Thursday, 4 September 2014
Isak Tangis Warnai Pelepasan 137 CJH
//Bup : Berangkatlah Dengan Tulus dan Ikhlas
METRO – Sesuai rencana semula, Kemarin sekitar Pukul 10.10 WIB, Bupati Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM melepas secara resmi Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mukomuko menuju asrama haji Bengkulu sebelum diterbangkan ke Jeddah. Keberangkatan para jamaah haji, diiringi isak tangis dan derai air mata dari keluarga yang beramai-ramai datang melepas kepergian mereka ke tanah suci untuk melaksanakan rukun islam ke 5.
Ikut hadir dalam acara pelepasan ini, Wakil Bupati, Choirul Huda, SH, Ketua sementara DPRD Kabupaten Mukomuko, Armansyah, ST bersama anggota dewan lain, Kajari Mukomuko, Azhari, MH, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0423/BU, Mayor. Inf. Deksi Van Toni, SH, MM, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik, Kakanmenag Mukomuko, Drs. H Zainal Abidin, MH, para Asisten, Kabag, Kakan, Kaban, Kadis dan para undangan lainnya.
Jalannya acara, sejak pagi para jamaah dengan diantar langsung oleh keluarganya mulai berdatangan ke rumah dinas bupati. Kemacetanpun sempat terjadi di sekitar lampu merah, karena ratusan kendaraan keluarga jamaah berdatangan. Namun pihak kepolisian dari Polres Mukomuko sigap mengatasi kemacetan dibantu oleh petugas perhubungan dan Satpol PP. Usai pelepasan oleh bupati, secara bergantian para jamaah menuju kendaraan angkutan khusus yang sudah disiapkan. Pada saat inilah suasana haru mulai terasa, pihak kelurga berdesakan mengantar jamaah ke mobil, air matapun tampak berurai mengiringi kepergian CJH. Suasana sama juga terjadi di Kecamatan Ipuh, di lokasi 41 jamaah yang juga dilepas secara resmi.
Bupati dalam sambutannya berpesan agar seluruh JCH berangkat dalam keadaan tulus dan ikhlas dengan fokus terhadap rangkaian haji yang yang dilakukan. Sehingga nantinya menjadi haji yang mabrur. Bupati juga berharap para jamaah mendoakan keluarga yang tinggal dan Kabupaten Mukomuko agar terus maju.
‘’Kami dari pemerintah daerah selalu mendoakan semoga para jamaah selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan kembali ke lagi ke daerah dengan haji yang mabrur,’’ ujar Bup.
Ichwan juga berpesan agar semua JCH selalu menjaga kekompakan dan saling melindungi satu sama lainnya. Kemudian mengikuti segala arahan dari pimpinan serta mengikuti ketentuan dari pengurus. Karena semua itu merupakan ujian dalam memperoleh gelar haji yang mabrur.
‘’Memang akan banyak rintangan dan halangan yang bakal dilalui nantinya. Dan itu semata-mata hanyalah ujian yang harus dilewati agar dapat memperoleh haji yang mabrur. Untuk itu, hendaknya jamaah selalu dapat bersama dan menjaga kesehatan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian haji yang dilakukan,’’ pesan Bup.
Kepala Kantor Kementerian Agama (kakanmenang) Kabupaten Mukomuko, Zainal Abidin menyebutkan hal senada. Dimana dari asrama haji nanti, para jamaah harus mulai menyesuaikan dan membiasakan diri. Kemudian dapat selalu menjaga kesehatan. Karena siang ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terakhir sebelum diberangkatkan menuju Bandara Internasional Minang Kabau malam ini dan langsung menuju ke Jeddah.
‘’Kita doakan semoga tidak ada jamaah dari Kabupaten Mukomuko gagal berangkat lantaran terkendala dalam pemeriksaan kesehatan besok (hari ini, red). Untuk itu para jamaah harus dapat menjaga kesehatan dengan baik agar dapat menunaikan segala rangkaian haji dengan baik. Dan menjadi haji yang mabrur,’’ tutur Zainal.(dum)
Wednesday, 3 September 2014
Pilkada Berpeluang, Hanya 2 Pasang Calon
METRO – Seiring dengan makin dekatnya persiapan pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Pilkada), bakal kandidat calon bupati (Cabup) Mukomuko yang awalnya sempat bermunculan, bersangsur tersaring dengan alami. Bahkan isu terakhir calon kuat kandidat bupati yang diprediksi benar-benar siap maju hanya 3 orang, bahkan bisa jadi akan terjadi persaingan dua kandidat cabup saja.
Yang sudah hampir dipastikan maju adalah Sapuan, SE, Ak, MM, dan Choirul Huda, SH. Calon yang ketiga diisukan juga sudah matang adalah Ir. H Gafrie Zainuddin, karena beberapa waktu lalu ia sudah mendeklarasikan diri. Namun bisa jadi gagal, sebab Gefrie disebut-sebut sebagai kandidat kuat karateker atau Plt bupati menggantikan Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM dan Huda, karena harus mundur untuk maju sebagai kontestan pemilihan Gubernur atau Bupati. Jika ini terjadi maka ada peluang, panasnya persaingan Pilpres antara Prabowo dan Jokowi bakal terulang di Kabupaten Mukomuko, yaitu antara Huda dan Sapuan.
Sedangkan, Hj. Rosna Ichwan yang sudah nyaman di DPRD Provinsi sejauh ini belum ada kepastian pencalonannya. Apalagi isu terakhir yang berkembang, PAN lebih mengarah pada Choirul Huda. Begitupun dengan Wismen A Razak, Burhandari, S.Pd, M.Si, Ir. Edi Nevian, Mahyudin Yacub, Rifa’i Amir dan beberapa kandidat lainnya. Meski masing-masing mengklaim sudah siap maju, sejauh masyarakat masih meragukan keseriusan mereka. Pasalnya belum ada aksi nyata yang meyakinkan jika mereka benar-benar punya kesiapan dan kemampuan untuk menghadapi kerasnya persaingan untuk menduduki BD 1 N.
‘’Seperti yang saya katakan sejak awal, tidak akan banyak kandidat yang benar-benar siap maju. Awalnya kita melihat paling banyak 5, kemudian mengerut jadi 4. Sekarang malah ada 2 atau 3 saja yang betul-betul diprediksi sudah siap. Yang lain mungkin ada yang maju, tapi kita masih ragu,’’ kata tokoh Mukomuko sekaligus Dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskan, Hamdani melihat kesiapan seseorang itu dari banyak sisi, seperti dari ketokohannya, dari tanggapan masyarakat dan juga kesiapan materi dan partai pengusung. Edi Nevian mungkin cukup dikenal, yang membuat orang ragu adalah statusnya sebagai PNS, apa mungkin siap melepas pekerjaan tersebut. Juga Buhandari, Jhon Yacub dan yang lainnya, apa mungkin mereka benar-benar akan maju sebagai bupati, untuk wakil bupati kemungkinan bisa terjadi.
‘’Jangan salah kalau masyarakat belum begitu yakin, sebab mencalon bupati ada aturan dan kriteria harus dipenuhi. Kenapa Sapuan, Huda dan Gafrie dianggap serius, karena arah yang mereka lakukan sudah terbaca,’’ tutupnya.(jar)
Cabup Tak Perlu Cari Perhatian Warga
POLITIK RM – Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah tengah dalam pembahasan alot anggota DPR RI. Peluang pemilihan dilakukan serentak pada bulan Oktober dan dipilih oleh anggota DPRD cukup besar. Pasalnya sebagian besar anggota Pansus RUU Pilkada ini berasal dari koalisi merah putih yang sejak awal dikenal menyetujui aturan baru pemilihan tersebut. Artinya dengan aturan yang baru ini, bakal kandidat bupati Mukomuko yang sejak awal sudah mulai mencari perhatian masyarakat tidak akan banyak membantu.
Disampaikan salah seorang tokoh Mukomuko, H. Tarmizi pemilihan langsung serentak oleh dewan jauh beda dengan pemilihan oleh masyarakat. Bisa jadi pemilihan sangat simple dan kandidat cukup mendaftar sebagai calon dan melobi masing-masing parpol untuk mengarahkan dewannya memberi dukungan. Aksi kampanye di tengah masyarakat tidak akan ada artinya. Kalau melihat dari anggota tim yang membahas aturan Pilkada ini, diyakini pilkada serentak akan terjadi.
‘’Kita melihatnya demikian, kalau betul-betul dipilih oleh dewan, maka tidak berguna aksi kandidat yang sudah mulai mencari perhatian dari masyarakat. Cukup siapkan syarat dan anggaran secukupnya, pemilihan oleh dewan, kuncinya dengan pimpinan parpol,’’ kata Tarmizi.
Lanjutnya, pemilihan langsung dan tidak langsung ada keuntungan dan ruginya. Bagi kandidat yang dekat dengan rakyat dan sudah dikenal baik oleh warga, ada baiknya pemilhan secara langsung. Bagi politisi yang vocal dan senior dalam melobi, tentu peluang menang lebih besar saat pemilihan dilakukan oleh anggota dewan. Bagi masyarakat sendiri, tentu mereka ingin ikut menentukan bupatinya.
‘’Sebetulnya kalau bagi kita masyarakat ini, pemilihan langsung oleh rakyat lebih diuntungkan, karena ikut secara langsung menentukan calonnya. Juga bagi sebagian calon yang sudah banyak berbuat di tengah masyarakat,’’ tutupnya.(jar)
Jelang pilkada Sapuan Naik Haji
POLITIK RM – Calon Bupati Mukomuko, Sapuan, SE, Ak,MM akan berangkat ke tanah suci Mekkah, untuk menjalankan rukun iman yang ke 5, naik haji bersamaan dengan jamaah Indonesia lainnya. Ia terdaftar sebagai jamaah di Jakarta. Apakah ada hubungannya keberangkatan Sapuan ke Mekkah dengan persiapan menghadapi pilkada 2015 kelak.
Diminta langsung tanggapannya, Sapuan mengaku ini adalah kewajiban yang harus ia lakukan sebagai umat islam, karena kebetulan ia merasa diberi kemampuan oleh yang maha kuasa untuk menjalankan ibadah di tanah suci. Sapuan mengaku niat ini sudah ada sejak lama, bahkan 4 tahun lalu ia sudah mendaftarkan diri ke salah satu biro perjalanan haji di Jakarta, namun baru mendapat giliran pada tahun ini.
‘’Ini izin dari Allah SWT, kami sudah mendaftar akan berangkat ke Mekkah sejak 4 tahun lalu, baru mendapat giliran sekarang. Tidak ada hubungan dengan politik dan sebagainya, naik haji bukan bisa dilakukan kapan saja, tapi prosesnya panjang,’’ kata Sapuan.
Sapuan berharap keberangkatannya ke Mekkah mendapat berkah dari yang maha kuasa. Ia mohon doa dan restu dari masyarakat Mukomuko, untuk menjalankan panggilan agama ini. Terus apa permintaannya di Mekkah kelak? Sapuan mengaku minta terus diberi perlindungan bagi dirinya dan keluarga, juga bagi masyarakat Mukomuko bisa lebih maju dan sejahtera.
‘’Permintaan semua kita sama, mohon dilindungi yang kuasa, sukses dalam setiap pekerjaan, kawan-kawan bisa sukses, masyarakat sejahtera dan diberi rasa aman,’’ tutup Sapuan.(jar)
Yang sudah hampir dipastikan maju adalah Sapuan, SE, Ak, MM, dan Choirul Huda, SH. Calon yang ketiga diisukan juga sudah matang adalah Ir. H Gafrie Zainuddin, karena beberapa waktu lalu ia sudah mendeklarasikan diri. Namun bisa jadi gagal, sebab Gefrie disebut-sebut sebagai kandidat kuat karateker atau Plt bupati menggantikan Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM dan Huda, karena harus mundur untuk maju sebagai kontestan pemilihan Gubernur atau Bupati. Jika ini terjadi maka ada peluang, panasnya persaingan Pilpres antara Prabowo dan Jokowi bakal terulang di Kabupaten Mukomuko, yaitu antara Huda dan Sapuan.
Sedangkan, Hj. Rosna Ichwan yang sudah nyaman di DPRD Provinsi sejauh ini belum ada kepastian pencalonannya. Apalagi isu terakhir yang berkembang, PAN lebih mengarah pada Choirul Huda. Begitupun dengan Wismen A Razak, Burhandari, S.Pd, M.Si, Ir. Edi Nevian, Mahyudin Yacub, Rifa’i Amir dan beberapa kandidat lainnya. Meski masing-masing mengklaim sudah siap maju, sejauh masyarakat masih meragukan keseriusan mereka. Pasalnya belum ada aksi nyata yang meyakinkan jika mereka benar-benar punya kesiapan dan kemampuan untuk menghadapi kerasnya persaingan untuk menduduki BD 1 N.
‘’Seperti yang saya katakan sejak awal, tidak akan banyak kandidat yang benar-benar siap maju. Awalnya kita melihat paling banyak 5, kemudian mengerut jadi 4. Sekarang malah ada 2 atau 3 saja yang betul-betul diprediksi sudah siap. Yang lain mungkin ada yang maju, tapi kita masih ragu,’’ kata tokoh Mukomuko sekaligus Dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskan, Hamdani melihat kesiapan seseorang itu dari banyak sisi, seperti dari ketokohannya, dari tanggapan masyarakat dan juga kesiapan materi dan partai pengusung. Edi Nevian mungkin cukup dikenal, yang membuat orang ragu adalah statusnya sebagai PNS, apa mungkin siap melepas pekerjaan tersebut. Juga Buhandari, Jhon Yacub dan yang lainnya, apa mungkin mereka benar-benar akan maju sebagai bupati, untuk wakil bupati kemungkinan bisa terjadi.
‘’Jangan salah kalau masyarakat belum begitu yakin, sebab mencalon bupati ada aturan dan kriteria harus dipenuhi. Kenapa Sapuan, Huda dan Gafrie dianggap serius, karena arah yang mereka lakukan sudah terbaca,’’ tutupnya.(jar)
Cabup Tak Perlu Cari Perhatian Warga
POLITIK RM – Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah tengah dalam pembahasan alot anggota DPR RI. Peluang pemilihan dilakukan serentak pada bulan Oktober dan dipilih oleh anggota DPRD cukup besar. Pasalnya sebagian besar anggota Pansus RUU Pilkada ini berasal dari koalisi merah putih yang sejak awal dikenal menyetujui aturan baru pemilihan tersebut. Artinya dengan aturan yang baru ini, bakal kandidat bupati Mukomuko yang sejak awal sudah mulai mencari perhatian masyarakat tidak akan banyak membantu.
Disampaikan salah seorang tokoh Mukomuko, H. Tarmizi pemilihan langsung serentak oleh dewan jauh beda dengan pemilihan oleh masyarakat. Bisa jadi pemilihan sangat simple dan kandidat cukup mendaftar sebagai calon dan melobi masing-masing parpol untuk mengarahkan dewannya memberi dukungan. Aksi kampanye di tengah masyarakat tidak akan ada artinya. Kalau melihat dari anggota tim yang membahas aturan Pilkada ini, diyakini pilkada serentak akan terjadi.
‘’Kita melihatnya demikian, kalau betul-betul dipilih oleh dewan, maka tidak berguna aksi kandidat yang sudah mulai mencari perhatian dari masyarakat. Cukup siapkan syarat dan anggaran secukupnya, pemilihan oleh dewan, kuncinya dengan pimpinan parpol,’’ kata Tarmizi.
Lanjutnya, pemilihan langsung dan tidak langsung ada keuntungan dan ruginya. Bagi kandidat yang dekat dengan rakyat dan sudah dikenal baik oleh warga, ada baiknya pemilhan secara langsung. Bagi politisi yang vocal dan senior dalam melobi, tentu peluang menang lebih besar saat pemilihan dilakukan oleh anggota dewan. Bagi masyarakat sendiri, tentu mereka ingin ikut menentukan bupatinya.
‘’Sebetulnya kalau bagi kita masyarakat ini, pemilihan langsung oleh rakyat lebih diuntungkan, karena ikut secara langsung menentukan calonnya. Juga bagi sebagian calon yang sudah banyak berbuat di tengah masyarakat,’’ tutupnya.(jar)
Jelang pilkada Sapuan Naik Haji
POLITIK RM – Calon Bupati Mukomuko, Sapuan, SE, Ak,MM akan berangkat ke tanah suci Mekkah, untuk menjalankan rukun iman yang ke 5, naik haji bersamaan dengan jamaah Indonesia lainnya. Ia terdaftar sebagai jamaah di Jakarta. Apakah ada hubungannya keberangkatan Sapuan ke Mekkah dengan persiapan menghadapi pilkada 2015 kelak.
Diminta langsung tanggapannya, Sapuan mengaku ini adalah kewajiban yang harus ia lakukan sebagai umat islam, karena kebetulan ia merasa diberi kemampuan oleh yang maha kuasa untuk menjalankan ibadah di tanah suci. Sapuan mengaku niat ini sudah ada sejak lama, bahkan 4 tahun lalu ia sudah mendaftarkan diri ke salah satu biro perjalanan haji di Jakarta, namun baru mendapat giliran pada tahun ini.
‘’Ini izin dari Allah SWT, kami sudah mendaftar akan berangkat ke Mekkah sejak 4 tahun lalu, baru mendapat giliran sekarang. Tidak ada hubungan dengan politik dan sebagainya, naik haji bukan bisa dilakukan kapan saja, tapi prosesnya panjang,’’ kata Sapuan.
Sapuan berharap keberangkatannya ke Mekkah mendapat berkah dari yang maha kuasa. Ia mohon doa dan restu dari masyarakat Mukomuko, untuk menjalankan panggilan agama ini. Terus apa permintaannya di Mekkah kelak? Sapuan mengaku minta terus diberi perlindungan bagi dirinya dan keluarga, juga bagi masyarakat Mukomuko bisa lebih maju dan sejahtera.
‘’Permintaan semua kita sama, mohon dilindungi yang kuasa, sukses dalam setiap pekerjaan, kawan-kawan bisa sukses, masyarakat sejahtera dan diberi rasa aman,’’ tutup Sapuan.(jar)
Tuesday, 26 August 2014
Sapuan Mulai Bangun Kekuatan Politik
METRO – Diam-diam Sapuan, SE, MM, Ak salah satu calon bupati terkuat Kabupaten Mukomuko mulai membangun kekuatan. Buktinya, belakangan ini, Sapuan yang diketahui selaku pengusaha sukses di Jakarta mulai aktif bergerak di tanah kelahirannya Kabupaten Mukomuko. Kemarin, ia dikabarkan mengunjungi beberapa tokoh berpengaruh di Dapil III dan bersilaturahim dengan warga lainnya.
Selain itu, Sapuan juga diinformasikan sudah memiliki tim bayangan, anggotanya terdiri dari rekan-rekannya yang sama-sama berjuang pada Pilkada 2010 lalu. Selain itu juga ada tim keluarga yang setiap saat selalu aktif bergerak. Informasinya menjelang pemilihan Bupati 2015 Sapuan mulai banyak bergerak di Mukomuko.
Saat dihubungi, Sapuan mengakui sejak beberapa hari lalu sudah berada di Mukomuko. Namun ia menolak dikatakan sudah mulai berkampanye atau fokus pada persiapan pilkada. Kepulangannya ke Mukomuko, karena banyak pekerjaan yang harus ia lakukan, selain itu juga memenuhi undangan dari beberapa kelompok masyarakat. Sapuan kembali mengingatkan, agar masyarakat untuk saat ini tetap fokus dengan pekerjaan masing-masing dan memberi dukungan kepada pemerintah sekarang sampai akhir.
‘’Ya sekarang saya sedang berada di rumah, siang tadi (kemarin red) ada kegiatan di Ipuh,’’ kata Sapuan.
Novesta Herman yang merupakan orang dekat Sapuan, juga mengakui jika saat ini Sapuan sedang berada di Mukomuko. Kepulangannya dalam rangka silaturahim dengan masyarakat dan juga banyak pekerjaan lain. Sebab selain memiliki usaha di luar daerah, Sapuan juga punya usaha di Mukomuko yang setiap saat harus dipantaunya. Terkait dengan persiapan menghadapi pilkada, Herman mengakui, Sapuan sudah membahas rencana tersebut. Namun untuk saat ini ia belum fokus dengan politik, karena banyak pekerjaan yang harus ia lakukan. Terhadap bantuan ambulance dan mobil operasional Sapuan yang diturunkan Sapuan, menurutnya merupakan hal biasa. Sapuan sejak lama sudah dekat dengan masyarakat, meski sukses di Jakarta, Sapuan tidak lupa berbagi dengan warga di tanah kelahirannya.
‘’Kebetulan sejak beberapa hari lalu Sapuan ada di Mukomuko, ia menerima undangan dari masyarakat dan juga banyak tugas lain di tanah kelahirannya. Soal bantuan yang diturunkan, warga sudah tahu, tidak ada hubungannya dengan politik. Sapuan rutin berbagi kepada warga sejak lama,’’ tutup Herman.(jar)
Pemilihan Bupati Kemungkinan Oleh Dewan
POLITIK RM – Calon bupati dan masyarakat yang aktif memperhatikan perkembangan politik sebaiknya menunggu keputusan akhir dari pusat. Pasalnya peluang bupati dipilih langsung oleh rakyat dengan dipilih langsung oleh dewan masih sama. Saat ini sedang dikebut pembahasan di tingkatkan pusat, UU Pilkada di tingkat kabupaten-kota dapat digelar melalui perwakilan di DPRD.
Jika pemilihan oleh DPRD, maka dilakukan pada 2 masa transisi, masa transisi pertama yakni pemilu kepala daerah terjadi pada 2015 untuk daerah-daerah di Indonesia dengan masa jabatan kepala daerah yang berakhir jabatannya pada 2015 dan 2016, dimana terdapat sekitar 240 kepala daerah. Kemudian pada masa transisi kedua untuk daerah-daerah dengan masa jabatan berakhir tahun 2017 sampai 2019 yang berjumlah sekitar 250 kepala daerah serta pilkada baru dilakukan pada tahun 2018.
Ada beberapa pertimbangan yang kemungkinan besar dilakukan pemilihan oleh DPRD. Dimana selama pelaksanaan Pilkada bupati-walikota secara langsung menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Catatan terakhir menunjukkan sedikitnya 100 orang meninggal akibat pemilihan langsung, selain itu juga ada sedikitnya 330 kepala daerah terlibat korupsi dan kasus hukum lainnya. Selain itu banyak bupati dan wali kota sulit diajak kerja sama dengan gubernur karena merasa dipilih langsung oleh rakyat.
Menanggapi hal ini, salah seorang calon kuat bupati Mukomuko, Sapuan, SE, MM, Ak mengakui belakangan ia aktif mengikuti perkembangan pembahasan UU Pilkada. Info terbaru, sekarang aturan ini dikebut pembahasannya agar kelar dalam masa pemerintahan SBY. Itu pula yang sekarang tengah ia persiapkan, sebab antara pemilihan langsung dengan pemilihan oleh dewan jauh berbeda.
‘’Itu memang sedang dibahas di pusat, kita menunggu dulu. Sebab jauh beda aura politiknya antara pemilihan langsung dengan pemilihan oleh dewan. Pada kawan-kawan dan masyarakat saya selalu pesankan, kita menungu dan melihat aturan terbaru kelak,’’ kata Sapuan.
DPR sudah menyetujui gagasan pihak pemerintah bahwa pilkada di seluruh Indonesia 2015 akan dilakukan serentak pada Oktober 2015.
"Pilkada serentak sudah disepakati sekitar Oktober 2015. Yang belum disepakati itu apakah dilakukan pilkada langsung atau tidak langsung (pemilihan oleh anggota DPRD, red)," ujar anggota Komisi II DPR Agus Purnomo kepada JPNN di Jakarta, kemarin (25/8).(jar)
Huda Didukung Pemuda Air Rami
POLITIK RM – Kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Choirul Huda, SH untuk maju sebagai bupati Mukomuko tak diragukan lagi. Dukungan demi dukungan terus diterimanya dari berbagai kelompok masyarakat. Kali ini ia mendapat dukungan dari tokoh pemuda perbatasan yaitu Kecamatan Air Rami. Dimana Huda dianggap paling layak dan pantas memimpin Mukomuko ke depan dengan modal pengalaman dan juga perhatian yang sudah diberikan kepada masyarakat sejak awal.
Seperti disampaikan Abdul Gani, S.Pdi untuk mencapai kemajuan yang sempurna bagi Mukomuko, butuh pemimpin yang ideal dan punya kemampuan lebih. Kriteria tersebut ada pada Choirul Huda yang sekarang menjabat sebagai wakil bupati Mukomuko. Huda dikenalnya sebagai sosok yang merakyat dan peduli dengan masyarakat kecil, maka selayaknya dukungan diberikan sebagai bupati mendatang.
‘’Beliau pemimpin yang rendah hati dan merakyat, ini nilai plus sebagai calon pemimpin ideal untuk Mukomuko mendatang. Khusus di Air Rami diyakininya Huda akan mendapat dukungan penuh, sebab warga merindukan sosok pemimpin seperti beliau,’’ kata Gani.
Lebih jauh aktivis muda yang juga adalah penasehat Persatuan Mahasiswa Kecamatan Air Rami ini, mengatakan banyak percakapan di berbagai tempat di Air Rami menyatakan Huda adalah sosok yang ideal. Warga Air Rami juga mulai mengarahkan pilihannya kepada Huda sebagai bupati mendatang. Ia sendiri menyatakan memberi dukungan kepada Huda.
‘’Kami memberi dukungan kepadanya, bahkan tokoh Air Rami mulai ramai mengarahkan dukungan untuk pak Huda sebagai bupati kelak,’’ katanya.(jar)
Dukung Poling Calon Bupati di RM
POLITIK RM – Persaingan kandidat calon bupati Kabupaten Mukomuko melalui poling Radar Mukomuko makin sengit. Selain mengalirnya dukungan dari pendukung masing-masing, juga jumlah kandidat yang diinginkan pendukungnya untuk mencalonkan diri juga berdatangan. Terakhir nama pendatang baru, adalah Ahmad Setiabudi, M.Psi, Wismen A Razak dan Burhandari, S.Pd, M.Si.
Untuk posisi teratas, persaingan ketat terus terjadi antara 4 kandidat kuat bupati, yaitu antara Sapuan, SE, MM, Ak, Mahyudin Yacub, Drs. Arnadi Pelam dan Choirul Huda, SH. Setiap saat dukungan untuk mereka terus bertambah, hingga posisi nomor 1, nomor 2 dan nomor 3 terus berputar setiap harinya.
Pembaca dan pendukung setia pasangan ini dapat terus mengirim dukungan ke Radar Mukomuko setiap hari kerja, caranya dapatkan poling di Koran Harian Radar Mukomuko setiap terbit, gunting dan isikan biodata serta nama kandidat yang didukung. Kabar baik lain bagi pengirim poling, setiap bulan akan dilakukan pengundian poling, mereka yang beruntung berhak atas uang tunai Rp 500 ribu untuk 2 orang.
Koordinator poling, Fitriani mengatakan poling ini untuk membuka peluang bagi masyarakat menunjukkan dukungannya kepada kandidat dan juga kedulian mereka terhadap calon pemimpin daerah. Warga dapat setiap saat menyampaikan poling dukungannya ke kantor RM, atau melalui kariawan RM yang ditemui. Bagi 2 orang pengirim poling yang beruntung, akan mendapat uang tunai Rp 250 ribu per bulan.
‘’Silahkan langsung kirim polingnya, setiap saat jumlah poling akan dihitung dan diundi,’’ tutupnya.(jar)
Dilirik Banyak Kandidat, Mujiono Direstui PDIP
POLITIK RM – Sosok Mujiono, S.IP mantan anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, yang sesaat lagi akan resmi dilantik sebagai anggota dewan Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko dari PDI Perjuangan, tak dipungkiri punya daya tarik tersendiri bagi para kandidat Calon kepala daerah (Cakada) Mukomuko. Selain ia dianggap bisa mewakil masyarakat Mukomuko darah Jawa, Mujiono juga punya kemampuan berpolitik yang tak perlu diragukan lagi. Kabarnya sejak beberapa waktu lalu, Mujiono sudah didekati oleh beberapa kandidat calon kuat bupati Mukomuko, untuk diajak berpasangan atau maju bersama-sama. Selain itu, Mujiono juga sudah mendapat restu dari partainya, yaitu PDI Perjuangan.
Dihubungi kemarin, Mujiono mengatakan untuk maju pada pilkada, ia belum berpikir terlalu jauh. Jika memang ia ditaktirkan maju, maka ia akan melakukannya. Sebab sementara ini, Mujiono ingin fokus menjalankan tugas selaku anggota dewam Provinsi untuk Mukomuko. Namun demikian, Mujiono yang belakangan diisukan bakal berpasangan dengan Sapuan, SE, MM, Ak mengaku banyak mendapat masukan dan juga ada ajakan dari tokoh Mukomuko untuk bersama-sama pada Pilbup.
‘’Kita lihat saja nanti, jika memang ditakdirkan maju, kita siap. Kalaupun tidak saya selaku dewan provinsi akan berusaha melakukan yang terbaik bagi daerah. Memang ada beberapa yang menghubungi saya, baik langsung atau melalui orang lain, mengajak bersama-sama,’’ kata Mujiono.
Soal kesiapannya sendiri, Mujiono mengklaim telah mendapat restu dari DPC dan DPD PDIP Provinsi Bengkulu. Dalam hal ini menjadi bupati bersama dengan parpol lain atau menjadi wakil bupati. Untuk menetapkan pasangan atau menerima tawaran berpasangan, Mujiono tidak mau gegabah. Ada berbagai kejian akan ia lakukan, sebab tergetnya adalah memenangi Pilkada, bukan sebatas meramaikan. Ia membuka peluang maju, lantaran Jokowi menjadi presiden Indonesia mendatang, yang diketahui juga dari PDIP.
‘’Kalau DPD dan DPC sudah mendukung, tinggal lagi yang perlu kita pertimbangkan, pasangan cocok atau tidak. Ikut pemilihan targetnya adalah menang, bukan meramaikan semata,’’ tutupnya.(jar)
Harga TBS, Harus Berdasarkan CPO, Cakang dan Inti Sawit
Dewan Minta Perusahaan Tak Rugikan Petani
METRO – Secara nasional, diakui terjadi penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dipengaruhi oleh turunnya harga minyak kelapa sawit mentah CPO dari yang sebelumnya Rp 6.700/kg menjadi Rp 6.550/kg. Harga minyak inti sawit (PKO) juga turun dari Rp 3.400/kg menjadi Rp 3.275/kg. Persoalannya, penurunan harga yang dilakukan oleh hampir semua pabrik CPO di Mukomuko diduga lebih jauh dibanding dengan daerah lain. Harga CPO dunia tidak bisa jadi alasan pabrik menjatuhkan harga TBS secara besar-besaran. Sebab, menurut anggota DPRD Mukomuko, keuntungan yang didapat pihak pabrik sawit dari TBS bukan hanya miyak CPO, tapi untung besar mereka raih dari cakang (PKO) dan Inti sawit (KOC). Selama ini dalam penetapan harga TBS, pihak pabrik melupakan itu semua, dan hanya berpatokan pada CPO.
Untuk diketahui di Provinsi Jambi berdasarkan data disalah satu situs website, harga TBS untuk sawit umur 3 tahun di pabrik masih Rp 1.231,43/kg, umur 4 tahun Rp 1.302,00/kg, umur 5 tahun Rp 1.362,91/kg, umur 6 tahun Rp 1.420,61/kg dan selanjutnya 7 tahun ke atas dengan harga berbeda. Intinya masih jauh lebih tinggi dengan harga di Mukomuko.
Salah seorang anggota dewan Mukomuko, Ir. Zulfahni menjelaskan perbandingan harga TBS Mukomuko dengan daerah lain memang perlu ditelusuri secara mendalam. Dalih pihak pabrik berpedoman dengan harga CPO tidak bisa diterima begitu saja, karena dari satu biji sawit itu banyak yang dihasilkan. Diantaranya yang paling dikenal, cakang dan inti, juga ada pendapatan lain perusahaan, berupa limbah dan kaul. Dan memang pada dasarnya, juga ada persentase penguapan lain.
‘’Kita jangan dibohongi begitu saja, perusahaan hanya menunjukkan nilai CPO, kemana cakang, inti dan hasil lain dari pengolahan sawit tersebut. Kalau di daerah lain, tidak ada yang dibuang dari satu batang pohon sawit tersebut, termasuk batang, lidi dan pelepahnya digunakan,’’ kata politisi asal Teramang Jaya ini.
Juga disampaikan oleh dewan lainnya, Fitri, SE dan Maskur dari PKB, persoalan harga TBS sudah sangat serius. Merupakan kewajiban bagi pihaknya selaku wakil rakyat di DPRD Mukomuko untuk membela para petani. Kedepannya masyarakat harus mengetahui secara detail perubahan harga TBS dan sistem penetapan oleh pihak pabrik.
‘’Masalah harga sawit ini sangat serius, kita harus melakukan pengkajian lebih jauh dan akan membahasnya sampai ada titik terang dari berbagai pihak terkait,’’ kata Maskur.
Ketua sementara DPRD Mukomuko, Armansyah, ST didamping Wisnu Hadi, SE dan dewan lainnya juga menyampaikan hal senada. Dalam hearing yang sudah disiapkan dengan pihak investor sawit nantinya, harus ada hasil yang pasti. Yang pasti sebelum itu, dewan harus punya bahan untuk dipertanyakan, terutama terkait dengan perbandingan harga di luar Mukomuko.
‘’Ini sudah kita agendakan, selain pihak pabrik kita juga akan libatkan pihak yang berkompeten dalam pengendalian harga lainnya. Hingga pertemuan itu ada hasil yang pasti,’’ tutupnya.(jar)
Panggil Bos Pabrik CPO
Anggota Dewan Langsung ‘’Singsing Lengan Baju’’
METRO – Agaknya, sementara ini masyarakat bisa sedikit menggantungkan harap pada 25 anggota DPRD Kabupaten Mukomuko periode 2014-2019 yang baru saja dilantik. Angin segar keberpihakan mereka kepada rakyat terlihat dari semangat dan responnya pada berbagai persoalan ditengah masyarakat. Kemarin, hari pertama masuk kerja mereka langsung ‘’sising lengan baju’’, dimana untuk yang pertama dalam waktu dekat dewan akan memannggil seluruh investor, terkhusus pimpinan pabrik Tandan Buah Segar (TBS). Hal ini menyikapi murahnya harga buah sawit dan antrian panjang truk sawit disetiap pabrik.
Ketua sementara DPRD Mukomuko, Armansyah, ST mengatakan penurunan harga TBS ini menjadi persoalan yang paling menyakiti masyarakat. Ini terbukti, TBS selalu menjadi topik utama pembicaraan ditengah masyarakat. Yang jadi pertanyaan besar, diluar Kabupaten Mukomuko, harga TBS ditingkat petani masih diatas Rp 1.000/kg. Untuk mengkonfirmasi harga dan mempertanyakan antrian panjang di setiap pabrik, maka mereka akan mengundang seluruh bos pabrik CPO.
‘’Yang jelas untuk pertama kita akan undang semua pimpinan pabrik, kita ingin minta penjelasan dari mereka, mengapa harga sawit di daerah ini selalu jatuh. Juga mengapa antrian panjang selalu menghiasai pabrik hingga ke jalan raya,’’ kata Armansyah diamini oleh calon Waka II, Khusairi.
Senada disampaikan anggota dewan lainnya, Fitri, SE masyarakat mencurigai ada permainan harga yang sengaja dilakukan oleh pihak pabrik di kabupaten ini. Sebab isu yang mereka dapat, harga TBS di kabupaten lain jauh lebih tinggi. Juga untuk antrian panjang di pabrik, harus ada jalan keluarnya. Semua itu akan mereka pertanyakan dengan jelas kepada pihak pabrik, hingga masyarakat tidak dirugikan. Sebab sebagian besar warga Mukomuko menggantungkan ekonomi mereka dengan sawit.
‘’Persoalan harga sawit dan pengolahannya harus kita telaah dengan jelas, jangan sampai komunitas utama pertanian Mukomuko ini tidak ada harganya. Maka kita ingin jawab pertanyaan warga itu dengan langsung memanggil pihak pabrik,’’ tegas Fitri yang diiyakan oleh Hermansyah, M.Kom dan Andy Suhari, SE, M.Pd.
Sekretaris DPRD Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, M.Hum terkait dengan agenda dewan pada tahap pertama menjelaskan, untuk pertama para wakil rakyat ini akan mengikuti pelatihan bersama di Jakarta dan juga selanjutnya di Bengkulu. Setelah itu mulai persiapan internal, dalam hal ini pembentukan perlengkapan dewan dan sebagainya. Terkait agenda untuk memanggil pihak pabrik dan agenda lain, menurut Bustari dapat dilakukan kapan saja oleh dewan.
‘’Kita menetapkan agenda sesuai protokoler dewan, untuk kegiatan mereka sebagai wakil rakyat, kapan saja bisa dilakukan,’’ tutup Bustari.(jar)
Investor Banyak Setoran, Maka Harga Sawit Anjlok?
//Dewan : Tudingan Negatif yang Perlu Diluruskan
METRO – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kerap turun menjelang atau setelah hari besar, seperti disaat lebaran, tahun baru atau momen besar lainnya. Apa hubungan harga TBS dengan hari besar? Beberapa pendapat menyebutkan, harga turun lantaran industri mengurangi produksi, atau karena pekerja pabrik mudik atau berlibur. Namun ada juga pendapat negatif yang tak diketahui pasti sumber dan kebenarannya. Yaitu tudingan, harga turun karena perusahaan banyak memberikan setoran kepada pejabat, aparat keamanan, anggota dewan ataupun lembaga lainnya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah, ST mengaku kerap mendengar tudingan demikian. Bahkan hampir sebagian besar petani atau pengelola sawit sering melontarkan tudingan negatif ini. Padahal penyebab sebenarnya kemungkinan besar bukan karena itu, namun alasan lain menyangkut dengan kegiatan produksi dan juga putaran ekonomi dunia lainnya.
‘’Prasangka negatif itu sudah ada sejak lama, saya sendiri dengar kata-kata harga turun karena perusahaan banyak diminta uang belanja oleh pejabat, aparat dan sebagainya. Padahal kemungkinan besar bukan karena itu,’’ kata Armansyah.
Untuk meluruskan prasangka negatif ini, ia minta pemda dalam hal ini melalui dinas perdagangan dan dinas terkait lainnya agar rutin mengumumkan di media, mengenai ketetapan harga yang berlaku dan alasannya. Juga dinas harus terus berkoordinasi dengan pihak pabrik dan perusahaan lainnya. Yang jelas saat hearing dengan bos-bos pabrik nanti, akan ditanyai langsung.
‘’Semestinya dinas rutin menyampaikan perkembangan harga dengan masyarakat, jangan sampai malah dinas sendiri tidak paham. Artinya peran mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya,’’ tegas Armansyah diamini dewan lainnya, Saili, S.IP dan Safaat.
Ini juga diperkuat oleh dewan lain, Andy Suhary, SE, M.Pd dan Suwarno menurutnya ini perlu ditelusuri dengan jelas. Bisa jadi apa yang dituding masyarakat ada faktanya, atau hanya isu yang tidak beralasan. Hingga kedepannya, semua bisa rukun dan saling menghargai. Masyarakat jelas kecewa, jika karena setoran ke pihak lain, harga produk mereka yang diturunkan.
‘’Memang prasangka itu sudah muncul sejak lama, padahal kita tahu perusahaan punya anggaran untuk sosial bahkan dana pendidikan, tidak masuk akal karena mengeluarkan dana, mereka menjatuhkan harga semaunya,’’ tutup Andy.(jar)
Seluruh Pemda Diminta Kendalikan Harga Sawit
IPUH - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang terus jatuh menjadi sorotan banyak pihak. Tak terkecuali bagi politisi Mukomuko yang duduk di DPRD Provinsi Bengkulu, Burhandari, S.Pd, M.Si. Ia mendesak pemerintah Provinsi Bengkulu bersama dengan pemerintah kabupaten turun secara langsung mengendalikan harga sawit di tingkat petani maupun pabrik. Karena dampak dari rendahnya harga sawit, sangat dirasakan oleh para petani.
Dijelaskannya, pemerintah daerah baik Kabupaten maupun Provinsi tidak boleh lepas tangan dengan harga TBS saat ini. Karena turunnya harga sudah menjadi bencana bagi para petani, apalagi di Mukomuko sawit menjadi andalan perekonomian masyarakatnya. Jika kondisi seperti ini terus menerus terjadi, maka dalam waktu singkat, angka kemiskinan di daerah ini akan kembali meningkat.
‘’Rakyat sangat tertekan dengan rendahnya harga sawit, maka pemda harus turun tangan melakukan tinjauan nilai jual TBS dan ikut mengendalikan harga ditingkat pabrik dan petani,’’ kata Burhandari.
Juga pemda Mukomuko diminta mempelopori pembentukan organisasi petani sawit. Organisasi ini nantinya diharapkan berperan memberi perlindungan terhadap petani sawit dari tekanan harga pabrik atau investor. Dan sudah saatnya pemda Mukomuko berpikir untuk kepentingan petani sawit, jika serius bertujuan mensejahterakan kehidupan rakyat. Kalau dibiarkan pihak investor mengendalikan seluruhnya, maka tudingan adanya permainan bisa menjadi kenyataan.
‘’Kebetulan kita baru saja merayakan HUT kemerdekaan, pemda meski berani mendeklarasikan kehidupan petani dari rendahnya harga jual TBS. Kapan lagi pemerintah berpikir serius terkait dengan kehidupan masyarakatnya,’’ tutur Burhandari.
Salah seorang tokoh masyarakat, Alazadini, SE juga meminta ada tindakan nyata dari pemerintah daerah dalam mengendalikan harga sawit. Sebab masyarakat sudah sangat menderita dengan jatuhnya nilai hasil kebun mereka. Ia yakin jika sawit terus turun, maka akan terjadi krisis ekonomi dikalangan petani Mukomuko. Yang mengherankannya, harga TBS di luar Mukomuko lebih tinggi.
‘’Perlu ada tindakan nyara dari pemerintah, kalau sekedar statemen tidak ada gunanya, buktinya kerja tim yang di SK gubernur saja tidak digubris pihak pabrik,’’ tutupnya.(jar)
Thursday, 21 August 2014
NasDem Pastikan Usung Wismen
POLITIK RM – DPD Partai NasDem Kabupaten Mukomuko, dipastikan mengusung Ir. Wismen A Razak, M.Si, selaku pengurus DPP NasDem sebagai bakal calon bupati. Pertimbangannya, Wismen dinilai mampu memajukan daerah kedepan. Untuk memperkuat barisan persiapan pemenangan Wismen, jajaran pengurus, simpatisan dan relawan partai NasDem akan memajang baliho disejumlah desa dari masing-masing dapil.
Kiprahnya di dunia politik, tak perlu diragukan lagi. Dia pernah menjabat sebagai Ketua KNPI, Ketua DPD PAN Mukomuko, hingga saat ini eksis di kepengurusan partai hingga ke tingkat pusat. Selain itu putra kelahiran Mukomuko, 6 Mei 1970 ini juga pernah menjadi Direktur LSM Topan RI.
Hal ini diakui Wismen, dirinya siap bersaing untuk menjadi calon kandidat bupati pada periode mendatang. Dia mengatakan, kesiapan itu juga mendapat dukungan penuh dari pengurus partai yang bakal dijadikan sebagai kereta pengusung.
‘’Kesiapan kita untuk maju sebagai calon bupati, tidak diragukan lagi. Tekat itu sudah bulat, karena kita memiliki niat untuk membangun daerah ini. Soal partai, kita pengurus partai mungkin memiliki peluang besar. Kesiapan kita untuk maju, juga berharap dukungan dari masyarakat, terutama doa restu,’’ kata alumni Pasca Sarjana Universitas Sudirman ini.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Mukomuko, Busril, melalui Sekretarisnya, Musfar Rusli, mengatakan penetapan Wismen sebagai bakal calon kandidat yang akan diusung partai NasDem untuk sementara ini sudah final. Menurut Musfar, penetapan berdasarkan hasil kesepakatan pengurus partai untuk mengutuskan calon bupati dari kader partai. Dia menyebutkan salah satu kader yang memiliki niat membangun dareah ini dan memiliki kesiapan maju adalah Wismen, karena dinilai potensi untuk memajukan daerah kedepan.
‘’Boleh dikatakan seratus persen partai NasDem akan mengusung Wismen, karena dia sosok yang potensial. Penetapan ini berdasarkan kesiapan dari penilaian kader partai yang siap menghadapi Pilbup mendatang,’’ ujar Musfar.
Keseriusan mengusung kandidat bupati, dia mengatakan akan melakukan pemajangan sejumlah baliho berukuran besar disetiap desa. Menurut Musfar, tujuan pemasangan baliho berbentuk gambar calon, terutama memperkenalkan kader partai yang bakal diusung. Selain itu, ia mengaku sebagai bentuk permohonan doa restu kepada masyarakat untuk memuluskan proses politik.
‘’Bentuk keseriusan kami dari NasDem, akan memasang baliho bakal calon di sejumlah desa dan kelurahan,’’ tutur Musfar.
Musfar menjelaskan, jelang pertarungan politik Pilbup, ditubuh NasDem akan melakukan re organisasi, mulai dari tingkat DPD hingga ke ranting. Dia mengakui fase-fase yang akan dilakukan bertujuan untuk memperkuat barisan jelang pemilihan berlangsung.
‘’Menghadapi pemilihan bupati ini, ada fase yang harus kita lakukan di tubuh partai yang tujuannya untuk memenangkan calon kandidat yang akan diusung. Perlu kita lakukan, karena persaingan politik pada Pilbup nanti akan lebih sengit lagi. Dengan demikian, kita himbau seluruh kader dan simpatisan dari berbagai dapil, untuk membentuk relawan yang siap bergabung secara bersama-sama kedepan,’’ imbuh Musfar.
Terkait dengan siapa pasangan yang akan mendampingi Wismen, belum ditetapkan. Menurut Musfar, sebelumnya akan dilakukan penyeleksian secara politis melalui sistem komunikasi langsung.
‘’Sampai sekarang belum ada kepastian, siapa akan mendampingi Wismen. Sebelumnya, kita akan melakukan audiensi langsung dengan beberapa nama yang dinilai berpotensi dan memiliki niat untuk maju. Sebagai persyaratannya, lebih difokuskan kepada kesamaan visi dan misi,’’ terangnya.
Selain itu, dia mengatakan atas nama partai NasDem mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh anggota dewan terpilih dan ucapan terima kasih kepada dewan yang telah berakhir masa tugasnya. Harapannya, kedepan bisa lebih fokus untuk bersama-sama membangun daerah ini.
‘’Bukti keseriusan partai NasDem untuk kemajuan daerah, juga akan membuka posko aspirasi dan pengaduan publik terhitung 1 September nanti. Dengan harapan kepada seluruh anggota dewan yang sudah dilantik, selama menjalani masa tugasnya nanti juga aspiratif dalam menanggapi aspirasi masyarakat,’’ demikian Musfar. (nek/prw)
Gedung DPRD Dipadati Warga
//Sambut Kehadiran Wakil Baru
METRO – Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Mukomuko untuk masa bakti 2014-2019 dan menonaktifkan anggota dewan periode 2009-2014, jauh beda dengan sidang-sidang sebelumnya, dimana acap kali ruang paripurna dihiasi kursi kosong. Diperkirakan sejak pagi kemarin, lebih dari seribu pasang mata hadir di gedung DPRD Mukomuko menyambut kehadiran wakil rakyat yang baru. Sebagian warga yang mayoritas keluarga dan pendukung dewan terpilih terpaksa ditampung di luar ruang paripurna yang sudah padat sejak awal. Juga semua unsur muspida dan pejabat yang tegabung dalam FKPD tampak hadir, meski tanpa kehadiran bupati yang punya tugas di luar. Termasuk kades, Tim PKK dan tokoh masyarakat lain tak mau ketinggalan menyaksikan momen penting ini.
Acara diawali dengan menyanyi lagu Indonesia raya dan doa, selanjutnya ketua DPRD Mukomuko aktif saat itu, Drs. Arnadi Pelam menyampaikan pidato resmi, dilanjutkan dengan pembacaan SK Gubernur tentang pemberhentian dewan lama dan pelantikan dewan baru oleh Sekretaris Dewan, Drs. H Bustari Maler, M.Hum. Hingga kemudian ketua pengadilan negeri Argamakmur, Asep Sumirat Danaatmaja, SH, M.H melantik secara resmi 25 anggota dewan yang baru masa bakti 2014-2019. Seterusnya serahterima jabatan dewan lama dengan dewan baru dan pidato dari pimpinan dewan sementara dalam hal ini, Armansyah, ST dari Gerindra selaku ketua dan Eri Zulhayat, SE, M.Si selaku wakil ketua.
Tah terhenti disitu, banyak lagi rangkaian acara dilangsungkan hingga jamuan makan yang sudah disiapkam pihak sekretariat dewan. Bersamaan dengan itu masing-masing dewan bersama keluarganya tak henti-hentinya mengabadikan momen penting ini melalui kamera.
‘’Kita bersukur, acara pelantikan berlangsung dengan sangat meriah sesuai harapan semua. Selain itu dari awal, acara berjalan dengan baik, tanpa ada kendala maupun masalah hingga selesai,’’ kata Bustari.
Merasa puas atas kesuksesan pelantikan, kandidat doktor ini tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada segenap pejabat dan staf secretariat yang sudah merancangnya dengan baik dari semula. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada, semua lapisan masyarakat, pejabat daerah dari semua unsur dan tamu undangan lainnya yang sudah menyempatkan diri untuk hadir. Dibalik itu, Bustari juga mengucapkan banyak maaf jika terdapat kekurangan, dalam penyambutan atau layanan lainnya.
‘’Kita berterimakasih atas semua pihak yang sudah mendukung suksesnya pelantikan dewan baru. Kita berharap kedepan, kerjasama yang baik terus terjalin,’’ ungkapnya.
Salah seorang anggota dewan, Fitri, SE mengaku bangga dan cukup puas dengan kegiatan pelantikan ini. Sambutan dari masyarakat luar biasa untuk mereka yang akan melaksanakan tugas daerah. Momen ini merupakan kebahagian bagi keluar, kerabat dan kawan-kawannya yang sama-sama berjuang selama ini.
‘’Saya cukup terharu melihat animo masyarakat untuk datang, mudahan menjadi awal yang baik untuk pembangunan kedepan,’’ tutupnya.(jar)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati
METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...
-
Inspektorat : Diakuinya Satu Kali METRO – Ujian berat tengah dihadapi oleh dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko dan merupakan pukulan bagi p...
-
Pemilihan Bupati 2020 MUKOMUKO – Semakin dekatnya perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, nama-nama tokoh yang benar...
-
Kerja Keras dan Cerdas KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Muk...

