Tuesday, 3 June 2014
Adrizon Pimpin Timses Jokowi–JK Mukomuko
Tim Prabowo – Hatta Belum Bergeming
METRO – Hari ini secara resmi, kampanye terbuka Pemilihan Presiden (Pilpres) dimulai. Namun untuk Kabupaten Mukomuko, belum ada petunjuk pasti terkait aturan kampanye tersebut. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri belum mendapat petunjuk lebih jauh mengenai kampanye pilpres. Namun tim partai pendukung pasangan Capres nomor 2, Jokowi – JK tampaknya lebih sigap menyikapi persoalan ini. Buktinya kemarin, mereka langsung menggelar rapat antar pengurus parpol. Ketua DPC PKB Mukomuko, Ariozon N resmi ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan pasangan ini. Sedangkan partai pendukung pasangan Capres nomor 1, Prabowo – Hatta, memastikan belum ada rencana dan jadwal untuk persiapan kampanye.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Syofia Diana, SE mengakui jika mereka belum mendapat petunjuk pasti terkait dengan rangkaian kampanye ini. Karena hari ini dijadwalkan rapat di Bengkulu untuk membahas kampanye tersebut.
‘’Kami baru besok(hari ini red) menggelar rapat di Bengkulu, mungkin agendanya untuk menghadapi masa kampanye pilpres,’’ kata Diana.
Sekjen DPC PAN Mukomuko, Eranardi, S.Ip dihubungi kemarin, mengatakan mereka akan menggelar rapat persiapan kampanye pasangan Prabowo – Hatta di Bengkulu hari ini di Bengkulu. Untuk Mukomuko, kemungkinan setelah ada petunjuk dari Provinsi dan pusat. Yang jelas persiapan terus dimatangkan seluruh partai pendukung.
‘’Kalau kita belum ada rapat untuk kabupaten, sebab masih menunggu petunjuk, rencananya besok (hari ini red) kami ada jadwal rapat bersama di Bengkulu, untuk menyatukan semua visi memenangkan pasangan Prabowo – Hatta,’’ kata Era.
Pengurus Partai pengusung pasangan Jokowi – JK yang terdiri dari PKB, NasDem, PKPI langsung menggelar rapat di markas DPC PDIP Mukomuko. Selain Adrizon sebagai ketua juga ditetapkan, Busril dari NasDem selaku wakil ketua, ketua PDIP Mukomuko, I Wayan Adnyana selaku sekretaris, Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom selaku bendahara dan pengurus inti lainnya. Mereka kompak memenangkan pasangan Jokowi – JK dengan target suara di Kabupaten Mukomuko diatas 60 persen.
‘’Kebetulan saya ditunjuk sebagai ketua, namun bukan itu intinya, kami secara bersama sepakat dan bertekat untuk memenangkan pasangan ini di Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)
PPK Menjadi Saksi MK Via Konferensi video
METRO – Kabarnya hari ini sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk perkara pemilu di Provinsi Bengkulu dan khusus Kabupaten Mukomuko kembali dilanjutkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko melibatkan dua orang saksi dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yaitu dari Penarik dan XiV Koto. Namun para saksi ini tidak hadir langsung di MK, melainkan akan diminta keterangannya oleh hakim MK, melalui Video Conference (Vidcon) atau Konferensi video.
Karena KPU Mukomuko bahkan Provinsi Bengkulu belum memiliki fasilitas Video Conference, maka akan bekerjasama dengan Universitas Bengkulu (Unib). Seluruh saksi yang disiapkan akan dikumpulkan di Unib untuk diminta keterangannya oleh hakim MK. Vidcon tersebut menjadi alternatif karena jarak yang jauh. Hal itu menurutnya juga mendapat persetujuan dari MK.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd mengatakan untuk Kabupaten Mukomuko, mereka diminta menyiapkan sebanyak saksi dari 2 PPK. Semestinya mereka bersaksi di MK, namun karena jauhnya jarak dan padanya jadwal, maka persidangan akan dilakukan lewat Conference. Nantinya PPK ini akan memberi keterangan kepada MK, secara live.
‘’Dilakukan di Unib itu sesuai dengan kesepakatan dengan pihak MK, prosesnya seluruhnya ditangani pihak MK bersama universitas. Kami hanya menyiapkan saksi saja sesuai dengan kebutuhan,’’ kata Regar.
Dalam sidang nantinya, para saksi ini akan mendapat pengawalan dari pihak keamanan dan juga rekanan MK sendiri. Pertimbangannya menghadirkan saksi-saksi dari daerah ke MK akan sangat memakan banyak waktu. Untuk itu sidang lewat video conference dipakai. Mekanisme penggunaan konferensi video diatur dalam Peraturan MK Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengajuan Permohonan Elektronik (Electronic Filling) dan Pemeriksaan Persidangan Jarak Jauh (Video Conference).
‘’Meski jarak jauh, sama saja dengan berhadap-hadapan, itulah canggihnya teknelogi, para saksi juga akan dikawal dalam memberi kesaksiannya,’’ tutupnya.
Untuk diketahui Konferensi video (Inggris: videoconference) adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.(jar)
Sapuan Bantu 3 Unit Ambulance Gratis
METRO – Masyarakat Kabupaten Mukomuko kembali bisa bernapas lega. Setelah beberapa ambulan caleg ditarik, kini harid 3 unit ambulance gratis yang siap antar jemput pasien ke rumah sakit. 3 Unit ambulance baru ini adalah bantuan dari pengusaha muda asal Kabupaten Mukomuko, Sapuan, SE, Ak, MM, yang juga eks calon Bupati Mukomuko. Sejak kemarin 3 unit ambulan ini tengah dalam perjalanan dari Jakarta menuju Mukomuko, diperkirakan hari ini sudah tiba.
Jenis mobilnya adalah Grand Max yang sudah didesain layaknya ambulance dan dilengkapi berbagai peralatan yang dapat memberi kenyamanan bagi setiap pasien dan keluarga pasien saat di dalamnya. Bagian depan bertuliskankan bantuan ambulance pelayanan gratis dilengkapi logo SPN. Bagian samping terdapat poto Sapuan, dipintu depan bertuliskan bantuan SPN dan pintu samping ada tulisan ambulance besar dan tulisan ‘’Semoga Cepat Sembuh’’. Tulisan bagian belakang sama dengan di depan, hanya terdapat nomor urut untuk nomor ambulan tersebut. Ambulance nomor 01 pernopol B 157 SPN, nomor 02 nopol B 158 SPN dan mobil 03 Nopol B 159 SPN.
Herman menjelaskan ambulance yang dikirim untuk Mukomuko, sesuai dengan rencana semula. Yaitu untuk sementara terdapat 3 unit ambulance yang siap melayani masyarakat yang membutuhkan. Ambulance bantuan gratis ini, lain tidak bukan sebagai bentuk perhatian dari Sapuan selaku putra asli Kabupaten Mukomuko terhadap daerahnya.
‘’Ini bantuan dari Sapuan sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat Mukomuko. Kebetulan ia ada kemampuan untuk membantu dengan cara ini. Setelah tiba di Mukomuko, ambulance langsung dititipkan kepada keluarganya lebih dahulu, untuk selanjutnya siap melayani masyarakat,’’ kata Herman.
Herman berharap, bantuan tersebut jangan dikait-kaitkan dengan kepentingan lain, ini semata-mata sebagai pelayanan bagi warga. Sebab jika dihubung-hubungkan dengan politik dan sebagainya, dampaknya masyarakat akan ragu. Siapa saja dan dari mana saja dapat memanfaatkannya.
‘’Jangan dikait-kaitkan kemana-mana, soal pilkada itu belum waktunya. Ini bukan yang pertama perhatian nyata Sapuan kepada warga Mukomuko, masyarakat yang lebih memahami itu semua, silahkan manfaatkan kapan saja dibutuhkan,’’ tegasnya.
Sapuan sendiri, saat diminta keterangannya enggan terlalu banyak berkomentar. Ia berharap ambulance ini dapat mempermudah warga dan bisa dijaga hingga terus dapat dimanfaatkan. Rencana ini sudah lama ia pikirkan, namun karena belum sempat, hingga baru terwujud saat ini. Ia berharap tidak dikait-kaitkan dengan hal lain, silahkan pergunakan sebaik-baiknya.
‘’Yang penting niat kita ingin membantu masyarakat, gunakan sebaik-baiknya, jangan ada pandang bulu dalam pelayanan, sebab kami tidak mungkin memantaunya terus menerus, mudahan kedepannya bisa kita tingkatkan lagi, saya hanya minta doa dari masyarakat untuk dipermudahkan segalanya,’’ tutupnya.(jar)
Ambulance Sapuan untuk 3 Zona
POLITIK RM – Mobil ambulance gratis bantuan dari Sapuan, SE, Ak, MM akan disiagakan di tiga zona. Masing-masing Zona, yaitu terpusat di Kecamatan Lubuk Pinang, berikutnya di Kecamatan Penarik dan di Kecamatan Ipuh. Untuk pengoperasian ambulance menurut rencana secepatnya, meski 3 mobil ambulance ini sudah ada di Mukomuko, namun masih ada yang perlu dilengkapu, terutama menunggu nomor kontak yang belum diaktifkan. Juga menunggu serah terima secara resmi pihak dari Sapuan selaku pemberi bantuan dengan masyarakat atau pengelola ambulance di setiap zonanya.
Untuk wilayah Ipuh, Ambulance ini siap melayani masyarakat di Air Rami, Malin Deman, Sungai Rumbai dan Pondok Suguh termasuk Ipuh sendiri. Untuk ambulance yang disiagakan di Penari, akan melayani masyarakat di Teras Terunjam, Air Dikit, Teramang Jaya dan Selagan Raya juga Penarik. Sedangkan ambulance yang disiagakan di Lubuk Pinang akan melayani warga Air Manjuto, V Koto, XIV Koto, Lubuk Pinang dan Kota Mukomuko. Masyarakat yang membutuhkan dapat langsung mengontak nomor yang disiapkan dan kedepannya dapat dilihat di Radar Mukomuko.
Sapuan dihubungi menjelaskan, untuk pemanfaatannya kedepan diserahkan kepada yang mengelola kendaraan untuk kepentingan masyarakat. Sebetulnya untuk kesiapan kendaraaan sudah total, hanya saja nomor kontak masih disiapkan, sebab akan menggunakan kartu khusus yang mudah dihubungi oleh warga.
‘’Informasi yang saya dapat mobil sudah datang, memang untuk memudah jangkauan, saya minta berada di tiga titik. Namun perlu digaris bawahi, bukan dapil, sebab ada nuansa politik dalam kata dapil tersebut. Kita tidak mengaitkannya dengan politik, mudahan ini semua dapat membantu warga,’’ pesan Sapuan.
Masih Sapuan, masyarakat yang memanfaatkan ambulance ini tidak dikenakan biaya apa-apa, khusus bagi warga Kabupaten Mukomuko dan untuk dalam wilayah Mukomuko. Untuk luar wilayah Mukomuko, pengguna hanya dibebankan bahan bakar saja.
‘’Tidak ada biaya bagi masyarakat yang memanfaatkan ambulan ini, kecuali keluar daerah, kemungkinan bensin akan habis di jalan, maka mau tidak mau harus dibeli bahan bakarnya,’’ tutunya.(jar)
Atmofer Pilbup Mulai Hangat
METRO – Meski pilkada baru berlangsung tahun depan, atmosfer persaingan antar kandidat kuat calon bupati Mukomuko sudah terasa. Bahkan berkambang isu, beberapa kandidat sudah menggerakkan tim siluman, untuk melakukan monuver politik. Selain itu, masing-masing kandidat yang diisukan bakal maju, juga terus unjuk diri melalui berbagai cara.
Jika Sapuan, SE, Ak, MM menurunkan 3 unit ambulance geratis untuk masyarakat. Ir. Edi Nevian yang juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat tidak mau kalah, kabarnya ia sudah mendirikan sebuah bangunan megah di tengah Kota Mukomuko, sebagai pusat kendali pemenangannya. Bahkan di depan bangunan di Kelurahan Pasar Mukomuko ini terpapang spanduk Edi Nevian Center (Enter). Begitupun dengan Hj. Rosna Ichwan dan Choirul Huda, SH, pergerakannya di tengah masyarakat tak luput dikait-kaitkan dengan persiapan menghadapi pilkada 2015. Namun jika diminta keterangannya, semuanya menolak dikait-kaitkan dengan pemilukada.
Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh Mukomuko, H. Tarmizi menyatakan, walau bagaimanapun semua perbuatan yang dilakukan para kandidat tersebut akan dikaitkan dengan politik. Kemungkinan saja, mereka melakukannya dengan niat untuk membantu, seperti Sapuan yang sudah punya rencana sejak lama dan bukan sekali ia membantu. Begitu juga kegiatan Rosna Ichwan dan Huda yang rutin ke masyarakat.
‘’Kemungkinan mereka tidak ada niat ke sana. Seperti Sapuan kita tahu, ia rutin membantu, namun ambulance itu tetap akan dikait-kaitkan dengan politik. Saya rasa wajar, mereka harus menerimanya, itu konsekwensi sebagai tokoh pablik. Termasuk ibuk Rosna dan Huda, padahal tugas mereka turun ke masyarakat,’’ kata Tarmizi.
Sapuan saat diminta tanggapannya, mengaku tetap tidak sepakat dikait-kaitkan dengan pemilu kada. Ia membantu dengan niat untuk mempermudah masyarakat di daerah kelahirannya sendiri. Terkait isu ia akan maju kembali pilkada mendatang, Sapuan enggan berkomentar terlalu banyak. Yang jelas belum ada kepastian, apakah ia akan maju atau tidak. Sebab ada aturan yang harus dicerna dengan baik, selain itu meski dilakukan survey lebih dahulu.
‘’Kalau niat kami ikhlas ingin membantu selagi bisa, soal mencalon itu masih lama, saya juga belum berpikir terlalu jauh kesana. Harapan kita, walau ada yang mengaitkannya dengan politik, masyarakat tidak terpengaruh, ambulance yang kita bantu untuk masyarakat Mukomuko, siapa saja bisa memanfaatkannya,’’ tegas Sapuan.
Edi Nevian, juga saat dihubungi enggan berkomentar banyak soal bangunan yang dipasangi merek Enter tersebut. Menurutnya itu hanya sebagai tempat tinggal dan juga jadi pusat konsultasi masyarakat terkait berbagai hal menyangkut daerah.
‘’Tidak ada hubungannya dengan politik, itu rumah biasa nantinya kita jadikan tempat tukar pikiran dan juga berkonsultasi soal banyak hal, mengenai pilkada itu isu saja,’’ tegasnya.
Choirul Huda sendiri saat diminta tanggapannya, juga enggan bicara terlalu banyak. Ia ingin fokus menyelesaikan tugas sebagai wakil bupati Mukomuko saat ini. Terkait isu yang berkembang dinilainya wajar saja, itu membuktikan jika masyarakat cukup jeli dalam memantau setiap perkembangan yang terjadi.
‘’Kita belum berpikir sejauh itu, biarkan semua berjalan sesuai aturannya, saya ingin fokus menjalankan tugas sebagai wakil bupati, untuk selanjutnya kita lihat saja nanti,’’ tutupnya.(jar)
Tuesday, 20 May 2014
KPU Hadapi 5 Gugatan di MK
2 Gugatan DPR RI, 2 DPRD Prov dan Gugatan 1 DPRD Kabupaten
METRO – Ternyata selain Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga turut menggugat hasil pemilu di Mukomuko ke Makamah Konstitusi (MK). Total gugatan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko di MK, sebanyak 5 kasus. Jika tidak ada perubahan dijadwalkan sidang digelar pada 25 Mei 2014 mendatang.
Adapun gugatan yang diajukan masing-masing partai ini adalah, Golkar menggugat dugaan penggelembungan suara oleh partai tertentu bersama petugas pemilu untuk DPR RI. PKS dan NasDem sama, yaitu menggugat dugaan kecurangan dan penggelembungan suara partai tententu untuk pemilihan tingkat DPRD Provinsi Bengkulu. Sedangkan PKB selain menggugat hasil pemilu DPR RI, juga dikabarkan menggugat dugaan kecurangan pemilihan ditingkat kabupaten khusus di Dapil II.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan hal ini, ia sendiri mengaku sempat terkejut saat menerima tembusan laporan ke MK dari masing-masing partai tersebut. Sebab saat penghitungan dan juga penetapan tingkat Provinsi dan Kabupaten tidak ada masalah. Untuk pemilihan tingkat DPRD Provinsi ada dua gugatan, yaitu dari NasDem dan PKS. Sedangkan untuk pemilihan tingkat DPRD Kabupaten hanya satu yang sudah mereka terima.
‘’Ada 4 partai yang melakukan gugatan, khusus untuk DPR RI tampaknya seluruh kabupaten sama, yaitu dari Golkar dan PKB. Untuk Provinsi, selain PKS juga ada NasDem. Untuk kabupaten ini, memang mengejutkan juga, sebab sebelumnya adem-adem saja,’’ katanya.
Untuk jadwal sidang sendiri, khusus Bengkulu dari informasi yang mereka dapat, pada 25 Mei mendatang. Namun apakah seluruh perkara gugatan dilakukan serentak atau tidak, Dawud juga belum tahu pasti. Yang jelas, mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi sidang di MK, terutam terkait dengan hasil sah pemilu yang sudah ditetapkan dan berkas lainnya sesuai dengan materi tuntutan dari penggugat. Apapun hasil sidang di MK nanti, mereka siap menjalankannya. Gugatan yang dilakukan oleh peserta pemilu, sesuai aturan yang berlaku dan memang menjadi hak mereka.
''Itukan hak mereka, yang jelas kami siap mengikuti sidang dan menjalankan hasil pemilu tersebut. Kita mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam sidang nantinya,'' tegas Dawud.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Musfar Rusli mengaku tidak mengetahui ada gugatan dari caleg NasDem untuk DPRD Provinsi Dapil Mukomuko. Sampai kemarin mereka belum menerima surat pemberitahun dari caleg ataupun DPD.
‘’Kami malah tidak tahu adanya gugatan itu, yang jelas kalau ditanya pada kami, tidak dapat memberi penjelasan,’’ tutupnya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon, N juga mengaku tidak mengetahui adanya gugatan dari PKB, termasuk untuk pemilihan ditingkat kabupaten. Yang benar, pihaknya memang sempat diminta oleh DPP PKB untuk menyampaikan dugaan kejanggalan yang terjadi selama pemilu di Kabupaten Mukomuko. Mereka dari DPC PKB, menerima hasil pemilu ini dengan legowo, termasuk dirinya sendiri yang tidak lagi duduk.
‘’Kalau kami tidak ada mengajukan gugatan ke MK dan pihak manapun, menerima hasil pemilu dengan lapang dada. Kalau ada gugatan yang sampai ke MK, itu sepenuhnya dari DPP PKB,’’ tutupnya.(jar)
Bupati : Ongkos Politik Mahal
METRO – Biaya politik itu mahal, untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah dibutuhkan anggaran besar. Pendapat ini diakui oleh Bupati Mukomuko Drs. H. Ichwan Yunus, CPA, MM. Besarnya ongkos politik, disebabkan oleh sistim pemilih yang menggunakan suara terbanyak dan juga pengaruh pendangan politik masyarakat lainnya.
Dikatakan Ichwan seorang calon memang harus mempunyai uang yang cukup banyak. Kegunaannya untuk membiayai seluruh proses dalam pencalonannya. Selain itu sosialisasi kepada masyarakat butuh dana lebih besar lagi. Maka kalau tidak punya anggaran besar sulit bisa bersaing dalam pemilihan kepada daerah. Sistem itu tidak hanya di Mukomuko, melainkan hampir sama disetiap tempat.
‘’Ya memang tak bisa dipungkiri, seorang calon bupati haruslah mempunyai modal yang cukup. Karena biaya itu dibutuhkan guna mendanai berbagai proses pencalonan itu sendiri,’’ ujar Bup.
Kandidat kuat Gubernur Bengkulu yang berencana maju melalui jalur independen ini merincikan, untuk mengadakan pertemuan dengan masyarakat sudah memerlukan dana besar. Hitung saja berapa kali akan dilakukan pertemuan tersebut. Kalau tidak dilakukan, maka calon bersangkutan sulit mendapat dukungan. Warga menginginkan kandidat bupati yang dikenal dan mengenali mereka. Belum lagi untuk transportasi kampanye, operasional tim yang bergerak ditambah untuk memenuhi pengajuan dari berbagai pihak untuk menjadi sponsor.
‘’Untuk sekedar ngumpulkan masyarakat saja itu sudah membutuhkan biaya. Minimal untuk persiapan acara dan konsumsi. Jadi tak mungkinlah tidak ada menggunakan biaya,’’ ungkap Bup.
Biaya yang diperkirakan oleh bupati ini, terlepas dari isu adanya money politik. Sebab menurutnya money politik bukan system yang bagus dilakukan dan merugikan masyarakat itu sendiri. Artinya jika calon tersbut mempraktekkan monet politik, biayanya akan jauh lebih besar lagi.
‘’Walau membutuhkan biaya. Bukanlah berarti digunakan untuk membeli suara. Sehingga menjatuhkan pasangan kandidat lainnya. Namun harus dapat bermain politik secara sehat. Untuk itu masyarakat juga harus jeli dengan tidak mau menerima uang tersebut. Karena jika sistem ini sudah diterapkan, maka tidak ada artinya lagi suara rakyat tersebut,’’ tutur Bup.
Politik butuh biaya besar, pendapat ini juga disepakati oleh, H Suharto ukuran kekuatan seorang calon kepala daerah, mau tidak mau dilihat dari kesiapan anggarannya. System memang sudah begitu adanya, maka selanjutkan akan terus begitu. Kalau tidak punya anggaran besar, sebaiknya punya nama lebih bagus lagi dan kiprah nyata dalam masyarakat. Itupun bukan jaminan untuk mendapat dukungan.
‘’Kalau saya katakana system sudah rusak, mungkin terlalu kasar, namun itulah adanya. Maka kalau ditanyai soal siapa kandidat kuat, kita lihat anggaran yang dimiliki calon tersebut,’’ tutup politisi senior ini.(dum)
Digugat 4 Parpol ke MK, Gudang KPU Dibongkar Lagi
METRO – Kemarin kembali gudang logistik pemilu yang berada di samping kantor kemeterian agama Kabupaten Mukomuko dibongkar. Aksi pembongkaran kali ini, adalah yang ke 10 sejak dilaksanakan pemilu legislatif 9 april lalu. Bahkan pembongkaraan saat ini dilakukan secara total, yaitu seluruh kotak dibuka untuk mendapatkan C1 Plano setiap TPS, baik untuk pemilihan tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI.
Dikumpulkannya semua C1 ini, sebagai persiapan atau bekal bagi anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko untuk menghadapi tuntutan 4 partai politik di Makamah Konstitusi (MK). Ada kemungkinan dilakukan penghitungan ulang suara dengan mempedomani C1 Plano tersebut.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, AH. Siregar, S.Ag, M.Pd mengatakan untuk menghadapi sidang di MK, mereka harus siapkan secara keseluruhan. Sebagai pedoman ada C1 Plano dan juga C1 yang dibagikan kepada masing-masing saksi. Mereka yakin semuanya akan sama, sebab dari hitungan yang sudah dilakukan beberapa kali, tidak ada dugaan penggelembungan suara yang yerjadi. Kalaupun ada kesalahan yang terjadi, hanya salah julah saja.
‘’Setidaknya kita sudah siapkan segala yang dibutuhkan dalam sidang di MK nantinya. Dari data yang kita miliki dan proses yang sudah dilalui, semuanya aman-aman saja,’’ kata Regar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga berpendapat yang sama, menurutnya kali ini seluruh C1 akan mereka kumpulkan kembali. Nanti akan dibawa ke Jakarta sebagai persiapan menghadapi sidang di MK. Ia yakin semua C1 masih lengkap, tidak ada yang hilang ataupun tidak ditemukan. Namun aksi membongkar kotak, menurutnya memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan, sebab jumlahnya cukup banyak dan bertumpukan di dalam logistik pemilu lainnya.
‘’Mau tidak mau walaupun sulit, kita harus bongkar seluruhnya untuk mendapatkan C1 plano tersebut. Tidak ada yang hilang, semuanya lengkap, hanya kadang sulit dicari dalam tumpukan logistik tersebut. Proses pembongkaran, mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan juga Panwalu Mukomuko,’’ kata Dawud.
Apakah semuanya akan dihitung ulang di MK? Dawud belum bisa memastikannya. Yang jelas kalau memang diminta mereka siap melakukannya. Sidang baru dilaksanakan pada 25 Mei 2014 mendatang, mereka akan membawa seluruh C1 tersebut. Dawud bersama dengan KPU lainnya, merasa yakin proses sidang di MK akan berlangsung aman. Karena mereka merasa tidak ada melakukan kecurangan sedikitpun terhadap hasil pemilu tersebut.
‘’Untuk prosesnya kita lihat saja nanti, apakah memang diminta hitung ulang atau proses lain belum tahu, setidaknya kami dari KPU sudah menyiapkan segala sesuatunya,’’ tutup Dawud.
Salah seorang caleg PKS untuk DPRD Provinsi Bengkulu, Burhandari, S.Pd, M.Si mengaku tidak berharap banyak dari proses di MK nantinya. Laporan tersebut diajukan untuk mencari kebenaran dari hasil pemilu itu saja. Ia siap menerima apapun hasil putusan MK kelak. Ia juga mengingatkan kiranya KPU Mukomuko tidak perlu terkejut.
‘’Kita harapkan agar bisa berlaku lurus dan berlaku jujur serta independen tidak memihak ke parpol atau caleg manapun. MK adalah salah satu lembaga resmi menguji hasil pemilu yang sebenarnya,’’ tegas Burhan.
Untuk diketahui, yang menggugat hasil pemilu ke MK, selain Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adapun gugatan yang diajukan masing-masing partai ini adalah, Golkar menggugat hasil pemilu untuk DPR RI. PKS dan NasDem sama, yaitu menggugat hasil pemilu tingkat DPRD Provinsi Bengkulu. Sedangkan PKB selain menggugat hasil pemilu DPR RI, juga dikabarkan menggugat dugaan hasil pemilu ditingkat kabupaten khusus di Dapil II.(jar)
METRO – Ternyata selain Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga turut menggugat hasil pemilu di Mukomuko ke Makamah Konstitusi (MK). Total gugatan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko di MK, sebanyak 5 kasus. Jika tidak ada perubahan dijadwalkan sidang digelar pada 25 Mei 2014 mendatang.
Adapun gugatan yang diajukan masing-masing partai ini adalah, Golkar menggugat dugaan penggelembungan suara oleh partai tertentu bersama petugas pemilu untuk DPR RI. PKS dan NasDem sama, yaitu menggugat dugaan kecurangan dan penggelembungan suara partai tententu untuk pemilihan tingkat DPRD Provinsi Bengkulu. Sedangkan PKB selain menggugat hasil pemilu DPR RI, juga dikabarkan menggugat dugaan kecurangan pemilihan ditingkat kabupaten khusus di Dapil II.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan hal ini, ia sendiri mengaku sempat terkejut saat menerima tembusan laporan ke MK dari masing-masing partai tersebut. Sebab saat penghitungan dan juga penetapan tingkat Provinsi dan Kabupaten tidak ada masalah. Untuk pemilihan tingkat DPRD Provinsi ada dua gugatan, yaitu dari NasDem dan PKS. Sedangkan untuk pemilihan tingkat DPRD Kabupaten hanya satu yang sudah mereka terima.
‘’Ada 4 partai yang melakukan gugatan, khusus untuk DPR RI tampaknya seluruh kabupaten sama, yaitu dari Golkar dan PKB. Untuk Provinsi, selain PKS juga ada NasDem. Untuk kabupaten ini, memang mengejutkan juga, sebab sebelumnya adem-adem saja,’’ katanya.
Untuk jadwal sidang sendiri, khusus Bengkulu dari informasi yang mereka dapat, pada 25 Mei mendatang. Namun apakah seluruh perkara gugatan dilakukan serentak atau tidak, Dawud juga belum tahu pasti. Yang jelas, mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi sidang di MK, terutam terkait dengan hasil sah pemilu yang sudah ditetapkan dan berkas lainnya sesuai dengan materi tuntutan dari penggugat. Apapun hasil sidang di MK nanti, mereka siap menjalankannya. Gugatan yang dilakukan oleh peserta pemilu, sesuai aturan yang berlaku dan memang menjadi hak mereka.
''Itukan hak mereka, yang jelas kami siap mengikuti sidang dan menjalankan hasil pemilu tersebut. Kita mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam sidang nantinya,'' tegas Dawud.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Musfar Rusli mengaku tidak mengetahui ada gugatan dari caleg NasDem untuk DPRD Provinsi Dapil Mukomuko. Sampai kemarin mereka belum menerima surat pemberitahun dari caleg ataupun DPD.
‘’Kami malah tidak tahu adanya gugatan itu, yang jelas kalau ditanya pada kami, tidak dapat memberi penjelasan,’’ tutupnya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon, N juga mengaku tidak mengetahui adanya gugatan dari PKB, termasuk untuk pemilihan ditingkat kabupaten. Yang benar, pihaknya memang sempat diminta oleh DPP PKB untuk menyampaikan dugaan kejanggalan yang terjadi selama pemilu di Kabupaten Mukomuko. Mereka dari DPC PKB, menerima hasil pemilu ini dengan legowo, termasuk dirinya sendiri yang tidak lagi duduk.
‘’Kalau kami tidak ada mengajukan gugatan ke MK dan pihak manapun, menerima hasil pemilu dengan lapang dada. Kalau ada gugatan yang sampai ke MK, itu sepenuhnya dari DPP PKB,’’ tutupnya.(jar)
Bupati : Ongkos Politik Mahal
METRO – Biaya politik itu mahal, untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah dibutuhkan anggaran besar. Pendapat ini diakui oleh Bupati Mukomuko Drs. H. Ichwan Yunus, CPA, MM. Besarnya ongkos politik, disebabkan oleh sistim pemilih yang menggunakan suara terbanyak dan juga pengaruh pendangan politik masyarakat lainnya.
Dikatakan Ichwan seorang calon memang harus mempunyai uang yang cukup banyak. Kegunaannya untuk membiayai seluruh proses dalam pencalonannya. Selain itu sosialisasi kepada masyarakat butuh dana lebih besar lagi. Maka kalau tidak punya anggaran besar sulit bisa bersaing dalam pemilihan kepada daerah. Sistem itu tidak hanya di Mukomuko, melainkan hampir sama disetiap tempat.
‘’Ya memang tak bisa dipungkiri, seorang calon bupati haruslah mempunyai modal yang cukup. Karena biaya itu dibutuhkan guna mendanai berbagai proses pencalonan itu sendiri,’’ ujar Bup.
Kandidat kuat Gubernur Bengkulu yang berencana maju melalui jalur independen ini merincikan, untuk mengadakan pertemuan dengan masyarakat sudah memerlukan dana besar. Hitung saja berapa kali akan dilakukan pertemuan tersebut. Kalau tidak dilakukan, maka calon bersangkutan sulit mendapat dukungan. Warga menginginkan kandidat bupati yang dikenal dan mengenali mereka. Belum lagi untuk transportasi kampanye, operasional tim yang bergerak ditambah untuk memenuhi pengajuan dari berbagai pihak untuk menjadi sponsor.
‘’Untuk sekedar ngumpulkan masyarakat saja itu sudah membutuhkan biaya. Minimal untuk persiapan acara dan konsumsi. Jadi tak mungkinlah tidak ada menggunakan biaya,’’ ungkap Bup.
Biaya yang diperkirakan oleh bupati ini, terlepas dari isu adanya money politik. Sebab menurutnya money politik bukan system yang bagus dilakukan dan merugikan masyarakat itu sendiri. Artinya jika calon tersbut mempraktekkan monet politik, biayanya akan jauh lebih besar lagi.
‘’Walau membutuhkan biaya. Bukanlah berarti digunakan untuk membeli suara. Sehingga menjatuhkan pasangan kandidat lainnya. Namun harus dapat bermain politik secara sehat. Untuk itu masyarakat juga harus jeli dengan tidak mau menerima uang tersebut. Karena jika sistem ini sudah diterapkan, maka tidak ada artinya lagi suara rakyat tersebut,’’ tutur Bup.
Politik butuh biaya besar, pendapat ini juga disepakati oleh, H Suharto ukuran kekuatan seorang calon kepala daerah, mau tidak mau dilihat dari kesiapan anggarannya. System memang sudah begitu adanya, maka selanjutkan akan terus begitu. Kalau tidak punya anggaran besar, sebaiknya punya nama lebih bagus lagi dan kiprah nyata dalam masyarakat. Itupun bukan jaminan untuk mendapat dukungan.
‘’Kalau saya katakana system sudah rusak, mungkin terlalu kasar, namun itulah adanya. Maka kalau ditanyai soal siapa kandidat kuat, kita lihat anggaran yang dimiliki calon tersebut,’’ tutup politisi senior ini.(dum)
METRO – Kemarin kembali gudang logistik pemilu yang berada di samping kantor kemeterian agama Kabupaten Mukomuko dibongkar. Aksi pembongkaran kali ini, adalah yang ke 10 sejak dilaksanakan pemilu legislatif 9 april lalu. Bahkan pembongkaraan saat ini dilakukan secara total, yaitu seluruh kotak dibuka untuk mendapatkan C1 Plano setiap TPS, baik untuk pemilihan tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI.
Dikumpulkannya semua C1 ini, sebagai persiapan atau bekal bagi anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko untuk menghadapi tuntutan 4 partai politik di Makamah Konstitusi (MK). Ada kemungkinan dilakukan penghitungan ulang suara dengan mempedomani C1 Plano tersebut.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, AH. Siregar, S.Ag, M.Pd mengatakan untuk menghadapi sidang di MK, mereka harus siapkan secara keseluruhan. Sebagai pedoman ada C1 Plano dan juga C1 yang dibagikan kepada masing-masing saksi. Mereka yakin semuanya akan sama, sebab dari hitungan yang sudah dilakukan beberapa kali, tidak ada dugaan penggelembungan suara yang yerjadi. Kalaupun ada kesalahan yang terjadi, hanya salah julah saja.
‘’Setidaknya kita sudah siapkan segala yang dibutuhkan dalam sidang di MK nantinya. Dari data yang kita miliki dan proses yang sudah dilalui, semuanya aman-aman saja,’’ kata Regar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga berpendapat yang sama, menurutnya kali ini seluruh C1 akan mereka kumpulkan kembali. Nanti akan dibawa ke Jakarta sebagai persiapan menghadapi sidang di MK. Ia yakin semua C1 masih lengkap, tidak ada yang hilang ataupun tidak ditemukan. Namun aksi membongkar kotak, menurutnya memang bukan perkara yang mudah untuk dilakukan, sebab jumlahnya cukup banyak dan bertumpukan di dalam logistik pemilu lainnya.
‘’Mau tidak mau walaupun sulit, kita harus bongkar seluruhnya untuk mendapatkan C1 plano tersebut. Tidak ada yang hilang, semuanya lengkap, hanya kadang sulit dicari dalam tumpukan logistik tersebut. Proses pembongkaran, mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan juga Panwalu Mukomuko,’’ kata Dawud.
Apakah semuanya akan dihitung ulang di MK? Dawud belum bisa memastikannya. Yang jelas kalau memang diminta mereka siap melakukannya. Sidang baru dilaksanakan pada 25 Mei 2014 mendatang, mereka akan membawa seluruh C1 tersebut. Dawud bersama dengan KPU lainnya, merasa yakin proses sidang di MK akan berlangsung aman. Karena mereka merasa tidak ada melakukan kecurangan sedikitpun terhadap hasil pemilu tersebut.
‘’Untuk prosesnya kita lihat saja nanti, apakah memang diminta hitung ulang atau proses lain belum tahu, setidaknya kami dari KPU sudah menyiapkan segala sesuatunya,’’ tutup Dawud.
Salah seorang caleg PKS untuk DPRD Provinsi Bengkulu, Burhandari, S.Pd, M.Si mengaku tidak berharap banyak dari proses di MK nantinya. Laporan tersebut diajukan untuk mencari kebenaran dari hasil pemilu itu saja. Ia siap menerima apapun hasil putusan MK kelak. Ia juga mengingatkan kiranya KPU Mukomuko tidak perlu terkejut.
‘’Kita harapkan agar bisa berlaku lurus dan berlaku jujur serta independen tidak memihak ke parpol atau caleg manapun. MK adalah salah satu lembaga resmi menguji hasil pemilu yang sebenarnya,’’ tegas Burhan.
Untuk diketahui, yang menggugat hasil pemilu ke MK, selain Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Adapun gugatan yang diajukan masing-masing partai ini adalah, Golkar menggugat hasil pemilu untuk DPR RI. PKS dan NasDem sama, yaitu menggugat hasil pemilu tingkat DPRD Provinsi Bengkulu. Sedangkan PKB selain menggugat hasil pemilu DPR RI, juga dikabarkan menggugat dugaan hasil pemilu ditingkat kabupaten khusus di Dapil II.(jar)
Wednesday, 14 May 2014
Anggota DPRD Mukomuko Terpilih
Partisipasi Pemilih 82 %, Pleno Penetapan Sederhana
25 Dewan Terpilih Tinggal Menunggu Pelantikan
METRO – Partisipasi masyarakat Kabupaten Mukomuko pada pemilu kali ini tergolong tinggi, yaitu mencapai 82 persen lebih atau 96.370 suara sah dari 118 ribu lebih pemilih. Masing-masing Dapil 1 suara sah 33.070 suara, dapil 2 suara sah 31.837 dan Dapil 3 suara sah 31.463. 25 Anggota DPRD terpilih pada pemilu 9 April 2014 resmi ditetapkan. Mereka yang terpilih sama dengan prediksi awal, yaitu Gerindra, PAN, PKB, NasDem dan PKPI masing-masing 3 kursi. Golkar, Hanura, PPP dan PKS masing-masing 2 kursi. Sementara PDIP dan Demokrat hanya kejatahan 1 kursi masing-masing. PBB sama sekali tidak kebagian dari 3 dapil di Mukomuko. Angka bilangan pembagi pemilih (BPP) per dapil juga mengalami kenaikan dari pemilu sebelumnya. Dapil 1 BPP 3.674, Dapil 2. 973 dan dapil 2 sebanyak 3.932.
Rumus penghitungan suara BPP yang digunakan oleh pihak KPU berdasarkan aturan yang berlaku. Langkah pertama adalah mencari BPP dengan cara suara sah dibagi dengan jumlah kursi. Setelah didapatkan BPP, langkah selanjutnya adalah pembagian kursi tahap pertama. Bagi partai yang memperoleh suara melebihi dari BPP akan mendapatkan satu kursi. Namun, jika dua kali lipat, parpol tersebut meraup dua kursi. Setelah itu, langkah selanjutnya adalah pembagian kursi tahap dua. Pada tahapan ini, partai yang perolehan suaranya di bawah BPP menjadi suara sisa.
‘’Partisipasi pemilih cukup tinggi, pada pemilu sebelumnya angka pemili yang menggunakan hak suaranya hanya sekitar 80 persen, kali ini mencapai 82 persen lebih. Kita bersukur, ini membuktikan jika pemilu berlangsung baik dan masyarakat semaki peduli,’’ kata ketua KPU Mukomuko Dawud, S.Ag.
Pleno penetapan dewan terpilih yang berlangsung di aula salah satu hoter tenama di Kabupaten Mukomuko, secara umum berlangsung sukses. Hanya saja, dibanding dengan pleno penetapan pada pemilu sebelumnya, rapat pleno kali ini terbilang sepi dan sederhana. Bahkan beberapa dewan terpilih sama sekali tidak hadir dalam rapat tersebut. Sementara 5 anggota KPU hadir semua memimpin jalannya pleno. Juga ikut hadir Wabup Choirul Huda, SH, Sekda, Syafkani, SP, Kejari dan pejabat lainnya.
‘’Kalau dibanding sebelumnya memang tidak terlalu meriah, kalau dulu waktu pleno diluar penuh oleh masyarakat dan para anggota partai, mungkin ada perubahan disistimnya,’’ kata salah seorang politisi Sardiman, S.IP.
Sekda diminta tanggapannya terkait dengan proses pemilu kali ini, mengaku secara umum berlangsung dengan sukses. Jikapun ada isu dilapangan tidak banyak. Sepantas masyarakat memberi apresiasi terhadap pelaksana pemilu di Mukomuko.
‘’Secara umum kita melihat pemilu berlangsung dengan sukses, mudahan kedepan lebih baik lagi,’’ kata Syafkani.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Laba Meliala, diminta tanggapannya juga menilai proses pemilu berlangsung dengan baik. Terkhusus untuk bidang keamanan, petugas kepolisian yang dibantu dengan pengamanan lainnya tidak menemukan ada kejadian yang mengganggu proses pemilu yang berlangsung.
‘’Kalau kita melihat dari sisi keamanan semua berjalan dengan baik, tidak ada gangguan yang menunda proses pemilu,’’ tutupnya.(jar)
Perolehan Kursi Masing-masing Partai
Partai Suara Kursi
NasDem 8021 : 3 Kursi
PKB 9901 : 3 Kursi
PKS 7762 : 2 Kursi
PDIP 7789 : 1 Kursi
Golkar 7564 : 2 Kursi
Gerindra 11.717 : 3 Kursi
Demokrat 6219 : 1 Kursi
PAN 10.077 : 3 Kursi
PPP 7053 : 2 Kursi
Hanura 6319 : 2 Kursi
PBB 5113 : 0 Kursi
PKPI 8832 : 3 Kursi
Kuota CPNS untuk Tenaga Medis 221 Orang
METRO – Kuota untuk tenaga medis diperkirakan cukup tinggi pada test CPNS mendatang. Dimana berdasarkan usulan yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, khusus medis sebanyak 221 orang, 33 diantaranya untuk Bidan.
Kepala BKPPD Kabupaten Mukomuko, Jaskani, S.Pd, M.Si melalui Kabid Data dan Pengembangan Pegawai, Edy Suntono, SH mengatakan berdarkan Analisis Jabatan (Anjab) selama 5 tahun mendatang Kabupaten Mukomuko membutuhkan sebanyak 221 tenaga medis baik itu dokter, perawat serta bidan dengan jenjang pendidikan mulai dari Diploma III (D3) hingga Strata 1 (S1).
‘’Kalau mengacu Anjab selama 5 tahun kedepan, maka ada sebanyak 221 pegawai untuk tenaga medis yang dibutuhkan, diantaranya untuk tenaga bidan sebanyak 33 orang selebihnya untuk perawat dan dokter,’’ ujar Edy.
Lebih jauh Edy menyampaikan mengenai pengutamaan putra daerah, maka bisa saja dilakukan. Dimana hal ini harus dibuatkan aturan sendiri yang mengaturnya dengan persetujuan bupati, DPRD serta gubernur.
‘’Untuk pengutamaan putra daerah KemenPAN dan RB sudah memberikan sinyal. Dan itu bisa dibuatkan aturan tersendiri atas persetujuan bupati, dewan serta Gubernur.
Bersamaan itu, formasi SMA yang diajukan sebanyak 525 yakni untuk Satpol PP, Polisi Hutan (Polhut), supir, caraka dan sekdes. Kemudian formasi guru yang telah diajukan sebanyak 617. Selanjutkan untuk D4 Perikanan sebanyak 18 orang, Hukum, Akuntansi, Ekonomi, Teknik Sipil dan Mesin serta beberapa formasi lainnya. Disamping itu juga diajukan untuk formasi jalur khusus.(dum)
Kakek 7 Cucu Cabuli Anak Tiri
TERAS TERUNJAM – Jika benar, sungguh kejam perilaku menyimpang yang dilakukan seorang kakek asal Desa Pondok Kopi, Kecamatan Teras Terunjam berinisial Sa (64). Ia ditangkap oleh Reskrim Polsek Teras Terunjam dikediamannya sekitar pukul 20.01 WIB Senin (12/5) lalu, atas dugaan percobaan pencabulan anak tirinya sendiri, sebut saja namanya Mawar (12) (nama samaran red) yang masih duduk di kelas VI SD.
Kronologis kejadiannya dari data terhimpun, dugaan pencabulan ini terjadi pada 19 April 2014 sekitar pukul 22.01 WIB. Saat kejadian, korban (Mawar, red) tengah tertidur pulas diatas kursi dirumahnya. Sa tiba-tiba terbangun dan keluar dari kamarnya, Sa melihat Kumtum tertidur. Entah setan apa yang merasukinya, Sa lalu mendekati Kuntum dan melancarkan aksinya. Untungnya kejadian ini belum terlalu jauh, namun kabarnya celana dalam korban sudah dibuka dan Sa sendiri sudah sempat memainkan kemaluan dengan jari dan menggesek-gesekkan ‘’anunya’’ pada korban.
Kapolres Mukomuko, AKBP Wisnu Widarto,S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam, Ipda. Budimansyah, didampingi Kanit Reskrim, Budiyono, membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan Sa. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan keterangan korban, kakek yang telah memiliki tujuh orang cucu ini resmi ditetapkan sebagai tersangka (tsk) dan telah mendekam disel tahanan Mapolsek untuk menjalani proses hukum. Penangkapan pelaku tindaklanjut dari laporan warga. Aksi pelaku terjadi tanggal 19 April 2014 pukul 22.01 WIB.
‘’Benar kita telah melakukan penahanan salah seorang warga Pondok Kopi yang diduga mencabuli anak di bawah umur yang merupakan anak tirinya. Pelaku resmi ditetapkan tersangka dan saat ini dalam sel tahanan mapolsek,’’ ungkap Kapolsek.(nek)
Kasubbag dan Kasi Kejari Berganti
METRO – Dua orang petugas Kejari Mukomuko, masing-masing Kasubbag Pembinaan, Ida Bagus Arsana, SH dan Kasi Pidana Umum (Pidum), Junita Triana, SH pidah tugas. Dimana Bagus pindah ke Kejari Amplapura Kabupaten Karangasem, Bali dengan tugas yang sama. Sedangkan Junita pindah dalam jabatan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejari Arga Makmur Bengkulu Utara (BU). Pindah tugasnya dua petugas kejari ini berdasarkan keputusan Kejati Bengkulu.
‘’Ya saya memang sudah mendapatkan surat tersebut. Selain saya Kasi Pidum pun juga turut pindah,’’ ujar Bagus.
Bagus menambahkan, untuk jabatan yang ditinggalkannya akan ditempatkan oleh Mahdalia, SH yang saat ini menjabat sebagai Kaur Kepegawaian di Kejari Mukomuko. Sedangkan untuk jabatan Kasi Pidum akan ditempatkan oleh Elfin Arjuna dari Bengkulu yang juga pernah ditugaskan di Kejari Mukomuko pada tahun 2007 lalu.
‘’Kalau merujuk surat tersebut, Jabatan saya nantinya akan ditempatkan oleh Kaur Kepegawaian dari Kejari Mukomuko sendiri. Dan untuk jabatan Kasi Pidum akan isi oleh Elfin Arjuna yang seblumnya juga pernah ditugaskan di Mukomuko,’’ ungkap Bagus.
Ketika disinggung mengenai sertijab, Bagus menyebutkan masih menunggu intruksi lebih lanjut dari Kajari Mukomuko, Azhari, SH, MH. Namun kemungkinan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan.
‘’Sebelum pindah tentu akan menyelesaikan tugas disini (Kejari Mukomuko,red) terlebih dahulu. Dan setelah dilakukan sertijab, maka saya akan bertolak ke Kejari Amplapura untuk melaporkan kepindahan,’’ tutur Bagus.(dum)
METRO – Pemilu anggota legislatif 2014 di Kabupaten Mukomuko baru saja selesai dilaksanakan. Selain kecekatan dari pelaksana pemilu dengan didukung oleh banyak pihak, suksesnya pemilu juga tak lepas dari kerja keras tanpa lelah anggota Polres Mukomuko, Brimob dibantu TNI dan Linmas. Dimana sepanjang waktu, sejak gendrang pemilu ditabuh, anggota Polres Mukomuko aktif melakukan pengamanan setiap proses pemilu.
Untuk kepastian, masyarakat bisa menggunakan hak suaranya dengan nyaman, serta demi lancarnya kegiatan petugas pemilu, polres menerjunkan hampir sebagian besar anggotanya. Bahkan sejak logistik pemilu mulai didistribusikan, hingga proses pleno dilakukan, pengamanan berlangsung selama 24 jam. Namun pelaksana pemilu dan keamanan belum bisa bernapas lega, sebab mereka sudah dihadang oleh agenda lain, yaitu pengamanan Pilpres mendatang.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Laba Meliala, S.Ik diminta tanggapannya menjelaskan, dengan sudah ditetapkannya pemenang pemilu dan dewan terpilih, rangkaian untuk legislatif hampir selesai dan tidak terlalu menguras tenaga kedepan untuk pengamanan. Menurutnya dari setiap rangkaian pemilu, tidak terdapat gangguan yang berakibat fatal.
‘’Selama pemilu, sudah menjadi tugas kita dari anggota Polri melakukan pengamanan. Kita melibatkan sebagian besar anggota dan seluruhnya dalam keadaan siap turun kapan saja jika diperlukan. Sementara, proses pemilu legislatif berlangsung aman,’’ kata Laba.
Terkait dengan persiapan pengamanan Pemilihan Presiden, Komisaris satu bunga sudut lima ini menerangkan, operasi pengamanan Mantabrata Pilpres sama dengan Pileg. Sifat pengamanannya masih tetap sama atau berkesinambungan. Namun pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya dari Kapolri, melalui Kapolda dan Polres Mukomuko.
‘’Pengamanan sama saja, sebab sifatnya berkesinambungan, tugas masing-masing tidak berubah namun disesuaikan,’’ terangnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Dawud, S.Ag mengakui, jika mereka selanjutnya dihadang oleh persiapan pilpres. Ia juga mengakui lancarnya setiap rangkaian kegiatan KPU, tak lepas dari peran polisi dan pengamanan lainnya. Termasuk untuk Pilpres keberadaan petugas pengamanan merupakan kunci untuk suksesnya pemilu.
‘’Tentu peran polisi dan pengamanan lain sangat menentukan suksesnya pemilu. Selanjutnya kita juga bersiap untuk pilpres, berharap kerjasama dari semua pihak,’’ tutupnya.(jar)
Tuesday, 13 May 2014
DPRD Dikuasai 5 Parpol
Hari Ini Pleno Penetapan Pemenang Pemilu
METRO – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, dijadwalkan menggelar sidang pleno terbuka, menetapkan secara resmi 25 anggota dewan Mukomuko 2014-2019 terpilih. Diperkirakan pemenang pemilu yang ditetapkan sama dengan perkiraan sebelumnya. Dimana Gerindra keluar sebagai pemenang pemilu dengan total suara 11.717 suara, dengan 3 kursi di DPRD Mukomuko. Kedua PAN dengan 10.077 suara juga 3 kursi dewan dan PKB yang mengantongi 9.792 suara juga tiga kursi. Meski tidak masuk 3 besar pemenang pemilu, Partai NasDem dan PKPI juga memperoleh dua kursi.
Sedangkan PBB diperkirakan satu-satunya partai yang gagal meraih jatah kursi di DPRD Mukomuko. 6 Partai lainnya, masing-masing Golkar meraih 2 kursi, Hanura 3 kursi, PDIP 1 kursi, PPP 2 kursi, Partai Demokrat 1 kursi dan PKS juga dua kursi.
Caleg yang meraih suara pribadi terbanyak dan duduk sebagai anggota dewan, Wisnu Hadi, SE dari PKPI Dapil 3 dengan memperoleh 2.174 suara dan total dukungan 3.555 . Berikutnya caleg PDIP, Dedy Kurniawan, S.Sos Dapil 2 dengan 2.154 atau total suara PDIP di dapil 2 sebanyak 3.801 suara. Yang ketiga, caleg dengan dukungan signifikan adalah, Maskur dari PKB dengan 1.439 suara atau total dukungan 4.418 suara.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan jika pleno penetapan akan diselenggarakan hari ini. Menurutnya pleno hanya pembacaan hasil rekapan yang sudah ada. Pertama membaca jumlah pemilih, selanjutnya menetapkan kuota 1 kursi. Setelah itu, dihitung suara partai, untuk mendapatkan partai yang memenuhi kuota 1 kursi. Setelah didapat, jika masih kurang, maka digunakan metode perangkingan suara 12 partai yang tersisa. Selanjutnya KPU menyiapkan SK untuk dilaporkan kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah dan KPU Provinsi. Tidak ada penghitungan ulang atau melakukan perubahan dari yang sudah direkap secara bersama.
‘’Besok (Hari ini red) pleno penetapan dilaksanakan, dalam hal ini hanya membaca hasil pemilu yang sudah ada sesuai hasil pleno perekapan sebelumnya. Selanjutnya KPU menyiapkan SK untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan ditembuskan ke yang berhubungan lainnya,’’ kata Dawud.
Pleno dilakukan dengan terbuka dan diikuti semua partai politik, dari kepolisian, pemerintah daerah, kejaksaan dan undangan lainnya. Rencananya acara dimulai Pukul 13.30 WIB sampai dengan selesai. Ia yakin pleno akan berjalan dengan lancar. Undangan sudah disebarkan, begitu pula dengan persiapan lainnya sudah selesai.
‘’Kalau persiapan sudah semua, kita harapkan undangan bisa hadir sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Pihak partai hanya diberi kesempatan menyampaikan sambutan diakhir acara, terkait dengan pelaksanaan pemilu yang sudah dilangsungkan,’’ papar Dawud.
Komisioner KPU lainnya, Dedy Desponsori, S.HI juga membenarkan akan diselenggarakan pleno penetapan hari ini. Menurutnya persiapan sudah matang secara keseluruhan. Pleno penetapan tidak akan berlangsung lama dan sulit, sebab tidak ada lagi proses rekap atau sanggahan dari pihak partai politik. Mereka melakukan penetapan dan penghitungan berdasarkan metode yang ada dalam aturan pemilu.
‘’Mudahan saja bisa lancar, karena pleno penetapan dilaksanakan secara terbuka dan dalam kesempatan ini tidak ada lagi sanggahan dari pihak partai. Kita hanya menetapkan berdasarkan rekapan suara yang sudah ada, tidak ada perubahan sedikitpun,’’ tegas Dedy.
Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom mengakui sudah mendapat undangan dari KPU untuk penetapan dewan terpilih. Ia memastikan akan hadir sesuai dengan jadwal. Partainya tidak ada persiapan apa-apa menghadapi penetapan dari KPU, sebab agendanya hanya membacakan hasil pemilu, selanjutnya menetapkan dewan terpilih berdasarkan medote hitungan.
‘’Kita akan hadir sesuai undangan, tidak ada persiapan apa-apa sebab kesempatan ini hanya membaca hasil rekapan yang sudah ada. KPU akan menjumlahkan suara dan kuota satu kursi dewan masing-masing dapil. Selanjutnya dengan metode penghitungan yang berlaku, partai mana yang dapat jatah kursi, partai dengan kuota cukup lebih dahulu, selanjutnya sistem rangking,’’ tutup Hermansyah.(jar)
KPU Dilaporkan ke DKPP
POLITIK RM – Peserta pemilu dari Partai Golkar, Muslim Caniago, SH memastikan melapor anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) . Adapun materi laporannya, yaitu dugaan ketidak profesionalan penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya dan juga berbagai dugaan pelanggaran saat berlangsungnya sidang pleno oleh KPU beberapa waktu lalu. Sementara rencana untuk melapor ke Makamah Konstitusi (MK) sepenuhnya diserahkan kepada partai politik.
Disampaikan Muslim, laporan sudah ia sampaikan kepada DKPP sesuai dengan apa yang ia janjikan sebelumnya. Karena KPU sudah mengecewakan mereka saat berlangsungnya pemilu dan terkhusus waktu dilangsungkannya sidang pleno. Diantara kesalahan KPU yang menurutnya pantas untuk disangsi adalah, tidak serius saat melakukan pleno, sering keluar masuk ruangan, membatalkan perjanjian untuk membuka kotak suara, padahal sudah disetujui, juga beberapa kesalahan lainnya.
‘’Ini janji saya sejak awal, sudah kita laporkan, kalau soal materi laporan sesuai dengan bukti yang ada. Bukan saya saja yang mengetahui, melainkan banyak pihak. Untuk jelasnya nanti kita lihat saat berlangsungnya sidang pleno oleh KPU,’’ kata Muslim.
Terus apa targetnya dari laporan ini? Muslim mengaku tidak punya target apa-apa, setidaknya kesalahan yang sama tidak terjadi pada moment berikutnya. Sebab tugas sebagai anggota KPU bukan ringan dan dapat dianggap sepele. Jika memang DKPP menilai itu salah, jelas harus ada sangsi atau kebijakan lebih lanjut. Laporan ke DKPP sifatnya lebih kepada perbaikan pemilu, bisa dilakukan oleh perorangan.
‘’Itu laporan saya secara perorangan, kita ingin ada perbaikan kedepannya, sebab pemilu dilaksanakan rutin. Kalau penyelenggaranya tidak bisa bekerja profesional, dampaknya mengecewakan bagi banyak pihak,’’ tegas Muslim.
Mengenai laporan ke MK, menurut Muslim itu sudah diserahkan kepada partai. Dimana ia sudah sampaikan kepada petinggi parpol, data dugaan pelanggaran yang terjadi juga kejanggalan lainnya. Mudahan saja diakamodir dan ada prosesnya.
‘’Untuk ke MK itu mengatas namakan partai, sepenuhnya sudah ia serahkan kepada tim dari partai. Harapannya juga ada tindakan lebih lanjut terhadap semua itu,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengaku pasrah dan menilai itu adalah hak dari seiap peserta pemilu. Ia siap bila ada permintaan untuk menjelaskan pelaksanaan pemilu di Mukomuko. Yang jelas, mereka sudah menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk terselenggaranya pemilu di Mukomuko. Dawud juga mengakui, bukan pekerjaan mudah menghadapi setiap tahapan dari pemilu tersebut.
‘’Kami sudah berupa melakukan yang terbaik untuk menyukseskan pemilu, kalau memang ada yang kecewa dan merasa belum puas, kita tentu akan berikan penjelasan sesuai permintaan dari pihak yang berwenang,’’ tutupnya.(jar)
Disambar Petuih, Warga Lubuk Bento Meninggal
PONDOK SUGUH – Untuk kedua kalinya dalam 2 bulan terakhir warga Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh meninggal diduga disambar petir (Petuih red). Jika sebelumnya seorang pemuda, kemarin giliran Budiman (60), kejadiannya Sabtu (10/5) sekitar Pukul 13.30 WIB, di kawasan perkebunan Air Berau. Saat kejadian korban tengah membersihkan kebun. Jasad korban baru ditemukan oleh warga setempat sekitar Pukul 20.30 WIB. Sekujur tubuhnya melepuh dan menghitam, layaknya luka bakar atau kesentrum arus listrik.
Dari data terhimpun, korban pagi harinya usai sholat sumbuh, berangkat ke kebun seorang diri, dengan membawa bekal secukupnya untuk sehari. Sekitar Pukul 13.00 WIB kemarin, beberapa daerah di Kecamatan Pondok Suguh diguyur hujan, saat itulah diduga korban tersambar petir. Pihak keluarga baru menyusul korban, lantaran hingga Magrib belum juga pulang dari kebun. Setelah melakukan pencarian sekitar 2 jam dalam kawasan perkebunan ini, korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Awalnya sempat kesulitan untuk membawa korban ke desa, karena jaraknya cukup jauh. Beruntung dibantu oleh kendaraan PT. DDP. Sekitar Pukul 23.00 WIB mayat korban tiba di rumah duka.
Terkait dengan dugaan korban disambar petir, sempat meragukan, awalnya disangka korban menalami daerah tinggi. Bahkan masyarakat yang menemukan mayat korban sampai ke rumah duka, tidak menduga korban disambar petir, sebab semua peralatan dan pakaiannya utuh, tanpa ada bekas luka bakar sedikitpun. Baru diketahui saat baju kaos yang digunakan korban dibuka dengan cara digunting, sekujur tubuhnya ternyata sudah melepuh dan menghitam. Jerit tangispun semakin menggema saat mengetahui hal tersebut, pasalnya korban disambar petir sebelumnya, masih keluarnya, yang tinggal satu rumah.
Salah seorang keluarga Korban, Safriadi mengakui, memang pada awalnya pihak keluarga sempat ragu jika ia terwas terkena petir. Maka pihak keluarga memutuskan utuk memeriksa mayat korban ke pihak Puskesmas Pondok Suguh agar ada kepastian. Apalagi korban selama ini dikenal mengidap darah tinggi. Pihak keluarga meski cukup terpukul atas kejadian beruntun ini, namun mereka sudah merelakan, korban dipanggil oleh yang maha kuasa.
‘’Kalau dari pemeriksaan pihak dokter memang terkena petir, kita memang ragu, sebab pakaian korban tidak ada yang terbakar. Yang jelas keluarga menerima musibah ini dengan lapadang dada,’’ paparnya.
Kepala Puskesmas Pondok Suguh, dr. Vipi Sosilawati melalui dokter piket, dr. Kanya Ahmad K, menjelaskan dari hasil pemeriksaan pihaknya terhadap mayat korban, penyebab meninggalnya kemungkinan besar terkena sambaran petir. Dasarnya sekujur tubuh korban mengalami luka bakar, diantaranya bagian dada, perut, kedua lutut dan lainnya. Kejadiannya diperkirakan antara pukul 14.00 WIB atau 15.00 WIB usai makan siang. Terkait dengan kondisi pakaian korban yang tidak terbakar atau robek, menurutnya saat kejadian kemungkinan pakaian korban basah, hingga tidak menimbulkan kebakaran saat terkena sambaran petir.
‘’Ya kita menemui ada bekas luka bakar melepuh disekujur tubuh korban. dan luka bakar terkena petir itu lah yang diduga menjadi penyebab utama korban meninggal. Sedangkan korban meninggal diperkirakan siang hari sesaat setelah menyantap makan siang,’’ tutup Kanya.(jar/dum)
Pleno Penetapan Dewan Terpilih Besok
METRO – Penetapan anggota dewan terpilih atau pemenang pemilu 2014, dilangsungkan pada Selasa (13/5) besok. Alasannya masih ada tahapan penetapan di tingkat Provinsi. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten masih ada waktu selama 3 hari. Meski demikian, dipastikan tidak ada kendala atau persoalan dalam persiapan rapat penetapan ini.
Salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Syofia Diana, SE menerangkan, sebetulnya bukan diundurkan, sebab memang jadwal untuk penetapan sampai dengan (13/5). Hari ini pihaknya akan menyiapkan segala sesuatu untuk penetapan tersebut termasuk menyampaikan undangan kepada segenap partai politik serta pihak terkait lainnya dan SK penetapan dewan terpilih 2014.
‘’Penetapan untuk Mukomuko diputuskan pada tanggal 13, karena masih ada tahapan di Provinsi, segala sesuatu sedang kita siapkan. Insyaallah tidak ada kendala pada saatnya nanti,’’ kata Diana.
Masih Diana, penetapan dewan terpilih dan pemenang pemilu dilakukan secara terbuka. KPU akan membacakan hasil pleno perekapan yang sudah dilakukan sebelumnya dan langsung menetapkan SK untuk disampaikan ke berbagai pihak. Diantaranya dilaporkan kepada pemerintah daerah, sekretariat DPRD juga ke KPU Provinsi Bengkulu. Penetapa merupakan tahapan akhir dari pemilihan legislatif di tingkat daerah. Selanjutnya mereka akan masuk agenda untuk persiapan pilpres.
‘’Rapat pleno dilakukan secara terbuka dengan dihadari peserta pemilu dan dari pemerintah daerah. Selain itu juga pihak keamanan dari Polres Mukomuko. Setelah ini habis, kita fokus untuk persiapan pilpres,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra, Basshendri, SE mengaku belum menerima undangan untuk menghadiri pleno penetapan dari KPU Mukomuko. Ia memastikan akan hadir bila ada pemberitahuan. Harapannya proses penetapan dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan juga berlangsung dengan aman dan tertib.
‘’Kita belum ada mendapat pemberitahuan dari pihak KPU mengenai penetapan ini, yang jelas kami akan hadir,’’ tutupnya.(jar)
Tanduk Median Jalan, Avanza Tagolek
METRO – Giliran Toyota Avanza nopol BA 1863 VC yang menanduk median perbatasan jalan dua jalur di Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko. Kejadian ini sudah ke tiga kalinya, setelah sebelumnya mobil fuso dan dum truk. Meski Avansa yang dikendarai oleh Randi (17) seorang pelajar SMA, bersama Eko (20) asal Desa Tanjung Alai Kecamatan Lubuk Pinang sempat terbalik dan mengalami kerusakan cukup parah, namun tidak ada korban jiwa. Kejadiannya malam kemarin Sabtu (10/5) sekitar pukul 21.05 WIB.
Kronologis kejadiannya berdasarkan hasil oleh TKP Sat Lantas Polres Mukomuko, Avanza yang dikemudikan Randi melaju dalam kecepatan tinggi dari arah Lubuk Pinang. Diduga tidak fokus melihat kondisi jalan, sebelah kanan kendaraan itu menabrak median jalan yang berada ditengah-tengah jalan 2 jalur. Mobil lalu terhempas dan bagian body sebelah kiri sempat terseret beberapa meter serta berputar. beruntungnya kejadian itu tidak mengakibatkan luka serius terhadap kedua korban.
‘’Sesaat usai kejadian kita langsung turun ke TKP, Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Randi bersama satu penumpang Eko melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak. Kondisi mobil rusak cukup parah,’’ ujar Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas AKP. Marwan Fajrin, S.Ik ketika dijumpai di TKP.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Mukomuko, Dexy Efendi, SE mengatakan kejadian kecelakaan mobil menghantam median jalan dua jalur Soekarno Hatta tersebut sudah sering kali terjadi. Menurut Dexy, hal ini mesti ditanggapi serius oleh pihak terkait dalam hal ini mencari solusi agar tidak terjadi lagi kecelakaan. Dexy menambahkan kondisi malam hari di kawasan tersebut terbilang rawan karena belum terpasang rambu-rambu lalulintas dan lampu jalan.
‘’Kita mendesak pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera mencari solusi terbaiknya, setidaknya memasang rambu-rambu imbauan kepada pengguna jalan untuk hati-hati dan lampu jalan agar kawasan ini terlihat terang. Dikawatirkan akan kembali terjadi kecelakaan,’’ imbuh Dexy.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Mukomuko, Drs. Hariyadie Nazar, membenarkan bahwa seringnya terjadi kecelakaan terutama mobil yang menghantam median jalan. Menurut Hariadie, peristiwa ini merupakan yang ke empat. Pihaknya memasang rambu jalan, tetapi tidak bertahan lama. Menurut Haridie, sebagai langkah selanjutnya, pihaknya bersama kepolisian juga pernah mengajukan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pemotongan aset median jalan yang baru saja dibangun sekitar tahun 2013 lalu.
‘’Kita akui sudah sering terjadi kecelakaan mobil menghantam median jalan di kawasan itu. Tetapi kita telah berupaya memasang rambu-rambu lalulintas namun tidak bertahan lama. Bahkan pernah diusulkan ke pihak dinas PU untuk memotong median jalan sepanjang 20 meter, juga belum terealisasi sampai sekarang,’’ tutup Hariyadie.(dul/dum)
Ichwan Diminta Tak Terpancing
//Mukomuko Digarap Kandidat Gubernur Lain
METR0 – Bagaimanapun serangan dari kandidat lain ke Kabupaten Mukomuko, diyakini Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM tetap akan mendapat dukungan penuh untuk mencalon Gubernur Bengkulu. Untuk itu, Ichwan diminta tidak terpancing dengan serangan lawan-lawan politiknya, melainkan tetap harus fokus dan secara bertahap menggarap semua wilayah di Provinsi Bengkulu.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Kecamatan Sungai Rumbai, H. Tarmizi untuk Mukomuko sebetulnya Ichwan tinggal meminta restu dari orang tua dan tokoh-tokoh yang ada. Karena sosoknya sudah dikenal baik oleh semua lapisan masyarakat. Sehebat apapun serangan yang masuk dari lawan politik, akan mentah, sebab masyarakat Mukomuko lebih mengutamakan orang terdekatnya. Buktinya saat pemilihan dewan yang lalu, seorang caleg selalu menang dibasisnya sendiri. Padahal setiap saat ada pertemuan caleg lain di desa tersebut.
‘’Fokus dengan kegiatan sosialisasi, biar bagaimana pun lawan masuk ke wilayah sendiri tidak akan bisa berbuat banyak, sebab sifat warga Mukomuko sudah jelas, mereka memilih orang terdekatnya. Itulah yang terjadi pada pemilu lalu, setiap caleg menang dibasisnya masing-masing,’’ kata Tarmizi.
Selain itu, juga saat memasuki basis lawan, harus punya pertimbangan yang matang. Sebab sekeras apapun berusaha, hasilnya tetap tidak mampu mengalahkan tuan rumah. Sebaiknya lebih diarahkan ke kabupaten yang tidak mengutus kandidat Gubernur pada pilkada kelak. Dengan demikian setiap pergerakan ada hasil yang nyata. Terpancing dengan serangan lawan, dapat merugikan dan memecah konsentrasi.
‘’Ini hal yang penting harus diperhatikan oleh bupati, kalau terpancing dengan aksi lawan, dampaknya konsentrasi pecah. Fokus dan terus melangkah dengan pasti, mudahan akan keluar sebagai pemenang,’’ tegasnya.
Masih Tarmizi, ia yakin jika sudah meminta restu dari tokoh yang ada, Ichwan mendapat dukungan bulat di Mukomuko. Ia juga mengakui sejak beberapa waktu lalu, beberapa kandidat calon Gubernur sudah masuk ke Mukomuko. Walau masyarakat menyambutnya dengan meriah, bukan berarti mendukung, karena sudah sifatnya orang timur bermanis muka saat didatangi oleh siapa saja.
‘’Kalau lawan, memang sudah banyak yang datang ke Mukomuko, meski mendapat sambutan, tidak banyak pengaruhnya. Orang kita memang sifatnya demikian, basa basi tinggi, suka atau tidak tetap dilayani,’’ tutup Tarmizi.(jar)
METRO – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, dijadwalkan menggelar sidang pleno terbuka, menetapkan secara resmi 25 anggota dewan Mukomuko 2014-2019 terpilih. Diperkirakan pemenang pemilu yang ditetapkan sama dengan perkiraan sebelumnya. Dimana Gerindra keluar sebagai pemenang pemilu dengan total suara 11.717 suara, dengan 3 kursi di DPRD Mukomuko. Kedua PAN dengan 10.077 suara juga 3 kursi dewan dan PKB yang mengantongi 9.792 suara juga tiga kursi. Meski tidak masuk 3 besar pemenang pemilu, Partai NasDem dan PKPI juga memperoleh dua kursi.
Sedangkan PBB diperkirakan satu-satunya partai yang gagal meraih jatah kursi di DPRD Mukomuko. 6 Partai lainnya, masing-masing Golkar meraih 2 kursi, Hanura 3 kursi, PDIP 1 kursi, PPP 2 kursi, Partai Demokrat 1 kursi dan PKS juga dua kursi.
Caleg yang meraih suara pribadi terbanyak dan duduk sebagai anggota dewan, Wisnu Hadi, SE dari PKPI Dapil 3 dengan memperoleh 2.174 suara dan total dukungan 3.555 . Berikutnya caleg PDIP, Dedy Kurniawan, S.Sos Dapil 2 dengan 2.154 atau total suara PDIP di dapil 2 sebanyak 3.801 suara. Yang ketiga, caleg dengan dukungan signifikan adalah, Maskur dari PKB dengan 1.439 suara atau total dukungan 4.418 suara.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan jika pleno penetapan akan diselenggarakan hari ini. Menurutnya pleno hanya pembacaan hasil rekapan yang sudah ada. Pertama membaca jumlah pemilih, selanjutnya menetapkan kuota 1 kursi. Setelah itu, dihitung suara partai, untuk mendapatkan partai yang memenuhi kuota 1 kursi. Setelah didapat, jika masih kurang, maka digunakan metode perangkingan suara 12 partai yang tersisa. Selanjutnya KPU menyiapkan SK untuk dilaporkan kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah dan KPU Provinsi. Tidak ada penghitungan ulang atau melakukan perubahan dari yang sudah direkap secara bersama.
‘’Besok (Hari ini red) pleno penetapan dilaksanakan, dalam hal ini hanya membaca hasil pemilu yang sudah ada sesuai hasil pleno perekapan sebelumnya. Selanjutnya KPU menyiapkan SK untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan ditembuskan ke yang berhubungan lainnya,’’ kata Dawud.
Pleno dilakukan dengan terbuka dan diikuti semua partai politik, dari kepolisian, pemerintah daerah, kejaksaan dan undangan lainnya. Rencananya acara dimulai Pukul 13.30 WIB sampai dengan selesai. Ia yakin pleno akan berjalan dengan lancar. Undangan sudah disebarkan, begitu pula dengan persiapan lainnya sudah selesai.
‘’Kalau persiapan sudah semua, kita harapkan undangan bisa hadir sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Pihak partai hanya diberi kesempatan menyampaikan sambutan diakhir acara, terkait dengan pelaksanaan pemilu yang sudah dilangsungkan,’’ papar Dawud.
Komisioner KPU lainnya, Dedy Desponsori, S.HI juga membenarkan akan diselenggarakan pleno penetapan hari ini. Menurutnya persiapan sudah matang secara keseluruhan. Pleno penetapan tidak akan berlangsung lama dan sulit, sebab tidak ada lagi proses rekap atau sanggahan dari pihak partai politik. Mereka melakukan penetapan dan penghitungan berdasarkan metode yang ada dalam aturan pemilu.
‘’Mudahan saja bisa lancar, karena pleno penetapan dilaksanakan secara terbuka dan dalam kesempatan ini tidak ada lagi sanggahan dari pihak partai. Kita hanya menetapkan berdasarkan rekapan suara yang sudah ada, tidak ada perubahan sedikitpun,’’ tegas Dedy.
Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom mengakui sudah mendapat undangan dari KPU untuk penetapan dewan terpilih. Ia memastikan akan hadir sesuai dengan jadwal. Partainya tidak ada persiapan apa-apa menghadapi penetapan dari KPU, sebab agendanya hanya membacakan hasil pemilu, selanjutnya menetapkan dewan terpilih berdasarkan medote hitungan.
‘’Kita akan hadir sesuai undangan, tidak ada persiapan apa-apa sebab kesempatan ini hanya membaca hasil rekapan yang sudah ada. KPU akan menjumlahkan suara dan kuota satu kursi dewan masing-masing dapil. Selanjutnya dengan metode penghitungan yang berlaku, partai mana yang dapat jatah kursi, partai dengan kuota cukup lebih dahulu, selanjutnya sistem rangking,’’ tutup Hermansyah.(jar)
KPU Dilaporkan ke DKPP
POLITIK RM – Peserta pemilu dari Partai Golkar, Muslim Caniago, SH memastikan melapor anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) . Adapun materi laporannya, yaitu dugaan ketidak profesionalan penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya dan juga berbagai dugaan pelanggaran saat berlangsungnya sidang pleno oleh KPU beberapa waktu lalu. Sementara rencana untuk melapor ke Makamah Konstitusi (MK) sepenuhnya diserahkan kepada partai politik.
Disampaikan Muslim, laporan sudah ia sampaikan kepada DKPP sesuai dengan apa yang ia janjikan sebelumnya. Karena KPU sudah mengecewakan mereka saat berlangsungnya pemilu dan terkhusus waktu dilangsungkannya sidang pleno. Diantara kesalahan KPU yang menurutnya pantas untuk disangsi adalah, tidak serius saat melakukan pleno, sering keluar masuk ruangan, membatalkan perjanjian untuk membuka kotak suara, padahal sudah disetujui, juga beberapa kesalahan lainnya.
‘’Ini janji saya sejak awal, sudah kita laporkan, kalau soal materi laporan sesuai dengan bukti yang ada. Bukan saya saja yang mengetahui, melainkan banyak pihak. Untuk jelasnya nanti kita lihat saat berlangsungnya sidang pleno oleh KPU,’’ kata Muslim.
Terus apa targetnya dari laporan ini? Muslim mengaku tidak punya target apa-apa, setidaknya kesalahan yang sama tidak terjadi pada moment berikutnya. Sebab tugas sebagai anggota KPU bukan ringan dan dapat dianggap sepele. Jika memang DKPP menilai itu salah, jelas harus ada sangsi atau kebijakan lebih lanjut. Laporan ke DKPP sifatnya lebih kepada perbaikan pemilu, bisa dilakukan oleh perorangan.
‘’Itu laporan saya secara perorangan, kita ingin ada perbaikan kedepannya, sebab pemilu dilaksanakan rutin. Kalau penyelenggaranya tidak bisa bekerja profesional, dampaknya mengecewakan bagi banyak pihak,’’ tegas Muslim.
Mengenai laporan ke MK, menurut Muslim itu sudah diserahkan kepada partai. Dimana ia sudah sampaikan kepada petinggi parpol, data dugaan pelanggaran yang terjadi juga kejanggalan lainnya. Mudahan saja diakamodir dan ada prosesnya.
‘’Untuk ke MK itu mengatas namakan partai, sepenuhnya sudah ia serahkan kepada tim dari partai. Harapannya juga ada tindakan lebih lanjut terhadap semua itu,’’ tegasnya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengaku pasrah dan menilai itu adalah hak dari seiap peserta pemilu. Ia siap bila ada permintaan untuk menjelaskan pelaksanaan pemilu di Mukomuko. Yang jelas, mereka sudah menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk terselenggaranya pemilu di Mukomuko. Dawud juga mengakui, bukan pekerjaan mudah menghadapi setiap tahapan dari pemilu tersebut.
‘’Kami sudah berupa melakukan yang terbaik untuk menyukseskan pemilu, kalau memang ada yang kecewa dan merasa belum puas, kita tentu akan berikan penjelasan sesuai permintaan dari pihak yang berwenang,’’ tutupnya.(jar)
Disambar Petuih, Warga Lubuk Bento Meninggal
PONDOK SUGUH – Untuk kedua kalinya dalam 2 bulan terakhir warga Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh meninggal diduga disambar petir (Petuih red). Jika sebelumnya seorang pemuda, kemarin giliran Budiman (60), kejadiannya Sabtu (10/5) sekitar Pukul 13.30 WIB, di kawasan perkebunan Air Berau. Saat kejadian korban tengah membersihkan kebun. Jasad korban baru ditemukan oleh warga setempat sekitar Pukul 20.30 WIB. Sekujur tubuhnya melepuh dan menghitam, layaknya luka bakar atau kesentrum arus listrik.
Dari data terhimpun, korban pagi harinya usai sholat sumbuh, berangkat ke kebun seorang diri, dengan membawa bekal secukupnya untuk sehari. Sekitar Pukul 13.00 WIB kemarin, beberapa daerah di Kecamatan Pondok Suguh diguyur hujan, saat itulah diduga korban tersambar petir. Pihak keluarga baru menyusul korban, lantaran hingga Magrib belum juga pulang dari kebun. Setelah melakukan pencarian sekitar 2 jam dalam kawasan perkebunan ini, korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa. Awalnya sempat kesulitan untuk membawa korban ke desa, karena jaraknya cukup jauh. Beruntung dibantu oleh kendaraan PT. DDP. Sekitar Pukul 23.00 WIB mayat korban tiba di rumah duka.
Terkait dengan dugaan korban disambar petir, sempat meragukan, awalnya disangka korban menalami daerah tinggi. Bahkan masyarakat yang menemukan mayat korban sampai ke rumah duka, tidak menduga korban disambar petir, sebab semua peralatan dan pakaiannya utuh, tanpa ada bekas luka bakar sedikitpun. Baru diketahui saat baju kaos yang digunakan korban dibuka dengan cara digunting, sekujur tubuhnya ternyata sudah melepuh dan menghitam. Jerit tangispun semakin menggema saat mengetahui hal tersebut, pasalnya korban disambar petir sebelumnya, masih keluarnya, yang tinggal satu rumah.
Salah seorang keluarga Korban, Safriadi mengakui, memang pada awalnya pihak keluarga sempat ragu jika ia terwas terkena petir. Maka pihak keluarga memutuskan utuk memeriksa mayat korban ke pihak Puskesmas Pondok Suguh agar ada kepastian. Apalagi korban selama ini dikenal mengidap darah tinggi. Pihak keluarga meski cukup terpukul atas kejadian beruntun ini, namun mereka sudah merelakan, korban dipanggil oleh yang maha kuasa.
‘’Kalau dari pemeriksaan pihak dokter memang terkena petir, kita memang ragu, sebab pakaian korban tidak ada yang terbakar. Yang jelas keluarga menerima musibah ini dengan lapadang dada,’’ paparnya.
Kepala Puskesmas Pondok Suguh, dr. Vipi Sosilawati melalui dokter piket, dr. Kanya Ahmad K, menjelaskan dari hasil pemeriksaan pihaknya terhadap mayat korban, penyebab meninggalnya kemungkinan besar terkena sambaran petir. Dasarnya sekujur tubuh korban mengalami luka bakar, diantaranya bagian dada, perut, kedua lutut dan lainnya. Kejadiannya diperkirakan antara pukul 14.00 WIB atau 15.00 WIB usai makan siang. Terkait dengan kondisi pakaian korban yang tidak terbakar atau robek, menurutnya saat kejadian kemungkinan pakaian korban basah, hingga tidak menimbulkan kebakaran saat terkena sambaran petir.
‘’Ya kita menemui ada bekas luka bakar melepuh disekujur tubuh korban. dan luka bakar terkena petir itu lah yang diduga menjadi penyebab utama korban meninggal. Sedangkan korban meninggal diperkirakan siang hari sesaat setelah menyantap makan siang,’’ tutup Kanya.(jar/dum)
Pleno Penetapan Dewan Terpilih Besok
METRO – Penetapan anggota dewan terpilih atau pemenang pemilu 2014, dilangsungkan pada Selasa (13/5) besok. Alasannya masih ada tahapan penetapan di tingkat Provinsi. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten masih ada waktu selama 3 hari. Meski demikian, dipastikan tidak ada kendala atau persoalan dalam persiapan rapat penetapan ini.
Salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Syofia Diana, SE menerangkan, sebetulnya bukan diundurkan, sebab memang jadwal untuk penetapan sampai dengan (13/5). Hari ini pihaknya akan menyiapkan segala sesuatu untuk penetapan tersebut termasuk menyampaikan undangan kepada segenap partai politik serta pihak terkait lainnya dan SK penetapan dewan terpilih 2014.
‘’Penetapan untuk Mukomuko diputuskan pada tanggal 13, karena masih ada tahapan di Provinsi, segala sesuatu sedang kita siapkan. Insyaallah tidak ada kendala pada saatnya nanti,’’ kata Diana.
Masih Diana, penetapan dewan terpilih dan pemenang pemilu dilakukan secara terbuka. KPU akan membacakan hasil pleno perekapan yang sudah dilakukan sebelumnya dan langsung menetapkan SK untuk disampaikan ke berbagai pihak. Diantaranya dilaporkan kepada pemerintah daerah, sekretariat DPRD juga ke KPU Provinsi Bengkulu. Penetapa merupakan tahapan akhir dari pemilihan legislatif di tingkat daerah. Selanjutnya mereka akan masuk agenda untuk persiapan pilpres.
‘’Rapat pleno dilakukan secara terbuka dengan dihadari peserta pemilu dan dari pemerintah daerah. Selain itu juga pihak keamanan dari Polres Mukomuko. Setelah ini habis, kita fokus untuk persiapan pilpres,’’ tegasnya.
Ketua DPC Gerindra, Basshendri, SE mengaku belum menerima undangan untuk menghadiri pleno penetapan dari KPU Mukomuko. Ia memastikan akan hadir bila ada pemberitahuan. Harapannya proses penetapan dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan juga berlangsung dengan aman dan tertib.
‘’Kita belum ada mendapat pemberitahuan dari pihak KPU mengenai penetapan ini, yang jelas kami akan hadir,’’ tutupnya.(jar)
Tanduk Median Jalan, Avanza Tagolek
METRO – Giliran Toyota Avanza nopol BA 1863 VC yang menanduk median perbatasan jalan dua jalur di Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko. Kejadian ini sudah ke tiga kalinya, setelah sebelumnya mobil fuso dan dum truk. Meski Avansa yang dikendarai oleh Randi (17) seorang pelajar SMA, bersama Eko (20) asal Desa Tanjung Alai Kecamatan Lubuk Pinang sempat terbalik dan mengalami kerusakan cukup parah, namun tidak ada korban jiwa. Kejadiannya malam kemarin Sabtu (10/5) sekitar pukul 21.05 WIB.
Kronologis kejadiannya berdasarkan hasil oleh TKP Sat Lantas Polres Mukomuko, Avanza yang dikemudikan Randi melaju dalam kecepatan tinggi dari arah Lubuk Pinang. Diduga tidak fokus melihat kondisi jalan, sebelah kanan kendaraan itu menabrak median jalan yang berada ditengah-tengah jalan 2 jalur. Mobil lalu terhempas dan bagian body sebelah kiri sempat terseret beberapa meter serta berputar. beruntungnya kejadian itu tidak mengakibatkan luka serius terhadap kedua korban.
‘’Sesaat usai kejadian kita langsung turun ke TKP, Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Randi bersama satu penumpang Eko melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak. Kondisi mobil rusak cukup parah,’’ ujar Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas AKP. Marwan Fajrin, S.Ik ketika dijumpai di TKP.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Mukomuko, Dexy Efendi, SE mengatakan kejadian kecelakaan mobil menghantam median jalan dua jalur Soekarno Hatta tersebut sudah sering kali terjadi. Menurut Dexy, hal ini mesti ditanggapi serius oleh pihak terkait dalam hal ini mencari solusi agar tidak terjadi lagi kecelakaan. Dexy menambahkan kondisi malam hari di kawasan tersebut terbilang rawan karena belum terpasang rambu-rambu lalulintas dan lampu jalan.
‘’Kita mendesak pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera mencari solusi terbaiknya, setidaknya memasang rambu-rambu imbauan kepada pengguna jalan untuk hati-hati dan lampu jalan agar kawasan ini terlihat terang. Dikawatirkan akan kembali terjadi kecelakaan,’’ imbuh Dexy.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Mukomuko, Drs. Hariyadie Nazar, membenarkan bahwa seringnya terjadi kecelakaan terutama mobil yang menghantam median jalan. Menurut Hariadie, peristiwa ini merupakan yang ke empat. Pihaknya memasang rambu jalan, tetapi tidak bertahan lama. Menurut Haridie, sebagai langkah selanjutnya, pihaknya bersama kepolisian juga pernah mengajukan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pemotongan aset median jalan yang baru saja dibangun sekitar tahun 2013 lalu.
‘’Kita akui sudah sering terjadi kecelakaan mobil menghantam median jalan di kawasan itu. Tetapi kita telah berupaya memasang rambu-rambu lalulintas namun tidak bertahan lama. Bahkan pernah diusulkan ke pihak dinas PU untuk memotong median jalan sepanjang 20 meter, juga belum terealisasi sampai sekarang,’’ tutup Hariyadie.(dul/dum)
Ichwan Diminta Tak Terpancing
//Mukomuko Digarap Kandidat Gubernur Lain
METR0 – Bagaimanapun serangan dari kandidat lain ke Kabupaten Mukomuko, diyakini Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM tetap akan mendapat dukungan penuh untuk mencalon Gubernur Bengkulu. Untuk itu, Ichwan diminta tidak terpancing dengan serangan lawan-lawan politiknya, melainkan tetap harus fokus dan secara bertahap menggarap semua wilayah di Provinsi Bengkulu.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Kecamatan Sungai Rumbai, H. Tarmizi untuk Mukomuko sebetulnya Ichwan tinggal meminta restu dari orang tua dan tokoh-tokoh yang ada. Karena sosoknya sudah dikenal baik oleh semua lapisan masyarakat. Sehebat apapun serangan yang masuk dari lawan politik, akan mentah, sebab masyarakat Mukomuko lebih mengutamakan orang terdekatnya. Buktinya saat pemilihan dewan yang lalu, seorang caleg selalu menang dibasisnya sendiri. Padahal setiap saat ada pertemuan caleg lain di desa tersebut.
‘’Fokus dengan kegiatan sosialisasi, biar bagaimana pun lawan masuk ke wilayah sendiri tidak akan bisa berbuat banyak, sebab sifat warga Mukomuko sudah jelas, mereka memilih orang terdekatnya. Itulah yang terjadi pada pemilu lalu, setiap caleg menang dibasisnya masing-masing,’’ kata Tarmizi.
Selain itu, juga saat memasuki basis lawan, harus punya pertimbangan yang matang. Sebab sekeras apapun berusaha, hasilnya tetap tidak mampu mengalahkan tuan rumah. Sebaiknya lebih diarahkan ke kabupaten yang tidak mengutus kandidat Gubernur pada pilkada kelak. Dengan demikian setiap pergerakan ada hasil yang nyata. Terpancing dengan serangan lawan, dapat merugikan dan memecah konsentrasi.
‘’Ini hal yang penting harus diperhatikan oleh bupati, kalau terpancing dengan aksi lawan, dampaknya konsentrasi pecah. Fokus dan terus melangkah dengan pasti, mudahan akan keluar sebagai pemenang,’’ tegasnya.
Masih Tarmizi, ia yakin jika sudah meminta restu dari tokoh yang ada, Ichwan mendapat dukungan bulat di Mukomuko. Ia juga mengakui sejak beberapa waktu lalu, beberapa kandidat calon Gubernur sudah masuk ke Mukomuko. Walau masyarakat menyambutnya dengan meriah, bukan berarti mendukung, karena sudah sifatnya orang timur bermanis muka saat didatangi oleh siapa saja.
‘’Kalau lawan, memang sudah banyak yang datang ke Mukomuko, meski mendapat sambutan, tidak banyak pengaruhnya. Orang kita memang sifatnya demikian, basa basi tinggi, suka atau tidak tetap dilayani,’’ tutup Tarmizi.(jar)
Thursday, 8 May 2014
C1 Plano 2 TPS Tak Ditemukan, Golkar Tolak Hasil Perbaikan
1 Plano 2 TPS Tak Ditemukan, Golkar Tolak Hasil Perbaikan
Selisih Suara Tipis, Saksi dan KPU Bergandengan
METRO – C1 Plano asal 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yaitu TPS 3 Desa Air Bikuk Kecamatan Pondok Suguh dan TPS 7 Desa Sibak Kecamatan Ipuh tidak ditemukan saat dilakukan pencermatan ulang kemarin. Akhinya pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko bersama dengan saksi partai terpaksa menghitung ulang surat suara. Tak ada ditemukan dugaan kecurangan dari pencermatan ini. Sementara secara keseluruhan hasil pencermatan, ada beberapa selisih suara dari hitungan awal. Diantaranya suara Golkar nambah 16 suara hingga menjadi 7723 suara. PAN nambah 10 hingga menjadi 8330 suara. Sedangkan NasDem berkurang 8 suara, menjadi 8330 suara, juga ada perubahan kecil dibeberapa partai lainnya. Namun demikian saksi Partai Golkar tetap menolak dan satu-satunya yang tidak menandatangani hasil pencermatan ulang hasil pemilihan umum di sekretariat KPU Mukomuko tersebut.
Sedangkan 11 saksi partai lainnya, menerima dengan legowo hasil akhir ini dan langsung membubuhkan tandatangan sebagai bukti persetujuan mereka. Bahkan usai proses perbaikan dan pencermatan ulang kemarin, para saksi ini menyatakan, kompak mendukung pelaksana pemilu, dalam hal ini Panwaslu dan KPU. Sebagai wujud nyata kekompakan dan dukungan mereka, ditujukkan dengan cara bergandengan tangan di depan sekretariat KPU yang langsung didokumentasikan oleh para insan pers.
Saat dikonfirmasi dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Mukomuko, Ali Saftaini, SE ia menolak berkomentar terkait penolakan tersebut.
‘’Saya no comment tentang itu, mohon maaf sekali lagi no comment,’’ kata Ali.
Pagi kemarin, anggota KPU Mukomuko, Panwaslu dan saksi dari Partai Amanat Nasional (PAN) langsung berangkat ke Bengkulu membawa hasil perbaikan dan pencermatan ulang ini, untuk disesuaikan kembali di KPU Provinsi sebelum disampaikan ke pusat. Terkait dengan adanya selisih suara ini, salah seorang anggota KPU Mukomuko, AH. Siregar, S.Ag, M.Pd mengaku hanya kesalahan penjumlahan saja. Juga terkait C1 Plano di 2 TPS tersebut, karena bertumpukan dalam gudang dan mereka kesulitan menemukannya, maka sudah lakukan hitung ulang surat suara.
‘’Tidak ada temuan dugaan kecuranga, selisih sedikit itupun hanya karena kesalahan dalam penjumlahan saja. Soal Golkar tidak mau tandatangan, kami tidak mau bahas, itu hak mereka. Yang jelas hasil ini kita langsung bawa ke Bengkulu untuk dilaporkan dan dipersamakan nantinya,’’ kata Regar.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH juga mengatakan proses yang dilakukan sesuai rekomendasi berjalan baik. Mereka terus melakukan pengawasan dari awal hingga akhir. Memang masih ditemukan kesalahan penjumlahan, namun tidak signifikan. Hasil ini tetap akan dilaporkan ke Bawaslu pusa.
‘’Semuanya sudah selesai sesuai dengan rekomendasi tersebut, kami mengawasi pelaksanaannya sampai akhir. Meski ada perbedaan tipis, namun bagi kawan-kawan partai itu sangat berarti, maka kesalahan seperti ini kedepannya jadi pelajaran,’’ kata Padlul.
Para saksi partai sendiri menilai proses yang dilalui sudah sesuai aturan dan petunjuk. Meski ada selisih tipis dari suara awal, namun mereka menerimanya, sebab tidak ada indikasi kesengajaan. Selain itu mereka juga dengan tegas mendukung setiap poses yang dilalui oleh KPU tersebut. Terkait penolakan dari Golkar, menurut mereka itu adalah hak Golkar dan mereka tidak berhak memberi penilaian atau komentar.
‘’Ada perbedaan suara, namun itu tidak signifikan, seperti PAN bertambah 10 dan Golkar naik 16, bahkan suara NasDem berkurang dari jumlah awal. Namun kami menilai semuanya sudah sesuai dan KPU sudah bekerja keras untuk itu semua,’’ kata saksi PAN Ramadani diamisi saksi partai lainnya.(jar)
Digoda Sapuan dan Huda, NasDem Gadangkan Wismen
POLITIK Rm – Sebagai salah satu partai pemenang pemilu, yang memiliki fraksi penuh di DPRD Kabupaten Mukomuko, NasDem tak dipungkiri punya posisi strategis untuk menghadapi pilkada 2015. Bahkan informasinya, dua kandidat kuat calon Bupati Mukomuko, Sapuan, SE, Ak, MM dan Choirul Huda, SH sudah melakukan pendekatan dengan partai nomor 1 ini. Namun NasDem masih melihat potensi kadernya sendiri, salah satu yang disiapkan untuk diusung sebagai calon bupati, yaitu, Wismen A Razak. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Musfar Rusli.
Ditemui di sekretariat DPC NasDem kemarin, Musfar menerangkan rencana untuk mengusung calon bupati itu ada. Namun mereka belum membuat keputusan pasti. Alasannya masih menunggu rapat partai dan arahan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Bengkulu dan juga dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun ia mengakui, jika Sapuan dan Choirul Huda sudah pernah membangun komunikasi kearah pilbup. Namun mereka tetap mengutamakan kader, jika ada yang dianggap berkompeten dan siap.
‘’Kami tetap mengutamakan kader sendiri, salah satu yang dianggap ada pelung adalah Wismen. Namun tidak menutup kemungkinan, kita akan usung non kader, jika memang diperlukan. Sejauh ini yang sudah datang untuk berkomunikasi pak Huda dengan Sapuan, namun belum bersifat resmi,’’ kata Musfar.
NasDem hanya memiliki 3 kursi di DPRD Mukomuko, sedangkan syarat untuk mengusung 1 orang calon bupati harus ada 4 atau 5 kursi paling sedikit, apa langkah NasDem?. Musfar menerangkan, mau tidak mau akan berkoalisi dengan partai lain. Jika merujuk dengan pusat, maka partai yang akan berkoalisi dengan NasDem adalah PDI Perjuangan, bisa jadi pertai lainnya.
‘’Mau tidak mau kita akan berkoalisi dengan partai lainnya, kemungkinan kalau merujuk secara Nasional, kami bersama dengan PDIP atau juga dengan beberapa partai lainnya,’’ lanjutnya.
Ketua DPD NasDem, Busril juga membenarkan wacana tersebut, satu hal yang pasti, siapapun kandidat calon bupati yang diusung NasDem harus sejalan. Dalam arti calon tersebut siap mengimplementasikan program yang diusung NasDem untuk pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakat. Satu hal yang pasti calon yang diusung NasDem adalah bupati bukan wakilnya.
‘’Kita lihat saja nanti, yang jelas karena ada peluang untuk itu kenapa tidak kita manfaatkan, yang jelas siapapun yang diusung harus punya visi dan misi sama dengan NasDem untuk pembangunan ke depan,’’ tutupnya.(jar)
//Pencermatan Ulang C1 Plano Sempat Molor 2 Jam
METRO – Kemarin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko kembali membuka C1 Plano dihadapan para saksi partai dan petugas pemilu dari tingkat KPPS hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pencermatan ulang ini sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang disarankan kepada KPU Provinsi Bengkulu untuk 5 Kabupaten termasuk Mukomuko. Sebab berdasarkan hitung ulang di saat pleno KPU RI, terbukti terjadi ketidak singkronan jumlah perolehan partai, terutama suara Golkar yang mengajukan keberatan.
Diketahui dari data yang direkomendasikan Bawaslu Pusat, jumlah suara Golkar di 7 Kecamatan tidak sesuai. Dimana terjadi penambahan sebanyak 23 suara dan pengurangan sebanyak 86 suara atau selisih dari jumlah rekapan semula sebanyak 63 suara. Buka ulang C1 Plano di halaman sekretariat KPU Mukomuko kemarin, sebatas pratinjau dan perbaikan kembali data yang salah oleh pihak PPK dan KPPS sesuai hasil pleno pusat. Meski demikian, suasana sempat tegang, karena ada perbedaan pendapat antara saksi dan KPU, mengenai C1 plano mana saja yang harus di buka atau seluruhnya dibaca ulang.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag dalam sambutan awalnya menjelaskan, baca ulang C1 Plano ini berdasarkan rekomendasi dari Banwaslu Nomor 0461/Bawaslu/V/2014, sifatnya sangat segera. Perihalnya pengamatan hasil kajian terhadap bukti keberatan PKB dan Partai Golkar. Dimana dari rekap ulang sesuai pegajuan untuk daerah pemilihan Kabupaten Mukomuko, 7 Kecamatan terbukti dan 4 Kecamatan lainnya tidak terbukti. Atas dasar itu Bawaslu merekomendasikan kepada KPU Provinsi untuk melakukan pencermatan dan perbaikan terhadap perolehan suara yang salah berdasarkan C1 yang benar. Kegiatan pratinjau suara ini juga mendapat pengawasan ketat dari Panwaslu Mukomuko dan pihak keamanan.
‘’Kita menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu terhadap hasil hitung ulang berdasarkan C1 Plano. Bagi yang salah langsung diperbaiki dan malam ini (malam tadi, red) harus dikirim kembali ke Bengkulu. Sesuai rekomendasi, yang dibuka beberapa C1 Plano saja untuk partai Golkar. Namun pihak KPU Bengkulu menyarankan dibaca semua, untuk menjadi perhatian bersama,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, yang direkomendasikan tidak banyak, setiap kecamatan jumlahnya berbeda, ada yang satu dan hingga beberapa TPS. Namun untuk Kecamatan Kota Mukomuko dan Kecamatan Malin Deman, hampir semua C1 Plano dibuka ulang, karena ada beberapa data yang tidak cocok. Seperti di Desa Teruntung Kecamatan Teras Terunjam suara Golkar kurang 3, di Desa Resno V Koto berkurang 20, di Desa Lubuk Gedang Kecamatan Lubuk Pinang bertambah 17 suara dan di Kecamatan Malin Deman berkurang 61 suara juga beberapa desa lainnya.
‘’Yang dibaca lagi itu saja, untuk C1 Pleno lain tidak diganggu, setiap kecamatan kadang 1 desa dan 2 desa namun untuk Malin Deman dan Kota Mukomuko dibaca lagi hampir 90 persen,’’ tegasnya.
Pencermatan ulang C1 plano ini sempat molor dari jadwal semula, yaitu dalam undangannya dimulai Pukul 8.00 WIB, namun kenyataannya, acara baru dimulai pada Pukul 10.15 WIB. Kondisi ini sempat menimbulkan kekecewaan dari para saksi partai yang diundang maupun pihak KPPS dan PPK sendiri. Mereka menganggap KPU kurang persiapan dalam setiap kegiatannya, hingga menimbulkan rasa tidak puas.
‘’Aneh, diundang jam sekian kok mulainya berbeda, selain itu masa hanya demikian persiapannya,’’ kata saksi PBB Jafridin diamini saksi PKB Adrizon dan beberapa saksi lainnya.
Saat acara baru akan dimulai, sempat terjadi perdebatan, pihak saksi PAN yang diwakili Ramadani keberatan surat seluruh partai dibuka, sebab yang mengajukan keberatan hanya 1 partai saja, sesuai dengan rekomendasi Bawaslu pusat. Sementara saksi dari PBB dan beberapa saksi lain meminta dibaca seluruhnya, hingga kehadiran mereka tidak mubazir.
‘’Jangan melenceng dari petunjuk, itu saja yang kami minta, karena yang direkomendasikan sudah jelas, hanya untuk suara partai ini saja,’’ tegas Dani.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE didampingi anggotanya, Padlul Azmi, SH memastikan jika C1 plano yang berada dalam kota yang disegel ini masih asli seperti semula. Karena dalam prosesnya selalu mendapat pengawalan dari aparat dan juga pengawasan dari petugas pengawas pemilu. Mereka akan mencatat hasil peninjauan ini untuk disesuaikan dan dilaporkan ke pusat.
‘’Yang jelas kita berusaha setiap detail kegiatan pelaksanaan pemilu mendapat pengawasan. C1 Plano yang ada ini masih seperti semula saat di hitung di TPS hingga ke pusat,’’ tutupnya.(jar)
Friday, 2 May 2014
3 Unit Ambulan Sapuan Segera Beroperasi
POLITIK RM – Kabarnya dalam waktu dekat, 3 unit ambulans milik mantan calon Bupati Mukomuko, Sapuan, SE, Ak, MM segera beroperasi. Ambulan akan disiagakan di 3 titik, yaitu Dapil 1, Dapil 2 dan Dapil 3. Kegunaannya untuk melayani transportasi masyarakat yang membutuhkan jasa ambulans ke rumah sakit. Bahkan mobil ini juga dapat digunakan untuk kepentingan lain masyarakat yang mendesak.
Setiap warga yang memanfaatkan ambulan ini tidak dipungut biaya, sebab sopir langsung dari pihak penyumbang ambulans dan juga biaya operasional lain dibiayai oleh keluar Sapuan. Masyarakat cukup menghubungi nomor kontak emergensi khusus ambulans SPN, langsung antar jemput. Untuk jenis kendaraannya belum ada kepastian, namun yang jelas kendaraan ini dirancang semi ambulans.
Hal ini langsung disampaikan oleh Herman, keluarga dekat Sapuan. Menurut keterangannya ambulans akan beroperasi akhir bulan ini paling lambat. Sebab saat ini masih dalam proses pengadaan dan penyesuaian oleh pihak sorum. Pengadaan ini sesuai dengan rencana awal, yaitu atas dasar usulan masyarakat, yang kerap kewalahan mendapatkan transportasi ke rumah sakit saat mendesak.
‘’Awalnya dari usulan masyarakat, karena mengingat kebutuhan. Wilayah kita ini cukup luas, meski sudah ada ambulans plat merah, namun kadang ada kendala juga, maka Sapuan yang kebetulan peduli dengan kondisi ini, punya inisiatif,’’ kata Herman.
Apakah ada hubungannya dengan isu Sapuan bakal maju lagi pada Pilbup mendatang? Herman mengaku pengadaan ini tidak ada hubungannya dengan politik untuk Pilkada. Sebab pemilihan bupati masih cukup lama, selain itu juga masyarakat sudah mengetahui, jika Sapuan sejak lama sudah rutin memperhatikan warga Mukomuko melalui berbagai cara. Maka sangat disayangkan jika nanti dihubungkan dengan politik. Semua orang bisa memanfaatkannya.
‘’Kasian kita, nanti ada yang ragu, maka jangan dikaitkan dengan politik. Siapa saja dapat menggunakannya dan sama haknya. Masyarakat paham, bagaimana Sapuan sejak awalnya. Belum terjun ke dunia politik bahkan saat ia kalah, Sapuan tidak ada perubahan, ia masih sama sikapnya dengan masyarakat,’’ tegas Herman.
Sapuan sendiri saat diminta keterangannya, membenarkan rencananya tersebut. Semua itu atas dasar kebutuhan daerah semata, karena ia tahu betul apa kesulitan masyarakat selama ini. Kenapa baru sekarang? Sapuan menjelaskan, sejak awak ia sudah punya rencana, namun ada hal lain yang mendesa. Selain itu juga, sebelumnya ia takut dikaitkan dengan partai politik yang ikut pemilu legislatif.
‘’Rencananya sudah lama, namun baru sekarang bisa, ini berkat doa masyarakat Mukomuko. Dan memang, sebelumnya kita ragu ini dikaitkan dengan partai politik, apalagi beberapa caleg juga sempat menawarkan jasa ambulans,’’ tutupnya.(jar)
Calon Bupati Harus Kantongi Rp 15 M
POLITIK RM – Modal politik itu tinggi, kata-kata ini diakui banyak pihak, meskipun ada politisi dengan modal pas-pasan tetap melaju. Menurut pendapat salah seorang politisi Mukomuko yang juga anggota Komisi 2 DPRD Mukomuko, H. Tarmizi, untuk bersaing dalam pemilihan Bupati Mukomuko 2015, satu pasangan harus mengantongi Rp 15 Miliar. Bahkan bukan tidak mungkin seorang calon bisa menghabiskan puluhan miliar.
Dijelaskannya, dasarnya adalah berkaca dari pemilihan sebelumnya, termasuk saat pemilihan anggota legislatif yang baru saja selesai. Seorang kandidat, butuh pendekatan yang mendalam dengan masyarakat dan siap menghadapi berbagai permintaan dan usulan. Terlepas dari dugaan money politik, biaya politik digunakan untuk operasional, tim pemenangan, pengadaan atribut dan termasuk mengenai banyaknnya permintaan dari masyarakat untuk mensponsori kegiatan mereka.
‘’Kalau berkaca dari yang sudah-sudah, biaya politik satu pasang calon bupati tidak kurang dari Rp 15 Miliar. Itu terlepas dari isu money politik, sebab seorang calon butuh atribut dan biaya operasional sendiri atau tim mereka,’’ kata Tarmizi.
Apakah ada jaminan menang dengan dana sebesar tersebut? Tarmizi menjelaskan, soal menang itu ketentuan dari masyarakat nantinya. Setidaknya mereka yang punya anggaran besar bisa bersaingan ketat dengan kandidat lain. Sebab tidak mungkin calon bupati hanya 1 pasang saja. Tidak menutup kemungkinan calon yang tidak punya anggaran banyak bisa dipilih masyarakat.
‘’Kita bicara soal modal untuk mencalon, mengenai yang menang, itu hasil akhirnya nanti. Kalau belajar dari pileg, mereka yang duduk sebagian besar punya modal besar,’’ tutupnya.(jar)
Tak Terpilih, Incumbent Legowo
POLITIK RM – Meski tidak terpilih kembali sebagai anggota dewan, beberapa anggota DPRD Mukomuko tidak merasa kecewa. Mereka menilai kekalahan tersebut wajar terjadi. Pengorbanan saat kampanye, diakui tidak sebesar kandidat lainnya. Bahkan mereka tetap berterimakasih kepada masyarakat terutama pendukungnya, yang sudah berusaha dan memilihnya pada 9 April lalu.
Seperti disampaikan oleh Adrizon meski pada awalnya sempat terkejut, namun mereka bisa menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Sebab anggaran kampanye, yang dikeluarkan memang tidak sebesar calon lain. Namun disisi lain, ia mengaku dukungan terhadap dirinya mengalami kenaikan yang signifikan.
‘’Wajar kami kalah, sebab kita tidak siap mengeluarkan dana terlalu besar. Anggota dewan gajinya kecil, sedangkan kandidat lain, dana mereka mencapai Rp 1 Miliar. Bagaimanapun saya berterimakasih kepada masyarakat, dukungan terhadap saya, jauh lebih besar dari pemilu sebelumnya,’’ kata Adrizon.
Juga Haidir, S.IP mengaku puas dengan suara yang ia peroleh saat pemilu. Masyarakat masih memberi suara untuk dirinya cukup signifikan. Soal ia tidak duduk, semuanya kehendak yang maha kuasa dan juga hal yang biasa dalam politik. Karena Gerinda beda dengan beberapa partai lainnya, dukungan terhadap masing-masing caleg cukup besar.
‘’Tidak duduk bukan tidak didukung, hanya saja caleg lain lebih beruntung. Di Gerindra persaingan antar cakeg cukup tinggi, kami masing-masing berusaha mencari dukungan sebanyak-banyaknya,’’ paparnya.
Juga Husni Tamrin, mengaku menerima kekalahannya pada pemilu lalu. Sebab calon lain siap mengeluarkan dana hingga Rp 1 Miliar lebih untuk duduk, sementara mereka bermain dengan jujur. Harapannya dewan mendatang bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak mengecewakan masyarakat. Jika berpikir menjadi seorang anggota dewan, menerima banyak masukan uang, menurutnya salah.
‘’Kita akuilah, wajar kami tidak bermain habis-habisan, sebab kita sudah mencoba apa yang didapat sebagai anggota dewan. Kalau masyarakat percaya kita siap, kalaupun tidak kami juga menerimanya,’’ tutup Husni.(jar)
Sengketa Pemilu ke MK
METRO – Penghitungan ulang suara DPR RI di pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, membangkitkan semangat para peserta pemilu untuk DPRD Provinsi Bengkulu. Meski KPU Provinsi sudah selesai merekap hasil pemilu, mereka akan terus berupaya untuk menuntut dilakukan penghitungan ulang. Bahkan kabarnya caleg asal PKS, Hanura, Golkar, PKB dan beberapa partai lain sudah menyiapkan laporan ke Makamah Konstitusi (MK) untuk menyelesaikan sengketa ini.
Seperti disampaikan oleh caleg Golkar, Muslim Caniago, SH sesuai aturan yang berlaku dan jalur hukumnya. Mereka akan terus berjuang, supaya ada kebijakan untuk penghitungan ulang hasil pemilu DPRD Provinsi. Sebab mereka sudah tidak percaya terhadap rekapan KPU tersebut. Bahkan Muslim yakin, masyarakat sependapat dengan mereka, yaitu menipis kepercayaan terhadap KPU Mukomuko dan meminta ada proses yang bisa meyakinkan kembali terhadap hasil pemilu tersebut.
‘’Itu sesuai dengan aturan yang berlaku, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan bila tidak puas dengan hasil pemilu. Maka kita bersama dengan beberapa partai lain yang merasa belum menerima hasil ini, menempuh tahapan tersebut,’’ kata Muslim.
Tak hanya itu Muslim menegaskan, KPU Mukomuko juga harus berkaca dari beberapa dugaan kesalahan yang mereka lakukan. Dihitung ulang suara Mukomuko di pusat, membuktikan jika kepercayaan terhadap KPU sudah luntur. Ia yakin upaya mereka akan berhasil, sebab beberapa barang bukti sudah dikantongi untuk penguat laporan ke MK. Laporan rencanakan akan diserahkan setelah KPU pusat membuat ketetapan hasil pemilu.
‘’Kita sudah kantongi bukti dan dugaan ketidak suksesan pemilu, maka kita akan berusaha. Kami betul-betul kurang respek dengan pelaksana pemilu ini. Sesuai aturan laporan ke MK disampaikan setelah KPU selesai pleno, maka kita menunggu itu semua,’’ tegasnya.
Juga diakui oleh caleg Hanura, Ir. Anton Hidayat, ST rencana untuk melaporkan sengketa pemilu Mukomuko ke MK, hampir bulat. Ia bersama beberapa caleg asal partai lain sudah punya pandangan yang sama terhadap hasil pemilu ini. Dengan partai sendiri, ia mengaku sudah berkoordinasi dan setuju untuk menggugat hasil pemilu ke MK.
‘’Apapun nanti hasilnya, kita menerimanya dengan lapang dada, namun kita butuh kebenaran yang pasti. Kawan-kawan sudah satu, untuk bersama menggugat hasil pemilu menggunakan bukti masing-masing,’’ papar Anton.
Anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE, M.Ba diminta tanggapannya terkait dengan hal ini, mengaku siap memberi penjelasan hasil pemilu di Mukomuko jika diminta. Ia yakin tidak ada persoalan berat dalam pelaksanaan pemilu, mengenai temuan yang diprotes pihak peserta pemilu juga sudah diselesaikan dengan baik. Dimana hanya terjadi kesalahan dalam proses penghitungan di TPS dan tidak ada partai yang dirugikan.
‘’Soal mereka mau lapor ke MK, itu adalah haknya, karena jalurnya demikian. Panwaslu punya data lengkap hasil pemilu tersebut dan dapat digunakan jika memang dibutuhkan sebagai data pembanding dengan data KPU,’’ tutupnya.(jar)
DPR RI Dihitung Ulang, DPRD Provinsi Nyusul?
C1 Plano Mukomuko Dibuka di Jakarta
METRO – Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko terpaksa membongkar gudang logistik pemilu. Semua kotak suara untuk DPR RI asal 338 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Kabupaten dibuka kembali, C1 plano, yang digunakan saat penghitungan suara dikumpulkan kembali untuk dibawa ke Jakarta. Sesuai dengan rekomendasi dari Banwaslu pusat dan persetujuan KPU RI, hasil pemilihan DPR RI di Mukomuko dan Kabupaten Kaur dibuka dalam sidang pleno pusat.
Adapun pihak yang komplain atas pemilihan di Mukomuko, hingga harus menghitung ulang hasil pemilu adalah, dari Partai Golkar dan PKB juga beberapa partai lainnya. Pasalnya ada dugaan hilangnya suara partai mereka dan ketidak seimbangan jumlah pemilih dengan jumlah surat suara yang terpakai.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag ditemui saat tengah membongkar gudang logistik untuk mengumpulkan C1 jumbo TPS ini, mengaku kesulitan. Namun harus mereka lakukan, karena sesuai dengan instruksi dari pusat. Terkait dengan keraguan beberapa pihak terhadap pemilu di Mukomuko ini, hingga harus dihitung ulang di pusat, Dawud mengaku tidak ragu. Karena mereka tidak melakukan kecurangan sedikitpun. Jikapun ada kesalahan, semata hanya karena kelemahan dari petugas di lapangan.
‘’Sepengetahuan kami tidak ada kecurangan, yang jelas sesuai dengan instruksi dari pusat, kita akan bawa semua C1 plano untuk dihitung ulang. Memang cukup sulit, untuk bongkar lagi gudang yang sudah penuh,’’ kata Dawud.
Terkait dengan pemilihan di tingkat Provinsi dan Kabupaten, menurut Dawud tidak ada masalah. Semuanya sudah diselesaikan dalam rapat pleno ditingkat Kabupaten dan Provinsi. Beberapa kesalahan penilisan dan sistim penghitungan yang terjadi sudah diluruskan.
‘’Hanya RI saja, kalau untuk Kabupaten dan Provinsi sudah selesai dengan baik, tidak ada kendala lagi,’’ tegasnya.
Sementara Ir. Anton Hidayat caleg DPRD Provinsi yang merasa belum puas dengan hasil pemilu, tetap berusaha, agar ada titik terang terhadap laporan yang mereka sampaikan sebelumnya. Salah satu tuntutannya adalah menghitung ulang hasil pemilu untuk DPRD Provinsi. Sebab ada beberapa dugaan kecurangan dan kesalahan dalam penghitungan. Apalagi bercontoh dari salah satu TPS yang sudah sempat dibuka. Dalam waktu dekat, akan ada sidang di Banwaslu menyangkut persoalan di Mukomuko.
‘’Kami akan perjuangkan kebenaran sampai ada titik terangnya, harapan kita semuanya dihitung ulang. Karena kami sangat yakin dugaan kecurangan itu sudah terjadi,’’ tegasnya.
Juga caleg Golkar Muslim Caniago, SH akan berusaha agar untuk DPRD Provinsi juga dihitung ulang sama halnya dengan DPR RI. Karena dugaan kecurangan itu sangat kuat. Tujuannya lain tidak bukan, agar semua bisa puas dan masyarakat percaya jika demokrasi itu masih stabil.
‘’Kita berusaha sama dengan DPR RI, karena dugaan kecurangan itu sangat kuat, selain itu kita akan pertanyakan kinerja KPU secara jelas,’’ tutupnya.(jar)
Setiap warga yang memanfaatkan ambulan ini tidak dipungut biaya, sebab sopir langsung dari pihak penyumbang ambulans dan juga biaya operasional lain dibiayai oleh keluar Sapuan. Masyarakat cukup menghubungi nomor kontak emergensi khusus ambulans SPN, langsung antar jemput. Untuk jenis kendaraannya belum ada kepastian, namun yang jelas kendaraan ini dirancang semi ambulans.
Hal ini langsung disampaikan oleh Herman, keluarga dekat Sapuan. Menurut keterangannya ambulans akan beroperasi akhir bulan ini paling lambat. Sebab saat ini masih dalam proses pengadaan dan penyesuaian oleh pihak sorum. Pengadaan ini sesuai dengan rencana awal, yaitu atas dasar usulan masyarakat, yang kerap kewalahan mendapatkan transportasi ke rumah sakit saat mendesak.
‘’Awalnya dari usulan masyarakat, karena mengingat kebutuhan. Wilayah kita ini cukup luas, meski sudah ada ambulans plat merah, namun kadang ada kendala juga, maka Sapuan yang kebetulan peduli dengan kondisi ini, punya inisiatif,’’ kata Herman.
Apakah ada hubungannya dengan isu Sapuan bakal maju lagi pada Pilbup mendatang? Herman mengaku pengadaan ini tidak ada hubungannya dengan politik untuk Pilkada. Sebab pemilihan bupati masih cukup lama, selain itu juga masyarakat sudah mengetahui, jika Sapuan sejak lama sudah rutin memperhatikan warga Mukomuko melalui berbagai cara. Maka sangat disayangkan jika nanti dihubungkan dengan politik. Semua orang bisa memanfaatkannya.
‘’Kasian kita, nanti ada yang ragu, maka jangan dikaitkan dengan politik. Siapa saja dapat menggunakannya dan sama haknya. Masyarakat paham, bagaimana Sapuan sejak awalnya. Belum terjun ke dunia politik bahkan saat ia kalah, Sapuan tidak ada perubahan, ia masih sama sikapnya dengan masyarakat,’’ tegas Herman.
Sapuan sendiri saat diminta keterangannya, membenarkan rencananya tersebut. Semua itu atas dasar kebutuhan daerah semata, karena ia tahu betul apa kesulitan masyarakat selama ini. Kenapa baru sekarang? Sapuan menjelaskan, sejak awak ia sudah punya rencana, namun ada hal lain yang mendesa. Selain itu juga, sebelumnya ia takut dikaitkan dengan partai politik yang ikut pemilu legislatif.
‘’Rencananya sudah lama, namun baru sekarang bisa, ini berkat doa masyarakat Mukomuko. Dan memang, sebelumnya kita ragu ini dikaitkan dengan partai politik, apalagi beberapa caleg juga sempat menawarkan jasa ambulans,’’ tutupnya.(jar)
Calon Bupati Harus Kantongi Rp 15 M
POLITIK RM – Modal politik itu tinggi, kata-kata ini diakui banyak pihak, meskipun ada politisi dengan modal pas-pasan tetap melaju. Menurut pendapat salah seorang politisi Mukomuko yang juga anggota Komisi 2 DPRD Mukomuko, H. Tarmizi, untuk bersaing dalam pemilihan Bupati Mukomuko 2015, satu pasangan harus mengantongi Rp 15 Miliar. Bahkan bukan tidak mungkin seorang calon bisa menghabiskan puluhan miliar.
Dijelaskannya, dasarnya adalah berkaca dari pemilihan sebelumnya, termasuk saat pemilihan anggota legislatif yang baru saja selesai. Seorang kandidat, butuh pendekatan yang mendalam dengan masyarakat dan siap menghadapi berbagai permintaan dan usulan. Terlepas dari dugaan money politik, biaya politik digunakan untuk operasional, tim pemenangan, pengadaan atribut dan termasuk mengenai banyaknnya permintaan dari masyarakat untuk mensponsori kegiatan mereka.
‘’Kalau berkaca dari yang sudah-sudah, biaya politik satu pasang calon bupati tidak kurang dari Rp 15 Miliar. Itu terlepas dari isu money politik, sebab seorang calon butuh atribut dan biaya operasional sendiri atau tim mereka,’’ kata Tarmizi.
Apakah ada jaminan menang dengan dana sebesar tersebut? Tarmizi menjelaskan, soal menang itu ketentuan dari masyarakat nantinya. Setidaknya mereka yang punya anggaran besar bisa bersaingan ketat dengan kandidat lain. Sebab tidak mungkin calon bupati hanya 1 pasang saja. Tidak menutup kemungkinan calon yang tidak punya anggaran banyak bisa dipilih masyarakat.
‘’Kita bicara soal modal untuk mencalon, mengenai yang menang, itu hasil akhirnya nanti. Kalau belajar dari pileg, mereka yang duduk sebagian besar punya modal besar,’’ tutupnya.(jar)
Tak Terpilih, Incumbent Legowo
POLITIK RM – Meski tidak terpilih kembali sebagai anggota dewan, beberapa anggota DPRD Mukomuko tidak merasa kecewa. Mereka menilai kekalahan tersebut wajar terjadi. Pengorbanan saat kampanye, diakui tidak sebesar kandidat lainnya. Bahkan mereka tetap berterimakasih kepada masyarakat terutama pendukungnya, yang sudah berusaha dan memilihnya pada 9 April lalu.
Seperti disampaikan oleh Adrizon meski pada awalnya sempat terkejut, namun mereka bisa menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. Sebab anggaran kampanye, yang dikeluarkan memang tidak sebesar calon lain. Namun disisi lain, ia mengaku dukungan terhadap dirinya mengalami kenaikan yang signifikan.
‘’Wajar kami kalah, sebab kita tidak siap mengeluarkan dana terlalu besar. Anggota dewan gajinya kecil, sedangkan kandidat lain, dana mereka mencapai Rp 1 Miliar. Bagaimanapun saya berterimakasih kepada masyarakat, dukungan terhadap saya, jauh lebih besar dari pemilu sebelumnya,’’ kata Adrizon.
Juga Haidir, S.IP mengaku puas dengan suara yang ia peroleh saat pemilu. Masyarakat masih memberi suara untuk dirinya cukup signifikan. Soal ia tidak duduk, semuanya kehendak yang maha kuasa dan juga hal yang biasa dalam politik. Karena Gerinda beda dengan beberapa partai lainnya, dukungan terhadap masing-masing caleg cukup besar.
‘’Tidak duduk bukan tidak didukung, hanya saja caleg lain lebih beruntung. Di Gerindra persaingan antar cakeg cukup tinggi, kami masing-masing berusaha mencari dukungan sebanyak-banyaknya,’’ paparnya.
Juga Husni Tamrin, mengaku menerima kekalahannya pada pemilu lalu. Sebab calon lain siap mengeluarkan dana hingga Rp 1 Miliar lebih untuk duduk, sementara mereka bermain dengan jujur. Harapannya dewan mendatang bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak mengecewakan masyarakat. Jika berpikir menjadi seorang anggota dewan, menerima banyak masukan uang, menurutnya salah.
‘’Kita akuilah, wajar kami tidak bermain habis-habisan, sebab kita sudah mencoba apa yang didapat sebagai anggota dewan. Kalau masyarakat percaya kita siap, kalaupun tidak kami juga menerimanya,’’ tutup Husni.(jar)
Sengketa Pemilu ke MK
METRO – Penghitungan ulang suara DPR RI di pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, membangkitkan semangat para peserta pemilu untuk DPRD Provinsi Bengkulu. Meski KPU Provinsi sudah selesai merekap hasil pemilu, mereka akan terus berupaya untuk menuntut dilakukan penghitungan ulang. Bahkan kabarnya caleg asal PKS, Hanura, Golkar, PKB dan beberapa partai lain sudah menyiapkan laporan ke Makamah Konstitusi (MK) untuk menyelesaikan sengketa ini.
Seperti disampaikan oleh caleg Golkar, Muslim Caniago, SH sesuai aturan yang berlaku dan jalur hukumnya. Mereka akan terus berjuang, supaya ada kebijakan untuk penghitungan ulang hasil pemilu DPRD Provinsi. Sebab mereka sudah tidak percaya terhadap rekapan KPU tersebut. Bahkan Muslim yakin, masyarakat sependapat dengan mereka, yaitu menipis kepercayaan terhadap KPU Mukomuko dan meminta ada proses yang bisa meyakinkan kembali terhadap hasil pemilu tersebut.
‘’Itu sesuai dengan aturan yang berlaku, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan bila tidak puas dengan hasil pemilu. Maka kita bersama dengan beberapa partai lain yang merasa belum menerima hasil ini, menempuh tahapan tersebut,’’ kata Muslim.
Tak hanya itu Muslim menegaskan, KPU Mukomuko juga harus berkaca dari beberapa dugaan kesalahan yang mereka lakukan. Dihitung ulang suara Mukomuko di pusat, membuktikan jika kepercayaan terhadap KPU sudah luntur. Ia yakin upaya mereka akan berhasil, sebab beberapa barang bukti sudah dikantongi untuk penguat laporan ke MK. Laporan rencanakan akan diserahkan setelah KPU pusat membuat ketetapan hasil pemilu.
‘’Kita sudah kantongi bukti dan dugaan ketidak suksesan pemilu, maka kita akan berusaha. Kami betul-betul kurang respek dengan pelaksana pemilu ini. Sesuai aturan laporan ke MK disampaikan setelah KPU selesai pleno, maka kita menunggu itu semua,’’ tegasnya.
Juga diakui oleh caleg Hanura, Ir. Anton Hidayat, ST rencana untuk melaporkan sengketa pemilu Mukomuko ke MK, hampir bulat. Ia bersama beberapa caleg asal partai lain sudah punya pandangan yang sama terhadap hasil pemilu ini. Dengan partai sendiri, ia mengaku sudah berkoordinasi dan setuju untuk menggugat hasil pemilu ke MK.
‘’Apapun nanti hasilnya, kita menerimanya dengan lapang dada, namun kita butuh kebenaran yang pasti. Kawan-kawan sudah satu, untuk bersama menggugat hasil pemilu menggunakan bukti masing-masing,’’ papar Anton.
Anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE, M.Ba diminta tanggapannya terkait dengan hal ini, mengaku siap memberi penjelasan hasil pemilu di Mukomuko jika diminta. Ia yakin tidak ada persoalan berat dalam pelaksanaan pemilu, mengenai temuan yang diprotes pihak peserta pemilu juga sudah diselesaikan dengan baik. Dimana hanya terjadi kesalahan dalam proses penghitungan di TPS dan tidak ada partai yang dirugikan.
‘’Soal mereka mau lapor ke MK, itu adalah haknya, karena jalurnya demikian. Panwaslu punya data lengkap hasil pemilu tersebut dan dapat digunakan jika memang dibutuhkan sebagai data pembanding dengan data KPU,’’ tutupnya.(jar)
C1 Plano Mukomuko Dibuka di Jakarta
METRO – Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko terpaksa membongkar gudang logistik pemilu. Semua kotak suara untuk DPR RI asal 338 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Kabupaten dibuka kembali, C1 plano, yang digunakan saat penghitungan suara dikumpulkan kembali untuk dibawa ke Jakarta. Sesuai dengan rekomendasi dari Banwaslu pusat dan persetujuan KPU RI, hasil pemilihan DPR RI di Mukomuko dan Kabupaten Kaur dibuka dalam sidang pleno pusat.
Adapun pihak yang komplain atas pemilihan di Mukomuko, hingga harus menghitung ulang hasil pemilu adalah, dari Partai Golkar dan PKB juga beberapa partai lainnya. Pasalnya ada dugaan hilangnya suara partai mereka dan ketidak seimbangan jumlah pemilih dengan jumlah surat suara yang terpakai.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag ditemui saat tengah membongkar gudang logistik untuk mengumpulkan C1 jumbo TPS ini, mengaku kesulitan. Namun harus mereka lakukan, karena sesuai dengan instruksi dari pusat. Terkait dengan keraguan beberapa pihak terhadap pemilu di Mukomuko ini, hingga harus dihitung ulang di pusat, Dawud mengaku tidak ragu. Karena mereka tidak melakukan kecurangan sedikitpun. Jikapun ada kesalahan, semata hanya karena kelemahan dari petugas di lapangan.
‘’Sepengetahuan kami tidak ada kecurangan, yang jelas sesuai dengan instruksi dari pusat, kita akan bawa semua C1 plano untuk dihitung ulang. Memang cukup sulit, untuk bongkar lagi gudang yang sudah penuh,’’ kata Dawud.
Terkait dengan pemilihan di tingkat Provinsi dan Kabupaten, menurut Dawud tidak ada masalah. Semuanya sudah diselesaikan dalam rapat pleno ditingkat Kabupaten dan Provinsi. Beberapa kesalahan penilisan dan sistim penghitungan yang terjadi sudah diluruskan.
‘’Hanya RI saja, kalau untuk Kabupaten dan Provinsi sudah selesai dengan baik, tidak ada kendala lagi,’’ tegasnya.
Sementara Ir. Anton Hidayat caleg DPRD Provinsi yang merasa belum puas dengan hasil pemilu, tetap berusaha, agar ada titik terang terhadap laporan yang mereka sampaikan sebelumnya. Salah satu tuntutannya adalah menghitung ulang hasil pemilu untuk DPRD Provinsi. Sebab ada beberapa dugaan kecurangan dan kesalahan dalam penghitungan. Apalagi bercontoh dari salah satu TPS yang sudah sempat dibuka. Dalam waktu dekat, akan ada sidang di Banwaslu menyangkut persoalan di Mukomuko.
‘’Kami akan perjuangkan kebenaran sampai ada titik terangnya, harapan kita semuanya dihitung ulang. Karena kami sangat yakin dugaan kecurangan itu sudah terjadi,’’ tegasnya.
Juga caleg Golkar Muslim Caniago, SH akan berusaha agar untuk DPRD Provinsi juga dihitung ulang sama halnya dengan DPR RI. Karena dugaan kecurangan itu sangat kuat. Tujuannya lain tidak bukan, agar semua bisa puas dan masyarakat percaya jika demokrasi itu masih stabil.
‘’Kita berusaha sama dengan DPR RI, karena dugaan kecurangan itu sangat kuat, selain itu kita akan pertanyakan kinerja KPU secara jelas,’’ tutupnya.(jar)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati
METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...
-
Inspektorat : Diakuinya Satu Kali METRO – Ujian berat tengah dihadapi oleh dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko dan merupakan pukulan bagi p...
-
Pemilihan Bupati 2020 MUKOMUKO – Semakin dekatnya perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, nama-nama tokoh yang benar...
-
Kerja Keras dan Cerdas KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Muk...

.jpg)