampaikan oleh Sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Armansyah, ST yang memasukkan berkas ke Gerinra cukup banyak, yaitu sekitar 7 orang calon. Namun sebagaimana permintaan pusat, mereka hanya merekomendasikan 4 calon saja. Ini sesuai dengan hasil tes oleh tim penjaring calon bupati, juga berdasarkan survey serta isu media. Terkait info peluang Gafrie lebih besar, Armansyah tidak menapiknya, karena Gafrie terus berkomunikasi hingga ke pusat. Namun Sapuan juga punya kans besar, sesuai disertasi yang disampaikan ke pusat. Juga demikian dengan Huda dan Burhandari.
‘’Sebetulnya semua punya peluang, memang kabarnya komunikasi Gafrie lebih baik ke pusat. Kita lihat saja nanti, bisa Sapuan, Huda. Burhandari memang hasil telaah kita lebih diarahkan untuk menjadi wakil,’’ katanya.
Lanjutnya, dalam menetapkan kandidat, Gerindra cukup objektif dan selektif. Calon yang diusung harus siap bersaing secara penuh dan keluar sebagai pemenang Pilkada. Maka pusat minta tulisan yang menggambarkan tentang kandidat tersebut. Ia yang langsung membuat opnini, langsung melakukan telah ke lapangan, dari isu  yang berkembang inilah dasar, ia menyampaikan beberapa calon layak.
‘’Pusat ingin kita betul-betul objektif dalam menetapkan calon, jika memang tidak ada yang diyakini menang, pusat menyarankan tidak perlu mengusung calon. Mudah-mudahan saja beberapa nama yang kita sampaikan bisa diambil salah satunya,’’ tutup ketua DPRD Mukomuko ini.(jar)

Thursday, 19 March 2015

Wakil Sapuan Dapil I, Wakil Huda Dapil III

Nama Inzani dan Umar Murasyd Menguat
METRO – Berdasarkan informasi teranyar, Choirul Huda,SH kemungkinan besar tidak mengambil wakil dari Dapil I ataupun Dapil II. Ia kabarnya sudah hampir pasti, memilih wakil dari Dapil III. Sementara Sapuan, SE, Ak,MM,CA juga diisukan sudah hampir pasti memilih wakil dari kalangan trans dan berasal dari Dapil I. Namun siapa tokoh tersebut, sampai sekarang belum ada yang buka-bukaan.
Untuk wakil Huda, jika benar-benar dari Dapil III, kemungkinan besar adalah Inzani Muhammad. Juga berpeluang dua mantan dewan, H. Suharto dan Haidir, S.IP. Untuk wakil Sapuan sendiri sejauh ini yang menguat adalah, kader PKB, Umar Murasyd kemudian Mujiono, S.IP dari PDI Perjuangan. Nama lain dari tokoh jawa adalah, Ngadiono kepala UPTD pengairan dan Safaat, S.HI anggota DPRD Mukomuko dari Dapil II.  
Diminta tanggapannya, Huda mengaku belum memastikan siapa calon wakilnya kelak. Yang jelas ia bersama timnya akan mempertimbangkannya dengan matang. Wakil bupati aktif ini, mengaku banyak mendapat masukan jika wakilnya harus dari Dapil III. Ini akan menjadi pertimbangan sendiri bagi dirinya. Bagaimana dengan nama Risber? Huda mengaku cukup baik, namun status sebagai PNS nya bakal menjadi kendala.
‘’Kemungkinan saja dari Dapil III, yang jelas kita pertimbangkan dulu, kita butuh masukan dari semua pihak, juga atas dasar isu di media massa,’’ katanya.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, mengakui jika wacananya wakil Sapuan dari Dapil I dan sesuai masukan dari berbagai pihak, kemungkinan dari kelangan Jawa. Sekarang ada beberapa nama yang tengah dipelajari. Yang jelas bukan dari kalangan PNS, tetapi merupakan orang-orang partai politik. Mereka baru umumkan wakilnya setelah memastikan partai pengusung.
‘’Kita lihat saja nanti, gambaran awalnya dari Dapil I dan adalah kalangan Jawa. Ini masukan dari kawan-kawan dan juga berdasarkan hasil survey dan isu berkembang,’’ katanya.
Sekjen DPC PKB Mukomuko, Himawan Mufti, S.Pd mengakui jika Umar Murasyd adalah tokoh PKB. Terkait isu Sapuan meliriknya menjadi calon wakil bupati, Himawan enggan banyak komentar. Yang jelas, menurutnya Umar termasuk tokoh yang disegani dan punya nama baik di tengah masyarakat. 
‘’Kalau tokoh PKB dari jawa cukup banyak, pak Umar adalah salah satunya yang punya nama besar dalam masyarakat. Soal jadi wakil, kita belum bahas itu,’’ tutupnya.(jar)

Maju Pilkada, Bupati dan Wabup Tak Mundur
METRO – Mundur atau tidaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah, jika maju kembali dalam jabatan yang sama, masih diperdebatkan. Jika berdasarkan aturan Pilkada hasil revisi Perppu, kepala daerah yang mencalon kembali tidak harus mundur, kecuali jika mereka maju untuk Pilkada di daerah lain. Penjelasan ini terdapat dalam Pasal 7 huruf (f) revisi Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 2015. Tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan perppu nomor 1 tahun 2014 yang mengatur pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
Artinya Choirul Huda, SH yang kabarnya maju pada Pilkada kelak, tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati, hingga berakhinya masa kerja pemerintahannya pada Agustus kelak. Namun untuk bupati, Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM belum jelas, apakah harus mundur karena maju sebagai gubernur atau tidak.  Sebab dalam UU ini, jika maju untuk daerah berbeda harus mundur.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud, S,Ag mengakui jika dalam undang-undang yang beru tersebut, tidak ada dijelaskan incumbent harus mundur. Namun ia sendiri belum bisa memastikannya, karena masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur juklak-juklis pemilihan dan penjelasan lain atas peraturan yang ada.
‘’Kita belum menerima PKPU, kalau dari undang-undang yang kita pelajari tidak ada diterangkan jika maju pilkada incumbent harus mundur. Ada pengecualian di dalamnya, yaitu bila maju untuk daerah yang berbeda maka wajib mundur,’’ kata Dawud.
Namun ia juga belum bisa menjelaskan secara rinci, terkait aturan pemilihan bupati, karena dasar utamanya ada PKPU. Pemilihan baru dilangsungkan pada Desember kelak, sedangkan tahapan pemilihan diperkirakan baru dimulai pada Mei mendatang. KPU akan umumkan ke publik setiap tahapan yang dilakukan. Dalam aturan baru pemilihan, ada beberapa perubahan mendasar, diantaranya KPU tidak lagi harus melakukan uji public setiap kandidat.
‘’Nanti jika semuanya sudah jelas, kita langsung sampaikan ke publik, diperkirakan tahapan baru berjalan pada bulan Mei mendatang,’’ tuturnya.
Dikutip dari berita online, Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk meminta setiap kepala daerah menanggalkan jabatan politik saat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015 ini. Sebab, menurut dia, kepala daerah merupakan jabatan politik yang menjadi domain partai politik (parpol) pengusungnya, sehingga tidak bisa disamakan dengan jabatan di pemerintahan seperti TNI/Polri dan PNS yang mengharuskan seorang calon kepala daerah harus mundur dari jabatannya.
"Aturan di UU Pilkada tidak mengharuskan kepala daerah lepas jabatan politik. Yang diatur itu dari TNI/Polri dan PNS yang merupakan jabatan karir harus mundur dari jabatannya bila ikut Pilkada karena dikhawatirkan pengaruhi institusinya. Jadi ikuti saja ketentuan UU yang berlaku," kata Riza Patria.(jar)

Persaingan Choirul Huda Vs Sapuan Lebih Menyengat

Isu Politik Jelang Pemilihan Bupati
METRO – Meski ada beberapa kandidat yang akan maju pada Pilkada kelak, namun sejauh ini persaingan Choirul Huda,SH dan H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA lebih menyengat. Semuanya dinilai wajar, karena dari sekian banyak kandidat, dua calon inilah yang sejak lama sudah menebar pesona di tengah masyarakat. Suasana bisa berubah, kala kandidat lain mulai beraksi secara full untuk persaingan Pilkada. Sapuan dan Huda bisa saja mereka kalahkan.
Dari pantauan, Huda diketahui sejak awal atau sekitar dua tahun silam mulai menampakkan gerakan politiknya, sebagai cikal bakal calon bupati. Posisinya sebagai wakil bupati, mempermudah ia terus membangun komunikasi positif dengan masyarakat dan berbagai kalangan. Upayanya tidak sia-sia, nama Huda saat ini digadang-gadang sebagai calon kuat. Bahkan banyak pihak memprediksi, jika Pilkada dilangsungkan hari ini, maka ia lah bupati Mukomuko. Apalagi belakangan ini mulai secara terbuka, menyatakan niatnya untuk memimpin ‘’Bumi sakti ratau batuah’’ ini.
Sapuan sendiri, walau sosoknya jarang nongol di tengah masyarakat, karena berada di luar daerah. Namun Sapuan sejak usai Pilkada 2010 lalu, ia tidak pernah melonggarkan sedikitpun perhatiannya kepada masyarakat. Bahkan isunya tim pemenangannya pada Pilkada yang sempat membuat incumbent ketar ketir, sampai sekarang masih setia berjuang bersamanya. Ia menanamkan perhatian melalui berbagai bantuan sosial pada masyarakat. Hampir setiap tahun, Sapuan selalu menyisihkan rezekinya untuk membantu, baik langsung pada warga, rumah ibadah, kegiatan pemuda dan sebagainya. Bukti kongkritnya adalah beroperasinya 3 unit ambulan bantuan Sapuan di tengah masyarakat. Tanpa dipungut biaya siap antar jemput warga yang membutuhkan. Walau pihak Sapuan menganggap itu, sebagai aksi sosial semata, namun mau tidak mau, sosialnya sukses menanamkan kekaguman masyarakat padanya. Apalagi kala Sapuan sudah turun langsung nantinya, rasanya tidak terlalu sulit baginya untuk menggapai kursi nomor wahid di daerah ini.
Menanggapi masalah ini, salah seorang orang dekat Sapuan, Novesta Herman mengaku yakin bisa memenangi Pilkada kelak. Sapuan sudah membuktikan pada Pilkada 2010 lalu, walau tidak menang, namun ia bisa mengimbangi incumbent yang kala itu betul-betul kuat. Sekarang persiapan Sapuan sudah jauh lebih matang dan berani. Terkait kegiatan sosial Sapuan, sekali lagi ia menegaskan semuanya hanya sebatas perhatian, karena ia memiliki rizki yang bisa dibagikan dengan masyarakat yang dicintainya.
‘’Bisa jadi Pilkada kali ini sebagai Pilkada yang lebih mudah untuk kita lalui. Yang jelas, Sapuan sudah menyatakan kesiapannya dengan baik dan apapun bentuk persaingan nantinya, Sapuan tidak pernah gentar,’’ kata Herman.
Choirul Huda sendiri, mengaku terus berusaha semaksimal mungkin. Terkait kegiatannya di tengah masyarakat, menurutnya sepenuhnya sebagai tugas selaku wakil bupati. Dimana saat bupati tidak ada di Mukomuko maka ia  akan turun menghadiri undangan dan sebagainya. Terkait dukungan masyarakat yang terus menguat, Huda mengaku semakin pede menghadapi Pilkada kelak.
‘’Isyaallah kita siap, yang jelas sebagai wakil bupati kita berusaha menyelesaikan tugas ini dengan maksimal. Untuk masalah politik, sekarang masih persiapan partai,’’ tutupnya.(jar)

Hanya 4 Kandidat Cabup Berpeluang Punya Perahu
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, bakal calon bupati Mukomuko berlomba-lomba memasukkan berkas lamarannya ke setiap partai politik pemilik parlement. Dari data Radar Mukomuko, yang terus memantau perkembangan di setiap partai politik ataupun langsung dengan kandidat dan orang-orang dekatnya, setidaknya ada 9 nama. Tetapi dari sekian banyak nama tersebut, yang diprediksi berpeluang meraih dukungan dari partai hanya 3 atau 4 calon saja. Selebihnya diprediksi akan ‘’layu sebelum berkembang’’. Adapun 3 calon yang punya kans besar mendapat perahu, Choirul Huda, SH, H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA dan Ir. Gafrie Zainuddin. Yang ke empat juga diprediksi ada peluang Burhandari, S.Pd,M.Si. Sementara beberapa nama lain, seperti Mahyudin Yacub, Ir. H Sudirman Saleh,MM dan lainnya, juga punya peluang. Namun sejauh ini, belum bisa diprediksi dengan jelas perkembangan lobi partai yang mereka lakukan.
Huda diisukan  sudah mendekati deal dengan 3 partai politik, yaitu Hanura, NasDem dan Golkar. Selanjutnya Sapuan, diisukan punya kans besar bersama, PKP Indonesia, PKB, PDI Perjuangan dan PKS. Sedangkan Gafrie diisukan berpeluang didukung Gerindra dan PPP. Sementara Burhandari bisa bersama PAN jika PKS tidak kembali mendukung Sapuan. Sementara Partai Demokrat sampai sekarang, arah dukungannya belum terbaca. Namun perlu dipahami, peta dukungan partai ini baru sebatas prediksi berdasarkan isu lobi masing-masing.
Ketua DPD II Golkar, Ali Saftaini, SE diminta tanggapannya, mengaku belum ada ketetapan pasti mengenai dukungan partainya. Menurutnya siapa saja punya peluang berada dibawah ‘’beringin’’ tersebut. Kandidat akan melalui beberapa tahapan untuk ditetapkan sebagai calon bupati.
‘’Kita belum tetapkan calon bupati, yang jelas Golkar akan mengusung calon, siapa orangnya kita lihat saja nanti. Semua yang mendaftar punya kans didukung,’’ kata Ali.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menyampaikan hal senada, menurutnya NasDem tengah melakukan penjaringan. Hasil penjaringan di tingkat kabupaten akan disampaikan ke Provinsi dan pusat. Selanjutnya calon yang direkomendasikan akan menghadapi tahapan seleksi di pusat berdasarkan catatan dari bawah.
‘’Calon juga akan melalui uji public, maka sampai sekarang belum ada ketetapan kandidat bupati yang kita usung, bisa jadi kita sendiri yang gunakan partai ini,’’ katanya.
Novesta Herman, yang diketahui sebagai orang dekat Sapuan, mengaku sudah mendekati deal dengan beberapa partai politik. Namun ia belum mau menyebutkan, partai mana saja yang sudah hampir pasti akan mengantar Sapuan ke kursi nomor wahid Mukomuko nanti. Yang jelas Sapuan sudah mengajukan lamaran dan mengikuti tahapan pengujian dengan beberapa partai politik.
‘’Yang jelas kita sudah siap, partai telah diupayakan semaksimal mungkin dan persiapan lain telah dimatangkan. Kalau pastinya partai mana saja, nanti akan kita sampaikan secara resmi,’’ tutupnya.(jar)



Saturday, 14 March 2015

Huda-Risber, Mujiono Wakil Sapuan, Gafrie-Syamsuri, Burhandari-Rosna

Isu Pasangan Cabup dan Cawabup
METRO – Isu politik pemilihan bupati semakin nyaring terdengar. Selain masing-masing kandidat dikabarkan sudah mengunci dukungan dari beberapa partai politik, juga bakal calon bupati mulai dijodoh-jodohkan dengan beberapa tokoh, sebagai wakilnya. Isu terbaru yang kerap terucap oleh beberapa kalangan, Choirul Huda, SH bakal berpasangan dengan Kepala Kantong Lingkungan Hidup (LH), Risber A Razak. Sedangkan Sapuan, SE,Ak,MM,CA dijodohkan dengan PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mujiono,S.IP. Sementara Ir. Gafrie Zainuddin dipasangkan dengan eks anggota dewan, H. Syamsuri Rustam yang sebelumnya juga pernah mencalon sebagai wakil bupati. Buhandari, S.Pd, M.Si dikabarkan akan berpasangan dengan anggota dewan Provinsi Hj. Rosna Ichwan. Namun sekali lagi, kabar ini baru sebatas isu, tanpa bukti kuat, juga belum ada pengakuan dari masing-masing kandidat ataupun orang dekatnya.
Selain dipasangkan dengan beberapa nama diatas, masing-masing juga dikait-kaitkan dengan tokoh lain. Seperti Huda, selain Risber, ia juga dikaitkan dengan politis PAN Ir. Inzani Muhammad dan Badrun Hasani asal Dapil III. Begitupun dengan Gafrie, selain bersama Syamsuri, juga diisukan bakal berjodoh dengan tokoh Dapil III lainnya, seperti Burhandari dan Badrun Hasani. Sedangkan Sapuan, selain dikaitkan dengan Mujiono, ia juga diisukan bersama tokoh Jawa asal Dapil I lainnya. Begitu pula Burhandari, selain dengan Rosna, ia juga dikabarkan menjaring beberapa nama lain asal Dapil I, diantaranya Andy Suhary dan eks dewan Ir. Nurlina Zamdial,M.Si.
Salah seorang tokoh Mukomuko, sekaligus dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH juga mengakui isu calon mulai tentukan pasangan ini sudah menyebar. Dan menurutnya memang sudah waktunya mereka memastikan siapa wakil yang cocok. Ia memprediksi calon bupati dari kalangan Jawa, cendrung memilih wakil orang pribumi, begitupun sebaliknya, bupati pribumi cari wakil dari jawa. Selain itu, calon berupaya wakilnya bukan dari dapil yang sama.
‘’Memang ada juga isunya, pak Huda bersama dengan Risber, Gafrie sendiri dominan ke Dapil III dan Sapuan kabarnya dari Dapil I. Saya yakin isu itu timbul karena ada gerakan yang terpantau,’’ katanya.
Diminta tanggapannya, Risber tidak membantah isu tersebut, namun ia juga tidak memberi keterangan pasti. Untuk sementara isu ini menurutnya sebatas gosip. Yang jelas Huda memang sudah memintanya, namun ia belum memberi jawaban pasti. Selain perlu izin dari keluarga juga ia harus memastikan untuk bisa pensiun dari PNS lebih dahulu.
‘’Ooh, itu baru sebatas gosip saja, pastinya kalau sudah ada daftar ke KPU dan diumumkan baru pasti. Memang ada ajakan dari pak Huda, tapi saya pikir-pikir dulu. Sebagai PNS tentu banyak pertimbangan, saya baru pensiun 3 tahun lagi,’’ kata Risber.
Novesta Herman, yang merupakan orang dekat Sapuan, juga belum bisa memastikan siapa yang akan menjadi pasangannya. Mengenai nama Mujiono menurutnya belum bisa dijelaskan. Yang jelas kemungkinan dari kalangan Jawa dan Dapil I, akuratnya lagi adalah tokoh partai politik.
‘’Kalau bakal wakil sudah ada, namun siapa belum kita publikasikan, kemungkinan dari partai politik dapil I, nantilah kita sampaikan jelasnya,’’ kata Herman.
Burhandari sendiri mengaku belum menetapkan wakilnya, ia tidak akan fokus dengan dapil, bisa saja sama-sama dari Dapil III atau Dapil I. Namun ia tidak membantah nama ketua DPD PKS masuk kategori.(jar)

Berapapun Butuh, Pemda Siap Danai Pilkada
METRO – Kepala Bappeda Kabupaten Mukomuko, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendanai Pemilihan bupati (Pilbup) yang akan dilangsungkan pada desember kelak. Selagi sesuai kebutuhan berapapun anggaran yang dibutuhkan pemerintah daerah siap. Bahkan untuk dana awal, pemerintah sudah menganggarkan dana sekitar Rp 6,5 miliar.
Dijelaskannya, mengenai dana Pilkada tidak perlu ragu, pemerintah sangat siap mendanainya, berapapun yang dibutuhkan oleh pelaksana Pilkada kelak. Yang jelas kebutuhan dana harus real alias sesuai dengan kebutuhan untuk menyukseskan peda demokrasi ini. Walau dalam rinciannya belum seluruhnya untuk KPU, dana Rp 6,5 miliar yang dianggarkan sebelumnya, adalah diperuntukkan untuk Pilkada, artinya jika kurang pemerintah tinggal menambahkan. Walau nanti tidak ada dana dari provinsi dan pusat, pemda sama sekali tidak meraguinya.
‘’Sekarang kita pastikan dulu, berapa sebetulnya dana yang dibutuhkan, kalau sesuai kita tidak masalah dan siap menganggarkannya. Lagian perlu tahu dulu, berapa bantuan dari pusat dan provinsi, atau memang kita seluruhnya yang tanggung,’’ kata Herlian.
Mengenai sumber dananya, Herlian mengaku semuanya bisa, jika tidak ada halangan dalam beberapa bulan kedepan anggaran perubahan mulai dibahas. Atau kalau butuh sebelum perubahan, pemerintah juga bisa mendanainya. Di daerah lain, bahkan ada yang belum sama sekali menganggarkan pembiayaan pemilihan dalam APBD nya. Yang jelas, pihaknya akan menghitung dengan rinci bersama pelaksana Pilkada dan dewan terkait kebutuhan dana.
‘’Memang dalam aturan pendanaan pilkada diamanatkan kepada daerah, bagaimanapun kita harus siap lakukan itu, tapikan ada bantuan pusat. Setelah semua jelas dan kita telah rincikan, baru kita tetapkan berapa kebutuhan Pilkada,’’ tutupnya.(jar)

6 Kandidat Cabup Diuji Tim Seleksi NasDem
POLITIK RM – Tahapan penjaringan calon kandidat Bupati Mukomuko, Partai NasDem terus berlanjut. Saat ini memasuki tahapan fit and proper test yang berlangsung alot di Sekretariat DPD Partai NasDem Kabupaten Mukomuko.  Terhitung sejak Selasa hingga Kamis (10-12/3), 4 orang calon kandidat, Choirul Huda, SH, Firmansyah Zakarya, Juni Kurnia Diana, SAP dan Burhandari, S.Pd, M.Si telah melalui tahapan pengujian. Mereka dicecar sejumlah pertanyaan dalam waktu sekitar 1 jam oleh dua orang tim penguji, Supranto, SH dan Musfar Rusli. Sesuai agenda yang telah dijadwalkan, hari ini giliran Sapuan, SE, MM, AKA, CA dan Busril yang juga merupakan Ketua DPD NasDem Mukomuko.
‘’Tahapan fit and proper test ini, tidak bisa diwakilkan. Dan harus bakal calon yang bersangkutan. Karena kami ingin melihat, mengukur sekaligus menguji kemampuan dan kemauan calon, sebelum direkomendasikan. Mereka dipanggil satu-satu, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Untuk masing-masing calon diuji selama lebih kurang 1 jam,’’ kata Musfar Rusli yang juga diamini Ketua DPD NasDem Kabupaten Mukomuko, Busril kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Musfar menjelaskan, ada beberapa poin yang diuji pada tahapan fit and proper test. Pada prinsipnya berkaitan dengan wawasan dan kemampuan  bakal calon. Menurutnya, seperti wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan kepemimpinan daerah. Kemudian juga berkaitan dengan planing untuk Kabupaten Mukomuko serta wawasan dan kemampuan berpolitik.
‘’Itu sebuah konsekuensi Partai NasDem, agar menetapkan bakal calon yang direkomendasi nantinya benar-benar memiliki kemampuan untuk memimpin daerah. Disamping uji kemampuan yang berkaitan dengan visi dan misi, juga pengetahuan tentang wawasan umum. Tahapan ini harus benar-benar dilaksanakan maksimal, karena sudah PO internal partai,’’ imbuhnya.
Setelah proses ini selesai, kemudian segera diplenokan oleh Timsel yang terdiri dari, Musfar Rusli, Rudiyansah, Supranto, HM Maril dan Supardji. ‘’Hasil pleno Timsel segera disampaikan ke Koordinator Wilayah di Bengkulu, sekaligus dipresentasikan. Selanjutnya akan ditetapkan beberapa nama yang akan direkomendasi ke DPP. Pada prinsipnya, proses seleksi ini merupakan langkah untuk pengusungan calon dari partai yang benar-benar dinilai memiliki kemampuan dan siap diusung untuk menang pada Pilkada nanti,’’ demikian Musfar.(nek) 

Thursday, 5 March 2015

PAW Diproses KPU Provinsi, Gusti Hampir Pasti Gantikan Khairanzar

METRO – Peluang Ramadan Gusti, SH untuk duduk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbuka lebar. Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 15 tahun 2011 tentang perlengkapan pemilih, pasal 27 ayat 5 huruf C, anggota Kpu Kab/Kota digantikan oleh calon anggota kpu kab/kota urutan berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh KPU provinsi. Artinya Gusti yang berada di posisi 6 punya kans besar diangkat untuk menggantikan Khairanzar yang mundur lantaran memilih CPNS.
Adapun isi lengkap UU tersebut adalah, Penggantian antar waktu anggota KPU, KPU Provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota yang berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan ketentuan: a. Anggota KPU digantikan oleh calon anggota KPU urutan peringkat berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, mengakui mereka akan melaksanakan PAW sesuai dengan UU nomor 15 tahun 2011 tersebut. Kecuali ada persoalan yang dapat membatalkan yang bersangkutan, maka dirubah ke posisi berikutnya. Yang jelas KPU akan melakukan pengecekan kembali terhadap adminitrasinya serta memanggil langsung urutan hasil tes sebelumnya.
‘’Kami akan memprosesnya sesuai yang diatur dalam UU Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu pasal 27 ayat 5(c); anggota KPU kab/kota digantikan oleh calon anggota KPU kab/kota urutan berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh KPU provinsi,’’ kata Irwan.
Ia juga mengakui jika surat pengunduran dari Khairanzar yang memilih menjadi CPNS sudah diterima. Sekarang sedang dalam proses untuk dikeluarkan surat pemberhentian secara resmi. Setelah itu, KPU Provinsi Bengkulu langsung melaksanakan penetapan penggantinya. Jangka waktunya tidak akan lama, karena mengingat KPU sedang bersiap menghadapi Pilkada.
‘’Surat pengunduran diri beliau sudah kami terima, dan untuk penggantian antar waktu, segera akan kami proses,’’ tegasnya.
Sebelumnya, Khairanzar menyatakan bahwa ia sekarang sudah resmi tidak lagi sebagai komisioner KPU. Karena berdasarkan aturan yang berlaku, anggota KPU harus bekerja penuh. Sementara sebagai CPNS ia tidak mungkin dapat maksimal. Peryantaan mundurya sebagai anggota KPU juga telah disampaikan ke Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Mukomuko dan Sekda.
‘’Karena saya sudah mundur, maka saya sudah melepas semuanya yang berhubungan dengan komisioner KPU, baik itu hak ataupun kewajiban. Saya berharap dengan keputusan ini semuanya dapat semakin membaik,’’ ujarnya.(jar)

6 Balon Daftar ke NasDem, Anak Amandeka Amir Muncul
METRO – Hingga kemarin, sebanyak 6 politisi sudah mengambil berkas pendaftaran bakal calon bupati ke Partai NasDem. Namun hanya H. Sapuan, SE,Ak,MM,CA yang sudah mengembalikannya sesuai persyaratan yang diminta partai. Anehnya ada beberapa wajah baru yang ikut ambil berkas, salah satunya adalah, Edi Gunawan Amandeka yang merupakan anak dari Amandeka Amir, mantan caretaker Bupati Mukomuko dan sempat mencalon pada Pilkada 2005 lalu. Selain itu, politisi PKP Indonesia, Wisnu Hadi, SE, Firmansyah Zakaria, Choirul Huda, SH, dan ketua DPD NasDem sendiri, Busri.
Staf penerima berkas, Rudhi mengakui sampai kemarin 6 berkas sudah berjalan dan baru 1 yang kembali, yaitu atas nama Sapuan. Selebihnya belum kembali, diperkirakan dalam dua hari ini semuanya sudah lengkap. Karena tim seleksi mulai melakukan penyeleksian berkas dan pengujian kandidat.
‘’Kalau yang mengambil berkas sudah 6 orang, termasuk ketua partai, juga ada Edi Amandeka dari Ipuh, namun baru Sapuan yang melengkapi berkasnya,’’ kata Rudhi.
Sekjen DPD NasDem, Musfar Rusli juga mengakui jumlah pendaftar telah mencapai 6 orang, hingga hari ini mereka masih menunggu pendaftar berikutnya. NasDem akan memberi kesempatan yang sama kepada siapa saja yang ingin mendaftar. Karena calon yang direstui sesuai hasil pengujian oleh tim seleksi, tidak ada keistimewaan bagi kader sendiri.
‘’Kami dari awal sudah memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi calon yang ingin mendaftar. Untuk seleksi semua sama, tidak ada keistimewaan, sebab NasDem ingin mencari calon terbaik,’’ paparnya.
Ketua DPD NasDem sendiri, mengakui jika penetapan calon bupati melalui seleksi ketat. Pengurus kabupaten hanya merekomendasikan beberapa nama ke pusat, selanjutnta dilakukan rapat bersama untuk menetapkan calon yang diusung. Untuk tingkat kabupaten, tim penguji sudah ditetapkan yang diketuai oleh Supardji, S.Pd.
‘’Kita sesuai dengan perintah dari pusat, sekarang diterima dulu, nanti diseleksi, mana yang pantas direkomendasikan ke pusat,’’ tegas Busril.
Ir. Zulfani Jamal yang menyerahkan berkas Sapuan, mengaku sudah melengkapi persyaratan sesuai dengan permintaan dari partai. Sapuan sendiri tidak bisa hadir karena ada kesibukan lain di Jakarta. Ia yakin NasDem akan selektif dan objektif menjaring calon bupati. Sapuan sudah menyetakan kesiapannya untuk memenuhi semua ketentuan yang diinginkan oleh NasDem.
‘’Kami dari keluarga sudah menyampaikan berkas sesuai keinginan dari Sapuan, yang jelas kita menunggu persetujuan dari partai, Sapuan menginginkan NasDem bersamanya kelak,’’ tutup Zulfani.(jar)

Wismen Redup, Busril Siap Gandeng Sabar
METRO – Wismen A Razak yang sempat menggebu-gebu akan maju sebagai bakal calon bupati, belakangan mulai meredup. Isunya salah seorang pengurus pusat NasDem ini menunda rencananya tersebut. Namun bukan berarti NasDem tidak menyiapkan kadernya untuk berlaga pada Pilkada kelak. Kabarnya ketua DPD NasDem Mukomuko yang juga salah seorang anggota DPRD Mukomuko, Busril siap maju, bahkan ia sudah menetapkan berpasangan dengan mantan ketua DPRD Mukomuko, H. Paulus Sabar Sudio, S.Sos.
Ditemui di sekretariat NasDem Mukomuko, Busril mengakui sudah mendaftar sebagai salah satu bakal calon bupati di NasDem. Ia niat maju bukan karena ada alasan tertentu, melainkan lantaran merasa sudah siap. Anggota Komisi I ini juga mengakui jika memang mendapat restu dari partai, ia akan berpasangan dengan Sabar. Partai lain yang juga bakal diupayakannya bisa memberi dukungan, diantaranya Hanura, juga beberapa partai lain. Ia tidak muluk-muluk, mencari dukungan partai sesuai syarat yang diminta KPU saja.
‘’Kalau nanti partai mendukung, kita serius akan maju pada Pilkada, NasDem ada 3 kursi, artinya kami hanya mencari dukungan 2 kursi lagi, Hanura sudah kita lobi. Pasangan sudah kita tetapkan, pak Sabar,’’ katanya.
Lanjutnya, terkait dengan peluangnya diusung NasDem, Busril mengakui sama dengan kandidat lain yang mendaftar ke NasDem. Karena seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari kabupaten hingga pusat. Ia juga mengklaim sudah siap secara finansial dan mental untuk bersaing dengan calon lain, merah dukungan dari partai, ataupun mendapat dukungan dari masyarakat.
‘’Kita sekarang berjuang dulu, untuk mendapar restu dari partai, jika memungkinkan kita sangat siap, kita sudah memahami bagaimana kerasnya persaingan pada Pilkada kelak,’’ tutupnya.(jar)

Selisih 1 Suara Jadi Bupati, Persaingan Bakal Lebih Sengit
METRO – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar Desember kelak bakal lebih sengit. Masing-masing kandidat akan berjuang habis-habisan untuk mengalahkan lawan-lawannya. Siapa yang memperoleh suara terbanyak, maka ia akan memimpin Mukomuko untuk 5 tahun mendatang. Sebab berdasarkan undang-undang terbaru Pilkada, hasil revisi Perppu, pemilihan hanya 1 putaran saja. Suara terbanyak akan keluar sebagai pemenang walau hanya lebih 1 suara dari lawannya.
Salah seorang tokoh masyarakat Mukomuko yang juga dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan Pilkada kali ini warna politiknya bakal lebih ramai. Sejak awal persaingan bakal panas, karena setiap calon ingin meraih dukungan maksimal. Mereka tidak lagi menargetkan berapa persen, sebab tidak ada batasan angka aman, yang jadi target mereka bagaimana bisa meraih dukungan lebih banyak dari calon lain. Satu suara saja akan menentukan nasib masing-masing untuk berikutnya.
‘’Aturannya adalah suara terbanyak, Pilkada tidak lagi menggunakan sistem dua putaran. Maka mau tidak mau persaingan bakal lebih sengit, sebab satu suara menentukan status para calon,’’ katanya.
Lanjutnya, pengawasan perlu ditingkatkan pada Pilkada kelak, karena untuk mencapai tujuan, kandidat atau tim pendukungnya bisa berbuat lebih nekad lagi. Peluang pelanggaran paling banyak adalah praktek money politik atau pengerahan dukungan oleh atasan kepada bawahannya, diantaranya adalah melibatkan PNS dalam politik. Selain itu juga politik hitam lain yang dapat mencidrai demokrasi yang diinginkan masyarakat.
‘’Jelas Pilkada akan lebih rawan terhadap dugaan pelanggaran dan sebagainya, maka harus betul-betul melakukan pengawasan dengan maksimal, masyarakat perlu bijak dan menolak calon yang membuat pelanggaran,’’ tegasnya.
Masih Hamdani, Pilkada kali ini harus menghasikan pemimpin yang betul-betul lebih baik lagi dan profesional dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Sehingga tujuan pembangunan yang dicita-citakan tercapai. Masyarakat harus menolak pemberian dari calon yang sifatnya money politik, karena calon yang berani bayar, niatnya diragukan setelah terpilih kelak.
‘’Masyarakat harus lebih cerdas, kita butuh bupati yang bisa membangun daerah, jangan malah bupati yang memanfaatkan kekuasaannya untuk menindas atau mengayakan diri semata,’’ tutupnya.(jar)


Dapat Sinyal Dari Gerindra, Burhandari Giat Blusukan
METRO – Burhandari, S.Pd, M.Si adalah salah satu dari kandidat bupati Mukomuko yang diprediksi banyak pihak bakal menjadi pesaing berat bagi Choirul Huda, SH, Sapuan, SE,Ak,MM,CA dan kandidat lainnya. Ia punya modal awal, dikenal oleh masyarakat Mukomuko, karena selama menjabat  sebagai anggota DPRD Mukomuko dan dewan Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko, ia dianggap bisa mengemban amanah yang diberikan. Maka wajar Gerindra turut mencantumkan profilnya ke pusat untuk diusung sebagai calon bupati bersamaan dengan kandidat lainnya.
Bersamaan dengan itu, sejak beberapa waktu lalu Burhandari yang sudah mendapat pengakuan  dari PKS, mulai bergerak aktif membangun kekuatan di tengah masyarakat. Untuk Dapil III, sudah digarapnya secara total, semua kecamatan telah didatangi. Juga ia telah belukan di Dapil II dari jauh-jauh hari. Dalam waktu dekat, Burhandari mulai serius merapat ke Dapil I, ia akan mendatangi setiap kecamatan untuk menyampaikan pamitan pada masyarakat.
Dikatakan Burhandari, ia akan berjuang secara maksimal untuk mendapat pangakuan dari partai politik. Harapannya semua partai bisa menetapkan kandidat bupati secara objektif dan selektif. Gerindra merupakan salah satu partai yang ditargetkannya bisa bersama-sama pada Pilkada kelak. Karena partai berlambang kepala Garuda merupakan partai pemenang pemilu yang dipastikan memiliki massa pendukung cukup banyak.
‘’Mudah-mudahan saja semuanya berjalan lancar, yang jelas kita siap berjuang untuk memenangi Pilkada, kami segera bergerak ke Dapil I untuk turing menyampaikan maksud dan tujuan menuju Pilkada kelak. Mudah-mudahan Gerindra bisa memberi dukungannya kepada kita,’’ kata Burhandari.
Burhandari menargetkan dukungan penuh dari partai koalisi merah putih. Dalam hal ini  Gerindra, PKS, PAN, PPP dan Demokrat. Jika tidak seluruhnya ia hanya butuh tambahan dukungan 3 kursi dewan lagi. Selain itu saat ini tim seleksi Cawabup juga sudah mulai bergerak, ada beberapa nama bakal kandidat yang masuk dalam pantauan dan tengah dikaji lebih jauh.
‘’Kita berusaha maksimal untuk mendapat pengakuan dari partai, sebetulnya 3 kursi sudah cukup untuk mendaftar ke KPU ditambah dengan 2 kursi PKS. Kalau memang memungkinkan kita ingin bersama dengan seluruh partai merah putih,’’ tutupnya.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...